<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Analisis Model-Model Pelatihan by ANI SAFITRI</title>
      <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6</link>
      <description>Semester 5_Pendidikan Masyarakat</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-28 04:08:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-10-07 14:56:22 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Asri Riskawati/201102020836</title>
         <author>asririskawati696</author>
         <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2318641207</link>
         <description><![CDATA[<div>*Resume*<br><br>Manajemen
 ialah proses perencanaan,&nbsp;<br>pengorganisasian, pengarahan, 
dan pengawasan SDM agar 
mencapai tujuan organisasi yang 
telah ditetapkan. Sedangkan pelatihan ialah proses terencana untuk
memodifikasi sikap atau
 perilaku pengetahuan, 
keterampilan melalui
pengalaman belajar.<br>Jadi, manajemen pelatihan adalah pengelolaan pelatihan yang mencakup<br>perencanaan, pengorganisasian,&nbsp;<br>pelaksanaan dan evaluasinya. Tahapan manajemen pelatihan terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.&nbsp;<br>• Indikator perencanaan : penyusunan
berbagai
 keputusan yang 
akan
 dilaksanakan
dalam
 pencapaian
 suatu tujuan
 yang telah
ditetapkan.&nbsp;<br>• Indikator pengorganisasian :&nbsp;<br>- menetapkan, dan 
menggolongkan serta
 mengatur berbagai macam
 suatu aktivitas<br>&nbsp;- menentukan job desc atau tugas-tugas
 pokok, wewenang serta
 pendelegasian wewenang
 oleh seorang pimpinan
 kepada staff dalam rangka
 untuk mencapai suatu tujuan
 dalam organisasi<br>&nbsp;• Pelaksanaan : implementasi pe freembelajaran dari sebuah
 rencana yang sudah
 disusun secara matang
 dan terinci.&nbsp;<br>&nbsp;• Evaluasi :&nbsp;<br>- mengumpulkan
 informasi tentang bekerjanya
 sesuatu<br>- mengambil
 keputusan atas hasil yang telah diperoleh &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 03:23:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2318641207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Resume Siti Nurjanah </title>
         <author>nurjanahcs2003</author>
         <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2318719970</link>
         <description><![CDATA[<div>Manajemen pelatihan merupakan rangkaian proses pelatihan yang 
 dikelola melalui berbagai prosedur atau kegiatan diantaranya 
 perencanaan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi pelatihan 
 dengan pemanfaatan sumber daya manusia, informasi, sistem dan sumber 
 dana dengan tetap memperhatikan fungsi manajemen, peran dan keahlian 
 untuk menghasilkan pelatihan sesuai dengan tujuan dan bermanfaat bagi 
peserta.&nbsp;<br>Manajemen pelatihan adalah pengelolaan pelatihan yang mencakup&nbsp;<br>perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasinya.<br>1. Perencanaan<br>Perencanaan dilakukan di awal untuk memiliki dan 
menetapkan tujuan. Perencanaan pelatihan dilakukan saat pelatihan 
telah disepakati akan diselenggarakan. Tujuan pelatihan yang telah ditetapkan selanjutnya pengelola pelatihan dapat menentukan kebutuhan pelatihan, strategi, metode, sistem, kurikulum, materi, dan 
desain untuk mencapai tujuan tersebut.&nbsp;<br>Indicator tahap perencanaan pelatihan
meliputi:<br>1) menetapkan pengelola dan staf pembantu program
pelatihan,<br>2) menetapkan tujuan pelatihan,<br>3) menetapkan bahan ajar pelatihan,<br>4) menetapkan metode-metode yang akan digunakan,<br>5) menetapkan alat bantu pelatihan,<br>6) menetapkan cara evaluasi pelatihan,<br>7) menetapkan tempat dan waktu pelatihan,<br>8) menetapkan instruktur pelatihan,<br>9) menyusun rencana kegiatan dan jadwal pelatihan, dan<br>10) menghitung anggaran yang dibutuhkan.<br>dapat di simpulkan perencanaan mempunyai peranan penting dalam kegiatan pelatihan&nbsp;<br>karena pada tahapan ini seluruh aspek dirancang untuk dijalani pada&nbsp;<br>masa yang akan datang.&nbsp;<br><br>2. Indicator tahap pengorganisasian:<br>1. Menetapkan tujuan pengorganisasian.<br>2. Menetapkan tugas-tugas pokok anggota organisasi.<br>3. Melakukan pembagian tugas-tugas pokok menjadi tugas-tugas yang lebih rinci.<br>4. Mengalokasikan sumber daya yang tersedia.<br>5.Menggolongkan dan mangatur Berbagai Aktifitas yang sudah direncanakan<br>6. Menentukan Tugas dan Wewenang Oleh Pemimpin kepada staff untuk mencapai tujuan<br><br>3. pelaksanaan&nbsp;<br>pelaksanaan pelatihan adalah kegiatan implementasi 
