<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS BERPASANGAN KSL XII IPS 2 by DISKUSI GEOGRAFI</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x</link>
      <description>WILAYAH DAN PERWILAYAHAN</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2015-02-06 02:09:23 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-03 21:52:45 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>http://d262le4z25sx36.cloudfront.net/portraits/random.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Wilayah Fungsional</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/48869262</link>
         <description><![CDATA[<p style="text-indent: 0px;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style: normal; font-variant: normal; text-indent: -26.399999618530273px;">Habib ismail sidik &amp; A. Aditya Ramadhan</span></span></p><p style="text-indent: -26.399999618530273px;"><span style="white-space: normal;">Pertanyaan:</span></p><p style="text-indent: -26.399999618530273px;"><span style="white-space: normal;">1. Apa yang dimaksud Wilayah Fungsional</span></p><p style="text-indent: -26.399999618530273px;"><span style="white-space: normal;">Jelaskan tentang perwilayahan secara Fungsional</span></p><p style="text-indent: -26.399999618530273px;"><span style="white-space: normal;">Contoh - contoh wilayah Fungsional</span><span style="font-size: 13px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">&nbsp;</span></p><p style="text-indent: -26.399999618530273px;"><span style="white-space: normal;">1.&nbsp;</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">Wilayah fungsional adalah suatu wilayah yang mempunyai ketergantungan</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">&nbsp;</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">antara daerah pusat dengan daerah belakangnya atau suatu wilayah yang</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;"></span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">&nbsp;</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">dihubungkan dengan garis melingkar (daerah belakangnya). Oleh karena itu,</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;"></span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">pada wilayah gundul terdapat pengertian tentang kaitan fungsional antara</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">&nbsp;</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">pusat kegiatan. Wilayah seperti ini disebut wilayah fungsional. Contohnya</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;"></span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">wilayah kota dengan wilayah belakangnya. Lokasi produksi dengan wilayah</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">&nbsp;</span><span style="font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">pemasarannya, susunan orde perkotaan dan jalur transportasi.</span></p><p style="text-indent: 0px;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="font-style: normal; font-variant: normal; text-indent: -26.399999618530273px;"><br></span></span></p><div class="MsoNormal" style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">2 . Perwilayahan secara Fungsional</span></div><div class="MsoNormal" style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pembatas suatu wilayah secara fungsional menyangkut pengelompokan&nbsp;beberapa unit wilayah yang memiliki tingkat kepentingan hubungan.Dengan demikian wilayah fungsionallebih menekankan pada arus hubungan&nbsp;dengan titik pusat. Pendekatan untuk perwilayah fungsional dilakukandengan analisis aliran barang atau orang. Pada analisis ini wilayah&nbsp;fungsional berdasar pada arah dan intensitas aliran barang atau orang antara&nbsp;titik pusat dan wilayah sekitarnya. Pada umumnya aliran lebih intensif untuk2</span></div><div class="MsoNormal" style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">wilayah yang jauh dari pusat. Luas daerah pengaruh pusat adalah sampai&nbsp;pada tempat arus aliran. Aliran itu bisa dalam beberapa bentuk. Dalam&nbsp;bidang ekonomi bisa berupa barang, penumpang atau jalan. Dalam bidang&nbsp;sosial seperti arus siswa atau pasien di rumah sakit. Bidang politik terutama&nbsp;arus belanja negara. Bidang informasi seperti surat telegram, surat kabar,&nbsp;telepon dan lain-lain. Variasi dari analisis aliran barang atau orang adalah&nbsp;teori grafik. Pendekatan ini masih sederhana tapi merupakan cara yang lebih&nbsp;berstruktur dan sistematis untuk identifikasi wilayah fungsional atau&nbsp;wilayah modal.</span></div><div class="MsoNormal" style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div class="MsoNormal" style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">3 .&nbsp;</span><span style="text-align: justify; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Salah satu bentuk wilayah fungsional adalah kota metropolitan. Sebagai contoh, kota metropolitan Jakarta mendukung perkembangan daerah lain melalui jalur transportasi, jalur perdagangan dan bisnis, serta siaran radio dan televisi.</span></div><div class="MsoNormal" style="font-style: normal; font-variant: normal;"><span style="text-align: justify; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%; background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Kota-kota seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi adalah wilayah fungsional yang terjadi akibat perkembangan kota metropolitan Jakarta. Wilayah fungsional lain yang berskala kecil adalah pusat perbelanjaan yang berbentuk mal atau supermarket, daerah yang dilayani oleh sebuah bank, bandar udara, dan daerah kegiatan yang sibuk.</span></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-02-06 02:39:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/48869262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ciri-ciri perwilaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/48870195</link>
         <description><![CDATA[<p>Achmad fauzy adriansyah &amp; annisa febriyani</p><p>Pertanyaan :</p><p>1. Mengidentifikasi ciri ciri perwilayahan dalam geografi</p><p>2. Mengidentifikasi ciri ciri perwilayahan secara umum</p><p>Jawaban :</p><p>1. <span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 18px; color: rgb(255, 255, 255); text-indent: -28.799999237060547px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">Jenis-Jenis Wilayah</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 18px; color: rgb(255, 255, 255); text-indent: -28.799999237060547px; white-space: normal; -webkit-text-size-adjust: 100%;">&nbsp;</span></p><div class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20px; text-indent: -28.799999237060547px; white-space: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 18px;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Wilayah atau pewilayahan dalam geografi disebut juga geografi regional yaitu pengelompokan wilayah di permukaan bumi berdasarkan kriteria tertentu yang membedakan antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Dalam geografi dikenal tiga kriteria pewilayahan dengan ciri-ciri sebagai berikut,&nbsp;<br><br>1.Pewilayahan berciri tunggal (single topic region), yaitu penetapan regional atau wilayah yang didasarkan pada salah satu aspek geografi. Contoh kemiringan lereng dapat menunjukkan ketampakan dari suatu daerah, apakah termasuk daerah yang datar, landai, atau terjal. Di sini lokasi suatu daerah hanya dilihat dari satu aspek geografi yaitu derajat kemiringan lereng.&nbsp;</span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: 20px; text-indent: -28.799999237060547px; white-space: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 18px;"><br>2.Pewilayahan berciri majemuk (multi topic region), yaitu penetapan wilayah yang didasarkan pada beberapa faktor geografi. Contoh penetapan wilayah berdasarkan iklim yaitu iklim tropik, subtropik, sedang, dan dingin. Di katakan berciri majemuk karena iklim terbentuk dari beberapa unsur seperti suhu, curah hujan,&nbsp;</span></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-02-06 02:56:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/48870195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wilayah dan perwilayahan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/48870968</link>
         <description><![CDATA[<p>St hardianti rahman &amp; Rika andiyani</p><div class="MsoNormal" style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: normal; white-space: normal; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress; margin-bottom: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">- Wilayah adalah daerah tertentu yang didalamnya tercipta kesamaan struktur ekonomi dan sosial sebagai perwujudan antara faktor lingkungan dan sosial (demografis). Banyak ahli yang&nbsp;memberikan batasan mengenai pengertian wilayah, tetapi definisi wilayah memiliki banyak perbedaan. Salah satu batasan wilayah dikemukakan oleh E.G.R. Taylor pada tahun 1950 sebagai berikut:</span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: normal; white-space: normal; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress; margin: 0cm 29.5pt 0cm 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Wilayah dapat didefinisikan sebagai suatu daerah tertentu di permukaan bumi yang dapat dibedakan dengan daerah tetangganya atas dasar kenampakan karakteristik tertentu.</span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: normal; white-space: normal; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress; margin: 0cm 29.5pt 0cm 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div class="MsoNormal" style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: normal; white-space: normal; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress; margin: 0cm 29.5pt 0cm 0cm;"><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pewilayahan adalah usaha membagi permukaan bumi dengan tujuan tertentu. Pembagian wilayah dapat mendasarkan pada kriteria tertentu, seperti: administratif, politis, ekonomis, sosial, kultural, fisis, geografis dan lainnya.</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pewilayahan di Indonesia erat hubungannya dengan pemerataan pembangunan dan mendasarkan pembagian sumber daya lokal, sehingga prioritas pembangunan dapat dirancang dan dikelola sebaik-baiknyag.&nbsp;</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;">1) Tuliskan 4 wilayah yang dapat &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;diklafikasikan dan jelaskan</div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;">=&nbsp;<span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="text-indent: -13.5pt;">1.&nbsp;</span><span style="text-indent: -13.5pt;">Wilayah Homogen</span></span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Wilayah homogen adalah wilayah yang mempunyai sifat atau ciri-ciri yang relatif sama. Sifat atau ciri-ciri yang sama ini misalnya daerah dengan stuktur produksi dan konsumsi yang homogen, daerah dengan tingkat pendapatan rendah/miskin, daerah dengan mata pencaharian penduduknya relatif sama), wilayah yang mempunyai topografi atau iklim yang sama), agama, dan suku yang sama menunjukkan bahwa wilayah homogen di batasi berdasarkan keseragamamnya secara internal (internal uniformity). Contoh wilayah homogen adalah pantai utara Jawa barat (mulai dari indramayu,subang dan karawang).</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0cm 13.5pt;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">2.