<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Analisis Retorika - ATM A by nabila syfh</title>
      <link>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-11-11 00:30:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-18 00:39:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4d6.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Iklan KFC Singapura &quot;Grab the Last Piece!&quot;</title>
         <author>nabilasyfh</author>
         <link>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3210156223</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama -Nim</strong></p><p><br></p><ol><li><p><strong>Rhetorical situation:</strong> memasarkan produk KFC Dip'N Share Bucket</p></li></ol><p><br></p><p><br></p><ol start="2"><li><p><strong>Rhetorical Appeals:</strong></p></li></ol><ul><li><p>Logos:</p><p>Dip'N Share membuat orang berteman, yang awalnya dilihat sebagai 'musuh'  saling berkompetisi menghabiskan 1 Bucket full</p><p>0:18 ~ "Building friendship since this ad"</p></li></ul><p><br></p><ul><li><p>Etos:</p><p>Secara implisit, audiens diyakinkan melalui produk  KFC Dip'N Share Bucket, bahwa KFC adalah perusahaan cepat saji spesialis penyedia makanan enak yang dapat dinikmati bersama.</p><p><br></p></li><li><p>Pathos:</p><p>narrative evidence-&gt; Dip'N Share membuat orang berteman. dengan memanfaatkan nilai kebersamaan dan kegembiraan berkompetisi</p><p>0:18 ~ "Building friendship since this ad"</p><p><br></p></li><li><p>Kairos:</p><p>It's going lit!... (pause)</p><p>Going for the dips!....(pause)</p><p>It's the final LAAP!</p><p>...(silence)</p><p>Ken goes with the fake (sound down)</p><p>ouuu! savage!! -&gt; memperlihatkan antusiasme</p></li></ul><p><br></p><ol start="3"><li><p><strong>Rhetorical Device yang dimanfaatkan:</strong></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://m.youtube.com/watch?v=LlOnE0OCmVw" />
         <pubDate>2024-11-11 00:34:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3210156223</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3219893849</link>
         <description><![CDATA[<p>Dhyas Jasmine - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120207111029</a></p><p>Lovanda Khansa Adara - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120201111013</a></p><p>Mahira Nur Azizah - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120200111017</a></p><p>Riyasty Khalisa Handrawina - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120207111031</a></p><p>Khalishah Sahirah - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120207111071</a></p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/fskTrn2pC20?si=1uXd4BxTYZWLQu6q">https://youtu.be/fskTrn2pC20?si=1uXd4BxTYZWLQu6q</a></p><p><br></p><p>Analisis :</p><p>1. Rethoric Situation: Tujuan iklan ini dibuat agar masyarakat teredukasi bahwa semua hal bisa menjadi mudah melalui Mandiri Utama Finance, yang menyediakan pinjaman untuk mewujudkan semua mimpi. Audiens iklan ini adalah masyarakat kelas menengah yang sedang mencari solusi pembiayaan yang mudah dan dapat dipercaya untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan tantangan finansial yang sering dihadapi masyarakat, seperti sulitnya memenuhi kebutuhan besar dalam waktu singkat. Selain mengedukasi, iklan ini bertujuan membangun brand awareness bahwa MUF adalah partner terpercaya dalam mewujudkan aspirasi finansial masyarakat Indonesia.</p><p>2. Rethorical Strategies:</p><p>- Sebab akibat: Menunjukkan sebab seseorang ingin menggunakan Mandiri Utama Finance melalui kebutuhan sehari-hari, seperti butuh mobil, motor, dan dana untuk membangun rumah makan. </p><p>- Penjelasan: Mandiri Utama Finance mengusung tagline "Wujudkan Semua Mimpi"</p><p>- Menceritakan: Dalam iklan tersebut menggunakan Teknik story telling mulai dari kisah Doddy yang sebagai pengusaha kopi yang ingin mempunyai mobil, usaha Fikri seorang pekerja kantor dan content creator yang ingin punya motor agar tidak terlambat, dan usaha Jimmy untuk membuat rumah makan impiannya.