<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TTS (Tote Bag Tourism Scan) by JILEns (Jogja Imaginary Line Ensiklopedia)</title>
      <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-02-10 08:20:39 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-03-04 02:12:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f6cd.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Monumen Yogya Kembali, Jl. Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta</title>
         <author>JILEns</author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476116152</link>
         <description><![CDATA[<div>Monumen Jogja Kembali atau Monjali. Monumen yang dibangun pada tahun 1949 ini menjadi penanda kembalinya kedaulatan Republik Indonesia saat Jogja menjadi ibukota Indonesia.&nbsp;<br><br>Museum ini berada dalam monument dimana di dalamnya kamu bisa melihat koleksi benda bersejarah yang menjadi saksi perjuangan rakyat Indonesia, khususnya saat masyarakat Jogja merebut kembali kemerdekaan.&nbsp;<br><br>Menariknya, pada museum ini kamu akan menemukan sebuah ruangan bernama ruang hening yang berada di lantai paling atas. Ruangan ini khusus diperuntukkan untuk merenung dan mendoakan pahlawan yang gugur. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://rentalmobiljogja.id/wp-content/uploads/2017/04/monumen-jogja-kembali-02-1080x810.jpg" />
         <pubDate>2023-02-10 08:25:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476116152</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Sonobudoyo, Jalan Pangurakan, Ngupasan, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476132898</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Sonobudoyo merupakan salah satu museum di Yogyakarta yang wajib dikunjungi karena menyimpan koleksi keris berbagai bentuk dari berbagai daerah. Kurang lebih sebanyak 1.200 koleksi keris dapat kamu lihat saat berkunjung ke Museum Sonobudoyo.&nbsp;<br><br>Tak hanya itu, museum ini juga menyimpan berbagai koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Selain keris, museum di Yogyakarta satu ini juga turut memamerkan keramik pada zaman Neolitik, patung perunggu dari abad ke-8, wayang kulit, dan topeng Jawa.&nbsp;<br><br>Mengunjungi museum di Yogyakarta satu ini, kamu juga bisa menyaksikan pagelaran Wayang setiap hari Selasa hingga Minggu setiap malamnya, catat ya harinya. Untuk jam buka Museum Selasa – Kamis, Akhir Pekan : Pukul 08.00 - 16.00 WIB, khusus hari Jumat : Pukul. 08.00 - 14.30 WIB, dan libur Hari Senin. Tiket Masuk Museum Sonobudoyo Rp 3.000,-/orang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://i0.wp.com/www.yogyadise.com/wp-content/uploads/2014/05/Museum-Sonobudoyo.jpg?resize=618%2C380" />
         <pubDate>2023-02-10 08:39:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476132898</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Ullen Sentalu, Jalan Boyong, Kaliurang, Hargobinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta</title>
         <author>JILEns</author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476134546</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum<a href="https://www.traveloka.com/id-id/hotel/indonesia/landmark/ullen-sentalu-museum--900000000010"> Ullen Sentalu</a> merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang tak boleh kamu lewatkan saat mengunjungi Yogyakarta. Museum di Yogyakarta satu ini menampilkan budaya dan kehidupan bangsawan Dinasti Mataram yang terdiri dari Kasunan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaraan, dan Kadipaten Pakualaman.&nbsp;<br><br>Museum ini memiliki koleksi bermacam-macam batik baik yang bergaya Yogyakarta maupun Surakarta. Mengunjungi museum di Yogyakarta satu ini, kamu bisa melihat berbagai koleksi peninggalan bersejarah seperti lukisan, alat music tradisional, kumpulan foto, arsip, dan lain sebagainya.&nbsp;<br><br>Nama museum ini merupakan singkatan dari bahasa Jawa,“ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Lampu blencong adalah sebuah lampu minyak yang digunakan dalam pertunjukan wayang kulit dan dipercaya merupakan cahaya yang selalu bergerak mengarahkan perjalanan hidup.<br><br>Jam buka Museum Selasa – Jumat Pukul 08.30 - 16.00 WIB, Sabtu – Minggu Pukul 08.30 – 17.00 WIB, libur hari Senin. Tiket masuk dewasa, Rp 30.000,- dan Anak-anak, Rp 15.000.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://tripjogja.co.id/wp-content/uploads/2017/04/Ullen-Sentalu-02.jpg" />
         <pubDate>2023-02-10 08:41:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476134546</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Batik Keraton Yogyakarta, Jalan Rotowijayan, Panembahan, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476135602</link>
         <description><![CDATA[<div>Jogja memang terkenal sebagai kota batik, untuk itu jika berlibur ke Jogya rasanya belum lengkap jika belum berbelanja batik. Namun, jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih jauh soal batik, kamu bisa berkunjung ke museum yang satu ini.&nbsp;<br><br>Museum Batik Yogyakarta merupakan salah satu museum di Jogya yang layak untuk dikunjungi. Disini kamu bisa mengetahui lebih dalam tentang sejarah batik. Tak hanya itu, yang membuat museum ini menarik adalah kamu juga bisa mengikuti pelatihan membatik dan membuat kreasi batikmu sendiri loh. Seru, kan?</div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn.statically.io/img/www.alodiatour.com/wp-content/uploads/2018/12/lokasi-museum-batik.jpg" />