perencanaan pelatihan yang sebelumnya telah ditentukan serta Indicator tahapannya antara lain penggunaan metode dan media, materi yang disampaikan, 
penggunaan tempat pelatihan, penyelenggaraan pelatihan sesuai waktu, pelaksanaan menyesuaikan jadwal kegiatan, penggerakkan 
pengelola pelatihan sesuai dengan tugas masing-masing, dan sebagainya. Penggunaan metode dan media diperlukan dalam 
penyampaian materi yang disesuaikan dengan kondisi peserta. Perlu&nbsp;<br>kedisiplinan yang tinggi untuk melaksanakan program pelatihan dari pengelola maupun peserta. Ketaatan pada jadwal dan metode&nbsp;<br>pelatihan yang telah ditentukan merupakan salah satu indikator suksesnya penyelenggaraan pelatihan.<br><br>4.Evaluasi<br>Tahapan dari manajemen pelatihan yang terakhir adalah 
evaluasi. Kekurangan atau kegagalan sering terjadi dalam 
pelaksanaan program pelatihan, sehingga terjadi kesalahankesalahan yang tidak diinginkan dalam usaha pencapaian tujuan.&nbsp;<br>mengevaluasi kegiatan&nbsp;<br>pelatihan dengan berfokus pada hasil akhir, antara lain:<br>1) Reaksi dari para peserta pelatihan terhadap proses dan isi 
kegiatan pelatihan,<br>2) Pengetahuan atau proses belajar yang diperoleh melalui 
pengalaman pelatihan,<br>3) Perubahan perilaku yang disebabkan karena kegiatan 
pelatihan, dan<br>4) Hasil atau perbaikan yang dapat diukur baik secara individu maupun organisasi, seperti makin rendahnya 
turnover (berhenti kerja),makin sedikit kecelakaan, 
makin kecilnya ketidakhadiran, makin menurunnya kesalahan kerja, makin efisiennya penggunaan waktu dan 
biaya, seta makin produktifnya karyawan, dan lain-lain.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 04:47:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2318719970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syifa Amalia Kartika/201102020430</title>
         <author>syifaamaliakartika12</author>
         <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2318725556</link>
         <description><![CDATA[<div>Manajemen&nbsp; Pelatihan adalah Pengelolaan Pelatihan yang didalamnya mencakup Perencanaan,Pengorganisasian ,Pelaksanaan,Evaluasi,Pelaporan, untuk mencapai tujuan dalam pelatihan tersebut.<br>1. Indikator yang terdapat dalam Tahapan Perencanaan yaitu :&nbsp;<br>• Mengidentifikasi Kebutuhan<br>• Sasaran yang ditujukan pada Pelatihan&nbsp;<br>• menentukan Tujuan Pelatihan<br>• Menentukan Materi atau bahan ajar yang akan disampaikan&nbsp;<br>•menetapkan Metode metode yang akan diterapkan&nbsp;<br>• Menentukan Alat bantu atau Sarana dan Prasarana dalam pelatihan berlangsung<br>• Menentukan Tempat dan waktu Pelatihan<br>• Menyusun Rencana kegiatan dan Jadwal pelatihan<br>• Menghitung dan menaksirkan anggaran yang nanti dibutuhkan saat pelatihan.<br><br>2. Indikator yang terdapat dalam Tahapan Pengorganisasian :<br>• Menggolongkan dan mangatur Berbagai Aktifitas yang sudah direncanakan<br>• menentukan Tugas dan Wewenang Oleh Pemimpin kepada staff untuk mencapai tujuan&nbsp;<br>3. Indikator Pada tahapan Pelaksanaan : penggunaan metode dan media, materi yang disampaikan, 
penggunaan tempat pelatihan, penyelenggaraan pelatihan sesuai waktu, pelaksanaan menyesuaikan jadwal kegiatan, penggerakkan 
pengelola pelatihan sesuai dengan tugas masing-masing, dan sebagainya. Penggunaan metode dan media diperlukan dalam 
penyampaian materi yang disesuaikan dengan kondisi peserta. Perlu&nbsp;<br>kedisiplinan yang tinggi untuk melaksanakan program pelatihan dari pengelola maupun peserta. Ketaatan pada jadwal dan metode&nbsp;<br>pelatihan yang telah ditentukan merupakan salah satu indikator suksesnya penyelenggaraan pelatihan.<br>&nbsp;<br>4. Indikator Tahapan pada Evaluasi :&nbsp;<br>mengevaluasi kegiatan&nbsp;<br>pelatihan dengan berfokus pada hasil akhir, antara lain:<br>• Reaksi dari para peserta pelatihan terhadap proses dan isi 
