<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perang Teluk II by 22. Masyaila Laurensa Zuhri</title>
      <link>https://padlet.com/masyailalz/perangtelukII</link>
      <description>Masyaila Laurensa Zuhri - XII IPS 4 - 22</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-02-14 05:22:26 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-03-06 19:07:41 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f335.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>PERANG TELUK II</title>
         <author>masyailalz</author>
         <link>https://padlet.com/masyailalz/perangtelukII/wish/1200526419</link>
         <description><![CDATA[<div>Perang Teluk II adalah perang yang terjadi di Timur Tengah yang dipicu oleh invasi Irak terhadap Kuwait. Perang ini berlangsung sejak 2 Agustus 1990 hingga 8 Februari 1991. Saat itu, Irak dipimpin oleh Saddam Hussein. Perang Teluk 2 dimulai dengan serangan udara besar-besaran Amerika Serikat terhadap Irak, di bawah nama Operasi Badai Gurun (Operation Desert Storm). <br><strong>A, Latar Belakang<br></strong>  Sebelum Perang Teluk, Irak terlibat perang dengan Iran. Perang tersebut mengakibatkan kemerosotan ekonomi di kedua belah pihak. Kemerosotan ekonomi tersebut ditandai dengan meningkatnya pembangunan dalam negeri dan menumpuknya utang luar negeri. Untuk menjaga reputasinya di dalam negeri, Saddam Hussein menjadikan Kuwait dan negara-negara Arab sebagi kambing hitam. Ia juga mengungkit-ungkit masalah perbatasan yang sebetulnya telah selesai. </div><div>  Atas dasar tersebut, pada pertengahan 1990, Irak mulai menempatkan pasukannya di perbatasan Kuwait. Sebelumnya, Presiden Mesir, Hosni Mubarak, memprakarsai negoisasi antara Irak dan Kuwait dalam upaya menghindari intervensi Amerika Serikat atau kekuatan-kekuatan lain diluar kekuasaan Teluk. Namun, pada 2 agustus 1990, Saddam Hussein memerintahkan invasi ke Kuwait. Saddam Husein beranggapan sesama negara Arab akan bersifat netral dalam menyikapi invasi ke Kuwait dan tidak akan mendesak dunia internasional untuk menghentikannya. Namun, Saddam Hussein salah perhitungan. Dua pertiga dari 23 anggota Liga Arab mengutuk tindakan agresi Irak tersebut. <br><br><strong>B. Invasi Irak ke Kuwait dan Respons Sekutu<br>   </strong>Presiden Amerika Serikat George H. W. Bush bersama dengan Inggris dan Uni Soviet mengutuk invasi Irak atas Kuwait. Pada tanggal 3 agustus 1990 Dewan keamanan PBB mendesak irak menarik pasukannya dari Kuwait. Pada 8 agustus 1990, pemerintah irak secara resmi menganeksasi Kuwait. </div><div>  Sementara itu, Di Kuwait, Irak meningkatkan jumlah pasukannya menjadi 300.000 tentara. Di saat-saat terakhir menjelang perang besar dengan Amerika Serikat, Saddam Hussein menandatangani perjanjian perdamaian dengan mantan musuh bebuyutannya, Iran, sebagai suatu langkah yang diyakini dibuat untuk mengurangi musuh. <br><br><strong>C. Mulainya Perang Teluk<br></strong>pada tanggal 29 November 1990<strong>, </strong>Dewan Keamanan PBB secara resmi mengesahkan penggunaan "segala cara yang diperlukan" untuk melawan agresi Irak, apabila tidak menarik diri dari Kuwait hingga 15 januari tahun berikutnya. <br>pada tanggal 17 Januari 1991, Serangan udara masif di bawah pimpinan Amerika Serikat yang dikenal dengan Operasi Badai Gurun, menghujani pertahanan udara Irak. Dalam waktu singkat, jaringan komunikasi, gedung senjata, dan kilang minyak porak-poranda. Tujuan serangan udara ini adalah untuk memenangkan pertempuran udara dan meminimalkan pertempuran darat sebanyak mungkin. <br>pada tanggal 24 Februari 1991, Pasukan koalisi memerangi pasukan darat Irak di Kuwait dan selatan Irak. Serangan dari Sekutu ini dikenal dengan nama <em>Operation Desert Sabre</em>. Pada saat yang sama, pasukan Amerika Serikat menyerbu irak sekitar 120 mil sebelah barat Kuwait, menyerang pasukan cadangan lapis baja irak dari belakang. <br>pada tanggal 27 Februari 1991, Pasukan elit Garda Republik Irak menyusun pertahanan selatan Al Basrah ditenggara Irak. Namun. pasukan elit tersebut sebagian besar dapat dikalahkan. Pasukan Irak menyerah dan Kuwait pun terbebas dari pendudukan Irak. <br><br><strong>D. Akhir Perang Teluk<br></strong>Pada tanggal 28 Februari 1991, Bush mengumumkan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Teluk. Menurut ketentuan perdamaian yang kemudian diterima Saddam Hussein, Irak mengakui kedaulatan Kuwait dan menyingkirkan semua senjata pemusnah massal termasuk senjata nuklir, biologi, dan kimia. Diperkirakan sekitar 8000 hingga 10000 anggota pasukan irak tewas. Adapun di pihak koalisi sekitar 300 anggota tewas. <br><br>E. <strong>Akibat Perang Teluk II <br>  </strong>Perang teluk 2 mengakibatkan kehancuran bagi Kuwait dan Irak. Namun, Saddam Hussein tidak dipaksa turun dari kekuasaan. Di tahun-tahun berikutnya, pesawat Amerika Serikat dan Inggris melakukan patroli udara mengawasi zona larangan terbang di atas Irak, sementara otoritas Irak melakukan segala upaya untuk menggagalkan pelaksanaan syarat-syarat perdamaian, khususnya inspeksi senjata oleh PBB. Hal ini mengakibatkan terjadinya konflik singkat pada 1998. Selain itu, pasukan Irak secara sporadis terlibat baku tembak dengan pesawat inggris dan Amerika Serikat di atas zona larangan terbang.<br><br></div><div>  Pada 2002, Amerika Serikat yang dipimpin oleh George W. Bush mensponsori resolusi baru PBB. Ia meminta dikirimkannya kembali inspektur senjata ke Irak. Di tengah perbedaan pendapat antar negara-negara anggota Dewan Keamanan tentang seberapa baik Irak memenuhi inspeksi ini. Amerika Serikat dan inggris mulai mengumpulkan pasukan di perbatasan Irak. Bush, tanpa persetujuan PBB, mengeluarkan ultimatum pada 17 Maret 2003, menuntut Saddam Husein mundur dari kekuasaannya dan meninggalkan Irak dalam waktu 48 jam. Saddam Hussein menolak dan Perang Teluk III yang lebih umum dikenal sebagai perang Irak, pecah 3 hari kemudian. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-02-14 08:02:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/masyailalz/perangtelukII/wish/1200526419</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERANG TELUK II</title>
         <author>masyailalz</author>
         <link>https://padlet.com/masyailalz/perangtelukII/wish/1200539426</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1016882003/c904ccb2383eb36230afaf0ae2f9614f/MASYAILA_LAURENSA__22__PERANG_TELUK_II.pptx" />
         <pubDate>2021-02-14 08:09:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/masyailalz/perangtelukII/wish/1200539426</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
