<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Indonesian A HL by Bunga Fitri</title>
      <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga</link>
      <description>soon to be 7 achiever</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-11-07 00:22:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-04-24 04:25:59 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f58c.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Catatan setelah membaca Bukan Pasarmalam</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278064219</link>
         <description><![CDATA[<p>Novel roman yang berjudul Bukan Pasarmalam karya Pramoedya Ananta Toer ini diterbitkan oleh Lentera Dipantara dan cetakan pertamanya adalah pada tahun 1999. Novel ini tergolong novel pendek yang bisa dibaca sekali duduk. Berbeda dengan&nbsp; tetralogii pulau buru yang sangat terkenal, Bukan Pasarmalam menyediakan alternatif basana yang lebih pendek dan ringan.&nbsp; Hal ini arena novel Bukan Pasarmalam hanya terdiri dari 16 bab pendek dengan total 104 halaman.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong>TEMA</strong>: Perjuangan dan kekeluargaan</p><ol><li><p><em>Perjuangan: </em>Novel ini mengangkat tema tentang perjuangan yang dilakukan oleh tokoh Ayah. Dibuktikan pada halaman 55 saat durun berkata,&nbsp;</p></li></ol><blockquote><p>“Karena aku sendiri seorang guru, dapat aku mengatakan padamu, bahwa pengaruh ayahmu di kalangan para guru sangat besar dan terasa.”&nbsp;</p></blockquote><p>Ini menandakan bahwa tokoh ayah memiliki daya juan yang tinggi sampai-sampai berhasil emmengaruhi sesama guru salam hal positif. Bahkan perjuangan ayah sudah diakui oleh banyak orang termasuk dukun di daerah itu.</p><ol start="2"><li><p><em>Kekeluargaan: </em>Adapun nilai kekeluargaan yang disampaikan ddi dalam novel ini. Contohnya pada halaman 8 terdapat surat dari pana yang berisi,</p><blockquote><p>“Kalau bisa, pulanglah engoua ke Blora untuk dua tau empati hari. Ayahmu sakit.”&nbsp;</p></blockquote><p>Pesan ini kemudian menjadi pertimbangan besar bagi tokoh sku untuk menjenguk ayahnya di Blora. Sekaligus untuk meminta maaf atas surat yang pertama kali tokor aku kirimkan kapad tokor ayah. Surat pertama yang berisi kebencian dan tuduhan bahwa tokoh ayah telah membiarkan adik-adik terkena sabah penyakit. Hal ini ternyata salah, adik justru terkena sabah karana tortular orang lain, tidak sampai hati tokoh ayah membiarkan adik menderita.&nbsp;</p></li></ol><p><br></p><p><strong>PENOKOHAN</strong></p><ol><li><p>Tokoh aku: gegabah, penurut, idealis.&nbsp; &nbsp; </p><p>a. gegabah: dibuktikan saat tokoh aku menulis surat kepada ayah, surat yang menuduh ayah sudah membiarkan adik sakit. Tokoh aku terlalu gegabah untuk menyimpulkan. Padahal adiknya tertular oleh orang lain, bukan karena ayah yang membiarkan adik terkena penyakit.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; </p><p>b. penurut: ada pada halaman 57 saat tokoh aku diperbolehkan ayah untuk pulang ke rembang setelah satu minggu, </p><blockquote><p>“Nanti dulu, ya? Tunggu seminggu lagi.” </p></blockquote><p>kata ayah. Lalu tokoh aku benar-benar menuruti titah ayah. </p><p>c. idealis. tentu tokoh aku adalah seorang yang idealis karena dirinya adalah mantan tentara pasukan khusus</p></li><li><p>Ayah: nasionalis, rela berkorban, suka berjudi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; a. nasionalis: tokoh ayah biang sendiri dengan gamblang bahwa ia memillih hidup sebagai seorang nasionalis. </p><blockquote><p>“Aku tak mau jadi ulama. Aku mau jadi nasionalis, karena itu aku jadi guru. patriotisme, dengar. karena itu aku jadi nasionalis.” </p></blockquote><p>ada pada halaman 88. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p>b. rela berkorban: ditunjukkan saat ada seseorang datang dan bertamu ke rumah setelah ayah meninggal. ada pada halamann 96. </p><blockquote><p> “… Dua bulan yang lalu dia masih naik sepeda datang ke rumahku untuk membereskan urusan obligasi.” </p></blockquote><p>dilanjutkan dengan kesaksian seperti ini, </p><blockquote><p>“digantinya harga obligasi itu penuh-penuh dengan tidak&nbsp; merasa kepayahan sedikit pun juga. Kabarnya banyak barang-barangnya yang dijualnya.” </p></blockquote><p>Ini membuktikan ayah rela melakukan apa saja demi Indonesia. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; c. suka berjudi: ini diungkap saat teman berjudi ayah datang melayat. yaitu pada halaman 93, </p><blockquote><p>“tak ada orang yang begitu kuat berjudi selain dia.” </p></blockquote><p>ini menunjukkan kebiasaan ayah yang suka berjudi semasa hiduonya dahulu.