         <pubDate>2023-02-10 08:42:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476135602</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Affandi Museum, Jalan Laksda Adisucipto, Papringan, Caturtunggal, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476141265</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>Museum Affandi yang berada di tepi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Gajah_Wong">Sungai Gajah Wong</a> ini menyimpan berbagai macam lukisan karya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Affandi">Affandi</a>. Selain itu, museum ini juga menyimpan banyak benda peninggalan Affandi lainnya seperti mobil, sepeda <em>onthel</em> dan masih banyak lagi. <br><br>Museum Affandi menempati lahan seluas 3.500 m<sup>2</sup> yang terdiri atas bangunan museum yang terdiri dari empat galeri beserta bangunan pelengkap seperti tempat pembelian tiket, dua studio, dan bangunan rumah tempat tinggal pelukis Affandi dan keluarganya. <br><br>Rumah Affandi ini mempunyai atap berbentuk pelepah pisang, dan terdiri dari dua lantai dengan lantai bawah untuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ruang_tamu">ruang tamu</a> dan garasi sedangkan lantai atas yang sebagai kamar pribadi Affandi. Sekarang rumah ini berfungsi menjadi Kafe Loteng yang dapat dikunjungi pengunjung. <br><br>Pembangunannya dilakukan secara bertahap serta dirancang sendiri oleh Affandi. Selain 300 karya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lukisan">lukisan</a> Affandi sendiri, dalam museum ini juga tersimpan lukisan dari para <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pelukis_Indonesia">pelukis Indonesia</a> lainnya, antara lain: <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Abdullah">Basuki Abdullah</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Popo_Iskandar">Popo Iskandar</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/S._Sudjojono">Sudjojono</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hendra_Gunawan_(pelukis)">Hendra Gunawan</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Barli_Sasmitawinata">Barli Sasmitawinata</a>, dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mochtar_Apin">Mochtar Apin</a>. Selain itu terdapat <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Patung">patung</a> karya Amrus Natalsya, dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cukil_kayu">cukil kayu</a> poles karya keluarga Tjokot.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn.statically.io/img/www.alodiatour.com/wp-content/uploads/2018/11/museum-affandi.jpg" />
         <pubDate>2023-02-10 08:48:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476141265</guid>
      </item>
      <item>
         <title>History Of Java Museum (HOJM), Tarudan, Bangunharjo, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476145949</link>
         <description><![CDATA[<div>Banyak sekali fakta menarik yang tersimpan di Museum History of Java ini. Sebab, museum ini berbeda bila dibandingkan dengan berbagai museum lain yang ada di Jogja. Museum ini lebih menonjolkan teknologi yang kekinian dan modern.&nbsp;<br><br>Story of Java Museum bisa dibilang menjadi destinasi wisata baru yang ada di Kota Jogja. Sebab belum lama museum ini dibuka, baru pada awal Desember 2018 yang lalu. Salah satu hal yang unik adalah sebelum dijadikan sebagai museum, bangunan ini adalah sebuah kafe yang namanya Pyramid Cafe.&nbsp;<br><br>Saat masuk ke museum, pengunjung bisa menikmati teknologi modern yang disuguhkan yaitu Augmented Reality. Jadi anda dapat menginstal aplikasi Augmented Reality yang ada di museum ini pada Play Store. Kemudian arahkan handphone anda ke gambar yang ada di dinding museum. Secara otomatis, gambar yang ada di dinding bisa muncul di handphone anda dalam bentuk 3D. Dilengkapi pula dengan efek dan audio yang tampak nyata sehingga semakin menarik untuk dilihat.&nbsp;<br><br>Museum ini memiliki berbagai macam koleksi benda bersejarah kuno yang terawat dengan baik. Dengan begitu, tidak merusak sifat orisinalnya. Seperti hiasan kayu berukir dengan sosok seperti Semar, kentongan kuno, tempat untuk mencuci keris, kepala garuda, kancip, pataka, lentera kuno dan masih banyak lagi koleksi yang lainnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://turisian.com/wp-content/uploads/2022/08/Museum-History-of-Java-Yogyakarta.jpg" />
         <pubDate>2023-02-10 08:54:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476145949</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Vredeburg, Jalan Margo Mulyo, Ngupasan, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476149517</link>
         <description><![CDATA[<div>Letaknya di kawasan jantung kota Jogja, tepatnya kawasan Titik Nol Km. Museum yang mulanya merupakan benteng pada masa penjajahan ini dibangun dengan gaya arsitektur Belanda yang kental. Bangunan ini kemudian menjadi tempat mengabadikan sejarah Indonesia dalam bentuk diorama yang berisi tentang cerita perjuangan para pahlawan ketika melawan penjajah. Selain itu, terdapat pula beberapa koleksi seperti foto, seragam dan berbagai peninggalan para pahlawan maupun penjajah yang berjajar rapi di ruangan-ruangan yang ada di dalamnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kotajogja.com/wp-content/uploads/2016/04/vredeburg-1-1.jpg" />
