<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Billy&#39;s Padlet by Christian Billy</title>
      <link>https://padlet.com/cbillyy19/osjur2020</link>
      <description>Made with a love.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-10-11 15:22:43 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-11-08 15:22:02 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>𝑅𝒶𝓃𝑔𝓀𝓊𝓂𝒶𝓃 𝑅𝑒𝓈𝓅𝑜𝓃 (𝑀𝓎 𝒬𝓊𝑒𝓈𝓉𝒾𝑜𝓃𝓈)</title>
         <author>cbillyy19</author>
         <link>https://padlet.com/cbillyy19/osjur2020/wish/832128629</link>
         <description><![CDATA[<div>Q: Ziza, apa judul lagu yang bisa buat lu nangis senangis-nangisnya? alasannya?<br>A: Minofa Ziza yang menyukai lagu Colsplay dan bisa membuat dia menangis karena lagu-lagu dari Colsplay sendiri mendasar dengan perasaan Ziza dan cenderung depressing seeperti judul lagu Fix You, Scientist, dll.<br><br>Q: Hadiba, kalo diminta pilih, mau menjadi penyanyi atau yang memainkan alat musik? alasannya apa ?<br>A:Hadiba Nabila yang jika diberikan pilihan, lebih memilih menjadi penyanyi ketimbang pemain alat musik. Baginya, menjadi pemain alat musik lebih ribet karena harus menghapalkan nada-nada atau not.<br><br>Q: Andyn, kalo diberikan mesin waktu, hal apa yang ingin lu perbaiki?<br>A: Andyn yang jika diberikan mesin waktu, mempunyai jawaban yang menarik karena tidak ada yang ingin ia perbaiki. Baginya, semua yang terjadi di hidup baik senang maupun sedih, itu yang membentuk dirinya sampai sekarang ini. Meskipun banyak kesalahan dan kekecewaan, Andyn menganggap bahwa itu semua merupakan perjalanan hidup yang pada akhirnya dapat membuat diri dia bahagia dan bisa menerima segala hal yang ada di dalam dirinya.<br><br>Q: Halo Cinta! kalo diberi 1 permintaan yang bisa dipenuhin sekarang ini juga, kamu mau minta apa dan kenapa milih itu ?<br>A: Cinta meminta agar pandemi ini cepat selesai sehingga dapat beraktivitas normal lagi.<br><br>Q: halo Bianca! lu tim apple atau android? sertakan alasannya juga yaa..<br>A: Bianca yang diberi pertanyaan ini mengaku bingung untuk menjawab karena untuk baterai, dia lebih ke android sedangkan untuk kamera, Bianca memilih apple.<br><br>/𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱 𝓼𝓮𝓴𝓮𝓵𝓾𝓶𝓲𝓽 𝓻𝓪𝓼𝓪 𝓴𝓮𝓹𝓸 𝓭𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓭𝓲𝓻𝓲 𝓼𝓪𝔂𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓹𝓪𝓭𝓪 𝓪𝓴𝓱𝓲𝓻𝓷𝔂𝓪 𝓽𝓮𝓻𝓳𝓪𝔀𝓪𝓫 𝓸𝓵𝓮𝓱 𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷-𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷/<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2020-10-15 13:06:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cbillyy19/osjur2020/wish/832128629</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Webinar KF Day-1</title>
         <author>cbillyy19</author>
         <link>https://padlet.com/cbillyy19/osjur2020/wish/837417168</link>
         <description><![CDATA[<div>Webinar Kulturfest UI hari pertama menghadirkan narasumber yang sangat keren yaitu Ibu Ied yang menjabat sebagai staf ahli rektor bidang non-akademik di Universitas Kristen Indonesia dan kak Kevin yang menjalani pendidikan di Universitas Stuttgart dengan jurusan Teknik Mesin.<br><br></div><div>Dimulai dari ibu Ied yang membawakan materi “Meneropong Peluang Kerja Lulusan Humaniora” khususnya di era dan pasca pandemi COVID-19. Dampak pandemi ini membuat segala lini pekerjaan atau bisnis menjadi lumpuh sehingga banyak orang yang harus di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh perusahaan demi untuk mengurangi biaya yang ada. Namun, ternyata masih ada peluang kerja yang dapat diambil selama era pandemi ini, <em>seperti software enginners, web developers, hingga online securities specialist</em> yang sangat berkembang pesat selama pandemi ini. Keterampilan digital ini sangat dibutuhkan mengingat banyak orang yang mulai berbelanja secara online di <em>e-commerce</em> dan banyaknya perusahaan yang beralih ke digital.