</p></li><li><p>Istri: </p><p>a. perhartian. pada halaman 34 saat istri bertanya kepada ayah, </p><blockquote><p>“bapak ingin makan apa?” </p></blockquote><p>padaahal baru pertama kali bertemu, lalu istri berhasil emnyuapi bapak sampai habis belasan sua sup sumsum. </p><p>b. berbakti selain merawat bapak, saat pertemuan pertama tokoh istri langsung memberikan hormat kepada tokoh ayah. yaitu pada halaman 32, </p><blockquote><p>“dan istriku mendekati, menyembah.” </p></blockquote><p>istri meyembah bapak sebagai ebntuk hormat dan berbakti kepada orang tua, atau emnantu</p></li><li><p>Paman</p><p>a. parnoan: terdapat pada halaman 59 saat paman berkata, </p><blockquote><p>“ayahmu selalu melihat jam saja. permintaannya sudah banyak sekarang, dan permintaan itu hanya karena keinginan selintas saja. kedua duanya itu adalah suatu pertanda…” </p></blockquote><p>seperti sok tahu dan sok memprediksi perihal apa yang akan terjadi di masa depan. menerkanerka dan mencurigai banyak hal, terlalu skeptis.</p></li><li><p>Tetangga tukang potong kambing</p></li></ol><p>a. ikut campur, dibuktikan saat pertama kali berjumpa setelah sekian lama dengan tokoh aku justru dia malah menghakimi dan memojokkan tokoh aku. Sebagai contoh pada halaman 44, tukang potong kambing berkata, </p><blockquote><p>“Apabila rumah itu rusak, yang menempatinya pun rusak.” </p></blockquote><p>Ini sebagai tamparan keras karena selama ini tokoh aku tidak memberi perhatian ke rumah dan bahkan sudah lama tidak pulang kampung ke blora. Alhasil rumah rusak dan seesuai peribahasa jaman dulu pasti pemilik rumah itu acuh tak acuh dan mempunyai kehidupan yang berantakan.</p><ol start="6"><li><p>Sami</p><p>a. pengadu domba: dibuktikan pada halaman 65 saat sami berkata, </p><blockquote><p>“Dia emmang sengaja emnyerahkan diri kepada belanda. Orang yang turut dengan belanda memang sapi. Dia bukan manusia.” </p></blockquote><p>Sami mencemooh dan memfitnah ayah di depan para tetangga.</p></li><li><p>Adik-adik</p><p>a. berbakti: bukti adik adik berbakti ada di halaman 25 saat adik keempat contohnya bisa menjawab pertanyaan tokoh aku mengenai kesehatan bapak. Ini membuktikan bahwa adik-adik benar benar menjaga bapak ketika tokoh aku, putra sulung tidak sedang ada di rumah. </p><blockquote><p>“sudah satu tube dimakan” </p></blockquote><p>ini berarti adik adiklah yang mengatur pola makan bapak.&nbsp;</p></li></ol><p><br></p><p><strong>LATAR</strong></p><ol><li><p>Latar tempat</p></li></ol><p>Awalnya tokoh aku merantau menjadi pegawai balai perpustakaan di kota rembang, lalu menaiki kereta api untuk pergi menuju Blora.&nbsp; Lalu untuk latar tempat berpindah pindah karena sempat di rumah sakit menjenguk ayah dan sempat juga di rmah saat ayah sudah boleh di rawat jalan dan dibawa kembali ke rumah berlokasi di blora.</p><ol start="2"><li><p>Latar waktu</p><p>latar waktu yaitu pasca kemerdekaan yang menyulitkan. Karena tokoh ayah adalah orang yang memerjuangkan kemerdekaan itu sebelum akhirnya jatuh sakit. yaitun pada halaman 102 seorang tamu berkata, </p><blockquote><p>“Tapi kala kemerdekaan telah tercapai, mereka itu sama. berebutan gedung dan kursi"</p></blockquote></li><li><p>Latar suasana</p><p>a. Latar suasana di awal penuh penyesalan. Ini ditunjukkan di halaman 8, </p><blockquote><p>“Dan berjanjilah aku dalam hati: aku harus memperbaiki kelancanganku”&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p></blockquote><p>b. Dilanjutkan dengan suasana&nbsp;ketakutan dan kekhawairan terhadpa kondisi ayah yang sedang kritis. Ditunjukkan pada halaman 33 yang mengulang pertanyaan yang sama sebanyak 4 kali, </p><blockquote><p>“Bagaimana kesehatan bapak sekarang.” </p></blockquote><p>Pertanyaan sengaja dibuat repetitif untuk menaknkan rasa panik dan khawatir. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;c. Dan latar suasana di akhir semua sedih tetapi dibalut dengan usaha untuk ikhlas. Ini ditunjukkan saat banyak teman lama yang suka berjudi datang melayat. Misalnya di halama 94, </p><blockquote><p>“Kasihan, waktu dia sehat, selalu kita cari cari dia untuk melengkapi perjudian. Waktu dia sakit, tak ada seorangpun di antara kita datang menengok.” </p></blockquote><p>Ini bentuk sentilan karena sudah melupakan kawan lama. </p><p>Lalu ketika tokohg aku berusaha tegar pada halaman&nbsp; 91, </p><blockquote><p>“Biarlah adikku,. Semua itu sudah terjadi.” </p></blockquote><p>Ini bertolakbelakang dengan reaksi tokohh aku yang menangis tersedu sedan kehilangan tokoh ayah. Tokoh aku berusaha kuat di depan adi adiknya.</p></li></ol><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2614999582/c1b92e61dcb4c0ed16f563aa137cc9de/bukan_pasarmalam_foto.jpg" />
