<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>7A Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia by INDAH CAHAYA P</title>
      <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A</link>
      <description>Konservasi Makhluk Hidup</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-11-19 23:41:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-12-08 02:30:50 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f98f.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Contoh: 7I - Indah CP</title>
         <author>indahp05_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795535429</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia pernah memiliki tiga sub spesies dari delapan sub spesies harimau dunia. Sub spesies harimau Bali (Panthera tigris balica) telah dinyatakan punah sekitar tahun 1940-an dan harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) diperkirakan punah pada akhir tahun I 970-an. Sedangkan sub spesies terakhir yang dimiliki Indonesia adalah harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Dalam rangka mendukung program konservasi satwa harimau sumatera, kemudian dibentuk strategi konservasi Harimau Sumatera.</p><p>Strategi ini memiliki dua komponen yang berbeda yaitu : komponen in situ dan komponen ex situ.</p><ol><li><p>Komponen in situ mengutamakan tanggung jawab atas perlindungan populasi harimau Sumatera liar (di alam lepas) dan kelangsungan hidupnya serta ditambah pula dengan pengembangan strategi dalam memelihara populasinya.</p></li><li><p>Komponen ex situ mengutamakan tanggung jawab dalam pengembangan populasi dari harimau Sumatera yang ada di dalam kebun binatang (penangkaran) serta mengatur populasi, penyakit dan kemurnian genetik dalarn mengembalikan keutuhan dari populasi liar.</p><p>Konservasi harimau Sumatera yang telah dilakukan memberikan titik terang dalam upaya menyelamatkan keberadaan harimau Sumatera yang ada. Peningkatan populasi harimau Sumatera didapat apabila dilakukan upaya yang cukup maksimal, dan keberhasilan dalam menyelamatkan satwa ini akan dicapai. Namun hal yang masih perlu ditingkatkan dalam upaya konservasi harimau Sumatera adalah memeasyarakatkan program konservasi kepada seluruh lapisan masyarakat guna menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kelestarian harimau Sumatera.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/e1/Sumatran_Tiger_Berlin_Tierpark.jpg" />
         <pubDate>2023-11-19 23:41:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795535429</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Instruksi</title>
         <author>indahp05_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795535430</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Subject ditulis kelas dan nama</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Pilih satu hewan atau tumbuhan endemik Indonesia (berbeda dengan yang lain lebih baik)</p></li><li><p>Upload gambar makhluk hidup yang dipilih</p></li><li><p>Analisis bagaimana cara konsevasi makhluk hidup tersebut</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/xbFNlN29S3HXR9j-mR5xGGlY69c=/0x404:768x1172/640x640/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3533093/original/018225700_1628234580-Orang_2.JPG" />
         <pubDate>2023-11-19 23:41:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795535430</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A - Danadyaksa Britannia H.</title>
         <author>aksahakim1234_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795839467</link>
         <description><![CDATA[<p>Pesut Mahakam hidup di air tawar. Pesut Mahakam hanya bersisa 80 ekor dan terancam punah. Upaya yang dilakukan negara dalam melestarikan pesut air tawar adalah adanya penerapan undang-undang. Menurut Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pesut Mahakam adalah spesies yang dilindungi dengan status ‘sangat terancam punah’ oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).</p><p>The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) juga menetapkan Pesut Mahakam sebagai golongan Apendiks I.</p><p>CITES menjelaskan bahwa biota dalam golongan ini dilarang untuk diperdagangkan, baik dalam bentuk apapun.</p><p><br/></p><p>Cara Melestarikan Pesut Mahakam:</p><ol><li><p>Membersihkan air dari racun, karena kontaminasi logam terhadap air telah mencapai 23 kali batas baku mutu kualitas air.</p></li><li><p>Mengurangi polusi suara dari kapal dan ponton yang sangat mengganggu sonar Pesuf Mahakam</p></li><li><p>Membuat Taman Nasional dan Kebun Binatang dengan habitat Pesut Mahakam contoh: Taman Nasional di <strong>Kutai Kartanegara </strong>dan Desa Wisata di <strong>Kalimantan Timur</strong></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/0_WAxNiYE3RAqoPhGqJBoRfBVPc=/640x640/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187140/original/026494000_1595404524-109307083_3083842455045845_979782333772753304_n.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:26:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795839467</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aila Sabina Yasmin - 7Athena</title>
         <author>ailasabina55_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795839952</link>
         <description><![CDATA[<p>Bagaimana cara konservasi hewan Kekah Natuna (Presbytis Natunae)?</p><p><br/></p><p>Konservasi in situ :</p><p>Untuk mengonservasi hewan Kekah Natuna dengan cara in situ, melibatkan perlindungan habitat alaminya di Pulau Natuna. Langkah-langkah yang melibatkan pengawasan ketat ke aktivitas manusia yang dapat merusak habitat, serta edukasi masyarakat di sekitar tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.</p><p><br/></p><p>konservasi ex situ :</p><p>Dapat melibatkan pendirian pusat pemeliharaan atau penangkaran Kekah Natuna di luar habitat aslinya. Ini dapat membantu dalam pembiakan dan perlindungan spesies ini secara langsung, mengurangi tekanan di habitat alaminya dan memberikan cadangan populasi jika diperlukan untuk pelepasan kembali ke habitat alaminya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223704097/b3536182a2bc648da2fd80adb555648e/Screenshot_20231120_113635_Samsung_Internet.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:26:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795839952</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Daffa Adrian Muttaqien - 7A</title>
         <author>daffamtqn</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795840443</link>
         <description><![CDATA[<p>Tarsius kerdil adalah primata kecil, memiliki bulu lembut berwarna cokelat kemerahan dengan warna kulit kelabu, bermata besar dengan telinga menghadap ke depan dan memiliki bentuk yang lebar.</p><p><br></p><p>Tarsius kerdil juga merupakan satwa endemik dari Sulawesi Tengah. Hewan ini dinyatakan sempat dinyatakan punah pada tahun 2000-an.</p><p><br></p><p>Akan tetapi di tahun 2008, empat ekor tarsius kerdil ditemukan di Gunung Rokekatimbu, Sulawesi Tengah. Sejak saat itu, status punah hewan ini dihapus.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223705618/49cbb52da2f46f323cc5b4272e3243f0/hewan_endemik_indonesia.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:27:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795840443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arasyaa shadiq nararya- 7A</title>
         <author>arasyaasn</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795840569</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Komodo adalah spesies kadal besar yang hidup di Indonesia. Mereka termasuk dalam kelas Reptilia dan ordo Squamata.Komodo adalah kadal terbesar di dunia, dapat mencapai panjang lebih dari 3 meter dan berat hingga 70 kg. Mereka memiliki kulit bersisik abu-abu, tubuh yang besar, kaki kuat, dan cakar tajam. Komodo memiliki lidah bercabang dan hati hati jika mendekat mereka, penciuman dan penglihatan yang baik, serta gigi-gigi yang kuat untuk memakan daging. Mereka merupakan pemangsa yang tangguh di pulau-pulau Indonesia, dengan kemampuan mengikuti mangsanya dalam jarak yang cukup jauh. Konservasi Komodo dilakukan melalui beberapa cara:</strong></p><p><br/></p><p><strong>1. Taman Nasional Komodo:</strong> Perlindungan habitat alami mereka di Taman Nasional Komodo di Indonesia.</p><p><br/></p><p><strong>2. Pendidikak dan Kesadaran:</strong></p><p>Meningkatkan kesadaran masyarakat lokal dan global tentang pentingnya perlindungan spesies tersebut.</p><p><br/></p><p><strong>3. Penelitian:</strong> Studi ilmiah untuk memahami perilaku dan kesehatan populasi Komodo.</p><p><br/></p><p><strong>4. Pengawasan Populasi:</strong> Memantau populasi Komodo untuk mengidentifikasi ancaman dan mengambil langkah-langkah perlindungan jika diperlukan.</p><p><br/></p><p><strong>5. Kolaborasi Internasional:</strong> Kerjasama dengan organisasi global untuk melindungi spesies ini dan habitatnya.</p><p><br/></p><p>Supaya konservasi ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan populasi Komodo dan menjaga keseimbangan ekosistem di mana mereka tinggal.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223705011/ed2906b9612ee61de5009bf8cbd11ee6/e1fbfa06155ef07e85d12ab3eb68bb1a.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:27:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795840569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A - Febby Salsavira Sandya</title>
         <author>febbysalsavira1_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795840872</link>