         <pubDate>2023-02-10 08:58:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476149517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sekretariat Sementara Museum Anak Kolong Tangga, Tirtodipuran Street, Mantrijeron, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476151921</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum ini cocok banget buat kamu kamu yang ingin bernostalgia dengan mainan mainan jaman dulu bisa banget kesini museum anak kolong tangga. Kenapa disebut museum kolong tangga karna berada di kolong tangga.&nbsp;<br><br>Museum ini berada di area taman budaya Yogyakarta di dalam nya berisi berbagai macam koleksi mainan yang ada di seluruh Indonesia yang mana maianan yang sebagaian besar merupakan mainan yang buatan tangan dan menyimpan banyak cerita dan kebudayaan local di dalam nya seperti cerita legenda , dongeng ataupun mitos.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://njogja.co.id/wp-content/uploads/2015/07/museum_anak_kolong_tangga.jpg" />
         <pubDate>2023-02-10 09:01:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476151921</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Kompleks Pangkalan Udara Adisucipto Jalan Raya Janti, Karang Janbe, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta</title>
         <author>JILEns</author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476155141</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum bernama lengkap Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala ini merupakan museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara. Museum Dirgantara menyimpan sejumlah koleksi yang mengabadikan rangkaian peristiwa bersejarah dalam lingkungan TNI AU.<br><br>Museum Dirgantara awalnya dibangun di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta dan diresmikan pada 4 April 1969. Museum ini baru dipindah ke Yogyakarta, tepatnya di lokasi yang sekarang pada 29 Juli 1978.<br><br>Koleksi di Museum Dirgantara berisi benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan Angkatan Udara Indonesia. Selain itu, museum ini juga menyimpan sejumlah foto tokoh-tokoh sejarah Angkatan Udara Indonesia, serta diorama peristiwa penting di masa lalu. Sejumlah pesawat tempur dan replika yang ada di museum ini kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan Revolusi Kemerdekaan Indonesia.<br><br>Harga tiket masuk Museum Dirgantara dibanderol sebesar Rp 6.000, dan dapat dikunjungi setiap hari. Jam buka Museum Dirgantara yaitu pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB, setiap hari Senin-Minggu. Ada beberapa syarat berkunjung ke Museum Dirgantara, antara lain: Anak-anak harus didampingi orang tua Wajib memindai Aplikasi PeduliLindungi Wajib menggunakan masker Wajib menggunakan sarung tangan saat melintasi pos jaga Mematuhi protokol kesehatan</div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn.nativeindonesia.com/foto/museum-dirgantara-jogja/lokasi-museum-dirgantara-jogja.jpg" />
         <pubDate>2023-02-10 09:04:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476155141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>De Mata Trick Eye Museum, Jalan Veteran, Pandeyan, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476157210</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum yang berlokasi di basement gedung umar kayam, di XT Square jl veteran umbulharjo Yogyakarta. Museum ini menyedikaan berbagai foto 3D yang akan menipu anda yang sebagain besar tampak seakan akan hendak keluar dari bingkai mereka. Museum de mata trick eye ini baru di resmikan pada tahun 2013 museum ini juga adalah museum 3D pertama yang ada di DIY dan&nbsp; Jateng, bahkan hebatnya museum serupa yang ada di luar negeri seperti singapura, china, jepang, hongkong dan korea rata rata hanya memamerkan sekitar 70 foto gambar 3D dan tipuan mata. Sedangkan De mata Trick eye memamerkan 120 gambar dan lukiasn 3D dengan berbagai ukuran yang berbeda bahkan untuk lukisan besar ukuran nya hingga 5 meter.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-FFurKLW9MQk/VtKTHmfhuKI/AAAAAAAAB1E/6dHgSJR5MLg/s1600/de%2Bmata%2Btrick%2Beye%2Bjogja.JPG" />
         <pubDate>2023-02-10 09:06:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476157210</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Dr. Yap Prawirohusodo, Jalan Cik Di Tiro, Terban, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476159162</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum RS Mata Dr YAP yang berada di Jl. Cik Di Tiro No.5, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta&nbsp; merupakan Rumah sakit ternama di jogja museum ini menyimpan banyak koleksi peralatan kedokteran peninggalan Dr YAP Hong Tjoen dan Dr YAP Kie Tiong selain perlatan kedokteran mata yang menjadi koleksi museum ini juga terdapat sejarah dari kisah hidup dr yap yang didimpan dengan rapi.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://museum.jogjaprov.go.id/assets/uploads/cb916ef4087d1e1083dd231276d336f4.jpg" />