&nbsp;Wilayah Nodal</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Wilayah nodal (nodal region) adalah wilayah yang secara fungsional mempunyai ketergantungan antara pusat (inti) dan daerah belakangnya (interland). Tingkat ketergantungan ini dapat dilihat dari penduduk, faktor produksi, barang dan jasa, ataupun komunikasi dan transportasi. Pengertian wilayah nodal yang ideal untuk digunakan dalam analisis ekonomi wilayah, mendefinisikan bahwa wilayah tersebut sebagai ekonomi ruang yang di kuasai oleh beberapa pusat kegiatan ekonomi</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Wilayah homogen dan wilayah nodal memainkan peranan yang berbeda di dalam organisasi tata ruang masyrakat. Perbedaan ini dapat terlihat pada arus perdagangan. Dasar yang di gunakan wilayah homogen adalah out put yang dapat diekspor bersama dimana seluruh wilayah merupakan suatu daerah surplus out put tertentu. Hal ini mengakibatkan bahwa di berbagai tempat di wilayah tersebut kemungkinan kecil akan mengadakan perdagangan secara luas. Sebaliknya, dalam wilayah nodal pertukaran barang dan jasa secara intern dalam wilayah tersebut merupakan suatu hal yang harus ada. Biasanya daerah belakang akan menjual barang-barang mentah (raw material) dan jasa tenaga kerja pada daerah inti, sedangkan daerah inti akan menjual ke daerah belakang dalam bentuk barang jadi.</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0cm 13.5pt;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">3.&nbsp;Wilayah Administratif</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Wilayah Administratif adalah wilayah yang batas di tentukan berdasarkan kepentingan administrasi pemerintahan atau politik, seperti: propinsi, kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, dan RT/RW. Penggunaan wilayah administratif lebih sering digunakan disebabkan oleh dua faktor, yaitu:</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0cm 13.5pt;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Dalam kebijaksanaan dan rencana pembangunan wilayah di perlukan tindakan dari berbagai badan pemerintahan. Dengan demikian,lebih praktis apabila pembangunan wilayah di dasarkan pada suatu wilayah administrasiyang telah ada.</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0cm 13.5pt;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Wilayah yang batasnya di tentukan berdasarkan atas suatu administrasi pemerintah lebih mudah di analisis, karena sejak lama pengumpulan data di berbagai wilayah berdasarkan pada wilayah administrasi.</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0cm 13.5pt;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">4.&nbsp;Wilayah Perencanaan</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Wilayah perencanan (planning region atau programming region) merupakan wilayah yang memperlihatkan kesatuan keputusan-keputusan ekonomi. Wilayah perencanaan dapat dilihat sebagai wilayah yang cukup besar untuk memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan penting dalam penyebaran penduduk dan kesempatan kerj. Namun kecil kemungkinannya persoalan-persoalan perencanaannya&nbsp;&nbsp;dapat dipandang sebagai satu kesatuan. Wilayah perencanaan bukan hanya dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari aspek ekologis. Misalnya dalam kaitannya dengan pengelolaan daerah aliran sugai (DAS). Pengelolaan daerah aliran sungai harus direncanakan dan dikelola mulai dari hulu sampai hilir.Contoh wilayah perencanaan, dari aspek ekologis suatu DAS.</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><br></span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">2) Jelaskan pengertian pusat pertumbuhan</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">=&nbsp;<span style="text-indent: 54pt;">Pusat pertumbuhan&nbsp;</span><span style="text-indent: 54pt;">merupakan wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat, sehingga dijadikan sebagai pusat pembangunan yang dapat memengaruhi kawasan di sekitarnya. Pusat pertumbuhan ini biasanya terdapat pada pusat kota maupun ibukota. Dengan adanya pusat pertumbuhan, diharapkan kawasan di sekitarnya ikut terpengaruh untuk maju. Beberapa contoh kawasan pusat pertumbuhan, antara lain kota Jakarta – Bogor – Tangerang – Bekasi atau Jabotabek, pusat industri Batam, segitiga pertumbuhan Singapura – Johor – Riau atau segitiga SIJORI, dan sebagainya.</span></span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="text-indent: 54pt;"><br></span></span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="text-indent: 54pt;">3) Tuliskan konsep kaitan wilayah dan perwilayahan perencanaan pembangunan</span></span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);"><span style="text-indent: 54pt;">=&nbsp;</span><span style="text-indent: -18pt;">Pusat pertumbuhan&nbsp;&nbsp;(growth&nbsp;center) erat kaitanya&nbsp;&nbsp;dengan konsep keruangan budaya. Yang mengalami pengembangan/pembangunan wilayah&nbsp;&nbsp;secara&nbsp;fisik maupun&nbsp;&nbsp;social.&nbsp;</span></span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Pertumbuhan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">wilayah di permukaan Bumi tidak</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">tumbuh</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">bersama-sama</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">secara terarur,tetapi</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">sengaja</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">atau</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">tidak sengaja,</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">ada bagian yang tumbuh</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">dan maju berkembang</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">lebih cepat dibanding</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">dengan bagian lain. Berikut ini beberapa</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">teori</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">pusat pertumbuhan.</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><i><u style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">a.&nbsp;&nbsp;Teori Tempat Sentral :</u></i><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Dikemukakan oleh ahli Geografi</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Jerman</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">yang</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><u style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">bernama Walter Chisstalle</u><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">r</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">tahun 1993 dan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><u style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Agust Losch</u><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">ahli ekonomi</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Jerman tahsn 1945, menyatakan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">tempat</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">yang lokasinya</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">sentral</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">adalah tempat yang memungkinkan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">aktivitas manusia menjadi. maksimum,</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">baik dalam aktivitas</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">pelayanan maupun</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">yang menjadi</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">konsumen dari barang dan pelayanan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">yang</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">dihasilkan.</span></div><div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"><u style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">b.&nbsp;&nbsp;Teori Kutub&nbsp;&nbsp;Pertumbuhan :&nbsp;</u><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Kutub</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">pertumbuhan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">(growth pole)</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">adalah suatu srraregi pembangunan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">yang dilakukan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">dengan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">cara menularkan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">perkembangan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">wilayah dari pusat</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">te pinggiran (center down deuelopment).</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Teori ini dikemukakan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">oleh</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><u style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Francois Perroux</u><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">seorang</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">ekonom</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Perancis</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">tahun</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">1950. pada</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">tahun</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">1972</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><u style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">Bou Deville</u><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">memperkenaikan konsep pertumbuhan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">sebagaimana</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">dikemukakan</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">oleh Perroux yang disebut</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">derrgan teori Engine of Economic</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;</span><span style="background-color: rgba(255, 255, 255, 0);">&nbsp;Growth.</span></div></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-02-06 03:10:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/48870968</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GENERALISASI WILAYAH DAN KLASIFIKASI WILAYAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/48872167</link>
         <description><![CDATA[<p>A.NURUL MUTMAINNAH &amp; ANDI FINI ASTARI RUFLIN
</p><p>KELAS : XII IPS 2</p>
<p><span>1.<span> </span></span>Klasifikasi Wilayah (Regional Classification)
</p><p>Secara etimologis, klasifikasi adalah metode untuk mengatur data secara sistematis
menjadi golongan-golongan atau beberapa bagian yang dalam hal ini dapat berupa
grup, kelas, atau keluarga (Webster, 1966).</p>
<p>Klasifikasi
wilayah adalah usaha untuk mengadakan penggolongan wilayah secara sistematis
kedalam bagian-bagian tertentu berdasarkan properti tertentu. Penggolongan yang
dimaksud haruslah memperhatikan keseragaman sifat dan semua individu. Semua
individu dalam polulasi mendapatkan tempat dalam golongan masing-masing. Tujuan
utama klasifikasi adalah untuk tidak menonjolkan sifat-sifat tertentu dari
sejumlah individu, melainkan mencari diferensisasi antar golongan. Cara
klasifikasi dapat dikerjakan dengan sifat kualitatif maupun kuantitatif.
Klasifikasi dapat bertujuan untuk mengetahui deferensiasi jenis dan
deferensiasi tingkat.