         <description><![CDATA[<p>Tarsius kerdil, adalah sebuah primata nokturnal yang ditemukan di Sulawesi Tengah, Indonesia, di kawasan dengan keragaman spesies yang vegetatif rendah ketimbang hutan tropis dataran rendah.</p><p><br/></p><p>Tarsius merupakan salah satu dari 25 spesies primata yang paling terancam punah di dunia. Hutan hujan tropis Sumatra adalah habitat asli dari salah satu jenis Tarsius di indonesia karena Sumatra termasuk dalam <em>home</em> <em>range area</em> persebaran <em>Western Tarsius </em>( <em>Tarsius bancanus</em>). </p><p><br/></p><p>Perlu diketahui bahwa Tarsius merupakan binatang <em>yang </em>aktif pada malam hari dan Indonesia menduduki peringkat pertama dengan jumlah spesies Tarsius terbanyak di dunia. Pulau Sumatra sendiri memiliki dua subspesies yang berbeda yaitu <em>Tarsius bancanus bancanus </em>yang hidup di pulau utama dan <em>Tarsius bancanus saltator subspesies </em>endemik yang hidup terpisah di Pulau Bangka. </p><p><br/></p><p>Tarsius bancanus&nbsp; merupakan spesies primata yang hidup di hutan primer maupun hutan sekunder dataran rendah. Tarsius menyukai habitat rumpun bambu, akar pohon beringin maupun lubang lubang kayu yang digunakan untuk bersembunyi dan beristirahat.</p><p><br/></p><p>Tarsius memiliki gigi gigi tajam dan merupakan primata karnivor seutuhnya. Makanan utama primata ini adalah serangga namun dia juga bisa memangsa kalelawar, ular maupun burung kecil di habitatnya. </p><p><br/></p><p>Penampakan Tarsius seperti perpaduan antara monyet dan burung hantu karena sturktur tengkorak kepala dan wajah yang hampir serupa dengan burung hantu namun dengan tubuh seperti monyet. Tarsius memilki kemampuan penglihatan yang sangat baik walaupun dengan konsentrasi cahaya yang sangat rendan serta leher tarsius dapat diputar 180, hal ini menjadikan tarsius sebagai hewan nocturnal yang sangat evolusioner.</p><p><br/></p><p>Saat ini jumlah populasi <em>Tarsius bancanus</em> belum diketahui pasti (<em>vurnerable</em>) dan masuk didalam daftar merah spesies terancam punah yang diumumkan oleh IUCN. </p><p><br/></p><p>Kerusahakan habitat maupun perdagangan satwa illegal yang terjadi di dalam akhir dekade ini mengakibatkan turunya populasi tarsius secara masal di Sumatra dan pulau lainya. Dengan alasan tersebut sangat perlu dilakukan survey lapangan mengenai mengenai populasi, taxonimic, keragaman genetik maupun pemetaan masalah. </p><p><br/></p><p>Perlindungan Tarsius harus segera dilakukan hal ini merupakan hal sangat mendesak sebelum spesies ini hilang dari bumi Sumatra.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223703764/ce496e5250386ed409f15175895786eb/1FB4E489_9FA5_427C_BFDD_F41269CB2A7D.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:27:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795840872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A-Kenzie Arkana Mirad</title>
         <author>kenziearkana138_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795841927</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Macrocephalon maleo</em>, biasa dikenal dengan burung maleo atau maleo senkawor adalah fauna endemik pulau Sulawesi. Artinya, hewan tersebut hampir tidak pernah ditemukan di tempat lain di Indonesia. Meski begitu, tidak semua tempat di Sulawesi bisa ditemukan burung maleo. Burung eksotis ini hanya ditemukan di hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi, seperti di Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Namun, maleo juga bisa ditemukan di Maluku.</p><p>Burung maleo berukuran sedang dengan panjang sekitar 55 sentimeter dan sebagian besar bulunya berwarna hitam. Burung ini juga memiliki ciri fisik yang khas lainnya, antara lain kulit wajahnya bercorak kekuningan, mempunyai paruh jingga dan bulu di bagian bawahnya berwarna merah muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat semacam jambul keras berwarna hitam. Ukuran burung betina lebih kecil daripada jantan dengan warna yang lebih gelap.</p><p>Meskipun termasuk dalam keluarga burung, tetapi maleo tak suka terbang. Maleo lebih suka jalan menggunakan kakinya. Itulah menagapa maleo tampak lebih mirip dengan ayam daripada burung.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223704096/33f0e3fa71b3342f0a342992c4d184b4/C89A214C_CDE8_4FD8_9C72_048EA46A5FD8.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:28:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795841927</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A - Aqila Aliya Z</title>
         <author>aqilasardadi</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795842065</link>
         <description><![CDATA[<p>Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) adalah subspesies gajah Asia yang dapat ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia. Gajah ini memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan gajah Asia lainnya dan ditandai oleh ukuran telinga yang lebih kecil, tubuh yang kompak, serta adanya rambut yang jarang di tubuhnya. Gajah Sumatera dianggap sebagai spesies yang terancam punah karena terus mengalami penurunan populasi akibat hilangnya habitat, perburuan ilegal, dan konflik dengan manusia. </p><p>Upaya konservasi intensif dilakukan untuk melindungi dan mempertahankan populasi gajah Sumatera serta habitat alaminya.</p><p><br/></p><p>Konservasi dapat dilakukan baik secara in situ (di habitat asli) maupun ex situ (di luar habitat asli). Berikut adalah beberapa cara konservasi gajah Sumatera:</p><p><strong>In Situ (Di Habitat Asli):</strong></p><ol><li><p><strong>Perlindungan Habitat:</strong></p><ul><li><p>Mempertahankan kawasan-kawasan konservasi yang melibatkan habitat-habitat utama gajah Sumatera.</p></li><li><p>Melibatkan komunitas lokal dalam manajemen dan pemeliharaan habitat.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pengawasan dan Penerapan Hukum:</strong></p><ul><li><p>Meningkatkan upaya pengawasan untuk melawan perburuan ilegal dan perusakan habitat.</p></li><li><p>Menegakkan hukum yang melibatkan sanksi bagi pelaku ilegal.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pemetaan dan Pemantauan Populasi:</strong></p><ul><li><p>Menggunakan teknologi pemantauan seperti kamera jebak dan penanda GPS untuk memahami dan memantau gerak gajah serta populasi mereka.</p></li></ul></li><li><p><strong>Penelitian Ekologi:</strong></p><ul><li><p>Melakukan penelitian ekologi untuk memahami kebutuhan dan perilaku gajah Sumatera.</p></li><li><p>Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dan kelangsungan hidup mereka.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat:</strong></p><ul><li><p>Melibatkan masyarakat lokal dalam program edukasi tentang pentingnya konservasi dan dampak positifnya terhadap lingkungan.</p></li></ul></li></ol><p><strong>Ex Situ (Di Luar Habitat Asli):</strong></p><ol><li><p><strong>Pusat Penyelamatan Gajah:</strong></p><ul><li><p>Mendirikan pusat penyelamatan gajah untuk merawat gajah yang terluka, yatim, atau yang terancam di habitat alaminya.</p></li><li><p>Memberikan perawatan medis dan pemulihan sebelum membebaskan mereka kembali ke habitat alaminya jika memungkinkan.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pembiakan dan Pusat Penelitian:</strong></p><ul><li><p>Menyelenggarakan program pembiakan di penangkaran untuk meningkatkan jumlah populasi gajah Sumatera.</p></li><li><p>Melakukan penelitian tentang reproduksi dan kesehatan gajah di penangkaran.</p></li></ul></li><li><p><strong>Konservasi Genetik:</strong></p><ul><li><p>Melakukan pemantauan genetik untuk memastikan keberagaman genetik dalam populasi gajah yang ada di penangkaran.</p></li><li><p>Melakukan penelitian genetik untuk memahami faktor-faktor genetik yang dapat mendukung kesehatan dan kelangsungan hidup gajah.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat:</strong></p><ul><li><p>Menyelenggarakan program edukasi untuk masyarakat tentang pentingnya konservasi dan peran penangkaran dalam melindungi spesies ini.</p></li></ul></li></ol><p>Kombinasi dari upaya in situ dan ex situ dapat memberikan pendekatan holistik untuk konservasi gajah Sumatera, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, lembaga konservasi, peneliti, dan masyarakat lokal.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b6/Borobudur-Temple-Park_Elephant-cage-01.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:28:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795842065</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A-Arzhila Vidya Andrina</title>
         <author>arzhilavidyaandrina</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795842553</link>
         <description><![CDATA[<p>Burung Cendrawasih masuk kedalam anggota ordo passerioformes dari famili paradiasaeiade. Burung ini tersebar di Indonesia bagian Timur seperti pualu-pulau di Selat Torres dan Papua, Papua nugini dan juga Australia timur. Habitat burubg ini adalah hutan lebat yang berada di dataran rendah. </p><p><br/></p><p>Ukuran burung Cendrawasih juga beragam yang tergantung dari masing-masing spesiesnya. Misalnya, spesies King Bird of Paradise yang punya ukuran sekitar 15 cm, lalu ada juga spesies Black Sicklebill yang berukuran 110 cm.</p><p><br/></p><p>Salah satu jenis burung Cendrawasih yang paling terkenal dan banyak ditemukan adalah Cendrawasih Kuning Besar atau Paradisaea apoda. Burung Cendrawasih memiliki karakteristik, yakni warna bulunya yang cerah dan menarik perhatian seperti kuning, merah, biru, hingga hijau. Umumnya, burung ini dinamakan sesuai dengan warna dominannya, seperti Cendrawasih Kuning Kecil atau Cendrawasih Merah. Karena warna bulunya yang menarik, orang orang sering membunuh burung Cendrawasih dan mengambil bulunya untuk dijadikan hiasan. Maka dari itu, burung  Cendrawasih termasuk kedalam kategori hewan yang hampir punah. </p><p><br/></p><p>Konservasi burung Cendrawasih ada beberapa cara:</p><ol><li><p>Konservasi Habitat.</p><p> Dengan cara mengelola hutan yang menjadi habitat asli burung Cendrawasih</p></li><li><p>Penanganan perburuan ilegal.</p><p>Dengan cara menindak dengan tegas pelaku perburuan liar atau ilegal bisa dengan dikasih hukuman yang berat seperti jera. </p></li><li><p>Penangkaran dan pengembangbiakan. Dengan menyediakam tempat penangkaran. </p></li><li><p>Penetapan status hukum dan perlindungan. </p><p>Dengan memberikan hukuman yang sangat berat kepada pihak yang melakukan perburuan ilegal. </p></li><li><p>Pendidikan dan kesadaran masyarakat. Perlunya kesadaran masyarakat sekitar tentang pentingnya melestarikan fauna maupun flora khas Indonesia. </p></li><li><p>Pengamatan populasi. </p><p>Pengamatan populasi oada Birung Cemdarwasih agar tahu cara untuk menangani masalah mengenai Cendrawasih tersebut. </p></li><li><p>Kerjasama internasional. </p><p>Diperlukan kerjasama insternasional demi terlestarikannya fauna dan flora Indonesia</p></li></ol><p><br/></p><p>Tempat tempat konservasi burung Cendrawasih:</p><ol><li><p>Taman Safari ( EXSITU) </p></li><li><p>Kampung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura.(INSITU) </p></li><li><p>Kampung Tablasupa, Distrik Depapre Kabupaten Jayapura.(INSITU) </p></li><li><p>Kampung Sawendui, Distrik Raimbawi Kabupaten Kepulauan Yapen.(INSITU) </p></li><li><p>Kampung Poom, Distrik Poom Kabupaten Kepulauan Yapen.(INSITU) </p></li><li><p>Kampung Baraway, Distrik Raimbawi Kabupaten Kepulauan Yapen.(INSITU) </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223705566/6a9351f1e9000ce3f552a86034786b05/images.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:29:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795842553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khansa faida syapwandi - 7A</title>