         <pubDate>2023-02-10 09:09:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2476159162</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Padepokan Sumber Karahayon, Jalan Samas, Ponogaram, Jambidan, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477202711</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Musiyum Padhépokan Sumber Karahayon</em>) adalah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum">museum</a> yang terletak di Padukuhan Tegal, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jambidan,_Banguntapan,_Bantul">Kalurahan Jambidan, Kapanéwon Banguntapan, Kabupaten Bantul</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta</a>. Museum tersebut didirikan oleh Ki Wiryodikarso atau Mbah Pleret dan awalnya dikenal sebagai Padepokan Sumber Karahayon. Pada 1 Oktober 1980, bangunan itu dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dan diterima oleh Bupati Bantul saat itu, R. Soetomo Mangkoesasmito. Museum tersebut saat ini dilestarikan oleh para anggota <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yayasan_Hondodento&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yayasan Hondodento</a>.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://disbud-arsip.bantulkab.go.id/filestorage/berita/2018/02/tn610/tn610_SUMBER%20KARAHAYON_11.JPG" />
         <pubDate>2023-02-11 09:22:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477202711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Wayang Kekayon, Kalangan, Baturetno, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477204618</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br></strong>Museum Wayang Kekayon adalah sebuah museum wayang yang berada di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta">Kota Yogyakarta</a>, tepatnya di Jl. Jogja-Wonosari Km.7 No.277, kurang lebih 1 km dari Jl. Majapahit (Ring Road Timur). Museum yang didirikan pada tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1990">1990</a> ini memiliki koleksi berbagai <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang">wayang</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Topeng">topeng</a> serta menampilkan sejarah wayang yang diperkenalkan mulai dari abad ke-6 sampai abad ke-20. Wayang-wayang di dalam museum ini terbuat baik dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kulit">kulit</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kayu">kayu</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kain">kain</a>, maupun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kertas">kertas</a>. Sama halnya dengan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Wayang">Museum Wayang</a> di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>, museum ini mempunyai beberapa jenis wayang, seperti: <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_purwa">Wayang Purwa</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_madya">Wayang Madya</a> (menceritakan era pasca perang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bharatayuddha">Bharatayuddha</a>), <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_thengul">Wayang Thengul</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_klithik">Wayang Klithik</a> (mengisahkan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Damar_Wulan">Damar Wulan</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Minakjinggo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Minakjinggo</a>), <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_beber">Wayang beber</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_gedog">Wayang Gedog</a> (cerita Dewi <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Candrakirana&amp;action=edit&amp;redlink=1">Candrakirana</a>), <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_Suluh">Wayang Suluh</a> (mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>), dan lain lain. Berkaitan dengan wayang Purwa, museum ini memiliki beberapa poster yang menggambarkan strategi perang yang dipakai dalam perang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bharatayuddha">Bharatayuddha</a> antara keluarga <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pandawa">Pandawa</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Korawa">Kurawa</a>, yaitu: strategi <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sapit_Urang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sapit Urang</a> dan strategi Gajah. <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn.statically.io/img/www.alodiatour.com/wp-content/uploads/2018/12/museum-wayang-kekayon.jpeg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:24:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477204618</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Tani Jawa Indonesia, Kanten, Kebon Agung, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477205489</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Tani Jawa Indonesia merupakan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum">museum</a> kecil yang terletak di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Desa">desa</a> wisata