<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKANKI HADJAR DEWANTARA MODUL 1.1 by Pengajar H. HARI INDARJOKO</title>
      <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-06-27 03:24:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-07-09 11:26:31 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</title>
         <author>201510900342</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039321419</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 03:26:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039321419</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya? </title>
         <author>201510900342</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039322309</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 03:27:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039322309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?  </title>
         <author>201510900342</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039334089</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 03:35:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039334089</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik?</title>
         <author>201510900342</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039334674</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 03:35:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039334674</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ervani</title>
         <author>ervanifarida86</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039597771</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya saat menggunakan media wordwall sebagai kuis, siswa tidak mau pulang dan pengen terus bermain dalam kuis matematika wordwall yang saya buat. dari sini terlihat anak2 bahagia dengan pembelajaran yang saya lakukan</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di sekolah dengan menerapkan 5S dan memberi contoh dengan keteladanan</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman karena 2 faktor ini tidak bisa dipisahkan dari diri siswa, setiap siswa memiliki kodrat alam berkaitan dengan karakter dan budaya yang berbeda juga tantangan zaman yang berbeda dari masa ke masa</p></li><li><p>pendidikan yang berhamba yaitu memfokuskan perhatian dan kasih sayang kita hanya untuk peserta didik dalam mendampingi proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:32:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039597771</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Supriyanto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039598311</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya dalam menerapkan pembelajaran KHD adalah pembelajaran P5 dengan tema kearifan lokal. Saya memfasilitasi siswa saya untuk mencari kebudayaan lokal di lingkungan bandar kidul yang dapat kita angkat bersama, dan kelas saya mampu berdiskusi bersama memecahkan masalah yang diberikan dengan baik. Terpilihlah batik tenun bandar kidul. Disini siswa saya belajar bagaimana mengenal budaya lokal, melestarikan, berkolaborasi dengan produksi batik tenun, bekerja sama, dan melatih skill sosial mereka</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:33:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039598311</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039599179</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saya pernah mempunyai seorang murid, dia adalah pindahan dari sebuah sekolah dan di sekolah lama dia dikeluarkan dengan alasan tidak mampu mengikuti pelajaran dan pembuat ulah. Setelah pindah ke sekolah saya, saya memperlakukan dia sama seperti siswa yang lain dan tidak pernah menjugde negatif dia. Hasilnya sangat luar biasa, dan berubah 180 derajat</p></li><li><p>saya memberi kebebasan pada murid tapi terkait konteks sosial budaya di situ saya selalu memantau mereka.</p></li><li><p>karena setiap anak mempunyai sifat dan lingkungan serta jaman yang berbeda. sehingga pengajaran setiap anak berbeda antara 1 anak dengan anak lainnnya.</p></li><li><p>menghamba di sini memiliki arti kita menuntun dan memberi kemerdekaan kepada anak tanpa pernah memaksakan mereka. tapi kita tetap memantau dan membimbing mereka ketika mereka mulai berbelok arah.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:34:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039599179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>pengalaman saya mencerminkan pemikiran KHD</title>
         <author>frankiasmoro25</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039599663</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengalaman proses pembelajaran terkait pemikiran Ki hadjar Dewantara yakni menjadi contoh yang baik di depan peserta didik, berperilaku yang santun, berbicara yang sopan dan mengajarkan etika senyum, salam dan sapa kepada peserta didik kita di sekolah.<br>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah adanya pendampingan kepada anak-anak ketika akan ke sekolah atau keluar rumah diajarkan untuk selalu berpamitan dengan orang tua serta mencium tangan kedua orang tua.<br>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman harus diseimbangkan karena tiap anak ketika telah lahir membawa kodrat nya masing-masing namun dalam menyelenggarakan pendidikannya menjadi manusia yang utuh dan bisa bergabung ke dalam masyarakat disesuaikan dengan kodrat zaman, karena hal ini didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang.<br>Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba/berpihak pada anak yakni pendidikan harusnya berpusat pada peserta didik yakni peserta didik bukan dilihat sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek. Berikan mereka kesempatan dan fasilitas mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:34:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039599663</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Supriyanto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039600170</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun dalam sosial budaya di daerah saya adalah memfasilitasi siswa untuk berpikir kreatif dan kritis bagaimana siswa dapat melestarikan produk lokal dan mampu mengenalkan batik tenun ke orang lain. Memfasilitasi baik secara batin maupun teknologi untuk mendukung kreatifitas mereka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:35:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039600170</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ulfa kostansetiani</title>
         <author>ulfakostansetiani02</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039600246</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Kata menuntun dalam Pendidikan menurut pendapat saya berarti mendampingi, memberikan arahan, mengantar, membimbing, mengendalikan, mengajak&nbsp;&nbsp; dan&nbsp; menasehati&nbsp; peserta&nbsp;&nbsp; didik&nbsp;&nbsp; agar&nbsp; dapat&nbsp;&nbsp; mengembangkan&nbsp;&nbsp; bakat&nbsp; dan potensi&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; dimilikinya serta berkolaborasi dengan&nbsp; anak, memberikan ruang berfikir kritis, anak melakukan refleksi dengan komunikasi yang kreatif dan inovatif.&nbsp;&nbsp; Langkah&nbsp;&nbsp; awal&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; dapat&nbsp;&nbsp; dilakukan&nbsp;&nbsp; pendidik&nbsp;&nbsp; dalam menuntun peserta didik yakni dengan&nbsp; memberikan kesempatan kepada mereka untuk memilih dan berpendapat. Dan yang diharapkan dari kegiatan “menuntun” ini yakni&nbsp;&nbsp; menjadikan&nbsp;&nbsp; peserta&nbsp;&nbsp; didik&nbsp;&nbsp; sebagai&nbsp;&nbsp; manusia&nbsp;&nbsp; merdeka&nbsp;&nbsp; dan&nbsp;&nbsp; sebagai&nbsp;&nbsp; anggota masyarakat sosial yang berbudidaya.</p></li><li><p>Makna kata menuntun dalam konteks sosial budaya (nilai-nilai luhur budaya) di daerah adalah bagaimana cara kita sebagai penididik memberikan arahan, bimbingan, mengajak dan menasehati peserta didik agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dengan tetap mengikuti norma yang berlaku di masyarakat. Di daerah saya (Kota Blitar) terdapat ungkapan wong jowo ojo ngasi ilang jowone jadi dimaksudkan dari ungkapan tersebut adalah kita sebagai orang jawa haru tetap menjunjung tinggi dan melestarikan kebudayaan yang ada di daerah&nbsp; serta hidup dengan&nbsp; mengikuti&nbsp; aturan&nbsp; dan&nbsp; pantangan&nbsp; yang&nbsp; berlaku&nbsp; di dalam lingkungan&nbsp; masyarakat. Yang saya&nbsp; dapat&nbsp; lakukan&nbsp; untuk mewujudkan&nbsp; Pendidikan yang relevan dengan konteks sosial budaya di&nbsp; daerah saya yaitu dengan memberikan bimbingan, menasehati serta menyisipkan nilai-nilai&nbsp; moral&nbsp;&nbsp; daerah&nbsp; ke&nbsp;&nbsp; dalam&nbsp; proses&nbsp; pembelajaran&nbsp;&nbsp; dan&nbsp; menyajikan&nbsp; pembelajaran yang berbasis kearifan lokal.</p></li><li><p>Dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, kita dapat membentuk pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak. Pendidikan anak harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena karakteristik &nbsp;setiap anak berbeda-beda, pendidik dalam memberi didikan kepada anak harus diselaraskan dengan kodrat alam anak yang sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, seorang pendidik tidak bisa menghapus sifat dasar anak, yang bisa dilakukan menunjukan dan membimbing anak agar tercipta dalam dirinya sifat baik dan sifat buruk perlahan hilang. Kodrat alam merupakan kondisi anak sejak&nbsp;&nbsp; lahir&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; dipengaruhi&nbsp;&nbsp; kultur&nbsp;&nbsp; budaya&nbsp;&nbsp; dan&nbsp;&nbsp; lingkungan&nbsp;&nbsp; tempat&nbsp;&nbsp; anak&nbsp;&nbsp; berada. Sedangkan&nbsp; kodrat&nbsp; zaman&nbsp; adalah&nbsp; perubahan&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; selalu&nbsp; terjadi&nbsp; dari&nbsp; waktu&nbsp; ke&nbsp; waktu. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kondisi atau karakteristik peserta didik di tiap daerah di Indonesia berbedea-beda (kodrat alam) serta perkembangan&nbsp;&nbsp; teknologi&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; semakin&nbsp;&nbsp; pesat&nbsp;&nbsp; juga&nbsp;&nbsp; mengubah&nbsp;&nbsp; paradigma&nbsp;&nbsp; Pendidikan sehingga guru dituntut agar bersifat dinamis terhadap perubahan di bidang pendidikan.</p></li><li><p>Menurut paham saya, pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai "Pendidikan yang Berhamba Pada Anak" masih sangat relevan dengan peran saya sebagai pendidik dalam mengarahkan dan membimbing anak-anak dalam proses pendidikan. Konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan yang berhamba pada anak diharapkan pendidik bisa memahami perannya yang bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing.Dalam hal ini pendidikan harus dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak, baik secara budi maupun pekerti, yang mencakup aspek cipta, rasa, karsa, yang menghasilkan tenaga. Dari sini dapat saya lihat bahwa nilai-nilai ini sudah diterapkan dengan baik untuk perkembangan anak terutama di sekolah. Saya menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengasah kemampuan, dan pemahaman intelektual semata, akan tetapi juga membentuk karakter dan moral yang kokoh untuk anak-anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:35:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039600246</guid>
      </item>
      <item>
         <title>mochamad zudha</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039600258</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya guru di jaman sekarang merupakan guru yang multi peran disamping ia mencoba mengembangkan pemikiran anak yang sesuai pemikiran jaman sekarang dan menuntun agar kemajuan yang ada tidak melupakan adab, nilai kemanusian yang merupakan kodrat alam sehingga mampu mandiri menjadi manusia dan anggota masyarakat yang lebih baik</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:35:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039600258</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Supriyanto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039600593</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Pendidikan yang memperhatikan kodrat alam membantu siswa memahami dan menghargai lingkungan serta budaya lokal, aplaagi kita tahu bahwa indonesia memiliki budaya yang sangat beragam di setiap daerahnya. Dengan mengintegrasikan unsur-unsur ini ke dalam kurikulum, siswa dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya dan alam mereka.</p><p>Pendidikan harus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan informasi yang pesat. Kodrat zaman mengacu pada kemampuan untuk mengikuti dan beradaptasi dengan perkembangan global. Di era digital ini, siswa perlu dibekali dengan keterampilan teknologi, literasi digital, dan pemikiran kritis agar bisa bersaing di tingkat global.</p><p> Menggabungkan kedua aspek ini membantu dalam pengembangan karakter dan moral siswa. Pendidikan tidak hanya tentang transfer pengetahuan tetapi juga pembentukan karakter yang kuat dan adaptif. Dengan memahami kodrat alam, siswa belajar tentang tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan. Dengan memahami kodrat zaman, mereka belajar tentang adaptabilitas, inovasi, dan kepemimpinan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:36:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039600593</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039601031</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>karna setiap anak sudah memiliki kodratnya dari masing-masing, tugas kita sesuai dengan KHD adalah mengembangkan nya sesuai dengan kodratnya yang dibekali juga dengan keterampilan abad 21 yang tidak lupa tetap mengutamakan karakter dan budaya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:36:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039601031</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marjono - 1. Pengalaman Pembelajaran yang Merefleksikan Pemikiran Ki Hajar Dewantara</title>
         <author>bangjon08</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039601663</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai Guru Kelas 6 di SD Plus Rahmat Kota Kediri, saya pernah menerapkan metode pembelajaran proyek di mana siswa bekerja dalam kelompok untuk membuat presentasi tentang sejarah Kediri. Mereka melakukan penelitian, berbagi tugas, dan saling membantu. Pendekatan ini merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menekankan pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar dari pengalaman dan lingkungan mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:37:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039601663</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fifi Khoirillah _kota kediri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039602382</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembelajaran yang berpusat pada anak, dan guru membimbing dan menuntun siswa untuk memunculkan ide dan gagasan sehingga menjadi pribadi yang berkualitas dan berkarakter </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:38:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039602382</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039602503</link>
         <description><![CDATA[<p>EVA YULIAWATI</p><ol start="4"><li><p>Menghormati dan Memuliakan Anak: Relevansi pemikiran KHD bahwa pendidikan harus berhamba pada anak juga memiliki makna yang lebih luas. <strong>Seorang guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak, sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka</strong>.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:38:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039602503</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Salasiyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039602863</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;Sebagai pendidik memberikan ruang untuk eksplorasi dan pengembangan diri siswa sesuai dengan potensi mereka. Kedua, pendidikan yang berhamba pada anak juga mengintegrasikan nilai-nilai moral dan karakter dalam setiap aspek pembelajaran, untuk membangun kepribadian yang kuat dan bermartabat. Ketiga, proses ini melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pengambilan keputusan seperti kesepakatan Bersama di kelas</p><p>2.&nbsp;Di Kota Kediri, konsep 'menuntun' dalam konteks sosial budaya tercermin melalui berbagai inisiatif dan kegiatan yang mengedepankan pendidikan dan penghargaan terhadap kearifan lokal. Program pendidikan seperti momen memakai baju adat khas Kediri di sekolah dan kunjungan ke situs sejarah penting seperti museum airlangga, dapat membantu mengajarkan nilai-nilai tradisional kepada generasi muda dan memperkuat pemahaman akan identitas budaya daerah.</p><p>3.&nbsp;Pendidikan membutuhkan pertimbangan terhadap kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua faktor ini berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter individu dan evolusi masyarakat. Kodrat alam mengacu pada hubungan manusia dengan lingkungan alamnya, yang penting untuk membangun kesadaran ekologis dan praktik berkelanjutan di kalangan generasi muda. Sementara itu, kodrat zaman menuntut pendidikan agar relevan dengan perubahan teknologi dan dinamika sosial saat ini.</p><p>4.&nbsp;Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara mencakup beberapa elemen penting. Pertama, pendekatan ini mengedepankan kebebasan dan keunikan setiap siswa dalam pembelajaran. Ini berarti saya sebagai pendidik memberikan ruang untuk eksplorasi dan pengembangan diri siswa sesuai dengan potensi mereka. Kedua, pendidikan yang berhamba pada anak juga mengintegrasikan nilai-nilai moral dan karakter dalam setiap aspek pembelajaran, untuk membangun kepribadian yang kuat dan bermartabat. Ketiga, proses ini melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pengambilan keputusan seperti kesepakatan Bersama di kelas dan penguatan identitas sebagai bagian dari komunitas belajar yang lebih luas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:38:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039602863</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Maesaroh</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039603001</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Mendidik sesuia kodrat zaman, yakni memberikan kemudahan peserta didik dalam mengeksplore dan mencari sumber belajar melalui internet dengan pendampingan menyeluruh</p></li><li><p>Memberi pengetahuan kepada peserta didik terkait sosial budaya didaerah kita, sehingga mereka bisa mengenali budaya yang ada, dan mampu beradaptasi dengan budaya yang ada</p></li><li><p>Agar sebagai pendidik, kita mampu memberikan pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan zaman</p></li><li><p>Sebagai pendidik kita mampu memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak didik kita.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:39:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039603001</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marjono - 2. Bagaimana perwujudan “Menuntun” dalam Konteks Sosial Budaya di daerah saya?</title>
         <author>bangjon08</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039603444</link>
         <description><![CDATA[<p>Di daerah Kota Kediri, prinsip "MENUNTUN" dapat dilihat dalam tradisi masyarakat yang kuat dalam hal gotong royong dan kerja sama. </p><p>Contohnya adalah ketika ada acara adat atau perayaan, warga saling membantu dan bekerja sama tanpa pamrih. Ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan saling menuntun satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:39:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039603444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Supriyanto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039603586</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang "menghamba pada murid" menurut saya memiliki relevansi yang kuat dalam pendidikan modern saat ini. Dengan menerapkan prinsip ini, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa, mendukung pengembangan holistik, membangun hubungan positif, mendorong kemandirian, dan memfasilitasi pembelajaran kontekstual. Ini semua berkontribusi pada pembentukan individu yang berkarakter, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:39:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039603586</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marjono - 3. Pentingnya Implementasi Kodrat Alam dan Kodrat Zaman dalam Pendidikan di Indonesia</title>
         <author>bangjon08</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604134</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan di Indonesia perlu mengimplementasikan Kodrat Alam dan Kodrat Zaman untuk memastikan bahwa setiap individu dapat mengembangkan potensi alami mereka secara optimal (kodrat alam) sambil tetap relevan dengan perkembangan dan tuntutan zaman modern (kodrat zaman). Pendekatan ini akan menghasilkan generasi yang berkarakter kuat, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perubahan global.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:40:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604134</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wiwin Isti</title>
         <author>wiwinwahyuni49</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604586</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Menuntun dengan memberi teladan dalam berprilaku dan menggugah kodrat anak didik untuk memilah salah dan benar yang lantas mengamalkannya dalam kehidupan bersosialisasi </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:40:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604586</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Franki Asmoro ( Menuntun )</title>
         <author>frankiasmoro25</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604595</link>
         <description><![CDATA[<p>2. <strong>Menuntun</strong>&nbsp;juga berarti memastikan masyarakat tidak melanggar norma yang telah ada secara turun-temurun. Ini membantu memperkuat dan melestarikan nilai-nilai budaya yang kaya di daerah kami.Contoh konkret dari&nbsp;<strong>menuntun</strong>&nbsp;dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah menjadi panutan bagi peserta didik.&nbsp;Misalnya, membiasakan anak-anak untuk memulai dan mengakhiri kegiatan dengan doa, bersikap sopan, menerapkan prinsip 3S (senyum, salam, sapa) dalam keseharian, menghargai teman, serta mencintai lingkungan sekitar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:40:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SITI KARIMATUSSALAMAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604834</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pembelajaran yang berpusat pada siswa</p><ol start="2"><li><p>merancang pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan</p></li><li><p>menuntun bukan menuntut</p></li><li><p>menerapkan konsep merdeka belajar</p></li><li><p>menerapkan pembelajaran berbasis dengan budaya lokal</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:40:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604834</guid>
      </item>
      <item>
         <title>yuli kris</title>
         <author>yuli3710</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604899</link>
         <description><![CDATA[<p>Dengan memahami kodrat alam, pendidikan dapat dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak, gaya belajar, dan minat mereka. Dengan mempertimbangkan zaman, pendidikan dapat membekali anak dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang mereka butuhkan untuk hidup di masa depan, dengan mempertimbangkan kodrat alam dan jaman maka pembelajaran yang berpusat pada anak akan lebih obtimal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:40:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>wa&#39;dullah 158B</title>
         <author>wadullah78</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604959</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD, sebelum pembelajaran siswa diberikan kesempata untuk memberikan masukan metode apa yang mudah dipahami, kita eksplorasi pengalaman, permasalahan yang dihadapi kemudian siswa mampu mempraktekkan ilmu yang telah diperoleh dan terakhir kita refleksikan pembelajaran yang telah dilewati</p></li><li><p>Perwujudan menuntun. Lingkungan sekolah yang dekat dengan taman dan ruang terbuka hijau, siswa kami sering diajak untuk belajar di alam terbuka tujuannya untuk memahami ekologi dan siswa belajar langsung tentang bagaimana hidup di alam untuk menjaga kelestrian dan bagaimana interaksi sosial yang ada di masyarakat. dan yang paling penting berikan mereka kesempatan untuk mengeksplorasi potensi yang mereka miliki</p></li><li><p>alam sebagai tempat kita tinggal, di dalamnya terdapat banyak ekosistem termasuk tempat berinteraksinya manusia, sudah selayaknya murid diberikan pemahaman bahwa di mana tempat dia berpijak di situlah dia mampu beradaptasi dan mengembangkan kompetensi yang mereka miliki</p><p>sedangkan kodrat zaman, karena kemajuan teknologi tidak bisa dipungkiri, maka teruslah berkembang mengikuti tren zaman</p></li><li><p>relevansi pendidikan yang berpihak pada anak, yaitu kita memberikan ruang pada anak untuk mengembangkan kemampuannya dan bisa memenuhi aspirasi anak dalam memperoleh pendidikan yang layak sesuai dengan zaman yang akan dia hadapi selanjutnya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:41:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039604959</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ardhi Tri Utomo_154A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605077</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah proses pembelajaran yang bisa membuat siswa antusias dan bermakna.</p></li><li><p>Menuntun bagi saya berarti kita harus terlebih dahulu memiliki kompetensi utnuk menjadi penuntuh.</p></li><li><p>Petimbangan kodrat alam dan zaman sangat perlu sebagai wujud komitmen proses pendidikan yang dapat menuntun dan menjaga kebudayaan dan peradaban bangsa</p></li><li><p>relevansi Pemikiran KHD tentang penghambaan pada anak adalah komitmen guru untuk mengidentifikasi kebutuhan dan cara belajar anak. yang dengan identifikasi tersebut merancang dan melaksanakan KBM yang dapat sesuai dengan kebutuhannya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:41:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605077</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marjono - 4. Relevansi Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang Berpihak pada Anak dalam Peran sebagai Pendidik</title>
         <author>bangjon08</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605123</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang berpihak pada anak-anak sangat relevan dalam peran saya sebagai pendidik. Ini berarti saya harus selalu mengutamakan kepentingan dan kebutuhan siswa, memberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Fokus pada anak membantu memastikan bahwa setiap siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar dan berkembang secara holistik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:41:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605123</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fifi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605279</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>menuntut adalah mendampingi siswa dengan terus mengarahkan memberikan teladan dan juga mendorong siswa untuk mengeluarkan ide untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:41:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605279</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anis Fauziah Handoko (SMP Al-Mahrusiyah 156 B)</title>
         <author>anishandoko32</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605545</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Berkolaborasi antar teman sejawat untuk memecahkan masalah pembelajaran dan adanya sharing dengan murid terkait kebutuhan belajar mereka.</p></li><li><p>Menuntun dengan memberikan nasehat dan pembiasaan baik di lingkungan sekitar.</p></li><li><p>Memperhatikan kerangka kodrat alam zaman sangatlah perlu agar murid dapat bertahan dan bersaing di lingkungan tempat mereka hidup dan tumbuh.</p></li><li><p>Revelansinya adalah guru terus berupaya untuk mengembangkan kemampuannya agar dapat memberikan pendidikan yang berpusat pada murid.</p><p>Terima kasih Bapak Hari</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:41:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605545</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diwanda I.Y.P</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605821</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Salah satu Pengalaman saya adalah ketika mengajak anak-anak untuk kegiatan mewarnai, saya berikan kebebasan  untuk memilih media yang digunakan untuk mewarnai.</p></li><li><p>Menuntun menurut saya berarti memberikan perlakuan/stimulus terhadap apa yang dimiliki anak(kodrat alam) mengenai karakter, sifat yang dibawa sejak lahir. Kemudian menguatkan/menebalkan hal-hal baik dari anak dan menyamarkan hal negatif yang dimiliki anak. Selain itu, juga memberikan rangsangan pembelajaran sesuai perkembangan zaman (kodrat zaman)</p></li><li><p>Karena 2 hal itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam mendidik anak. Ada kodrat alam (potensi/bakat/minat) anak yang dibawa sejak lahir, harus kita kuatkan, disamping itu juga mengendalikan  sifat negatif yang dimiliki anak untuk memperbaiki laku hidupnya. Juga kodrat zaman ( perkembangan kemajuan teknologi) juga penting, karena pendidikan sejalan dan seiring dengan kemajuan teknologi pada masanya.</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada murid pada dasarnya kita berikan kebebasan pada murid untuk belajar sesuai apa keinginannya. Agar mereka bisa belajar dengan menyenangkan dan bahagia dalam belajar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:41:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039605821</guid>
      </item>
      <item>
         <title>pemikiran KHD sangat relevan dengan pendidikan hari ini, pedidikan harus berpihak pada siswa tugas guru adalah menuntun agar anak selamat dan siap menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039606089</link>
         <description><![CDATA[<p>pemikiran KHD yang tentang pendidikan harus sesuai dengan kodrat alam dan zama, sangat relevan dengan pendidikan saat ini, kenapa ? tantangan zaman saat ini snagt berat budaya-budaya asing bebas masuk di dunia anak-anak maka kita sebagai pendidik harus bisa membendung masuknya budaya asisng sehingga melunturkan budaya bangsa kita sendiri, dan perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat maka pendidik juga harus bisa mengikuti perkembangan teknologi agar bisa menuntun atau mengarahkan anak-anak kejalan yang benar .</p><p><br/></p><p>Atik Hidayati kelas 156 A</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:42:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039606089</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Junaidi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039606364</link>
         <description><![CDATA[<p>Secara keseluruhan, 'menuntun' dalam pendidikan anak tidak hanya tentang memberikan informasi atau aturan, tetapi lebih kepada menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan holistik mereka sebagai individu yang baik dan berdaya. Itu memerlukan kesabaran, perhatian, dan komitmen untuk terus belajar dan tumbuh bersama anak-anak Anda sepanjang perjalanan pendidikan mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:42:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039606364</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nunuk Tri Wahyuni</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039607729</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu saat pemilihan ekskul. Saat pemilihan ekskul ini siswa betul-betul kita pahamkan untuk memilih ekskul sesuai dengan bakat dan minat masing-masing</p></li><li><p>Dengan mengenalkan budaya kesenian daerah pada siswa kemudian diambil karakter positif pada tokoh-tokoh kesenian tersebut misalnya budi pekerti. Harapannya siswa akan lebih tertarik agar menggali lebih dalam tentang topeng Malangan serta dapat ikut melestarikan budaya setempat.</p></li><li><p>Pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam yang berupa bakat dan minat serta lingkungan agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya. Sedangkan kodrat jaman berarti menyesuaikan dengan keterampilan abad 21 bahwa pendidikan pada anak harus dapat mengikuti perkembangan jaman</p></li><li><p>Menurut pemahaman saya guru harus bisa melayani kebutuhan murid dengan menyesuaikan dengan kodratnya agar tercapai keselamatan dan kebahagiaan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:43:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039607729</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039607936</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Biasanya, saya membedakan strategi / metode pembelajaran yang saya berikan ke anak. Setiap kelas syaa bedakan. Hanya saja, materinya sama. Untuk memberikan kemudahan ke siswa dalam memahami materi. Bukan hanya itu, adab menuntut ilmu juga sering kami terapkan dalam pembelajaran, agar siswa mendapatkan haknya memiliki budi pekerti yang luhur, sebagai pendidik, kita yang menuntunnya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:43:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039607936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Endang Sri Astutik </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608235</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan berpusat pada peserta didik memberikan ruang kepada peserta didik untuk mendapatkan mereka dalam belajar, sehingga diharapkan mampu memotivasi peserta didik untuk lebih kreatif, kritis, inovatif dalam mengembangkan pembelajaran dan mampu bersikap adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi dan zaman. (Endang Sri Astutik)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:44:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608235</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SITI KARIMATUSSALAMAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608295</link>