<br><br></div><div>Pasca pandemi COVID-19 ini pula memaksa kita untuk berpikir ulang mengenai dunia kerja yang akan berubah, seperti bentuk dan jenis pekerjaan. Selain itu, tentunya <em>skills</em> tambahan diperlukan, terutama yang berhubungan dengan IT. Lantas, apakah lulusan prodi humaniora, nantinya tidak dapat bersaing? Ternyata lulusan prodi humaniora ini dapat memiliki banyak peluang kerja karena tidak “dikukung” oleh ilmu dan keterampilan yang spesifik (bidang tertentu). Bahwa lulusan prodi humaniroa, mempunyai <em>creativity, cuiosity, dan emphaty</em> dibandingkan dengan yang lain yang sangat dibutuhkan dalam pekerjaan-pekerjaan. Sebagai contoh, seorang pendengar yang baik (customer service) dapat membuat pelanggan menjadi setia terhadap suatu produk karena segala permasalahan (complain) dari pembeli mau diterima dan dapat dicarikan suatu solusi. <br><br></div><div>Dengan adanya kebijakan merdeka belajar kampus merdeka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menjadikan para mahasiswa prodi humaniora dapat menggali lebih dalam keterampilan yang ada. Sehingga, dapat membantu kita memahami apa itu dunia kerja nantinya, mempersiapkan masa transisi dari dunia perkuliahan ke dunia kerja, dan memahami pentingnya program magang untuk memperoleh pengalaman kerja.<br><br></div><div>Sebagai penutup, ibu Ied memberikan berbagai saran bagi para <em>fresh graduate</em>, seperti tidak memilih-milih pekerjaan yang ada. Selalu belajar sepanjang hayat sebagai kunci kesuksesan. Mau beradaptasi terhadap perubahan yang ada. Selain itu, selalu meluangkan waktu untuk mempelajari ilmu dan keterampilan baru untuk dapat mendapatkan peluang kerja.<br><br></div><div>Selanjutnya, dari kak Kevin yang memaparkan mengenai perencanaan karir dimulai dengan pemaparan bahwa kita sebagai mahasiswa baru (maba) harus mencari dan menemukan passion yang dapat dilakukan dengan menanyakan kepada diri sendiri hal apa yang disukai selama menempuh kuliah. Selain itu, yang tak kalah penting yaitu “bakat” dengan fokus dengan mata kuliah yang kita suka akan membawa kita dalam dunia kerja. Ketika passion dan bakat tersebut digabungkan maka akan menghasilkan sebuah <em>reward</em> yang tentu akan membawa manfaat di dunia kerja nantinya. Tentunya, karir yang kita pilih juga harus membawa dampak yang positif terhadap lingkungan sekitar.<br><br></div><div>Dunia sekarang ini juga sedang dilanda pandemi COVID-19 sehingga kak Kevin juga memberikan tips-tips penyesuaian diri terhadap karir di masa pandemi sekarang ini. Tips pertama yaitu <em>develop your skill set</em> yang dapat dilakukan dengan mengikuti kursus-kursus online yang banyak disediakan sehingga dapat meningkatkan hardskill yang sudah kita miliki selama pandemi ini. Selain itu, kita juga bisa mengikuti <em>Internship Programme</em> untuk menambah pengalaman sehingga dapat menjadi salah satu perbincangan antara pelamar dan penerima kerja itu sendiri. Bagi kak Kevin sendiri, menjadi mahasiswa dapat meningkatkan 4 skill yaitu di bidang komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan manajamen. Sehingga nantinya ketika sudah lulus kuliah, kita pun sudah siap untuk bekerja.<br><br></div><div>Karena kak Kevin sudah bekerja di Jerman, ia pun membagikan serangkaian syarat dan cara mendaftar di Jerman itu sendiri. Dimulai dari syarat-syarat untuk bekerja di Jerman, tentunya kita harus mempunyai visa dan ijin kerja terlebih dahulu untuk dapat tinggal di Jerman. Selanjutnya, <em>motivation letter</em> berisi mengenai motivasi-motivasi mengapa kita ingin tinggal dan bekerja di Jerman. Kemudian, <em>Curiculum Vitae </em>(CV) yang menarik perhatian dari penerima kerja itu sendiri melalui berbagai pengalaman organisasi selama bersekolah maupun berkuliah, kemampuan berbahasa asing, dll. Tentu, jika ingin bekerja di Jerman, kita juga membutuhkan ijazah.<br><br></div><div>Setelah syarat-syarat untuk bekerja di Jerman terpenuhi, kak Kevin memberikan sebuah cara mendapatkan kerja di Jerman. Dimulai dengan rajin-rajin melihat job portal perusahaan yang kita ingin daftar, melihat <em>job advertisement</em> baik itu di media cetak maupun media sosial, dan mengikuti kegiatan <em>job fair</em>. Setelah mendapatkan panggilan, dokumen yang biasanya dipersiapkan yaitu <em>motivation letter</em>, CV, dan ijazah. Untuk <em>motivation letter</em> berisi mengenai motivasi mengapa kita ingin bekerja di perusahaan tersebut dan apa yang membuat diri kita mempunyai nilai lebih dari kandidat lain. Selain itu, pada umumnya perusahaan standar bahasa masing-masing. Namun, jika kita ingin bekerja di kantor berbahasa Jerman pada umumnya, maka kemampuan yang sebaiknya dimiliki yaitu minimal C1, seperti halnya dengan masuk jenjang Universitas.