Candran, di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kebon_Agung,_Kajen,_Pekalongan">Kebon Agung</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bantul">Kabupaten Bantul</a> , <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Daerah Istimewa Yogyakarta</a>. Museum Tani <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> ini berdiri pada tahun 2005, dipelopori oleh <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kristya_Bintara&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kristya Bintara</a> yang pada saat itu menjabat sebagai <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lurah_(jabatan)">Lurah</a> di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Desa">Desa</a> Kebonagung pada tahun 1988. Museum ini dulunya ditempati sebagai <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Joglo">rumah joglo</a> milik Subandi, Dukuh Kanten.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kotajogja.com/wp-content/uploads/2016/05/tani-jawa-1.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:26:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477205489</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Wayang Beber Sekartaji (Sanggar Bhuana Alit), Gg. Pancasila, Kanutan, Sumbermulyo, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477206049</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum wayang beber didirikan pada tahun 2017. Terletak di Gg. Pancasila RT 08 Kanutan, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro. Museum ini ini adalah museum pertama di Indonesia maupun dunia yang menyajikan koleksi lukisan wayang beber.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://storage.travelingyuk.com/unggah/2019/11/img_20191109_112219_6ev.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:28:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477206049</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taman Tino Sidin, Jalan Tino Sidin, Kdipiro, Ngestiharjo, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477206462</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Taman Tino Sidin adalah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum">museum</a> khusus yang menyimpan koleksi karya dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tino_Sidin">Tino Sidin</a>. Peresmian museum dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2014 oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Menteri_Pendidikan_dan_Kebudayaan_Indonesia">Menteri Pendidikan dan Kebudayaan</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Nuh">Mohammad Nuh</a>. Museum ini digunakan sebagai tempat kegiatan seni bagi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Anak">anak-anak</a>. Pemiliki sekaligus pengelola museum ini adalah Yayasan Taman Tino Sidin. Museum Taman Tino Sidin mengoleksi dua jenis karya seni utama yaitu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sketsa_(gambar)">sketsa</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis">lukisan</a>. Beberapa jenis sketsa yang dikoleksi yaitu sketsa hitam putih, sketsa <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cat">cat</a>, dan sketsa <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Spidol">spidol</a>. Sedangkan beberapa jenis lukisan yang dikoleksi yaitu lukisan cat minyak, lukisan cat akrilik. Museum ini juga mengoleksi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Memorabilia">memorabilia</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Foto">foto</a>, dan surat pribadi dari Sidin. Museum ini beralamat di Jalan Tino Sidin 297, Kadipiro, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ngestiharjo,_Kasihan,_Bantul">Ngestiharjo</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kasihan,_Bantul">Kasihan</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bantul">Bantul</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Yogyakarta</a>. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_koordinat_geografi">Titik koordinat</a>nya di 7°47’58.1” Lintang Selatan dan 110°20’41.6” Bujur Timur. Museum ini dapat dicapai dari arah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Internasional_Adisutjipto">Bandar Udara Internasional Adi Sutjipto</a> sejauh 12,5 km. Selain itu, museum dapat dicapai melalui <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Yogyakarta">Stasiun Tugu</a> (3 km), <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Lempuyangan">Stasiun Lempuyangan</a> (5,4 km), atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Terminal_Giwangan_Yogyakarta">Terminal Giwangan</a> (10 km).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://wargajogja.net/wp-content/uploads/2021/06/Foto-1-Museum-Taman-Tino-Sidin-768x439.