<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>DISKUSI KLP KLS X LM GEO 2 by DISKUSI GEOGRAFI</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a</link>
      <description>MITIGASI BENCANA</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2015-05-14 23:54:56 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-13 10:31:54 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.storage.googleapis.com/portrait/brainstorm.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3</title>
         <author>abnormal</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60579911</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-05-15 00:03:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60579911</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3</title>
         <author>abnormal</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60579912</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Anggota: </p><p>1) Windyandini P</p><p>2) Rizka Putri Yulianti</p><p>3) Rosmilawati</p><p>4) Putri Ayu</p><p>5) Michelle Anastasia</p><p>6) Renata Septiani</p><p>--MITIGASI BENCANA--</p><p>Rumusan Masalah:</p><p>1) Jelaskan pengertian mitigasi menurut UU nomor 24 tahun 2007</p><p>2) Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis mitigasi bencana</p><p>3) Sebutkan beberapa tujuan utama dari Mitigasi Bencana dan pertimbangannya dalam menyusun program mitigasi (khususnya di Indonesia)</p><p>Pembahasan:</p><p>1) Pengertian Mitigasi menurut UU nomor 24 tahun 2007:</p><p>Serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana , baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.</p><p><span style="font-size: 13px;"><br></span></p><p><span style="font-size: 13px;">2) Jenis-jenis Mitigasi Bencana:</span></p><p>⇨ Mitigasi strukural&nbsp;</p><p>Upaya untuk meminimalkan bencana yang dilakukan melalui pembangunan berbagai prasarana fisik dan menggunakan pendekatan teknologi, seperti pembuatan kanal khusus untuk pencegahan banjir, alat pendeteksi aktivitas gunung berapi, bangunan yang bersifat tahan gempa, ataupun Early Warning System yang digunakan untuk memprediksi terjadinya gelombang tsunami.&nbsp;</p><p>⇨Mitigasi Non-Struktural</p><p>Upaya mengurangi dampak bencana selain dari upaya mitigasi struktural. Bisa dalam lingkup upaya pembuatan kebijakan seperti pembuatan suatu peraturan.&nbsp; <span style="font-size: 13px;">contohnya seperti</span> pembuatan tata ruang kota, capacity building masyarakat, bahkan sampai menghidupkan berbagai aktivitas lain yang berguna bagi penguatan kapasitas masyarakat, juga bagian dari mitigasi ini.<span style="font-size: 13px;"> </span></p><p><span style="font-size: 13px;"><br></span></p><p>3) --Tujuan Utama dari Mitigasi Bencana--</p><p>⇨ Mengurangi resiko/dampak yang ditimbulkan oleh bencana khususnya bagi penduduk, seperti korban jiwa (kematian), kerugian ekonomi (economy costs) dan kerusakan sumber daya alam.</p>
⇨ Sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan pembangunan.
<br><div>⇨ Meningkatkan pengetahuan masyarakat (public awareness) dalam menghadapi serta mengurangi dampak/resiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman.<div><br><div>--Pertimbangan dalam Menyusun Program Mitigasi (khususnya di Indonesia)--</div><div><span style="font-size: 13px;">⇨ Mitigasi bencana harus diintegrasikan dengan proses pembangunan</span></div>⇨ Fokus bukan hanya dalam mitigasi bencana tapi juga pendidikan, pangan, tenaga kerja, perumahan dan kebutuhan dasar lainnya.
<br></div><div>⇨ Sinkron terhadap kondisi sosial, budaya serta ekonomi setempat
<br></div><div>⇨ Dalam sektor informal, ditekankan bagaimana meningkatkan kapasitas masyarakat untuk membuat keputusan, menolong diri sendiri dan membangun sendiri.
<br></div><div>⇨ Menggunakan sumber daya dan daya lokal (sesuai prinsip desentralisasi)
<br></div><div>⇨ Mempelajari pengembangan konstruksi rumah yang aman bagi golongan masyarakat kurang mampu, dan pilihan subsidi biaya tambahan membangun rumah.
<br></div><div>⇨ Mempelajari teknik merombak (pola dan struktur) pemukiman.
<br></div><div>⇨ Mempelajari tata guna lahan untuk melindungi masyarakat yang tinggal di daerah yang rentan bencana dan kerugian, baik secara sosial, ekonomi, maupun implikasi politik.