<br><br></div><div>Tak bisa dipungkiri baik <em>motivation letter</em> maupun <em>curiculum vitae</em> mempunyai peran penting dalam penerimaan kerja di Jerman. Untuk <em>motivation letter</em>, kak Kevin memaparkan terdapat 2 aspek penting dalam penulisan yaitu ejaan dan format seperti penggunaan tanda baca, huruf kapital, dll. Selain itu profil singkat yang telah kita peroleh selama menjalani pendidikan formal dan non formal. Pengetahuan dan keterampilan yang tidak terkait langsung dengan pekerjaan juga dapat membawa poin plus. Untuk CV yang baik maksimal 2 halaman, sedangkan untuk fresh graduate satu halaman saja cukup. Informasi yang ada di dalam CV sebaiknya juga jangan dilebih-lebihkan, seperti jiika mempunya banyak pengalaman organisai, cukup tuliskan pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan yang digeluti.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-17 06:25:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cbillyy19/osjur2020/wish/837417168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Webinar KF Day-2</title>
         <author>cbillyy19</author>
         <link>https://padlet.com/cbillyy19/osjur2020/wish/837417893</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada webinar Kulturfest UI ke-2 ini menghadirkan kak Dendi yang sednag berkuliah di <em>Hochshule Darmstadt University of Applied Sciences </em>dan kak Reza yang sedang menempuh kuliah di Universitas Berlin sebagai narasumber.<br><br></div><div>Diawali presentasi dari kak Reza yang memberikan data kasus COVID-19 di negara Jerman. Ketika kasus COVID-19 ini semakin meningkat di Jerman, pemerintah dengan segera menerapkan kebijakan-kebijakan yang pada akhirnya dapat menekan angka kasus COVID-19. Ketika kasus ini sudah bisa ditekan, mulai perlahan peraturan mulai diringankan dengan mengikuti protokol kesehatan dengan apa yang disebut sebagai <em>new normal</em>. Di Jerman sendiri, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sangat tinggi, seperti penggunaan masker, penyediaan <em>hand sanitizer</em> di fasilitas umum, dan penerapan <em>social distancing</em>. Sehingga tak mengherankan apabila angka kasus COVID-19 dapat ditekan.<br><br></div><div>Sebagai mahasiswa, kak Reza juga memberikan presentasi apa yang bisa kita lakukan selama pandemi, terkhususnya untuk menekan angka COVID-19. Pertama, kita harus memiliki pengetahuan untuk menghadapi virus ini, seperti penggunaan masker, hand sanitizer, dll. Kedua, kita juga dapat memberikan informasi protokol kesehatan yang telah kita peroleh untuk dibagikan kepada orang lain. Sehingga dengan begitu, angka COVID-19 dapat ditekan dan kita bisa menerapkan “new normal” tanpa perlu takut kembali untuk beraktivitas. Terakhir, yaitu dengan menjalani <em>self quarantine</em>, karena balik lagi dengan menjalani karantina, kita juga dapat turut menekan angka kasus COVID-19. Sehingga, diharapkan pandemi dapat segera berakhir dan kita juga dapat kembali beraktivitas seperti normal.<br><br></div><div>Produktif sendiri menurut kak Reza, yaitu melakukan apa yang dapat membuat kita senang dan apa yang dirasa bermanfaat bagi diri kita. Produktif sendiri di era pandemi ini dapat dilakukan dengan mengikuti kursus atau webinar <em>online</em> yang dapat meningkatkan pengetahuan dan <em>skill</em> kita. Selain itu, mengikut webinar atau kursus <em>online</em> yang tidak ada hubungan dengan jurusan kuliah, tetapi jika menurut kita bermanfaat dan menarik, itu juga disebut dengan yang namanya produktif. Selanjutnya, kita juga dapat mencari hobi baru selama pandemi ini atau mencoba kembali ke hobi lama yang pernah digeluti, seperti mencoba kembali memainkan alat musik. Namun, hobi-hobi tersebut dilakukan apabila tugas-tugas kampus sudah selesai. Terakhir, dengan adanya pandemi ini, plan yang sudah dirancang dari awal tidak sesuai dengan berjalannya waktu. Kak Reza