kegiatan pelatihan,<br>• Pengetahuan atau proses belajar yang diperoleh melalui 
pengalaman pelatihan,<br>• Perubahan perilaku yang disebabkan karena kegiatan 
pelatihan, dan<br>• Hasil atau perbaikan yang dapat diukur baik secara individu atau kelompok&nbsp; seperti makin rendahnya 
turnover (berhenti kerja),makin sedikit kecelakaan, 
makin kecilnya ketidakhadiran, makin menurunnya kesalahan kerja, makin efisiennya penggunaan waktu dan 
biaya, seta makin produktifnya karyawan, dan lain-lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 04:53:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2318725556</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Susilawati/201102020428</title>
         <author>susi66251</author>
         <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2318754843</link>
         <description><![CDATA[<div>Manajemen pelatihan adalah aktivitas pengoptimalan fungsi-fungsi manajemen yang berkaitan dengan pembelajaran dalam pelatihan. Naradidik harus dikondisikan lewat sebuah proses yang terancang secara sistematis, untuk memenuhi indikator evaluasi. Dalam pelatihan bisa bersifat pedagogi dan atau andragogi, berdasarkan capaian yang ingin dituju. Apabila naradidiknya adalah anak-anak yang belum mendapatkan pengetahuan awal, maka pedagogi merupakan pendekatan pelatihan yang tepat. Akan tetapi, bila naradidiknya adalah orang-orang dewasa yang telah memiliki pengalaman kehidupan. Maka andragogi adalah pendekatan yang lebih tepat, dalam mengoptimal pengalaman belajar tiap naradididk.Manajemen pelatihan dalam arti yang lebih umum mengandung makna pengelolaan pelatihan, supaya pelatihan bisa berjalan dengan baik dan berhasil secara efektif dan efisien. Manajemen pelatihan secara konsep bisa diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan Pengevaluasian terhadap kegiatan pelatihan dengan memanfaatkan aspek-aspek pelatihan untuk mencapai tujuan pelatihan secara efektif dan efisien. Indikator perencanaan:&nbsp;<br>1. Menetapkan target atau tujuan, perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Tanpa rumusan target atau tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya secara tidak efektif.<br>2. Merumuskan keadaan saat ini, pemahaman akan posisi atau keadaan organisasi sekarang ini dari pada tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan merupakan hal sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang.&nbsp;<br>3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.&nbsp;<br>4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan, Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.Indikator pengorganisasian:<br>1. Berfokus pada pelanggan<br>2. Berfokus pada upaya pencegahan masalah<br>3. Investasi pada manusia dan manusia menganggap manusia sebagai aset organisasi yang tidak ternilai<br>4. Memiliki strategi untuk mencapai mutu<br>5. Memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk memperbaiki diri (responsif)<br>6. Memiliki kebijakan dalam perencanaan mutu<br>7.&nbsp; Mengupayakan proses perbaikan terus-menerus dengan melibatkan semua pihak terkait (partisipatif)<br>8. Membentuk fasilitator yang bermutu (mau dan mampu memimpin proses perbaikan)<br>9.&nbsp; Mendorong orang untuk berinovasi dan berkreasi<br>Indikator Pelaksanaan:<br>a. Menyediakan suatu umpan balik yang objektif dari kegiatan guru yang<br>baru saja dilaksanakan.<br>b. Mendiagnosis, memecahkan atau membantu, memacahkan masalah<br>mengajar..<br>c. Membantu guru mengembangkan kemampuan dan keterampilan dalam<br>menggunakan strategi-strategi dan model mengajar.<br>d. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap pengembangan<br>diri secara terus menerus dalam karier dan profesi mereka secara<br>mandiri<br>Indikator evaluasi :<br>&nbsp;1) Efektifitas,&nbsp;<br>yaitu apakah hasil yang diinginkan telah tercapai, 2)&nbsp;<br>Kecukupan, yaitu sejauh mana hasil yang diperoleh dapat&nbsp;<br>memecahkan masalah, 3) Penerapan, apakah biaya dan&nbsp;<br>manfaat dapat disalurkan kepada kelompok masyarakat yang&nbsp;<br>berbeda secara merata, 4) Responsibilitas, apakah hasil dari kebijakan mengandung preferensi/nilai dapat memuaskan&nbsp;<br>mereka, dan 5) Ketetapan, yaitu apakah pencapaian hasil&nbsp;<br>dapat bermanfaat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 05:21:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2318754843</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hilma Nuraeni /201102020834</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2319043377</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada umumnya orang akan berkembang bersama dengan dunia yang digelutinya, tetapi sering kali pertumbuhan perusahaan atau organisasi menuntut orang berkembang lebih cepat. Maka dari itu, sinkronisasi pertumbuhan organisasi dengan perkembangan karyawan tidak lain adalah pengisian kesenjangan pengetahuan, keterampilan dan sikap seseorang untuk memenuhi tuntutan jabatan tertentu. Oleh karenanya diperlukan sebuah pelatihan yakni suatu proses pengisian kesenjangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap seseorang dengan tuntutan pekerjaannya. Kemudian ada manajemen pelatihan adalah pengelolaan pelatihan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasinya.&nbsp;<br><br>1.&nbsp; Tahap perencanaan adalah proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan dalam pencapaian suatu tujuan yang telah ditetapkan. Indikator tahap perencanaan :&nbsp;<br>a.	Menetapkan kebijakan dan petunjuk pelaksanaan analisis kebutuhan pelatihan yang mengatur mekanisme, pihak-pihak yang seharusnya dilibatkan termasuk para auditor&nbsp; sebagai peserta pelatihan, penetapan waktu analisis, pertimbangan biaya manfaat, dan sebagainya.&nbsp;<br>b.	Merumuskan sasaran pelatihan dengan struktur dan formula yang benar.&nbsp;<br>c.	Menyusun kurikulum yang mempertimbangkan hasil analisis kebutuhan pelatihan, sasaran pelatihan, standar kompetensi auditor, dan keterkaitan antar materi.<br>d.	Materi pelatihan yang dituangkan dalam modul harus disusun kembali dengan sedapat mungkin mempertimbangkan kebutuhan minimal peserta, termasuk peran auditor dalam memberikan jasa-jasa konsultasi.&nbsp;<br>e.	Panduan pelatihan disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan yang berkembang sesuai dengan tuntutan lingkungan.&nbsp;<br>f.	Trainer yang mengajar pelatihan ditetapkan berdasarkan kemampuan dalam bidangnya.&nbsp;<br><br>2. Tahap pengorganisasian adalah suatu bentuk untuk dapat menetapkan, dan menggolongkan serta mengatur berbagai macam suatu aktivitas, untuk dapat menentukan tugas-tugas pokok, wewenang serta penndelegasian wewenang oleh seorang pimpinan kepada staff dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan dalam organisasi. Indikatornya antara lain :&nbsp;<br>a.	Peserta pelatihan perlu dibekali dan dibimbing untuk menyusun rancangan transfer pelatihan. Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan pimpinan unit kerja peserta untuk memonitor penerapan pelatihan dalam pekerjaan yang dilakukan oleh alumni peserta Diklat.<br>b.	Unit organisasi bekerja sama dengan Pusdiklatwas dan pemberi materi melakukan pembinaan terhadap para alumni, sehingga pendayagunaan kompetensi yang telah diperoleh dari pelatihan&nbsp; dapat dirasakan manfaatnya, baik oleh peserta maupun bagi organisasi.&nbsp;<br>c.	Adanya mekanisme bagi peserta untuk memberikan feedback ke Pusdiklatwas agar dapat memberikan informasi yang akurat berkaitan dengan penyebab kegagalan menerapkan hasil pelatihan dalam pekerjaannya agar bisa ditindaklanjuti oleh Pusdiklatwas<br><br>3. Tahap pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terinci. Dalam pelatihan biasanya ini merupakan pembelajaran. Indikatornya antara lain :<br>a.	Meningkatkan kompetensi pemateri dengan mewajibkan mengikuti pelatihan Trainer Berjenjang, dan meningkatkan penguasaan substansi mata pelatihan yang diampunya baik secara terstruktur maupun mandiri.&nbsp;<br>b.	Trainer diberi kebebasan untuk menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif dan memicu peserta lebih aktif dan inovatif. Jika diperlukan, ada tambahan waktu bagi mata ajar inti.