<br></div><div>⇨ Mudah dimengerti dan diikuti oleh masyarakat.</div><div><span style="font-size: 13px;"><br></span></div><div><span style="font-size: 13px;">((Gambar diatas menunjukkan  Kampanye Mitigasi Bencana di Aceh, yang kegiatannya diprakarsai oleh Tsunami and Disaster Mitigation Resarch Center (TDMRC), bertujuan memberikan pendidikan kepada murid sekolah dalam mengurangi resiko bencana.))</span><br></div></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/42331375/429b90f0e759363186b32a45e51285f83d397de9/8721f8e592c1a44d0685fb3ceb613203.jpg" />
         <pubDate>2015-05-15 00:03:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60579912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60579934</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-05-15 00:03:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60579934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60579937</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama anggota :</p><p>1. Muh. Yusril Ihza Syahlan</p><p>2. Andi Ndul Sri Utami</p><p>3. Sitti Annisa</p><p>4. Arjuna Umar</p><p>5. Rezky Darmawan Hasan</p><p>6. Viqhi Muladi</p><p>7. Adhi Nauval H.T</p><p>8. Made Risky</p><p>9. Raymond Glory</p><p>10. Farhan D.A.D</p><p><b>Persebaran Daerah Rawan Bencana di Indonesia</b></p><p>Rumusan Masalah : </p><p>1. Apa yang dimaksud dengan daerah rawan bencana  ?</p><p>2. Sebutkan ciri-ciri daerah rawan bencana !</p><p>3. Sebutkan beberapa daerah di Indonesia yang rawan terkena bencana !</p><p>Pembahasan :</p><p>1. -<span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Rawan Bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pasa satu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, merendam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemapuan untuk mengagapi dampak buruk bahaya tertentu.</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Daerah rawan bencana alam adalah &nbsp; daerah yang sering terjadi peristiwa bencana &nbsp;yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat baik disebabkan oleh faktor alam maupun faktor non alam.</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">2. Ciri-ciri daerah rawan bencana :</span></p><div style="font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 22.5pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">A. Wilayah Rentan Gempa Bumi<br>Gempa bumi adalah gaya inersia yang timbul oleh goncangan gempa yang dapat berakibat merobohkan bangunan yang tidak didesain tahan gempa. Penyebab ikutan gempa bumi dapat berupa gelombang laut tsunami yang menerjang pantai, perubahan struktur perlapisan tanah, dan longsoran di wilayah perbukitan. Wilayah rentan gempa bumi ditentukan dari tingkat kerawanan dan parameter dampak akibat terjadinya gempa bumi. Analisis kerawanan gempa bumi menggunakan tiga indikator, yaitu:</span></div><div style="text-indent: 0px; font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 63pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><img alt="*" height="15" width="15"><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span>seismisitas, meliputi kedalaman dan magnitude episentrum,</span></div><div style="text-indent: 0px; font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 63pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><img alt="*" height="15" width="15"><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span>struktur geologi, meliputi sesar aktif dan tingkat kerapuhan batuan dimana episentrum tersebut berada, dan</span></div><div style="text-indent: 0px; font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 63pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><img alt="*" height="15" width="15"><span style="font-style: normal; font-variant: normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span>percepatan tanah puncak.</span></div><div style="font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 22.5pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div style="font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 22.5pt;"><span style="font-size: 13px; background-color: rgba(255, 255, 255, 0); white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">B. Wilayah Rentan Tsunami</span><span class="apple-converted-space" style="font-size: 13px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">&nbsp;</span><br></div><div style="font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 22.5pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Tsunami adalah gelombang yang ditimbulkan oleh pergerakan lempeng bumi yang terjadi secara tiba-tiba. Gerakan ini menimbulkan gelombang panjang yang umumnya mempunyai periode 20 sampai 200 menit dan dapat menyebabkan kehancuran di daerah pesisir karena tiriggi gelombangnya dapat mencapai beberapa meter di atas batas normal muka air tertinggi (Carter, 1999 dalam Iwan Tejakusuma, 2005).