         <pubDate>2025-01-01 11:41:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278064219</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278070803</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>ALUR</strong></p><ol><li><p>Campuran</p><p>Alur dalam novel ini menggunakan alur campuran yaitu perpaduan antara alur maju dan alur mundur</p></li><li><p>Alur maju </p><p>digunakan saat ingin menceritakan kondisi kesehatan ayah yang semakin lama semakin baik dan ada pula waktu saat kondisi kesehatan ayah smeakin lama semakin buruk.&nbsp; contohnya di halaman 78 saat tokoh aku meminta izin kepada dokter untuk membawa pulang tokoh ayah dari rumah sakit ke rumah dan diperbolehkan. dalam hal ini kondisi kesehatan ayah berangsur angsur membaik dan tetap aman jika dipantau dari rumah.</p></li><li><p>alur mundur </p><p>sering digunakan untuk menceritakan masa lalu tokoh ayah. ataupun untuk menceritakan kondisi nenek di masa lampau. contohnya di halaman 68 saat adik bercerita, </p><blockquote><p>“ tapi mulutnya yang menciut kejang-ya, aku lihat waktu ia mandi- itulah, mas itulah yang selalu terbayang oleh ingatanku.” </p></blockquote><p>jelas adik saat memberitahu detik detik kematian nenek di rumah.&nbsp;</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>KONFLIK</strong></p><ol><li><p>Konflik fisik</p><p>konflik yang melibatkan kontak fisik&nbsp; contohnya di halaman 63 saat adik menceritakan keadaan bapak. </p><blockquote><p>“Dan waktu ayah membuka matanya ayah telah dikurung oleh pasukan belanda dan ditodong pula.”&nbsp;</p></blockquote></li><li><p>Konflik batin</p><p>saat tokoh aku menyesal telah mengirimkan surat yang mempunyai isi yang kasar bagi ayah. contohnya di halaman 9 saat tokoh aku melawan batin nya sendiri, </p><blockquote><p>“Surat pedas yang kukirimkan dahulu, mengakibatkan perrasaan berdosa dalam dadaku.” </p></blockquote><p>karena tokoh aku salah mengira.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>GAYA BAHASA</strong></p><p>LIMITASI </p><p>A. Ada beberapa penggunaan kata yang perlu dicek ke KBBI karena asing di telinga awam karena ini menyangkut tentang keaddaan ekonomi dan sosial politik pada latar waktu kejadian.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; </p><p>B. adapun penulis membuat tokoh aku terkesan tidak konsisten dalam memanggil ayah. Ini selalu berkisar antara pemanggilan aayah atau bapak</p><p><br/></p><p>REPETITIF</p><p>sering terdapat pengulangan pertanyaan atau pengulangan istilah, ini bagus untuk menekankan makna ynng ingin disampaikan. Namun, ini terlalu sering ditemukan di novel Bukan Pasarmalam</p><p> </p><p>MUDAH DIPAHAMI &amp; SUDUT PANDANG</p><p>bahasa baku sehari-hari yang mudah dipahami membuat pembaca sedikit demi sediit dapat memosisikn diri sebagai tokoh aku, terlebih lagi karena ini menggunakan sudut pandang orng pertama.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-01 12:09:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278070803</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Catatan setelah membaca Orang-Orang Proyek</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278071224</link>
         <description><![CDATA[<p>Judul: Orang-Orang Proyek</p><p>Penulis: Ahmad Tohari</p><p>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)</p><p>Deskripsi: 227 halaman, 21 cm</p><p><br></p><p>Unsur Intrinsik</p><p>a) Tema</p><p>Novel ini mengangkat tema maraknya KKN atau korupsi, kolosi, dan nepotisme. Ini ditunjukkan melalui banyaknya pemotongan anggaran proyek dan ketidakjujuran pekerja dalam memasok bahan bangunan.</p><p><br></p><p>b) Alur</p><p>Tohari menggambarkan kerusuhan proses dalam membuat proyek jembatan dengan menggunakan alur maju. Beberapa contoh alur maju antara lain:</p><p>"Besok Dalkijo datang. Dan menunggu hari esok rasanya seperti menunggu gumpal kekecewaan yang kian pekat," di halaman 216. Ini menjunjukkan alur maju karena membicarakan mengenai waktu esok hari.</p><p><br></p><p>c) Tokoh</p><ul><li><p>Kabul</p></li><li><p>Wati</p></li><li><p>Dalkijo</p></li><li><p>Tarya</p></li><li><p>Tante Ana</p></li><li><p>Basar</p></li></ul><p><br></p><p>d) Penokohan</p><ul><li><p>Kabul: pekerja keras, jujur, dan pantang menyerah.</p></li><li><p>Wati: Sensitif, rajin, lemah lembut.</p></li><li><p>Dalkijo: sombong</p></li><li><p>Tarya: Sederhana,</p></li><li><p>Tante Ana: Humoris</p><p>Setiap Tante Ana datang, teman-teman yang lain saling memperhatikan</p></li><li><p>Basar: Bijak</p></li></ul><p><br></p><p>e) Latar</p><p>Latar yang dugunakan dalam Novel Orang-Orang Proyek adalah di pedesaan. Di pedesaan tersebut sedang diadakan proyek pembangunan jembatan.</p><p><br></p><p>f) Sudut pandang</p><p>Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga. Tohari selalu menggunakan nama untuk mendeskripsikan alur cerita. Tohari tidak menggunakan kata 'aku' untuk melanjutkan jalan cerita.</p><p><br></p><p>g) Gaya bahasa</p><p>Gaya bahasa yang digunakan adalah campuran antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa logat Banyumasan. Hal ini dipengaruhi pula oleh latar belakang Ahmad Tohari yang merupakan penulis kelahiran Banyumas.