         <author>khansafaida10_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795842963</link>
         <description><![CDATA[<p>Babi rusa sangatlah bermanfaat bagi ekosistem sekitar, dikarenakan Ia memiliki beberapa manfaat. Salah satunya, Ia membantu untuk menyebarkan benih tumbuhan serta memelihara genetik keanekaragaman tumbuhan disekitarnya.<br> Walaupun Babi rusa merupakan spesies yang unik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar, mereka mempunyai beberapa ancaman dalam proses mempertahankan hidupnya. Mereka punya banyak ancaman, tapi salah satunya adalah hilangnya habitat alami dikarenakan pencampuran habitatnya yaitu hutan, dan banyak ancaman lain yang dilakukan dari aktivitas manusia.<br> Dengan banyaknya ancaman yang terjadi pada Babi hutan maka kita memerlukan kegiatan konservasi yang berkelanjutan.<br> Kita perlu menerapkan langkah yang krusial. Contohnya adalah penerapan hukum yang ketat terkait perlindungan hewan satu ini, selain itu kita perlu memberikan upaya rehabilitasi dan pemulihan habitat alami. Nah itulah salah satu contoh bagaimana hewan Babi rusa di konservasi. Terimakasih</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223704464/1b1ccc7b81435564de96b42764bcc562/cc35266eb476fb08e0073ea48b774d8f.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:29:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795842963</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A Fayez Abqari Basha</title>
         <author>fayezabqaribasha</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795845628</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Persoalan yang selama ini masih menjadi teka-teki di dunia konservasi badak itu mulai dapat diungkap oleh para dokter hewan di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.</em></p><p>Matahari mulai terik saat Zulfi Arsan, koordinator tim dokter hewan di Suaka Rhino Sumatera, memeriksa kondisi badak Ratu dan bayinya di kandang perawatan, Sabtu 7 Oktober 2023. Di sana sudah ada dua pawang dan seorang petugas paramedis berjaga. Ratu dan anaknya sedang dimandikan menggunakan selang air oleh pawangnya.</p><p>Setiba di kandang, Zulfi mengecek data aktivitas badak hasil pengamatan petugas. Setelah itu, ia memandu pawang badak dan paramedis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan harian, yakni pengecekan suhu tubuh dan menimbang berat badan.</p><p>Petugas meletakkan termometer pada dubur badak. Dari hasil pemeriksaan, suhu tubuh kedua badak itu dalam kondisi normal, berkisar 37-37,2 derajat celsius. Gigi geraham bawah bayi badak juga mulai tumbuh. Badak mungil itu juga sudah mau makan pisang yang diberikan pawang badak.</p><p>Badak lalu digiring menaiki papan kayu yang telah dihubungkan dengan alat timbang. Berat badan Ratu tercatat 582 kilogram, sementara bayinya yang baru berusia delapan hari telah mencapai 32,5 kilogram, atau naik 5,5 kg dari berat badan saat lahir.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223704437/a54acc90108151369fb1097f9ef217cf/IMG_1846.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:32:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795845628</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Puti Rubia Arman - 7A</title>
         <author>putirubia46_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795846815</link>
         <description><![CDATA[<p>Kanguru-pohon Mantel-emas atau dalam nama ilmiahnya <em>Dendrolagus pulcherrimus</em> adalah sejenis kanguru-pohon yang hanya ditemukan di hutan pegunungan pulau Irian. Spesies ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat muda. Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan. Sisi bawah perut berwarna lebih pucat dengan dua garis keemasan dipunggungnya. Ekor panjang dan tidak prehensil dengan lingkaran-lingkaran terang.Kanguru-pohon Mantel-emas merupakan salah satu jenis kanguru-pohon yang paling terancam kepunahan di antara semua kanguru-pohon. Spesies ini telah punah di sebagian besar daerah habitat aslinya.</p><p><br/></p><p>Status Konservasi: Kangguru pohon mantel emas adalah satu diantara jenis kanguru pohon yang paling terancam akan kepunahan diantara semua jenis kanguru pohon lainnya. Spesies ini sudah punah di sejumlah besar daerah habitat aslinya.</p><p><br/></p><p>Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh IUCN Red List status konservasi kanguru pohon mantel emas di alam yaitu satwa yang dikategorikan Critically Endangered (Kritis) yang merupakan satu kategori status sebelum mendekati punah di alam (extinct in the wild) sebelum pada akhirnya menjadi punah (extinct). </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223705384/7390b73ee404856454cf68d87968ec26/2253226035.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:33:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795846815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Firzanisqa Syafitri 7A</title>
         <author>firzanisqa</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795847634</link>
         <description><![CDATA[<p>Cicinnurus respublica atau yang lebih dikenal dengan cendrawasih botak adalah salah satu dari hewan indonesia yang terancam punah,Cendrawasih botak hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-disambig" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Raja_Ampat">Raja Ampat</a>, provinsi <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat">Papua Barat</a>. Pakan burung Cendrawasih Botak terdiri dari buah-buahan dan aneka <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Serangga">serangga</a> kecil, untuk mengetahui kondisi populasi dan habitat spesies burung cendrawasih yang berada dalam kawasan Taman Nasional Lorentz. Balai Taman Nasional Lorentz (BTN Lorentz) melaksanakan kegiatan inventarisasi populasi dan identifikasi habitat Burung Cendrawasih (<em>paradisaea sp</em>.) di SPTN Wilayah I Timika dengan lokasi di Distrik Mimika Timur Jauh Kabupaten Mimika.&nbsp;</p><p>Kegiatan tersebut dilakukan pada akhir juni selama 10 hari dengan menggunakan metode “<em>Variable circular plot” </em>&nbsp;(VCP) untuk mengetahui kepadatan, kelimpahan relatif, dan distribusi cenderawasih. Penentuan metode tersebut sesuai dengan arahan Direktorat KKH bahwa metode survey yang efektif digunakan terhadap burung cenderawasih saat musim tidak berbiak adalah dengan metode VCP, lain halnya jika musim berbiak sebaiknya menggunakan metode "lek count".</p><p>Berdasarkan hasil pelaksanaan selama beberapa hari, tim hanya menjumpai satu jenis cenderawasih yaitu spesies Cenderawasih minor dengan populasi sebanyak 8 ekor/individu yg tersebar di wilayah Omawita dan Fanamo Distrik Mimika Timur Jauh. Cenderawasih Minor atau Cenderawasih Kuning-Kecil dengan nama ilmiah: <em>Paradisaea minor</em> adalah burung Cenderawasih berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm, dari genus Paradisaea,</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223705129/6fb438a5a1454186e30a493885aaee10/6b78fc7f5980f390264b123123bcb1f7.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:34:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795847634</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anamuto Andisyah Pratamadinejad 7A</title>
         <author>anamutoandisyah45_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795847705</link>
         <description><![CDATA[<p>Kucing liar endemik pulau Kalimantan yang lebih jarang ditemui dibandingkan dengan spesies kucing lain yang simpatrik.</p><p><br/></p><p>Kita bisa melestarikan dengan membuat magasatwa di habitat atau taruh di kebun binatang</p>]]></description>
         <enclosure url="https://s3.animalia.bio/animals/photos/medium/original/bay-cat.webp" />
         <pubDate>2023-11-20 04:34:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795847705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A-M.Raffa Al Fatih</title>
         <author>alfatihmuhammadraffa</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795850323</link>
