<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>X APHP 2 by Abdul Rokhim</title>
      <link>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw</link>
      <description>Menghindari Akhlak Madzmumah

Petunjuk Pengerjaan :
1. Lakukan literasi terhadap sub materi menghindari sikap tempramental (ghadab) dengan seksama.
2. Lakukan muhasabah, apakah kalian pernah merasa sangat marah dan tidak mampu mengendalikan kemarahan tersebut?kapankah peristiwa yang kalian alami itu terjadi?
3. Apakah setelah marah tersebut terlampiaskan timbul penyesalan atau kepuasan?
4. Tuliskan jawabanmu!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-02-08 02:29:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-16 01:40:41 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Temperamental (ghadab) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2473079805</link>
         <description><![CDATA[<div><br>NAMA :DEVIANITA NURWIDODO PUTRI<br>KELAS: X APHP 2.<br>1). apakah kalian pernah merasa sangat marah dan tidakmampu mengendalikan kemarahan tersebut?kapankah peristiw yang kalian alami itu terjadi?<br><br>= Saya pernah sangat marah dan tidak bisa mengendalikan dan menahan&nbsp; amarah saya. Peristiwa itu terjadi kemarin sore, pada saat adek saya tidak mau mengerjakan PR nya, disaat itu saya sudah lelah&nbsp; karena baru pulang sekolah,dan&nbsp; lelah fisik dapat menjadikan hati sensitif, mudah tersinggung dan mudah marah .<br><br>2).Apakah setelah marah tersebut terlampiaskan timbul penyesalan atau kepuasan?<br>= kalau saya Terlampiaskan kedua duanya karena:<br>&nbsp; &nbsp; •&gt; kepuasan saya adalah bisa mengeluarkan unek² saya<br>&nbsp; &nbsp; •&gt; penyesalan saya adalah saya dan adek saya menjadi bertengkar, kita berdua saling membela diri masing² dan tidak ada yg ingin mengalah serta dikarenakan saya marah² kepadanya,  dia merasa sakit hati dan tidak terima, dengan ucapan saya karena membuat dia tersinggung, dan perkataan saya terlalu keras kepadanya.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ<br><br>Artinya: "Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah, "(Hadis Nabi Muhammad SAW ini dijelaskan oleh Abu Hurairah R.A)&nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Saya belajar dari hadist tersebut&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Setelah itu saya meminta maaf kepadanya dan kedepannya saya akan menahan marah seperti yang terjadi kemarin, dengan mencoba tidak berkata menyinggung nya lagi. Dan saya pun berdamai&nbsp;<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-08 08:50:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2473079805</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Temperamental </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2473202743</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA: Najwa Listyoningtyas<br>KELAS: X APHP 2<br><br>jawaban<br><br>2. saya pernah merasa sangat marah sampai tidak mampu mengendalikan emosi tersebut, peristiwa tersebut terjadi pada waktu saya berdebat sama mamah karna perbedaan pendapat, disitu mamah tidak menerima pendapat dari&nbsp; saya dan&nbsp; langsung marah bahkan sampai berkata dengan nada yang lebih tinggi, saya pun juga begitu tidak bisa mengendalikan emosi sampai-sampai saya berkata yang tidak mengenakan hati.<br><br>3. setelah marah tersebut saya timbul penyesalan karna&nbsp;<br>1). saya berkata dengan nada yang tinggi dan bisa membuat mamah sakit hati<br>2). saya merasa bersalah akan hal itu<br>3). tidak seharusnya saya berkata seperti itu.<br><br>setelah timbulnya penyesalan sayapun meminta maaf sama mamah, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, karna sesungguhnya marah adalah salah satu sifat setan, dan setan tersebut dari api sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut ini:&nbsp;<br>عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ - وَقَدْ كَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ-قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم: "إنَّ الْغَضَبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، وإنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وإنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالماءِ، فَإذَا أُغْضِبَ أحَدُكُمْ فَلْيَتَوضَّأْ".