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:29:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477206462</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum HM Soeharto, Jalan Kemusuk Lor Jalan Nulis-Puluhan, Srontakan, Argomulyo, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477208327</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br>Memorial Jenderal Besar H. M. Soeharto </strong>adalah adalah bangunan bersejarah berbentuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum">museum</a> yang menyimpan memoar dan peninggalan-peninggalan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jenderal_Besar">Jenderal Besar</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/TNI">TNI</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto">Soeharto</a> yang diresmikan pada tahun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/2013">2013</a>. Museum ini berdiri di atas tanah milik <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto">Soeharto</a> yang terletak di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kemusuk,_Argomulyo,_Sedayu,_Bantul">Kemusuk Lor</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Argomulyo,_Sedayu,_Bantul">Argomulyo</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sedayu,_Bantul">Sedayu</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bantul">Kabupaten Bantul</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Daerah Istimewa Yogyakarta</a>. Museum Soeharto berada di 10 km barat <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta">Kota Yogyakarta</a>. Bisa diakses melalui jalan Wates km 10 Yogyakarta, dekat dengan jalan menuju Kampus <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Mercu_Buana_Yogyakarta">Universitas Mercu Buana Yogyakarta</a> atau melalui jalan Godean <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sleman">Sleman</a>.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/museum-memorial-jenderal-besar-hm-soeharto_20150522_202525.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:34:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477208327</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis, Tembi, Timbulharjo, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477208872</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><br></strong>Museum Tembi Rumah Budaya adalah museum yang menyimpan benda-benda warisan budaya Jawa. Museum yang diresmikan pada 21 Oktober 1999 bermula dari Lembaga Studi Jawa yang pindah ke dusun Tembi, Timbulharjo, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sewon">Sewon</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bantul">Bantul</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a> pada 6 September 1995. Koleksi Museum Tembi berjumlah sekitar 3000 koleksi seperti keris, tombak, dan pedang. Wayang kulit, buku-buku sastra Jawa kuno: <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Babad_Tanah_Jawi">Babad Tanah Jawi</a>, Babad Sundayana, Babad Mangir, dan Babad Pati. Berbagai macam motif batik dan mainan anak tradisional. Untuk koleksi yang dipamerkan dibagi menjadi dua tempat ruang museum dan balai rupa satu. Sedangkan untuk buku dan koleksi audio yang berupa kaset disimpan di perpustakaan.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/cdn.orbit/wp-content/uploads/2021/12/04091208/pm2.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:35:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477208872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Kayu Wanagama, Area Hutan, Gading, Gunung Kidul Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477209436</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Museum Kayu Wanagama </strong>adalah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum">museum</a> khusus yang berhasil didirikan atas <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gagasan">gagasan</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pikiran">pemikiran</a> yang disampaikan oleh dua orang <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dosen">dosen</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Gadjah_Mada">Universitas Gadjah Mada</a>, yaitu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Oemi_Hani%27in_Suseno">Oemi Hani’in Soeseno</a> dan Etty Suliantoro Sulaiman yang kemudian bekerja sama dengan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perhutani">Perum Perhutani</a>. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gagasan">Gagasan</a> pembangunan museum ini muncul setelah mereka menghadiri kegiatan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pameran">pameran</a> pada Museum Antropologis di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Prancis">Perancis</a> dan pendirian Jati Centre di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cepu,_Blora">Cepu</a>. Pembangunan museum dimulai pada tahun 1995 di kawasan hutan pendidikan Wanagama. Bahan baku bangunan museum berasal dari dua buah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> kayu buatan tahun 1880 yang disumbangkan oleh Perum Perhutani. Bahan ini diubah menjadi satu bangunan berbentuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_panggung">rumah panggung</a>. Peresmian Museum Kayu Wanagama dilakukan pada tanggal 8 Agustus 1998 oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur">Gubernur</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Daerah Istimewa Yogyakarta</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hamengkubuwana_X">Sri Sultan Hamengkubuwono X</a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Menteri_Lingkungan_Hidup_dan_Kehutanan_Indonesia">Menteri Kehutanan Republik Indonesia</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Muslimin_Nasution">Muslimin Nasution</a>. Koleksi unggulan dari Museum Kayu Wanagama adalah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Arca">arca</a> Gupolo yang terbuat dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kayu">kayu</a> yang telah berusia 50 tahun.