<br><br>4.Tahap  evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Indikatornya antara lain :<br>a.	Melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh peserta pelatihan, baik sebelum, sesudah, dan pada saat pelatihan berlangsung.&nbsp;<br>b.	Merancang mekanisme evaluasi terhadap perilaku (behavior) dan hasil (result) dan berkoordinasi dengan unit kerja pengguna dalam pelaksanaannya.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 09:14:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2319043377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ihsanti Velinlisdi/201102020766</title>
         <author>ihsantivelinlisdi</author>
         <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2319079900</link>
         <description><![CDATA[<div>Manajemen pelatihan adalah pengelolaan pelatihan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasinya. Kegiatan-kegiatan dalam manajemen pelatihan meliputi: menetapkan sasaran, perencanaan, pelaksanaan, pengecekan/pengawasan dan pengembangan diklat.<br>Perencanaan diklat meliputi analisis&nbsp;<br>kebutuhan diklat, penetapan tujuan,pengembangan&nbsp;<br>kurikulum, materi, dan panduan diklat,&nbsp;<br>menyediakan sarana prasana<br><br>Pelaksanaan Diklat&nbsp;<br>Dalam hal ini pelaksanaan mencakup mengenai presentasi materi, tanya jawab, diskusi kelompok, studi kasus, dan bisa dengan latihan soal, Metode presentasi&nbsp;<br>materi atau ceramah menjadi metode yang paling dominan dipilih dan digunakan karena<br>disebabkan oleh waktu yang digunakan untuk menyampaikan materi lebih cepat, menyesuaikan diri dengan fasilitas pelatihan yang tersedia, dalam hal ini adalah ruang kelas yang kecil dengan tipe kelas tradisional dengan jajaran meja&nbsp;<br>lurus. Serta tidak perlu memerlukan keterampilan yang rumit dari pengajar.<br><br>Penerapan Hasil Diklat&nbsp;<br>a. Peserta Diklat perlu dibekali dan dibimbing&nbsp;<br>untuk menyusun rancangan transfer diklat.&nbsp;<br>Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan&nbsp;<br>pimpinan unit kerja peserta untuk memonitor&nbsp;<br>penerapan Diklat dalam pekerjaan yang&nbsp;<br>dilakukan oleh alumni peserta Diklat<br>B. Adanya mekanisme bagi peserta untuk&nbsp;<br>memberikan feedback ke Pusdiklatwas agar&nbsp;<br>dapat memberikan informasi yang akurat&nbsp;<br>berkaitan dengan penyebab kegagalan&nbsp;<br>menerapkan hasil diklat dalam pekerjaannya&nbsp;<br>agar bisa ditindaklanjuti oleh Pusdiklatwas, untuk perbaikan dan menjadi input dalam&nbsp;<br>melakukan analisis kebutuhan Diklat&nbsp;<br>selanjutnya.&nbsp;<br>C. Unit organisasi pengguna perlu menetapkan&nbsp;<br>tugas pokok dan fungsi (tupoksi) auditor&nbsp;<br>secara, output pekerjaan auditor yang jelas,&nbsp;<br>dan menyusun indikator kinerja auditor.<br><br>Evaluasi&nbsp;<br>Dalam hal ini indikator yang dilakukan ialah a.&nbsp; menilai kinerja pemateri, materi-materi dalam pelatihan yang dilakukan, Melakukan evaluasi terhadap pembelajaran&nbsp;<br>yang dilakukan oleh peserta Diklat, baik&nbsp;<br>sebelum, sesudah, dan pada saat Diklat&nbsp;<br>berlangsung.&nbsp;<br>b. Merancang mekanisme evaluasi terhadap&nbsp;<br>perilaku (behavior) dan hasil (result) dan&nbsp;<br>berkoordinasi dengan unit kerja pengguna&nbsp;<br>dalam pelaksanaannya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 09:43:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2319079900</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muthiah Shadiqah Koto/1202471007/Universitas Negeri Medan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2319373763</link>
