<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sejarah Hijrah Rasulullah by Muhammad Aqsal Ramadhan</title>
      <link>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg</link>
      <description>Muhammad Aqsal Ramadhan 9.2</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-07-27 15:22:17 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-28 01:36:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Ali bin Abi Thalib Menggantikan Nabi Muhammad Ditempat Tidurnya</title>
         <author>muhamadaqsalramadhan123</author>
         <link>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652188265</link>
         <description><![CDATA[<div>Kaum kufar Quraisy berencana akan membunuh Nabi Muhammad untuk mencegah nabi saw hijrah ke Madinah. Pada saat itu umat Islam di Makkah hanya tinggal sedikit. Sebelum turun perintah hijrah kepada nabi Muhammad, beliau sudah meminta Abu Bakar untuk menemaninya. Setelah itu, Abu Bakar menyiapkan dua ekor untanya yang diserahkan pemeliharaannya kepada Abdullah bin Uraiqiz sampai nanti tiba waktunya diperlukan.<br><br>Ketika turun perintah hijrah dari Allah SWT, Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar meninggalkan Makkah secara diam-diam untuk hijrah ke Madinah.&nbsp;<br><br>Pada malam akan hijrah, Nabi Muhammad meminta Ali bin Abi Talib untuk memakai mantelnya dan berbaring di tempat tidurnya. Nabi Muhammad saw berpesan kepada Ali bin Abi Thalib, setelah Nabi hijrah, untuk tinggal dulu di Mekah menyelesaikan barang-barang amanat orang yang dititipkan kepadanya.<br><br>Maka, ketika para algojo kafir Quraisy mengintip ke tempat tidur Nabi Muhammad Saw, mereka melihat sesorang berbaring di tempat tidur dan mengira bahwa Nabi Saw masih tidur. Setelah tahu bahwa yang tidur adalah Ali bin Abi Thalib, mereka menyeretnya ke Masjid Haram dan menyiksanya, lalu melepaskannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-27 15:30:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652188265</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Gua Tsur</title>
         <author>muhamadaqsalramadhan123</author>
         <link>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652189437</link>
         <description><![CDATA[<div>Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar pergi ke Madinah melalui arah selatan dalam rangka mengelabui kafir Quraisy. Mereka berdua menetap di dalam gua Tsur pada hari Jum’at, Sabtu, dan Ahad. Gua Tsur terletak di Jabal Tsur yang berjarak lima kilometer sebelah selatan Kota Makkah.<br><br></div><div>Selama berada di gua Tsur, Nabi Muhammad saw telah merencakan secara matang untuk mengamankan proses hijrahnya, antara lain:<br>a. Abdullah bin Abu Bakar mendatangi gua setiap malam dan menyampaikan berita tentang rencana dan kegiatan kafir Quraisy. Sebelum fajar ia sudah kembali ke Makkah sehingga seolah-olah ia selalu berada di Makkah.<br><br></div><div>b. Amar bin Fuhairah menggiring domba-domba gembalaannya ke dalam gua pada malam hari sehingga Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar bisa minum susu domba. Amar menggiring kembali domba-dombanya ke Makkah sebelum fajar setelah Abdullah bin Abu Bakar kembali ke Makkah, agar jejak kaki Abdullah terhapus oleh jejak domba-domba itu.<br><br></div><div>c. Abdullah bin Ariqat Laitsi, seorang kafir yang dapat dipercaya dan bekerja sebagai pemandu yang diupah oleh Abu Bakar datang ke gua Tsur, setelah hari ke-tiga, membawa dua ekor unta.<br><br></div><div>d. Pada waktu itu Abu Bakar menawarkan satu dari unta itu kepada Nabi saw sebagai hadiah. Namun beliau (SAW) memaksa membeli unta itu. Abu Bakar (RA) pun akhirnya bersedia menerima pembayaran sebesar empat ratus dirham. Unta dikenal sebagai unta Nabi saw yang dinamai Quswa.<br><br>e. Dengan dipandu oleh Abdullah bin Ariqat, mereka berdua memulai perjalanan menuju Madinah. Amar juga menyertai perjalanan mereka.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-27 15:33:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652189437</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Suraqa</title>
         <author>muhamadaqsalramadhan123</author>
