<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>AKULTURASI KEBUDAYAAN NUSANTARA by SITI HADIJAH SMADANI</title>
      <link>https://padlet.com/hadijah222947/av9p694ix9xd0bqp</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-11-27 09:06:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-02 13:03:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>UJI KOMPETENSI</title>
         <author>hadijah222947</author>
         <link>https://padlet.com/hadijah222947/av9p694ix9xd0bqp/wish/2466052460</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1.</strong> kerajaan Majapahit dan kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan besar, serta berperan sebagai kerajaan yang memiliki kekuataan integrasi secara politik. Maksudnya adalah kerajaan-kerajaan tradisional tersebut mampu dalam menguasai wilayah-wilayah yang luas di Nusantara di bawah kontrol politik, <em>sehingga</em> kemampuan kerajaan-kerajaan tersebut secara tidak langsung mampu menguasai daerah-daerah sekitarnya, sehingga secara tidak langsung integrasi antar pulau tersebut terjadi.<br><br>Ada beberapa faktor yang memengaruhi Sriwijaya dan Majapahit mampu melakukan integrasi antarpulau di Nusantara. Berikut beberapa faktor yang dimaksud :<br><br>• <strong><em>Komoditas yang menarik</em></strong><br><br>Pengaruh budaya seperti China, India, dan Nusantara menjadi salah satu penyebab Sriwijaya dan Majapahit melakukan integrasi. Pengaruh berbagai kebudayaan tersebut membuat banyaknya komoditas dari berbagai wilayah di sekitar Selat Malaka, yang saat itu menjadi pusat perdagangan internasional. Jalur perdagangan tersebut semakin berkembang pesat seiring berjalannya waktu hingga mampu menghubungan perdagangan di Laut Jawa hingga Maluku.<br><br>• <strong><em>Peta Politik</em></strong><br><br>Perkembangan perdagangan internasional memicu tumbuhnya berbagai macam kerajaan di wilayah Sumatera maupun Jawa. Kerajaan-kerajaan yang berdiri mau tidak mau harus saling sikut, atau bekerja sama untuk mendapatkan pengaruh guna mengontrol jalur perdagangan.<br><br>Sriwijaya dan Majapahit mampu menguasai wilayah yang luas di Nusantara berkat kekuatan politik dan militernya.<br><br><strong>2.</strong> Peta Politik Perkembangan perdagangan internasional memicu tumbuhnya berbagai macam kerajaan di wilayah Sumatera maupun Jawa. Kerajaan-kerajaan yang berdiri mau tidak mau harus saling sikut, atau bekerja sama untuk mendapatkan pengaruh guna mengontrol jalur perdagangan.<br>Sriwijaya dan Majapahit mampu menguasai wilayah yang luas di Nusantara berkat kekuatan politik dan militernya.<br><br><strong>3.</strong> Sebagai wilayah penghasil rempah-rempah terbaik, rempah-rempah merupakan komoditas paling menarik bagi para pedagang untuk mendatangi pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia. Contohnya para pedagang ramai mengunjungi pelabuhan-pelabuhan di sekitar Selat Malaka dan sebagaian pantai barat Sumatera untuk mencari rempah-rempah seperti kayu manis, cengkih, dan pala.<br><br>Namun sekarang, seiring majunya teknologi dan perkembangan zaman, serta bertambahnya kebutuhan masyarakat menyebabkan komoditas perdagangan Indonesia lebih beragam. Komoditas perdagangan bangsa Indonesia lebih cenderung kepada bahan tambang, seperti minyak bumi dan barang-barang tambang. Selain itu juga produk makanan dan minuman, elektronik, otomotif, ritel bahkan produk-produk industri kreatif diminati perdagangan Internasional<br><br><strong>4.</strong> Pelabuhan terdekat adalah pelabuhan Pantoloan. Pelabuhan inj terletak di kecamatan palu utara, kota Palu, Sulawesi Tengah. Pelabuhan itu sangat baik dalam melakukan kegiatan operasional yang umumnya dilakukan di pelabuhan-pelabuhan umumnya, seperti kegiatan arus barang, waktu pelayanan kapal, rasio pemakaian fasilitas dermaga, dan bongkar muat barang. Ini sebagai dasar memperhitungkan efesiensi dan efektifitas pelabuhan tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1899438525/eb42b47056d3ab19ce1617f68b38f93d/c42d2298_e71a_4752_8530_3ba831717fb7.jpeg" />
         <pubDate>2023-02-02 12:39:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hadijah222947/av9p694ix9xd0bqp/wish/2466052460</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ARTIKEL</title>
         <author>hadijah222947</author>