</p><p><span>Wilayah (<i>region</i>)
didefinisikan sebagai suatu unit geografi yang di batasi oleh kriteria tertentu
dan bagian-bagiannya tergantung <a><span>secara</span></a> internal. Wilayah dapat di bagi menjadi
empat jenis yaitu;</span></p>

<p>1. Wilayah Homogen
</p><p>Wilayah homogen adalah wilayah yang dipandang dari
aspek/criteria mempunyai sifat-sifat atau ciri-ciri yang relatif sama.
Sifat-sifat atau ciri-ciri kehomogenan ini misalnya dalam hal ekonomi (seperti
daerah dengan stuktur produksi dan kosumsi yang homogen, daerah dengan tingkat
pendapatan rendah/miskin dll). Geografi seperti wilayah yang mempunyai
topografi atau iklim yang sama), agama, suku, dan sebagainya mengemukakan bahwa
wilayah homogen di batasi berdasarkan atas adanya keseragamamnya secara
internal (<i>internal uniformity</i>).
Contoh wilayah homogen adalah <a><span>pantai</span></a> utara Jawa barat (mulai dari indramayu,
subang dan <a>karawang</a>).</p>

<p>2. Wilayah Nodal
Wilayah nodal (<i>nodalregion</i>) adalah wilayah yang <a><span>secara</span></a> fungsional mempunyai ketergantungan antara
pusat (inti) dan daerah belakangnya (<i>interland</i>).
Tingkat ketergantungan ini dapat dilihat dari arus penduduk, faktor produksi,
barang dan jasa, ataupun komunikasi dan transportasi. menyatakan bahwa
pengertian wilayah nodal yang paling ideal untuk di gunakan dalam analisis
mengenai ekonomi wilayah, <a>mengartikan</a>
wilayah tersebut sebagai ekonomi ruang yang yang di kuasai oleh suatu atau
beberapa pusat kegiatan ekonomi Wilayah homogen dan nodal <a>memainkan</a> peranan
yang berbeda di dalam organisasi tata ruag masyrakat. Perbedaan ini jelas
terlihat pada arus perdagangan. Dasar yang biasa di gunakan untuk suatu wilayah
homogen <a>adalah</a>
suatu out put yang dapat diekspor bersama dimana seluruh wilayah merupakan
suatu daerah surplus untuk suatu <i>output</i>
tertentu, sehinga berbagai tempat di wilayah tersebut kecil atau tidak sama
sekali kemungkinannya untuk mengadakan perdagangan secara luas di antara satu
sama lainya. Sebaliknya, dalam wilayah nodal, pertukaran barang dan jasa secara
intern di dalam wilayah tersebut merupakan suatu hal yang mutlak harus ada.
Biasanya daerah belakang akan menjual barang-barang mentah (<i>raw material</i>) dan jasa tenaga kerja pada
daerah inti, sedangkan daerah inti akan menjual ke daerah belakang dalam bentuk
barang jadi.