         <link>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652190438</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketika itu orang Quraisy mengadakan sayembara dengan hadiah seratus ekor unta bagi orang yang dapat menyerahkan Nabi Muhammad saw. Ketika terdengar kabar bahwa ada rombongan tiga orang sedang dalam perjalanan, mereka yakin itu adalah Muhammad dan sahabatnya. Suraqa bin Malik bin Ju’syum, salah seorang dari Quraisy, juga ingin memperoleh hadiah seratus ekor unta.<br><br></div><div>Tetapi ia ingin memperoleh hadiah seorang diri saja. Ia mengelabui orang-orang dengan mengatakan bahwa itu bukan Muhammad. Tetapi diam-diam ia menyuruh pembantunya untuk menyiapkan kuda dan perlengkapannya. Ketika tidak ada orang yang melihatnya, ia segera memacu kendaraannya ke pesisir yang ditunjukkan orang tersebut.<br><br></div><div>Suraqah mengendarai kuda yang cepat, sehingga ia bisa mengejar rombongan hijrah Nabi SAW tersebut dan jaraknya semakin dekat. Nabi Saw tetap tenang, sementara Abu Bakar yang duduk di boncengan unta Nabi SAW, terlihat cemas dan berkali-kali melihat ke belakang.<br><br></div><div>Setelah jaraknya makin dekat, tiba-tiba kuda Suraqah terjerembab jatuh, Nabi SAW terus saja berjalan tanpa memperdulikan Suraqah yang mengejarnya. Setelah berhasil mendekati lagi, Suraqah menyiapkan anak panahnya, tetapi lagi-lagi kudanya terjerembab, sementara Nabi SAW terus berjalan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-27 15:34:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652190438</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Masjid Quba’</title>
         <author>muhamadaqsalramadhan123</author>
         <link>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652190906</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menempuh perjalanan 7 hari, Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar sampai di Quba’, sebuah desa yang terletak dua mil di selatan Madinah. Beliau membangun Masjid dan merupakan Masjid pertama dalam sejarah Islam. Beliau tinggal di Quba’ selama empat hari.<br><br></div><div>Pada Jum’at pagi beliau berangkat dari Quba’ menuju ke Madinah. Ketika sampai di perkampungan Bani Salim bin Auf, waktu shalat Jum’at tiba. Nabi Muhammad melaksanakan shalat jumat disana. Inilah Jum’at dan khutbah yang pertama dalam Islam.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-27 15:35:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652190906</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5. Tiba di Madinah</title>
         <author>muhamadaqsalramadhan123</author>
         <link>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652191490</link>
         <description><![CDATA[<div>Setibanya Nabi Muhammad saw di Madinah, Program pertama beliau adalah menentukan tempat di mana akan dibangun Masjid. Beliau melepaskan untanya dan menetapkan tempat berhenti untanya sebagai masjid. Ternyata untanya berhenti di tanah milik dua orang anak yatim. Maka Nabi saw minta keduanya untuk menjual tanahnya.<br><br></div><div>Namun keduanya ingin memberikan tanahnya sebagai hadiah. Tapi Nabi saw tetap ingin membayar harga tanah itu sebesar sepuluh dinar. Dan Abu Bakar menyerahkan uang kepada mereka berdua.<br><br></div><div>Nabi Muhammad saw tinggal di rumah Abu Ayyub al Anshari sampai selesai pembangunan Masjid Nabawi dan tempat tinggal beliau. Seluruh sahabat bersama Nabi saw ikut membangun Masjid Nabawi, sebagaimana mereka melakukan bersama-sama dalam pembangunan Masjid Quba’.<br><br></div><div>Beberapa hari kemudian, istri Nabi (SAW); Saudah (RA); dua putri beliau Fatimah (RA) and Ummu Kulsum (RA), Usamah bin Zaid (RA), ‘Aisyah (RA) dan Ummu Aiman (RA) juga menyusul hijrah ke Madinah dibawah kawalan Abdullah bin Abu Bakar (RA). Adapun putri beliau seorang lagi, Zainab (RA), baru diijinkan hijrah ke Madinah setelah terjadi peperangan Badar.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-07-27 15:36:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhamadaqsalramadhan123/a7ws37h4x3a8wrfg/wish/2652191490</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