</p><p>3. Rethorical Appeals:</p><p>- Ethos: Mandiri sebagai perusahaan yang memiliki kredibilitas untuk menyediakan dana bagi semua orang. MUF didukung oleh Bank Mandiri, salah satu institusi finansial terbesar di Indonesia, memberikan kepercayaan tambahan kepada calon pelanggan.</p><p>- Logos: Dalam iklan tersebut, menyajikan sebuah fakta bahwa mellaui Mandiri Utama Finance maka semua mimpi bisa diwujudkan. Sebuah solusi juga disajikan bahwa dengan Mandiri Utama Finance (MUF) sebuah mimoi bisa digapai.</p><p>- Pathos: Dalam hal ini, iklan MUF tersebut banyak menyajikan hal yang relatable dengan audiens sehingga akan mudah menarik emosi dari audiens, dibuktikan melalui semua orang yang memiliki mimpi yang ingin diwujudkan. Tokoh-tokoh dalam iklan menunjukkan ekspresi harapan dan kebahagiaan setelah berhasil mewujudkan mimpi mereka, menciptakan koneksi emosional dengan audiens. Menyajikan juga sebuah narratives evidence yakni berupa perwujudan mimpi masing-masing orang seperti Doddy yang membutuhkan mobil, Fikri butuh motor, dan Jimmy yang butuh dana untuk membangun rumah makan.</p><p>- Kairos: Tone of Voice dari narator yang memiliki tipe suara pas, serta memerhatikan jeda untuk mendukung penekanan kalimat tertentu disesuaikan dengan momentum tersebut. </p><p>4. Rethorical Device: </p><p>- Anaphora: Selalu menekankan kata Mandiri Utama Finance "Wujudkan Semua Mimpi"di setiap short story dari ketiga cerita tersebut. </p><p>- Epiphora: Menggunakan akhiran yang sama seperti "Marketing, sampai shipping", "makan sehari-hari murah, hidup jadi serba mudah", "Bukan expert biasa, diberkati paras oppaKorea, dan menebar suasana penuh cinta"</p><p>- Idiom: mandorin diri sendiri, yang berarti bisa untuk mengurus diri sendiri serta me manage diri sendiri. </p><p>- Metaphor: Adanya enggunaan kalimat metaphor seperti "keinginan istri yang semakin hari semakin menyerupai seorang putri" yang menjelaskan bahwa keinginan sang istri semakin hari semakin banyak, metaphor tersebut menjelaskan juga salah satu masalah dari Doddy. Atau "cita rasa istana raja" membandingkan rasa makanan yang dibuat seakan seenak masakan di kerajaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/fskTrn2pC20?si=1uXd4BxTYZWLQu6q" />
         <pubDate>2024-11-16 11:30:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3219893849</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iklan TVC Ramadhan POCARI SWEAT 2017 - Kaktus </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3219894762</link>
         <description><![CDATA[<p>link : <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/oQGus5TjjVE?si=vO0XMO50AmA8UG4_">https://youtu.be/oQGus5TjjVE?si=vO0XMO50AmA8UG4_</a></p><p><br></p><p>Nama Anggota</p><p>Yoevancha Marcelli - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120201111024</a></p><p>Adibatun Nuurus - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120207111001</a></p><p>Alyagita Seinanda - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120207111008</a></p><p>Nagioty Fatimah - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120207111012</a></p><p>Dicky Fajar Kurniawan - <a rel="noopener noreferrer nofollow">225120207111057</a></p><p><br></p><p><strong>1. Rhetorical Situation</strong></p><p>- Sebab-akibat : Iklan ini dibuat untuk konsumen yang sedang menjalankan ibadah puasa. Pocari dipromosikan sebagai solusi pengganti cairan tubuh yang hilang saat berpuasa. </p><p>- Perbandingan : Pada iklan ditampilkan perbandingan kondisi tubuh manusia dengan kaktus yang menyimpan air untuk bertahan hidup. Tampilan ini efektif menciptakan arti mengenai tubuh yang kehilangan cairan saat beraktivitas.</p><p>- Definisi : Pocari sweat nenjelaskan bahwa produk mereka dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang saat berpuasa, terutama saat ramadhan.