</p><p>3. Wilayah Administratif
</p><p>Wilayah Administratif adalah wilayah yang batas-batasnya di tentukan berdasarkan kepentingan administrasi pemerintahan atau politik, seperti propinsi, kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, dan RT/RW. Bahwa di dalam praktek, apabila membahas mengenai pembangunan wilayah, maka
pengertian wilayah administrasi merupakan pengertian yang paling banyak
digunakan. Lebih populernya pengunaan pengertian tersebut di sebabkan dua
faktor yakni :</p>
<p>a.&nbsp; Dalam kebijaksanaan dan rencana pembangunan wilayah di
perlukan adanya beberapa tindakan-tindakan dari berbagai badan atau instansi
pemerintahan. Dengan demikian maka lebih praktis apabila pembangunan wilayah di
dasarkan pada suatu wilayah administrasi yang telah ada.</p>
<p>b.&nbsp; Wilayah yang batasnya ditentukan berdasarkan atas
suatu administrasi pemerintah lebih mudah di analisis, karena sejak lama
pengumpulan data di berbagai bagian wilayah berdasarkan pada suatu wilayah
administrasi tersebut. Namun dalam kenyataannya, pembangunan tersebut sering
kali tidak hanya dalam suatu wilayah administrasi, sebagai contoh adalah suatu
pengelolaan pesisir, pengelolaan daerah aliran sungai, pengelolaan lingkungan
dan lain sebagainya, yang batasnya bukan berdasarkan administrasi namun
berdasarkan batas ekologis dan seringkali lintas batas wilayah administrasi.</p>

<p>4. Wilayah Perencanaan
</p><p>Mendefinisikan wilayah perencanan (<i>planning region</i> atau <i>programming region</i>) sebagai wilayah yang
memperlihatkan koherensi atau kesatuan keputusan-keputusan ekonomi. Wilayah
perencanaan dapat dilihat sebagai wilayah yang cukup besar untuk memungkinkan
terjadinya perubahan-perubahan penting dalam penyebaran penduduk dan kesempatan
kerja, namun cukup kecil untuk memungkinkan persoalan-persoalan perencanaannya
dapat dipandang sebagai satu kesatuan. Wilayah perencanaan bukan hanya dari
aspek fisik dan ekonomi, namun ada juga dari aspek ekologis. Misalnya dalam
kaitannya dengan pengelolaan daerah aliran sugai (DAS). Pengelolaan wilayah
daerah aliran sungai harus direncanakan dan di kelola mulai dari hulu sampai
hilirnya. Contoh wilayah perencanaan dari aspek ekologis adalah DAS Cimanuk,DAS
Brantas,DAS Citanduy dan lain sebagainya.</p>
<p><span>2.<span>&nbsp; </span></span>GENERALISASI WILAYAH 
</p><p>Penyamarataan Wilayah (Regional Generalization)
Penyamarataan Wilayah (generalisasi regional) adalah suatu proses atau usaha
untuk membagi permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi tertentu menjadi
beberapa bagian dengan cara mengubah atau menghilangkan faktor-faktor tertentu
dalam populasi yang dianggap kurang penting atau kurang relevan, dengan maksud
untuk menonjolkan karakter tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
generalisasi regional adalah:</p>

<p>1. Skala Peta
Studi wilayah yang detail menghendaki ketelitian dan ketepatan
pengukuran-pengukuran yang dilakukan di lapangan. peta berskala besar dalam hal
ini digunakan untuk visualisasi data. Daerah survei pada taraf ini daerah
liputannya tidak terlalu luas. Generalisasi dengan cakupan luas dengan
sendirinya akan menggunakan peta berskala kecil. 
</p><p>Akibat yang timbul dari penggunaan skala peta yang
berbeda adalah: 
</p><p>a. Makin besar skala peta (makin detail feature yang
diamati) akan makin kecil derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan.</p>
<p>b. Makin kecil
skala peta akan semakin besar derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan
(James, 1952). </p>
<p>2. Tujuan Pewilayahan Tujuan pewilayahan akan
mempengaruhi derajat generalisasi yang dilakukan. Contoh: pemetaan tata guna
tanah mempunyai derajat generalisasi yang lebih kecil dibanding generalisasi
regional untuk tujuan analisis klimatologis. Hal ini dipengaruhi oleh visual
features daerah penelitian. Visual data akan mengalami derajat generalisasi
lebih kecil dibandingkan unvisual data dengan batasan faktor-faktor lain adalah
sama. </p>
<p>Delimitasi dalam Generalisasi Regional Masalah yang
dihadapi dalam perencanaan pengembangan wilayah (regional development planning)
adalah pewilayahan, yaitu ‘delimitasi regional’. Delimitasi adalah cara-cara
penentuan batas terluar suatu wilayah untuk tujuan tertentu. </p>

<p>1. Delimitasi Kualitatif Tinjauan menyeluruh terhadap
sifat-sifat yang ada dalam suatu wilayah akan menimbulkan image tentang
kenampakan yang menyolok dari suatu wilayah. Tiap daerah memiliki karakteristik
khas, masing-masing daerah tersebut secara konsepsional akan dibatasi oleh
garis pemisah (garis batas). Garis pemisah ini pada hakekatnya bukan merupakan
batas tegas antar wilayah tetapi lebih merupakan suatu wilayah peralihan (zone
of transision) antara dua kenampakan yang berbeda. Deferensiasi kenampakan
paling kabur adalah wilayah peralihan sedangkan deferensiasi dengan kenampakan
paling tegas adalah daerah inti atau core region (Alexander, 1963). Delimitasi
kualitatif dalam generalisasi regional banyak dikerjakan dalam interpretasi
foto udara maupun ERTS Imagery. Delimitasi kenampakan didasarkan pada rona,
tekstur dan pola dalam foto udara. Delimitasi kualitatif lebih menguntungkan
dan dapat dipercaya daripada delimitasi yang mendasarkan pada peta garis (line
maps). Delimitasi wilayah kualitatif dalam generalisasi memiliki kelemahan yang
disebabkan oleh cara memisah-misahkan wilayah yang satu dengan yang lain
semata-mata mendasarkan pada pengamatan bersifat kualitaf. Delimitasi ini cocok
untuk pre planning period untuk mendapatkan gambaran umum suatu wilayah sebagai
pedoman penentuan langkah selanjutnya yang lebih konkrit dan tegas. </p>

<p><span>2. Delimitasi Kuantitatif Menekankan parameter
kuantitatif, data yang digunakan sebagai dasar generalisasi diambil dari
berbagai bidang. Data yang sudah terkumpul dituangkan dalam peta yang akan
memberikan gambaran penyebaran data dalam kaitannya dengan ruang. Contoh:
pewilayahan klimatologis oleh US Weather Beureau, mendasarkan delimitasi pada
lokasi stasiun-stasiun meteorologi yang tersebar diseluruh daerah. Dengan
menghubungkan beberapa titik dan membuat garis berat masing-masing penghubung
antar dua stasiun. Maka akan diperoleh wilayah klimatologi dengan batas garis
berat dan stasiun meteorologi sebagai pusatnya. Wilayah tersebut menjadi
bentukan yang disebut sebagai poligon. Cara ini dikemukakan oleh Thiesen dan
dikenal dengan Thiesen Polygon (Hagget, 1970). Gambar 8. Thiesen Polygon Metode
lain yang dapat digunakan adalah Raillys Law yang dikenal dengan istilah Law of
Retail Gravitation. Seiring kemajuan teknologi, maka digunakan pula alat hitung
elektronik (komputer) dalam teknik pewilayahan. Keuntungan penggunaan alat ini
adalah kecepatan kinerja dan konsistensi yang tinggi. Delimitasi dapat
dilakukan dengan jalan mendeliniasi batas-batas antara penyebaran jenis-jenis
data yang berlainan. 

