<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sejarah Perkembangan Pers Pada Era Reformasi  by B.</title>
      <link>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-30 06:00:06 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-01 14:04:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3610782299</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Chayara Rameyza (210610250070)</p><p>2. Dessyifa Chaerunnisa (210610250061)</p><p>3. Gina Sonya (210610250064)</p><p>4. Sandrina Hendayu Eka Putri (210610250055)</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 06:27:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3610782299</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perombakan Regulasi Pers </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3610800120</link>
         <description><![CDATA[<p>• Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, merombak aturan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), sehingga para wartawan lebih mudah mendapatkan surat izin tersebut.</p><p><br/></p><p>• Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, membubarkan Departemen Penerangan karena departemen inilah yang mengurus pembuatan SIUPP.</p><p><br/></p><p>• Pada tanggal 23 September 1999, Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 yang mengatur kebijakan pers diresmikan. Undang-undang ini menggantikan Undang-undang pers pada era Orde Baru yang dianggap mengekang media massa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 06:39:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3610800120</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemunculan Organisasi Pers dan Kode Etik Jurnalistik </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3610801369</link>
         <description><![CDATA[<p>Jurnalis menghimpun diri dalam organisasi profesi yaitu pers, sesuai dengan yang terkandung dalam pasal 5 ayat 1 UU No. 40/1999. Organisasi pertama yang didirikan adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946. </p><p><br/></p><p>Organisasi profesi jurnalistik dianggap penting karena mampu membantu institusi jurnalistik dalam mengembangkan pelaku profesi yang ada di dalamnya</p><p><br/></p><p>Kode etik jurnalistik muncul pada sekitar tahun 1900-an sebagai buah dari kebebasan pers pada masa reformasi. Sedangkan kode etik jurnalistik berdasarkan UU No. 40/1999 adalah himpunan profesi kewartawanan.</p><p><br/></p><p>Pengaplikasian kode etik jurnalistik masih lemah, hingga tahun 2005, Dewan Pers telah menerima 650 pengaduan. Sementara AJI mencatat dari 1989-2005 ada 33 kasus gugatan pada pers. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 06:40:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3610801369</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3611730354</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah reformasi yang bergerak pada tahun 1998, pers Indonesia&nbsp; mengalami perubahan luar biasa dalam mengekspresikan kebebasan yaitu, kebebasan berbicara, publikasi, dan kritik dalam karya jurnalistik. Dalam ranah hukum undang-undang pers pun direvisi sehingga menghapus beberapa ketentuan yang menghalangi kebebasan pers di Indonesia, selain itu pada masa ini pula terbentuknya UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers terkait jaminan kebebasan pers di Indonesia. Era reformasi ini ditandai dengan terbukanya kebebasan informasi dan kebebasan ini ditunjukkan dengan dipermudahnya pengurusan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) saat berada dibawah naungan kepemimpinan presiden B.J. Habibie.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 16:14:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3611730354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Ekonomi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3611902135</link>
         <description><![CDATA[<p>Sejak era Reformasi setelah runtuhnya rezim Orde Baru pada 21 Mei 1998, pers di Indonesia mengalami kebebasan yang jauh lebih besar. Kebebasan ini memungkinkan media massa dab media cetak seperti surat kabar, untuk berkembang pesat tanpa tekanan politik yang sebelumnya sangat ketat. Peringanan izin SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) juga melonggarkan kontrol pemerintah, sehingga penerbitan pers dapat tumbuh lebih subur tanpa hambatan dari pemerintahan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 18:02:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3611902135</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Politik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3611983677</link>
         <description><![CDATA[<p>Kejatuhan rezim Orde Baru pada Mei 1998 membawa perubahan besar dalam kehidupan politik dan sosial Indonesia, terutama dalam kebebasan pers. Pada masa Orde Baru, pers sangat dibatasi dengan berbagai pelarangan, penyensoran, dan pembredelan yang ketat. Namun, setelah rezim tersebut runtuh, semua pembatasan tersebut dicabut sehingga pers bisa beroperasi lebih bebas.</p><p><br/></p><p>Salah satu perubahan penting adalah peringanan izin usaha penerbitan pers (SIUPP) yang sebelumnya menjadi alat kontrol pemerintah terhadap media. Dengan dirungankannya SIUPP, banyak perusahaan pers baru bermunculan di berbagai media seperti cetak, televisi, dan radio. Dengan kebebasan yang lebih besar, pers kini bisa menjalankan fungsinya secara optimal sebagai pengawas pemerintah. Kebebasan pers ini menjadi salah satu pilar penting dalam demokrasi Indonesia pasca-Orde Baru.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 19:00:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3611983677</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Sosial Masyarakat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3612193333</link>
         <description><![CDATA[<p>Reformasi pada media sendiri ialah pers dapat bersuara dengan bebas, maka pada tahun-tahun awal era Reformasi terjadi pembludakan media massa, banyaknya informasi yang diterima oleh Massa tanpa adanya pembungkaman menjadi pembeda media era reformasi dengan media dari zaman-zaman yang lain, hal ini juga memengaruhi minat baca masyarakat terhadap media cetak seperti koran yang pada saat masa reformasi berubah dari yang awalnya koran mingguan menjadi koran harian.</p><p><br/></p><p>Pers kian menjurus ke dalam sistem pers yang liberal karena adanya euforia kebebasan dengan tidak ada lagi ketentuan regulasi yang represif yang menekan pihak media dan masyarakat di era reformasi. Di era Reformasi, masyarakat dapat dengan&nbsp; bebas&nbsp; meluncurkan kritik-kritik tajam dan kritis&nbsp; kepada&nbsp; pemerintah sebagai bentuk untuk membuat Indonesia lebih baik lagi, baik secara&nbsp; langsung&nbsp; melalui aksi demonstrasi&nbsp; ataupun&nbsp; melalui&nbsp; media&nbsp; digital.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 22:53:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kindlespear/asa0ulao6iysmtjd/wish/3612193333</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