</p><p><br></p><p>Unsur Ekstrinsik</p><p>a) Latar belakang penulis</p><p>     Ahmad Tohari selalu tertarik dengan kehidupan di lapangan konstruksi. Tempat-tempat kerja yang gersang, atmosfer kerja yang intens, dan relasi antarpribadi yang unik semuanya menarik perhatian Tohari. Perjalanan panjang sebagai staf redaktur di Harian Merdeka dan pengalaman langsung di lapangan konstruksi telah membantu beliau mengumpulkan inspirasi. </p><p>     Ingatan masa lalu tentang peristiwa-peristiwa besar di Indonesia, seperti tragedi '65, telah meninggalkan bekas yang dalam dalam jiwa Tohari. Masyarakat yang tadinya harmonis menjadi terpecah-pecah, dan rezim yang otoritarian mengubah kehidupan rakyat jelata, semua telah menjadi subjek yang menarik bagi Tohari. Novel-novel sebelumnya seperti "Ronggeng Dukuh Paruk" telah membuktikan bahwa Tohari tidak takut menghadapi tema sensitif dan kompleks.</p><p>     Novel Orang-Orang Proyek lahir dari pengalaman-pengalaman nyata dan perjuangan manusia dalam menghadapi kesulitan. Ini adalah kritik terhadap rezim yang otoritarian dan penggambaran kekuatan manusia dalam menghadapi tantangan bersama-sama.</p><p>     Dengan demikian, novel “Orang-Orang Proyek” bukan hanya kisah tentang proyek konstruksi, tapi juga tentang spirit dan kekuatan manusia dalam menghadapi zaman yang sulit. Semoga kisah ini dapat memberikan wawasan baru bagi pembaca tentang bagaimana manusia dapat bekerja sama dan menghadapi tantangan bersama-sama.</p><p>BAGIAN PERTAMA</p><p>     Cerita diawali oleh Ahmad Tohari dengan mendeskripsikan kegiatan memancing Pak Tarya. Pak Tarya adalah seorang pensiunan kantor penerangan. </p><p>     Dilanjutkan dengan perbincangan santai bersama Kabul, tokoh utama. Kabul adalah seorang insinyut, pelaksana pembangunan jembatan. Hal ini mencerminkan bagaimana sifat Kabul yang tidak gengsi untuk bergaul dengan masyarakat di sekitar jembatan. </p><blockquote><p>     "Ah, saya malu. Saya kan hanya tukang mancing dan Anda insinyur, pelaksana pembangunan jembatan. Kok Anda mau ngumpul dengan saya di tempat yang kurang pantas ini?""Pagi ini Sungai Cibawor kelihatan letih"</p></blockquote><p>Ahmad Tohari sangat lihai dalam penulisan gaya deskriptif</p><p>    </p><blockquote><p>     "Eh, cerita yang lain, Mas. Saya tergoda untuk bertanya, mengapa pagi ini Anda berada di sini? Bukankah tempat ini hanya pantas didatangi tukang mancing seperti saya?"</p></blockquote><p>Terlihat bagaimana Pak Tarya membangun benteng tinggi sebagai sekat antara status sosial Kabul dengan dirinya.</p><p>LATAR SEBELUM PEMILU 1992 </p><blockquote><p>"Penguasa yang punya proyek dan para pemimpin politik lokal menghendaki jembatan itu selesai sebelum Pemilu 1992. ..."</p></blockquote><blockquote><p>"Tapi, Mas Kabul, banjir adalah urusan alam. Jadi, buat apa disesali dan dibuat sedih?"</p></blockquote><blockquote><p>"Kerugian seharusnya bisa dihindarkan dari awal menunggu musim kemarau. ..." </p></blockquote><p>Menunjukkan bahwa Kabul jujur tidak seperti teman-temannya.</p><blockquote><p>"... Saya juga bisa menebak , tidak semua teman sampeyan kini sedih. Karena, kerugian akibat banjir itu bisa dijadikan alasan untuk meminta biaya tambahan. ..."</p></blockquote><blockquote><p>"...Tapi bagaimana meyakinkan Pak Tarya bahwa aku tidak ingin seperti mereka?"</p></blockquote><p>Pak Tarya berusaha melihat Kabul sebagai orang proyek yang jujur. Namun, masih tetap skeptis. </p><blockquote><p>"...Sorot matanya terasa memancarkan kesederhanaan. Atau kesejatian. Ah, nanti dulu, toh dia bagian dari mereka, orang-orang proyek!"</p></blockquote><p>Pak Tarya ternyata menyimpan luka masa lallu mengenai kematian ayahnya di masa penjajahan. </p><blockquote><p>"Ayah Pak Tarya, guru sekolah desa, mencoba meyakinkan para pemuda pejuang agar mereka tidak meledakkan jembatan itu. Menurut nya jembatan diledakkan akan menghasilkan kerugian lebih banyak daripada keuntungan."</p></blockquote><p><br></p><blockquote><p>"Karena sikapnya itu, Ayah Tarya dianggap sebagai kolaborator Belanda. Ayah Pak Tarya ditembak mati oleh para pemuda yang dicintainya di tubir jembatan yang kemudian mereka ledakan."</p></blockquote><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2614999582/c8a223e12c9b732a5b28f1ffe74eb803/oop_foto.avif" />
         <pubDate>2025-01-01 12:11:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278071224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Catatan setelah membaca Semua untuk Hindai</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278071743</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>LATAR BELAKANG</p><p>Iksaka Banu menulis 13 cerita pendek di Buku "Semua untuk hindia". Keseluruhan cerita cenderung menjadikan kulit putih sebagai tokoh protagonis. Bukan tanpa alasan.</p><p>Beliau ingin Bangsa Indonesia membuka mata bahwa Belanda tidak selamanya buruk. Belanda juga punya kaum marjinal di kala itu. Buku ini harus kita kenang sebagai bagian dari sejarah dan bukti perjuangan para pahlawan.</p><p><br></p><p>Pilihlah stu judul dan gambarkan tokoh utama dalam konteks sosial dan budaya pada cerita tersebut</p><p>Satu judul : Mawar di Kanal Macan</p><p>TOKOH UTAMA</p><p>Letnan Jan Nicholas Dapper = Seseorang yang dianggap sebagai Pahlwan Batavia karena telah sukses menggagalkan dua serangan dari Kerajaan Mataram. Ia memiliki hubungan romansa terlarang dengan Adelheid Ewald.