         <description><![CDATA[<p>Perwujudan memnuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah mendampingi, membimbing, mengemong supaya anak memiliki sikap santun, berbudi pekerti dan mencintai budayanya.</p><p>penerapan di sekolah saya yaitu:</p><p>memakai baju lurik setiap hari kamis, memakai tenun ikat bandar, mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kediri, dan mengaitkan pembelajaran P5 dengan kearifan lokal</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:44:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608295</guid>
      </item>
      <item>
         <title>IZZA ANANTASARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608330</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya dalam menerapkan prmbelajaran Setelah mempelajari secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan, Pengetahuan dan pengalaman baru yang diperoleh diantaranya adalah saya memandang bahwa proses pendidikan adalah proses menuntun segala kodrat pada anak.sehingga guru harus sabar dalam membimbing dan menerapkan metode pembelajaran yang berinovasi </p></li><li><p>menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya bisa dimaknai sebagai suatu usaha membawa seseorang ke kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat dan memahami budaya yang ada di daerah saya dan dapat mengikutinya dengan baik.</p></li><li><p>pendidikan membutuhkan pertimbangan kodrat zaman adalah  pendidikan dapat membantu anak-anak siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis. sedangkan pendidikan membutuhkan pertimbangan kodrat alam adalah arena keterampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka peserta didik harus bisa mengikuti hal tersebut.</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba kepada anak adalah Seorang guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak, sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka dan seorang guru harus mengutamakan kebutuhan siswa. Filosofi pendidikan menjelaskan suatu tujuan pendidikan yang menuntun segala kodrat pada anak-anak. Hal ini agar anak-anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:44:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608330</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Junaidi_159A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608449</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan murid atau anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal ini memegang peran penting dalam <strong>membentuk manusia yang seimbang</strong> dan mampu beradaptasi dengan lingkungan serta zaman di sekitarnya. Berikut adalah alasan mengapa penting untuk mempertimbangkan kedua hal tersebut dalam pendidikan anak:</p><ol><li><p><strong>Kodrat Alam</strong>: Manusia sebagai bagian dari alam memiliki karakteristik, kecenderungan, dan kebutuhan yang bersifat alami. Pendidikan yang mempertimbangkan kodrat alam membantu anak mengembangkan potensi alaminya secara optimal, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Contohnya, pengenalan terhadap pola tidur dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan fisik anak adalah bagian dari memahami kodrat alam mereka.</p></li><li><p><strong>Kodrat Zaman</strong>: Dunia terus berubah dengan cepat, didorong oleh kemajuan teknologi, perkembangan sosial, dan perubahan dalam cara hidup. Anak-anak perlu dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman ini. Pendidikan yang mempertimbangkan kodrat zaman mengajarkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan konteks zaman saat ini, seperti literasi digital, keterampilan komunikasi modern, atau pengetahuan tentang isu-isu global.</p></li><li><p><strong>Keseimbangan Antara Alam dan Zaman</strong>: Pendidikan yang seimbang antara memahami kodrat alam dan kodrat zaman membantu anak mengembangkan identitas yang kuat dan fleksibel. Mereka tidak hanya terhubung dengan aspek-aspek fundamental dari kehidupan (seperti hubungan dengan alam dan nilai-nilai budaya), tetapi juga siap untuk menghadapi tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh era modern.</p></li><li><p><strong>Menghormati Lingkungan dan Warisan Budaya</strong>: Memahami kodrat alam membantu anak untuk menghargai dan menjaga lingkungan hidup. Sementara itu, memahami kodrat zaman membantu mereka untuk memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam cara yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan masyarakat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:44:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608449</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Much Sholichin 158b Kota Kediri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608520</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksi (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah pembelajaran yang berpusat pada murid, dimana murid kita beri kebebasan untuk melaksanakan praktik dengan pendampingan.</p></li><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah memfasilitasi murid untuk berfikir kreatif, contohnya tentang kuliner sambal tumpang. bagaimana konsep sambal tumpang bisa diterapkan dalam pendidikan.</p></li><li><p>Pendidikan di indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena murid sejak lahir sudah diberi keistimewaan dari Alloh, tinggal bagian mana yang akan kita tebalkan.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran Ki Hadjar Dewantara "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik adalah memuliakan murid dalam proses belajar sehingga murid lebih nyaman dalam belajar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:44:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608520</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Umi Naharia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608700</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya saat merefleksikan pemikiran KHD tentang menuntun pembelajaran yang menghamba pada peserta didik yaitu menerapkan pembelajaran berdeferensiasi. Siswa yang sudah menemukan bakatnya bisa nyaman dalam mengikuti pembelajaran, namun masih ada beberapa peserta didik yang ikut-ikutan dalam menentukan pilihan media belajarnya.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu mengembangkan dan mendampingi seluruh potensi dan karakteristik satuan pendidikan menjadi sebuah ciri khas </p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu disesuaikan dengan kodrat alam dan zaman agar sesuai dengan kondisi saat ini sehungga dapat mewujudkan pendidikan yang menghamba pada peserta didik</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD tentang pendidikan yang berhamba pada peserta didik dengan peran kita sebagai pendidik yaitu pendidikan yang merupakan proses menuntun dapat terlaksana dengan baik jika kita dapat memahami keunikan atau minat bakat peserta didik. Proses memahami tersebut dapat terlaksana dengan baik jika kita melakukan pendidikan yang menghamb pada peserta didik. Sehingga peserta didik dapat mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:44:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039608700</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wiwin Isti </title>
         <author>wiwinwahyuni49</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039609161</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Melakukan pembelajaran berdeferensiasi sehingga setiap anak mampu berkembang sesuai bakat dan minat dan mencapai kompetensinya dengan bahagia </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:45:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039609161</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Novi Rohmawati (156 B)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039609211</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD yaitu saya mengarahkan murid pada pendidikan karakter atau budi pekerti yang baik dan tidak memaksakan kehendak kepada anak serta memberikan kebebasan kepada anak dalam menggali potensinya. Disini tugas saya sebagai guru adalah menuntun anak agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya.</p></li><li><p>Dalam konteks sosial budaya di daerah saya, menuntun yang saya lihat adalah sebagai berikut : Menuntun peserta didik&nbsp;untuk melestarikan kebudayaan daerah, seperti bahasa Jawa, kesenian tradisional, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur selanjutnya yaitu menuntun peserta didik untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, seperti&nbsp;kemajuan teknologi informasi, dan komunikasi serta menuntun peserta didik&nbsp;untuk mengembangkan potensi diri, seperti bakat, minat, kemampuan, dan kreativitas.</p></li><li><p>Seorang anak lahir dengan kodrat alam (kemampuan, bakat, potensi dan keadaan) yang berbeda-beda. Mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan jamannya. Maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. Selanjutnya pendidik mengenalkan, menyesuaikan dan merancang pendidikan sesuai dengan jamannya, sehingga pendidikan bisa dilakukan secara dinamis menyesuaikan perkembangan zaman.</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada anak adalah sebuah &nbsp;komitmen untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik yang berarti&nbsp;&nbsp;menomor satukan murid dalam setiap keputusan pembelajaran yang dibuat, memandang anak dengan hormat, memberikan pendidikan yang seimbang antara olah cipta, rasa dan karsa serta tidak memaksakan kehendak, namun melihat kebutuhan, minat dan kemampuan anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:45:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039609211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GRESI RATMA, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039609383</link>
         <description><![CDATA[<p>GRESI RATMA</p><p>1.di sekolah saya sudah melaksanakan kegiatan P5 menanam belimbing karena di daerah anak-anak mayoritas orang tua anak sebagai petani belimbing</p><ol start="2"><li><p>menuntun anak bangga terhadap jati diri sebagai anak indonesia yang berbudaya jawa khusunya sebagai anak Blitar, contohnya anak-anak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari jaranan di sekolah yang kami laksanakan berkolaborasi dengan masyarakat dan orang tua</p></li><li><p>pendidikan perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat jaman agar anak dapat melangkah dengan benar</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD yang menghamba pada anak sesuai peran saya sebagai guru harus dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada anak agar anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:45:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039609383</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Windi Astuti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039609727</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>mentransformasikan budaya posisit yang relevan untuk ditularkan ke anak sebagai bentuk melestarikan sosio kultural yang bisa menjadi hal baik, dalam memperbaiki laku dan sebagai upaya untuk menghadapi tantangan-tanganan. Sehngga anak dapat berproses dengan riang gembira</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:46:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039609727</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039610302</link>
         <description><![CDATA[<p>Selly Lavita Ayu</p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yaitu penerapan saya sebagai guru atau pendidik harus mampu mewujudkan merdeka belajar yang benar-benar merdeka terhadap siswa. pembelajaran berpusat pada siswa, yaitu menggunakan metode atau model pembelajaran yang menarik siswa untuk belajar dan ikut aktif dalam pembelajaran yang menyenangkan. hal tersebut juga termasuk dalam memanusiakan manusia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:46:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039610302</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FRANKI ASMORO</title>
         <author>frankiasmoro25</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039610409</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;<strong>Kodrat Alam</strong>:</p><p> <strong>Kodrat alam</strong>&nbsp;mengacu pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.</p><p>Ini mencakup potensi, kekuatan, dan kelemahan yang secara alamiah melekat pada diri masing-masing individu.</p><p>Dalam pendidikan, kita harus memahami dan menghormati kodrat alam setiap anak.</p><p> Mengakui keunikan dan perbedaan setiap anak membantu kita mengajar dengan pendekatan yang sesuai.</p><p>2.&nbsp;<strong>Kodrat Zaman</strong>:</p><p><strong>Kodrat zaman</strong>&nbsp;berkaitan dengan kondisi dan tuntutan zaman yang selalu berubah.</p><p>Perkembangan teknologi, budaya, dan lingkungan sosial memengaruhi cara kita hidup dan berinteraksi.</p><p>Dalam pendidikan, kita harus mempersiapkan anak-anak agar memiliki keterampilan (soft skill) yang relevan dengan perkembangan zaman.</p><p>Ini termasuk kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi.</p><p>Dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, kita dapat membentuk pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak.&nbsp;Mari bersama-sama menciptakan generasi yang siap menghadapi masa depan dengan baik!&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:46:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039610409</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fifi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039610443</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Karena anak adalah unik mereka berbeda beda bahkan anak kembar saja berbeda dalam karakteristiknya, keinginannya, gaya belajarnya dll. sehingga kita tidak bisa menyamakan satu anak dan anak yang lain dan harus memperlakkukan mereka sesuai dengan kodratnya ... sedangkan kodrat zaman juga seperti seiring jaman berkembang keinginan anak dengan anak 10 tahun yang lalu sudah berbeda maka pola pembelajarannya juga disesuaikan dengan perkembangan jaman </p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:46:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039610443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SITI KARIMATUSSALAMAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039610781</link>
         <description><![CDATA[<p>Keduanya harus diseimbangkan karena supaya pendidik dapat menyesuaikan dan merancang pendidikan sesuai dengan zaman, serta kebutuhan belajar peserta didik. sehingga pendidikan tersebut bersifat luwes dan dinamis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:47:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039610781</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>liliksholikah41</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611133</link>
         <description><![CDATA[<p>Lilik Sholikah</p><ol><li><p>Pembelajaran dimana saat itu adalah materi mengenai perkembangan alat pembayaran, pada saat itu terjadi diskusi seru dari peserta didik, dan ada anak yang tidak begitu berpendapat, lalu saya dekati, saya tanya, dia berkata bahwa dia belum pernah tahu tentang crypto dan lain-lain, jadi merasa agak minder. Setelah itu, saya mendampingi diskusi dan menggiring anak untuk menjelaskan mengenai crypto, sehingga peserta didik tadi memahami mengenai pembahasan dan tidak merasa malu. Di sini saya merasa sudah muncul pemikiran KHD mengenai pembelajaran yang menghamba pada murid dan menuntun tumbuh kembang murid dengan bahagia, tanpa membuat malu atau sedih.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:47:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611133</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MAT DUKI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611205</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang sudah saya terapkan adalah saya menjadi pembina upacara sekaligus memimpin kegiatan disekolah. Yang saya petik adalah bahwa saya haru bisa Ing Ngarso Sung Tuladha (Dietiap acara kegiatan sekolah yang menjadikan saya pemimpin adalah saya harus menjadi contoh buat guru, teman sejawata atau kepada anak)</p></li><li><p>Perwujudan Menuntun saya dalam sekolah adalah saya bisa mengajak siswa siswi untuk terus menjadi yang lebih baik dan mengantarkan mereka kepada apa yang dia suka dengan berharap mendapat kebahagiaan yang setinggi-tingginya.</p></li><li><p>Dalam pengajaran kepada anak memang kodrat alam yakni keluarga lingkungan dan teman. Jika kodrat zaman maka anak2 harus mengikuti perkembangan zaman dengan generasi abad 21 ini.</p></li><li><p>Sangat relevan jika pendidikan memang harus menghamba kepada anak. karena apa, anak sekarang sudah bebas memilih, merdeka dalam belajar, tidak perlu dicekoki anak bisa mencari sendiri, mereka cukup dituntun kearah yang lebih baik agar tidak terjerumus kepada hal yang buruk</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:48:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611205</guid>
      </item>
      <item>
         <title>refleksi folisofi pendidikan KHD</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611903</link>
         <description><![CDATA[<p>WITANTO</p><p>CGP 11 KOTA KEDIRI</p><p>Refleksi filosofis dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara menekankan pentingnya pendidikan yang holistik dan kontekstual, menggabungkan aspek pengajaran dan pendidikan untuk menuntun anak-anak mencapai potensi maksimal mereka. KHD membedakan antara pengajaran sebagai pemberian ilmu dan pendidikan sebagai tuntunan terhadap kekuatan kodrat anak, bertujuan mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.</p><p>Dalam proses pendidikan, KHD mengibaratkan peran pendidik seperti petani atau tukang kebun yang menyiapkan lahan subur bagi tumbuhan (menanam jagung). Pendidik harus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan anak, memberikan kebebasan yang terarah, dan menuntun mereka agar tidak kehilangan arah. Pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, artinya harus sesuai dengan lingkungan fisik dan sosial serta kebutuhan zaman modern, termasuk keterampilan abad ke-21. Namun, pengaruh global harus disaring melalui kearifan lokal untuk mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.</p><p>Budi pekerti, yang mencakup keselarasan antara cipta, rasa, karsa, dan karya, juga menjadi fokus dalam pendidikan KHD. Peran keluarga sangat vital dalam menanamkan budi pekerti, di mana anak mendapatkan teladan, tuntunan, dan pengajaran dari orang tua. Keselarasan hidup ini melatih anak untuk memiliki kesadaran diri dan sosial, menjadi individu yang merdeka secara batin dan lahir, serta bertanggung jawab dalam relasi sosial mereka.</p><p>Secara keseluruhan, pemikiran KHD menekankan yaitu</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; guru dan murid harus berkolaborasi untuk menginisiasi/menciptakan kedalaman (rasa takjub dan kasmaran) spiritual, intelektual dan social untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan manusia</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Siwa dan guru merdeka belajar yang berkolaborasi bersama menggali dan mengembangkan potensi siswa dan mengakomodasi karakteristik masing masing untuk mewujudkan students wellbeing (selamat dan bahagia)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:49:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611903</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JUNAIDI_159A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611934</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</strong></p><p>Konsep "Pendidikan yang berhamba pada anak" (KHD) menekankan pentingnya pendidikan yang berpusat pada kebutuhan, kepentingan, dan perkembangan individual anak sebagai titik sentral dari proses pendidikan. Relevansi pemikiran ini dengan peran Anda sebagai pendidik sangat signifikan, karena mengubah paradigma pendidikan dari orientasi yang terlalu terfokus pada sistem, kurikulum, atau tujuan sekolah, menjadi lebih fokus pada individu anak</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:49:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Windi Astuti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611948</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Karena setiap murid itu uni, membawa latar belakang dan karakter dari keluarga masing-masing, sebagai pendidik sangat perlu melihat keunikan anak dari berbagai sisi dan menerimanya dengan penuh kesadaran. Pendidik, ikut beradaptasi mengikuti pergerakan zaman yang itu mempengaruhi kondisi murid. Agar, murid juga merasa nyaman dengan usaha apa yang telah pendidik upayakan. ada timbal balik dan saling keterkaitan, kodarat alam dan kdrat zaman menuntun kita, baik itu pendidik maupun murid untuk merespon segala perubahan jaman</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:49:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SITI KARIMATUSSALAMAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611957</link>
         <description><![CDATA[<p>Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada peserta didik, memandang anak dengan hormat, menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan tidak memaksakan kehendak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:49:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039611957</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Haris Mastun Nisa&#39;_153B</title>
         <author>dwinisa47</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039612034</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pendidikan harus sejalan dengan kodrat alam dan kodrat zaman peserta didik.</p></li><li><p>Mengarahkan peserta didik supaya memaksimalkan potensi yang ada dan menumbuhkan karakter yang positif melalui teladan yang baik.</p></li><li><p>Karena setiap anak memiliki karakteristik dan bakat yang unik dan mereka harus mengembangkan ketrampilannya sesuai dengan zaman agar bisa beradaptasi dan tidak tertinggal.</p></li><li><p>Pembelajaran yang dilakukan pendidik harus berpihak pada anak, agar potensi mereka bisa berkembang dengan baik dan tercipta pembelajaran yang menyenangkan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:49:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039612034</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dodi Karel_159A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039612213</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembelajaran yang mencerimankan pemikiran KHD: salah satu contoh yang pernah saya lakukan adalah memberikan tugas kepada siswa terutama di dalam menggali sejarah / cerita sejarah kebudayaan yang ada di kota kediri, kebetulan saya mengajar PPKN kelas 9 yang salah satu materi ada tentang keanegaragaman budaya. hal ini saya lakukan untuk menggali potensi yang ada di dalam diri anak, belajar serta mengalami sendiri serta menggali pengetahuan yang baru tentang sejarah kebudayaan di kediri. hal ini sejalan dengan filosofi KHD yang mana pendidikan tidak lepas dari kebudayaan. dari situlah, anak2 menghasilkan sebuah karya yang luar biasa, yang hasilnyadi tuangkan dalam video pendek</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:49:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039612213</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wiwin Isti 1 _ Pengalaman terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD</title>
         <author>wiwinwahyuni49</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039612270</link>
         <description><![CDATA[<p>Membuat assesmen yang beraneka ragam sesuai dengan kemampuan peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:49:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039612270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Selly Lavita Ayu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039612803</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Perwujudan ''menuntun'' dalam konteks sosial budaya yaitu kita sebagai guru harus mampu menanamkan rasa cinta tanah air dan budaya terhadap siswa, agar nilai-nilai kebudayaan daerah tidak ditinggalkan atau luntur tergerus zaman. Sebagai contoh dalam pendidikan di sekolah saya ada pembiasaan memakai baju adat daerah, menggunakan bahasa daerah dan permainan tradisional daerah pada hari Kamis minggu ke 1 dan ke 2 .</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:50:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039612803</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukma Rofiani_CGP 158B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039613161</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD, adalah memerdekakan murid dalam menyelesaikan tantangan pembelajaran di kelas. Murid memiliki kebebasan untuk memilih cara dan bentuk dalam menyelesaikan tugas yang saya berikan. Misalkan menulis biografi, murid dapat menggunakan infografis, video, atau bentuk teks.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah memberikan teladan yang baik kepada yang lebih muda. Contohnya, sapaan. Seorang Ibu akan memanggil anak pertama dengan sebutan "Mbak atau Mas" agar dicontoh anak yang lebih muda sebagai perwujudan menghormati yang lebih tua.</p></li><li><p> Alasan pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman yaitu agar tujuan pendidikan terwujud. Tujuan pendidikan yang berpusat pada anak. Ketika seorang guru memahami muridnya melalui lingkungan tempat tinggalnya, guru akan lebih mudah menuntun murid tersebut. Begitu pula dengan mempertimbangkan kodrat zaman, murid diajak berpikir kritis bahwa zaman sekarang yang penuh teknologi dapat dipergunakan untuk mengembangkan potensi diri. Mengalir seperti air tapi tidak hanyut.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik adalah murid sebagai subjek bukan objek. Saya tidak pernah memaksakan tugas yang saya berikan dengan penyelesaian yang saya berikan. Penyelesaian tantangan/ tugas pembelajaran disesuaikan dengan kesepakatan. Saya juga memberikan teladan yang baik, agar murid dapat mengambil hikmahnya. Saya juga berusaha terus memotivasi murid yang sedang mengalami penurunan semangat belajar. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:50:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039613161</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Hariyanti_155A</title>
         <author>dwihariyanti80</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039613577</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya dalam menerapkan proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu pembelajaran yang berpusat pada murid. Murid sebagai subjek pembelajaran dan belajar berdasarkan minat dan bakatnya untuk mengembangkan potensi diri murid. Selain itu saya menggunakan pendekatan yang beragam dengan tujuan agar mendapatkan pembelajaran yang bermakna.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:51:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039613577</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PITTA ERWAWATI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614008</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menciptakan pelajar dengan karakter profil pelajar pancasila</p></li><li><p>pembelajaraan berpusat pada siswa</p></li><li><p>Menciptakan murid yang memiliki budi pekerti sesuai dengan sosio kultural budaya yang ada di sekitar mereka</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:51:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614008</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUKLISIYAH_KLS 155B</title>
         <author>muklisiyah61</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614066</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD antara lain:</p></li></ol><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Setiap permulaan awal pembelajaran saya melaksanakan asesmen diagnostic untuk mengidentifikasi keberagman murid baik dari keluarga maupun gaya belajarnya (kodrat alam) sehingga saya lebih bisa memfasilitasi murid untuk mengembangkan potensinya dengan pendekatan individu</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mendorong dan memfasilitasi murid untuk mengembangkan potensinya secara penuh&nbsp; dengan melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi, baik secara konten (pemberian link materi bisa berupa video, ppt amaupun artikel), proses maupun produknya (bisa berupa ppt, main mapping canva atau video presentasi maupun presntasi secara langsung)</p><p>c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya sering melaksnakan refleksi bahkan bi dbilang selalu. Hal tersebut untuk menilai seberapa antusias dan seberapa besar pemahaman murid trhadap pembelajaran</p><p>d.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberikan teladan untuk berperilaku positif sehingga terbentuk murid dengan berkarakter</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:51:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614066</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FRANKI ASMORO ( Relevansi pemikiran KHD yang berhamba ( berpihak) pada anak&#39; dalam peran saya sebagai pendidik?</title>
         <author>frankiasmoro25</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614251</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp; <strong>Fokus pada Kebutuhan dan Minat Anak</strong>: Pemikiran KHD menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada peserta didik. Ini berarti memahami kebutuhan dan minat anak, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.</p><p>2. <strong>Peran sebagai Fasilitator dan Pembimbing</strong>: Sebagai pendidik, saya tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Saya harus menghormati anak sebagai subjek yang aktif dalam proses&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.akurat.co/tag/pembelajaran">pembelajaran</a>.</p><p>3. <strong>Menghormati dan Memuliakan Anak</strong>: Relevansi pemikiran KHD bahwa pendidikan harus berhamba pada anak juga memiliki makna yang lebih luas. Seorang&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.akurat.co/tag/guru">guru</a>&nbsp;harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak, sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka.Dengan memahami pemikiran KHD, saya dapat mengarahkan pendidikan dengan lebih bijaksana, memperhatikan kebutuhan dan potensi anak, serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:52:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614251</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614286</link>
         <description><![CDATA[<p>witanto</p><p>kota kediri</p><p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang "pendidikan yang berhamba pada anak" menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada kebutuhan, potensi, dan kesejahteraan anak. Sebagai pendidik, relevansi dari konsep ini tercermin dalam berbagai aspek peran Anda. Berikut adalah penjelasan dan contoh konkretnya:</p><ol><li><p><strong>Menghargai Keunikan Setiap Anak</strong>:</p><ul><li><p><strong>Relevansi</strong>: Setiap anak memiliki potensi, minat, dan kebutuhan yang unik. Sebagai pendidik, penting untuk mengenali dan menghargai keunikan ini agar dapat memberikan dukungan yang tepat.</p></li><li><p><strong>Contoh</strong>: Melakukan penilaian individual terhadap kemampuan dan minat siswa, kemudian menyesuaikan metode pengajaran untuk mendukung perkembangan mereka secara optimal. Misalnya, memberikan tugas proyek yang dapat disesuaikan dengan minat individu siswa.</p></li><li><p><strong>Mengembangkan Potensi Anak Secara Holistik</strong>:</p><ul><li><p><strong>Relevansi</strong>: Pendidikan harus mengembangkan potensi anak secara menyeluruh, termasuk aspek akademis, karakter, dan keterampilan hidup.</p></li><li><p><strong>Contoh</strong>: Menyusun kurikulum yang seimbang antara pelajaran akademis dan pengembangan karakter, seperti memasukkan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada seni, olahraga, dan keterampilan sosial.</p></li></ul></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:52:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614286</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Hariyanti_155A</title>
         <author>dwihariyanti80</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614340</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Menuntun murid untuk menghargai dan&nbsp;melestarikan kebudayaan daerah, seperti bahasa Jawa, kesenian tradisional jaranan, adat istiadat larung sesaji di Gunung Kelud, peringan 1 suro di petilasan Joyoboyo dan nilai-nilai luhur yang lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan&nbsp;cara mengajak murid untuk belajar bahasa Jawa yang sesuai dengan tata krama atau unggah ungguh, mengenal dan mengapresiasi kesenian tradisional tersebut, mengikuti adat istiadat seperti kenduri, bersih desa, dan menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, sopan santun, rukun, saling menghormati atau tepo seliro.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:52:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614616</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.</p></li><li><p>Menuntun peserta didik untuk menghargai dan melestarikan kebudayaan daerah, seperti bahasa Jawa, kesenian tradisional, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajak peserta didik untuk belajar bahasa Jawa, mengenal dan mengapresiasi kesenian tradisional</p></li><li><p>Pendidikan anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena karakteristik</p><p>setiap anak itu berbeda-beda, pendidik dalam memberi didikan kepada anak harus diselaraskan dengan kodrat alam anak yaitu setiap anak sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, seorang pendidik tidak bisa menghapus sifat dasar anak, yang bisa dilakukan</p><p>menunjukan dan membimbing anak agar tercipta dalam dirinya sifat baik dan sifat buruk perlahan hilang.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD tentang berhamba kepada anak dengan peran saya sebagai pendidik adalah kita sebagai pendidik adalah hal yang sangat penting dan benar karena guru</p><p>atau pendidik itu ialah pelita untuk anak sebagai ujung tombak dalam Pendidikan tentu saja guru harus menghormati anak memperlakukan anak dengan sebaik baiknya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:52:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614616</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Hariyanti_155A</title>