</span></p><p><span><br>
</span></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-02-06 03:25:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/48872167</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/49027886</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Mengidentifikasi ciri-ciri perwilayahan dalam geografi</p><p>2. mengidentifikasi ciri-ciri perwilayahan secara umum

<p>Nama : 1. Annisa Febriyani</p><p>&nbsp; &nbsp;            2. Ahmad Fauzi Adriansyah</p>
<p>Jenis-Jenis Wilayah </p>
<p>Berdasarkan ciri-ciri geografis</p>
<p>&nbsp; Wilayah atau pewilayahan dalam geografi
disebut juga geografi regional yaitu pengelompokan wilayah di permukaan bumi
berdasarkan kriteria tertentu yang membedakan antara wilayah satu dengan
wilayah lainnya. Dalam geografi dikenal tiga kriteria pewilayahan dengan
ciri-ciri sebagai berikut,</p>
<p>1.Pewilayahan
berciri tunggal (single topic region), yaitu penetapan regional atau wilayah
yang didasarkan pada salah satu aspek geografi. Contoh kemiringan lereng dapat
menunjukkan ketampakan dari suatu daerah, apakah termasuk daerah yang datar,
landai, atau terjal. Di sini lokasi suatu daerah hanya dilihat dari satu aspek
geografi yaitu derajat kemiringan lereng.</p>
<p>2.Pewilayahan
berciri majemuk (multi topic region), yaitu penetapan wilayah yang didasarkan
pada beberapa faktor geografi. Contoh penetapan wilayah berdasarkan iklim yaitu
iklim tropik, subtropik, sedang, dan dingin. Di katakan berciri majemuk karena
iklim terbentuk dari beberapa unsur seperti suhu, curah hujan, dan angin.</p>
<p>3.Pewilayahan
berciri keseluruhan (total region), yaitu penetapan wilayah yang didasarkan
pada banyak faktor menyangkut lingkungan alam, lingkungan biotik, maupun
manusia.</p>
<p>Berdasarkan ciri-ciri umum wilayah dapat dibedakan sebagai berikut :</p>
<p>1.Wilayah
Homogen </p>
<p> Wilayah homogen merupakan wilayah yang memiliki satu parameter dengan sifat atau ciri yang hampir sama. </p>
<p>2.Wilayah
Nodal </p>
<p>&nbsp; Wilayah nodal merupakan wilayah yang secara fungsional memiliki sifat saling ketergantungan antara daerah pusat dengan daerah di sekitarnya. Besarnya ketergantungan antara pusat dan daerah dapat dilihat dari faktor produksi, penduduk, barang, dan jasa, maupun perhubungan di antara keduanya. </p>
<p>3.Wilayah
Perencanaan </p>
<p>&nbsp; Wilayah perencanaan dapat diartikan sebagai wilayah yang menggambarkan kesatuan-kesatuan keputusan ekonomi. Wilayah
perencanaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>
<p>a. Masyarakat yang berada di wilayah perencanaan mempunyai kesadaran terhadap&nbsp; permasalahan yang dihadapi daerahnya. </p>
<p>b. Memiliki kemampuan untuk merubah industri yang dilaksanakan sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia. </p>
<p>c. Menggunakan salah satu model perencanaan. </p>
<p>d. Memiliki setidaknya satu pusat pertumbuhan. </p>
<p>4.Wilayah Administrasi </p>
<p>Wilayah
administrasi merupakan wilayah yang mendasarkan pada kepentingan administrasi
pemerintahan dengan batas yang telah ditentukan.</p>

</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-02-07 06:51:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/49027886</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/90685805</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2016-01-22 13:35:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/90685805</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/149511355</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;ved=0ahUKEwjfq5qth9_RAhUDqI8KHUEiChYQFghXMAk&amp;url=http%3A%2F%2Frahmatkusnadi6.blogspot.com%2F2010%2F03%2Fwilayah-dan-perwilayahan.html&amp;usg=AFQjCNGUTDLy4Ob-csK1VkAz4403uJALGg" />
         <pubDate>2017-01-26 06:27:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/149511355</guid>
      </item>
      <item>
         <title>.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/272621704</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-10 13:30:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/272621704</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/273003471</link>
         <description><![CDATA[Be]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-14 06:29:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/273003471</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/658767341</link>
         <description><![CDATA[ cukup besar untuk memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-21 00:16:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/658767341</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/660784195</link>
         <description><![CDATA[<div>Mengamati peran fungsional wilayah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 05:31:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/660784195</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/661338077</link>
         <description><![CDATA[<div>Ko</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 21:06:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/661338077</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/661724550</link>
         <description><![CDATA[
Avatar of DISKUSI GEOGRAFI DISKUSI GEOGRAFI
 +  12
●
11h
Ko
Ko
Mengamati peran fung
Mengamati peran fungsional wilayah
cukup besar untuk memung
 cukup besar untuk memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan
Be
Be
.
.
Empty
Empty
1. Mengidentifikasi ci

1. Mengidentifikasi ciri-ciri perwilayahan dalam geografi

2. mengidentifikasi ciri-ciri perwilayahan secara umum

Nama : 1. Annisa Febriyani

               2. Ahmad Fauzi Adriansyah

Jenis-Jenis Wilayah 

Berdasarkan ciri-ciri geografis

  Wilayah atau pewilayahan dalam geografi
disebut juga geografi regional yaitu pengelompokan wilayah di permukaan bumi
berdasarkan kriteria tertentu yang membedakan antara wilayah satu dengan
wilayah lainnya. Dalam geografi dikenal tiga kriteria pewilayahan dengan
ciri-ciri sebagai berikut,

1.Pewilayahan
berciri tunggal (single topic region), yaitu penetapan regional atau wilayah
yang didasarkan pada salah satu aspek geografi. Contoh kemiringan lereng dapat
menunjukkan ketampakan dari suatu daerah, apakah termasuk daerah yang datar,
landai, atau terjal. Di sini lokasi suatu daerah hanya dilihat dari satu aspek
geografi yaitu derajat kemiringan lereng.

2.Pewilayahan
berciri majemuk (multi topic region), yaitu penetapan wilayah yang didasarkan
pada beberapa faktor geografi. Contoh penetapan wilayah berdasarkan iklim yaitu
iklim tropik, subtropik, sedang, dan dingin. Di katakan berciri majemuk karena
iklim terbentuk dari beberapa unsur seperti suhu, curah hujan, dan angin.

3.Pewilayahan
berciri keseluruhan (total region), yaitu penetapan wilayah yang didasarkan
pada banyak faktor menyangkut lingkungan alam, lingkungan biotik, maupun
manusia.