</p><p>SIFAT</p><p>Rendah hati -&gt; Tercermin saat Roelf dan seisi bar hendak bersulang atas keberhasilan Dapper. Namun, segera ditolak oleh Dapper.</p><blockquote><p>"Roelf, sudahlah. Ini benar-benar tidak perlu". Dirinya juga menyangkal sebutan Pahlawan Batavia yang diberikan oleh Roelf."</p></blockquote><p>Lagipula sebutan tadi salah alamat. Menurutku semua penduduk Batavia kala itu adalah pahlawan". Kemudian ia menganggap pencapaian ini adalah, </p><blockquote><p>"Kuasa Tuhan semata".</p></blockquote><p>Bijak -&gt; Ketika Roelf menendang kisah specx dan Cortenhoeff dari sudut pandang pengadilan dan mengeluarkan umpatan bagi Cortenhooff, Dapper justru membela Cortenhoeff.</p><blockquote><p>"Mungkin dia keparat tetapi bukankah begitu hidup ini, Pak, bu?"</p></blockquote><p>Cinta dan norma sosial kerap berjalan tak seiring karena gesekan fitnah, terutama di kota sesibuk Batavia ini.</p><p>Tidak Punya Pendirian : Meski Dapper membela Cortenhoeff, dirinya tidak bisa mencontoh Cortenhoeff yang dengan gamblang menyatakan cintanya kepada Specx. Hal ini terlihat ketika Dapper berusaha menyudutkan Aalt.</p><blockquote><p>"Apakah kau juga sedang berusaha mengatakan bahwa yang kita lakukan ini benar?".</p></blockquote><p>Dapper lanjut menyatakan bahwa ia dan Aalt tidak bisa bersama.</p><blockquote><p>"Dengar, Aalt, kita boleh menyebut hubungan ini cinta. Tapi di mata mereka, ini tetap skandal. Meski sudah 7 tahun tinggal sendiri di istanamu, engkau masih Nyonya Ewald".</p></blockquote><p>Dapper tidak bisa menjawab ketika Aalt bertanya,</p><blockquote><p>"Jadi apa maumu?"</p></blockquote><p>Justru Dapper memberi Aalt bingkisan biru dan sebuah surat.</p><p>Hal ini kontras dengan pesan terakhir Dapper yang menyatakan bahwa dirinya juga ingin menikah dengan Aalt.</p><blockquote><p>"..., siapa tahu, dengan dukungan nasib dan tanpa harus berbuat keji, kami bisa bersatun dalam ikatan perkawinan resmi". </p></blockquote><p>Padahal beberapa bulan lalu di Hindu, mereka berdua sudah menyelesaikan seluruh hubungan asmara.</p><p><br></p><p>ADELHEID EWALD</p><p>Seseorang yang kaya yang mempunyai istana di Delft. Ia merupakan istri dari Ewald. Namun, menjalani hubungan asmara dengan mantan tebtara bernama Dapper.</p><p>SIFAT</p><p>Pandai mengelabuhi -&gt;Aalt datang ke bar milik Roelf dengan menyamar sebagai seorang pria.</p><blockquote><p>"... Sarung tangan dan topi lebarnya tetap dikenakan meski di dalam ruangan. Di sekeliling leher, kerah putih yang berenda pada keempat sisinya tampak dikaji sempurna. Lurus, kaku, dan lebar"</p></blockquote><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2614999582/3926d3ccb3f612abce6c81e5c3a8a996/suh_foto.jpeg" />
         <pubDate>2025-01-01 12:13:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278071743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Catatan setelah membaca Tartuffe</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278072751</link>
         <description><![CDATA[<p>Molière adalah seorang penulis drama terkenal dari Prancis yang hidup pada abad ke-17. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh terbesar dalam dunia teater dan komedi. Karyanya sering mengangkat kehidupan masyarakat dengan cara yang lucu namun penuh makna, serta mengkritik kebiasaan dan sifat manusia. Beberapa karyanya yang terkenal adalah <em>Tartuffe</em> dan <em>The Misanthrope</em>. Molière tidak hanya menulis, tetapi juga berperan dalam pementasan dramanya, menjadikannya figur penting dalam perkembangan teater modern.</p><p><br></p><p><strong>Tema: Kemunafikan</strong><br>Tartuffe berpura-pura menjadi sosok religius dan bermoral tinggi, tetapi sebenarnya ia licik dan penuh kepalsuan.</p><blockquote><p><br><em>"Aku bukan manusia yang cinta dunia. Semua yang aku miliki hanyalah milik Tuhan."</em><br></p></blockquote><p>Kalimat ini menunjukkan bagaimana Tartuffe berusaha terlihat suci, padahal niatnya adalah menguasai harta dan merusak keluarga Orgon.</p><p><br></p><p><strong>Penokohan:</strong></p><ol><li><p>Madame Pernelle – Sosok yang keras kepala dan mudah tertipu.</p><blockquote><p><br><em>"Kalian semua terlalu banyak bicara! Kalian butuh orang seperti Tartuffe untuk mengajarkan moral!"</em></p></blockquote><p>Menunjukkan betapa ia membela Tartuffe meski keluarganya sudah menyadari kebusukan Tartuffe.</p></li><li><p>Elmire – Cerdas dan penuh perhitungan. Ia berusaha mengungkap kemunafikan Tartuffe.</p><blockquote><p><br><em>"Jangan khawatir, aku punya cara untuk membuka kedoknya."</em></p></blockquote><p>Elmire menggunakan kecerdikannya untuk menjebak Tartuffe.</p></li><li><p>Dorine – Pelayan yang tajam dan berani mengkritik majikannya.</p><blockquote><p><br><em>"Orang yang suci tidak perlu memamerkan kesuciannya sepanjang waktu."