<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><br>Kekuatan tsunami yang terjadi di Indonesia, berkisar antara 1,5 – 4,5 skala Imamura, dengan ketinggian gelombang maksimum di pantai berkisar 4 – 24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 – 200 meter dari garis pantai. Gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami pada umumnya adalah gempa bumi yang episentrumnya terletak di laut dengan kedalaman kurang dari 60 Km dengan magnitude 6,0 skala Richter serta jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau turun (BMG dalam Bambang Marwanta, 2005).<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><br>Kerawanan tsunami dipengaruhi oleh (1) kekuatan tsunami dan (2) morfologi pantai. Kekuatan tsunami sebaliknya dipengaruhi oleh rnangnitude gempa bumi. Berdasarkan besarnya kekuatan tsunami dapat diprediksi besarnya rambatan naik (run-up) gelombang tsunami di suatu wilayah pantai. Perkiraan rambatan naik tersebut dapat dihitung dengan menggunakan tabel hubungan umum (masa lalu) antara magnitude tsunami, energi tsunami dan tinggi maksimum rambatan naik (run-up). Faktor kedua, morfologi pantai, berpengaruh mengurangi potensi kerusakan yang diakibatkan oleh gelombang rambatan naik (run-up). Faktor-faktor morfologi pantai yang berpengaruh terhadap potensi kerusakan adalah tipologi pantai, kemiringan dan ketinggian.</span></div><div style="font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 22.5pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div style="font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 22.5pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">C. Wilayah Rentan Longsor<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Longsoran (landslide) adalah pergerakan suatu masa batuan, tanah atau rombakan material penyusun lereng (yang merupakan percampuran tanah dan batuan) menuruni lereng (Cruden, 1991 dalarn Karnawati, 2004). Karnawati (2003) membagi penyebab terjadinya longsor ke dalam dua kelompok besar, yaitu (1) faktor-faktor pengontrol, dan (2) faktor-faktor pemicu. Faktor-faktor pengontrol antara lain adalah geomorfologi, tanah, geologi, geohidrologi dan tata guna lahan. Sementara faktor-faktor pemicu meliputi infiltrasi air ke dalam lereng, getaran, dan aktivitas manusia yang mengakibatkan perubahan penggunaan lahan.<br>Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (2000) telah menyusun Pedoman Pemetaan Kerentanan Gerakan Tanah (Longsor). Pedoman tersebut disusun untuk memberi acuan dalam melakukan pemetaan wilayah kerentanan longsor agar dapat diperoleh keseragaman arti dan kualitas peta wilayah kerentanan longsor. Berdasarkan pedoman tersebut terdapat 8 kriteria yang digunakan untuk memetakan kerentanan gerakan tanah: morfologi, kondisi keairan, tanah/batuan, geologi, tata lahan, struktur geologi, aktifitas manusia dan keterdapatan gerakan tanah. Alternatif lain dalam penentuan kerawanan longsor adalah menggunakan empat parameter yang datanya relatif mudah diperoleh, yaitu litologi, kemiringan lereng, dan curah hujan.</span></div><div style="font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 22.5pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div style="font-style: normal; font-variant: normal; margin-left: 22.5pt;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">D. Wilayah Rentan Banjir<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Banjir adalah aliran air di permukaan tanah (surface water) yang relatif tinggi dan tidak dapat ditampung oleh saluran drainase atau sungai, sehingga melimpah ke kanan dan kiri serta menimbulkan genangan/aliran dalam jumlah melebihi normal dan mengakibatkan kerugian pada manusia. Wilayah rawan banjir adalah wilayah yang potensial dilanda banjir yang diindikasikan dari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap banjir, yaitu: topografi, tingkat permeabilitas tanah, kondisi wilayah aliran sungui, wilayah meander, curah hujan, dan air laut (airlaut pada saat pasang dapat mengakibatkan pembendungan di muara sungai sehingga menyebabkan aliran sungai meluap.