<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>INTERAKSI SOSIAL MINDMAP ELLENA HARTANTO 7B by Ellena Hartanto</title>
      <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-08-23 04:01:12 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-08-24 07:30:05 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114246781/affd6fb9d6ec007ea4aeb57924230044/classroom_interaction.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>INTERAKSI SOSIAL </title>
         <author>ellenahartanto034140026</author>
         <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669618935</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-08-23 04:12:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669618935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengertian Interaksi</title>
         <author>ellenahartanto034140026</author>
         <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669623189</link>
         <description><![CDATA[<div>satu pertalian sosilal antar individu sedemikian rupa sehingga individu yang bersangkutan saling mempengaruhi satu sama lainnya</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114246781/b0f8dbfc29fc7569c60f505e59db393b/067120900_1596707833_pexels_fauxels_3184291.jpg" />
         <pubDate>2023-08-23 04:16:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669623189</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CIRI-CIRI INTERAKSI SOSIAL</title>
         <author>ellenahartanto034140026</author>
         <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669630312</link>
         <description><![CDATA[<div>Ciri-ciri interaksi sosial, yaitu sebagai berikut: Jumlah pelaku lebih dari seorang bahkan lebih. Adanya komunikasi di antara para pelaku dengan menggunakan simbol-simbol. Adanya tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidak sama dengan yang diperkirakan oleh para pengamat.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114246781/05012d6daa00d617335a792abb7202bf/social_interaction.jpg" />
         <pubDate>2023-08-23 04:24:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669630312</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL</title>
         <author>ellenahartanto034140026</author>
         <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669640755</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Imitasi<br>Tindakan ini merupakan peniruan dari tindakan orang lain, seperti meniru sikap atau tingkah laku maupun pada penampilan seseorang secara fisik. Imitasi terbagi menjadi dua, yakni positif dan negatif.<br>2. Sugesti<br>Sugesti merupakan pengaruh atau pandangan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Di sinilah proses saling mempengaruhi dan menerima pandangan terjadi.<br>3. Identifikasi<br>Identifikasi merupakan kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan yang lain, biasanya dengan seseorang yang ia sukai atau idolakan.<br>4. Simpati<br>Simpati merupakan proses di mana seseorang tertarik dengan orang lain, sehingga ia mampu memahami pihak lain.<br>5. Empati<br>Empati dan simpati bisa dikatakan memiliki arti yang mirip. Namun, empati merupakan perasaan yang mendalam terhadap apa yang orang lain rasakan.&nbsp;<br>6. Motivasi<br>Seperti halnya dengan simpati dan empati, sugesti dan motivasi juga memiliki arti yang hampir sama. Meski keduanya sama-sama memberikan pengaruh, namun motivasi lebih kepada pikiran yang rasional.Ketika seorang memberikan pengaruh pada dirinya, ia akan merefleksikan apa yang diterimanya dan memilahnya menjadi sebuah motivas</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114246781/2eb40cc9300f259d4b4474fd146420e0/Positive_Social_Interactions_13.jpg" />
         <pubDate>2023-08-23 04:34:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669640755</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TAHAP PENTING INTERAKSI SOSIAL</title>
         <author>ellenahartanto034140026</author>
         <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669652309</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Kontak sosial<br><br>Tahapan interaksi sosial yang pertama ialah kontak sosial kepada seseorang. Kontak sosial tak hanya bersentuhan fisik saja, ada juga yang lainnya seperti surat-menyurat, telepon, sms, dan lainnya. Sehingga bersentuhan fisik bukan menjadi syarat utama terjadi interaksi sosial karena saat ini banyak teknologi yang memudahkan berinteraksi<br><br>2. Komunikasi<br><br>Tahapan interaksi sosial yang kedua ialah komunikasi kepada seseorang.Tahapan interaksi sosial yang ketiga ialah tindakan sosial.<br><br>Meski begitu, tak semua tindakan sosial merupakan interaksi sosial.<br><br>Terdapat ciri-ciri tindakan sosial disebut sebagai interaksi sosial, antara lain:<br><br></div><div><strong>2. Komunikasi<br>Tahapan interaksi sosial yang ketiga ialah tindakan sosial.<br><br>Meski begitu, tak semua tindakan sosial merupakan interaksi sosial.<br><br>Terdapat ciri-ciri tindakan sosial disebut sebagai interaksi sosial, antara lain:</strong></div><div>• Jumlah pelaku lebih dari satu orang.<br><br>• Adanya timbal balik.&nbsp;<br><br>• Komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol yang sudah disepakati.<br><br>• Terdapat tujuan tertentu<br><br>Nah, itu tadi tahapan interaksi sosial di dalam</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114246781/940e37870005f7991a453818de20d155/shutterstock_1813098424_1.jpg" />