         <author>dwihariyanti80</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614923</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena keduanya saling bersinergi dan merupakan faktor penting dalam pengembangan anak dan mempersiapkan mereka untuk masa depan. Pendidikan dapat menghasilkan generasi penerus yang berkarakter mulia, cerdas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Mereka siap berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:53:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614923</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Durrotun Nasihah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614946</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pendidikan yang memerdekakan: ketika melaksanakan pembelajaran di kelas tentu peserta didik memiliki bakat, minat, dan karakteristik masing2. misal pengumpulan tugas akhir tidak harus berupa portofolio,,,ada juga yang berupa presentasi, infografis, atau video disesuaikan dengan apa yang diminati peserta didik</p></li><li><p>Menuntun peserta didik artinya sebagai pendidik harus bisa memberikan arahan moral, etika, dan nilai-nilai yang baik. Sebagai pendidik, kita berkolaborasi dengan siswa, memberikan ruang untuk berfikir kritis, dan mendorong refleksi melalui komunikasi kreatif dan inovatif</p></li><li><p>agar peserta didik bisa lebih enjoy dalam proses pembelajaran, tidak merasa tertekan/ dipaksa, merasa bahagia dalam menjalankan aktifitasnya dan mencapai tujuan pendidikan lebih mudah</p></li><li><p>Menghamba pada peserta didik artinya seorang guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka<strong>.</strong></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:53:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SELLY LAVITA AYU</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614951</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam pendidikan, mempertimbangkan kodrat alam mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan dan kesadaran lingkungan, sementara mempertimbangkan kodrat zaman mempersiapkan siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk menghadapi tantangan zaman modern seperti teknologi dan globalisasi. Keduanya penting agar pendidikan dapat memberikan persiapan yang holistik dan sesuai dengan tuntutan zaman serta menjaga harmoni dengan alam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:53:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614951</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Erik Christanto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614990</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Mendorong kreativitas peserta didik untuk mengenal potensi yang dimiliki peserta didik serta memberikan waktu untuk bereksplorasi dan berinovasi.</p></li><li><p>Membiasakan berbahasa jawa yang baik dan benar, sopan santun kepada warga sekolah maupun masyarakat.</p></li><li><p>Karena seorang guru harus mengetahui karakter peserta didik yang berbeda-beda dan memberikan kebebasan peserta didik untuk mengembangkan ide, berpikir kreatif, sesuai bakat dan minat peserta didik, sebab peserta didik membutuhkan tuntunan / arahan kepada guru.</p></li><li><p>Memberikan kesempatan berkembang sesuai minat dan bakat peserta didik, karena perserta didik sebagai subjek yang aktif dalam pembelajaran,serta memberikan perserta didik untuk tumbuh perasaan senang dan bahagia setinggi-tingginya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:53:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039614990</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Windi Astuti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039615161</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>relevansinya, pendidik jadi punnya cara unik untuk mengetahui kebutuhan murid. Sebab, dengan memberikan pembelajaran yang tidak monoton, dalam konteks ini, murid diberikan kebebasan dalam berpendapat, merespon, dan bertanggung jawab atas apa yang diperbuat. pendidik, bertugas mengawal, menuntun, membersamai, mengarahkan dan mengawasi prosesnya agar benih-behih (murid) mencapai kebahagiaan dan mencapai keselamatan dunia akherat</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:53:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039615161</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Hariyanti_155A</title>
         <author>dwihariyanti80</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039615439</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) tentang "Pendidikan yang berhamba pada anak" memiliki relevansi yang sangat kuat dengan peran saya sebagai pendidik di masa kini. Dimana tujuan nya adalah pembelajaran yang berpusat pada murid. Sebagai pendidik, saya membimbing murid&nbsp;untuk pemahaman diri yang lebih baik, serta membantu mereka untuk mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki. Pendidik juga harus menciptakan proses pembelajaran yang berpusat pada anak, menyenangkan, dan efektif. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, saya dapat membantu murid saya mencapai potensi mereka dan menjadi individu yang berkarakter mulia, cerdas, dan siap berkontribusi bagi bangsa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:53:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039615439</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ani Kurniawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039615755</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>perwujudan saya terhadap pemikiran KHD adalah menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid. guru tidak lagi menjadi center dalam pembelajaran. penggunaan lembar kerja di PAUD sudah berkurang. anak dapat melakukan kegiatan yang ia inginkan namun tetap dalam pengawasan.</p></li><li><p>Pengalaman saya terhadap pemikiran KHD adalah mengenalkan permainan tradisional kepada anak sebagai cara menuntun dalam sosio kultural. saya menggambar engklek dengan cat di halaman sekolah, menyediakan dakon, bermain cublak-cublak suweng, dll.</p></li><li><p>pendidik perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman. harus seimbang antara kodrat alam dan kodrat zaman. kodrat alam berkaitan dengan bakat dan kemampuan anak. kodrat zaman berkaitan dengan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu</p></li><li><p>relevansi berhamba pada murid adalah menyiapkan pembelajaran seusai dengan minat anak. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:54:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039615755</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HANDIk ERWANTO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039615766</link>
         <description><![CDATA[<p>1. kegiatan di mana siswa bekerja dalam kelompok untuk merencanakan dan melaksanakan proyek yang bertujuan untuk memberikan kontribusi 2. Mengenalkana berbagai kebudayaan yang ada di sekitar sekolah mereka dan mengajarkan mereka mana yang mereka minati untuk mereka lakukan sehingga siswa mau menegenal dan mempelajari karya dari budaya daerha mereka sendiri 3. Pendidikan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua aspek ini merupakan dasar dari pendekatan pembelajaran yang holistik dan relevan sehinmgga pendidkan lebih efektif dan bermakna bagi siswa 4. Dengan prinsip "berhamba pada siswa," pendidikan menjadi lebih berpusat pada siswa, memotivasi mereka untuk belajar dan berkembang secara menyeluruh</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:54:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039615766</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alaika Mufidul M. ( CGP 156 B Kediri) - SMP ArRisalah Kediri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039616080</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang selalu melakukan pembiasaan yang kontinyu ketika pelaksanaan P5, saling berkolaborasi antara guru dan murid.</p></li><li><p>menuntun dalam artian kodrat yang ada pada peserta didik dengan memberikan keleluasaan yang sebesar-besarnya dalam mengembangkan potensi terbaiknya, hal ini sesuai dengan sosio kultural seperti tradisi Kenduri, yang sejalan nilai historis maupun dengan pemikiran KHD. </p></li><li><p>Karena kodrat alam dan kodrat zaman merupakan kekuatan yang dapat menebalkan laku murid, sehingga potensi maupun kekuatan alami yang ada pada murid dapat berjalan dengan baik.</p></li><li><p>mahsud dari berhamba pada murid berarti berpusat pada murid, artinya guru memfasilitasi pembelajaran dengan tidak mematikan kreatifitas yang ada pada diri murid, sehingga akan mucul benih benih kreatif dan inofatif. Seperti halnya petani yang tidak dapat menumbuhkan benih jagung menjadi tanaman padi. Artinya segala potensi alami anak dapat dikembangkan apabila guru dapat memahami karakteristik murid dengan senantiasa menuntun tanpa menuntut.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:54:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039616080</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>liliksholikah41</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039616100</link>
         <description><![CDATA[<p>Lilik Sholikah</p><ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun di daerah Kediri khususnya,  terwujud dalam sebagian besar acara, dimana di dalam acara tersebut dibiasakan membawa putra putrinya untuk ikut bersama sehingga mengetahui cara dan kebiasaan daerah. Setelah itu anak-anak diajak untuk turut serta dalam acara walaupun dalam hal yang sederhana terlebih dahulu. Dalam hal laku anak, di daerah masih terbiasa kalau bertutur kata kepada yang lebih tua dengan bahasa halus/krama, bahasa ngoko digunakan ketika dengan teman. Ada juga budaya tenun ikat Kediri yang mengedepankan keselarasan, keseimbangan, kolaborasi antar berbagai pihak sehingga mewujudkan hasil karya yang luar biasa tersebut.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:54:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039616100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUKLISIYAH_KELAS 155B</title>
         <author>muklisiyah61</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039616813</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p><strong>Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</strong></p></li></ol><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Budaya menuntun untuk berperilaku dan berbicara yang santun dengan yang lebih tua, dengan menggunakan bahasa krama lugu dan krama alus (sesuai lawan bicaranya)</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengajarkan adab kesopanan dengan adanya slogan “ajine raga saka busono” , dibuktikan sekolah-sekolah di Kediri untuk seragam bawahan memakai rok dan celana Panjang.</p><p>c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menuntun untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita terima kemudian mengajarkan untuk berbagi kepada sesama. Hal tersebut sesuai dengan PPP No 1 takwa kepada Tuhan dan Takwa pada sesame, dengan&nbsp; adanya acara slametan, ruwatan, bersih desa dan lainnya</p><p>d.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menuntun untuk melestarikan keberagaman daerah</p><blockquote><p>&gt;&nbsp; budaya seperti kesenian (jaranan, karawitan, pecut, larung sesaji)</p></blockquote><p>&gt;&nbsp; Makanan khas (gethuk pisang, tahu taqwa, nasi tumpang</p><p><em>e.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em>Menuntun untuk beradaptasi dengan perkembangan jaman, seperti kemajuan teknologi, komunikasi dan teknologi. Hal inu terwujud dengan adanya pembekalan pengetahuan dan keterampilan, pemberian fasilitas dan akses yang memadai untuk menggunakan computer, penyediaan wifi di sekolah, dan media lain, namun tetap dalam bimbingan dan pengawasan (<em>Tut Wuri Handayani)</em></p><p><br/></p><p><strong><em>Perwujutan konkret yang dapat saya lakukan sebagai guru yaitu dengan</em></strong></p><p>&gt;&nbsp; Memberikan teladan yang baik bagi peserta didik dalam adab berbicara, adab berprilaku, menghargai budaya serta pemanfaatan teknologi dan alat komunikasi (<strong><em>Ing ngarso sung tuladha</em></strong>)</p><p>&gt;&nbsp; Menjadi fasilitator dan motivator bagi murid untuk menerapkan budaya positif baik dsekolah maupun di luar sekolah&nbsp; (<strong><em>Ing Madya Mangun Karsa</em></strong>)</p><p>&gt;&nbsp; Memotivasi murid supaya dapat mengembangkan potensinya secara penuh sehingga dapat berkreasi sesuai potensinya dan meraih prestasi sesuai potensinya (<strong><em>Ing Madya Mangun Karsa</em></strong>)</p><p>&gt;&nbsp; Menjadi pembelajar seumur hidup yang selalu berusaha untuk mengembangkan kompetensi sehingga dapat mengikuti perkembangan jaman dan perkembangan kurikulum sesuai eranya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:55:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039616813</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rully Aprianti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039617293</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembiasaan karakter yang dapat menuntun siswa mempunyai adab sopan santun yang baik yaitu dengan berbicara sopan, bersalaman dengan guru ketika bertemu, membungkukkan badan ketika bertemu org yg lebih tua, membiasakan kata permisi, tolong dan terimakasih, pembacaan ayat suci Al-Qur'an sebelum pembelajaran dimulai </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:55:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039617293</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Selly Lavita Ayu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039617749</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Yaitu peran kita sebagai guru kepada anak untuk menyoroti pentingnya memahami keunikan dan potensi masing-masing siswa. Sebagai guru, peran kita adalah mengidentifikasi kebutuhan individu siswa, mendorong perkembangan karakter, dan menyediakan lingkungan pembelajaran yang mendukung eksplorasi dan pertumbuhan mereka secara holistik. Ini relevan karena menciptakan pendekatan pendidikan yang inklusif dan membangun fondasi yang kuat untuk kemandirian dan kreativitas siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:56:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039617749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Listyarini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039618464</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya saat mengajarkan nilai-nilai pendidikan karakter dan moral yang terkandung dalam konteks kearifan lokal dan contoh nyata.</p></li><li><p>Perwujudan 'menuntun' yang saya lihat diantaranya dengan memberikan pendidikan berabasis kearifan lokal dan mendorong peserta didik menciptakan karya yang mencerminkan budaya mereka.</p></li><li><p>Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, pendidikan menjadi lebih bermakna dan efektif sehingga dapat membantu peserta didik berkembang secara maksimal sesuai potensinya dan lebih siap untuk tantangan di masa depan.</p></li><li><p>Relevansinya, pemikiran pendidikan yang menghargai keunikan setiap anak memberikan landasan yang kuat untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi masa depan anak. Hal ini meliputi pengenalan potensi diri, memotivasi dan melibatkan anak secara langsung dalam pembelajaran, serta memberikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, karakter dan keterampilannya. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:57:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039618464</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luluk Amiyati </title>
         <author>lulukamiyati38</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039618543</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya mencoba menerapkan pendidikan berdiferensiasi di kelas. Saya tawarkan kepada siswa - siswa saya untuk mengerjakan tugas dalam beberapa bentuk, seperti video, atau gambar dan tulisan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:57:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039618543</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arif wibowo_CGP 153B kediri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039619315</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Sebagai Pendidik berusaha memberikan ruang pengembangan serta eksplorasi diri siswa sesuai dengan potensi yang dimiliki peserta didik, mengintegrasikan nilai-nilai moral dan karakter dalam setiap aspek pembelajaran untuk membangun pribadi yang bermartabat.</p></li><li><p>menuntun diartikan sebagai upaya membimbing seseorang menuju perilaku yang baik dan positif. Ini melibatkan mengarahkan individu agar memperbaiki perilaku hidupnya.</p><p>Dalam konteks sosial budaya, menuntun berperan penting dalam membantu masyarakat memahami norma dan aturan yang berlaku.</p><p>Menuntun juga terkait erat dengan pendidikan karakter, mental, dan moral. Ini mencakup keteladanan, memberi contoh yang baik, dan mengajarkan nilai-nilai seperti sopan santun, menghargai sesama, dan mengikuti aturan.</p><p>Dalam budaya kami, menuntun bukan hanya sekadar memberi arahan, tetapi juga mengarahkan individu menuju kesadaran dan tanggung jawab sosial yang lebih besar.</p></li><li><p>Kodrat alam mengacu pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.</p><p>Ini mencakup potensi, kekuatan, dan kelemahan yang secara alamiah melekat pada diri masing-masing individu.</p><p>Dalam pendidikan, kita harus memahami dan menghormati kodrat alam setiap anak.</p><p>Mengakui keunikan dan perbedaan setiap anak membantu kita mengajar dengan pendekatan yang sesuai.</p><p>Kodrat zaman berkaitan dengan kondisi dan tuntutan zaman yang selalu berubah.</p><p>Perkembangan teknologi, budaya, dan lingkungan sosial memengaruhi cara kita hidup dan berinteraksi.</p><p>Dalam pendidikan, kita harus mempersiapkan anak-anak agar memiliki keterampilan (soft skill) yang relevan dengan perkembangan zaman.</p><p>Ini termasuk kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi.</p></li><li><p>Fokus pada Kebutuhan dan Minat Anak: Pemikiran KHD menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada peserta didik. Ini berarti memahami kebutuhan dan minat anak, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.</p><p>Mendorong kreativitas peserta didik, saya mencoba mengarahkan peserta didik untuk mengenal potensi yang dimiliki dirinya masing-masing dengan memberikan waktu untuk mereka bereksplorasi dan membuat inovasi.</p><p><br/></p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:58:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039619315</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>liliksholikah41</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039619504</link>
         <description><![CDATA[<p>Lilik Sholikah</p><ol start="3"><li><p>Pendidikan Indonesia harus mempertimbangkan kodrat alam agar semua sifat dan bentuk yang sudah tertanam dengan baik bisa terus dikembangkan dan harus diselaraskan dan diseimbangkan dengan kodrat zaman dimana murid akan hidup. Jangan sampai kodrat alam yang sudah baik bisa hilang dan tergerus dengan perkembangan zaman, tapi jangan sampai kodrat alam tersebut menghalangi perkembangan murid. Maka harus dibiasakan mencintai budaya dan menghargai budaya lain yang selaras dengan budaya kita dan tetap mengikuti perkembangan zaman.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:58:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039619504</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AGUS YULINTO : PERTANYAAN 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039619880</link>
         <description><![CDATA[<p>Proses Pembelajaran yang Merefleksikan Pemikiran KHD:</p><ol><li><p><strong>Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberikan contoh)</strong></p><p>Memberikan contoh tauladan kepada mereka agar mereka memiliki akhlak atau budi pekerti yang luhur sesuai yang kia ajarlan kepada merekarta didik untuk belajar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dengan tetap memberikan pendampingan.</p></li><li><p><strong>Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun motivasi)</strong> mereka untuk mewujudkan tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan materi yang kita ajarkan  dengan memberikan pembelajaran yang sesuai dengan zamannya . Misalnya memanfaatkan teknologi</p></li><li><p><strong>Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan semangat) kita sebagai guru memberikan semangat agar mereka apat mewujudkan cita citanya sesuai dengan bakat dan minatnya</strong></p><p>Dari sini kita sebagai guru PPKn sealu memberikan pembelajaran dengan menerapkan teknologi , sehingga mereka kita ajak membuat konten dengan tema Penerapa sila Pancasila dalam kehidupan sehari hari secara berkelompok dg menerapkan Profil pelajar Pancasila. <strong>1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia,2. Berkebinekaan global,3. Bergotong royong,4. Mandiri5. Bernalar kritis,6. Kreatif.</strong></p><p><br></p><p> </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:59:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039619880</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luluk Amiyati </title>
         <author>lulukamiyati38</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039620018</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Menuntun disini menurut saya merupakan proses pendampingan siswa / membersamai siswa untuk lebih selektif dalam mencerna apapun yg mereka temukan pada kehidupan mereka. Supaya mereka tidak tersesat atau menyalah gunakan kecanggihan teknologi untuk kehidupan mereka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:59:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039620018</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dodi Karel_159A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039620488</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>menuntun menurut pandangan saya yaitu mengarahkan ke hal yang positif dan mengarah kepada pendidikan karakter anak. kegiatan religi menjadi salah satu kegiatan untuk membangun karakter anak di dalam kerohanian, kemudian memaksukkan unsur nilai budaya terkait dengan moral dan etika, ambil contoh di sekolah diberlakukan 3S (senyum, salam dan sapa)</p></li><li><p>Kodrat Alam dan kotrat zaman menjadi hal yang utama, karea kita harus tau kodrat sejati yng ada di dalam anak memiliki kekhasan masing masing dan itu tdk bs disama ratakan dengan murid lain. atau dengan kata lain, kodrat alam karakter yang dimilik setiap diri siswa sedangkan kodrat zaman disesuaikan dengan perkembangan zaman. makan kedua hal ini menjadi kunci penting dalam pendidikan</p></li><li><p>relevansi menghamba pada anak. istilah ini sebetulnya fokus pada kebutuhan dan minat anak  pendidikan berpusat pada anak.</p></li><li><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:00:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039620488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lutfi Rizkita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039621365</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran adalah melakukan pembelajaran yang berpusat pada murid, menuntun murid untuk mengembangkan minat dan bakatnya, melakukan observasi awal ketika siswa masuk, dengan melakukan tes awal seperti tes bakat minat dan tes IQ. Selanjutnya saya berusaha untuk melakukan refleksi pembelajaran dengan murid di akhir pertemuan, yang hasilnya digunakan untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:01:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039621365</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUKLISIYAH_KELAS 155B</title>
         <author>muklisiyah61</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039622586</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p><strong>Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</strong></p></li></ol><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pada dasarnya murid memiliki potensi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi latar belakang yang berbeda-beda pula (kodrat alam) sehingga sebagai guru kita harus menghargai kodrat alam setiap murid sehingga dengan mengetahui keunikan setiap murid kita dapat melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan yang sesuai. Selain itu murid hidup sesuai tuntutan jamannya yang selalu berubah-ubah yang dapat mempengaruhi pola perilaku murid. Dengan demikian kita sebagai guru harus mempersiapkan murid supaya memiliki ketrampilan&nbsp; sesuai jamannya termasuk cara komunikasi, berkolaborasi dan berfikir kritis sehingga murid mendapat bekal untuk hidup mandiri dan berkarakter positif di tengah masyarakat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:02:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039622586</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>liliksholikah41</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039622968</link>
         <description><![CDATA[<p>Lilik Sholikah</p><ol start="4"><li><p>Pemikiran KHD berhamba kepada murid bermakna bahwa peran guru sebagai penuntun murid haruslah seperti hamba kepada tuannya, bukan berarti kita menjadi pesuruh, melainkan kita terus menuntun tumbuh kembang benih-benih kebudayaan itu/murid dengan memerhatikan kebutuhan dan keinginan murid. Kita harus tahu ketika anak yang berbeda membutuhkan cara dan metode yang berbeda. Kita harus memikirkan keinginan dari murid, agar pembelajaran bisa efisien dan menyenangkan. Hal itu bertujuan agar murid bisa selamat dan hidup bahagia sebagai individu dan masyarakat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:03:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039622968</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sekar Ayu Mega Ningrum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039623383</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu setiap hari Jum'at di sekolah saya ada kegiatan gemayur dgn adanya kegiatan tersebut secara tidak langsung kita mengajarkan anak untuk selalu mensyukuri apa yang sudah mereka dapat dan untuk menanamkan karakter pada anak.</p></li><li><p>perwujudan menuntun anak dalam konteks sosial budaya yaitu dengan mengenalkan budaya daerah dan menjelaskan nilai-nilai luhur dari budaya tersebut kepada anak-anak agar mereka dapat memahami dan menerapkan dalam kehidupannya.</p></li><li><p>pentingnya pertimbangan kodrat alam dan kodrat zaman yaitu karena sesuai dengan teori KHD maka kita mendidik anak berdasarkan kodrat alam yaitu melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya sekitar dan mendidik anak sesuai dengan zamannya agar anak bisa mengikuti zaman dan tidak terjerumus pada hal-hal yang kirang baik</p></li><li><p>relevansi teori KHD berhamba pada murid yaitu bahwa kita melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan keinginan siswa agar siswa tertarik untuk belajar sehungga cita-cita bangsa dapat tercapai.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:04:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039623383</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuni Pramestyaningsih_155B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039623760</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD saat pembelajaran pernah saya memamfaatkan teknologi dalam hal ini aplikasi quizizz untuk media pembelajaran. karena sesuai dengan pemikiran KHD bahwa ajarkan anak sesuai kodratnya, dalam hal ini kodrat zaman. Generasi sekarang adalah generasi Z yang sangat fasih dengan teknologi. Dengan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi maka anak akan senang sehingga mereka bahagia yang pada akhirnya tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai</p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:04:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039623760</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luluk Amiyati </title>
         <author>lulukamiyati38</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039624052</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Menghamba disini merupakan suatu metafora dimana guru dengan sadar dan ikhlas mampu membersamai siswa untuk menemukan jati diri siswa agar siswa tersebut menjadi pribadi yang selamat dan juga bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:04:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039624052</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUKLISIYAH_KELAS 155B</title>
         <author>muklisiyah61</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039624521</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p><strong>Relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</strong></p></li></ol><p>Filosofi KHD masih sangat relevan dengan dunia pendidikan saat ini. Intinya bahwa 'Pendidikan yang Berpihak pada Murid. Sebagai pengajar guru saya berusaha berperan &nbsp;sebagai fasilitator yang dapat mengenali bakat dan minat murid, dengan menciptakan pembelajaran yang bermakna sehingga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan potensi sesuai bakat dan minatnya. Untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai guru harus pandai merancang pembelajaran yg bermakna dalam modul ajar yang dapat kita terapkan dalam pembelajaran di kelas dan dapat diimplementasikan oleh murid dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai guru saya juga dapat mengimplementasikan “<strong><em>system Among</em></strong>” , saya juga berusaha menjadi teladan, tuntunan dan memberikan arahan tentang norma dan budi pekerti sesuai kodrat alam/tempat tinggal dan jamannya. Sesuai alamnya berarti mendidik murid berdasarkan lingkungan tempat tinggalnya, sesuai budaya dan apa saja yang ada di daerahnya. Sesuai jamannya, berarti mendidik murid sesuai eranya. Misalnya murid kita Sekarang merupakan generasi Z dan milleneal maka saya akan berusaha membekali berbagai modal ketrampilan digital, memahami dunia daring menjaga keamanan siber, pendidikan mental yang kuat serta terbuka dengan berbagai informasi. Dengan demikian murid dapat menjadi pribadi yang mandiri, dewasa, berakhlak/berbudi pekerti dan dapat eksis di masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:05:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039624521</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuni Pramestyaningsih_155B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039624794</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya. Saya menerapkan trilogi dari KHD, yakni ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Saat pelaksanaan P5 tema kearifan lokal, anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih kearifan lokal di kota kediri, diantaranya getuk pisang, tahu takwa, pecut, tenun ikat bandar. Saat anak-anak mengunjungi tempat tersebut sebagai pendidik kita mendampingi anak, bagaimana anak bersilaturrahmi, bagaimana anak berbicara dengan orang yang lebih tua, bagaimana anak memperlakukan apa yang ada di tempat tersebut. Sebagai pendidik kita memberi teladan kepada anak. kita menanamkan ke anak meski kita fasih berteknologi tetap kita melestarikan budaya, melestarikan kearifan lokal yang ada di sekitar kita khususnya dan yang ada di Indonesia umumnya. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:05:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039624794</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuni Pramestyaningsih_155B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039625644</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Pendidikan sangat peru mempertimbangkan kodrat zaman dan kodrat alam agar anak bahagia dan selamat. mengapa mereka bahagia karena kita mendidik mereka sesuai zaman mereka, sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki sekarang yakni fasihnya dalam berteknologi. dengan mereka bahagia maka tujuan pembelajaran akan tercapai dengan mudah. mengapa mereka selamat? karena kita menuntun mereka, membersamai mereka sesuai dengan kodrat alam, sesuai dengan bawaan mereka, dasar-dasar-dasar yang sudah baik maka kita tebalkan agar anak tidak mudah tergelincir dalam ketidakselamatan. dasar-dasar yang negatif kita tipiskan agar anak selamat. anak yang kurang disiplin kita dampingi sehingga anak tersebut lebih baik lagi disiplinnya. anak yang sudah disiplinpun tetap kita bersamai agar selamat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:07:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039625644</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Retno Ayu Setyaningrum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039626206</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah menerapkan merdeka belajar yang berorientasi pada peserta didik melalui pendekatan pendidikan yang holistik / pendidikan yang utuh meliputi mengembangkan seluruh potensi peserta didik.</p><ol start="2"><li><p>Untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah adalah kita harus berusaha mempengaruhi karakter pada masing-masing dari peserta didik yaitu dengan menunjukkan keteladanan dan memberi contoh yang baik kepada peserta didik.</p></li></ol><ol start="3"><li><p>Karena dengan memperhatikan kodrat zaman, pendidikan dapat membantu peserta didik siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis yang disesuaikan dengan kodrat alam peserta didik berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan dimana anak berada. </p></li></ol><ol start="4"><li><p>Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba pada anak" adalah seorang guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka.  </p></li></ol><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:07:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039626206</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luluk Amiyati </title>