         <description><![CDATA[<p> A. penjelasan : </p><p><br>Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah salah satu spesies burung endemik yang hanya bisa ditemui di pulau Bali, Indonesia. Dikenal karena penampilannya yang elegan, burung ini memiliki bulu putih keperakan yang menonjol dan terlihat sangat kontras dengan warna hitam di sekitar matanya. Jalak Bali memiliki ekor yang panjang serta paruh yang berwarna biru pada bagian pangkalnya, memberikan karakteristik yang khas dan menarik.</p><p>Jalak Bali bukan hanya menjadi bagian penting dari keanekaragaman hayati Bali, tetapi juga menjadi lambang kebanggaan nasional Indonesia. Namun, populasi burung ini telah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir karena berbagai ancaman. Perburuan ilegal, perdagangan satwa liar, kehilangan habitat karena pertumbuhan pembangunan, serta gangguan manusia menjadi faktor utama yang mengancam kelangsungan hidup Jalak Bali.</p><p>Untuk melindungi Jalak Bali dari kepunahan, berbagai upaya konservasi telah dilakukan. Program-program pemeliharaan dan reintroduksi dilakukan di berbagai tempat, termasuk di Taman Nasional Bali Barat, di mana upaya pemulihan habitat alami dilakukan untuk mendukung populasi Jalak Bali. Selain itu, edukasi dan kesadaran masyarakat tentang perlindungan burung ini juga menjadi fokus penting dalam upaya pelestariannya.</p><p>Selain menjadi simbol kebanggaan nasional, pentingnya menjaga Jalak Bali mencakup pelestarian ekosistem di mana mereka hidup. Burung ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam, termasuk sebagai pemakan serangga yang dapat membantu mengendalikan populasi serangga tertentu di lingkungan sekitarnya.</p><p>Pentingnya konservasi Jalak Bali bukan hanya untuk mempertahankan satu spesies saja, tetapi juga sebagai wujud dari komitmen untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup yang sehat. Dengan melanjutkan upaya konservasi yang holistik, diharapkan Jalak Bali akan tetap hadir dan berkembang biak di alam liar, memberikan kontribusi yang berharga bagi ekosistem Pulau Bali serta sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan alam Indonesia. </p><p><br></p><p>B. konversi</p><ol><li><p><strong>Pemeliharaan Habitat dan Restorasi Ekosistem:</strong></p><ul><li><p>Langkah pertama yang krusial adalah melindungi habitat alami Jalak Bali. Ini mencakup pelestarian hutan-hutan terbuka, daerah pertanian tradisional, serta menghentikan degradasi lingkungan yang mengancam habitat mereka.</p></li><li><p>Upaya restorasi ekosistem diperlukan untuk memulihkan area-area yang telah rusak, seperti peremajaan hutan, pengembalian lahan pertanian yang tidak terpakai menjadi habitat alami, dan penguatan kawasan konservasi.</p></li></ul></li><li><p><strong>Program Pembiakan dan Pengelolaan Populasi:</strong></p><ul><li><p>Program pembiakan Jalak Bali di fasilitas penangkaran yang terkendali untuk meningkatkan jumlah populasi yang terancam.</p></li><li><p>Pemeliharaan genetik yang sehat dan berkelanjutan untuk memastikan keragaman genetik dalam populasi dan mencegah terjadinya penurunan genetik.</p></li></ul></li><li><p><strong>Penelitian dan Pemantauan Berkelanjutan:</strong></p><ul><li><p>Penelitian lanjutan untuk memahami perilaku, migrasi, pola berkembang biak, serta dinamika populasi Jalak Bali.</p></li><li><p>Pemantauan secara terus-menerus terhadap populasi Jalak Bali dengan menggunakan metode survei, censusing, dan teknologi pemantauan lainnya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pengendalian Ancaman dan Perlindungan Hukum:</strong></p><ul><li><p>Memperkuat tindakan penegakan hukum terhadap perburuan ilegal, perdagangan satwa liar, serta kerusakan habitat yang dilanggar.</p></li><li><p>Upaya pencegahan untuk mengurangi ancaman lain seperti konflik dengan manusia, termasuk pengendalian predator dan penyakit.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat:</strong></p><ul><li><p>Program edukasi yang luas untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konservasi Jalak Bali.</p></li><li><p>Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan konservasi, mulai dari pengawasan sampai dengan partisipasi dalam program restorasi habitat.</p></li></ul></li><li><p><strong>Kerjasama Lintas Sektor dan Internasional:</strong></p><ul><li><p>Menggalang kerjasama antara berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga konservasi, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta untuk mendukung upaya konservasi.</p></li><li><p>Kolaborasi internasional dengan negara-negara lain, serta partisipasi dalam perjanjian perlindungan spesies internasional, untuk mendapatkan dukungan global yang lebih luas dalam upaya pelestarian.</p></li></ul></li><li><p><strong>Inovasi Teknologi dan Riset Lanjutan:</strong></p><ul><li><p>Pemanfaatan teknologi canggih seperti penggunaan dron, penggunaan sensor untuk pemantauan, dan pengembangan aplikasi untuk pemetaan habitat dan pemantauan populasi.</p></li><li><p>Riset lanjutan untuk mengembangkan strategi baru dalam konservasi, seperti penggunaan teknologi reproduksi dan genetika untuk mendukung pembiakan yang lebih efektif dan perlindungan genetik Jalak Bali.</p></li></ul></li></ol><p>Setiap langkah dalam upaya konservasi ini membutuhkan komitmen jangka panjang, sumber daya yang memadai, koordinasi yang baik antara berbagai pemangku kepentingan, dan terutama, kesadaran global akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem yang rapuh. Dengan strategi yang holistik dan terintegrasi, diharapkan kita dapat menjaga agar Jalak Bali, sebagai simbol keberagaman alam Indonesia, tetap hidup dan berkembang di habitat aslinya.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/47/Bali_Myna_in_Bali_Barat_National_Park.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:37:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795850323</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Annisa Salsabila - 7Athena</title>
         <author>sasajikuu2_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795850465</link>
         <description><![CDATA[<p>Hylobates moloch tergolong salah satu primata yang paling terancam kepunahan. Organisasi konservasi dunia IUCN memasukkannya ke dalam kategori Genting (EN, endangered),[1] dengan peluang sebesar 50% bahwa hewan ini akan dapat punah dalam satu dekade mendatang.[5] Ancaman kepunahan terutama datang dari hilangnya habitat akibat pembukaan hutan untuk berbagai keperluan. Di samping itu, anak-anak owa kerap ditangkapi (jika perlu dengan membunuh induknya lebih dulu) untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai hewan timangan bergengsi.[5]</p><p>Di Indonesia, owa jawa telah dilindungi oleh Undang-undang Perlindungan Binatang Liar (Dierenbescherming-ordonnantie) semenjak tahun 1931.</p><p><br></p><p><br></p><p>Ex situ</p><p>Pusat Rehabilitasi dan Penyelamatan Owa Jawa melakukan aksi konservasi ex situ. Upaya konservasi tersebut ditujukan untuk menunjang upaya konservasi in situ. Kegiatan konservasi&nbsp;ex situ terbagi dalam tiga sub kegiatan, yaitu penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran. Penyelamatan bertujuan untuk memindahkan satwa dari situasi yang berbahaya untuk menyelesaikan konflik, satwa sitaan, dan bencana alam ke kondisi yang lebih aman untuk keberlanjutan kehidupan satwa; baik dari aspek keterancaman populasi, kualitas habitat, maupun aspek kesejahteraan satwa (animal welfare).&nbsp;</p><p>Selanjutnya tahap rehabilitasi, program rehabilitasi bertujuan untuk memulihkan kondisi kesehatan dan perilaku owa jawa (umumnya sudah berubah karena dipelihara oleh manusia) kepada keadaan sebaik mungkin sehingga satwa itu mampu menjalankan kehidupan di habitat alaminya. Proses rehabilitasi dilakukan melalui tahapan, karantina dan pemeriksaan kesehatan; pemulihan kondisi fisik, psikologi, dan tingkah laku satwa; penjodohan dengan memasangkan dua owa jawa yang tidak memperlihatkan perilaku agonistik di antara keduanya.&nbsp;</p><p>Tahap akhir dari proses rehabilitasi adalah pelepasliaran kembali, mengembalikan pasangan Owa Jawa yang telah sehat dan kembali menunjukkan perilaku alami ke habitat aslinya. Pasangan owa jawa yang siap dilepasliarkan kembali ke habitat alami harus memenuhi berbagai kriteria, seperti bebas dari penyakit menular, mampu mencari makanannya sendiri, mampu melakukan pergerakan brakiasi dari pohon ke pohon, dan tidak turun ke tanah.</p><p><br></p><p>tempat konservasi owa jawa tersebar dari bagian barat pulau jawa,  yaitu mulai dari kawasan hutan Pegunungan Honje (Ujung Kulon), Gunung Gede Pangrango (TNGGP) hingga Jawa Tengah bagian barat, yaitu di kawasan hutan Gunung Slamet.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223703899/34ecf5f441b99607ee8808b08a944a42/download__6_.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:37:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795850465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A - Aisyah Rafifatunnisa Mumtaz</title>
         <author>aisyahrafifatunnisamumtaz</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795850681</link>
         <description><![CDATA[<p>  Rusa Bawean (<em>Axis Kuhlii) </em>adalah sebuah subspesies rusa yang ditemukan di Pulau Bawean, Indonesia.&nbsp;</p><p>  Rusa ini memiliki ciri-ciri bertubuh sedang sekitar 80-100 cm, bulu pendek, tanda putih di bagian telinga dan wajah, dan termasuk hewan nocturnal (aktif di malam hari).</p><p>  Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), status dari rusa Bawean adalah 'terancam punah' (<strong>critically endangered) </strong>dengan jumlah 250-300 individu di alam liar. </p><p>  Kegiatan konservasi, baik konservasi ex-situ dan in situ, harus menyediakan habitat yang sesuai dengan habitat alami rusa Bawean. Hal ini bisa dilakukan melalui penyesuaian habitat serta manajemen pemeliharaan dengan tingkah laku, kebutuhan nutrisi serta lingkungan yang nyaman untuk  rusa Bawean. </p><p>  1. Konservasi in-situ</p><p>	Dua pusat penangkaran dan pemeliharaan rusa semi intensif di Pulau Bawean yaitu di Pudakit timur dan di Mombhul Kecamatan Sangkapura merupakan dua daerah yang relatif berbeda lingkungan in-situ-nya. Penangkaran rusa Pudakit Timur terletak di daerah dataran tinggi  atau pegunungan, berjarak 6 km dari Pelabuhan Sangkapura, dilengkapi dengan jalan setapak yang dapat dimanfaatkan sebagai jalur tracking serta difasilitasi tempat beristirahat berupa café. Sedangkan penangkaran rusa Mombhul berada di daerah dataran rendah atau pantai serta tergabung dalam tempat wisata Pantai Kerrong.