         <link>https://padlet.com/hadijah222947/av9p694ix9xd0bqp/wish/2466053235</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1.</strong> Migrasi yang dilakukan orang India Selatan ke Sumatra sejak riibuan tahun yang lalu meninggalkan kuliner kari dan Kuil Shir Mariamman di Medan, Sumatera Utara, migrasi tersebut bertujuan untuk memperoleh rempah rempah dan kapur barus.<br><br><strong>2.</strong> Ya, pengaruh budaya India saat itu dapat diterima oleh penduduk indonesia saat itu. Itu dikarenakan banyak orang India yang datang menginap dan tinggal di Indonesia, sehingga pengaruh budaya India saat itu sangat cepat berkembang.<br>Penyebab pengaruh budaya india saat itu dapat diterima olah penduduk Indonesia saat itu adalah sebagai berikut.<br><br>- Keterbukaan masyarakat terhadap budaya baru.<br>- Adaptasi budaya baru oleh para penguasa lokal.<br>- Adanya proses asimilasi dan akulturasi budaya India dengan budaya lokal.<br><br><strong>3.</strong> Kari, Rendang, Nasi kebuli, ayam gulai, dan Cendol.<br><br><strong>4.</strong> Awal pengaruh kuliner di India masuk ke Indonesia adalah ketika Kesultanan Maghal di India menjalin komunikasi dengan Aceh pada abad ke-15 hingga abad ke-16 dengan saling mengirim utusan.<br><br><strong>5.</strong> Ya, masih ada. Contohnya adalah sebagai berikut.<br><br><strong><em>Bangunan Arsitektur</em></strong><br><br>Salah satu pengaruh yang&nbsp; masih bertahan hingga saat ini adalah arsitektur pada bangunan di masa lalu yang banyak digunakan oleh bangunan masa kini. Beberapa bagian bangunan yang terpengaruh adalah pembagian bangunan dan halaman, atap bangunan, dan gapura.<br>Contohnya adalah Candi, yang konsepnya kemudian diadaptasi dan dapat dilihat pada rumah-rumah tradisional di Bali.<br>Contoh lainnya adalah Masjid Agung Demak yang menggunakan atap tumpang seperti Pura. <br><br><strong><em>Teknologi Perkapalan</em></strong><br><br>Teknologi perkapalan semakin maju sejak masa Hindu-Buddha khususnya masa Sriwijaya. Ciri khasnya antara lain badan (lambung) kapal yang berbentuk V.<br>Ciri khas lainnya adalah bentuk haluan dan buritan yang simetris, tidak ada sekat-sekat kedap air dibagian lambungnya, tidak menggunakan paku besi dalam pembuatannya, serta kemudi berganda di kiri dan kanan buritan.<br><br><strong><em>Sistem Pendidikan</em></strong><br><br>Jika saat ini kamu banyak menemukan sekolah yang memiliki asrama, maka itu adalah salah satu warisan masa klasik. Salah satu kerajaan yang terkenal dengan pendidikan agama Buddha-Nya adalah Sriwijaya. Saat itu kerajaan memiliki asrama (mandala) sebagai tempat untuk belajar ilmu keagamaan dan ilmu-ilmu lainnya. Asrama biasanya terletak disekitar kompleks candi dan digunakan oleh para murid.<br><br><strong><em>Bahasa dan sistem aksara</em></strong><br><br>Pada masa awal Hindu-Buddha masuk ke indonesia dari India, bahasa Sanskerta hanya digunakan oleh kaum pendeta. Bahasa lain yang digunakan masyarakat saat itu adalah bahasa Pali. Pada akhirnya, bahasa Sanskerta-lah yabg banyak memengaruhi bahasa Indonesia. Kata kata yang telah diserap atau sering digunakan dalam bahasa Indonesia adalah :<br><br>- durhaka dari kata drohaka.<br>- Bahagia dari kata bhagya<br>- Manusia dari kata manusya<br>- Tirta berarti air<br>- Eka, dwi, tri berarti satu, dua, tiga.<br><br><strong><em>Upacara / Tradisi</em></strong><br><br>Upacara/tradisi pada masa Hindu-Buddha banyak yang masih bertahan hingga saat ini. Beberapa upacara atau tradisi yang masih bertahan hingga saat ini antara lain Ngaben, tradisi Potong Gigi, hari raya Waisak, dan wayang.<br><br><strong>6.</strong> Budaya Cina terbukti dalam makanan Indonesia, seperti bakmi, mie ayam, pangsit, mie goreng dan kwetiau goreng. Hidangannya berasal dari ramuan shahe fen Cina dan diyakini telah diperkenalkan oleh imigran China di Indonesia selama berabad-abad. Setelah berabad-abad lalu terjadi interaksi antara kedua budaya tersebut, maka terdapat perpaduan antara makanan China dan Lokal.<br><br><em>Ekspedisi Cheng Ho</em> di Indonesia membawa banyak pengaruh budaya baru, seperti pengolahan makanan yang masih kita terapkan hingga saat ini, juga teknologi pertanian, pertukangan, pandai besi hingga bahasa. Hingga saat ini, kita dapat melihat pengaruh budaya Tionghoa di meja makan kita dalam bentuk makanan yang kita makan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1899438525/f5039b77da0d7384155603c780bf8c7d/0e51720f_eb5c_4e51_9e58_3d395fa26fd8.jpeg" />
         <pubDate>2023-02-02 12:40:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hadijah222947/av9p694ix9xd0bqp/wish/2466053235</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