</p><p><br></p><p><strong>2. ⁠Rhetorical Appeals</strong></p><p>-Logos: </p><p>Aspek logos terlihat pada penjelasan ilmiah mengenai pentingnya hidrasi selama berpuasa. Iklan tersebut menunjukkan sebuah fakta kesehatan yang menyatakan bahwa tubuh membutuhkan cairan yang cukup saat sahur untuk menjaga keseimbangan tubuh sepanjang hari.</p><p>-Etos:</p><p>kredibilitas dibangun melalui penyajian visual yang menjelaskan manfaat hidrasi dengan tepat. Kehadiran tokoh kaktus sebagai simbolik atau penggunaan informasi kesehatan, memperkuat kepercayaan konsumen bahwa produk tersebut dapat meningkatkan ion tubuh sehingga dapat menjaga puasa anda seharian.</p><p>-Pathos:</p><p>Adegan keluarga yang menikmati sahur bersama, dengan suasana akrab dan penuh kasih, menekankan nilai-nilai penting selama bulan Ramadan. Penggunaan musik yang lembut dan adegan-adegan yang menyentuh hati memperkuat daya tarik emosional, mengingatkan pemirsa akan pentingnya menjaga keluarga tetap sehat selama puasa.</p><p>-Kairos:</p><p>Pocari Sweat menggunakan momen bulan Ramadan untuk meluncurkan iklan yang relevan. Ramadan adalah waktu di mana kebutuhan akan hidrasi menjadi sangat penting, khususnya selama sahur. Pocari Sweat memanfaatkan momen yang tepat untuk meningkatkan kesadaran dan relevansi produk. Strategi ini menyesuaikan dengan kondisi spesifik audiens, yakni kebutuhan untuk tetap bugar selama puasa.</p><p><br></p><p><strong>3. ⁠Rhetorical device</strong></p><p><strong>Metaphor</strong></p><p>Menggunakan kaktus sebagai simbol daya tahan dan hidrasi. Kaktus menjadi metafora tubuh manusia yang tetap kuat meski menghadapi tantangan puasa, asalkan terhidrasi dengan baik. Melalui simbolisme dan retorika visual, Pocari Sweat menyampaikan pesan bahwa produk mereka adalah solusi untuk menjaga tubuh tetap segar dan sehat selama Ramadan, mirip seperti air yang menopang kehidupan kaktus di tengah kekeringan.</p><p><strong>Similes</strong></p><p>“Saat puasa kita harus simpan cairan tubuh, seperti kaktus”. Disini penggunaan kata seperti berarti membandingkan manusia dan kaktus secara eskplisit.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/oQGus5TjjVE?si=vO0XMO50AmA8UG4_" />
         <pubDate>2024-11-16 11:32:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3219894762</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Retorika - Iklan TVC AQUA &quot;Pilih murah atau sehat?&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3219951755</link>
         <description><![CDATA[<p>KELOMPOK 1 - ALWI DAHLAN</p><p>❖ Kevin Torvaldi Ananda 225120200111049</p><p>❖ Syahidan Sabila 225120200111027</p><p>❖ Muhammad Irham Hafizhan 225120207111023</p><p>❖ Muhammad Rizki Bai Azan C. S. 205120200111051</p><p>❖ Salman Abdurrahman 195120200111009</p><p><br></p><p>Link TVC: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.youtube.com/watch?v=3g-LaXhxrNI">https://www.youtube.com/watch?v=3g-LaXhxrNI</a></p><p><br></p><p><strong>Rhetorical Situation:</strong></p><p>Iklan ini diproduksi AQUA dengan tujuan untuk menyebarkan <em>awareness</em> kepada konsumen akan pentingnya memilih air minum yang sehat dibandingkan hanya berfokus pada harga yang murah. Iklan ini juga menginformasikan sekaligus membuktikan bahwa galon air minum bermerk AQUA lebih sehat dibanding galon-galon bermerk murah. Hal tersebut dibuktikan dengan klaim AQUA bahwa di proses produksi mereka mencuci galonnya sebanyak 20 kali. </p><p><br></p><p><strong>Rhetorical Strategies:</strong></p><ul><li><p><strong>Sebab-Akibat:</strong> Dalam iklan tersebut, terutama pada adegan awal ketika sang suami membawa galon non-AQUA dan menyebutkan bahwa galon tersebut dibeli dengan harga murah, sang istri menanggapi dengan mengingatkan bahwa yang terpenting adalah kualitas isi airnya. Ia menunjukkan bahwa tutup galon tersebut mudah lepas, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan dan keamanan airnya. Hal ini menunjukkan relasi sebab-akibat, di mana harga AQUA yang lebih tinggi menjamin galon yang lebih sehat dan higienis.