</span></div><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">3. Wilayah rawan gempa dan tsunami :</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Aceh</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Sumatra Utara</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Sumatra Barat</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Bengkulu</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Lampung</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Banten&nbsp;</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Jawa Tengah</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Yogyakarta</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Jawa Timur&nbsp;</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Sulawesi Utara</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Sulawesi Selatan&nbsp;</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">-Maluku Utara</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">-Maluku Selatan</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">-Biak</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">-Yapen&nbsp;</span></p><p><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">-Balikpapan</span></p><div id="attachment_10548" class="wp-caption aligncenter" style="text-align: start; box-sizing: border-box; margin-right: auto; margin-bottom: 1.25em; margin-left: auto; border: 1px solid rgb(255, 255, 255); font-style: normal; font-variant: normal; max-width: 100%; text-shadow: rgb(255, 255, 255) 1px 1px 0px; -webkit-box-shadow: rgb(221, 221, 221) 1px 1px 6px; box-shadow: rgb(221, 221, 221) 1px 1px 6px; width: 410px;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><img class="size-large wp-image-10548" src="http://www.sridianti.com/wp-content/uploads/2014/07/Wilayah-rawan-bencana-alam-gempa-bumi-400x282.jpg" alt="Wilayah rawan bencana alam gempa bumi" width="400" height="282" style="box-sizing: border-box; padding-top: 0.4em; padding-right: 0.4em; padding-left: 0.4em; max-width: 100%; height: auto; background-image: none;"></span></div><div style="text-align: start; font-style: normal; font-variant: normal;"><table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="text-align: start; padding: 5px; margin-bottom: 0.5em; position: relative; border: 1px solid rgb(238, 238, 238); -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 1px 1px 5px; color: rgb(102, 102, 102); font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20px; white-space: normal; margin-left: auto; margin-right: auto;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="http://geospasial.bnpb.go.id/wp-content/uploads/2011/02/2011-02-18_Peta_Ancaman_Tsunami-575x406.jpg" imageanchor="1" style="line-height: 18px; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><font color="#1c1d22" face="Open Sans, Helvetica Neue, Helvetica, Arial, sans-serif" size="2"><img border="0" height="196" src="http://geospasial.bnpb.go.id/wp-content/uploads/2011/02/2011-02-18_Peta_Ancaman_Tsunami-575x406.jpg" width="280" style="position: relative; -webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.0980392) 0px 0px 0px; box-sizing: border-box; max-width: 100%;"></font></a></td></tr></tbody></table></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/43891763/95f838646e6566467b6f27c41108dab228d0c69e/b9598f58b4a775ae0f39ba9028b1c7d2.jpg" />
         <pubDate>2015-05-15 00:03:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60579937</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60580010</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok</p><p>1 ACHMAD CAESAR SHUHFAN</p><p>2 AFIF ZHAFA AMIRULLAH</p><p>3 MUH YUSUF ABUSTAM</p><p>4 MUH FIQRI ERZHAD</p><p>5 HIDAYAT KURNIA ALAM</p><p>6 CHARLES FRERA</p><p>7 ASRAR TAKDIR</p><p>8 RAHMAT JAMIL</p><p>9 MIFTAHUNNADJA ZULKIFLI</p><p>RUMUSAN MASALAH</p><p>1 Apa saja klasifikasi bencana alam itu?</p><p>2 Apa pengerian </p><p>Tsunami</p><p>Gempa bumi</p><p>Gunung meletus</p><p>3 Apa saja dampak yang terjadi akibat bencana alam itu ?</p><p>PENYESELESAIAN</p><p>1. Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat akrab dengan bencana, khususnya bencana alam. Hal ini tidak lepas dari topografi dan kondisi alam Indonesia yang sangat dekat dengan sumber-sumber bencana alam. Tidak semua jenis bencana yang terjadi di Indonesia adalah murni akibat dari alam. Banyak juga bencana yang terjadi akibat dari ulah manusia sendiri.

Jika dilihat dari Buku Karakteristik Bencana yang dikeluarkan oleh BAKORNAS PB, maka yang termasuk dalam bencana alam yaitu banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, angin badai, gelombang badai/ pasang, gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. Jenis dan karakteristik bencana alam yang terjadi tentunya berbeda antar satu jenis bencana dengan bencana alam lainnya. Terkadang terdapat beberapa bencana alam yang terjadi dalam satu kejadian seperti misalnya angin badai/ angin topan/ puting beliung disertai dengan banjir, atau banjir disertai dengan tanah longsor dan lainnya.