         <author>lulukamiyati38</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039626786</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Kodrat alam dan zaman merupakan 2 faktor yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Kodrat alam siswa berbeda. Misal kodrat alam siswa yang tinggal di pulau Jawa dengan berbagai fasilitas yang lengkap tentunya berbeda dengan kodrat alam siswa yang misalnya tinggal di daerah terluar dan terpencil. Begitu juga dengan kodrat zaman. Zaman sekarang berbeda dengan zaman dimana kita para guru dididik. Jadi jangan samakan pendidikan yang kita terima dengan pendidikan yg siswa kita terima. Kita sebagai pendidik harus mampu mengejar kecanggihan zaman supaya kita bisa mengerti seperti apa zaman yg dirasakan oleh siswa - siswa kita. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:08:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039626786</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rully 155B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039627503</link>
         <description><![CDATA[<p>Menuntun dilihat dari konteks sosial budaya artinya adalah kita sebagai pendidik diharuskan membimbing siswa dengan sepenuh hati dengan menanamkan nilai-nilai luhur kebudayaan yang positif sehingga dapat pengambil pelajaran yang berguna baik dirinya sesuai kodrat alam dan kodrat zaman</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:09:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039627503</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AGUS YULIANTO : PERTANYAAN 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039628469</link>
         <description><![CDATA[<p>Perwujudan "menuntun dalam konteks sosial budaya di lingkungan sekolah saya yaitu SMA Negeri 4 Kota Kediri adalah :</p><ol><li><p>penerapan 5 2 : Senyum, Sapa , salam, sopan dan santun</p></li><li><p>Dalam Pembelajaran di kelas</p><p>Sebelum memulai pembelajaran menyanyikan lagu Indosia raya, Berdo"a, memberikan apersepsi : berupa pertanyaan umpan balik tetang peristiwa atau pegalaman yang dialami dan kemudian memulai pelajaran.</p></li><li><p>mengajak siswa untuk membuat karya yang inovatif , kritis, dan kreatif melalui cara berkolaborasi dalam kelompok dengan menerapkan Profil pelajar pancasila sehingga mereka dapat ber interaksi secara intens da terarah</p></li><li><p>Memanfaatkan teknologi yang saat ini berkembang dengan tidak melupakan peneapan aklhak yang baik : Misalanya : WA , Face Book, Instagram, You Tobe, Gogle dan lain-lain</p></li><li><p>membina ekstra kurikuler : KPBS, Pramuka, dan Pecinta Alam . saya memberikan bimbingan yang dibutuhkan dan saya perlukan dalam rangka memajukan bakat dan minat siswa</p></li><li><p>setiap hari senin s.d Jumat melaksanakan Piket Penyambutan siswa saat datang sekola</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:11:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039628469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>yuli Kris 155B</title>
         <author>yuli3710</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039628834</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menuntun menurut KHD adalah <strong>proses membimbing dan mengarahkan anak didik untuk mencapai kodratnya</strong> secara optimal, baik kodrat alam maupun kodrat sosialnya. menuntun ini tidak bersifat kaku dan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.</p><p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Perwujudan menuntun saya</strong> lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Adalah</p><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; membersamai peserta didik dalam setiap proses terutama dalam melestarikan nilai-nilai luhur daerah, seperti ungah-unguh(sopan santun atau tata krama) dan tepo sliro.</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada anak-anak mereka melalui cerita rakyat, petuah, dan contoh perilaku sehari-hari</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:11:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039628834</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rully Aprianti 155B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039629277</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan yang berhamba pada anak artinya memberikan pelayanan baik pengajaran maupun pendidikan dengan setulus hati, menciptakan pembelajaran yang berpusat pada anak, dan memandang siswa dengan hormat dengan tidak mengabaikan nilai kesopanan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:12:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039629277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hayu Rahmania</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039629725</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Kegiatan yang pernah saya lakukan yang sesuai dengan filosofi KHD adalah melakukan asesmen pembelajaran sesuai dengan asesmen diagnostik</p></li><li><p>menuntun dalam sosial budaya misalnya budaya untuk mengucapkan maaf dan terimakasih</p></li><li><p>Indonesia memerlukan kodrat alam dan kodrat zaman karena negara kita adalah negara yang kaya alam budaya dan sumber alam sehingga mulai sekarang kita sebagai guru harus mengajar kan pendidikan sesuai dengan kodrat alam dan zamannya agar mereka menjadi pemimpin di masa depan</p></li><li><p>Relevansinya pemikiran KHD dengan kondisi sekarang yaitu KHD mengajarkan pendidikan yang berpusat pada murid, dan sekarang harus dilakukan untuk menjemput kecepatan teknologi yg pesat</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:13:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039629725</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hanik Setyowati_159A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039630707</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman Terkait proses pembelajaran yang sudah saya alami yaitu pembelajaran student center. Saat pembelajaran menulis puisi di kelas 8. siswa saya berikan contoh gambaran cara mudah membuat puisi. Mereka menulis puisi dengan gaya belajar mereka masing masing, ada yang membuat puisi dengan rangsang gambar, ada yang dengan rangsang peristiwa, ada yang dengan rangsang mendengarkan puisi pujangga lain. Sehingga mereka dengan senang hati mengerjakannya.</p></li><li><p>Menuntun dimaknai sebagai peran orang tua dan guru dalam membimbing anak untuk menjadi individu yang bermoral dan bertanggungjawab. Salah satu perwujudannya yang telah saya lakukan disekolah yaitu membiasakan 3S (senyum, salam sapa)</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kodrat alam yang dimiliki siswa harus bisa seiring sejalan dengan kodrat zaman. Gurulah yang bereran penting di dalamnya untuk menuntun siswa mengembangkan kodrat alam. sehingga siswa dapat terbentuk budi pekerti yang baik</p></li><li><p>Relevansi Pendidikan yang berpihak pada anak dalam peran saya sebagai pendidik yaitu seorang guru harus memiliki rasa hormat memulyakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut maka tanpa disadari anak akan tumbuh rasa senang dan bahagia </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:14:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039630707</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuni Pramestyaningsih_155B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039631169</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Peran saya dalam relevansi pemikiran KHD menghamba pada murid. bisa saya katakan "bagaimanapun muridnya yang penting gurunya", maksundnya bagaimanapun kodisi siswa ujung tombak pembalajaran adalah guru, oleh karena itu guru harus merancang pembelajaran sedemikian hingga pembelajaran tersebut berpihak pada murid. saya bangun kolaborasi yang baik dengan murid, sehingga kedekatan tersebut dapat menjadi jalan kebahagiaan dan keselamatan murid. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:15:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039631169</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lutfi Rizkita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039631406</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Perwujudan "menuntun" seorang guru ibarat seorang petani, dimana Pak Tani menuntun tumbuhnya benih yang telah di tanam, agar bisa tumbuh optimal sesuai yang diinginkan. Begitupun seorang guru yang harus dapat menuntun dan mengarahkan anak secara tulus ikhlas tanpa pamrih untuk mengoptimalkan semua potensi diri yang dimiliki sesuai kodrat alamnya dan kodrat zaman untuk kebahagiaan dan keselamatan anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:15:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039631406</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AGUS YULIANTO,: PERTANYAAN 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039631493</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengapa pendidikan di Indonesia perlu mengembangkan kodrat alam</p><p>jawabnya : <strong>Kita dapat membentuk pendidikan yang  dan relevan /sesuai dan menyeluruh dengan kebutuhan anak-anak</strong>. Kita harus meningkatkan kompetensi kita dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi masa depan dengan baik , selain itu <strong>keterampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan atau kompetensi  sesuai dengan zamannya</strong>. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka peserta didik harus kita arahkan dalam setiap pembelajaran dengan menggunakan teknologi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:15:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039631493</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli Kris_155B</title>
         <author>yuli3710</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039632204</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkan perwujudan "menuntun"  dalam konteks sosial budaya, yaitu</strong> dengan memberi teladan, menerapkan dan mencontohkan nilai-nilai moral &nbsp;ungah-unguh dan tepo sliro dalam kehidupan sehari-hari terutama didalam kelas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:16:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039632204</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Krisna Suherliana_159A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039633240</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah membuat resep makanan / minuman dalam Bahasa Inggris menggunakan canva. Pembelajaran ini mengembangkan karakter siswa dalam berkolaborasi , memperkuat toleransi dengan sesama teman maupun semua warga sekolah serta mengembangkan kemampuan digital siswa sesuai kodrat zaman.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah menuntun peserta didik&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.masa.biz.id/menghargai-keragaman-ekonomi-untuk-mempromosikan-inklusi-dan-keadilan-sosial/">untuk menghargai dan</a>&nbsp;melestarikan kebudayaan daerah, seperti bahasa Jawa, kesenian tradisional, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur. Hal ini&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.masa.biz.id/mengapa-jual-beli-tanah-tidak-dapat-dilakukan-dengan-akta-di-bawah-tangan/">dapat dilakukan dengan</a>&nbsp;cara mengajak peserta didik untuk belajar bahasa Jawa, mengenal dan mengapresiasi kesenian tradisional seperti jaranan serta mengikuti adat istiadat seperti bersih desa dan menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, rukun, toleransi dll</p></li><li><p>Dalam proses pendidikan, terdapat dua aspek penting yang perlu dipertimbangkan yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat Alam mencakup menghargai keunikan setiap individu . Kodrat alam merujuk pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Setiap individu memiliki potensi, kekuatan, dan kelemahan yang unik dan berbeda-beda. Dalam konteks pendidikan, penting bagi kita untuk memahami dan menghormati kodrat alam setiap anak yaitu dengan cara mengakui keunikan individu, memahami potensi dan kelemahan, mengajarkan empati dan toleransi. Sedangkan Kodrat zaman berkaitan erat dengan kondisi dan tuntutan zaman yang selalu berubah. Perkembangan teknologi, budaya, dan lingkungan sosial memengaruhi cara kita hidup dan berinteraksi. Dalam konteks pendidikan, penting bagi kita untuk mempersiapkan anak-anak agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman meliputi keterampilan berpikir kritis, kemampuan beradaptasi, keterampilan kolaborasi dan komunikasi. Pendekatan holistik dan relevan dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, pendidikan dapat menjadi lebih holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak, pendidikan yang menghargai keunikan individu dan pada saat yang sama mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan adalah kunci untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. melalui upaya bersama antara pendidik, orang tua, dan stakeholder pendidikan lainnya</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD tentang penghambaan pada anak dengan peran kita sebagai pendidik adalah pendidikan menuntun siswa sesuai kodratnya &nbsp;dimana dalam pelaksanaan pembelajaran berpusat pada murid , guru memfasilitasi proses perkembangan siswa. Guru bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan penuntun bagi peserta didiknya dalam mengembangkan minat, bakat, potensi dan life skillnya. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:18:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039633240</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli Kris_155B</title>
         <author>yuli3710</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039633386</link>
         <description><![CDATA[<p><strong> 4. Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” terhadap peran saya sebagai pendidik, yaitu dengan</strong></p><p>Menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang "Pendidikan yang berhamba pada anak" berarti menjadikan anak sebagai pusat pembelajaran, mengajarkan nilai-nilai karakter, mengembangkan sifat alam dan zaman mereka, dan menciptakan lingkungan belajar yang bebas dan menyenangkan. Hal ini sangat penting untuk membantu anak-anak mencapai potensi penuh mereka dan menjadi generasi penerus yang baik. Sebagai fasilitator, motivator, dan teladan, pendidik harus belajar terus menerus untuk memenuhi kebutuhan anak dan perkembangan zaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:18:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039633386</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rully Aprianti 155B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039633482</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan Indonesia harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena anak-anak memiliki kompetensi yang berbeda-beda sesuai dengan kultur sosio budaya di daerahnya. sebagai seorang guru kita harus menghormati perbedaan tersebut agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan tepat sesuai bakat dan minat siswa. selain itu pendidik juga harus mempertimbangkan kodrat zaman karena seiring dengan perkembangan zaman maka perkembangan teknologi juga semakin maju. anak-anak juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dengan negara lain dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya dan adab kesopanan </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:19:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039633482</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AGUS YULIANTO : PERTANYAAN 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039635534</link>
         <description><![CDATA[<p>relevansi pendidikan yang menghamba (berpihak pada murid)dalam peran saya sebagai pendidik yaitu:</p><p>saya harus melaksanakan dengan baik upaya pendidikan yang berpusat pada murid, saya memberikan kemerdekaan kepada siswa saya untuk dapat mengembangkan kemampuannya sesuai dengan bakat dan minatnya, selan itu juga saya harus menyusun suatu metode pembelajaran yang baik untuk mendukung pendidikan yang berpusat pada siswa dengan berragam variasi metode disesuaikan dengan SIKON nya. sehingga hal tersebut dapat mennjadikan anak dapat mengembangkan bakat dan minatnya sesuai dengan kompetensi murid dengan memanfaatkan teknologi dan mengarahkan membimbing mereka agar mempunyai budi /akhlak yang baik dan luhur.</p><p>saya harus meningalkan cara yang kono, dengan memberikan pembelajaran yang tidak berpusat pada murid, atau tidak berperan sebagai Teacher Center. karena siswa akan jenuh dan bosan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:21:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039635534</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JUNAIDI_159A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039636825</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pikirkan dan tuliskan satupengalaman anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan )pemikiran kihajar Dewantoro</strong> :Salah satu aspek yang saya ambil dari pemikiran Ki Hajar Dewantoro adalah pentingnya pendidikan sebagai alat untuk membangun karakter dan meningkatkan kualitas hidup. Kami tidak hanya fokus pada literasi dan numerasi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong, kebersihan, dan penghargaan terhadap budaya lokal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:23:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039636825</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Mutmainah : Perwujudan &quot;menuntun&quot; dalam konteks sosial budaya yang sesuai dengan budaya di lingkungan sekolah , kami terapkan dalam intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, salah satu penerapan yang sangat relevan untuk sekolah adalah dengan kegiatan ekstrakurikuler yang mana anak  dapat memunculkan ide, kreativitas, bebas berkarya, hal itu bertujuan untuk menebalkan laku murid yaitu mandiri, merdeka dan bahagia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039637163</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:23:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039637163</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lutfi Rizkita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039637735</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman untuk mempersiapkan anak menghadapi masa depan. Dengan mempertimbangkan kodrat alam akan membekali siswa bagaimana dimasa depan siswa dapat mengoptimalkan semua kemampuan untuk menjaga dan melestarikan alam serta budayanya. Lebih lanjut kodrat zaman juga sangat perlu dipertimbangkan dalam pendidikan untuk membekali anak bisa menjadi bagian atau mengambil peran penting di masa depan abad 21. Sehingga anak tidak ketinggalan informasi atau pengetahuan. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib " Didiklah anak sesuai zamannya".</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:24:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039637735</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lutfi Rizkita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039644889</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Relevansi peran saya sebagai pendidik dengan pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak" sangatlah kuat. Sebagai seorang pendidik saya harus melakukan tugas saya dengan suci hati tanpa pamrih, ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT. Dengan hati yang iklas maka akan tercipta pendidikan yang baik, berpusat pada murid untuk mengembangkan potensi yang dimiliki murid. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:33:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039644889</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Mutmainah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039645226</link>
         <description><![CDATA[<p>Mengapa Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kita ketahui bersama bahwa anak tidak dapat lepas dari kodrat alamnya yang berupa karakter individu, budi pekerti, sifat bawaan dan tentu saja lingkungan geografis tempat anak tumbuh, karena saling terikat, sehingga jika kita sadar akan kodrat alam anak secara keseluruhan maka anak akan merdeka dan bahagia dalam proses kehidupan sebagai manusia dan masyarakat, hal ini ditunjang dengan sifat pendidikan yang tidak diam tapi bergerak terus sesuai perkembangan zaman dengan tujuan untuk membentuk manusia yang siap bersaing dengan dunia luar</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:34:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039645226</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik adalah pendidikan yang memberikan ruang kebebasan berekspresi kepada anak, anak berperan aktif dalam pembelajaran, anak dengan berani menyuarakan pendapat mereka tanpa rasa takut, kita disini menuntun atau membimbing anak,memberikan teladan yang baik serta memberikan semangat kepada peserta diri, agar anak mampu menemukan makna makna pembelajaran yang sesungguhnya, sesuai dengan kodratnya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039650648</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:40:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039650648</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Septi Puspita C. Astuty_154A Kota Kediri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039650931</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman  saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemahaman KHD yaitu saya mengarahkan murid saya untuk mengikuti ekskul sesuai dengan bakat/ potensi dan minat (kodrat alam) &nbsp;kemudian menuntunnya untuk mengembangkan potensi tersebut sesuai perkembangan zaman .</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun yg saya lihat dalam konteks social budaya di daerah saya yaitu dengan cara mengenalkan pada murid dan mengajak untuk melestarikan salah satu kesenian tradisional, adat istiadat dan bahasa jawa. Kemudian menuntun murid untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman seperti kemajuan IT.</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Karena &nbsp;setiap anak lahir dengan membawa kodrat alam (potensi) masing-masing dan tumbuh bersama kodrat zaman (perkembangan zaman) sehingga sebagai seorang pendidik kita dapat membantu, menuntun dan mengarahkan &nbsp;murid untuk menemukan dan memaksimalkan potensi yang ada pada diri murid sesuai dengan perkembangan zaman.</p><p>&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi Pendidikan yang berpihak pada anak dalam peran saya sebagai pendidik yaitu sebagai seorang pendidik &nbsp;harus memiliki rasa hormat, menghargai dan memuliakan murid, sehingga akan tumbuh rasa aman, nyaman dan Bahagia pada hati murid.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:40:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039650931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RATNA DEWI-A11 160B</title>
         <author>ratnadewi2775</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039656280</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD?</strong></p><p><em>Ketika pembelajaran berlangsung tak lupa saya selalu menanyakan kondisi murid-murid saya agar mereka dapat mengikuti dan memahari pembelajaran yang saya sampaikan dengan baik. Selain itu saya juga memberikan kebebasan kepada mereka untuk belajar senyaman mereka, misalkan mereka bisa belajar di luar ruang kelas memilih tempat sesuai keinginan mereka namun tetap dalam pengawasan kita sebagai pendidik.</em></p><p><strong>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana perwujudan “menuntun” yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah Saya?</strong></p><p><em>Dalam hal ini saya mengajak anak untuk mengenali berbagai macam sosial budaya yang ada di sekitar daerah tempat tinggal. Mereka diajak melihat budaya tersebut secara langsung maupun menggunakan sosial media yang ada pada saat ini. Namun sebelum mengajak melihat, kita sebagai pendidik harus mengenali secara detail terlebih dahulu budaya yang akan dikenalkan. Sehingga mereka dapat memahami secara baik dan benar agar tidak salah pemahaman. Itulah perwujudan “menuntun” menurut saya.</em></p><p><strong>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</strong></p><p><em>Karena di Indonesia memiliki beragam bentang alam dan kebudayaan yang berbeda sehingga kita harus menyesuaikan kodrat alam pada setiap wilayah. Pendidikan juga harus mengikuti perkembangan zaman yang sesuai dengan kondisi di sekitar kita. Jadi pada dasarnya Pendidikan harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sesuai kodrat alam dan kodrat zaman yang berkembang saat ini.</em></p><p><strong>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpusat) pada anak-anak” dalam peran saya sebagai pendidik?</strong></p><p><em>Relevansi pemikiran KHD dalam peran saya sebagai pendidik adalah guru hendaknya tidak menuntut anak untuk selalu mengikuti keinginan kita, melainkan guru harus bisa memberikan pelayanan terbaik untuk anak dalam menggali potensi yang ada pada diri mereka sehingga dapat mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.</em></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:47:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039656280</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Setyanis</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039661907</link>
         <description><![CDATA[<p>Dengan mempertimbangkan kodrat alam maupun kodrat zaman dalam pendidikan, kita dapat menciptakan generasi yang lebih bertanggung jawab,berpengetahuan, berwawasan luas dan bertanggung jawab terhadap lingkungan nya,serta siap menghadapi tantangan masa depan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan harmonis dengan alam dan zaman yang ada.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:53:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039661907</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M. Risma Aulia Akbar</title>
         <author>makbar63</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039673104</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dalam pembelajaran saya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dan memaksimalkan peran tutor sebaya dalam berbagi peran pada setiap kelompok, serta memberikan fasilitas yang cukup untuk kegiatan praktik.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam sosial budaya daerah saya adalah dengan memberikan contoh perilaku yang sopan, membiasakan berbicara dengan santun kepada yang lebih tua baik menggunakan bahasa daerah maupun bahasa Indonesia. Serta senantiasa mengajak peserta didik untuk melakukan berdoa bersama.</p></li><li><p> Pendidikan di Indonesia perlu mengimplementasikan pembelajaran yang mementingkan kodrat alam dan kodrat zaman karena mengingat perkembangan zaman terus berkembang pesat dan peserta didik di Indonesia perlu mengikuti kondisi yang ada. Selain itu peserta didik pun harus mampu memahami keadaan alam sekitar, yang terus mengalami perubahan.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD mengenai "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak", saya selaku pendidik memiliki peran sebagai fasilitator sekaligus memberi motivasi mengenai kerbermaknaan belajar dalam segala kondisi yang ada. Sebagai pendidik saya pun mengaku jika memiliki peran yang besar dan tanggung jawab untuk menuntun dan mendorong peserta didik menggapai harapannya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:07:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039673104</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dyah Dwi Puspitaningrum_Kelas 157A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039683658</link>
         <description><![CDATA[<p>Menuntun adalah proses bagaimana seorang pendidik dapat melakukan pembelajaran sesuai dengan kodrat anak yakni kodrat alam dan kodrat zaman,setiap peserta didik memiliki karakteristiknya masing-masing guru harus dapat menyediakan dan memfasilitasi potensi yang dimiliki oleh siswa serta dapat membentuk budi pekerti yang luhur dalam diri siswa.</p><p>Dalam menuntun harus memperhatikan kodrat anak yakni kodrat alam dan kodrat zaman,dimana kodrat alam keadaan yang ada karena sifat dan bentuk lingkungan dimana anak berada,sedangkan kodrat zaman adalah era yang dijalani anak,menuntun anak untuk menyesuaikan diri dengan zaman tetapi harus tetap menjaga harkat dan martabat kodrat alam bangsanya.</p><p>Dalam memberikan pembelajaran bagi peserta didik harus memperhatikaan wiraga (usia 0-8 tahun) dimana dunia anak berfokus pada bermain,wiraga-wirama dimana pada tahap ini anak mulai menggunakan raga untuk mengetahui iramanya dan terakhir tahap wirama yakni anak menggunakan irama untuk mendapat inspirasi dalam menjalani kehidupannya.</p><p>Dari filosofi KHD ini, saya dapat menarik kesimpulan refleksi yaitu</p><ol><li><p> seorang guru harus dapat menuntun siswa dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zamannya. </p></li><li><p>Dalam menentukan pembelajaran harus memperhatikan tahapan perkembangan anak agar proses pembelajaran berhasil sehingga peserta didik dapat selamat dan bahagia. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:22:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039683658</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Mutmainah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039698803</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>satu pengalaman terkait pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) adalah dengan melaksanakan pembelajaran terdiferensiasi digital dimana sebelum melakukan pembelajaran kita melakukan pemetaan siswa yang berdasarkan kemampuan pengetahuan individu siswa, gaya belajar dan minat, serta karakter yang dimiliki oleh siswa, karena kami sadari mereka mempunyai kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan kodrat alam yang memang berasal dari anak anak sendiri, dengan lingkungan geografis yang berbeda pula, dengan melakukan pembelajaran terdiferensiasi diharapkan guru dapat bertemu dan berinteraksi dengan siswa pada tingkat pengetahuan mereka untuk menyiapkan preferensi belajar merdeka. </strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:46:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039698803</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan mencerminkan pemikiran KHD Menerapkan pembelajaran kolaboratif yang sesuai dengan sosio kultural ditempat saya mengajar yaitu begawi jejama atau bkerja bersama sama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039706944</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:57:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039706944</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukawati_1163 Lampung</title>
         <author>sukawati13</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039707400</link>
         <description><![CDATA[<p>proses pembelajaran yang saya lakukan disekolah yang sesuai dengan filosofi KHD adalah saya selalu mencoba merancang pembelajaran yang kontektual dengan daerah pegunungan dan mata pencaharian petani kopi, dan untuk karakter saya melakukan pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah belajar serta simakan baca alquran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:58:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039707400</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mutmainnah 2. Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya didaerah saya, menuntun anak anak didik untuk kegiatan begawi jejama atau bekerja bersama sama untuk membersihkan lingkungan kelas dan sekolah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039708463</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:59:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039708463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukawati</title>