</p></li></ul><ul><li><p><strong>Perbandingan:</strong> Dalam iklan AQUA membandingkan tampilan mikroskopik pada air produk AQUA dengan merk lain untuk menekankan bahwa AQUA adalah produk air minum yang terjamin kualitasnya dan diproduksi sesuai standar kesehatan. </p></li></ul><ul><li><p><strong>Menjelaskan Suatu Proses:</strong> Iklan ini juga menampilkan proses produksi galon AQUA sebelum diedarkan, yang diklaim telah dicuci sebanyak 20 kali. Hal ini memperkuat pesan bahwa <em>Aqua</em> berusaha menonjolkan keunggulannya dalam hal kebersihan dan kualitas dibandingkan dengan merk lainnya.</p></li></ul><ul><li><p><strong>Menceritakan:</strong> Iklan ini menggunakan storytelling untuk menyajikan informasi, dengan latar rumah tangga di mana sang suami baru saja membeli galon non-AQUA. Cerita ini membantu menghubungkan audiens dengan situasi yang relatable, sehingga pesan tentang keunggulan AQUA dapat disampaikan dengan lebih efektif.</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Rhetorical Appeals:</strong></p><ul><li><p><strong>Logos:</strong> Iklan ini menampilkan berbagai adegan yang mendukung klaim AQUA, seperti perbandingan tampilan mikroskopik antara air AQUA dan air merk lain, proses produksi galon AQUA yang dibersihkan 20 kali, dan penggunaan teknologi double injection pada tutupnya. Teks yang menunjukkan "Air dengan proses tidak higienis" pada galon non-AQUA semakin memperkuat argumen bahwa AQUA lebih sehat dan lebih bersih dibandingkan merk lainnya.  </p></li><li><p><strong>Ethos:</strong> Kredibilitas AQUA ditegaskan melalui penekanan pada standar produksi yang memenuhi syarat kesehatan. Penggunaan logo AQUA, yang sudah dikenal luas oleh konsumen, semakin memperkuat kepercayaan terhadap merek ini.  </p></li><li><p><strong>Pathos:</strong> Iklan ini menggunakan latar rumah tangga dan tokoh suami istri yang mudah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari untuk menggugah audiens agar memilih galon AQUA. Selain itu, dialog "jadi mending murah apa sehat?" menguatkan pendekatan emosional, yang menekankan bahwa meskipun AQUA lebih mahal, produk ini lebih sehat dan aman.  </p></li><li><p><strong>Kairos:</strong> Nada yang digunakan oleh tokoh wanita dalam mempertanyakan higienitas dan keamanan galon non-AQUA sangat tepat untuk meyakinkan audiens tentang pentingnya memilih AQUA. Iklan ini juga dirilis pada saat banyak perdebatan mengenai keamanan galon air minum, menjadikan waktu yang tepat untuk menunjukkan bahwa AQUA adalah pilihan yang aman dan terpercaya.</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Rhetorical Devices:</strong></p><ul><li><p><strong>Metaphor:</strong> Visual yang menggambarkan perbedaan antara air murah (dengan kualitas diragukan) dan AQUA yang sehat memberikan metafora bahwa kesehatan adalah investasi, bukan pengeluaran murah.  </p></li><li><p><strong>Anaphora:</strong> Kalimat promosi yang mengulang "AQUA 100% Murni 100% Aman" digunakan untuk menegaskan pesan utama mengenai kualitas dan keamanan produk.  </p></li><li><p><strong>Simile:</strong> Kalimat "Jadi mending murah apa sehat pah?" menyiratkan bahwa memilih yang murah bisa berisiko bagi kesehatan, menghubungkan harga dengan dampak kesehatan.  </p></li><li><p><strong>Personification:</strong> Air dalam iklan digambarkan memiliki sifat "memilih," yang memengaruhi kesehatan, memberikan kesan bahwa air minum berkualitas berperan aktif dalam menjaga tubuh.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=3g-LaXhxrNI" />
