<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Dinding Opini Vol 1 : Pemungutan Pajak Media Sosial, Solusi atau Ilusi? by Kastrat Busaudiyum</title>
      <link>https://padlet.com/farrelldzakyramawijaya2023/a9v470191oovfyzs</link>
      <description>Di era digital yang kian berkembang, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ladang ekonomi yang subur. Selebgram, kreator konten, dan pelaku bisnis daring memanfaatkan platform seperti Instagram, YouTube, dan TikTok untuk menghasilkan pendapatan dalam jumlah besar. Menyikapi hal ini, pemerintah Indonesia mulai mengintensifkan penarikan pajak terhadap para pelaku ekonomi digital, termasuk melalui pemanfaatan algoritma pengawasan dan sistem pelaporan berbasis teknologi. Langkah ini tentu menimbulkan berbagai perdebatan: sejauh mana kebijakan ini efektif dalam meningkatkan kepatuhan pajak? Bagaimana validitas data penghasilan di media sosial yang sifatnya fluktuatif dan lintas platform?. Melihat uraian masalah yang ada, apakah kebijakan ini merupakan bentuk keadilan fiskal, atau justru mengekang kreativitas digital?</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-22 06:08:37 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-04 04:23:55 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KASTRAT</title>
         <author>farrelldzakyramawijaya2023</author>
         <link>https://padlet.com/farrelldzakyramawijaya2023/a9v470191oovfyzs/wish/3529058314</link>
         <description><![CDATA[<p>Dimohon untuk menyertakan Nama + NIM untuk mempermudah penilaian</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-26 05:40:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/farrelldzakyramawijaya2023/a9v470191oovfyzs/wish/3529058314</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