<br><br>Artinya: Dari Nenekku 'AthiyyahRA, dia memiliki sahabat dan dia berkata bahwa Rasulullah bersabda "sesungguhnya marah itu datangnya dari setan diciptakan dari api dan sesungguhnya api itu dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang diantara kamu marah, maka hendaklah dia berwudhu." (H.R. Abu Daud)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-08 10:35:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2473202743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tempramental (ghadab)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2474337194</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Yulia Siska S<br>Kelas : X aphp 2<br>No absen : 34<br><br>2. Apakah kalian pernah merasa sangat marah dan tidak mampu mengendalikan kemarahan tersebut kapan peristiwa yang kalian alami itu terjadi?<br><br>Jawab:<br>saya pernah merasa sangat marah tetapi saya mampu mengendalikan kemarahan tersebut peristiwa itu terjadi kemarin pada hari Minggu, pada saat itu saya sedang membantu ibu untuk berjualan makanan dipasar waktu itu ada pembeli yang datang dan menawar harga dari makanan yang saya jual dengan harga jual 2500, ditawar 2000 tetapi pembeli tersebut tetap memaksa agar bisa ditawar tetapi saya tetap sabar dengan perkataan pembeli tersebut berkata dengan nada yang tinggi dan mengatakan bahwa bahan yang dibuat untuk membuat dagangan yang saya jual tersebut diberi pemanis buatan, waktu itu seketika pembeli itu membuat saya marah karna perkataan nya, tetapi ada pelanggan lain yang datang dan tidak sengaja mendengar perkataan pembeli yang-1 tetapi ia membeli dengan harga yang sudah ditentukan ia memborong dagangan sya dan berkata, bahwa "saya sudah berlangganan dan belum pernah merasakan tidak enak pada badan saya kalo benar memakai pemanis buatan pasti badan saya sudah tidak enak dirasakan" dan setelah ibu pembeli ke-2 mengatakan seperti itu pembeli per-1 pun meminta maaf kepada saya atas ucapan yang tidak baik kepada saya dan ia membeli dengan harga yang sudah ditentukan tanpa menawar, saya pun memaafkan pembeli tersebut dengan senang hati serta bisa menahan amarah.<br><br>QS. Ali 'Imran Ayat 134<br>الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ<br><br>134. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,<br><br>2. Apakah setelah marah tersebut terlampiaskan timbul penyesalan/kepuasan?<br>Jawab:<br>Setelah marah menghadapi pembeli yang berkata tidak baik kepada saya tersebut saya tidak menyesal karna ada 1pembeli yang datang dan mengatakan bahwa makanan yang saya jual tidak memakai pemanis buatan dan nyatanya memang tidak hanya ada saja orang yang tidak senang dengan apa yang saya jual dan mengatakan seperti itu. <br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-09 01:54:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2474337194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TEMPRANENTAL (ghadab)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2474959163</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Annisa Rahmadhani<br>No.&nbsp; &nbsp; :06<br>Kelas:X APHP 2<br><br>Jawab<br><br>1). apakah kalian pernah merasa sangat marah dan tidakmampu mengendalikan kemarahan tersebut?kapankah peristiw yang kalian alami itu terjadi?<br><br>Saya pernah sekitar 2/3 minggu yang lalu,kala itu saya sangat marah dan tidak bisa mengontrol emosi,jadi waktu itu saya berdebat dengan ibu saya karena hal yang sangat selepe<br>Saya sudah berusaha berkata dengan nada rendah tetapi itu saya memakai nada tinggi saya pun ikut hanyut dalam situasi itu jadi saya juga berkata dengan nada tinggi dah tidak sengaja membuat ibu saya sakit hati<br>&nbsp;<br>2).Apakah setelah marah tersebut terlampiaskan timbul penyesalan atau kepuasan?<br>= Pertama sangat lah ada rasa penyesalan di dalam hati,merasa sangat tidak pantas kenapa tadi bisa sampai berkata seperti itu tetapi dibalik rasa penyesalan saya terdapat kepuasan tersendiri <br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ<br><br>Artinya: "Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah, "(Hadis Nabi Muhammad SAW ini dijelaskan oleh Abu Hurairah R.A)&nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Setelah membaca hadits tersebut saya sadar dan langsung minta maaf kepada ibu saya bahwasanya saya salah telah berbicara dengan nada tinggi kepada ibu saya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-09 13:02:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2474959163</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TEMPRAMENTAL (gadhab)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2478402841</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Yuniar Eka S<br>No:36<br>Kelas:X APHP 2<br><br>Jawab</div><div>1). apakah kalian pernah merasa sangat marah dan tidakmampu mengendalikan kemarahan tersebut?kapankah peristiw yang kalian alami itu terjadi?