         <pubDate>2024-11-16 13:41:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3219951755</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iklan Indomie &quot;Hype Abis Kebab Rendang&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3220032044</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/QvAVxrK_D30?si=XSI1OWbZUJxlYgao">https://youtu.be/QvAVxrK_D30?si=XSI1OWbZUJxlYgao</a></p><p><br></p><ol><li><p>Rhetoric Situation</p><p>Iklan ini bertujuan untuk memasarkan varian baru dari Indomie dengan gabungan rasa Kebab Turki dan Rendang padang yang dinamakan Indomie HypeAbis Kebab Rendang. Iklan ditujukan kepada audiens yang suka dengan citarasa masakan khas Indonesia dan makanan khas Turki. Iklan juga ditujukan pada konsumen atau penonton yang mencari inovasi baru dari produk makanan</p></li><li><p>Rhetoric Appeals</p><ul><li><p>Ethos: Iklan Indomie “Hype abis kebab rendang” ini menggunakan influencer atau tokoh publik untuk membangun kredibilitas atau kepercayaan penonton/konsumen yang menunjukkan bahwa produk Indomie rasa baru tersebut disukai banyak orang terutama tokoh publik yang dinilai memiliki pengaruh dalam penjualan atau keputusan konsumen dalam membeli produk.</p></li><li><p>Pathos: Dalam iklan “Hype abis kebab rendang” Indomie menggunakan elemen emosional yang dapat menarik perhatian penonton/konsumen, membuat rasa lapar dan nostalgia dengan tampilan visual yang menggugah selera dan musik yang ceria sehingga dapat memunculkan kesan atau kenangan positif seperti momen kebersamaan yang terlihat dalam iklan tersebut.</p></li><li><p>Logos: Dalam iklan “Hype abis kebab rendang” Indomie juga memberikan argumen yang logis dengan menunjukkan keunikan pada produknya, seperti rasa unik dari kebab dan rendang yang dikombinasi dan dijadikan dalam satu produk. Rasa unik dari Indomie tersebut yang mungkin dapat mengundang perhatian penonton untuk mencoba sehingga bisa memperkuat daya tarik dan jualnya.</p></li><li><p>Kairos: Tayangnya iklan Indomie “Hype abis kebab rendang” ini bertepatan dengan tren makanan kekinian yang sedang naik daun di kalangan masyarakat. Dengan memanfaatkan momen tersebut, Indomie berhasil mengundang perhatian penonton atau konsumen yang mencari inovasi baru dalam produknya seperti rasa unik dari kombinasi rendang dan kebab yang menggabungkan rasa tradisional dengan konsep modern. Selain itu, iklan ini menghadirkan elemen visual dan narasi yang relevan dengan konteks sosial saat ini sehingga dapat menciptakan urgensi bagi penonton/konsumen untuk mencoba produk tersebut.&nbsp;</p></li></ul></li><li><p>Rhetorical Device</p><p>Anaphora: Banyak menekankan pada klausa tertentu di ujung kata. Seperti pada kalimat “Inovasi indomie hype abis, Kebab turki dan rendang padang yang enaknya ngehits, di-mix…” dan “Makin delicious makin endeus” serta “Indomie hype abis kebab rendang mix asiks“ untuk menghibur dan memudahkan pembaca dengan mengingat pengulangan klausa di ujung-ujung kalimat yang penyebutannya sama.</p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-16 16:06:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3220032044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3220041902</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/AU1gmFQhy3s?si=aC5SONuXMtvGW1JF">https://youtu.be/AU1gmFQhy3s?si=aC5SONuXMtvGW1JF</a></p><p><br></p><p><strong>Iklan Pepsi “PEPSI CHASE CARS”</strong></p><p><br></p><p>Kelompok Transformasi</p><p>Tamarchya Mianna - 225120207111054</p><p>Muhammad Haikal Ammarullah - 225120207111065</p><p>Samara Ashley Timothea Joesop - 225120207111112</p><p><br></p><p><strong>1. Rhetorical Situation:</strong></p><p>Pepsi dipasarkan sebagai minuman yang paling pas untuk diminum bersama dengan Pizza. Kalimat “Pizza Taste Better When Chased by a Pepsi” diterjemahkan menjadi “Pizza terasa lebih baik jika di kejar oleh Pepsi”. Secara logis kalimat tersebut kita bisa mengartikannya sebagai, saat kita memakan Pizza akan lebih enak jika bersamaan dengan meminum Pepsi. Namun, Pepsi melakukan hal tersebut secara harafiah dan benar-benar mengejar para pengantar