</p><p>  2. Konservasi ex-situ</p><p>Sedangkan tempat konservasi ex-situnya dilakukan di kebun binatang terbuka seperti Bali Zoo Park, Kebun Binatang Ragunan dan Kebun Binatang Surabaya. Dalam hal ini diperlukan edukasi kepada para pengunjung tempat wisata sekaligus konservasi agar dapat selalu menaati peraturan yang dibuat oleh pengelola.</p><p>  Selain itu cara konservasi yang perlu menjadi perhatian adalah pengembangan dan peningkatan mutu pangan Rusa. Nutrisi dalam pangan harus ditingkatkan. Lokasi penangkaran in-situ menunjukkan suhu dan kelembaban yang relatif lebih tinggi. Suhu dan kelembaban yang tinggi, dapat menyebabkan rusa mengalami cekaman panas, sehingga dapat mempengaruhi perilaku makan rusa. Saat terkena cekaman panas misalnya, perilaku dan frekuensi rusa untuk mencari makan bisa menurun. Diduga pada suhu lingkungan yang tinggi , khususnya disiang hari yang terik diduga dapat berpengaruh terhadap konsumsi pakan, ternak akan lebih sedikit mengkonsumsi pakan dan cenderung meningkatkan frekuensi minumnya.</p><p>  Rusa memiliki perilaku makan grazing yaitu makan rumput di padang rumput dan browsing yaitu makan daun-daunan semak di hutan, makan biji-bijian dan makan jamur yang tumbuh di bawah pohon. Rusa  Bawean, terdapat kecenderungan perlu diberikan rerumputan yang lembut dengan tambahan dedaunan. Terdapat perbedaan bahan pakan yang diberikan di unit konservasi in-situ dan ex-situ, hal tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan bahan pakan di setiap lokasi.</p><p>  Selain itu campur tangan manusia harus diminimalisir pada rusa Bawean untuk menjaga sifat alamiah rusa Bawean dan cepat beradaptasi kembali khususnya terhadap jenis pakannya saat dilepasliarkan kembali.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223708507/04bd4252076805646203acccab7c72bf/92A6B7AC_6019_4A61_82AE_4417183E6867.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:38:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795850681</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A - Keisha Azalea Rois</title>
         <author>keishaazalea129_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795853485</link>
         <description><![CDATA[<p>Mambruk selatan dalam nama ilmiahnya Goura scheepmakeri, juga dikenal dengan nama Southern Crowned Pigeon. Mambruk Selatan adalah salah satu spesies burung Dara mahkota yang merupakan kerabat dari burung merpati, burung ini adalah merpati darat terbesar. Di mana yang &nbsp;jantan berukuran lebih besar &nbsp;, dengan &nbsp;panjang 70 sentimeter dan berat 2.250 gram.</p><p>Mereka adalah salah satu di antara 650 spesies burung asal Papua serta bagian dari 1.812 jenis burung di Nusantara, menurut data organisasi Burung Indonesia pada 2021. </p><p>Mambruk masuk spesies kategori <strong>rentan (vulnerable/VU)</strong> di dalam <strong>daftar merah</strong> (red list) Badan Konservasi Alam Internasional (IUCN) untuk satwa terancam punah</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223704886/8b64ce84640743dfeabd42605e0b0699/Screenshot_20231120_112749_Google.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:41:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795853485</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sabrina Sava-7A</title>
         <author>sabrinasava2504_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795853642</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada tahun 2000, bekantan (<em>nasalis larvatus</em>) yang berhabitat di hutan bakau, rawa dan hutan panti dikategorikan sebagai hewan dengan status terancam punah oleh IUCN. Hewan endemik Kalimantan yang dikenal&nbsp;pemalu dan pandai berenang ini telah menjadi fauna maskot Kalimantan Selatan sejak tahun 1990. Adanya konflik dengan manusia seperti konversi lahan dan degradasi habitat serta sulitnya perkembangbiakan di habitat asli ditengarai menjadi alasan bekantan terancam punah.</p><p>Keresahan ini membuat Pusat Studi &amp; Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia (Biodiversitas Indonesia) untuk mendirikan Komunitas Sahabat Bekantan Indonesia. Komunitas ini dibentuk dalam rangka membantu pemerintah dalam upaya perlindungan bekantan di Prov. Kalimantan Selatan. Tujuannya adalah sosialisasi untuk pelestarian dan perlindungan bekantan, pencegahan dan penghentian perburuan serta perdagangan bekantan, dan konservasi secara <em>in-situ </em>dan <em>ex-situ.</em> Ada tiga kegiatan besar yang sedang dilakukan SBI dalam upaya melindungi dan melestarikan bekantan yaitu:</p><ol><li><p>Konservasi, dengan mendirikan pusat rehabilitasi di Kota Banjarmasin dan stasiun riset bekantan di Pulau Curiak.</p></li><li><p>Restorasi mangrove rambai melalui mangrove rambai center. Hingga 2021 sudah menanam 1.100 lebih mangrove rambai kurang lebih seluas 10 Ha.</p></li><li><p>Mengembangkan eco-wisata bekantan.</p><p><br/></p><p>Menariknya, Yayasan SBI yang didirikan sejak tahun 2012, sebagian besar anggotanya adalah ana-anak muda pada tingkat perguruan tinggi. Perhatian dan waktu yang diberikan oleh anak-anak muda terhadap kelestarian alam Indonesia perlu&nbsp;mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari berbagai pihak dalam berbagai bentuk. Mereka adalah penerus yang akan menjaga tanah air Indonesia yang kaya akan flora dan fauna, sangat disayangkan jika generasi berikutnya hanya mengetahi flora dan fauna yang telah menjadi sejarah melalui foto dan video tanpa&nbsp;tahu bentuk nyatanya di alam.</p><p>Pada tahun 2022, SBI dianugerahi penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat. Salah satu dari 10 penerima penghargaan Kalpataru tahun 2022. Penerima penghargaan bukanlah pemenang, melainkan sebuah apresiasi tertinggi Pemerintah Indonesia kepada masyarakat yang berjasa terhadap kelestarian alam dan lingkungan. Harapannya, bahwa dari seluruh penerima Kalpataru bisa menjadi dan memberi contoh serta dan mengajari dalam melakukan pola-pola kegiatan kelestarian alam dan lingkungan.</p><p>Selain penerima penghargaan Kalpataru, di seluruh Indonesia, ada ribuan anak muda yang peduli dengan isu-isu lingkungan. Dalam kelompok-kelompok kecil sefrekuensi, mereka bergerak bahu-membahu melakukan &nbsp;kampanye dan aksi kegiatan menjaga alam dan lingkungan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223703217/ef13f381829ee9896922549c934f4e1c/IMG_5305.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:41:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795853642</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A-Prabhakanti Arumwening Ahyaverda</title>
         <author>prabhakantia</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795854516</link>
         <description><![CDATA[<p>Jalak Bali adalah burung endemik Pulau Bali yang berstatus apendik I menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Jalak Bali selama beberapa tahun ini mengalami ancaman kepunahan yang serius. Pada tahun 2005 pemerintah melalui Permenhut no. 19 mengeluarkan izin sekaligus peraturan yang memperbolehkan Jalak Bali ditangkarkan oleh masyarakat umum dengan harapan mengurangi tekanan langsung di alam. Hal ini menyebapkan banyak bermunculan penangkaran Jalak Bali di berbagai kota salah satunya Yogyakarta. Akan tetapi setelah munculnya banyak penangkaran selama beberapa tahun terakhir, ternyata belum juga menyelamatkan Jalak Bali dari ancaman kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi-lokasi penangkaran, tata cara pelaksanaan penangkaran, dan membandingkan penangkaran acuan PPPCB dengan penangkaran Jalak Bali yang ada di Yogyakarta. Penelitian dilakukan selama dua bulan (September-November 2012). Pengambilan data dilakukan dengan metode survei langsung ke lokasi-lokasi yang digunakan sebagai penangkaran. Metode yang digunakan untuk mengetahui tata cara penangkaran Jalak Bali di Yogyakarta adalah dengan pengamatan secara langsung yang meliputi aspek legalitas, sarana prasarana, teknis kegiatan penangkaran, tingkat keberhasilan dan kegiatan ketika burung mencapai umur yang dikehendaki. Perbandingan Penangkaran dilakukan dengan cara membandingkan penangkaran-penangkaran obyek penelitian dengan penangkaran yang telah berhasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Yogyakarta terdapat lima penangkaran burung Jalak Bali legal. Penangkaran masyarakat di Yogyakarta memiliki tata cara pelaksananan penangkaran yang cukup berbeda dengan penangkaran rujukan yaitu PPPCB (Pusat Pembinaan Populasi Curik Bali) di TNBB(Taman Nasional Bali Barat). Sasaran konservasi PPPCB adalah untuk perbanyakan di alam, namun hal ini belum berhasil. Sasaran konservasi penangkaran masyarakat adalah untuk kepentingan pemanfaatan sehingga mengurangi tekanan langsung terhadap populasi di alam. Dampak adanya penangkaran masyarakat dalam skala nasional adalah turunnya harga burung Jalak Bali. hal ini secara tidak langsung menyebabkan perburuan Burung Jalak Bali di alam juga ikut berkurang. Penangkaran masyarakat di Yogyakarta belum memasukkan program pelepasliaran burung di alam sesuai peraturan karena masih terbatasnya anakan yang dihasilkan di penangkaran Masyarakat.</p><p><br/></p><p>Salah satu upaya untuk menghindari kepunahan Jalak bali adalah:</p><p>-Mendirikan Penangkaran.</p><p>-Pengawasan Pasca-Pelepasliaran.</p><p>-Program Edukasi.</p><p>-Aturan Pelarangan Penangkapan Jalak Bali.</p><p>-Merawatnya dengan baik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223704526/f7301b2440585d75f561c9590c588385/Screenshot_20231120_112945_Google.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:42:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795854516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A Kencana Genta Aksamala</title>