</em></p></blockquote><p>Dorine sering memberikan komentar sarkastik yang membongkar kemunafikan Tartuffe.</p></li><li><p>Damis – Pemarah dan impulsif, tidak sabar dalam menghadapi Tartuffe.</p><blockquote><p><br><em>"Ayah, bagaimana kau bisa tertipu oleh orang seperti itu?"</em><br></p></blockquote><p>Damis secara langsung menuduh Tartuffe, tetapi hal ini justru membuat Orgon marah padanya.</p></li><li><p>Cléante – Rasional dan bijaksana, sering menjadi suara akal sehat.</p><blockquote><p><br><em>"Orang yang benar-benar suci tidak akan pernah memamerkan kebajikannya."</em><br></p></blockquote><p>Cléante adalah antitesis dari Tartuffe dan sering memberikan nasihat kepada Orgon.</p></li></ol><p><strong>Latar</strong></p><ol><li><p>Latar tempat<br>Sebagian besar terjadi di rumah Orgon.</p><blockquote><p><br><em>"Rumah ini milik keluarga kami, tetapi seolah menjadi milik Tartuffe."</em></p></blockquote><p>Menunjukkan dominasi Tartuffe dalam rumah tangga Orgon.</p></li><li><p>Latar waktu<br>Sekitar abad ke-17 di Prancis, di tengah kehidupan keluarga borjuis.</p></li><li><p>Latar suasana<br>Penuh ketegangan dan kecemasan karena kemunafikan Tartuffe perlahan menguasai keluarga Orgon.</p></li></ol><p><strong>Alur</strong></p><p>Alur maju – Cerita berkembang secara kronologis dari kedatangan Tartuffe hingga pengungkapan kedoknya.</p><p><br></p><p><strong>Konflik:</strong></p><p>Konflik utama adalah antara Orgon yang dibutakan oleh kemunafikan Tartuffe dan keluarganya yang berusaha membuka matanya.</p><blockquote><p><br><em>"Ayah, kau akan kehilangan segalanya jika terus memercayainya!"</em></p></blockquote><p>Menunjukkan ketegangan dalam keluarga akibat sikap Orgon.</p><p><br></p><p><strong>Gaya Bahasa</strong></p><p>Molière menggunakan banyak ironi dan sarkasme untuk menonjolkan kebodohan dan kemunafikan.</p><blockquote><p><br><em>"Orang suci seperti Tartuffe tidak mungkin salah. Jika ia mengambil hartamu, itu demi keselamatan jiwamu."</em><br></p><p><br></p></blockquote><p>Sarkasme ini memperlihatkan betapa absurdnya pengaruh Tartuffe.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2614999582/aca199197e8460c9a5fccaa841f051de/tartuffe_cover.jpeg" />
         <pubDate>2025-01-01 12:17:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278072751</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Catatan setelah membaca Kronik Betawi</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278074509</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Latar Belakang Penulis</strong></p><p>Ratih Kumala adalah penulis asal Jakarta yang sering mengangkat tema budaya dan sejarah Indonesia dalam karyanya. Ia dikenal melalui novel-novel seperti <em>Gadis Kretek</em> dan <em>Kronik Betawi</em>.</p><p><br/></p><p><strong>2. Tema</strong></p><p>Tema utama adalah perubahan sosial dan budaya masyarakat Betawi di tengah modernisasi.</p><p><br/></p><p><strong>3. Penokohan</strong></p><p>a. Mak Siun – Tetua yang keras kepala dan menjaga tradisi.</p><p><strong>b</strong>. Fatimah – Perempuan muda yang kritis dan berpikiran maju.</p><p>c. Haji Ali – Tokoh religius yang terkadang sombong.</p><p>d. Bapak Lurah – Pemimpin kampung yang pragmatis dan sering berpihak pada pemodal.</p><p><br/></p><p><strong>4. Latar</strong></p><p>a. Latar Tempat<strong>:</strong> Kampung Betawi di Jakarta.</p><p>b. Latar Waktu<strong>:</strong> Era modern, sekitar 2000-an.</p><p>c. Latar Suasana<strong>:</strong> Nostalgia, penuh ketegangan antara tradisi dan modernisasi.</p><p><br/></p><p><strong>5. Alur</strong></p><p>Alur maju-mundur, dengan kilas balik ke masa lalu untuk menunjukkan perubahan kampung Betawi.</p><p><br/></p><p><strong>6. Konflik</strong></p><p>Konflik antara warga yang ingin mempertahankan tradisi dan pihak luar yang mendorong modernisasi.</p><p><br/></p><p><strong>7. Gaya Bahasa</strong></p><p>Bahasa sederhana dengan banyak dialog khas Betawi, memperkuat kesan autentik dan memperdalam nuansa lokal.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2614999582/8b1569027f46879dbc05d2b451265030/kronik_betawi_cover.jpeg" />
         <pubDate>2025-01-01 12:25:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3278074509</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TUGAS INDO A</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3518434055</link>
