<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pertamina by Rheiner</title>
      <link>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-03-18 07:44:24 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-03-18 08:03:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Korupsi Pertamina</title>
         <author>Rhei</author>
         <link>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370821250</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-18 07:44:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370821250</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi</title>
         <author>Rhei</author>
         <link>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370821421</link>
         <description><![CDATA[<p>Generasi muda dapat mempertahankan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan dengan menanamkan integritas sejak dini, mengikuti pendidikan anti-korupsi, serta menggunakan media sosial untuk edukasi dan advokasi. Selain itu, mereka dapat berpartisipasi dalam organisasi sosial, mengawasi serta melaporkan praktik korupsi, dan menerapkan gaya hidup sederhana serta anti-gratifikasi. Dengan langkah-langkah ini, pemuda dapat berperan aktif dalam memberantas korupsi dan mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan adil.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-18 07:44:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370821421</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kronologi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370826359</link>
         <description><![CDATA[<p><br>Pada periode 2018–2023, PT Pertamina terlibat dalam kasus korupsi besar yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp 193,7 triliun. Kasus ini melibatkan pejabat tinggi di anak perusahaan Pertamina, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, serta Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi. Modus korupsi mencakup pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax, impor minyak mentah dengan harga lebih tinggi dibandingkan minyak domestik. Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini dan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), juga telah diperiksa sebagai saksi. CEO Pertamina saat ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-18 07:48:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370826359</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penyebab</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370831279</link>
         <description><![CDATA[<p>Penyebab :</p><p><strong>Faktor Internal</strong></p><p>• <strong>Lemahnya Sistem Pengawasan</strong>: Pengawasan internal yang kurang ketat memungkinkan manipulasi laporan keuangan dan penyalahgunaan wewenang.</p><p>• <strong>Budaya Korupsi</strong>: Jika praktik korupsi sudah dianggap biasa di lingkungan perusahaan, maka akan sulit diberantas.</p><p>• <strong>Penyalahgunaan Wewenang</strong>: Pejabat di posisi strategis dapat menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.</p><p>• <strong>Kurangnya Transparansi</strong>: Keterbukaan dalam pengadaan barang, tender proyek, dan laporan keuangan yang minim meningkatkan peluang korupsi.</p><p><strong>Faktor Eksternal</strong></p><p>• <strong>Tekanan Politik</strong>: Sebagai BUMN strategis, Pertamina sering kali menjadi target kepentingan politik yang dapat menyebabkan intervensi dalam pengelolaan perusahaan.</p><p>• <strong>Kolusi dengan Pihak Swasta</strong>: Kerjasama ilegal antara pejabat Pertamina dan pihak luar (kontraktor, pemasok) bisa terjadi, misalnya dalam proyek pengadaan atau penyaluran BBM.</p><p>• <strong>Kurangnya Penegakan Hukum</strong>: Jika penegakan hukum terhadap kasus korupsi di Pertamina tidak tegas, maka pelaku tidak jera dan praktik korupsi terus berlanjut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-18 07:52:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370831279</guid>
      </item>
      <item>
         <title>upaya yang dilakukan pemerintah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370835427</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Penegakan Hukum oleh KPK &amp; Kejaksaan<br>&nbsp; - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung aktif menyelidiki dan menindak kasus korupsi di Pertamina, termasuk menangkap oknum yang terlibat. &nbsp;<br>&nbsp; - Penyidikan dilakukan terhadap proyek-proyek yang diduga melibatkan korupsi, seperti pengadaan dan investasi yang merugikan negara. &nbsp;<br><br>2. Penguatan Pengawasan Internal<br>&nbsp; - Pembentukan Satuan Pengawasan Intern (SPI) di Pertamina untuk mendeteksi dan mencegah praktik korupsi. &nbsp;<br>&nbsp; - Meningkatkan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa melalui sistem digital. &nbsp;<br><br>3. Kebijakan Good Corporate Governance (GCG)<br>&nbsp; - Memastikan kepatuhan terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik. &nbsp;<br>&nbsp; - Menerapkan prinsip 4 NO’s: No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious. &nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-18 07:56:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Rhei/azmqucuepcyi7b17/wish/3370835427</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