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://res.cloudinary.com/purnama/images/f_auto,q_auto/w_4096,h_2304/v1587083143/P_20150926_155903/P_20150926_155903.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:37:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477209436</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Jalan Jendral Sudirman, Terban, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477210110</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Pusat TNI AD "Dharma Wiratama" adalah museum khusus yang memiliki koleksi tentang peran serta TNI AD dalam perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://t-2.tstatic.net/tribunnewswiki/foto/bank/images/3-Museum-Pusat-TNI-AD-Dharma-Wiratama.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:39:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477210110</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Sandi, Jalan Faridan M Noto, Kotabaru, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477210628</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Sandi adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Siber_dan_Sandi_Negara">Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)</a>. Museum Sandi berlokasi di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kotabaru,_Gondokusuman,_Yogyakarta">Kotabaru</a>, Kecamatan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gondokusuman,_Yogyakarta">Gondokusuman</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Yogyakarta</a>. Museum Sandi mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Siber_dan_Sandi_Negara">Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)</a> dalam meningkatkan budaya keamanan informasi melalui edukasi kepada masyarakat sekaligus melestarikan nilai-nilai sejarah perjuangan insan persandian sebagai bagian integral perjuangan kemerdekaan Indonesia. Penyelenggaraan Museum Sandi berdasarkan <a href="https://jdih.bssn.go.id/wp-content/uploads/2019/04/3-Perban-Museum-Sandi_sign.pdf">Peraturan BSSN Nomor 3 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Sandi.</a> <a href="https://web.archive.org/web/20190624054743/https://jdih.bssn.go.id/wp-content/uploads/2019/04/3-Perban-Museum-Sandi_sign.pdf">Diarsipkan</a> 2019-06-24 di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayback_Machine">Wayback Machine</a>. Museum Sandi merupakan museum kriptologi satu-satunya di Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://jogjaempatroda.com/wp-content/uploads/2019/08/Koleksi-Museum_Sandi_museum.sandi-2.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:40:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477210628</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Biologi UGM, Jalan Sultan Agung, Wirogunan, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477212348</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Biologi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/UGM">UGM</a> adalah museum khusus atau museum khusus pendidikan dengan fokus pendidikan hayati, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang terletak di kompleks <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Gadjah_Mada">Universitas Gadjah Mada</a>, Kelurahan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wirogunan,_Mergangsan,_Yogyakarta">Wirogunan</a>, Kemantrèn <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mergangsan,_Yogyakarta">Mergangsan</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta">Kota Yogyakarta</a>. Museum Biologi UGM adalah aset dari UGM dan dikelola oleh Fakultas Biologi UGM. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://museum.co.id/wp-content/uploads/2020/09/Sejarah-Museum-Biologi-1280x720-1-1024x576.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:44:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477212348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman, Jalan Bintaran Wetan, Gunungketur, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477213110</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman adalah museum sejarah dengan koleksi mengenai perjuangan Jenderal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sudirman">Sudirman</a>. Kata <em>sasmita</em> berasal dari bahasa Jawa, yang berarti "pengingat", "mengenang", sedangkan <em>loka</em> berarti "tempat". "Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman" artinya merupakan tempat untuk mengenang pengabdian, pengorbanan dan perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman. </div>]]></description>