menyarankan agar kita menyusun ulang plan dengan menerapkan aturan-aturan baru yang ada. <br><br></div><div>Selanjutnya, ada kak Dendi yang membawakan materi mengenai menjadi produktif dari segi perspektif seorang mahasiswa. Adanya pandemi ini, membuat dunia perkampusan dan pengorganisasian harus dilaksanakan secara daring yang tentu membawa dampak, baik itu negatif maupun positif. Sehingga, kak Dendi sendiri membagikan cerita bagaimana menjadi seorang produktif selama pandemi ini. Dimulai dari 2 pertanyaan mendasar, yaitu memproduksi apa dan untuk siapa. Tentunya, produk jasa dan gagasan yang dapat bermanfaat bagi orang lain dan alam.<br><br></div><div>Adapun empat tips dari kak Dendi untuk menjadi seorang yang produktif. Yang pertama, yaitu kita harus menentukan tujuan apa yang hendak kita capai. Lalu, setelah sudah menentukan tujuan, kita membuat target-target kecil dan tentukan prioritas sehingga hal-hal yang dianggap membuang waktu dapat kita hindari. Ketika target dan prioritas sudah direncanakan, biasanya seseorang dibelenggu oleh rasa malas untuk bangun dari tempat tidur. Sehingga, kak Dendi pun meminta kita untuk mencari cara efektif untuk dapat bagun dari tempat tidur secara cepat. Apabila lngkungan yang berantakan dan tidak terurus dapat berakibat pada menurunnya produktivitas. Sehingga, kak Dendi menyarankan agar kita membuat situasi di kamar senyaman mungkin agar produktivitas dapa meningkat.<br><br></div><div>Terkadang apa yang telah kita rencanakan dapat berubah seiring waktu atau yang sering disebut dengan <em>quarter life crisis</em>, yaitu suatu periode ketika seseorang terjadi krisis emosional dan tak termotivasi, serta takut akan kegagalan. Kak Dendi pun sempat mengalami apa yang disebut dengan <em>quarter life crisis</em> ini ketika ia bimbang dan galau untuk menentukan jurusan kuliah kedepannya. Awalnya kak Dendi berpikir untuk masuk teknik mesin agar ketika sudah lulus nanti, bisa mempunyai uang yang banyak. Namun, seiring berjalannya waktu, kak Dendi berpikir bagaimana ia dapat berkontribusi kepada masyarakat apabila tujuannya hanya seperti itu. Sehingga, kak Dendi pun memutuskan untuk memilih jurusan teknik lingkungan yang dimana ia sangat <em>concern</em> terhadap isu-isu lingkungan dan memaparkan bahwa alam adalah bagian dari kita dan kita adalah bagian dari alam.<br><br></div><div>Tips-tips untuk menghadapi <em>quarter life crisis</em> pun diberikan oleh kak Dendi. Yang pertama, kita harus berhenti untuk membandingkan diri sendiri dan orang lain karena tak akan ada habisnya. Kedua, kita harus peka terhadap sekitar dan jangan bersikap acuh tak acuh. Terakhir, gagal merupakan hal yang wajar, yang tidak wajar itu apabila tidak bangkit setelah gagal. Karena dari kegagalan itu, kita dapat mengambil pelajaran yang belum pernah didapatkan sebelumnya untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-17 06:27:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cbillyy19/osjur2020/wish/837417893</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Draw Your Impression</title>
         <author>cbillyy19</author>
         <link>https://padlet.com/cbillyy19/osjur2020/wish/872907794</link>
         <description><![CDATA[<div>Forest Landscape karya Alexander Keirincx.<br><br>Aku memilih lukisan tersebut dikarenakan pada saat pertama kali melihat lukisan itu, aku langsung teringat dengan bumi sekarang ini yang dimana banyak alam yang sudah tidak lagi asri akibat dari kepentingan manusia. <br><br>Gambar yang aku buat disini mencerminkan bagaimana situasi bumi sekarang ini. Bumi yang seolah-olah meleleh mencerminkan dari adanya peningkatan 𝘨𝘭𝘰𝘣𝘢𝘭 𝘸𝘢𝘳𝘮𝘪𝘯𝘨 dari tahun ke tahun. 𝘎𝘭𝘰𝘣𝘢𝘭 𝘸𝘢𝘳𝘮𝘪𝘯𝘨 tersebut disebabkan oleh berbagai banyak hal, seperti penggundulan hutan, efek gas rumah kaca, dll yang dimana semua itu hanya difokuskan untuk keuntungan manusia tanpa memikirkan dampaknya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/782617781/42c6f7edaebef986d8f8d8060d999d49/PicsArt_10_28_11_41_35.jpg" />
         <pubDate>2020-10-29 12:53:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/cbillyy19/osjur2020/wish/872907794</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