         <author>sukawati13</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039708912</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>untuk menuntut sebagai pendidik saya selalu berusaha untuk menjadi tauladan dan menunjukan prilaku baik, baik dalam disiplin ilmu dan keimanan serta ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:00:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039708912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eni Yunita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039709419</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD yang pernah saya lakukan yaitu pada materi campuran homogen dan heterogen kelas 5 saya meminta murid saya membuat video proses pembuatan campuran homogen dan heterogen secara berkelompok, hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan kolaborasi, kreativitas, dan menggunakan teknologi sesuai dengan perkembangan zamannya. Hasilnya, anak-anak lebih kreatif dari saya, banyak yang sudah mahir menggunakan aplikasi edit video sehingga hasilnya menarik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:01:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039709419</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FATHUROHMAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039709526</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya membiasakan murid untuk melaksanakan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun) kepada guru dan teman-temannya. Berdoa sebelum belajar serta saling membantu apabila ada teman yang mengalami kesulitan. hal ini sesuai dengan filosofi ki hajar dewantara bahwa murid seperti garis yang masih samar-samar maka tugas kita sebagai guru adalah menebalkan garis tersebut dengan pendidikan budi pekerti.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:01:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039709526</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ONI HARMIDA SARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039709666</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</p></li></ol><p>Jawab :</p><p>Dalam pengalaman ini, saya tidak hanya berfokus pada pemberian materi pelajaran secara konvensional, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek pengembangan karakter, kepribadian, dan kepekaan sosial murid. Saya berusaha menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menghargai keberagaman serta keunikan setiap murid.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:01:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039709666</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SRI REZEKI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039710214</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai pendidik sebelum kita menuntun murid hendaknya kita harus bisa juga menjandi penuntun atau panutan / suritauladan maka sebagai guru baru bisa memantaskan diri dalam menuntun menebalkan kodrat murid yang masih samar sehingga anak menjadi individu yang selamat dan bahagia hidup ditengah-tengah masyarakat di masa yang akan datang</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:02:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039710214</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ferhan dani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039710638</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang pernah saya lakukan terkait proses pembelajaran untuk merepleksikan pemikiran KHD adalah saya membimbing murid untuk lebih mengenal diri mereka secara lebih dalam terkait dengan gaya belajar, bakat minat dengan melakukan kebebasan dalam pengumpulan tugas mapel MTK disesuaikan dengan gaya belajar dan bakat. Setelah mereka memahami siapa diri mereka lengkap dengan kelebihan dan kekurangan akan lebih memudahkan saya sebagai guru akan dengan mudah menuntun dan konsep menghamba pada siswa saya mulai memiliki rasa hormat dan memuliakan anak,menjadikan anak sebagai teman,menciptakan pembelajaran menyenangkan dengan media belajar permainan,sehingga anak senang. pembelajaran mudah diterima</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya amati terkait dengan konteks sosial budaya di daerah saya adalah terjadinya pertukaran kebudayaan antar satu tempat dengan lainnya. Pertukaran kebudayaan ini bukan berarti merubah atau menghilangkan kebudaayan tersebut namun hal ini akan semakin menguatkan jati diri bangsa.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal ini tidak bisa dipisahkan dalam diri anak. Seorang anak akan lahir dari kodrat alam ⟮potensi, bakat, kemampuan⟯ yang berbeda-beda satu sama lain sehingga sebagai seorang guru kita diharapkan mampu membantu, memotivasi mereka agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing anak memasuki abad 21, untuk itu seorang pendidik wajib menguasai teknologi dan mengikuti perkembangan jaman.</p></li><li><p>Relevansi pendidikan Ki Hajar Dewantara bahwa seorang pendidik itu harus menghamba pada anak maksudnya seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang, bahagia. Kondisi ini akan bisa memudahkan mereka untuk menyerap ilmu pengetahuan sehingga akan membawa hasil yang memuaskan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:03:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039710638</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039712107</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu dalam kegiatan sehari-hari anak dengan kegiatan Setulungan atau gotong royong dalam piket kelas, dan dalam piket umum sekolah. Kemudian saya juga menerapkan kerjasama dalam pembelajaran di kelas yaitu dalam kerja kelompok, sesuai dengan beudaya daerah tanggamus yaitu begawi jejama atau bekerja bersam-sama.</p></li><li><p>Menuntun dalam konteks sosial budaya Masyarakat Lampung sangat kental dengan adat istiadat dan nilai-nilai budaya yang positif yaitu kerjasama dan kolaborasi. dalam hal ini kita wujudkan dalam menuntun kodrat dan inteltual anak sesuai dengan karakter yang ada dalam diri mereka sehingga dapat kita kembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuan anak-anak</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena dalam kehidupan kita harus bisa menyesuaikan lingkungan alam dan perkemabangan zaman untuk dapat menyesuaikan dan mengintegrasikan pendidikan yang ada di INdonesia. Sehingga anak didik dapat berkembang dengan baik sesuai dengan keadaan dan perkembangan zaman yang ada hal ini dapat menciptakan anak didik yang memiliki manfaat untuk diri sendiri dan masyarakat</p></li><li><p>pendidikan menghamba pada murid sangat relevan dalam peran kuta sebagai pendidik karena kita sebagai manusia kodrat seorang guru adalah menuntun dan membimbing anak didik untuk berkembang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya sehingga dapat berkolaborasi dengan baik sehingga tercipta anak didik yang berbudi dan berakhlak dan bissa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:05:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039712107</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Inayatul Safitri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039712300</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait dengan mecerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah dengan pendidikan yang menebalkan laku dengan kekuatan kontek diri anak sesuai dengan tahapan WIRAGA dengan permainan Ular tangga pada pembelajaran matematika materi pecahan. Bermain ular tangga juga memper dalam budi pekerti anak karena kognitif, perasaan, kemuan dan perilaku terkemas menjadi satu karna selain bermain anak-anak juga belajar menegani pecahan yang terdapat pada setiap kotak pada ular tangga.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:06:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039712300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>YENDA BELLA PUTRI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039712356</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu dalam pembelajaran matematika, pada materi operasi hitung bilangan bulat, dimana saya mengajak anak-anak untuk bernyanyi perkalian dan pembagian bilangan bulat, dari kegiatan tersebut murid dapat memahami materi operasi hitung bilangan bulat.</p><p><br/></p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan ‘menuntun’ dilihat dari konteks sosial budaya di daerah saya, yaitu Lampung adalah dengan memberikan bimbingan dan pengajaran menghargai nilai-nilai lokal dan tradisi serta melestarikan budaya yang ada. Dalam hal ini, dapat diwujudkan dengan melestarikan bahasa Lampung, dengan cara menggunakan bahasa Lampung dalam keseharian.</p><p><br/></p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman untuk memastikan bahwa proses pendidikan relevan dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Kodrat alam mengacu pada potensi dan karakteristik individu, sehingga pendidikan harus disesuaikan dengan kemampuan, minat, dan bakat setiap siswa. Kodrat zaman mengacu pada perubahan dan perkembangan zaman, termasuk teknologi, sosial, dan ekonomi, sehingga pendidikan harus adaptif dan mampu mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan.</p><p><br/></p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemikiran KHD menekankan bahwa pendidikan harus berorientasi atau berpusat pada anak, mengutamakan kebutuhan, potensi, dan kebahagiaan mereka. Sebagai pendidik, perlu memahami dan menghormati setiap individu siswa, memberikan perhatian yang personal, dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan holistik mereka. Hal ini juga berarti mendengarkan aspirasi siswa, mendorong partisipasi aktif, dan memberikan ruang bagi kreativitas dan inovasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:06:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039712356</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rina Yunilawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713062</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Mengawali pembelajaran dengan berdo'a kepada Tuhan Yang Maha esa</p></li><li><p>menerapkan inklusifitas dan differensiasi</p></li><li><p>menggunakan metode, media dan pembelajaran yang tepat</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:07:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Octa Afliandi Umar kelas 11.64 Lampung</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713421</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya membedakan metode pembelajaran yang saya berikan ke anak. Setiap kelas dan siswa saya bedakan. Hanya saja, materinya sama. Untuk memberikan kemudahan ke siswa dalam memahami materi. Bukan hanya itu, adab menuntut ilmu juga sering kami terapkan dalam pembelajaran, agar siswa mendapatkan haknya memiliki budi pekerti yang luhur, sebagai pendidik, kita yang menuntunnya. </p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya. Saya menerapkan trilogi dari KHD, yakni ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Saat pelaksanaan P5 tema kearifan lokal, anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih kearifan lokal di daerah kami, Sebagai pendidik saya memberi teladan kepada anak. Saya menanamkan ke anak meski kita fasih berteknologi tetap kita harus tetap melestarikan budaya, melestarikan kearifan lokal yang ada di sekitar kita khususnya dan yang ada di Indonesia umumnya.</p></li><li><p>Memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman akan&nbsp; membuat&nbsp; pendidikan&nbsp; Indonesia&nbsp; lebih&nbsp; relevan&nbsp; dan&nbsp; mampu&nbsp; menghasilkan&nbsp; generasi&nbsp; yang&nbsp; berkualitas,&nbsp; berakhlak&nbsp; mulia,&nbsp; dan&nbsp; mampu&nbsp; berkontribusi&nbsp; positif&nbsp; bagi&nbsp; bangsa&nbsp; dan&nbsp; negara.</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada anak artinya memberikan pelayanan baik pengajaran maupun pendidikan dengan setulus hati, menciptakan pembelajaran yang berpusat pada anak, dan memandang siswa dengan hormat dengan tidak mengabaikan nilai kesopanan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:07:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713421</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANDESTA MANDASARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713450</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya pada proses pebelajaran saya melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid, dengan menggunakan pembelajaran yang menyenangkan dengan metode belajar yang bervariasi seperti melakukan ice breaking, menggunakan media pembelajaran yang memancing minat siswa, belajar kelompok.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:08:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713450</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mutmainnah 1. satu pengalaman saya terkait proses yang merefleksikan mencerminkan pemikiran KHD merancang pembelajaran yang menyenangkan bagi murid dengan menerapkan teknik ice breaking di setiap proses pembelajaran saya.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713569</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:08:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eni Yunita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713716</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di sekolah yaitu mengajak anak bergotongroyong membersihkan lingkungan sekolah pada hari jumat setelah senam atau disebut juga dengan kegiatan jumat bersih. kegiatan ini diharapkan mampu menggali budi pekerti murid berupa iman dan takwa, tanggungjawab, mandiri, bekerjasama atau gotong royong, dan cinta lingkungan. hal ini sesuai dengan kodrat pembelajaran menurut KHD.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:08:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039713716</guid>
      </item>
      <item>
         <title>hari yunanto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039714339</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saya mengajar dismk kejuruan biasanya ada program seperti kunjungan industri, Praktek kerja lapangan ,kemudian metode ajar yang sepenuhnya praktek dengan tuntutan kebutuhan industri</p></li><li><p>menuntun untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi industri </p></li><li><p>karena pendidikan harus mempertimbangkan kodrat zaman dan alam,karena setiap anak mempunyai sifat dan lingkungan yang berbeda, untuk kodrat zaman harus mengikuti perkembangan zaman</p><p><br/></p></li><li><p>kebetulan saya guru kejuruan kita harus mempunyai kemampuan lebih dalam mengajar dengan cara guru magang dan kompetensi lainnya oleh sebab itu dalam kontek mengajar kejuruan selain teori lebih ditekankan praktek agar anak setelah lulus mempunyai skill yang kompeten </p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:09:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039714339</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukawati_1163_Tanggamus</title>
         <author>sukawati13</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039715133</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Menurut saya pendidikan sangat penting untuk menyesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. kodrat alam setiap daerah di Indonesia berbeda letak geografis tentunya akan berbeda juga cara siswa memahami dan guru sendiri akan lebih mudah mencari media pembelajaran alternatif jika sesuai dengan keadaan alamnya. sedangkan kodrat zaman anak2 milenial tentu akan berbeda dengan anak2 pada zaman 80an</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:10:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039715133</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANDESTA MANDASARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716168</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Perwujudan menuuntun yang sesuai dengan sosial budaya saya adalah membimbing murid untuk mengembangkan prilaku baik, praktik baik seperti bergotong royong dalam membersihkan lingkungan kelas misalnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:11:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mutmainnah 3. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. karena masing masing anak memiliki gaya belajarnya masing masing. pendidikan anak di daerah pegunungan akan berbeda dengan pendidikan anak didaerah pantai dan pendidikan harus mempertimbangkan kodrat zaman karena zaman yang akan dihadapi anak dimasa yang akan datang tentu akan sangat berbeda dengan zaman sekarang ini </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716386</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:12:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716386</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rina Yunilawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716411</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Konteks menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial Budaya di daerah saya dalam tradisi masyarakat di Limau pada acara acara traditional pernikahan atau khitanan ada arak2an yang dilakukan oleh pemuda dan pemudi pilihan bagi yang terpilih merupakan suatu kebanggaan maka saya tanamkan pentingnya budi pekerti sopan santin dalam masyarakat agar mereka dapat terpilih sebagai peserta arak - arakan </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:12:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zahratul Hanisa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716509</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Proses Pembelajaran yang mereflesikan pemikiran KHD saat pembelajaran yaitu saya  memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mereka mengembangkan diri mengembangkan potensi apa yang memang sudah ada pada mereka tanpa memaksa namun menuntun.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:12:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716509</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eniati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716647</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah dengan menerapkan pembelajaran kepada peserta didik yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan dengan memberikan pembelajaran sistem belajar sambil bermain karena kebetulan saya guru kelas 1 SD, saya juga menuntun atau mengarahkan peserta didik saya kearah yang lebih baik dengan menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik saya dengan menerapkan 5s (senyum,salam,sapa,sopan da santun)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:12:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716647</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eni Yunita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716706</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Karena setiap anak pada hakekatnya memiliki karakter masing-masing yang dibawa dari lingkungan keluarga atau lingkungan tempat tinggalnya (kodrat alam). Murid yang memiliki karakter berbeda ini harus juga mengalami perlakuan yang berbeda dalam proses pembelajarannya, agar tujuan dari kegiatan pembelajaran tercapai dengan maksimal. Selain kodrat alam yang berbeda, kodrat zaman juga harus dipertimbangkan dalam membuat pembelajaran yang menyenangkan. Guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang menyenagkan sesuai dengan perkembangan zaman, untuk saat ini guru harus dapat menggunakan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:12:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039716706</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SHERLI DAMAYANTI</title>
         <author>sherlidamayanti47</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039717168</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>salah satu Pengalaman proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yang saya lakukan adalah Sebelum Proses pembelajaran di dalam kelas kami membuat kesepakatan kelas</p></li><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya salah satunya adalah dengan mengembangkan budaya gotong royong</p></li><li><p>pentingnya Kodrat alam dan kodrat zaman di terapkan disekolah sangat relevan di kembangkan di sekolah karena menurut saya Pendidikan yang memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman membantu mengajarkan nilai-nilai etika yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD yang dapat saya terapkan dalam peran saya sebagai pendidik adalah dengan </p><p>a. menghargai bahwa setiap anak itu memiliki keunikan tersendiri</p><p>b. menjadikan pembelajaran berpusat pada murit</p><p>c. menyediakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman</p><p>d. dan menyelaraskan pembelajaran dengan budaya lokal di tempat kita tinggal</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:13:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039717168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zahratul Hanisa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039717920</link>
         <description><![CDATA[<p>2.Menuntun artinya kita sebagai seorang pendidik harus membimbing mereka menembalkan apayg memang sudah ada pada diri peserta didik tanpa merubah namun memperbaiki sehingga mereka bisa menjadi manusi yang berguna baik untuk dirinya maupun untuk masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:14:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039717920</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukawati_1163_Tanggamus</title>
         <author>sukawati13</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718069</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>pada awalnya saya bingung bukankah menghamba itu hanya pada Tuhan Yang Maha Esa. setelah mendengar penjelasan bapak maka saya menyimpulkan menghamba artinya kita harus menuntun, mengarahkan serta membimbing anak2 dengan keiklasan dan ketulusan hati sebagaimana kita iklas dan tulus saat kita melaksanakan ibadah pada tuhan yang maha Esa agar apa yang kita lakukan dan perbuat menjadi bermakna,bermanfaat dan menghasilkan kebahagian bukan hanya pada diri kita tapi anak2 didik tentunya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:14:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718069</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lisnawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718207</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah saya menerapkan pembealajaran yang berpusat pada siswa, saya membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dengan cara diawal pembelajaran saya sisipkan ice breaking agar anak anak menjadi happy dan tidak terlalu tegang</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:14:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANDESTA MANDASARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718281</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Karena pendidikan bersifat dinamis yang semakin tahun semakin berkembang seiring dengan menignkatkan IPTEK sehingga kita sebagai pendidik harus menuntun murid agar mampu beradaptasi dengan perkembangan IPTEK agar mereka dapat bersaing.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:15:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718281</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Inayatul Safitri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718459</link>
         <description><![CDATA[<p>Perwujutan dari "menuntun" yang saya lihat dari kontek sosial budaya di derah saya adalah dengan menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Sebagai contoh penerapan budaya anak "gotong royong" di sekolah pada hari jum'at sebagi jum'at bersih, kerja sama pada proses pembelajaran yang berkelompok. Pembudayaan dearah dengan mefasilitasi peserta didk untuk belajar tari derahnya cotohnya tari segeh pengunten.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:15:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1.pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran ki hadjar dewantara yaitu:saya menuntun siswa dalam konsep merdeka belajar,membuat pembelajaran yg tidak membosankan dengan alat peraga dan teknologi yang sedang berkembang,yaitu lcd proyektor,dan menerapkan pembelajaran yang berbasis budaya lokal</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718582</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:15:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718582</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eni Yunita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718981</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Relevansi pemikiran KHD pendidikan yang berhamba pada anak dalam peran saya sebagai pendidik yaitu saya harus mengutamakan murid, menyayangi murid seperti orangtua yang menyayangi anaknya yaitu menyayangi dengan tulus, tanpa meminta balasan. Memahami karakter masing-masing murid dan membuat pembelajaran menyenangkan tanpa ada rasa bosan dan paksaan dalam belajar sehingga kedepannya dapat membentuk murid yang selamat lahirnya dan bahagia batinnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:16:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039718981</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lisnawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039719388</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu membimbing dan mengarahkan kodrat anak dalam hal ini kodrat alam dan kodrat zaman agar anak mencapai kebahagiaan yang setinggi tingginya dan keselamatan yang setinggi tingginya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:16:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039719388</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rina Yunilawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039719953</link>
         <description><![CDATA[<p>Pentingnnya Implementasi kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan di Indonesia sangat mempengaruhi kemajuan Negara Kesatuan Indonesia dimana para peserta didik harus dituntun agar tersadar dengan sendirinya meningkatkan Potensi diri dan menguasai teknologi sesuai kodrat zama  tanpa melupakan atau  meninggalkan budayanya dan tetap menjaga kelestarian alam sekitarnya  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:17:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039719953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANDESTA MANDASARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039720730</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Pendidikan yang berhamba pada murid artinya melaksanakan pembelajaran yang berpihak kepada murid, mengenali bakat dan minatnya, meuntunnya agr murid dapat mengembangkannya untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:18:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039720730</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aji Setya Gaya Putra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039720740</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan perlu mempertimbangkan&nbsp;kodrat alam&nbsp;dan&nbsp;kodrat zaman Kodrat alam mengacu pada sifat dasar manusia yang tidak berubah, fitrah atau karakteristik bawaan yang dimiliki setiap individu. Di sisi lain, kodrat zaman mencerminkan konteks atau era di mana kita hidup saat ini. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan global mempengaruhi, bagaimana&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://kauri.id/mengapa-pendidikan-perlu-mempertimbangkan-kodrat-alam-dan-kodrat-zaman/">&nbsp;pendidikan</a>&nbsp;harus disusun dan diimplementasikan agar tetap relevan dan efektif.</p><p>Integrasi yang efektif antara kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang seimbang, relevan, dan bermakna bagi murid. Sehingga membuat murid merasa nyaman saat belajar hal ini bisa meningkatkan prestasi murid.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:18:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039720740</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zahratul Hanisa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039720767</link>
         <description><![CDATA[<p>3.Kodrat alam dan kodrat zaman merupakan 2 faktor  yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan.karena anak-anak memiliki potensi yang berbeda-beda sesuai dengan kultur sosial budaya di daerahnya.pendidik juga harus mempertimbangkan kodrat zaman dimana dunia pendidikan harus selalu berkembang sesuai perkembangan zaman agar siswa dapat mendapatkan ilmu yang sesuai dengan zaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:18:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039720767</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mutmainnah 4. relevansi Pemikiran KHD pendidikan yang menghamba berpihak kepada murid maksudnya menciptakan lingkungan belajar yang berfokus pada murid memberi contoh, memotivasi dan mendukung murid murid kita menuntunnya menuju keselamatan dan kebahagiaan bagi dirinya dan masyarakat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039721229</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:19:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039721229</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lisnawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039721397</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>menurut saya mengapa pendidikan di indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kita sebagai pendidik harus memperhatikan kondisi sosial budaya tempat tinggal kita dimana kita harus menyesuaikan pendidikan dengan kondisi alam supaya proses pembelajaran dapat tercapai dengan baik . dan kita harus memperhatikan kodrat zaman karena kita dituntut untuk memahami dan mengerti abad ke 21 dimana anak di haruskan untuk mengikuti perkembangan zaman , agar tidak tertinggal zaman dalam proses pendidikan .</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:19:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039721397</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Inayatul Safitri </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039721684</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan perlu memperhatikan kodrat alam karena seorang guru perlu memperhatikan lingkungan alam dan sosisl sekitar peserta didik. </p><p>Pendidikan perlu memperhatikan kodrat zaman karena pembelajaran yang dilakukan harus menyesuikan dengan perkembangan tuntutan zaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:20:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039721684</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eniati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039721694</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya adalah dengan menerapkan 5 falsafah adat Lampung (Nengah nyappur,bejuluk beadok, piil pesenggikhi, nemui nyimah, dan sakai sambayan)</p><ul><li><p>Nengah nyappur anak dituntun untuk bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan suku dan agama</p></li><li><p>bejuluk beadok anak dituntun untuk memnaggil kakak kelas dengan sebutan kakak dan adek kelas dipanggil adek. ketika dimsyarakat ada nama panggilan khusus untuk adat lampung</p></li><li><p>piil pesenggikhi anak dituntun untuk mempertahankan prinsipnya ketika memang dia benar.</p></li><li><p>nemuy nyimah anak dituntun untuk ramah tamah kepada siapa saja disekolah kita terapkan 5S(senyum,salam,sapa,sopan dan santun)</p></li><li><p>sakai sambayan anak dituntun untuk ikut serta dalam kegiatan gotong royong bisa disekolah dengan kegiatan jum'at bersih, ketika dimasyarakat gotong royong membersihkan lingkungan desa.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:20:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039721694</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FATHUROHMAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039722009</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya. Menuntun Tumbuh Kembang anak tidak untuk mengubah kodrat dari anak tersebut. Di daerah saya masyarat menjujung tinggi nilai-nilai budaya seperti budaya gotong royong, dan menggunakan bahasa daerah maka saya bersama dengan rekan guru membuat program jum'at bersih yaitu membersihkan lingkungan sekolah bersama-sama. Selain itu saya juga mengajarkan kebudayaan daerah berupa kesenian dan bahasa daerah.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:20:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039722009</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SUPENI , refleksi filosofi ki hajar Dewantara modul 1.1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039722385</link>
         <description><![CDATA[<p>Guru dan siswa saling berkolaborasi untuk mencapai pembelajaran yang menyenangkan dan menarik sehingga dapat tercipta suasana belajar yang efektif,berpihak pada anak,menghamba,menuntun dan mengemong sehingga tercipta merdeka mengajar.dan anak memiliki karakter yang kuat sebagai bekal untuk menjadi generasi yang bertaqwa, kreatif dan inovatif yang sesuai dengan falsafah hidup bangsa Indonesia,dan sesuai dengan filosofi pendidikan ki Hajar Dewantara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:21:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039722385</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lisnawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039722488</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>menurut saya relevansi pemikiran KHD pendidikan yang berhamba pada siswa di sini maksudnya kita sebagai pendidik dalam proses pembelajaran kita harus dengan penuh kasih sayang , menghormati pendidik dan tulus mneyayangi anak murid supaya almu atau pelajaran / materi yang di sampaikan tersalurkan dengan baik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:21:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039722488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2.perwujudan menuntun yang saya lakukan dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039722504</link>
         <description><![CDATA[<p>a.mengenali dan membimbing siswa agar mengetahui dan memahami pakaian khas daerah lampung serta seni tari nya,yang saya buatkan di kegiatan ekstrakulikuler tari sembah untuk menyambut tamu dalam acara pernikahan dan acara lainnya</p><p>b.menuntun anak murid agar melestarikan budaya lokal yang ada di lingkungan nya</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:21:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039722504</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zahratul Hanisa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039723248</link>
         <description><![CDATA[<p>Relevansi pemikiran KHD pendidikan berhamba pada murid yang artinya seorang guru harus dapat menciptakan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik agar mereka semangat dan mendapatkan pembelajaran yang dan bisa berguna </p><p>untuk masa depan mereka .</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:22:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039723248</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A. SITI NURKHOLIFAH_KELAS 63.A_TANGGAMUS</title>