         <description><![CDATA[<div>Manajemen pelatihan adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sengaja dalam mendapatkan usaha berapa pengetahuan dalam meningkatkan keterampilan dan juga meningkatkan mutu kehidupan berdasarkan<br>kebutuhan yang kita butuhkan untuk memudahkan kehidupan yang&nbsp; diselenggarakan oleh individu tertentu&nbsp; yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. <br><br>Perencanaan : Perencanaan merupakan suatu keputusan yang diinginkan oleh suatu organisasi serta langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.<br><br>Indikator tahap perencanaan :<br>- Menentapkan tujuan sesuai dengan kebutuhan kelompok kerja. Jika ini tidak di tetapkan dengan jelas maka tidak akan efektif<br>- Merumuskan keadaan yang terjadi untuk di capai karena haltersebut akan menyangkut dengan waktu yang akan datang.<br>- Identifikasi kemudahan dan hambatan. Hal ini perlu di identifikasi&nbsp; untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.&nbsp; <br>- Kembangkan rencana&nbsp; kegiatan untuk pencapaian tujuan. Tahap ini meliputi&nbsp; pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada. <br><br>Pengorganisasian<br>Proses untuk menngolongkan dan menetapkan suatu aktivitas dalam mendapatkan tugas pokok,wewenang serta delegasi oleh seorang pimpinan<br>kepada anggota dalam rangka<br>untuk mencapai suatu tujuan<br>dalam organisasi.<br><br>Adapun indikator nya meliputi :<br>Menurut Ernest Dale menguraikan pengorganisasian sebagai suatu proses multi langkah<br>- Pemerincian Pekerjaan<br>Pencapaian tiap tujuan jelas sekali dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan organisasi, pertama-tama harus ditentukan tugas organisasi secara keseluruhan.<br>- Pembagian Pekerjaan<br>Membagi beban kerja dalam aktivitas dapat dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Organisasi dibentuk karena pekerjaan yang akan diselesaikan tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja. Dengan demikian, pekerjaan organisasi haruslah dibagi secara tepat diantara anggotanya. <br>- Pemisahan Pekerjaan<br>Mengkombinasikan pekerjaaan anggota perusahaan dalam cara yang logis dan efisien. <br>- Koordinasi Pekerjaan<br>Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis bertujuan untuk menghindari hal yang terabaikan tau mungkin timbul konflik diantara anggota. <br><br>Pelaksanaan <br>Merupakan proses rencana yang sudah<br>disusun secara matang<br>dan terperinci.&nbsp; <br><br>adapun indikatornya sebagai berikut :<br>- Penentuan Kebutuhan Pelatihan<br>bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang saling berkaitan tentang perlu atau tidaknya pelaksanaan dalam suatu organisasi. <br>- Desain program pelatihan<br>Setelah mengetahui tujuan yang ingin dicapai, perusahaan perlu melakukan perancangan program pelatihan yang tepat untuk dilaksanakan. Tindakan pelatihan dapat diketahui dengan melakukan proses identifikasi tentang apa yang dibutuhkan. Pelatihan ini bertujuan agar karyawan mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan.<br>- Evaluasi program pelatihan<br>Tujuan evaluasi program pelatihan adalah untuk menguji apakah pelatihan tersebut efektif di dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. <br><br>Evaluasi<br>Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan<br>informasi tentang bekerjanya<br>sesuatu, yang selanjutnya<br>informasi tersebut digunakan<br>untuk menentukan alternatif<br>yang tepat dalam mengambil<br>keputusan.<br><br><br>Indikator tahap evaluasi<br>- Reaction (Reaksi)<br>&nbsp;evaluasi dilakukan terhadap bagaimana partisipan training memberikan umpan balik pada kegiatan tersebut. Setiap company yang mengadakan pelatihan tentu berharap agar kegiatan tersebut memberikan pengaruh tersendiri bagi para pesertanya <br>- Learning (Pembelajaran)<br>&nbsp;mengevaluasi hal-hal yang para partisipan pelajari selama kegiatan berlangsung. Penting sekali melakukan pengamatan serta penilaian terhadap seberapa jauh peserta training menangkap dan juga memahami materi yang telah diberikan oleh instruktur. Bahkan peserta yang mendapatkan wawasan baru dari materi pembelajaran juga menjadi ukuran penilaian. <br>-<strong> </strong>Behaviour (Perilaku)<br>anggota&nbsp; yang diberikan mandat penanggung jawab pelatihan harus menilai sejauh mana perkembangan sikap serta perilaku para audiens setelah mendapatkan materi pembelajaran dalam training tersebut. <br>- Result (Hasil)<br>&nbsp;mengevaluasi secara keseluruhan. Di tahap akhir ini tim evaluator dapat