Pizza untuk memberikan Pepsi kepada pelanggan</p><p><br></p><p><strong>2. Rhetorical Appeals:</strong></p><p>- Logos: Pizza akan lebih enak untuk dimakan bersama dengan Pepsi. Maka dari itu Pepsi mengejar berbagai pengantar pizza untuk memastikan pelanggannya mendapatkan Pepsi untuk di minum bersama dengan Pizza (0:05) ~ “Pizza Taste Better When Chased by a Pepsi”</p><p> - Etos: Dalam video tersebut terlihat bahwa pepsi mencoba untuk meyakinkan kepada audiens bahwa pepsi sangatlah cocok untuk dinikmati bersamaan dengan pizza. Selain itu terdapat juga testimoni yang mengatakan pizza dan pepsi adalah kombinasi yang sempurna. (1:01) ~ “That’s the perfect combo”</p><p>- Pathos: Iklan ini mampu mempersuasi secara emosional karena adanya personal connections yang menampilkan dialog dan situasi sehari-hari. Situasi yang diangkat iklan menjadi suatu kebiasaan masyarakat sehari-hari, yaitu memesan Pizza, sehingga penonton tidak asing dan merasa relatable, serta memiliki koneksi terhadap narasi iklan. Lalu, dalam iklan, dialog dikatakan dengan informal dan santai layaknya seperti saat kita bertemu dengan pengantar Pizza. Kemudian, reaksi pengantar Pizza saat diikuti oleh Pepsi juga sewajarnya kita menghadapi orang yang tiba-tiba mengikuti kita, dimana pengantar Pizza menjadi kebingungan dan kesal. </p><p>- Kairos: Iklan ini memanfaatkan kairos dengan menghubungkan Pepsi ke momen relevan, salah satunya seperti saat menikmati pizza yang merupakan kebiasaan umum dalam budaya santai modern. Pepsi menciptakan konteks emosional yang akrab dan meningkatkan daya tariknya. Strategi ini efektif karena menyampaikan pesan pada waktu yang tepat, di mana audiens sudah memiliki hubungan emosional dengan aktivitas bersantai, makan bersama, atau menonton acara. Selain itu, Tone of voice dalam iklan ini bersifat santai, menyenangkan, dan energik, sesuai dengan suasana santai saat menikmati pizza bersama teman atau keluarga. Penggunaan nada ini mendukung konsep kairos dengan menciptakan suasana yang cocok untuk audiens, terutama dalam momen relaksasi.</p><p><br></p><p><strong>3. Rhetorical Device</strong></p><p>Personafication -&gt; menggunakan kata “chased” seolah Pepsi bida mengejar Pizza. Namun jika diartikan secara logis maskdunya adalah setiap satu gigitan Pizza harus langsung didampingi dengan Pepsi. </p><p>Pepsi kemudian membalut kalimat tersebut secara harafiah dan bener-benar mengejar pengantar Pizza untuk memberikan Pepsi kepada pelanggan agar dapat dinikmati dengan Pizza.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/AU1gmFQhy3s?si=aC5SONuXMtvGW1JF" />
         <pubDate>2024-11-16 16:25:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3220041902</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iklan: Gojek Mempersembahkan: Cerdikiawan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3220055409</link>
         <description><![CDATA[<p>Gojek Mempersembahkan: Cerdikiawan </p><p>1. Rafi Arya Firdaus 225120207111056</p><p>2. Alvian Ismail</p><p>225120201111055</p><p>3. Muhammad Aufaa Malik</p><p>225120207111007</p><p>4. Rizqia R </p><p>215120207111074</p><p>5. Faza Fauzan Farzandi 225120207111091</p><p>6.Muhammad Aiman Muafa</p><p>215120219111001</p><p>1. Rhetorical Situation</p><p>Mempromosikan layanan Gojek sebagai solusi untuk tiap permasalahan sehari-hari</p><p>2. Rhetorical Appeals</p><p>- Logos: Gojek mengajak para audiensnya untuk menjadi cerdikiawan yang mempu untuk menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif</p><p>- Etos: Gojek menunjukkan bahwa layanan yang dimilikinya dapat menjadi solusi untuk tiap permasalahan sehari-hari yang dihadapi penggunanya </p><p>- Pathos: Gojek menunjukkan bahwa tiap orang dapat menjadi cerdikiawan yang memiliki cara unik dan kreatif tersendiri dalam menyelesaikan masalah pada kehidupan sehari-hari dan mengajak audiensnya untuk turut serta menjadi cerdikiawan