         <author>anurkholifah43</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039723898</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Satu proses pembelajaran yang yang merefleksikan pembelajaran yang berpusat pada murid serta melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi guna menuntun pembelajaran dan mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan filosofi pemikiran KHD.</p></li><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya yang ada di daerah saya adalah ucapan sapaan "tabik pun" ini merupakan ucapan salam khas daerah lampung. biasaya diucapkan sebagai sapaan dalam upacara adat daerah bahkan sekarang sudah menjadi bentuk pembiasaan sehari-hari warga masyarakat lampung dalam mengucapkan kata "tabik pun". hal ini selaras dengan filosofi pendidikan menurut KHD yaitu "Salam dan Bahagia". artinya seluruh peran yang ada di dalamya seperti murid guru dan masyarakat di tuntun ke dalam selamat dan bahagia. "tabik pun" itu sendiri menjadi sebuah bentuk nilai konteks sosial budaya karena terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya.</p></li><li><p>pendidikan yang ada di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kondisi geografis yang ada di Indonesia sangat beraneka ragam. kita sebagai pendidik harus melakukan pendidikan yang sesuai dengan kondisi alam yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal anak. berikan pendidikan secara nyata, sehingga anak tahu bahwasannya memang hal tersebut ada dan dapat dipelajari secara langsung dan nyata. sebab pendidikan yang tidak mempertimbangkan kodrat alam akan membuat anak tidak dapat membayangkan/mengimajinasikan/mengggambarkan apa yang ingin mereka pelajari. </p><p>pertimbangan kodrat zaman tentunya sangat diperlukan, sebab perkembangan zaman berubah secara dinamis. guru dan murid harus terus beradaptasi dengan teknologi yang ada agar menyeimbangkan segala potensi yang ada pada murid. tentunya guru akan lebih diuntungkan dengan kemudahan mengakses dan menggunakan teknologi sebagai sarana pembelajaran di kelas. sebab jika kita tidak bisa mengikuti/menerapkan kodrat zaman yang sesuai, tentu akan membuat kita kesulitan dalam menyampaikan informasi maupun materi pembelajaran.</p></li><li><p>relevansi pendidikan yang berhamba pada anak yaitu sebagai pendidik tentunya harus menerapkan sistem among. yaitu sistem dimana kita menuntun anak seperti ibu kandung. memberikan ilmu dan pendidikan yang seikhlas-ikhlasnya tanpa mengharapkan apapun dari murid. sehingga kita tidak pernah terpikir untuk menyalahkan anak, sebab anak-anak yang bersalah bukanlah dosa dan kesalahan anak masih bisa diperbaiki. tuntunlah anak dengan gembira agar kodrat anak tersalur dan senang untuk belajar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:24:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039723898</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eniati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039724480</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol start="3"><li><p>Mengapa pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kodrat alam bersangkutan dengan bakat dan minat peserta didik dan berkaitan dengan lingkungan di mana anak tersebut tinggal sedangkan kodrat zaman adalah berkaitan dengan keterampilan yang mereka miliki agar mereka dapat hidup dan berkarya sesuai dengan zamannya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:25:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039724480</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Inyatul Safitri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039724969</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Relevansi saya diataranya adalah</p><ol><li><p>Fokus pada kepetingan peserta didik</p></li><li><p>Mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.</p></li><li><p>Mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam proses pendidikan peserta didik</p></li><li><p>Pemberdayaan peserta didik</p></li><li><p>Pengakuan atas keanekaragaman dan keterampilan individu peserta didik</p></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:25:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039724969</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitriani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039725465</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>1 Dalam proses pembelajaran yang pernah saya lakukan salah satunya adalah dengan saling berkolaborasi bersama anak anak untuk saling mencapai tujuan pembelajaran, seperti mengadaan kerja kelompok,dengan menjadikan peserta didik aktif dalam berkomunikasi,saling memberikan pendapat satu sama lain, saling menghargai pendapat orang lain, mencari alternatif penyelsaian masalah  </p><p>1.2 pembiasaan karakter , seperti sebelum dan sesudah belajar dibiasakan untuk berdoa, berusaha mengaplikasikan 5 s (senyum,salam,sapa,sopan santun) saat disekolah, memberikan contoh langsung dalam pembiasaan karakter, seperti minum didalam kelas menggunkan tangan kanan, diawali dengan berdoa, duduk saat minum dll.</p><p>1.3 berusaha menerapkan konsep merdeka belajar,tetap menciptakan pembelajran yang menyenangkan berbasis minat bakat siswa, memberikan wadah wadah khusus kepada siswa berdasarkan minat bakatnya.(ekstrakulikuler)</p><p><br/></p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:26:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039725465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3.penting nya kodrat alam dan kodrat zaman yaitu karna murid tidak terlepas dari itu,kodrat alam dimana lingkungan/karakteristik murid yang berbeda-beda dan harus sesuai dengan lingkungan yang ada,sedangkan kodrat zaman yaitu dimana pendidikan harus mau tidak mau mengikuti keadaan zaman yang sudah canggih dalam teknogi ini,kita di tuntut untuk mengikuti kodrat zaman yang dinamis ini agar mengikuti perubahan dibidang pendidikan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039726580</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:28:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039726580</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ONI HARMIDA SARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039726669</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Bagaimana perwujudan "Menuntun" dalam konteks Sosial Budaya di daerah saya ?</p><p>Jawab : </p><p>Di daerah Tanggamus, Lampung, perwujudan konsep "menuntun" dalam konteks sosial budaya dapat dilihat dalam berbagai kegiatan dan praktik pendidikan yang menghargai dan memperkuat nilai-nilai budaya lokal. Salah satu contohnya dengan kegiatan menyambut siswa setiap pagi oleh guru piket dengan melakukan 5S (Sapa, Salam, Senyum, Sopan dan Santun, Berdo'a sebelum pelajaran yang dipimpin oleh petugas (Guru juga siswa). Menyanyikan lagu Indonesia Raya (di awal pembelajaran) dan Mars Tanggamus ( di akhir pembelajaran)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:28:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039726669</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maisaroh Kab. Tanggamus</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039726873</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang pernah saya alami sesuai yang mencerminkan pemikiran KHD adalah saya mengajarkan dan menuntun peserta didik sesuai dengan kodratnya, karena setiap peserta didik memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda, saya sebagai guru memotivasi bakat dan minat tersebut agar dapat tersalurkan. Contohnya anak yang memiliki bakat seni tari atau deni suara maka saya akan membimbingnya agar bakattersebut dapat dikembangkan.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di sekolah saya adalah kami membiasakan peserta didik untuk berdoa sebelum memulai pelajaran, membiasakan membaca surat-surat pendek sebelum belajar, dan membiasakan salam tegur dan safa sebagai perwujudan budaya di sekolah saya, yang mencerminkan budaya ramah anak. </p></li><li><p>Mengapa pendidikan perlu memandang kodrat alam dan kodrat zaman karena setiap anak lahir sudah membawa kodratnya masing-masing mereka seperti kertas buram yang harus kita tuntun agar kertas buram tersebut semakin jelas tulisannya, begitupun dengan minat dan bakat peserta didik harus digali kodratnya, minat dan bakatnya agar peserta didik tersebut dapat tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya masing-masing. Begitupun kodrat Zaman, guru menuntun peserta didik sesuai dengan zamannya, mengikuti perkembangan yang ada dilingkungannya, mencari sumber belajar sesuai dengan zamannya.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD yang berhamba pada peserta didik artinya guru membimbing dan mengajarkan peserta didik dengan kasih sayang, menghargai pendapatnya, memberikan kepercayaan atas apa yang digagasnya, terus memotivasi semangatnya, terus berfikir positif atas ide-ide yang dimiliki peserta didik. </p><p>Terima kasih.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:28:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039726873</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039726877</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Adhe Rukdamayanti</strong></p><ol><li><p>Saya belajar banyak tentang tari tradisional, budaya Indonesia, dan tentang diri saya sendiri. Saya juga bersyukur atas kesempatan untuk berlatih nilai-nilai yang diajarkan oleh KHD, seperti kebersamaan, kreativitas, dan kepercayaan diri.</p></li><li><p>Saling Menghormati dan Menghargai, Menjaga Tradisi dan Nilai Budaya, Menuntun Anak-Anak untuk Tumbuh dan Berkembang, Menjalin Hubungan yang Baik    denganTetangga, Menjaga Kebersihan dan Kelestarian Lingkungan.</p></li><li><p>Karena untuk menghasilkan generasi yang tanggap dan berkarakter, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempersiapkan anak untuk masa depan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pendidikan Indonesia dapat mencapai tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.</p></li><li><p>Pemikiran KHD tentang pendidikan yang berhamba pada anak dapat membantu saya menjadi pendidik yang lebih baik dan membantu anak untuk mencapai potensi secara maksimal. saya dapat membantu anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berkarakter dan berkontribusi dan saya perlu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak agar mereka merasa bebas untuk bereksplorasi dan mengembangkan potensinya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:28:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039726877</guid>
      </item>
      <item>
         <title>wirayanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039727009</link>
         <description><![CDATA[<p>1.pengalaman saya terkait dengan proses pembelajaran, pembelajaran berpusat pada siswa, memberikan kebebasan pada siswa untuk belajar berdasarkan pengalamanya sehingga siswa dapat berpatisipasi secara aktif. saya menuntun siswa memberikan contoh dan tauladan yang baik sehingga terbentuk siswa berkarakter dan berbudi pekerti yang baik .</p><p>2.perwujudan  " menuntun " yang ada di daerah kami dalam konteks sosial budaya yaitu falsafah hidup orang lampung meliputi.</p><p>a. pi'il pesengikhi ( menghargai pendapat orang lain ketika berdiskusi)</p><p>b. nemui nyimah ( membiasakan 5S, senyum, salam , sapa ,sopan, santun.)</p><p>c. bejuluk beadok( adap penyebutan kepada orang yang lebih tua)</p><p>d. nengah nyampur( berteman tanpa memandang suku)</p><p>e.sakai sambayan ( bergotong royong )</p><p><br/></p><p>3.kodrat alam dan kodrat zaman bagian yang tak terpisahkan  peserta didik. dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan saling mempengaruhi seorang anak lahir dengan kodratalam ( kemampuan ,bakat , potensi ) yang berbeda-beda. mereka kemudian tumbuh dan berproses  sesuai dengan jamanya . maka dalam mendidik,perlu mengetahui kodrat alammasing -masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal </p><p><br/></p><ol start="4"><li><p>pendidikan yang berhamba pada anak  mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik. menomorsatukan murid dalam setiap keputusan pembelajaran yang di buat.memberikan pendidikan yang seimbang  antara olah cipta, rasa karsa ,dan olah raga .</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:28:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039727009</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FATHUROHMAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039727263</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Mengapa pendidikan perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman. Sudah tentu kita harus memperhatikan kodrat anak karena setiap anak memiliki karakter, potensi serta minat dan bakat. dengan memperhatikan kodrat alam kita bisa menuntun anak agar potensi yang dimiliki semakin berkembang dan karakter anak dapat tumbuh lebih baik. Pendidikan anak juga harus mengikuti perubahan zaman sehingga anak dapat memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya seperti mengoprasikan teknologi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:29:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039727263</guid>
      </item>
      <item>
         <title>(11_63_bgp _lampung_Pebri Puspitasari_kelas B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039727475</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu saya  memperkenalkan budaya yang ada di lingkungan supaya anak lebih mencintai dan melestarikan budaya tersebut.karena di dalam kebudayaan terdapat begitu banyak nilai seperti gotong royong ,kerjasama ,toleransi <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://dll.Guru">dll.Guru</a> sebagai pamong memberikan arahan kepada peserta didik supaya dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.</p></li><li><p>pendiidkan perlu memeperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena pada dasarnya anak sudah memiliki bakat atau bawaan yang harus kita asah, kita pupuk potensinya supaya terarah dan menemukan jati dirinya yang sesungguhnya.anak bukan lah kertas kosong (Tabularasa) yang harus kita tulis kertas tersebut sesuai kemauan kita tanpa mempertimbangkan bakat dan minatnya.</p></li><li><p>peran saya sebagai pendidik tentang pemikiran KHD yang menghamba pada  anak yaitu  memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan.salah satu contohnya adalah bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain.Selain itu , kita dapat memberi ruang pada anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya.</p></li><li><p>gambaran proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah Pembelajaran yang berpihak pada siswa dan menyenangkan.</p><p>sebagai guru kelas 6,saya sering menggunakan teka teki silang dan menganti lirik lagu sesuai dengan materi yang saya ajarkan untuk membangkitkan minat siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:29:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039727475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4.sangat relevan karna menghamba kepada murid yaituseorang guru harus suci hati nya,iklas dalam menuntun murid,mampu berkolaborasi dengan murid agar murid mendapatkan keselamatan dan kebahagian nya bagi dirinya dan masyarakat </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039727942</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:30:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039727942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eniati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039729294</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang menghamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik adalah dengan memberikan pendidikan yang berpusat pada peserta didik, guru hanya menjadi fasilitator. kita juga tidak hanya mendidik anak tetapi juga menanamkan karakter yang baik kepada peserta didik kita dengan menggunakan sistem Pelajar Pancasila yaitu beriman dan bertaqwa pada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:33:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039729294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RICA SYLVIA-  ( CGP  kelas 65 )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039731161</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Yang akan&nbsp; saya adalah &nbsp;mengembangkan pendidikan karakter kepada peserta didik, selama pembelajaran saya akan mencoba menghadirkan kegiatan kerjasama, memperkuat toleransi dengan sesama teman maupun semua warga sekolah, sopan santun kepada sesama manusia dan melatih mereka untuk bisa bertanggung jawab dengan apa yang mereka hadapi.</p></li><li><p>&nbsp;Mendorong kreativitas peserta didik, kita sebagai guru mengarahkan peserta didik untuk mengenal potensi yang dimiliki dirinya masing-masing, dengan memberikan waktu untuk mereka bereksplorasi dan membuat inovasi.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:36:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039731161</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ONI HARMIDA SARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039731590</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Mengapa pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman ?</p><p>Jawab: </p><p>Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara, pendidikan di Indonesia diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan siap menghadapi tantangan global dalam era yang terus berkembang.</p></li><li><p> Apa relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya seabgai pendidik?</p><p>Jawab :</p><p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang "pendidikan yang berhamba pada anak" relevan bagi peran saya sebagai pendidik karena menekankan pentingnya menempatkan anak sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Ini berarti saya perlu mengenali dan memahami keunikan serta kebutuhan setiap siswa sebagai individu. Pendidikan harus menyesuaikan diri dengan keberagaman bakat, minat, dan kemampuan mereka. Dengan menerapkan konsep "pendidikan yang berhamba pada anak" dalam praktik pendidikan, saya dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, relevan, dan memberdayakan bagi setiap siswa yang saya ajar</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:37:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039731590</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REZA PAHLEVI CGP_A11 KELAS65</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039731777</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Salah satu pengalaman proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yang saya lakukan adalah sebelum proses pembelajaran di dalam kelas kami membuat kesepakatan kelas.</p></li><li><p>Mentransformasikan budaya positif yang relevan untuk ditularkan ke anak sebagai bentuk melestarikan sosio kultural yang bisa menjadi hal baik, dalam memperbaiki laku dan sebagai upaya untuk menghadapi tantangan-tanganan. Sehingga anak dapat berproses dengan riang gembira</p></li><li><p>Karena setiap murid itu unik, membawa latar belakang dan karakter dari keluarga masing-masing, sebagai pendidik sangat perlu melihat keunikan anak dari berbagai sisi dan menerimanya dengan penuh kesadaran. Pendidik, ikut beradaptasi mengikuti pergerakan zaman yang itu mempengaruhi kondisi murid. Agar, murid juga merasa nyaman dengan usaha apa yang telah pendidik upayakan. Ada timbal balik dan saling keterkaitan, kodrat alam dan kodrat zaman menuntun kita, baik itu pendidik maupun murid untuk merespon segala perubahan jaman.</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada anak artinya memberikan pelayanan baik pengajaran maupun pendidikan dengan setulus hati, menciptakan pembelajaran yang berpusat pada anak, dan memandang siswa dengan hormat dengan tidak mengabaikan nilai kesopanan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039731777</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitriani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039731942</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>karena yang kita ketahui bahwasannya geografis di indonesia tidaklah sama, sehingga kita perlu mempertimbangkannya ,agar dengan mempertimbangkannya mampu membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang menyenangkan ,selamat serta bahagia dalam menggapai impiaannya, sebagai contoh siswa di daerah pegunungan akan berbeda dengan siswa yang ada di perkotaan begitupun sebaliknya,bisa diibaratkan ada segelombolan ikan, monyet , burung dan juga kuda, kita tidak mungkin mengadakan perlombaan dari 4 jenis binatang berbeda tersebut, jika ke4 binatang itu dipaksa untuk mengikuti lomba memanjat, jelas yang akan memenangkan perlombaan adalah monyet, maka dari itu kita perlu mempertimbangkan kodrat alam dan juga kodrat zaman dalam pelaksanaanya. kodrat zaman itu sendiri sangat berpengaruh pada pendidikan saat ini, apalagi anak anak zaman stroberi saat ini jelas akan berbeda dengan zaman saya tahun 80 an, dari cara proses pembelajaran, cara penyampaian materi dll, kita bisa mengunakan didiklah anakmu sesuai zamannya, jadi kita mempertimbangkannya untuk mengetahui lingkungan alam dan sosial peserta didik, dalam proses pembelajaran, dan memperhatikan zaman agar kita mampu menyesuaikan sesuai perkembangan zaman saat itu, tak dipungkiri kodrat zaman juga cukup berpengaruh terhadap proses pendidikan di indonesia, </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:38:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039731942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rina Yunilawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039735107</link>
         <description><![CDATA[<p>Relevansi Pemikiran Ki Hajar Deewantara yang pada anak dalam peran sebagai pendidik adalah seorang guru tidak boleh merasa paling benarn sehingga peserta didik harus menuruti apa kemauan guru tetapi seorang pendidik harus memahami dan mengenali dengan seksama bakat masing - masing peserta didik yang sudah dimilikinya  sejak lahir sebagai pendidik harus mampu mempertebal minat dan bakat mereka agar menjadi manusia merdeka seutuhnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:43:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039735107</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Agung</title>
         <author>agungsulistiono22</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039735936</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemikiran KHD tentang Pendidikan berhamba pada anak menurut saya yaitu, sebagai seorang pendidik kita harus selalu memberikan yang terbaik untuk peserta didik, dalam hal kreatifitas dan pembelajaran kita harus bisa menyediakan ruang yang luas untuk siswa dapat berkembang dengan kreatifitasnya, akan tetapi dalam memberikan ruang kita juga harus menuntun siswa agar berhasil mencapai apa yang dicita citakan dengan ke Bahagiaan. dalam hal ini sudah sangat jelas tugas Guru membimbing dan mengarahkan siswa, memberi ruang sesuai minat dan bakatnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:45:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039735936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitriani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039740855</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Relevansi nya menurut saya adalah;</p><p>4.1 pembelajaran yang berpihak kepada siswa.,yang artinya seorng guru memberikan penilaian /assesment tidak hanya fokus pada akademik saja ,memberikan kesempatan yang sama kepada semua siswa.</p><p>4.2 seorang guru yang memanusiakan manusia(siswa), dalam tanda kutip.</p><p>4.3.seorang guru yang mampu mengenali dan mengarahkan minat bakat siswanya .</p><p>4.4 seorang guru berperan sebagai pendamping yang berdiri disamping, sebagai pendorong yang berdiri dibelakang, serta sebagai fasilitator yng berdiri didepan siswa. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:53:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039740855</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIRIS SETYA RINI 160B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039745377</link>
         <description><![CDATA[<p>Berusaha untuk mampu memahami kebutuhan peserta didik sehingga peserta didik dapat berkembang sesuai kemampuan dan kodratnya </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:01:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039745377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitriani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039748730</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya ,yaitu salah satunya terwujud dalam gotong royong , hal ini diwujudkan disekolah dengan tema "jumat bersih",dimana setiap hari jumat diadakan gotong royong oleh warga sekolah untuk memberishkan lingkungan sekolah, mereka di tuntun untuk bergotong royong saling membantu sama lain, serta tetap melaksanakan tanggung jawab nya sebagai warga sekolah, dan tak lupa juga kami sebagai guru juga menuntun siswa untuk mengenali minat bakatnya, sehingga terwujudlah siswa yang mengenali minatnya ,seperti unggul dalam seni, atletik,kinestetik dll, sebagai perwujudtannya terselenggaranya tari sigeh pengunten yang diperankan oleh beberapa siswa berdasarkan kesamaaan minat dan bakatnya,Sehingga menuntun segala kodrat yang ada pada anak untuk mencapai kebahagian yang setinggi tingginya. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:06:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039748730</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahmad Zul Okfiandi_11_63_bgp_lampung_wahyu_tribudianti_kelas_b</title>
         <author>ahmadokfiandi77</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039749205</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pikirkan dan Tuliskan satu pengalaman anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD?</p><p>Salah satu pengalaman saya yang menurut saya merefleksi pemikiran KHD yaitu saya terkadang membawa siswa untuk belajar di luar kelas karena saya merupakan guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Pematang Sawa yang lingkungan kami merupakan daerah pesisir, maka siswa saya ajak belajar di pantai. kebetulan waktu itu materi tentang menulis puisi. </p><p>Hal ini saya lakukan karena menurut saya pembelajaran itu tidah harus selalu berada di dalam kelas. siswa akan merasa senang apabila diberikan suasana yang berbeda saat belajar. disamping itu siswa juga lebih mudah untuk dapat memahami materi apabila melihat dan mengalami langsung suatu yang sedang dipelajarinya.  Siswa lebih mudah mendapatkan ispirasi dalam menulis puisi dengan melihat alam yang ada di lingkungan.</p><p><br/></p></li><li><p>Bagaimana Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</p></li></ol><p>sosial budaya di daerah Tanggamus masih sangat kental dan masih mengakar di masyarakat. Bayak nilai-nilai luhur  kearifan budaya yang relevan menjadi penguat karakter murid sebagai individu sekaligus anggota masyarakat Salah satunya budaya "ngelepot" yang dilakukan pada acara-acara adat. yang mencerminkan kekeluargaan, kerjasama, dan kolaborasi sosial yang tinggi.</p><p><br/></p><ol start="3"><li><p>Mengapa pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p></li></ol><p>karena seperti yang di sampaikan KHD : Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”. </p><p>Sebagai Kodrat alam, Negara Indonesia berada pada bentang alam yang kaya dan beraneka ragam, ada pegunungan, lembah, pesisir, perkotaan, desa dan sebagainya. Dengan bentang alam yg sedemikian rupa tentu sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak sesuai dengan lingkungannya. anak yang hidup di pesisir pantai tentu akan kurang memahami tentang kehidupan pegunungan demikian sebaliknya.</p><p>Sebagai kodrat zaman, menurut KHD pendidikan pendidikan bersifat dinamis dan menganur prinsip perubahan. Perubahan dalam arti mengikuti perkembangan zaman yang dilandasi dengan asas trikon (kontinuitas, konvergensi,  dan konsentris)</p><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Apa relevansi pemikiran KHD yang berhamba (berpusat) pada anak dalam peran saya sebagai pendidik?</p></li></ol><p>Relevansi pemikiran KHD yang berhamba (berpusat) pada anak dalam peran saya sebagai pendidik yaitu Proses pembelajaran saat ini berfokus kepada peserta didik, sehingga peserta didik dituntut untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Walaupun peserta didik diberikan kebebasan dalam belajar, tetapi tetap memerlukan arahan agar tidak membahayakan peserta didik atau keluar dari tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru sebagai fasilitator dapat mendampingi atau membimbing peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru juga dapat merancang pembelajaran sesuai dengan apa yang dibutuhkan peserta didik dan menciptakan lingkungan belajar yang melibatkan peserta didik aktif didalamnya, misalnya kolaborasi yang menyenangkan.</p><p>Sementara itu peran saya sebagai pendidik adalah dengan tulus ikhlas melayani siswa dalam proses pembelajarannya namun tetap dalam batasannya. Peserta didik bukanlah objek yang bisa kita perlakukan sesuai dengan keinginan kita, namun siswa sebagai subjek.</p><p>Pendidik juga harus bisa memberikan teladan atau contoh dengan Tindakan yang baik sehingga terbentuk siswa berkarakter dan berbudi pekerti yang baik, memberikan dorongan dan arahan. Hal itu perlu dilakukan agar siswa dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki peserta didik, serta melakukan pembelajaran berpusat pada siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:07:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039749205</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIRIS SETYA RINI- 2. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039749259</link>
         <description><![CDATA[<p>Cara kita untuk memberikan arahan atau menuntun peserta didik untuk berkembang mengikuti norma yang ada di daerahnya dan melestarikan budaya daerah yang ada</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:07:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039749259</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RICA SYLVIA- (CGP kelas 65)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039749711</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Di daerah saya,&nbsp;<strong>menuntun</strong>&nbsp;dapat diartikan sebagai upaya membimbing seseorang menuju perilaku yang baik dan positif yang mana dalam hal ini peserta didik . Ini melibatkan mengarahkan individu agar memperbaiki perilaku hidupnya yang lebih baik.</p><p>Menuntun juga erat kaitannya &nbsp;dengan pendidikan karakter, mental, dan moral. Ini mencakup keteladanan, memberi contoh yang baik, dan mengajarkan nilai-nilai seperti sopan santun, menghargai sesama, dan mengikuti aturan, dalam budaya kami <strong>menuntun</strong>&nbsp;bukan hanya sekadar memberi arahan, tetapi juga mengarahkan individu menuju kesadaran dan tanggung jawab sosial yang lebih besar.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:07:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039749711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANI APRIYANI _cgp A11_Tanggamus</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039750312</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?&nbsp;</strong></p><p>Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara: Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan sosial budaya setempat. Tujuannya untuk mencerdaskan generasi penerus dan mengangkat martabat bangsa. Kemajuan teknologi dapat dijadikan sarana memperluas wawasan. Pengembangan sosial budaya harus sejalan dengan nilai-nilai sosial budaya setempat sebagai penguat dinamika pendidikan nasional Indonesaia. Maka jika pendidikan sesuai dengan sosial budaya setempat, peran guru akan diutamakan dalam membimbing dan menuntun siswa untuk mengembang potensi dan karakter yang mereka miliki. Sehingga sekolah bukan hanya tempat belajar tetapi benar-benar manjadi rumah kedua bagi siswa.</p><p><br></p></li></ol><ol start="2"><li><p><strong>Bagaimana perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya?</strong></p><p>Perwujudan "menuntun" yang saya lihat ddalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah mengarahkan dan membimbing siswa untuk bersikap santun, sopan, melatih rasa cinta terhadap lingkungan, cinta tanah air&nbsp; dan peduli terhadap sesama. seperti melakukan kegiatan jumat bersih dan aksi peduli sesama dengan menyisihkan uang jajan untuk diberikan kepada seama atau jika ada orang tua teman, teman, guru yang meninggal sebagai uang duka</p><p>Perubahan konkret yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya salah satu contohnya kegiatan menyambut siswa setiap pagi oleh guru piket dengan melakukan 5 S ( Sapa, Salam, senyum, sopan dan santun), Berdoa sebelum pelajaran yang dipimpin dari central oleh petugas dari setiap kelas (guru juga siswa). Menyanyikan lagu Indonesia Raya&nbsp;</p></li><li><p><strong>&nbsp;Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman </strong></p><p>karena pendidik adalah penuntun kodrat alam yang telah dimiliki oleh siswa sejak lahir yaitu bakat/talenta dan keadaan di mana siswa itu dilahirkan. Siswa berhak menerima pendidikan sesuai dengan lingkunga alam tempat tinggal di mana ia dlahirkan dan dibesarkan. Kodrat zaman perlu dipertimbangkan juga karena pendidik adalah penuntun agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang zaman yang juga merupakan aspek penting dalam keberhasilan pendidikan. Di sini pendidik dituntut untuk menjadi pembelajar seperti para siswa yang sedang di hadapinya.&nbsp; Apalagi abad 21 merupakan era digitalisasi, pendidik dituntut ikut bergerak belajar lebih cepat dari para siswa atau minimal sama dengan siswa dalam menggunakan digital</p></li><li><p><strong>Apa relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik?&nbsp;</strong></p><p>Relevansi pemikiran Ki Hadjar Dewantara "Pendidikan yang berhamba pada siswa" dengan peran saya sebagai pendidik adalah sebagai pendidik saya tidak melihat siswa sebagai objek, tetapi siswa adalah subjek dan teman belajar. siswa diberi kesempatan untuk mengembang diri dalam pembelajaran tutor sebaya. Berhamba pada siswa maksudnya guru harus memiliki rasa hormat memuliakan siswa sehingga membangkitkan rasa senang dan semangat dalam diri siswa. Jika siswa senang dan bahagia mereka akan mudah menyerap ilmu.</p><p><br><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:09:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039750312</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sabar Satriawan 1.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039750964</link>