Berdasarkan ciri-ciri umum wilayah dapat dibedakan sebagai berikut :

1.Wilayah
Homogen 

 Wilayah homogen merupakan wilayah yang memiliki satu parameter dengan sifat atau ciri yang hampir sama. 

2.Wilayah
Nodal 

  Wilayah nodal merupakan wilayah yang secara fungsional memiliki sifat saling ketergantungan antara daerah pusat dengan daerah di sekitarnya. Besarnya ketergantungan antara pusat dan daerah dapat dilihat dari faktor produksi, penduduk, barang, dan jasa, maupun perhubungan di antara keduanya. 

3.Wilayah
Perencanaan 

  Wilayah perencanaan dapat diartikan sebagai wilayah yang menggambarkan kesatuan-kesatuan keputusan ekonomi. Wilayah
perencanaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a. Masyarakat yang berada di wilayah perencanaan mempunyai kesadaran terhadap  permasalahan yang dihadapi daerahnya. 

b. Memiliki kemampuan untuk merubah industri yang dilaksanakan sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia. 

c. Menggunakan salah satu model perencanaan. 

d. Memiliki setidaknya satu pusat pertumbuhan. 

4.Wilayah Administrasi 

Wilayah
administrasi merupakan wilayah yang mendasarkan pada kepentingan administrasi
pemerintahan dengan batas yang telah ditentukan.


GENERALISASI WILAYAH DAN KLASIFIKASI WILAYAH
GENERALISASI WILAYAH DAN KLASIFIKASI WILAYAH

A.NURUL MUTMAINNAH &amp; ANDI FINI ASTARI RUFLIN

KELAS : XII IPS 2

1. Klasifikasi Wilayah (Regional Classification)

Secara etimologis, klasifikasi adalah metode untuk mengatur data secara sistematis
menjadi golongan-golongan atau beberapa bagian yang dalam hal ini dapat berupa
grup, kelas, atau keluarga (Webster, 1966).

Klasifikasi
wilayah adalah usaha untuk mengadakan penggolongan wilayah secara sistematis
kedalam bagian-bagian tertentu berdasarkan properti tertentu. Penggolongan yang
dimaksud haruslah memperhatikan keseragaman sifat dan semua individu. Semua
individu dalam polulasi mendapatkan tempat dalam golongan masing-masing. Tujuan
utama klasifikasi adalah untuk tidak menonjolkan sifat-sifat tertentu dari
sejumlah individu, melainkan mencari diferensisasi antar golongan. Cara
klasifikasi dapat dikerjakan dengan sifat kualitatif maupun kuantitatif.
Klasifikasi dapat bertujuan untuk mengetahui deferensiasi jenis dan
deferensiasi tingkat.

Wilayah (region)
didefinisikan sebagai suatu unit geografi yang di batasi oleh kriteria tertentu
dan bagian-bagiannya tergantung secara internal. Wilayah dapat di bagi menjadi
empat jenis yaitu;


1. Wilayah Homogen

Wilayah homogen adalah wilayah yang dipandang dari
aspek/criteria mempunyai sifat-sifat atau ciri-ciri yang relatif sama.
Sifat-sifat atau ciri-ciri kehomogenan ini misalnya dalam hal ekonomi (seperti
daerah dengan stuktur produksi dan kosumsi yang homogen, daerah dengan tingkat
pendapatan rendah/miskin dll). Geografi seperti wilayah yang mempunyai
topografi atau iklim yang sama), agama, suku, dan sebagainya mengemukakan bahwa
wilayah homogen di batasi berdasarkan atas adanya keseragamamnya secara
internal (internal uniformity).
Contoh wilayah homogen adalah pantai utara Jawa barat (mulai dari indramayu,
subang dan karawang).


2. Wilayah Nodal
Wilayah nodal (nodalregion) adalah wilayah yang secara fungsional mempunyai ketergantungan antara
pusat (inti) dan daerah belakangnya (interland).
Tingkat ketergantungan ini dapat dilihat dari arus penduduk, faktor produksi,
barang dan jasa, ataupun komunikasi dan transportasi. menyatakan bahwa
pengertian wilayah nodal yang paling ideal untuk di gunakan dalam analisis
mengenai ekonomi wilayah, mengartikan
wilayah tersebut sebagai ekonomi ruang yang yang di kuasai oleh suatu atau
beberapa pusat kegiatan ekonomi Wilayah homogen dan nodal memainkan peranan
yang berbeda di dalam organisasi tata ruag masyrakat. Perbedaan ini jelas
terlihat pada arus perdagangan. Dasar yang biasa di gunakan untuk suatu wilayah
homogen adalah
suatu out put yang dapat diekspor bersama dimana seluruh wilayah merupakan
suatu daerah surplus untuk suatu output
tertentu, sehinga berbagai tempat di wilayah tersebut kecil atau tidak sama
sekali kemungkinannya untuk mengadakan perdagangan secara luas di antara satu
sama lainya. Sebaliknya, dalam wilayah nodal, pertukaran barang dan jasa secara
intern di dalam wilayah tersebut merupakan suatu hal yang mutlak harus ada.
Biasanya daerah belakang akan menjual barang-barang mentah (raw material) dan jasa tenaga kerja pada
daerah inti, sedangkan daerah inti akan menjual ke daerah belakang dalam bentuk
barang jadi.

3. Wilayah Administratif

Wilayah Administratif adalah wilayah yang batas-batasnya di tentukan berdasarkan kepentingan administrasi pemerintahan atau politik, seperti propinsi, kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, dan RT/RW. Bahwa di dalam praktek, apabila membahas mengenai pembangunan wilayah, maka
pengertian wilayah administrasi merupakan pengertian yang paling banyak
digunakan. Lebih populernya pengunaan pengertian tersebut di sebabkan dua
faktor yakni :

a.  Dalam kebijaksanaan dan rencana pembangunan wilayah di
perlukan adanya beberapa tindakan-tindakan dari berbagai badan atau instansi
pemerintahan. Dengan demikian maka lebih praktis apabila pembangunan wilayah di
dasarkan pada suatu wilayah administrasi yang telah ada.

b.  Wilayah yang batasnya ditentukan berdasarkan atas
suatu administrasi pemerintah lebih mudah di analisis, karena sejak lama
pengumpulan data di berbagai bagian wilayah berdasarkan pada suatu wilayah
administrasi tersebut. Namun dalam kenyataannya, pembangunan tersebut sering
kali tidak hanya dalam suatu wilayah administrasi, sebagai contoh adalah suatu
pengelolaan pesisir, pengelolaan daerah aliran sungai, pengelolaan lingkungan
dan lain sebagainya, yang batasnya bukan berdasarkan administrasi namun
berdasarkan batas ekologis dan seringkali lintas batas wilayah administrasi.