Bencana Alam adalah bencana yang  diakibatkan  oleh  peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh  alam antara lain berupa gempa bumi,  tsunami,  gunung  meletus,  banjir,  kekeringan,   angin  topan,  dan  tanah  longsor (menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana). Dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dikenal pengertian dan beberapa istilah terkait dengan bencana, yaitu:

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.</p><p>2. Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya.</p><p>Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.</p><p>3</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-05-15 00:04:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60580010</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok&amp;nbsp;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60580434</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-05-15 00:11:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60580434</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60580435</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Sri Ainun Zainal</p><p>2. Salwa SH</p><p>3. Nurul Izzah</p><p>4. Maghfiranti</p><p>5. Rizqa Fitrah</p><p>6. Hanifatunnisa</p><p>"Penanggulangan bencana dan lembaga yang menanganinya"</p><p>Rumusan masalah: </p><p>1. Sebutkan bencana alam yang ada di Indonesia !</p><p>2. Bagaimana cara penanggulangan bencana alam</p><p>3. Sebutkan lembaga-lembaga yang menangani bencana !</p><p>Pembahasan</p><p>1. Bencana alam yang ada di Indonesia :</p><p>- Gempa Bumi, adalah peristiwa bencana alam akibat pergeseran lempeng bumi atau letusan gunung berapi</p><p>- Letusan Gunung Berapi, merupakan bencana alam yang diakibatkan dari peristiwa erupsi yang disebabkan oleh adanya aktivitas gunung berapi</p><p>- Tsunami (ombak besar), merupakan bencana alam yang diakibatkan oleh adanya pergeseran lempeng bumi yang ada di bawah laut</p><p>- Tanah Longsor, merupakan peristiwa bencana alam akibat dari adanya pergerakan massa tanah atau bebatuan di daerah perbukitan atau gunung menuju ke bawah</p><p>- Angin Puting Beliung, yaitu peristiwa bencana alam yang diakibatkan oleh munculnya angin yang bergerak memutar seperti spiral dengan kecepatan tinggi sekitar 40-50 km/jam yang menyentuh daratan dengan cepat dan akan hilang dalam waktu 3-5 menit saja.</p><p>2. Cara Penanggulangan Bencana alam :</p><p>- Mengelola SDA secara bijaksana, SDA hatus di kelola dan dimanfaatkan dengan baik. Cara mengelola SDA tersebut yaitu :</p><p>a. Tidak membuang sampah sembaranga</p><p>b. Tidak melakukan penebangan pohon secara liar</p><p>c. Melalkukan reboisasi atau penghijauan agar hutan berfungsi dengan baik.</p><p>d. Tidak melakukan pembukaan dengan cara membakar hutan atau membersihkan lahan dengan cara membakarnya.</p><p>e. Berhati-hati dan tidak ceroboh saat melakukan akrivitas di dalam hutan</p><p>- Membuat sistem peringatan dini, untuk menghadapi bencana yang datang sewaktu-waktu, yaitu :</p><p>a. Sistem peringatan dini tsunami, yaitu membuat sistem yang dirancang untuk membuat tsunami, meberi peringatan kepada masyarakat untuk mencegah jatuhnya korban.</p><p>b. Sistem peringatan dini di gunung berapi, yaitu gunung yang masih aktif selalu di pantau aktivitasnya oleh COS pengamatan gunung berapi yang terletak beberapa kilometer dari gunung tersebut.</p><p>c. BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika), yaitu salah satu lembaga pemerintah non departemen yang berfungsi untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah di bindang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika. Salah satu tugasnya yaitu melakukan pengamatan cuaca di wilayah Indonesia.</p><p>- Pembangunan fisik yang direncanakan dengan baik.</p><p>a. Pembangunan berwawasan lingkungan</p><p>b. Pendirian bangunan tahan gempa</p><p>3. Lembaga -lembaga yang menangani bencana alam :</p><p>Badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) yaitu sebuah lembaga pemerintahan non departemen yang mempunyai tugas membantu presiden Republik indonesia dalam : Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-05-15 00:11:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/60580435</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/153204356</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="http://www.sridianti.com/wp-content/uploads/2014/07/Wilayah-rawan-bencana-alam-gempa-bumi-400x282.jpg" />
         <pubDate>2017-02-11 05:42:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/153204356</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/153204357</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="http://www.sridianti.com/wp-content/uploads/2014/07/Wilayah-rawan-bencana-alam-gempa-bumi-400x282.jpg" />
         <pubDate>2017-02-11 05:42:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/153204357</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tuju</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/262665470</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-05-22 12:49:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/262665470</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tujuan dari pembuatan lahan soal ini dari pilihan ganda pilihan gandanya iyalah a. Mencegah abrasi b.mencegah gempa c. Mencegah longsor d. Menampung air ketika hujan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/262665481</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-05-22 12:49:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/b7d8123cm13a/wish/262665481</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