         <description><![CDATA[<p>Satu pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran ki Hajar Dewantara yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa di mana saya merancang pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan menuntun siswa sesuai kodrat alam dan kodrat jaman menerapkan konsep merdeka belajar menerapkan pembelajaran berbasis dengan budaya lokal</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:10:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039750964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sabar Satriawan. 2. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039751347</link>
         <description><![CDATA[<p>Menuntun menurun ke Hadjar Dewantara adalah proses membimbing dan mengarahkan anak didik untuk mencapai kodratnya secara optimal baik kodrat alam maupun kodrat zaman menuntun ini tidak bersifat kaku dan harus disesuaikan dengan kondisi kebutuhan masing masing kolaborasi. </p><p>Perwujudan menuntun saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah melestarikan nilai nilai luhur daerah Menurut filsafah orang Lampung "Fi'il Pasanggiri" Kesopanan tata krama menghormati saling menghormati serta menanamkan nilai nilai moral dan etika pada anak melalui cerita rakyat dan contoh perilaku sehari-hari.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:11:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039751347</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIRIS SETYA RINI-3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039751378</link>
         <description><![CDATA[<p>Dengan memperhatikan kodray alam dan kodrat zaman maka kita akan mengetahui kebutuhan anak dalam berkembang sesuai dengan zamannya </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:11:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039751378</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sabar Satriawan.3.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039751705</link>
         <description><![CDATA[<p>mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kodrat alam dan kodrat zaman pada dasarnya murid memiliki potensi yang berbeda beda sesuai dengan latar belakang dan alam sehingga sebagai guru kita harus menghargai kode alam setiap murid sehingga dengan mengetahui keunikan setiap murid kita dapat melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan yang sesuai dan juga bisa memenuhi kebutuhan belajarnya selain itu murid hidup sesuai tuntutan zaman Yang selalu berubah ubah yang dapat mempengaruhi pola perilaku murid dengan demikian kita sebagai guru harus mempersiapkan murid supaya memiliki keterampilan sesuai dengan zamannya termasuk cara komunikasi kolaborasi dan berpikir kritis sehingga murid mendapat bekal untuk hidup mandiri dan berkarakter positif di tengah masyarakat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:11:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039751705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sabar Satriawan.4.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039751985</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemikiran ki Hajar Dewantara tentang menghamba pada murid menurut saya memiliki relevansi yang kuat dalam pendidikan modern saat ini dengan menerapkan prinsip ini, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa, mendukung pengembangan Holistik membangun hubungan positif mendorong kemandirian, dan memfasilitasi pembelajaran konteks tual ini semua berkontribusi pada pembentukan individu yang berkarakter pengetahuan siap menghadapi tantangan masa depan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:12:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039751985</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Riris Setya Rini - 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039753896</link>
         <description><![CDATA[<p>pendidikan yang berpihak pada anak adalah guru memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya dan mengarahkan aspirasi anak dalam memperoleh pendidikan sesuai dengan kodrat alam dan zaman nya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:16:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039753896</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kristina Dianingsari 159B</title>
         <author>kristinadianingsari32</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039754924</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembiasaan yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari dengan menyambut setiap siswa yang datang ke sekolah.</p></li><li><p>Merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan mencari tahu kesukaan / hal-hal yang kekinian sesuai dengan kodrat zaman</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:18:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039754924</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RICA SYLVIA-(CGP kelas 65)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039755290</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Kodrat alam juga berhubungan dengan karakter dari anak itu sendiri, misalnya sifat bertanggung jawab, rajin, jujur, malas dan lain sebagainya. Sehingga pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dari seorang anak, pendidikan tidak bisa memaksakan menghapus kodrat alam seorang anak.hal ini bertujuan untuk mengasah lagi kodrat alam yang dimiliki anak &nbsp;menjadi hal-hal yang positif dan lebih baik.</p><p>Sementara itu kodrat zaman dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Mengapa pendidikan harus memperhatikan kodrat zaman, zaman sudah semakin maju dan teknologi juga sudah berkembang pesat, didalam dunia Pendidikan teknologi juga sangat berperan untuk kemajuan Pendidikan, maka peserta didik harus bisa mengikuti hal tersebut.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:18:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039755290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alanda Liantara/SD NEGERI 02 LEPANG BESAR </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039756295</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait dengan proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD, yaitu saya selalu menerapkan sistem Among dalam pendidikan saya. Saya selalu memberikan kebebasan berfikir maupun berkreasi namun tetap memberikan tuntunan seperti ketika saya memberikan pembelajaran saya selalu melakukan brainstorming,media maupun game dalam pembelajaran seperti dalam media pembelajaran saya mengunakan puzle untuk untuk mereka berkreasi dalam pemikiran. Saya selalu memberikan ruang bagi murid untuk bertumbuh secara memuliakan dirinya dan orang lain.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di lingkungan saya, Pada setiap hari Jumat di kelurahan desa lepang besar selalu menggalakan kegiatan jumat bersih bagi masyarakat, lalu kami selaku masyarakat sekolah terutama guru guru menggalakan kepada murid murid kami untuk senantiasa melakukan jumat bersih di lingkungan sekolah juga dengan tujuan untuk menjadikan murid murid kami menjadi manusia yang berakhlak dan bermasyarakat. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/5ZWDs1WSKYY?si=oKtSJmZ9LC2GgXwK">https://youtu.be/5ZWDs1WSKYY?si=oKtSJmZ9LC2GgXwK</a></p></li><li><p>Karena pendidikan di indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman karena kodrat alam anak anak yg berada di pesisir berbeda dengan kami yang berkodrat alam di pegunungan, karena memiliki karakter yang berbeda dan tidak luput pula pada kodrat zaman yang tidak bisa di pungkiri bagi kita selaku guru karena dalam perkembangan zaman kita harus mengikuti perkembangan zaman tersebut akan tetapi kita tetap harus menyaring pengaruh dari luar.</p></li><li><p>Relefansi pemikiran KHD pendidikan yang berhamba pada murid dalam peran saya sebagai pendidik, dari kata berhamba yaitu iklas dalam pendidikan. Karena saya adalah guru SD yaitu di mana setiap pembelajaran saya selalu berpusat pada murid kerena dalam mendidik anak anak yang masih dalam WIRATA WIRAMA lebih cendrung berperan sebagai fasilitator bukan pentransfer ilmu saja, karena ilmu tidak dapat di transfer dari guru kepada anak tanpa keaktifan dari anak tersebut, oleh sebab itu kembali lagi ke jawaban saya pada nomor 1. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://youtu.be/YGe1ui78i8s?si=eVjPt9wQ5GjlsmRD">https://youtu.be/YGe1ui78i8s?si=eVjPt9wQ5GjlsmRD</a></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/YGe1ui78i8s?si=eVjPt9wQ5GjlsmRD" />
         <pubDate>2024-06-27 11:20:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039756295</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RICA SYLVIA-(CGP kelas 65)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039762168</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Relevansi pemikiran KHD bahwa pendidikan harus berhamba pada anak juga memiliki makna yang lebih luas. Seorang&nbsp; guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak, sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka.</p><p>Dalam hal ini kita memahami kebutuhan dan minat anak, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing, sebagai pendidik, saya tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Saya harus menghormati anak sebagai subjek yang aktif dalam proses&nbsp; pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:30:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039762168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kristina Dianingsari 159B</title>
         <author>kristinadianingsari32</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039762784</link>
         <description><![CDATA[<p>Perwujudan menuntun yang sesuai dengan konteks sosial budaya di Kediri dapat berupa:</p><ol><li><p>Penanaman karakter dengan hadirnya jam pelajaran tersendiri yaitu bina karakter di mana siswa belajar untuk berefleksi sesuai dengan budaya adat timur yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan kejujuran.</p></li><li><p>Menghormati nilai budaya warisan bangsa khususnya di Kota Kediri dengan menerapkannya di hari Jumat dimulai dari berdoa hingga memberi salam menggunakan bahasa krama inggil, mengunjungi dan turut belajar mengenai UMKM daerah yang menjadi ciri khas Kota Kediri</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:32:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039762784</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039766053</link>
         <description><![CDATA[<p>NUZUL SAHBAITI, S.Pd ( CGP ANGKATAN 11 KLS B )</p><p><br/></p><ol><li><p>Menurut KHD (2009) " Pendidikan dan Pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya". KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utamanya. Ki Hajar Dewantara menyebutkan bahwa proses pendidikan meliputi 3 lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan organisasi pemuda yang dikenal sebagai Tri Pusat Pendidikan.</p></li><li><p>2. Dasar-Dasar Pendidikan yang Menuntun</p><p>KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Tiga Filosofi pendidikan yang sangat populer dan bahkan menjadi semboyan pendidikan Indonesia adalah:&nbsp;</p><p>Ing Ngarso Sung Tulodho. Yang artinya di depan menjadi teladan, di depan artinya adalah seorang pimpinan. Dengan kata lain seorang pimpinan harus mampu menjadi teladan. Ing Madyo Mangun Karso. Artinya ditengah-tengah kesibukan harus mampu membangkitkan dan memberi semangat Tut Wuri Handayani artinya seseorang harus mampu memberikan dorongan baik moral maupun semangat dari belakang.</p><p>Dalam menunt</p><p><br/></p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:37:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039766053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Martinah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039768741</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengalaman saya dalam pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah pada saat siswa saya berikan kebebasan untuk memilih tugas yang bisa dikerjakan sesuai dengan kemampuan siswa.  Misalnya, saat ada tugas membuat patung. Siswa dapat memilih jenis patung, bahan, dan alat yang digunakan. Sehingga mereka bebas mengekspresikan sesuai dengan karakter dan bakat yang mereka miliki. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:42:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039768741</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Martinah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039772625</link>
         <description><![CDATA[<p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu dengan mengarahkan minat dan bakat siswa dalam kesenian Tari Pincak Khakot. Karena ini merupakan salah satu tarian adat yang sangat penting ketika ada acara adat, penyambutan tamu agung ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. Pada awalnya mereka hanya semampunya saja meniru gerakan dari orang-orang yang ada disekitarnya, namun dari sekolah akhirnya mendatangkan pelatih yang bisa melatih dan mengarahkan tarian tersebut sesuai dengan kemampuan mereka. Dengan keterlibatan siswa di kegiatan seni ini, akhirnya menumbuhkan rasa tanggung jawab dari mereka untuk semakin giat belajar. Tumbuh rasa toleransi dengan menghormati dan mendengarkan perintah dari guru, serta berusaha untuk melaksanakannya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:50:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039772625</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Martinah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039776433</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena wilayah yang ada di Indonesia beragam. Ada yang hidup di pegunungan, perbukitan, persawahan, laut, perkotaan maupun pedesaan. Kondisi alam yang berbeda ini tentu saja mempengaruhi gaya belajar siswanya. Pemanfaatan alam sekitar sebagai sumber belajar siswa tentu berbeda juga. Kemudian perbedaan zaman dulu dengan sekarang tentu sangat jauh. Dulu pembelajaran banyak berorientasi kepada guru dan buku, pada zaman sekarang siswa dapat memanfaatkan berbagai macam media pembelajaran. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pembelajaran dikelas. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:57:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039776433</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WILDAN-11.63.BGP LAMPUNG.WAHYU TRIBUDIANTI_KELAS B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039777909</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran kihajar dewantara?</p><p><br/></p><p>Pengalaman pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang saya alami adalah ketika saya melakukan pembelajaran yang menuntun dan berpihak kepada murid, dimana siswa diberikan arahan untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar sehingga anak anak dapat menemukan esensi materi pemebalajaran misalnya pada materi statisti, anak anak diharapkan mengukur setiap panjang jaun yang ada disekitarnya, sehingga terbentuklah data ukuran panjang daun. yang nantinya data tersebut dapat disajikan dalam bentuk diagram batang, tabel ataupun diagram lingkaran</p></li><li><p>bagaimana perwujudan menuntun yang dilihat dalm konteks sosial budaya didaerah</p><p><br/></p><p>Perwujuadan menuntun dalam konteks sosial budaya daerah dilakukan dengan cara mengadaptasi budaya daerah sehingga nilai nilai luhurnya dapat diterapkan untuk menebalkan laku murid, untuk mencapai keselamatan dan kebahagian dirinya baik dilingkungan sekolah maupun masyarakat</p><p><br/></p></li><li><p>mengapa pendidikan di indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman</p><p><br/></p><p>Pendidikan indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena setiap siswa memiliki perkembangan yang berbeda beda. siswa yang bertempat tinggal didaerah pesisir tentunya berbeda kultur dengan siswa yang berada dipegunungan baik secara sifat, kebiasan, budaya dll</p><p>sedangkan siswa juga tentunya berbeda zaman antara zaman kolonial dengan zaman sekarang, sebagai seorang pendidik tentunya kita harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman dari siswa tersebut sehingga mampu melahirkan cipta rasa, karsa dan budi pekerti yang luhur</p><p><br/></p></li><li><p>apa relevansi pemikiran KHD "pendidikan menghamba (berpihak) kepada anak" dalam peran sebagai pendidik</p><p> </p><p>sangat relevan karena pendidikan menghamba pada murid ini dalam rangka menuntuntun siswa sesuai deng kodrat alam dan kodrat zaman untuk menebalkan laku murid sehingga siswa dapat memiliki cipta rasa karsa dan budi pekerti yang luhur untuk melahirkan siswa yang selamat dan bahagia</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:59:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039777909</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Martinah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039780623</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya pada pemahaman pembelajaran yang menghamba pada anak adalah bagaimana kita sebagai guru benar-benar memahami karakteristiknya. Sehingga dalam memperlakukannya dikelas tidak sepenuhnya harus sesuai dengan keinginan kita sebagai gurunya. Kita mengarahkan dan memberikan motivasi dengan upaya yang mereka lakukan dalam pembelajaran serta membuat mereka merasa nyaman untuk menampilkan hasil pembelajarannya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:04:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039780623</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kristina Dianingsari 159B</title>
         <author>kristinadianingsari32</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039780907</link>
         <description><![CDATA[<p>Kodrat alam mengacu pada sifat dasar manusia yang memengaruhi perkembangan anak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan biologis agar mereka dapat belajar dengan baik, psikologis seperti rasa aman, kasih sayang, dan dukungan emosional, dan lingkungan&nbsp;belajar yang nyaman dan mendukung sedangkan kodrat zaman merujuk tuntutan era, seperti teknologi, mengembangkan keterampilan siswa abad 21 seperti 4C (critical thinking, collaboration, creativity, communication, creativity), mengembangkan soft skill siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:04:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039780907</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHARIPIN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039782304</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Pemikiran KHD Adalah:</p><ol><li><p>Sebuah proses untuk mengarahakn Kodrat secara maksimal, baik kodrat Alam ataupun Kodrat Sosial.</p></li><li><p>Guru sebagai Fsilitator ,membimbing dan meng arahkan hingga Mewujudkan Karakter yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, Contoh: menerapkan 5S.</p><p>SENYUM</p><p>SAPA</p><p>SALAM</p><p>SOPAN dan SANTUN.</p><p>yang selalu di terapak dalam kehidupan sehari-hari.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:07:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039782304</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11.63B Ayu Kusumaningtyas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039785025</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya dalam menerapkan pembelajaran KHD adalah pembelajaran p5 </p></li><li><p>perwujudan menuntun yaitu dengan merefleksikan kegiatan ngelepot di daerah saya dengan kegiatan sekolah</p></li><li><p>karena alam dan zaman selalu berubah, tidak statis, namun dinamis, maka harus sesuai dengan kodrat alam dan zaman</p></li><li><p>pendidikan berpihak pada murid dengan mengikuti bagaimana mau murid belajarnya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:11:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039785025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>neka erdiyana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039785471</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya dalam menerapkan pembelajaran KHD adalah  saya pernah memiliki anak yang sudah kelas 4 belum bisa membaca bahkan mengenal abjad saja belum. saya memperlakukan anak tersebut dengan memberikan bimbingan khusus  mendampinginya hingga beberapa bulan sampai dia dapat mengenal huruf sampai bisa membaca kata dan kalimat.</p></li><li><p>menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah menjadi panutan bagi peserta didikmembiasakan anak-anak untuk memulai dan mengakhiri kegiatan dengan doa, bersikap sopan, menerapkan prinsip 3S (senyum, salam, sapa) dalam keseharian, menghargai teman, serta mencintai lingkungan sekitar.</p></li><li><p>karena kodrat alam dan kodrat zaman adalah faktor yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan, kodrat alam dan kodrat zaman dapat membentuk pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak.</p></li><li><p>Sebagai pendidik, saya bertanggung jawab untuk membimbing <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.akurat.co/tag/siswa">siswa </a>menuju pemahaman diri yang lebih baik, serta membantu mereka mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:11:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039785471</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kristina Dianingsari 159B</title>
         <author>kristinadianingsari32</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039785592</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan yang berpihak pada anak yang dapat saya lakukan sebagai pendidik adalah dengan kesadaran penuh dan bertanggung jawab untuk memberikan sebuah pelayanan yang layak dan sepantasnya mereka dapatkan, menekankan pada minat, kebutuhan, dan kemampuan siswa dengan menghadirkan model dan metode belajar yang menyenangkan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:12:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039785592</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHARIPIN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039789615</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Pemikiran KHD</p><p>Setiap Peserta didik atau Anak sudah memiliki Kodratnya Masing-masing, tinggal kita mengasah dan mengembangkan potensi sesuai dengan kemampuan masing-masing, Menjadi Manusia dan anggota Masyarakat yang lebih baik berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Hingga mampu bekerjasama dan Aktif,Berkolaborarif bersama -sama belajar dari pengalaman dan lingkungan sekitar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:18:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039789615</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizqi Yusmah Airanisaragih_11.65</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039791362</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Tuliskan satu pengalaman anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD ?</p><p>pengalaman saya berhamba pada anak  :pemberian tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak atau gaya belajarnya. ketika memberikan suatu tugas dalam mapel saya kini membebaskan anak untuk melakukannya dalam bentuk gambar, cerita atau edit video. selanjutnya melakukan diagnostik pribadi anak untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan peserta didik sebelum mengajar.</p></li><li><p>bagaimana perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</p><p>perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks budaya di daerah saya adalah piil pasenggiri adalah salah satu kearifan lokal yang berasal dari daerah lampung, yang merupakan falsafah hidup bagi orang lampung dengan kata lain piil pasenggiri ialah nilai dan norma yang mengatur tatanan hidup masyarakat lampung sebagai makhluk sosial (membiasakan anak untuk saling menghormati antar suku atau agama, berbagi dan bergotong royong /tolong menolong). contoh pembiasaan di sekolah yaitu setiap minggu di hari jum'at diadakan program jum'at bersih, jum'at berkah dan jum'at hati atau sholat dhuha maupun tadarus sebelum KBM berlangsung.</p></li><li><p>mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian tak terpisahkan peserta didik. dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan saling mempengaruhi. seorang anak lahir dengan kodrat alam (kemampuan, bakat, potensi, keadaan) yang berbeda-beda. mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan zamannya. maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. selanjutnya pendidik mengenalkan, menyesuaikan dengan zamannya, sehingga pendidikan tersebut bersifat dinamis.</p></li><li><p>apa relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba pada anak" dengan peran saya sebagai pendidik?</p><p>sebagai pendidik saya memandang relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba pada anak sebagai mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik.</p><ul><li><p>menomor satukan murid dalam setiap keputusan pembelajaran yang dibuat</p></li><li><p>tidak memaksakan kehendak, namun melihat kebutuhan, minat dan kemampuan anak</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:21:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039791362</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Frienda Octa Praticha 160A:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039792072</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD ?</p><ul><li><p>Sebelum pembelajaran berlangsung berdo'a terlebih dahulu untuk menanamkan sikap Ketuhanan, kemudian menanyakan kondisi dan kabar agar anak mampu menerima pembelajaran dengan baik.</p></li><li><p>Memberi kebebasan murid dalam belajar sesuai dengan gaya belajarnya sendiri. </p></li><li><p>Menggali potensi yang ada pada diri anak dengan mengarahkan anak untuk ikut kegiatan Ekstrakurikuler. </p></li><li><p>DLL</p></li></ul></li><li><p>Bagaimana perwujudan menuntun yang mengarah dalam konteks sosial budaya :</p><ul><li><p>Suatu usaha membawa seseorang ke kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat. Contohnya : membantu tetangga yang sedang kesusahan atau menjaga keamanan lingkungan bersama-sama.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:22:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039792072</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wiwin Isti _ 3 Mengapa Pendidikan Perlu Mempertimbangkan Kodrat Alam dan Kodrat Zaman </title>
         <author>wiwinwahyuni49</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039802066</link>
         <description><![CDATA[<p>Zaman yang berubah mempengaruhi pola perilaku peserta didik, karena itu dalam proses menuntun kita harus ikut berubah agar moda pengajaran dan pendidikan kita diterima. Akan tetapi meski mengikuti kodrat zaman, kita juga perlu memperhatikan kodrat alam, dimana latar belakang dan karakter peserta didik merupakan kekuatan utama yang harus kita gali untuk mencapai kompetensinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:37:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039802066</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurul Trigonimah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039813966</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan / mencerminkan pemikiran ki hajar dewantara adalah pembelajaran yang berpusat pada murid, memberi kebebasan kepada murid untuk belajar sesuai dengan pengalamannya, dan  merancang pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan untuk murid murid.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:53:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039813966</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Frienda Octa Praticha 160A</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039816828</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman ?</p><p><em>Dengan memperhatikan kodrat alam kita mampu menciptakan pendidikan yang holostik dan relevan. Karena alam dan zaman akan terus berkembang dan berubah dari masa ke masa.</em></p></li><li><p>Apa Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak" ?</p><p><em>Jadi kita memberi penghormatan atas perbedaan, karakter, dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing anak. </em></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:56:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039816828</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurul Tigonimah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039821694</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat  dalam konteks sosial didaerah saya yaitu menuntun sebagai upaya  membimbing peserta didik menuju perilaku yang baik dan positif , dalam konteks sosial budaya  menuntun itu sangat berperan penting  dalam membantu masyarakat  memahami norma aturan yang berlaku. menuntun  bukan hanya sekedar  memberi arahan akan tetapi  mengarahkan individu  menuju kesadaran dan tanggung jawab  sosial  yang lebih besar. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:04:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039821694</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M. RODI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039821812</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD menurut saya kita sebagai pendidik menuntun siswa kita yang sudah memiliki kodrat yang samar samar contohnya bakat yang muncul dari diri siswa tersebut kita kembangkan dan kita arahkan agar siswa tersebut sampai pada apa yang ia harapkan dan dapat bahagia dengan adanya kemampuannya tersebut.</p></li><li><p>Menuntun dalam konteks sosial di daerah saya adalah kalau dalam bahasa lampung SETULUNGAN artinya bergotong royong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang berat, dengan setulungan kita dapat bersama sama mencapai tujuan. contohnya bersih bersih lingkungan.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. karena setiap pembelajaran harus sesuai dengan alam sekitarnya contohnya yang pesisir kita ajarkan cara menangkap ikan dan kalau yang pegunungan kita ajarkan cara becocok tanam, begitu juga dengan kodrat zaman dengan kemajuan zaman kita harus menyesuaikan zamannya contohya kurikulim harus di sesuaikan zaman.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD " Pendidikan yang berpihak pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik adalah dimana saya hanya sebagai Fasilisator mempasilitasi siswa dalam belajar karena sesungguhnya muridlah yang harus aktif mencari sumber ilmu dan saya hanya menuntun dan mengarahkan siswa agar sampai pada tujuan pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:04:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039821812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RISI NOVALIA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039822703</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Perwujudan,&nbsp;menuntun diartikan sebagai upaya membimbing siswa menuju perilaku yang baik dan positif serta mengarahkan anak agar memperbaiki perilaku hidupnya. menuntun pendidikan karakter, mental, dan moral, mencakup keteladanan, memberi contoh yang baik, dan mengajarkan nilai-nilai seperti sopan santun, menghargai sesama, dan mengikuti aturan. Dalam budaya kami,&nbsp;menuntun bukan hanya sekadar memberi arahan, tetapi juga mengarahkan anak menuju kesadaran dan tanggung jawab sosial yang lebih besar. Contoh menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah menjadi panutan bagi peserta didik.&nbsp;Misalnya, membiasakan anak-anak untuk memulai dan mengakhiri kegiatan dengan doa, bersikap sopan, menerapkan prinsip 5S (senyum, salam, sapa, sopan santun) dalam keseharian, menghargai teman, serta mencintai lingkungan sekitar dengan membuang sampah peda tempatnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:05:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039822703</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PONGKY WIDYALAKSONO SOLIKHIN PUTRA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039823203</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara juga mengimplementasikan 3 semboyan yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani yang mana terdapat relefansi nya pada dunia pendidikan terutama pada sekolah pada saman dahulu dengan sekolah pada saat ini, dan dalam pembelajarannya pun berpihak pada peserta didik diantaranya:</p><ul><li><p>Pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara mmemperjuangkan pendidikan yang Merdeka, berkeadilan, dan berkebudayaan.</p></li><li><p>Pendidikan inklusif yaitu pendidikan yang memiliki kesempatan kepada semua anak untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan berkualitas bagus. Dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat mengakomodasi keberagaman dan menghilangkan diskriminasi dalam diskriminasi dalam dunia pendidikan.</p></li><li><p>Pendidikan karakter juga sangat penting dalam mengajari peserta didik guna membangun generasi yang luas ilmunya. Adapun pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengembangkan nilai-nilai moral, etika, dan kerpribadian.</p></li><li><p>Lalu ada pendidikan berbasis budaya yang kini kerap diterapkan di dalam kelas, sebab Ki Hajar Dewantara saat ini mengedepankan pendidikan yang berbasis budaya lokal seperti di daerah Sunda maka setiap rabu pakai baju daerah.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:06:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039823203</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RISI NOVALIA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039823892</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Kodrat alam mengacu pada sifat dasar manusiadan lingkungan alamiah yang mempengaruhi perkembangan anak. Kodrat alam dalam pendidikan berarti mengakui dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan biologis, psikolagis dan lingkungan anak dengan menghubungkan anak dengan alam dapat memberikan banyak manfaat selain pembelajaran bermakna&nbsp; juga termasuk pengembangan keterampilan motorik, pemahaman tentang ekosistem dan rasa tanggungjawan terhadap lingkungan. Sedangkan &nbsp;kodrat zaman artinya pendidikan harus adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman agar anak-anak siap menghadapi tantangan masa depan. Era digital seperti saat ini menuntut anak-anak untuk dapat memiliki ketrampilan&nbsp; teknologi dan literasi digital agar anak-anak siap menghadapi dunia yang semakin digital.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:07:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039823892</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RISI NOVALIA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039830351</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Dengan memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara, saya dapat mengarahkan anak dengan lebih bijaksana, didepan sebagai contoh, ditengah memberi motivasi dan dibelakang memberi doronga, fokus pada proses bukan hasil, memperhatikan kebutuhan dan potensi anak, serta membantu mereka tumbuh menjadi manusia seutuhnya dan berakhlak mulia </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:16:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039830351</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RISI NOVALIA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039831070</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara merupakan&nbsp;daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran dan tubuh anak, dalam rangka kesempurnaan hidup dan keselarasan dengan dunianya. Mengajar “menuntun” menjadi teladan. Guru dan murid berkolaborasi untuk menciptakan kedalaman rasa takjub dan kasmaran spiritual intelektual daan sisoal untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:17:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039831070</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muh. Usman</title>