4. Wilayah Perencanaan

Mendefinisikan wilayah perencanan (planning region atau programming region) sebagai wilayah yang
memperlihatkan koherensi atau kesatuan keputusan-keputusan ekonomi. Wilayah
perencanaan dapat dilihat sebagai wilayah yang cukup besar untuk memungkinkan
terjadinya perubahan-perubahan penting dalam penyebaran penduduk dan kesempatan
kerja, namun cukup kecil untuk memungkinkan persoalan-persoalan perencanaannya
dapat dipandang sebagai satu kesatuan. Wilayah perencanaan bukan hanya dari
aspek fisik dan ekonomi, namun ada juga dari aspek ekologis. Misalnya dalam
kaitannya dengan pengelolaan daerah aliran sugai (DAS). Pengelolaan wilayah
daerah aliran sungai harus direncanakan dan di kelola mulai dari hulu sampai
hilirnya. Contoh wilayah perencanaan dari aspek ekologis adalah DAS Cimanuk,DAS
Brantas,DAS Citanduy dan lain sebagainya.

2.  GENERALISASI WILAYAH 

Penyamarataan Wilayah (Regional Generalization)
Penyamarataan Wilayah (generalisasi regional) adalah suatu proses atau usaha
untuk membagi permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi tertentu menjadi
beberapa bagian dengan cara mengubah atau menghilangkan faktor-faktor tertentu
dalam populasi yang dianggap kurang penting atau kurang relevan, dengan maksud
untuk menonjolkan karakter tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
generalisasi regional adalah:


1. Skala Peta
Studi wilayah yang detail menghendaki ketelitian dan ketepatan
pengukuran-pengukuran yang dilakukan di lapangan. peta berskala besar dalam hal
ini digunakan untuk visualisasi data. Daerah survei pada taraf ini daerah
liputannya tidak terlalu luas. Generalisasi dengan cakupan luas dengan
sendirinya akan menggunakan peta berskala kecil. 

Akibat yang timbul dari penggunaan skala peta yang
berbeda adalah: 

a. Makin besar skala peta (makin detail feature yang
diamati) akan makin kecil derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan.

b. Makin kecil
skala peta akan semakin besar derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan
(James, 1952). ]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-24 07:50:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/661724550</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/663855110</link>
         <description><![CDATA[. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam generalisasi regional adalah:

Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-28 04:12:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/663855110</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/668612459</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode perwilayahan atau regionalisasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-08-04 01:42:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/668612459</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>emasriayuni791</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/675069002</link>
         <description><![CDATA[
Avatar of DISKUSI GEOGRAFI DISKUSI GEOGRAFI
 +  12
●
11h
Ko
Ko
Mengamati peran fung
Mengamati peran fungsional wilayah
cukup besar untuk memung
 cukup besar untuk memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan
Be
Be
.
.
Empty
Empty
1. Mengidentifikasi ci

1. Mengidentifikasi ciri-ciri perwilayahan dalam geografi

2. mengidentifikasi ciri-ciri perwilayahan secara umum

Nama : 1. Annisa Febriyani

               2. Ahmad Fauzi Adriansyah

Jenis-Jenis Wilayah 

Berdasarkan ciri-ciri geografis

  Wilayah atau pewilayahan dalam geografi
disebut juga geografi regional yaitu pengelompokan wilayah di permukaan bumi
berdasarkan kriteria tertentu yang membedakan antara wilayah satu dengan
wilayah lainnya. Dalam geografi dikenal tiga kriteria pewilayahan dengan
ciri-ciri sebagai berikut,

1.Pewilayahan
berciri tunggal (single topic region), yaitu penetapan regional atau wilayah
yang didasarkan pada salah satu aspek geografi. Contoh kemiringan lereng dapat
menunjukkan ketampakan dari suatu daerah, apakah termasuk daerah yang datar,
landai, atau terjal. Di sini lokasi suatu daerah hanya dilihat dari satu aspek
geografi yaitu derajat kemiringan lereng.

2.Pewilayahan
berciri majemuk (multi topic region), yaitu penetapan wilayah yang didasarkan
pada beberapa faktor geografi. Contoh penetapan wilayah berdasarkan iklim yaitu
iklim tropik, subtropik, sedang, dan dingin. Di katakan berciri majemuk karena
iklim terbentuk dari beberapa unsur seperti suhu, curah hujan, dan angin.

3.Pewilayahan
berciri keseluruhan (total region), yaitu penetapan wilayah yang didasarkan
pada banyak faktor menyangkut lingkungan alam, lingkungan biotik, maupun
manusia.

Berdasarkan ciri-ciri umum wilayah dapat dibedakan sebagai berikut :

1.Wilayah
Homogen 

 Wilayah homogen merupakan wilayah yang memiliki satu parameter dengan sifat atau ciri yang hampir sama. 

2.Wilayah
Nodal 

  Wilayah nodal merupakan wilayah yang secara fungsional memiliki sifat saling ketergantungan antara daerah pusat dengan daerah di sekitarnya. Besarnya ketergantungan antara pusat dan daerah dapat dilihat dari faktor produksi, penduduk, barang, dan jasa, maupun perhubungan di antara keduanya. 

3.Wilayah
Perencanaan 

  Wilayah perencanaan dapat diartikan sebagai wilayah yang menggambarkan kesatuan-kesatuan keputusan ekonomi. Wilayah
perencanaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a. Masyarakat yang berada di wilayah perencanaan mempunyai kesadaran terhadap  permasalahan yang dihadapi daerahnya. 

b. Memiliki kemampuan untuk merubah industri yang dilaksanakan sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia. 

c. Menggunakan salah satu model perencanaan. 

d. Memiliki setidaknya satu pusat pertumbuhan. 

4.Wilayah Administrasi 

Wilayah
administrasi merupakan wilayah yang mendasarkan pada kepentingan administrasi
pemerintahan dengan batas yang telah ditentukan.


GENERALISASI WILAYAH DAN KLASIFIKASI WILAYAH
GENERALISASI WILAYAH DAN KLASIFIKASI WILAYAH

A.NURUL MUTMAINNAH &amp; ANDI FINI ASTARI RUFLIN

KELAS : XII IPS 2

1. Klasifikasi Wilayah (Regional Classification)

Secara etimologis, klasifikasi adalah metode untuk mengatur data secara sistematis
menjadi golongan-golongan atau beberapa bagian yang dalam hal ini dapat berupa
grup, kelas, atau keluarga (Webster, 1966).

Klasifikasi
wilayah adalah usaha untuk mengadakan penggolongan wilayah secara sistematis
kedalam bagian-bagian tertentu berdasarkan properti tertentu. Penggolongan yang
dimaksud haruslah memperhatikan keseragaman sifat dan semua individu. Semua
individu dalam polulasi mendapatkan tempat dalam golongan masing-masing. Tujuan
utama klasifikasi adalah untuk tidak menonjolkan sifat-sifat tertentu dari
sejumlah individu, melainkan mencari diferensisasi antar golongan. Cara
klasifikasi dapat dikerjakan dengan sifat kualitatif maupun kuantitatif.
Klasifikasi dapat bertujuan untuk mengetahui deferensiasi jenis dan
deferensiasi tingkat.