         <author>kencanagenta40_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795856036</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada saat ini, Indonesia memiliki banyak tumbuhan endemik. <strong>Anggrek hitam, </strong>nama ilmiah<strong> </strong><em>Coelogyne pandurata</em><strong>, </strong> merupakan flora endemik Indonesia yang dapat ditemukan di Kalimantan dan Sumatra. Saat ini, habitat asli Anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan. Walau flora ini masih dapat ditemukan di Cagar Alam Kersik Luway, jumlahnya hanya sedikit. Maka, kami harus lebih mencoba melindungi flora endemik ini agar tidak punah. Pelindungan ini dapat dilakukan dengan cara konservasi in situ serta ex situ. Menjaga kelestarian hutan agar menjadi habitat yang aman bagi anggrek hitam untuk tumbuh adalah hal yang dapat dilakukan untuk melindungi anggrek hitam. Populasi anggrek hitam telah dikategorikan sebagai flora terancam punah yang dilindungi, dan dilarang diperdagangkan secara bebas kecuali hasil penangkaran sesuai Peraturan Pemerintah nomor 07 tahun 1999.&nbsp;Inisiatif penyelamatan anggrek hitam sudah dijalankan sejak tahun 2011.</p><p><strong>Konservasi secara umum:</strong></p><ul><li><p>Telah dilakukan kegiatan memperbanyak jumlah bibit anggrek hitam dan mengembalikan anggrek hitam ke habitat aslinya (reintroduksi) yang dilakukan di Sangkima dan kawasan Taman Nasional Kutai. Sebanyak 5.218 bibit anggrek hitam berhasil diproduksi sejak tahun 2016 atau rata-rata mencapai 1.043 per tahun.</p></li><li><p>Bagya Sugihartana mengatakan, “Pupuk Kaltim peduli terhadap kelangsungan hidup anggrek hitam agar populasinya tetap terjaga. Hal ini yang mendasari konservasi dan pengembangan yang kami lakukan melalui metode kultur jaringan di laboratorium perusahaan.”</p><p><em>source</em> <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.demfarm.id/mengenal-anggrek-hitam-tanaman-endemik-yang-terancam-punah">https://www.demfarm.id/mengenal-anggrek-hitam-tanaman-endemik-yang-terancam-punah</a></p></li></ul><ul><li><p>Untuk melindungi anggrek hitam, telah dilakukan upaya konservasi flora tersebut di Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting telah dilakukan kegiatan pengelolaan didalam habitatnya. Ini merupakan konservasi secara <strong>in situ.</strong></p></li><li><p>Untuk mendukung konservasi&nbsp;in situ di atas, telah dilakukan kegiatan pengelolaan diluar habitatnya atau ex situ untuk menambah dan memulihkan populasi.</p><p><em>source: </em><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://tntanjungputing.id/infopublik/detail/1"><em>https://tntanjungputing.id/infopublik/detail/1</em></a></p></li></ul><p><strong>Ex situ:</strong></p><p>Secara umum, konservasi ex situ dilakukan jika ada suatu makhluk hidup endemik yang memiliki habitat yang tidak aman atau layak untuknya yang menyebabkan mereka terancam punah. Karena habitatnya yang tak layak, makhluk hidup tersebut ditempatkan ke perlindungan manusia. Dikarenakan proyek pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur meningkatkan tingkat kepunahan di alam, mahasiswa berencana untuk melakukan konservasi ex situ. Tiga mahasiswa UGM (Universitas Gajah Mada) melakukan konservasi ex situ dengan mikropropagasi melalui teknologi berupa Temporary Immersion Systems (TISs). Immersion System atau sistem perendaman sesaat berbasis bioreaktor ini tergolong salah satu metode baru yang digunakan untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan anggrek hitam. Sistem ini dapat mempermudahkan dilakukannya konservasi ex situ dikarenakan terintegrasi sensor yang dapat mempermudah kontrol parameter lingkungan seperti pH, suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan gas karbon dioksida. Karena adanya sistem ini, maka tidak perlu disubkultur, aerasi optimal, dan mencegah hiperhidrisitas. Karena TISs menggunakan sensor real time untuk memudahkan kontrol parameter lingkungan, hasil dari pengukuran sensor terhadap kondisi parameter lingkungan dapat ditampilkan dalam LCD display. Para mahasiswa juga menuturkan desain ruang inkubasi di bagian atas TISs sebagai tempat eksplan serupa biji hingga planlet dapat diatur secara fleksibel sesuai kebutuhan tanpa perlu memodifikasi sistem sensor dan aktuator. </p><p><em>source</em>: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-lakukan-konservasi-ex-situ-anggrek-hitam/">https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-lakukan-konservasi-ex-situ-anggrek-hitam/</a></p><p><br/></p><p>Dikarenakan konservasi dan upaya pelestarian ini, populasi anggrek hitam akan meningkat. Mulai dari reintroproduksi, sampai TISs, semua upaya ini efektik dan tentu akan menguntungkan kami di masa depan jika flora ini dapat lestari kembali.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223706450/72dfe7484595334f6630968402ac4f0e/orchidplantcare_info__723x510.webp" />
         <pubDate>2023-11-20 04:43:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795856036</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A Hafiy Al Auzai</title>
         <author>tabalkon09_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795856939</link>
         <description><![CDATA[<p>Badak bercula satu adalah hewan endemik indonesia yang berasal dari jawa cara agar bisa menjaga kelestarian badak bercula satu adalah </p><p>-tidak membeli produk yang terbuat dari hewan langka seperti badak</p><p>-menyumbang donasi </p><p>-dan menjaga taman nasional ujung kulon.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223705178/b92f9aca024b17482be677630bf55327/image.png" />
         <pubDate>2023-11-20 04:44:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795856939</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Saya ke misclick</title>
         <author>anamutoandisyah45_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795858822</link>
         <description><![CDATA[<p>Whoops</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-20 04:46:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795858822</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hananta Aryasetya 7A</title>
         <author>hanantaaryasetya</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795860906</link>
         <description><![CDATA[<p>Cara melindungi Orangutan</p><p>Cara terbaik untuk melindungi orang utan adalah dengan <strong>terus melindungi habitatnya</strong>, agar orang utan tetap sejahtera hidup di dalam hutan dan tidak terjadi konflik dengan manusia. Ancaman nyata yang dihadapi orang utan adalah konversi hutan dan kebakaran hutan. <strong>Tentu saja ancaman tersebut perlu diwaspadai dan segera ditangani sesegera mungkin. Perlindungan habitat mutlak harus dilakukan demi mencegah orang utan dari kepunahan. Hilangnya habitat merupakan ancaman terbesar kepunahan orang utan yang harus diantisipasi. Upaya yang bisa dilakukan agar orang utan tetap terjaga kelestariannya adalah dengan menjaga habitatnya, karena seperti ketahui bersama bahwa perkembangbiakan orang utan memang lamban jika dibandingkan dengan manusia.</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="https://t3.ftcdn.net/jpg/05/24/08/44/360_F_524084430_8lvdltBEkXxXCv2GUvGsC74qjIpel7oi.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:48:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795860906</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gwen isabelle agustina 7A</title>
         <author>gwenisabelleagustina</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795862933</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Cendrawasih botak</strong> atau dalam nama ilmiahnya <em>Cicinnurus respublica</em> adalah sejenis <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Burung_pengicau">burung pengicau</a> berukuran kecil, dengan panjang sekitar 21&nbsp;cm long, dari marga <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Cicinnurus"><em>Cicinnurus</em></a>. Burung jantan dewasa memiliki bulu berwarna merah dan hitam dengan tengkuk berwarna kuning, mulut hijau terang, kaki berwarna biru dan dua bulu ekor ungu melingkar. Kulit kepalanya berwarna biru muda terang dengan pola salib ganda hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kulit kepala biru muda.</p><p>Endemik <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>, Cendrawasih botak hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-disambig" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Raja_Ampat">Raja Ampat</a>, provinsi <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat">Papua Barat</a>. Pakan burung Cendrawasih Botak terdiri dari buah-buahan dan aneka <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Serangga">serangga</a> kecil.</p><p>Penamaan ilmiah spesies ini diberikan oleh keponakan Kaisar <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Napoleon_Bonaparte">Napoleon Bonaparte</a>yang bernama <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Charles_Lucien_Bonaparte">Charles Lucien Bonaparte</a>dan sempat menimbulkan kontroversi. Bonaparte, seorang pengikut aliran <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Republik">republik</a>, mendeskripsikan burung Cendrawasih Botak dari spesimen yang di beli oleh seorang ahli biologi <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> bernama <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Edward_Wilson&amp;action=edit&amp;redlink=1">Edward Wilson</a> beberapa bulan sebelum <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=John_Cassin&amp;action=edit&amp;redlink=1">John Cassin</a>, yang akan menamakan burung ini untuk menghormati Edward Wilson. Tigabelas tahun kemudian, ahli hewan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a> yang bernama <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Heinrich_Agathon_Bernstein&amp;action=edit&amp;redlink=1">Heinrich Agathon Bernstein</a> menemukan habitat Cendrawasih Botak di pulau <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Waigeo">Waigeo</a>.</p><p>Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah di mana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Botak dievaluasikan sebagai berisiko hampir terancam di dalam <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/IUCN_Red_List">IUCN Red List</a>. Burung ini didaftarkan dalam <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/CITES">CITES</a> Appendix II.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223709600/6f3b05f9a9f329867acc898f57d93a11/BFEC3DB9_2F4B_48E9_873D_43A8DE7973FF.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:50:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795862933</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bima Arsyad Pradipta - 7A</title>