         <enclosure url="http://kemuseum.org/wp-content/uploads/2020/06/cover-museum-jenderal-sudirman-1280x961-1-2048x1024.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:46:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477213110</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Dewantara Kirti Griya, Jalan Taman Siswa, Wirogunan, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477213532</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya merupakan museum peninggalan dari tokoh pendidikan Indonesia yaitu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara">Ki Hadjar Dewantara</a> yang berupa rumah dan pendapa. Selain itu, museum juga menampilkan koleksi peninggalan barang-barang yang dipakai oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara">Ki Hadjar Dewantara</a> beserta keluarga.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://unycommunity.com/wp-content/uploads/2018/05/Museum-Dewantara-Kirti-Griya.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:47:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477213532</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Monumen Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama, Tegalrejo, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477213957</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Monumen Pangeran Diponegoro adalah museum sekaligus monumen kediaman Pangeran ketika dikepung oleh pihak Belanda.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://kebudayaan.jogjakota.go.id/assets/instansi/kebudayaan/article/20190701193343.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:48:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477213957</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Gempa Prof Dr Sarwidi (MGS 02), Jalan Malangyudo Kota Wisata Kaliurang, Kaliurang, Hargobinangun, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477215611</link>
         <description><![CDATA[<div>Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi adalah sebuah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Museum">museum</a> yang terletak di Jalan Malangyudo Nomor 25, Kawasan Wisata <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kaliurang">Kaliurang</a>, Kabupaten Sleman, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Daerah Istimewa Yogyakarta</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Tujuan khusus dari pendirian Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi adalah untuk memamerkan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Miniatur">miniatur</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bangunan">bangunan</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> tahan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_(fenomena_alam)">gempa</a>. Pendirian museum merupakan prakarsa dari Sarwidi dan Sumardani. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gagasan">Gagasan</a> museum ini berasal dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Islam_Indonesia">Universitas Islam Indonesia</a>. Pembangunan museum kemudian didukung oleh <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Center_For_Earthquake_Engineering_and_Dynamic_Effect&amp;action=edit&amp;redlink=1">Center For Earthquake Engineering and Dynamic Effect</a> dan Disaster Studies <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Islam_Indonesia">Universitas Islam Indonesia</a>. Pada tanggal 21 Juli 2007 dilakukan penandatanganan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komitmen_organisasi">komitmen</a> pendirian museum oleh semua pihak tersebut. Pada awalnya, museum menempati <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bangunan">bangunan</a> Universitas Islam Indonesia dalam bentuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ruangan">ruangan</a> berukuran 3 × 4 <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Meter">meter</a>. Setelah beberapa kali mengalami pergantian tempat, akhirnya lokasi tetapnya berada di Kaliurang. Bangunan museum diperluas menjadi 6 × 10 meter dengan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Konsep">konsep</a> berupa <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wisata_pendidikan">wisata pendidikan</a> dan tahan gempa. Kegiatan di dalam museum meliputi pemutaran <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Animasi">film animasi</a> untuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Anak">anak-anak</a>, penampilan kejadian-kejadian <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gempa_bumi_di_Indonesia">gempa bumi di Indonesia</a>, dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Simulasi">simulasi</a> untuk merasakan gempa tersebut. Koleksi utamanya adalah Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_koordinat_geografi">Tititk koordinat</a>nya di: 7°35’55.0” Lintang Selatan dan 110°25’49.8” Bujur Timur. Museum dapat diakses dari arah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Internasional_Adisutjipto">Bandar Udara Adi Sutjipto</a> (25 <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kilometer">km</a>), <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Yogyakarta">Stasiun Tugu</a> (25 km), <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Lempuyangan">Stasiun Lempuyangan</a> (26 km) atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Terminal_Giwangan_Yogyakarta">Terminal Giwangan</a> (33 km). </div>]]></description>
         <enclosure url="https://seputarjogja.id/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220122_110441-768x626.jpg" />
         <pubDate>2023-02-11 09:53:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/JILEns/BTSPedia/wish/2477215611</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