         <description><![CDATA[<p>Tulislah 3-5 hal yang sudah kamu kuasai dalam pembelajaran Indonesian A. Tuliskan faktor-faktor apa saja yang membuatmu berhasil! Apa yang sudah kamu lakukan sehingga kamu bisa menguasai hal tersebut?</p><p><br/></p><ol><li><p>Pengertian dan Cara Menggunakan Majas</p><p>Setiap kelas bahasa Indonesia, MIss Alvit bersama kami selalu membahas mengenai novel, cerpen, film, iklan, dan karya sastra maupun nonsastra lainnya. Dalam pembelajaran tersebut, kami selalu menyelpkan pembelajaran mengenai majas majas. Contohnya adalah penggunaan majas ironi, simile, dan metafora.</p></li><li><p>Tata bahasa dan penulisan yang benar</p><p>Kami juga membuka masing-masing contoh analisis dari kakak kelas maupun dari teman sekelas. Kami mencari kesalahan kemudian membenarkan tata bahasa yang masih salah. Lalu kami juga mengapresiasi penulisan dan tata bahasa yang sudah baik serta benar.</p></li><li><p>Analisis yang kritis</p><p>Setelah kami menyelesaikan suatu buku bacaan, kami serentak melakukan pembahasan dan menganalisis buku tersbeut. analisis ini hadir dengan pertanyaan apa, kenapa, di mana, bagaimana, dan kapan. mempertanyakan hal-hal kecil sampai besar yang daapat dianalisis.</p><p><br/></p></li></ol><p>Tulislah 3-5 hal yang masih perlu kamu tingkatkan dalam pembelajaran Indonesian</p><p>A. Faktor apa yang menghambatmu prosesmu untuk menguasai hal tersebut?</p><ol><li><p>interpetasi soal</p><p>saat progress test yang lalu saya menyalahartikan kartun politik yang ada. seharusnya itu menyindir politikus, tetapi saya mengartikan sebagai sindiran bagi rakyat. yang harus saya lakukan untuk memperbaiki kekurangan saya adallah dengan terus menerus mengasah logicla thinking, analisis, dan pemikiran kritis saya. salah satu caranya adalah dengan seirng membaca kartun politik, membaca berita terbaru, dan menonton berita yang relevan. </p></li><li><p>manajemen waktu</p><p>saya merasa ketika sedang mengerjakan analisis soal bahaasa indonesia, saya memiliki kesulitan dalam mengatur waktu outlining serta analisis. iini karena di awal saya selalu merasa masih memiliki bnanyak waktu, tetapi nyatanya tidak. sayaa harus terus banyak berlatih analisis soal lagi, semisal satu minggu sekali.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-14 03:09:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3518434055</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ringkasan</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610680091</link>
         <description><![CDATA[<p>ISU UTAMA</p><p>Naskah drama berjudul Tartuffe memiliki isu utama berupa</p><p>- Kemunafikan.</p><p>- Penyalahgunaan fanatisme agama untuk mendapatkan kekuasaan dan kekayaan.</p><p>Ini dibuktikan melalui dialog Nyonya Pernelle dan Orgon yang memuja Tartuffe secara berlebihan.</p><p>Bukti:</p><blockquote><p>"Beliau orang yang baik hati, yang perlu didengarkan, dan tanpa menjadi murka, tak tahan aku melihat dia ditegur oleh orang sinting sepertimu".</p></blockquote><blockquote><p>Nyonya Pernelle halaman 6</p></blockquote><p>Nyonya Pernelle berusaha membela Tartuffe.</p><p><br/></p><blockquote><p>"Demi Tuhan! Pasti jauh lebih baik keadaannya. Seandainya semua diatur menurut perintah dia yang saleh!".</p><p>Nyonya Pernelle halaman 7</p></blockquote><p>Pemilihan diksi saleh, yang merujuk pada sifat Tartuffe, setidaknya menurut pandangan Nyonya Pernelle. </p><p><br/></p><blockquote><p>"Saudaraku, kau pasti terpukau bila mengenal dia". </p><p>Orgon, halaman 23</p></blockquote><p>Orgon berusaha membela Tartuffe di hadapan Cleante. </p><p> </p><p>- Penyalahgunaan agama untuk kepentingan pribadi</p><p>Ini dibuktikan melalui: </p><p>a) Aksi Tartuffe yang mendekati Elmire</p><blockquote><p>"Meraba pakaian Anda, kainnya lembut".</p><p>Tartuffe, halaman 84</p></blockquote><p>Ini membuktikan bahwa cara Tartuffe mendekati Elmire sangat tidak sopan, yaitu dengan menyentuh area privat seperti paha bagain atas, tanpa konsen dan izin dari Elmire. </p><p><br/></p><p>b) Tartuffe memanipulasi Orgon dan mengambil harta Orgon</p><p><br/></p><p>- Isu patriarki, yaitu dominasi laki-laki.</p><p>a) Keputusan tersentralisasi pada Orgon, seperti saat keputusan membawa Tartuffe menjadi pendeta pribadi di rumah. </p><p>b) Keputusan Orgon untuk menikahkan Marianne dengan Tartuffe</p><p>c) Keputusan Orgon untuk mengusir Damis</p><p><br/></p><p>- Isu patriarki, yaitu suara perempuan yang tidak didengarkan.</p><p>a) Pertengkaran Elmire dengan Orgon bahwa Tartuffe telah menggoda Elmire. Pada akhrinya Elmire tidak didengarkan, Orgon tidak percaya dengan istrinya sendiri.</p><p>b) Pertengkaran Orgon dengan Marianne. Marianne tidak ingin dinikahkan dengan Tartuffe karena sudah memiliki kekasih bernama Valerie. Namun, Orgon tidak mendengarkan permintaan Marianne.</p><p><br/></p><p>- Isu patriarki, yaitu cara penulis menyajikan perbedaan kehadiran laki-laki dan perempuan.</p><p>a) Damis digambarkan lebih vokal, berani menyuarakan pendapat, walaupun pada akhirnya diusir dari rumah.</p><p>b) Marianne digambarkan lebih pasif, patuh, dan tidak mengelak perintah.</p><p><br/></p><p>- Isu mobilitas sosial melalui citra yang religius</p><p>a) Tartuffe dinaikkan derajat sosialnya oleh Orgon. Tartuffe awalnya merupakan orang rohaniawan pinggir jalan, sekarang menjadi rohaniawan yang mengabdi di rumah bangsawan bernama Orgon.