melakukan analisis serta pengukuran. Pengukuran pada tingkat terakhir ini menggambarkan bahwa perusahaan akan menunjukkan kinerja yang baik. Tidak hanya bagi perusahaan juga yang baik. <strong><br></strong><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 13:21:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2319373763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Moh. Aswat B20120145 Universitas Tadulako (PMM2)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2319597221</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Manajemen pelatihan adalah pengelolaan pelatihan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasinya. Kegiatan-kegiatan dalam manajemen pelatihan meliputi: menetapkan sasaran, perencanaan, pelaksanaan, pengecekan/pengawasan dan pengembangan diklat.<br>B. Menurut Dessler, terdapat lima langkah dalam proses pelatihan antara lain:<br>Menganalisis kebutuhan pelatihan.<br>Merancang keseluruhan program pelatihan.<br>Mengembangkan, menyusun dan membuat materi pelatihan.<br>Mengimplementasikan atau menerapkan program pelatihan.<br>Menilai atau mengevaluasi efektivitas materi.<br>C. Tahapan Proses Perencanaan | Secara mendasar kegiatan perencanaan mempunyai 4 tahapan seperti ulasan berikut:<br><br>1. Menetapkan target atau tujuan, perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Tanpa rumusan target atau tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya secara tidak efektif.<br>2. Merumuskan keadaan saat ini, pemahaman akan posisi atau keadaan organisasi sekarang ini dari pada tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan merupakan hal sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang.<br>3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.<br>4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan, Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-29 15:15:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2319597221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Akmal Rosyadi/201102020829 </title>
         <author>akmalrosyadi1</author>
         <link>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2331130237</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam proses perjalanan sebuah organisasi maupun lembaga tentunya akan banyak menemukan hal-hal baru baik dari segi positif maupun negatif yang keduanya perlu dievaluasi yang kemudian menghasilkan perbaikan dan pegembangan.<br>Pada umumnya perbaikan didapatkan dari poin-poin yang terhasil dari pada sebuah evaluasi kinerja yang dilakukan,setiap kekurangan dan celah yang terdapat pada kinerja anggota dievaluasi untuk dicarikan jalan keluarnya sehingga dapat menambal celah dan menyempurnakan kinerja,yang salah satu caranya yaitu dengan mengadakan pelatihan sebagai bentuk pembinaan untuk setiap anggota.<br>Pelatihan yang dilakukan tentunya sudah didisain dan dipersiapkan dengan matang dari segala unsur-unsur yang ada dalam pelatihan yang terdiri dari 4 unsur yaitu ; perencanaan,pengorganisasian,pelaksanaan dan evaluasi.Berikut adalah detail dari 4 unsur dalam pelatihan:<br>Unsur-unsur dalam perencanaan&nbsp;<br>Adapun unsur unsur perencaan (unsur 6m dalam perencanaan), yaitu sebagai berikut:<br>1.	Tindakan apa yang harus dikerjakan<br>2.	Apa penyebab tindakan tersebut harus dilakukan<br>3.	Dimana tindakan tersebut dilakukan ( Tempat )<br>4.	Kapan tindakan tersebut dilakukan ( Waktu )<br>5.	Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut ( Tutor&amp; warga belajar )<br>6.	Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.( Metode )<br>Unsur-unsur dalam pengorganisasian&nbsp;<br>1.	Pembuatan formasi tim&nbsp;<br>2.	Pemetaan tugas-tugas berdasarkan kemampun masing-masing<br>Unsur-unsur Pelaksanaan&nbsp;<br>1.	Monitoring&nbsp;<br>2.	Manajemen waktu ( durasi waktu )<br>Unsur-unsur Evaluasi&nbsp;<br>1.	Evaluasi struktur&nbsp;<br>2.	Evaluasi Proses</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-07 14:56:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisafitri/a1noiohgg581huw6/wish/2331130237</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