         <author>bimaarsyad2801</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795863124</link>
         <description><![CDATA[<p>Monyet hitam  atau monyet tonkean (Macaca tonkeana) adalah spesies primata di keluarga Cercopithecidae. Satwa primata ini merupakan hewan endemik dari Sulawesi Tengah dan Kepulauan Togean yang berada di Indonesia. </p><p><br/></p><p>Hewan ini memiliki tungkai yang kuat, moncong yang cukup panjang dan ekor pendek yang tidak mencolok. Dasar wajah didominasi warna hitam, dengan area cokelat ringan di pipi dan pantat. Panjang tubuh 42-68 cm, panjang ekornya 3-6 cm. Bobot jantan sekitar 14,9 kg dan bobot betina sekitar 9 kg. Hewan ini banyak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bergerak-gerak di kanopi pohon, tapi juga bergerak di atas tanah.</p><p><br/></p><p>Spesies ini terkadang diracuni dan dijebak karena dianggap hama pertanian. Ancaman lainnya termasuk monyet ini diburu untuk dimakan, koleksi untuk hewan peliharaan dan konversi habitat, terutama karena perkebunan kelapa sawit dan kakao, dan permukiman manusia.</p><p><br/></p><p>Hal yang bisa dilakukan untuk melestarikan hewan ini adalah:</p><ol><li><p>Membuat prnangkaran untuk monyet hitam</p></li><li><p>Membuat perundang-undangan mengenai pemburuan hewan</p></li><li><p>Hindari transaksi monyet hitam</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1278421184/7a6201e127c8008236e4d440eeb98098/Macaca_tonkeana.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:50:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795863124</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A Akmal Khairan P. </title>
         <author>akmalpradipta75_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795863658</link>
         <description><![CDATA[<p>Anoa (Bubalus sp.) atau kerbau kenit adalah kerbau endemik yang hidup di daratan Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Banyak yang menyebut anoa sebagai kerbau kerdil. Anoa merupakan hewan yang tergolong fauna peralihan. Anoa merupakan mamalia tergolong dalam famili bovidae yang tersebar hampir di seluruh pulau Sulawesi. Kawasan Wallacea yang terdiri atas pulau Sulawesi, Maluku, Halmahera, Kepulauan Flores, dan pulaupulau kecil di Nusa Tenggara. Tahukah kamu bahwa anoa termasuk hewan terancam punah? Sayangnya, satwa satu ini menghadapi berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya. </p><ol><li><p>Hilangnya habitat akibat perambahan hutan</p></li><li><p>Perburuan ilegal</p></li><li><p>Gangguan manusia lainnya menyebabkan penurunan populasi mereka. </p><p><br/></p><p>Kondisi ini menempatkannya sebagai spesies yang terancam punah. Upaya konservasi satwa langka di Indonesia yang bisa dilakukan adalah </p><ol><li><p>Memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat.</p></li><li><p>Membuat tempat untuk penangkaran. Penangkaran tersebut bisa membuat satwa langka bisa berkembang biak agar tidak punah.</p></li><li><p>Membuat papan larangan berburu. Dalam papan larangan tersebut bisa disertai dengan ancaman pidana atau sanksi jika perburuan tetap dilakukan.</p></li><li><p>Hindari transaksi binatang langka</p></li><li><p>Mengajak seluruh masyarakat sekitar agar peduli dan memperlakukan anoa dengan semestinya dan tidak semena-mena</p></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://en.wikipedia.org/wiki/Anoa" />
         <pubDate>2023-11-20 04:51:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795863658</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A-Raisah Kei Laiqa</title>
         <author>raisahkei21_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795863935</link>
         <description><![CDATA[<p>Burung Mambruk Viktoria (<em>Goura victoria) </em>adalah sejenis burung yang terdapat di dalam suku burung Columbidae. Mambruk Victoria adalah salah satu dari tiga burung dara mahkota dan merupakan spesies terbesar di antara jenis-jenis burung merpati.</p><p><br></p><p>Burung Mambruk Victoria berukuran besar, dengan panjang mencapai 74&nbsp;cm, dan memiliki bulu berwarna biru keabu-abuan, jambul seperti kipas dengan ujung putih, dada merah marun keunguan, paruh abu-abu, kaki merah kusam, dan garis tebal berwarna abu-abu di sayap dan ujung ekornya. Di sekitar mata terdapat topeng hitam dengan iris mata berwarna merah. Burung jantan dan betina serupa.</p><p><br></p><p><br></p><p>Untuk mengonservasi burung Mambruk Victoria, penting untuk melibatkan masyarakat lokal dalam perlindungan habitatnya, mengawasi perburuan yang ilegal, dan mendukung penelitian ilmiah untuk memahami kebutuhan dan perilaku spesies tersebut. Edukasi publik juga menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian burung Mambruk Victoria.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223703946/0bc148aede8bf398f89e4d079030f8e8/Screenshot_20231120_113628_Chrome.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:51:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795863935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A - Orchidia Maghfira Yugandhini</title>
         <author>orchidiayugandhini</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795864399</link>
         <description><![CDATA[<p>Elang jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu spesies elang berukuran sedang dari keluarga Accipitridae dan genus Nisaetus yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang tampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang tampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis.</p><p><br/></p><p>Ribuan ekor elang Jawa diburu dan diperdagangkan di media sosial. Berdasarkan catatan Raptor dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Akibat perburuan itu, jumlah elang Jawa yang mendiami habitatnya diprediksi tinggal 435 pasang. </p><p><br/></p><p>Pihaknya menemukan fakta bahwa selain ratusan ekor diburu, ada sekitar 2.400 ekor elang Jawa yang diperdagangkan di media sosial, mulai Facebook, instagram, hingga Twitter. Elang-elang Jawa ini dijual dengan harga beragam, tergantung besar kecilnya sang elang.</p><p><br/></p><p>Elang Jawa diburu salah satunya karena ia merupakan salah satu hewan endemik Indonesia yang sangat unik. Salah satu upaya kita menyelamatkan populasi dari hewan ini adalah dengan cara konservasi Elang Jawa. Bisa dengan cara In situ dan ex situ. </p><p><br/></p><p>Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melakukan kegiatan Sosialisasi Program Konservasi Elang Jawa di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa Cimungkad, Sukabumi, Jumat, (27/05/2022).</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Sosialisasi yang terlaksana atas kerja sama dengan Taman Safari Indonesia (TSI), PT. Smelting, dan Filantra ini bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya kegiatan konservasi elang jawa dan habitatnya kepada generasi muda, sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan peduli terhadap pelestarian elang jawa secara berkelanjutan. </p><p><br/></p><p>Keberadaan Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa Cimungkad dibangun pada tahun 2020 melalui sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan beberapa pertimbangan, yaitu: pertama, karena sejarah, dimana terdapat beberapa peninggalan Keluarga Bartels sebagai penemu elang jawa (Nisaetus bartelsi) berupa makam dan tapak rumah tinggal yang saat ini difungsikan menjadi museum. Kemuadian juga karena telah banyak upaya-upaya pelestarian elang jawa sebagai penguatan fungsi pengelolaan taman nasional, khususnya tentang konservasi elang jawa, yang terintegrasi dengan pelayanan kepada pengunjung terutama wisatawan minat khusus, sehingga memberikan kesan tersendiri ketika berwisata ke Cimungkad. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Maka dari itu, mari kita tingkatkan upaya konservasi Elang Jawa agar populasi mereka tidak menurun dan tetap stabil! </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223703856/53f5d0235be6a3422554e33f1b0663a4/images___2023_11_20T113126_638.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:52:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795864399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7A - Vadya Almira Heraputri</title>
         <author>vadyaalmira1402_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795867194</link>
         <description><![CDATA[<p>Kedih, Si Monyet berjambul yang berasal dari Sumatera ini memiliki ciri panjang badan antara 420 sampai 610 milimeter, panjang ekornya  berukuran 500 sampai 850 milimeter, berat badannya bisa berada diantara 5 sampai 8 kilogram, dan monyet ini memiliki tubuh bagian atas yang berwarna abu-abu dengan corak kehitaman dan warna putih. Apakah kau tahu? Saat ini, hidup monyet kedih tergolong terancam karena pengalihan hutan untuk kepentingan pembangunan lainnya, kebakaran hutan, serta pembalakan liar. Oleh karena itu, kita harus mencoba untuk melindunginya agar tidak punah, menurutku, caranya adalah: </p><ol><li><p>Melaksanakan patroli hutan</p><p>= yang bertujuan untuk melindungi kawasan hutan dari risiko Karhutla</p></li><li><p>Menerapkan hukum yang lebih ketat terhadap perlindungan hewan </p><p>= Agar tidak banyak orang yang melakukan pemburuan liar/penculikan terhadap monyet kedih</p></li><li><p>Memberikan konsekuensi yang lebih berat kepada pemburu liar</p><p>= Agar orang orang yang telah melakukan hal yang salah mendapa</p></li><li><p>Memberikan edukasi dan sosialisasi</p></li><li><p>Membuat penangkaran / Tempat perlindungan</p></li><li><p>Membuat informasi dan menyebarkannya ke media sosial ataupun ke masyarakat agar banyak orang melindungi monyet kedih</p></li><li><p>Membuat larangan melakukan pemburuan liar terhadap hewan hewan yang tercancam punah</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2223703854/8aeb1c8ee333d76362d5bfb1cd15269d/Screenshot_20231120_113510_Google.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 04:54:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795867194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Quinizza Aisha Moechtar - 7A</title>