         <author>muhusman24</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039831349</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembelajaran berpusat pada peserta didik, kelas dilakukan dalam ruangan dan luar ruangan, pembelajaran sesuai bakat, minat, dan potensi peserta didik, Pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman dengan tekhnologi dan menyenangkan, menghadirkan profil pelajar Pancasila pada diri peserta didik (berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis), membimbing dan mendampingi anak dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang, Pendidikan keluarga sebagai modal anak di sekolah,<br>Selain itu,<br>Dalam mendidik harus memiliki rasa cinta kasih terhadap anak didiknya dengan memperhatikan bakat, minat, dan kemampuan anak didik dan menumbuhkan daya inisiatif serta kreatifitas anak didiknya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:18:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039831349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurul Trigonimah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039837877</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>pendidikan  perlu mempertimbangkan  kodrat zaman dan kodrat alam  agar  anak mampu memiliki kemampuan  sesuai dengan jamannya.   kodrat alam juga berhubungan  dengan karakter dari anak itu sendiri   anak mampu bertanggung jawab, berbudi pekerti yang luhur ,  berfikir kritis,  rajin, jujur,  dan sebagainya serta anak mampu  mengembangkan keterampilannya sesuai dengan perkembangan jaman. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:26:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039837877</guid>
      </item>
      <item>
         <title>pengalaman saya mencermikan pemikiran KHD</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039845626</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengalam terkait proses pembelajran terkait pembelajran ki hajar dewantara hakni menjdi contohyang baik depan murid,soapn santun seyum sapa datang tidak terlambt kesekolah jadi saya harus lebih dulu menjadi panutan agar apa yg di sampai kan terbukti dengan pola pendidik itu dulu </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:35:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039845626</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MOHAMMAD MUJIONO_153 B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039846317</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Salah satu pengalaman proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah memberikan pertanyaan diagnosis sebelum pembelajaran di mulai dengan tujuan untuk mengetahui gaya belajar anak menurut bakat minatnya.</p></li><li><p> Menuntun peserta didik untuk menghargai dan melestarikan kebudayaan daerah lokal seperti penggunaan bahasa jawa krama alus. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajak peserta didik untuk belajar bahasa jawa krama alus setiap hari kamis dengan memakai pakaian surjan serta menanamkan nilai-nilai luhur seperti pelestarian budaya daerah, sopan santun, dll.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kodrat alam berkaitan dengan karakter dari anak itu sendiri yang berasal dari budaya tempat tinggalnya, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan perubahan dari waktu ke waktu, sehingga hubungan kodrat alam dan kodrat zaman tidak dapat dipisahkan. Hal ini anak akan tumbuh kembang menjadi manusia dengan karakter kemampuan masing-masing yang diimbangi dengan ketrampilan berdasarkan perkembangan teknologi yang maju dengan pesat.</p></li><li><p>Relevansi KHD peran pendidik dalam pendidikan yang berhamba pada anak  adalah Pembelajaran yang memerdekakan anak, maksudnya setiap proses pembelajaran didasarkan pada kebutuhan dan minat anak dengan melihat hasil observasi yang menunjukkan capaian anak, hal yang disenangi, serta keterlibatan aktif anak pada kegiatan pembelajaran tersebut.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:36:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039846317</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Erlin Tria Handayani, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039846990</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD di kelas  yaitu saya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sesuai dengan karakteristik siswa, dngan cara merancang pembelajaran yang berpihak / berpusat pada murid dengan cara menerapkan model pembelajaran berbasis games, dan berbasis teknologi agar siswa tertarik dalam mengikuti pembelajaran. </p></li><li><p>perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya daerah saya. dengan menerapkan trilogi KHD, yakni ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tutwuri handayani dengan mendukung dan mendorong tumbuh kembang anak dalam melaksanakan P5 dengan upaya melestarikan kearifan budaya lokal. </p></li><li><p>Pendidikan haruslah memperhatikan kodrat keaddan pada anak diantaranya kodrat alam dan kodrat zaman. pada kodrat alam guru mendidik dengan menyesuaikan konteks sosial budaya, alam dan lingkungan sekitar yang terjadi pada keadaan anak tersebut. kodrat zaman yaitu guru menghantarkan anak menuju zamannya, sesuai dengan pemikiran KHD bahwa didiklah nak sesuai degan zamannya tetapi tetap sebagai guru kita harus mengikatkan mereka untuk memfilter informasi teknologi agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebudayaan dan tetap melestariakan kearifan lokal. </p></li><li><p>pendidikan yang berhamba pada murid arinya pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan anak agar berkembang sesuai dengan minat, bakatnya, hal ini sesuai dengan konsep pendidikan KHD yang mana pendidikan harus berpusat pada murid. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039846990</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurul Trigonimah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039856412</link>
         <description><![CDATA[<ol start="4"><li><p>menurut pemahaman saya  tentang relevansi pemikiran ki hajar dewantara  yang menghamba pada anak  dengan peran saya sabagai pendidik yaitu  saya sebagai  pendidik   mampu memiliki rasa hormat dan memuliakan anak  sehingga anak  tumbuh perasaan senang  dan bahagia dalam diri mereka. pendidik  memahami peranannya sebagai pengajar  tetapi juga sebagai fasilitator , fativator , pembimbing dan menghormati anak sebagai subjek yang aktif dalam proses pembelajaran.  mampu memahami kebutuhan dan minat anak , serta memberikan mereka  kesempatan untuk berkembang sesuia dengan potensi mereka  masing masing. </p><p> </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:51:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039856412</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039857018</link>
         <description><![CDATA[<p>perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di sekolah ada lah p5 dan dan juga di skoalh ssetiap sebulan sekali  kami mengunakan bahasa daerah di lingkungan sekolah. </p><p><br/></p><p>3kenapa pendidkan perlu memikir kodrat alam dan zaman karena setiap daerah berbeda beda daerah perkotran dan pedesaan otomtis berbeda cara proses pembelajaran nya </p><p>begitu juga dengan jaman ,setiap tahun selalu ada perkembangan di dunia pendiakn baik teknologi .dengn begitu seorang pendidik harus ikut maju di dunia ilmu teknolgi atau mampu masuk ke dunia anak sekarang</p><p><br/></p><p>4 pendidkan yang berhamba pada anak maksudnya adalah guru harus berkolaborasi baik spritual intelektual agar murid tumbuh menjadi manusia seutuh nya dan masyarakat seutuh nya.karena murid lahir bukan kertas kosong tapi lahir dengan kodrat yang samar samar.jadi guru harus menebal kan kodrat mereka</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:52:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039857018</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERA DIANA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039863572</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks&nbsp;sosial budaya&nbsp;di daerah saya? Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya?</em></strong></p><p>Makna ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah mendampingi, membimbing atau mengemong anak memiliki sikap SETULUNGAN dan mencintai budayanya. SETULUNGAN meliputi gotong royong, ragom mupakat (guyub rukun), waya (ramah), Sepenyinan (saling menghargai), Sekhegaan (saling menghormati).</p><p>Sedangkan budaya khas Lampung misalnya Batik, Segata, Tarian khas lampung, businjang dan pencak silat.</p><p>Perwujudan konkret SETULUNGAN misalnya dengan membiasakan 5S, kegiatan seni tari, kegiatan piket kelas bersama, pembiasaan karakter SETULUNGAN bergantian setiap minggunya,</p><p>Perwujudan konkret mencintai budaya khas Lampung misalnya dengan menonton video, melihat pertunjukkan, menjadi peserta kebudayaan baik itu Batik tulis, tari, ataupun pencak silat. Untuk budaya batik dapat diwujudkan dengan kegiatan mengenal batik (membatik, menggambar pola batik, menonton video, kunjungan ke pabrik batik).</p><p><strong>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan&nbsp;kodrat alam&nbsp;dan&nbsp;kodrat zaman?&nbsp;</em></strong></p><p>Kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian tak terpisahkan peserta didik. Dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan konvergensi (saling mempengaruhi). Seorang anak lahir dengan kodrat alam ( kemampuan, bakat, potensi, keadaan) yang berbeda-beda. Mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan jamannya. Maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. Selanjutnya pendidik mengenalkan, menyesuaikan dan merancang pendidikan sesuai dengan jamannya, sehingga pendidikan tersebut bersifat luwes dan dinamis.</p><p><strong>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?</em></strong></p><p>Sebagai pendidik, saya memandang relevansi pemikiran KHD “ Pendidikan yang berhamba pada anak sebagai mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik.</p><p>Secara lebih rinci ini berarti:</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memprioritaskan murid dalam setiap keputusan pembelajaran yang dibuat</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memandang anak dengan hormat</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memberikan pendidikan yang seimbang antara olah cipta, rasa, karsa, dan olah raga</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tidak memaksakan kehendak, namun melihat kebutuhan, minat dan kemampuan anak</p><p><strong><em>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</em></strong></p><p>Pengalaman saya berhamba pada anak: pemberian tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak atau gaya belajarnya. ketika memberikan aksi nyata suatu tugas dalam mapel saya kini membebaskan anak untuk melakukannya dalam bentuk gambar, cerita atau catatan.&nbsp;Selanjutnya melakukan diagnostik pribadi anak untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan peserta didik sebelum mengajar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:02:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039863572</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AHYANSYAH_CGP A 11_ KAB. TANGGAMUS</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039873194</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya terkait dalam proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah saya memberikan teladan yang baik dan menjadi motivator bagi murid, berkoaborasi dengan murid selayaknya &nbsp;orangtua dengan anak bahkan saya anggap mereka sebagai teman dalam belajar, dengan demikian &nbsp;murid tidak merasa kaku terhadap saya, saya memberikan keluwesan kepada murid dalam proses pembelajaran &nbsp;menurut cara dan gaya yang mereka miliki, saya sebagai seorang pendidik memberikan motivasi, membimbing dan mengarahkan laku murid ke arah yang yang lebih baik. <br><br></p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosia budaya di daerah saya, bahwa sebagai seorang pendidik harus bisa menjadi teladan, menuntun tumbuh kembang murid sebagai anggota keluarga dan masyarakat luas agar memahami norma dan aturan yang berlaku, sehingga murid memiliki karakter yang baik dan bisa menghormati nilai-nilai budaya yang ada dilingkungan sekitar/ budaya lokal. Bisa bergaul dan bekerja sama dengan orang lain dan tidak mementingkan kepentingan pribadi.</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Karena sejak lahir murid sudah memiliki bakat, minat atau kekuatan lahir dan batin masing-masing, yang berarti seiap anakmemiliki latar belakang yang berbeda-beda sesuai dengan kodrat nya, maka sebagai seorang pendidik harus mampu memberikan pengajaran dengan cara yang berbeda pula sesuai dengan kebutuhan murid. Sebagai seorang pendidik yang merupakan pemimpin pembelajaran harus mampu menuntun, membangkitkan semangat dan mendorong kekuatan yang ada pada diri murid &nbsp;sehingga murid memiliki rasa percaya diri yang kuat dalam menggali dan mengembangkan potensi dirinya sesuai dengan kodrat yang mereka miliki agar murid merasakan kemerdekaan dalam belajar baik secara fisik, mental jasmani dan rohani. dan juga menyelaraskan pada perkembangan zaman agar murid memiliki kesiapan lahir dan batin dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis.</p><p>&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi menurut pemikiran Ki Hadjar Dewantara”Pendidikan yang berhamba pada anak”, bahwa saya sebagai seorang pendidik harus bisa mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang kepada murid dengan penuh keikhlasan. Dalam hal ini, pembelajaran yang dilakukan harus berpusat pada murid. mengacu pada minat, bakat, pengetahuan, kemampuan, dan kebutuhan siswa. mendesain pembelajaran dengan merancang model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. memberikan motivasi pada saat proses pembelajaran,melatih kepemimpinan, kreativitas, kemandirian, kedisiplinan, mental, berpikir kritis, dan komunikasi. Sehingga diharapkan siswa dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi.<br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:17:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039873194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Willy Ap 154b</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039874148</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal yg mencermjnkan salah satu pemikiran KHD adalah membuat kesepakatan, peraturan kelas agar semua berjalan baik sesuai dgn keadaan anak.. </p></li><li><p>Perwujudan konteks sosio kultural paling sering kami terapkan adalah budaya gotong royong dlm setiap kegiatan..</p></li><li><p>Salah satu yg paling penting adalah pembentukan etika , budi pekerti dengan menerapkan prinsip kodrat alam dan kodrat zaman ini perlu sekali dikembangkan di kjngkungan sekolah.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD yg saya terapakan.. </p><p>a. Bahwa setiap anak punya kecepatan masing2 jadi pasti tidak sama dan punya keistimewaan sendiri2 dan setiap anak itu unik</p><p>b. Pembelajaran bukan berpusat pada guru  namun berpusat pada murid sehingga murid menjadi bahagia</p><p>c. Mempersiapkan dan memperlengkapi sarana prasarana pembelajaran agar siswa merasa nyaman tenang dan senang dalam pembelajaran</p><p>d. Saya sll mengsinkronkan budaya lokal atau tempat saya mengajar</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:18:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039874148</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AHYANSYAH_CGP A11_ BGP.LAMPUNG_GRUP.25 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039876399</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya terkait dalam proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah saya memberikan teladan yang baik dan menjadi motivator bagi murid, berkoaborasi dengan murid selayaknya &nbsp;orangtua dengan anak bahkan saya anggap mereka sebagai teman dalam belajar, dengan demikian &nbsp;murid tidak merasa kaku terhadap saya, saya memberikan keluwesan kepada murid dalam proses pembelajaran &nbsp;menurut cara dan gaya yang mereka miliki, saya sebagai seorang pendidik memberikan motivasi, membimbing dan mengarahkan laku murid ke arah yang yang lebih baik. <br><br></p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosia budaya di daerah saya, bahwa sebagai seorang pendidik harus bisa menjadi teladan, menuntun tumbuh kembang murid sebagai anggota keluarga dan masyarakat luas agar memahami norma dan aturan yang berlaku, sehingga murid memiliki karakter yang baik dan bisa menghormati nilai-nilai budaya yang ada dilingkungan sekitar/ budaya lokal. Bisa bergaul dan bekerja sama dengan orang lain dan tidak mementingkan kepentingan pribadi.</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Karena sejak lahir murid sudah memiliki bakat, minat atau kekuatan lahir dan batin masing-masing, yang berarti seiap anakmemiliki latar belakang yang berbeda-beda sesuai dengan kodrat nya, maka sebagai seorang pendidik harus mampu memberikan pengajaran dengan cara yang berbeda pula sesuai dengan kebutuhan murid. Sebagai seorang pendidik yang merupakan pemimpin pembelajaran harus mampu menuntun, membangkitkan semangat dan mendorong kekuatan yang ada pada diri murid &nbsp;sehingga murid memiliki rasa percaya diri yang kuat dalam menggali dan mengembangkan potensi dirinya sesuai dengan kodrat yang mereka miliki agar murid merasakan kemerdekaan dalam belajar baik secara fisik, mental jasmani dan rohani.dan juga menyelaraskan pada perkembangan zaman agar murid memiliki kesiapan lahir dan batin dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis.</p><p>&nbsp;</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi menurut pemikiran KI Hadjar Dewantara”Pendidikan yang berhamba pada anak”, bahwa saya sebagai seorang pendidik harus bisa mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang kepada murid dengan penuh keikhlasan. Dalam hal ini, pembelajaran yang dilakukan harus berpusat pada murid. mengacu pada minat, bakat, pengetahuan, kemampuan, dan kebutuhan siswa. mendesain pembelajaran dengan merancang model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. memberikan motivasi pada saat proses pembelajaran,melatih kepemimpinan, kreativitas, kemandirian, kedisiplinan, mental, berpikir kritis, dan komunikasi. Sehingga diharapkan siswa dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi.<br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:21:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039876399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DEKI JUANSAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039901027</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya yang mencerminkan pemikiran KHD terkait proses belajar yakni pada kegiatan pramuka binaan saya, disana saya betul-betul dapat menuntun agar mereka bebas mengekspresikan dirinya. dengan dasar trisatya dan dasa dharma murid memiliki dasar yang kokoh sebagai manusia merdeka.</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya, dalam hal ini seorang pembelajar (guru) harus memahami kebiasaan yang dilakukan dilingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat kemudian menerapkannya disekolah, supaya mereka nyaman dalam mendalami diri sesuai kodrat alam dan zaman.</p></li><li><p>pendidikan indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan zaman karna budaya baik harus diteruskan dan diregenerasi sesuai kemajuan zaman. hal tersebutlah yang membuka pemikiran baru dan memajukan bangsa.</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD, dalam peran saya selaku pendidik yaitu memberikan waktu seluas-luasnya pada murid dalam menggali pemikiran jati dirinya sebagai manusia merdeka dalam mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:52:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039901027</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALIYANSYAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039926860</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><em>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD salah satunya adalah memerdekakan siswa dalam belajar. Siswa diberikan kebebasan dalam menggali pengetahuannya, menuangkan ide-idenya, melaporkan hasil pembelajarannya dalam bentuk yang siswa inginkan. Pendidikan di indonesia mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman anak karena anak mempunyai bakat dan potensisnya masing-masing&nbsp; terlebih adalah menyesuaikan dengan situasi zaman dimana anak itu tumbuh maka kita sebagai guru tentunya diharapkan mampu mengarahkan serta menjadi penuntun dalam mengembangkan potensi yang dimiliki anak tersebut.</em></p></li><li><p><em>Dalam budaya kami,&nbsp;menuntun&nbsp;bukan hanya sekadar memberi arahan, tetapi juga mengarahkan individu menuju kesadaran dan tanggung jawab sosial yang lebih besar. Menjadi fasilitator dan motivator yang mendukung pengembangan potensi diri peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengenali dan menghargai&nbsp;potensi diri peserta didik, seperti bakat, minat, kemampuan, dan kreativitas.</em></p></li><li><p><em>Kodrat alam mengacu pada sifat dasar manusia yang tidak berubah, fitrah atau karakteristik bawaan yang dimiliki setiap individu. Ini mencakup kebutuhan dasar, dorongan untuk belajar, dan aspirasi untuk berkembang secara pribadi dan sosial. kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang seimbang, relevan, dan bermakna bagi murid.</em></p></li><li><p><em>Sebagai pendidik, saya bertanggung jawab untuk membimbing&nbsp;</em><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.akurat.co/tag/siswa"><em>siswa</em></a><em>&nbsp;menuju pemahaman diri yang lebih baik, serta membantu mereka mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki.</em></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 15:31:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039926860</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Septiana_11.65</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039938486</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Kihajar Dewantara adalah pembelajaran yang berpihak pada murid,yaitu:</p><p>-Saya menerapkan pendidikan karakter pada siswa, seperti mengajak anak melakukan permainan tradisional untuk membentuk kepribadian anak masing2.</p><p>-Memberi kebebasan kepada siswa untuk berekspresi, berkreasi, berinovasi sesuai dengan potensi siswa masing-masing tanpa memaksakan kehendak.</p><p>-Memberikan ruang kepada siswa untuk berkolaborasi/Bekerjasama dalam melakukan pembelajaran di sekolah.</p><p><br/></p><p>2.Perwujudan"Menuntun" dalam konteks budaya di daerah saya yaitu:</p><p>-Menuntut dan mengarahkan siswa untuk bisa menghargai dan melestarikan budaya didaerah tempat kami tinggal, yaitu daerah Lampung.misalnya: Dengan mengajarkan siswa bahasa daerah, membiasakan menggunakan bahasa daerah, mengenalkan kesenian/adat istiadat daerah Lampung.</p><p>-Menuntun siswa dengan membiasakan/membudayakan 5S (Senyum,Salam,Sapa,Sopan,Santun).</p><p><br/></p><p>3.Pendidikan perlu memperhatikan kodrat Alam, Karena dalam sebuah pendidikan perlu memahami adanya perbedaan karakter pada siswa,baik karakter bawaan sejak lahir atau karakter yang terbentuk dari lingkungan keluarga. Seperti: Rajin, malas, pemarah,sopan dsb</p><p>Sementara pendidikan juga perlu memperhatikan kodrat zaman karena keterampilan yang dikuasai siswa harus terus berkembang mengikuti zaman nya dengan adanya teknologi yang semakin maju maka dari itu siswa harus mengikuti kemajuan pada saat ini.</p><p><br/></p><p>4.Pemikiran Kihajar Dewantara mengenai pendidikan yang berhamba pada murid sangat relevan terhadap peran saya sebagai pendidik, seperti penerapan yang saya lakukan di kelas, yaitu:</p><p>-memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang dengan potensi nya masing-masing.</p><p>-menerapkan pembelajaran dengan berperan sebagai fasilitator, motivator,dan pembimbing yang baik bagi anak.</p><p>-memberikan rasa kasih sayang dan memuliakan anak, sehingga tumbuh perasaan nyaman dan bahagia dalam diri anak.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 15:49:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039938486</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eni Puryanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039953382</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya dalam menerapkan pemikiran kihajar dewantara pada saat proses pembelajaran adalah mengajak murid untuk melaksanakan do’a sebelum dan sesuah proses pembelajaran di kelas</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya dalam menerapkan pemikiran kihajar dewantara pada saat proses pembelajaran adalah membuat kesepakatan kelas sebelum pembelajaran</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun yang ada dalam lingkungan sekolah saya yang sesaui degan nilai sosial budaya &nbsp;adalah dengan melaksanakan budaya gotong royong dan melakukan pembiasaan berbahasa yang baik sesuai dengan tata karma yang berlaku pada lingkungan masyarakat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 16:19:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3039953382</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lingga Bayu Permadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3040098851</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemberian tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak. ketika memberikan suatu tugas dalam mapel saya kini membebaskan anak untuk melakukannya dalam bentuk gambar, cerita atau video.&nbsp;Selanjutnya melakukan diagnostik pribadi anak untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan peserta didik sebelum mengajar.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah mendampingi, membimbing atau mengemong serta membimbing semua kodrat yang ada dalam diri anak agar mencapai potensi terbaiknya.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian tak terpisahkan peserta didik. Dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan saling mempengaruhi. Seorang anak lahir dengan kodrat alam ( kemampuan, bakat, potensi, keadaan) yang berbeda-beda. Mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan jamannya. Maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. Selanjutnya pendidik mengenalkan, menyesuaikan dan merancang pendidikan sesuai dengan jamannya, sehingga pendidikan tersebut bersifat luwes dan dinamis.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebagai pendidik, saya memandang relevansi pemikiran KHD “ Pendidikan yang berhamba pada anak sebagai mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik.</p><p>Secara lebih rinci ini berarti: Menomor satukan murid dalam setiap keputusan pembelajaran yang dibuat, Memberikan pendidikan yang seimbang antara olah cipta, rasa, karsa, dan olah raga, Tidak memaksakan kehendak, namun melihat kebutuhan, minat dan kemampuan anak</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 22:46:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3040098851</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Erneny Idawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3040103878</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saat saya membuat kegiatan pembelajaran yang berpusat pada murid. Saya membagi siswa dalam 1 kelas menjadi beberapa kelompok. Mereka saya berikan misi untuk mencari informasi terkait materi yang akan diajarkan dengan peta harta karun. Di dalam peta tersebut ada beberapa pos dengan informasi yang berbeda-beda. Setelah mereka menyelesaikan moso dalam peta tersebut, mereka kemudian membuat kesimpulan tentang apa saja hal baru yang mereka dapat selama perjalanan menyelesaikan misi. </p></li><li><p>Becik ketitik ala ketara, yang artinya baik dan buruk akan ketahuan di kemudian hari. Dari peribahasa Jawa ini, murid diajarkan untuk senantiasa berlaku jujur dimanapun dan kapanpun. Sebab, segala perbuatan yang kita lakukan pasti akan diketahui suatu saat nanti. Baik di dunia maupun di akhirat. </p></li><li><p>Karena Indonesia memiliki keanegaraman yang sangat luas. Antara satu daerah dengan daerah yang lain tentu berbeda. Seperti kondisi dan kebutuhan siswa di daerah pegunungan tentu berbeda dengan siswa di pesisir pantai. Pun dengan zaman. Di era serba digital ini, kita tidak bisa mengajarkan anak seperti zaman dahulu. Jika dulu saya diajarkan tentang penggunaan telepon rumah, pager, faksimli, maka sekarang itu tidaklah relevan. Para murid kini sudah harus diajarkan tentang etika bermedia sosial yang baik, bukan lagi mengenali alat-alat komunikasi zaman dulu. </p></li><li><p>Pemikiran KHD memberikan pedoman sebagai pandangan saya dalam mendidik murid. Bahwa setiap anak memiliki fitrah atau kemampuan masing-masing. Dimana satu dengan yang lain tidaklah sama. Seperti halnya para petani yang menyemai beragam jenis benih. Antara benih satu dengan yang lain perlakuannya tidak sama. Pun dengan murid. Sebagai pendidin seharusnya bisa membantu/memfasilitasi mereka untuk tumbuh dan berkembang demi mencapai keselamatan dan kebahagiaan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 22:59:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3040103878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daniar Jauhar Alam 155A</title>
         <author>daniaralam44</author>
         <link>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3041107377</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Salah satu pengalaman yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah saat saya mengajar materi Procedure Text di kelas 10 jurusan teknik listrik. Dalam proses ini, saya menggunakan pendekatan 'Ing Madya Mangun Karsa,' di mana saya berada di tengah-tengah siswa, membangun semangat dan inisiatif mereka.</p></li></ol><p>Saya memulai dengan memperkenalkan permainan "Cooking Mama," yang relevan dengan topik Procedure Text. Saya membimbing mereka dengan memberikan contoh-contoh, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk bereksperimen dan belajar secara mandiri. Dengan cara ini, saya tidak hanya mengajar materi, tetapi juga membangun kemandirian dan rasa tanggung jawab dalam belajar.</p><p>Hasilnya, siswa lebih antusias dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya memahami struktur Procedure Text, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks yang lebih luas. Pengalaman ini mengajarkan saya betapa pentingnya peran guru dalam membangkitkan semangat belajar siswa, sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara.</p><ol start="2"><li><p>Perwujudan 'menuntun' dalam konteks sosial budaya di daerah saya dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Salah satu contohnya adalah dalam kegiatan gotong royong kerja bakti yang masih kental diadakan di desa saya. Kegiatan ini mencerminkan prinsip 'Tut Wuri Handayani' di mana pemimpin atau orang yang lebih tua menuntun, memberikan semangat masyarakat yang lebih muda dalam melaksanakan pekerjaan bersama, seperti membersihkan lingkungan atau memperbaiki fasilitas umum.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua aspek ini sangat mempengaruhi proses dan hasil pembelajaran. Kodrat alam, yang meliputi lingkungan fisik dan potensi alami siswa, perlu diperhatikan agar pendidikan dapat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan individual. Sementara itu, kodrat zaman, yang mencakup perkembangan teknologi dan perubahan sosial, harus diintegrasikan agar siswa siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan mempertimbangkan kedua aspek ini, pendidikan dapat menjadi lebih relevan dan efektif dalam membentuk generasi yang adaptif dan kompeten.</p></li><li><p>Pemikiran Ki Hadjar Dewantara "Pendidikan yang berpihak pada anak" sangat relevan dalam peran saya sebagai pendidik. Dengan memprioritaskan kebutuhan dan potensi setiap siswa, saya bisa menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan suportif. Hal ini memungkinkan saya untuk mengembangkan metode pengajaran yang sesuai dengan gaya belajar dan minat siswa, sehingga mereka lebih termotivasi dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Saya mematakan kebutuhan dan gaya belajar anak melalui assessment diagnostic cognitive dan non-cognitive, selanjutnya menentukan pendekatan dalam penyampaian materi ajar dan terakhir menentukan proses assessment pembelajaran siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-29 04:37:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/reflectingfatlimited/aossgvlv3355lw6q/wish/3041107377</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