<br>Hari sabtu kemarin saya bertengkar dgn adik saya karna masalah yang bisa di bilang sepele.Saat ini adik saya mrmbuat nutrijel lalu wadah yang digunskan tidak di bersihkan dan menggundang banyak semut,karna saya sudah capek jadi saya emosi dan memarahi adik saya<br><br>&nbsp;<br>2).Apakah setelah marah tersebut terlampiaskan timbul penyesalan atau kepuasan?<br>= Pertama sangat lah ada rasa penyesalan di dalam hati,merasa sangat tidak pantas kenapa tadi bisa sampai berkata seperti itu tetapi dibalik rasa penyesalan saya terdapat kepuasan tersendiri<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ<br><br>Artinya: "Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah, "(Hadis Nabi Muhammad SAW ini dijelaskan oleh Abu Hurairah R.A)&nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Setelah membaca hadits tersebut  saya sudah biasa dgn adik saya dan adik saya pun tidak minta maaf tetapi kami sudah baik baik saja tidak marahan lagi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-13 05:22:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2478402841</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2483282584</link>
         <description><![CDATA[<div>TEMPRANENTAL (ghadab)</div><div>Nama: Dyah ayu subaningrum<br>No.&nbsp; &nbsp; :13<br>Kelas:X APHP 2<br><br>Jawab<br><br>1). apakah kalian pernah merasa sangat marah dan tidakmampu mengendalikan kemarahan tersebut?kapankah peristiw yang kalian alami itu terjadi?<br><br><br>&nbsp;Iya pernah, karena peristiwa itu tidak mengenakkan hati, lupa tapi itu sudah pernah terjadi&nbsp;<br><br>2).Apakah setelah marah tersebut terlampiaskan timbul penyesalan atau kepuasan?<br>= Pertama sangat lah ada rasa penyesalan di dalam hati,merasa sangat tidak pantas kenapa tadi bisa sampai berkata seperti itu tetapi dibalik rasa penyesalan saya terdapat kepuasan tersendiri<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ<br><br>Artinya: "Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah, "(Hadis Nabi Muhammad SAW ini dijelaskan oleh Abu Hurairah R.A)&nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Setelah membaca hadits tersebut saya sadar dan langsung minta maaf kepada ibu saya bahwasanya saya salah telah berbicara dengan nada tinggi kepada ibu saya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-15 10:42:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2483282584</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tempramental (gadhab)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2484245621</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br>NAMA : Yulita Septiyani&nbsp;<br>KELAS: X APHP 2<br><br>2. saya pernah merasa sangat marah sampai tidak mampu mengendalikan emosi tersebut, peristiwa tersebut terjadi pada waktu saya berdebat sama ibu saya karna saya disuruh mencuci piring selalu bilang sebentar bentar saja, disitu ibu saya mulai jengkel ketika saya di suruh selalu menunda nunda&nbsp; dan ibu saya&nbsp; langsung marah bahkan sampai berkata dengan nada yang lebih tinggi, saya pun juga begitu tidak bisa mengendalikan emosi sampai-sampai saya berkata yang tidak mengenakan hati.<br><br>3. setelah marah tersebut saya timbul penyesalan karna&nbsp;<br>1). saya berkata dengan nada yang tinggi dan bisa membuat mamah sakit hati<br>2). saya merasa bersalah akan hal itu<br>3). tidak seharusnya saya berkata seperti itu.<br><br>setelah timbulnya penyesalan sayapun meminta maaf sama mamah, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, karna sesungguhnya marah adalah salah satu sifat setan, dan setan tersebut dari api sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut ini:&nbsp;<br>عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ - وَقَدْ كَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ-قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم: "إنَّ الْغَضَبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، وإنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وإنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالماءِ، فَإذَا أُغْضِبَ أحَدُكُمْ فَلْيَتَوضَّأْ".<br><br>Artinya: Dari Nenekku 'AthiyyahRA, dia memiliki sahabat dan dia berkata bahwa Rasulullah bersabda "sesungguhnya marah itu datangnya dari setan diciptakan dari api dan sesungguhnya api itu dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang diantara kamu marah, maka hendaklah dia berwudhu." (H.R. Abu Daud)<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-02-16 00:12:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulrokhim40/aw17al8bwld5w8pw/wish/2484245621</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