Wilayah (region)
didefinisikan sebagai suatu unit geografi yang di batasi oleh kriteria tertentu
dan bagian-bagiannya tergantung secara internal. Wilayah dapat di bagi menjadi
empat jenis yaitu;


1. Wilayah Homogen

Wilayah homogen adalah wilayah yang dipandang dari
aspek/criteria mempunyai sifat-sifat atau ciri-ciri yang relatif sama.
Sifat-sifat atau ciri-ciri kehomogenan ini misalnya dalam hal ekonomi (seperti
daerah dengan stuktur produksi dan kosumsi yang homogen, daerah dengan tingkat
pendapatan rendah/miskin dll). Geografi seperti wilayah yang mempunyai
topografi atau iklim yang sama), agama, suku, dan sebagainya mengemukakan bahwa
wilayah homogen di batasi berdasarkan atas adanya keseragamamnya secara
internal (internal uniformity).
Contoh wilayah homogen adalah pantai utara Jawa barat (mulai dari indramayu,
subang dan karawang).


2. Wilayah Nodal
Wilayah nodal (nodalregion) adalah wilayah yang secara fungsional mempunyai ketergantungan antara
pusat (inti) dan daerah belakangnya (interland).
Tingkat ketergantungan ini dapat dilihat dari arus penduduk, faktor produksi,
barang dan jasa, ataupun komunikasi dan transportasi. menyatakan bahwa
pengertian wilayah nodal yang paling ideal untuk di gunakan dalam analisis
mengenai ekonomi wilayah, mengartikan
wilayah tersebut sebagai ekonomi ruang yang yang di kuasai oleh suatu atau
beberapa pusat kegiatan ekonomi Wilayah homogen dan nodal memainkan peranan
yang berbeda di dalam organisasi tata ruag masyrakat. Perbedaan ini jelas
terlihat pada arus perdagangan. Dasar yang biasa di gunakan untuk suatu wilayah
homogen adalah
suatu out put yang dapat diekspor bersama dimana seluruh wilayah merupakan
suatu daerah surplus untuk suatu output
tertentu, sehinga berbagai tempat di wilayah tersebut kecil atau tidak sama
sekali kemungkinannya untuk mengadakan perdagangan secara luas di antara satu
sama lainya. Sebaliknya, dalam wilayah nodal, pertukaran barang dan jasa secara
intern di dalam wilayah tersebut merupakan suatu hal yang mutlak harus ada.
Biasanya daerah belakang akan menjual barang-barang mentah (raw material) dan jasa tenaga kerja pada
daerah inti, sedangkan daerah inti akan menjual ke daerah belakang dalam bentuk
barang jadi.

3. Wilayah Administratif

Wilayah Administratif adalah wilayah yang batas-batasnya di tentukan berdasarkan kepentingan administrasi pemerintahan atau politik, seperti propinsi, kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, dan RT/RW. Bahwa di dalam praktek, apabila membahas mengenai pembangunan wilayah, maka
pengertian wilayah administrasi merupakan pengertian yang paling banyak
digunakan. Lebih populernya pengunaan pengertian tersebut di sebabkan dua
faktor yakni :

a.  Dalam kebijaksanaan dan rencana pembangunan wilayah di
perlukan adanya beberapa tindakan-tindakan dari berbagai badan atau instansi
pemerintahan. Dengan demikian maka lebih praktis apabila pembangunan wilayah di
dasarkan pada suatu wilayah administrasi yang telah ada.

b.  Wilayah yang batasnya ditentukan berdasarkan atas
suatu administrasi pemerintah lebih mudah di analisis, karena sejak lama
pengumpulan data di berbagai bagian wilayah berdasarkan pada suatu wilayah
administrasi tersebut. Namun dalam kenyataannya, pembangunan tersebut sering
kali tidak hanya dalam suatu wilayah administrasi, sebagai contoh adalah suatu
pengelolaan pesisir, pengelolaan daerah aliran sungai, pengelolaan lingkungan
dan lain sebagainya, yang batasnya bukan berdasarkan administrasi namun
berdasarkan batas ekologis dan seringkali lintas batas wilayah administrasi.


4. Wilayah Perencanaan

Mendefinisikan wilayah perencanan (planning region atau programming region) sebagai wilayah yang
memperlihatkan koherensi atau kesatuan keputusan-keputusan ekonomi. Wilayah
perencanaan dapat dilihat sebagai wilayah yang cukup besar untuk memungkinkan
terjadinya perubahan-perubahan penting dalam penyebaran penduduk dan kesempatan
kerja, namun cukup kecil untuk memungkinkan persoalan-persoalan perencanaannya
dapat dipandang sebagai satu kesatuan. Wilayah perencanaan bukan hanya dari
aspek fisik dan ekonomi, namun ada juga dari aspek ekologis. Misalnya dalam
kaitannya dengan pengelolaan daerah aliran sugai (DAS). Pengelolaan wilayah
daerah aliran sungai harus direncanakan dan di kelola mulai dari hulu sampai
hilirnya. Contoh wilayah perencanaan dari aspek ekologis adalah DAS Cimanuk,DAS
Brantas,DAS Citanduy dan lain sebagainya.

2.  GENERALISASI WILAYAH 

Penyamarataan Wilayah (Regional Generalization)
Penyamarataan Wilayah (generalisasi regional) adalah suatu proses atau usaha
untuk membagi permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi tertentu menjadi
beberapa bagian dengan cara mengubah atau menghilangkan faktor-faktor tertentu
dalam populasi yang dianggap kurang penting atau kurang relevan, dengan maksud
untuk menonjolkan karakter tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
generalisasi regional adalah:


1. Skala Peta
Studi wilayah yang detail menghendaki ketelitian dan ketepatan
pengukuran-pengukuran yang dilakukan di lapangan. peta berskala besar dalam hal
ini digunakan untuk visualisasi data. Daerah survei pada taraf ini daerah
liputannya tidak terlalu luas. Generalisasi dengan cakupan luas dengan
sendirinya akan menggunakan peta berskala kecil. 

Akibat yang timbul dari penggunaan skala peta yang
berbeda adalah: 

a. Makin besar skala peta (makin detail feature yang
diamati) akan makin kecil derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan.

b. Makin kecil
skala peta akan semakin besar derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan
(James, 1952). ]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-08-11 01:22:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/675069002</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/688642371</link>
         <description><![CDATA[<div>Contoh generalisasi perwilayahan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-08-20 03:05:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/688642371</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/805794009</link>
         <description><![CDATA[Penyamarataan Wilayah (generalisasi regional) adalah suatu proses atau usaha
untuk membagi permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi tertentu menjadi
beberapa bagian dengan cara mengubah atau menghilangkan faktor-faktor tertentu]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-06 06:58:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/805794009</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/1662683137</link>
         <description><![CDATA[
a. Makin besar skala peta (makin detail feature yang
diamati) akan makin kecil derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan.

b. Makin kecil
skala peta akan semakin besar derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan
(James, 1952]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-07-28 03:01:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo27/az81xqelqm2x/wish/1662683137</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