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 05:15:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610680091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TOKOH PENTING DAN KARAKTERNYA</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610748113</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Orgon = bangsawan yang fanatik agama, immoral, pembuat konflik dalam keluarga, </p></li><li><p>Tartuffe = oportunis, merasa paling suci atau sok suci, dan munafik. Dapat diketahui dari perspektif orang lain </p><p>a) perspektif positif dari Orgon</p><p>b) Perspektif positif dari Nyonya Pernelle</p><p>c) perspektif negatif dari Dorine</p><p>d) perspektif negatif dari Cleante</p><p>e) perspektif negatif dari Elmire</p></li><li><p>Elmire = berani, cerdik, rasional.</p><p>Ini ditunjukkan melalui aksi membongkar kemunafikan Tartuffe langsung di depan Orgon</p></li><li><p>Dorine = Rasional, berani, vokal, frontal.</p><p>Ini ditunjukkan melalui dialog dan perkataan Dorine yang sering menyela, menggunakan majas sinisme, tidak sopan, dan ironi.</p><p>Ironi tokoh Dorine di sini adalah karena Dorine merupakan seorang pelayan yang seharusnya patuh-patuh saja. Namun, pada kenyataannya Dorine merupakan orang yang lebih rasional daripada majikannya, yaitu Orgon dan Nyonya Pernelle.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 06:03:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610748113</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LATAR TEMPAT DAN ISU</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610761851</link>
         <description><![CDATA[<p>Latar waktu dari naskah drama berjudul Tartuffe ini adalah pada abad ke-17. Sementara latar tempat yang digunakan adalah di negara Prancis.</p><p>Lebih lanjut, latar dapat digambarkan secara lebih sempit sebagai berikut.</p><ol><li><p>Rumah Orgon</p><p>Berdasarkan seluruh dialog dan aksi yang terjadi di Rumah Orgon, dapat dilihat bahwa Orgon memiliki kuasa penuh atas rumahnya. Pemilihan latar tempat rumah Orgon menjadi sebuah bentuk penggambaran dari kekuasaan dan kekuatan. Oleh karena itu ketika Tartuffe berusaha untuk merebut rumah Orgon, ini dapat diartikan bahwa Tartuffe ingin mengambil kekuasaan dan kekuatan Orgon.</p></li><li><p>Kaitkan dengan konteks Prancis pada abad ke-17.</p><p>Apabila ditelusuri lebih dalam, Orgon merupakan representasi dari Raja Prancis, Raja Louis yang diambil kekuasaannya oleh orang-orang gereja. Ini karena saat itu orang-orang Gereja memiliki kekuasaan tertinggi. Dalam hal ini Tartuffe digambarkan sebagai representasi dari orang-orang gereja. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 06:12:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610761851</guid>
      </item>
      <item>
         <title>simbol</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610771299</link>
         <description><![CDATA[<p>Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, terdapat simbolisme dalam latar tampat dan waktu, konflik gereja abad ke-17, khususnya di Prancis. </p><p>Adapun, simbol pada sampul buku Tartuffe. </p><p>-terdapat gambar ular, ini mengindikasikan tipu daya dan saling terperdaya satu sama lain</p><p>-terdapat gambar merpati= ini mengacu pada aksi Orgon yang menjodohkan Tartuffe dengan Marianne. Merpati juga menyimbolkan kebaikan dan cinta kasih. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 06:19:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610771299</guid>
      </item>
      <item>
         <title>konsep agama</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610772975</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada naskah drama berjudul Tartuffe, konsep agama dibawakan secara fanatik. Ini dibuktikan saat Tartuffe menjadikan agama sebagai alat untuk memenuhi kepentingan pribadi. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 06:20:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610772975</guid>
      </item>
      <item>
         <title>dialog</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610775039</link>
         <description><![CDATA[<p>Dialog merupakan interaksi yang sangat dominan pada naskah drama Tartuffe. Dialog dalam hal ini berfungsi untuk menjelaskan sifat karakter, interaksi antar tokoh, melihat kontras perspektif dan tokoh, respons antara tokoh, dan menyoroti pemikiran atau karakterisasi dari tokoh tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 06:22:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610775039</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALUR PROGRESIF</title>
         <author>bungafitri</author>
         <link>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610775629</link>
         <description><![CDATA[<p>Alur progresif atau alur maju memiliki struktur sebagai berikut</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 06:22:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bungafitri/IndoAHLBunga/wish/3610775629</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