dengan menggunakan layanan gojek</p><p>- Kairos: </p><p>Ini kisah para cerdikiawan (Pause)</p><p>Anak Bangsa yang berkarya dengan kecerdikan (Pause)</p><p>Segala Perkara dapat dituntaskan - Garpu pun jadi alat berbagi kesejukan (pause)</p><p>Lika-liku jalanan tak mampu mengusik - menyangga kepala jadi inspirasi bagi yang melirik (Pause)</p><p>Mereka menantang aturan klasik - kuah, mi, bakso, kompak satu plastik (Pause)</p><p>Dan bukan (sound and ambience up) </p><p>bukan demi eksistensi (pause)</p><p>Namun ranah lebih untuk memperkaya galeri selfie (pause)</p><p>Mereka menerobos semua permasalahan (pause)</p><p>Lepas tangan pun bisa telponan (silence)</p><p>Menakjubkan (pause)</p><p>Setiap hari mereka menyirami diri dengan gagasan (pause)</p><p>Terus Melangkah dalam ruang gerak yang minimal (pause)</p><p>Melampaui batas dengan penuh akal (silence)</p><p>Jadilah Cerdikiawan (pause)</p><p>Dan raih ragam solusi untuk tiap solusi (pause)</p><p>Layaknya aplikasi karya anak bangsa (pause)</p><p>#PastiAdaJalan</p><p>3. Rhethorical Device: </p><p>Analogy</p><p>Metaphor</p>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/viUwhsB00i8?si=nu2iKRIac8f1Y3B6" />
         <pubDate>2024-11-16 16:52:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3220055409</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iklan SariWangi &quot;Jaga Kadar Kolesterol di Bulan Ramadhan dengan SariWangi 100% Teh Asli&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3220057760</link>
         <description><![CDATA[<p>Link: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/Oq0xeMrmTRg?si=dMhQ0_192ATO8MQL">https://youtu.be/Oq0xeMrmTRg?si=dMhQ0_192ATO8MQL</a></p><p><br></p><p>Nama Anggota</p><p>1. Rai Shaban Zulkarnaen (225120200111018)</p><p>2. Qonita Azkiyyah (225120200111043)</p><p>3. Sandrina Anjelita (225120200111047)</p><p>4. Rizky Rachmadi Rahmatullah (225120207111033)</p><p>5. Muhammad Rifqi Prananda (225120207111133)</p><p><br></p><ol><li><p>Rhetorical Situation</p><p>Video ini memiliki tujuan untuk membujuk konsumen agar memilih Sariwangi 100% Teh Asli sebagai minuman pilihan selama bulan Ramadhan, khususnya bagi mereka yang ingin menjaga kadar kolesterol dan memperkuat posisi Sariwangi sebagai merek teh yang sehat dan alami serta relevan dengan kebutuhan konsumen modern. </p></li></ol><p><br></p><ol start="2"><li><p>⁠Rhetorical Appeals</p></li></ol><ul><li><p>Logos: </p><p>Iklan ini menyertakan informasi rasional terkait manfaat teh dalam membantu menjaga kadar kolesterol. Terdapat kandungan flavonoid yang dapat menjaga kadar kolesterol dan disertakan jurnal penelitian terkait fungsi flavonoid dalam menurunkan kadar kolesterol.</p></li><li><p>Ethos:</p><p>Teh Sariwangi ditampilkan sebagai produk yang dipercaya keluarga Indonesia selama bertahun-tahun. Kredibilitas diperkuat dengan klaim manfaat kesehatan teh yang relevan dengan tema kolesterol. </p></li><li><p>Pathos:</p><p>Iklan ini menampilkan suasana Ramadhan yang hangat, melibatkan momen berbuka puasa bersama keluarga. Visual ini membangun ikatan emosional dengan audiens dan memanfaatkan rasa kebersamaan.</p></li><li><p>Kairos:</p><p>Iklan secara khusus menargetkan bulan Ramadhan, momen di mana banyak orang memperhatikan pola makan dan kesehatan.</p></li></ul><p><br></p><ol start="3"><li><p>Rhetorical device</p></li></ol><ul><li><p>Anaphora:</p><p>Terdapat pengulangan frasa seperti “Makan enak” dan “Kadar kolesterol terjaga” yang bertujuan untuk menekankan pesan utama.</p></li><li><p>Alliteration:</p><p>Terdapat pengulangan bunyi konsonan akhir pada dua kata dalam satu kalimat, yaitu "Paling enak makan gorengan"</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=Oq0xeMrmTRg" />
         <pubDate>2024-11-16 16:58:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilasyfh/auqzviftyx8n7ysp/wish/3220057760</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