         <pubDate>2023-08-23 04:45:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669652309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kontak sosial</title>
         <author>ellenahartanto034140026</author>
         <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669663861</link>
         <description><![CDATA[<div>Kontak sosial adalah hubungan antara dua pihak yang saling bereaksi dan menjadi awal terjadinya interaksi sosial, dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung. Contohnya, kontak sosial secara langsung adalah dua orang yang saling menyapa atau tersenyum satu sama lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114246781/ac9b0daafea56774a1b294773a7ac35a/PDK_103_5_PruittBritton.png" />
         <pubDate>2023-08-23 04:58:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2669663861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SYARAT INTERAKSI SOSIAL</title>
         <author>ellenahartanto034140026</author>
         <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2670675474</link>
         <description><![CDATA[<div>Syarat Interaksi Sosial</div><div>Pada dasarnya, sebuah interaksi sosial tidak mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat utama. Keduanya adalah kontak sosial dan komunikasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114246781/e7f1fc4cb4042132a8343b3520d88240/for_padlet_1.jpg" />
         <pubDate>2023-08-24 00:30:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2670675474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF</title>
         <author>ellenahartanto034140026</author>
         <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2671109198</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Koersi:</strong> cara meredakan konflik yang dipaksakan secara fisik dan psikologis oleh salah satu pihak yang lebih kuat . Contoh, perbudakan. <strong>Kompromi:</strong> cara meredakan konflik melalui kedua belah pihak dengan mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian. Contoh, pihak A dan pihak B melakukan kesepakatan untuk menyelesaikan konflik. <strong>Arbitrasi:</strong> cara meredakan konflik melalui pihak ketiga yang dipilh oleh kedua belah pihak dan pihak ketiga mempunyai kemampuan untuk memutuskan penyelesaian konflik. Contoh, penyelesaian konflik melalui pengadilan. <strong>Mediasi:</strong> cara meredakan konflik melalui pihak ketiga, namun pihak ketiga netral dan hanya sebagai penasihat saja. Contoh, guru menjadi mediator ketika dua siswa berkonflik.&nbsp;<strong><br>Konsiliasi</strong>: cara meredakan konflik dengan mempertemukan keinginan&nbsp; pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan. Contoh, dua warga yang berkonflik menunjuk RT sebagai konsiliatornya. <strong>Toleransi</strong>: cara meredakan konflik dengan saling menghormati .<strong>Stalemate</strong>: penyelesaian konflik dimana pihak-pihak yang bertikai berada pada kekuatan yang seimbang sehingga akhirnya pertikaian berhenti pada titik tertentu. <strong>Ajudikasi</strong>: cara meredakan konflik melalui pengadilan. Contoh, kasus pencurian.<strong>Gencatan senjata</strong>: cara meredakan konflik dengan penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu. Contoh, gencatan senjata antara Israel dan Palestina&nbsp;<strong>C. Asimilasi:</strong> percampuran dua atau lebih unsur kebudayaan yang berbeda menjadi kebudayaan baru, namun ciri khas kebudayaan masing-masing hilang/pudar. Contoh, pernikahan beda etnis.&nbsp;</div><div><br></div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div><br></div><div><strong>D. Akulturasi: </strong>percampuran dua atau lebih unsur kebudayaan yang berbeda menjadi kebudayaan baru , namun ciri khas kebudayaan masing-masing masih kelihatan. Contoh, candi Borobudur dari agama Budha dan kebudayaan Magelang</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114246781/237aa5b20937911be9af272e6c1f63c2/PADLET_2.png" />
         <pubDate>2023-08-24 06:58:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2671109198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF</title>
         <author>ellenahartanto034140026</author>
         <link>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2671111888</link>
         <description><![CDATA[<div>Bentuk interaksi sosial disosiatif adalah jenis interaksi sosial yang lebih mengarah kepada perpecahan, baik antar individu maupun kelompok. Adapun macam-macam interaksi sosial disosiatif meliputi, persaingan (kompetisi), kontravensi, dan pertentangan (konflik).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2114246781/170b6feefb5091990d720e0752c29066/PADLET_3.jpg" />
         <pubDate>2023-08-24 07:00:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ellenahartanto034140026/9v42o2dtbo01ut4m/wish/2671111888</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
