<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet mencengangkan saya by X-IIS 2_David Angwarmasse</title>
      <link>https://padlet.com/jehezkielangwarmasse306/a2wbpel3le8eyekt</link>
      <description>Dibuat pakai sihir</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-11-19 02:53:33 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-24 03:06:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Situs Liang Bua</title>
         <author>jehezkielangwarmasse306</author>
         <link>https://padlet.com/jehezkielangwarmasse306/a2wbpel3le8eyekt/wish/1901161535</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1463164390/233da1e4b0a6006673a6790109c5498f/images.jpeg" />
         <pubDate>2021-11-19 03:01:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/jehezkielangwarmasse306/a2wbpel3le8eyekt/wish/1901161535</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Letak</title>
         <author>jehezkielangwarmasse306</author>
         <link>https://padlet.com/jehezkielangwarmasse306/a2wbpel3le8eyekt/wish/1901162842</link>
         <description><![CDATA[<div>NTT, Di Flores, Kabupaten Manggarai</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-19 03:01:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/jehezkielangwarmasse306/a2wbpel3le8eyekt/wish/1901162842</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penemuan Pertama</title>
         <author>jehezkielangwarmasse306</author>
         <link>https://padlet.com/jehezkielangwarmasse306/a2wbpel3le8eyekt/wish/1901169442</link>
         <description><![CDATA[<div>Di temukan pertama kali pada tahun 1957 oleh Pastor Theodore Verhoeven</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-19 03:04:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/jehezkielangwarmasse306/a2wbpel3le8eyekt/wish/1901169442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah Situs Liang Bua</title>
         <author>jehezkielangwarmasse306</author>
         <link>https://padlet.com/jehezkielangwarmasse306/a2wbpel3le8eyekt/wish/1901174130</link>
         <description><![CDATA[<div>Situs Liang Bua merupakan situs peninggalan dari zaman prasejarah dan telah banyak dikunjungi serta dijadikan tempat penelitian oleh peneliti dalam maupun luar negeri. Situs ini merupakan sebuah goa hunian (okupasi) manusia prasejarah yang memiliki rangkaian atau rentetan “sequence” sangat panjang dan berlangsung sejak kala plestosen hingga helosen yaitu dari budaya Paleolitik, Mesolitik, Neolitik, sampai dengan budaya Paleometalik. Situs Liang Bua pertama kali ditemukan oleh seorang misionaris Belanda yaitu Pastor Theodore Verhoeven pada tahun 1957. Pastor Theodore Verhoeven adalah seorang guru yang pernah mengajar di Seminari Mataloko Kabupaten Manggarai, Flores. Gua Liang Bua ini digunakan sebagai tempat untuk mengajar murid-muridnya. Merasa tertarik dengan berbagai temuan tinggalan budaya seperti gerabah, dan artefak batu yang sangat melimpah di dalam gua maka kemudian untuk pertama kalinya pada tahun 1965 Pastor melakukan penelitiannya dengan penggalian secara amatir untuk mengetahui apakah di tempat tersebut dipakai sebagai tempat aktivitas manusia pada masa lalu. Hal ini ditunjukan dengan adanya bukti-bukti temuan ertefak berupa alat-alat batu, 7 rangka manusia dengan berbagai jenis bekal kuburnya (funeral gift) yang umumnya berasal dari periode Paleoetalik dan Neolitik, selain itu ditemukan juga tulang binatang, sisa-sisa makanan berupa kerang dan ditemukan juga kuburan di dalam gua tersebut. Melalui hasil penelitian yang dilakukan oleh Pastor pihak Puslit Arkenas melakukan penelitian lebih lanjut secara intensif pada tahun 1973 dan tahun 1979. Dari hasil Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) memperkuat dugaan temuan yang dilakukan sebelumnya oleh Pastor Theodore Verhoeven, bahwa tempat atau gua tersebut telah lama dihuni oleh manusia masa lalu dengan ditemukannya alat-alat dari zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, hingga sampai zaman Maleonatalikum (logam awal). Selanjutnya penelitian lebih lanjut dilakukan pada tahun 2001 sampai 2004 oleh Dr. R.P Soejono dan bekerja sama dengan peneliti asing Mike Morwood dari University Of New England (Australia). Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim gabungan ini menunjukan bahwa di daerah ini juga dulunya pernah ada atau pernah hidup binatang purba jenis gajah purba (Stegodon). Ditemukan juga jenis fauna endemik seperti jenis pigmy stegodon, komodo, biawak, tikus, burung-burung besar, dan kura-kura pada layer Plestisen (bagian bawah). Selain itu ditemukan juga fosil tulang dari tubuh manusia purba kecil dengan tinggi sekitar 106 cm, dan berjenis kelamin perempuan. Fosil manusia purba kerdil ini diberi nama Homo Florosiensis (Manusia Flores). Fosil manusia purba ini diperkirakan berasal dari sekitar 13.000 tahun yang lalu, bersamaan dengan gajah-gajah besar, kadal-kadal raksasa seperti komodo yang sampai saat ini dilindungi di sekitar Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Berdasarkan bukti-bukti temuan arkeologis yang didapatkan dalam penelitian selama ini telah memprediksikan bahwa Liang Bua merupakan suatu situs gua hunian (okupasi) manusia prasejarah yang terus berlanjut. Sampai saat ini Pusat Penelitian Arkeologi Nasional secara berkelanjutan tetap melakukan penelitian di Situs Liang Bua.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-19 03:07:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/jehezkielangwarmasse306/a2wbpel3le8eyekt/wish/1901174130</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