         <author>indahlabsren</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795873432</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Elang Flores merupakan salah satu jenis burung pemangsa endemik yang menjadi hewan khas Indonesia. Burung ini termasuk dalam Keluarga Accipitridae dan Genus Nisaetus. Hewan endemik Indonesia ini tergolong burung yang berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 60 cm sampai 79 cm. Karakteristiknya adalah berkepala putih dengan garis-garis coklat kehitaman, dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara jantan atau betina dan dewasa atau muda.</em></strong></p><p><br/></p><p>Jenis elang ini dipercaya pada dasarnya tergantung pada habitat hutan hujan dataran rendah untuk kelangsungan hidupnya, meskipun telah didokumentasikan di hutan submontane, yang merupakan hutan yang tumbuh di sepanjang kaki bukit atau lereng gunung yang rendah; dan hutan pegunungan setinggi 1.600 m di Flores. Peneliti lain mengamati spesies ini di bukit dan hutan yang dibudidayakan dari permukaan laut hingga 1.000 m. Namun, ketika terlihat terbang, selalu berada di dekat hutan utuh atau semi-utuh. Paling sering terlihat terbang di atas kanopi hutan di sepanjang sisi lereng gunung yang curam.</p><p><br/></p><p>Salah satu contoh konversi Elang Floresd adalah penyebarkan informasi konservasi Elang Flores kepada masyarakat. Konversi ini berjenis in-situ. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati melalui Balai Taman Nasional Komodo dan Balai Besar KSDA NTT bekerjasama dengan Raptor Indonesia menginisiasi dan mengadakan workshop tentang “Potensi Elang Flores sebagai Obyek Wisata Ekologi Berbasis Raptor di NTT”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 13 – 14 Februari 2019, diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah daerah, masyarakat dan pelaku wisata. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali informasi dalam rangka menyusun strategi dan rencana aksi konservasi Elang Flores dan habitatnya.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.jagarimba.id/wp-content/uploads/2018/05/Elang-Flores-750x430.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 05:00:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2795873432</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M. Abrar D.R</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2817253121</link>
         <description><![CDATA[<p>Faktor utama berkurangnya populasi badak Jawa adalah perburuan untuk culanya, masalah yang juga menyerang semua spesies badak. Cula badak menjadi komoditas perdagangan di Tiongkok selama 2.000 tahun yang digunakan sebagai obat untuk pengobatan tradisional Tiongkok. Secara historis kulitnya digunakan untuk membuat baju baja tentara Tiongkok dan suku lokal di Vietnam percaya bahwa kulitnya dapat digunakan sebagai penangkal racun untuk bisa ular.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-AP2-37"><sup>[37]</sup></a>Karena tempat hidup badak mencakupi banyak daerah kemiskinan, sulit untuk penduduk tidak membunuh binatang ini yang dapat dijual dengan harga tinggi.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-Biotropica-32"><sup>[32]</sup></a> Ketika <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/CITES">Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora</a> pertama kali diberlakukan tahun 1975, badak Jawa dimasukan kedalam perlindungan Appendix 1: semua perdagangan internasional produk badak Jawa dianggap ilegal.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-African-38"><sup>[38]</sup></a> Survey pasar gelap cula badak telah menentukan bahwa badak Asia memiliki harga sebesar $30.000 per kilogram, tiga kali harga cula badak Afrika.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa#cite_note-Dinerstein-27"><sup>[27]</sup></a></p><p>Hilangnya habitat akibat pertanian juga menyebabkan berkurangnya populasi badak Jawa, walaupun hal ini bukan lagi faktor signifikan karena badak hanya hidup di dua taman nasional yang dilindungi. Memburuknya habitat telah menghalangi pemulihan populasi badak yang merupakan korban perburuan untuk cula. Bahkan dengan semua usaha konservasi, prospek keselamatan badak Jawa suram. Karena populasi mereka tertutup di dua tempat kecil, mereka sangat rentan penyakit dan masalah perkembangbiakan. Ahli genetika konservasi memperkirakan bahwa populasi 100 badak perlu perlindungan pembagian genetika spesies.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2244849179/680af1ee7616ddfd6a5fd5598c20a52c/IMG_4016.jpeg" />
         <pubDate>2023-12-07 10:11:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2817253121</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2818213820</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><br/></p><p>1.<strong>Meningkatkan Pariwisata</strong></p><p>Tidak dapat dipungkiri bahwa monyet bisa sangat menghibur dengan tingkah lucunya. Maka salah satu upaya agar monyet tetap lestari adalah dengan melakukan upaya peningkatan pariwisata pada salah satu area yang merupakan habitat monyet, yang tentu saja disertai dengan tidak terlalu mengeksploitasi habitatnya dan membiarkan mereka hidup secara bebas. Dengan cara ini diharapkan mampu menjadikan monyet lebih memiliki nilai di alam liar.</p><p>Jika dikelola dengan baik, maka peningkatan pariwisata ini juga akan memberikan keuntungan dan membantu perekonomian masyarakat sekitar. Dimana akan semakin terlihat bahwa kekayaan satwa menjadi harta yang paling berharga. Bisa jadi juga, akan timbul keanekaragaman hayati yang akan semakin menjadikan wilayah tersebut bernilai tinggi.</p><p><br/></p><p>2.<strong>Meningkatkan Kesadaran Masyarakat</strong></p><p>Sudah sepatutnya kita melindungi makhluk hidup yang ada disekitar. Beberapa komunitas pencinta satwa liar semakin marak melakukan sosialisasi guna menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan betapa pentingnya menjaga kelestarian monyet.</p><p>Di samping itu, kegiatan sosialisasi ini juga mengutamakan pemberian pendidikan di mana perilaku positif terhadap satwa liar, khususnya monyet sudah sepatutnya diutamakan. Dimana sikap empati sangat perlu untuk ditanamkan dalam diri masing-masing kita guna menghargai kehadiran makhluk hidup lainnya.</p><p><br/></p><p>3.<strong>Mengatasi Berbagai Ancaman yang Membahayakan</strong></p><p>Dalam upaya pelestarian monyet yang dilakukan maka sudah seharusnya berbagai komunitas pencinta satwa liar maupun diri sendiri melakukan berbagai upaya dalam mengatasi ancaman yang membahayakan bagi monyet. Baik perlindungan habitat maupun ancaman berbagai penyakit yang bisa saja diderita oleh monyet. Berdasarkan niat baik tersebut, maka beberapa komunitas telah melakukan sebuah aksi berupa mendirikan konservasi khusus satwa liar.</p><p>Dimana kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk berbagai kegiatan perlindungan bagi satwa liar, termasuk monyet. Selain itu, konservasi ini juga akan melakukan monitor secara berkala perihal aktivitas ilegal yang kerap menjadikan monyet sebagai objek yang dirugikan.</p><p><br/></p><p>4.<strong>Menandatangani Petisi dan Donasi Guna Melindungi Satwa Liar</strong></p><p>Banyak hal yang bisa dilakukan dalam upaya pelestarian monyet. Salah satu upaya yang juga tak kalah penting adalah menandatangani petisi untuk mendukung komunitas-komunitas yang ada dalam upaya pelestarian. Dengan adanya petisi ini bisa memboikot berbagai oknum yang tidak bertanggung jawab yang merusak habitat dan populasi monyet.</p><p>Selain itu, pengumpulan donasi juga secara berkala patut dilakukan untuk mendukung konservasi tersebut. Dengan adanya donasi diharapkan akan membantu meringankan kegiatan yang dilakukan dalam merawat dan menyediakan tempat dan makanan yang layak untuk monyet yang dilindungi maupun yang berada pada tahap pemulihan.</p><p><br/></p><p>5.<strong>Membuat larangan</strong></p><p>Membuat larangan dalam hal ini adalah menuliskan larangan berburu monyet pada sebuah papan yang diletakkan pada wilayah perlindungan satwa. Meski tergolong aksi kecil, tetapi jika dilakukan secara ketat maka akan membuahkan hasil yang baik. Pada beberapa daerah aksi ini sudah banyak dilakukan untuk melindungi satwa liar kebanggaan daerah masing-masing. Dan juga pada papan larangan tersebut disertai dengan ancaman pidana jika kegiatan perburuan ilegal tetap dilakukan.</p><p>6.Pengembangan Populasi</p><p>Hal yang juga kerap dilakukan pada sebuah penangkaran satwa adalah melakukan pengembangan populasi yang bisa dilakukan dengan mengawinkan satwa secara buatan dengan bantuan manusia. Meski hal ini masih jarang dilakukan untuk hewan monyet, tetapi setidaknya pengembangan populasi dengan cara ini bisa meningkatkan dan juga termasuk ke dalam upaya pelestarian.</p><p>Peran dokter hewan dan pihak yang berwenang sangat diharapkan mengambil tindakan dalam kegiatan ini. Di mana perilaku kawin dan masa kawin dari monyet harus betul-betul dipelajari agar proses perkawinan dengan bantuan manusia atau biasa disebut dengan istilah artificial insemination dapat berjalan dengan baik.</p><p>Berdasarkan upaya pelestarian monyet yang bisa dilakukan diharapkan akan timbulnya kesadaran bahwa hutan—yang merupakan habitat berbagai satwa, termasuk monyet—bukanlah sekedar hiasan bagi bumi. Namun, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Di mana kehidupan akan terus berlanjut dengan adanya hubungan simbiosis mutualisme.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2246433953/bbe833d0761f87089c2fe354d1b25457/IMG_5523.jpeg" />
         <pubDate>2023-12-08 02:30:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7A/wish/2818213820</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
