<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Review 3.1 by AI TUTI ALAWIYAH</title>
      <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-07-02 07:20:52 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-14 10:26:22 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Syifa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167079083</link>
         <description><![CDATA[<p>4 paradigma dalam pengambilan keputusan merupakan acuan maupun sebuah panduan yang dapat membantu kita dalam memahami serta menyelesaikan situasi dimana kita dihadapkan pada dilema etika. Paradigma ini mengidentifikasi empat jenis konflik nilai yang sering muncul dalam pengambilan keputusan, sehingga kita dapat menganalisis situasi dengan lebih baik dan memilih tindakan yang paling tepat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-13 23:07:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167079083</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syifa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167080506</link>
         <description><![CDATA[<p>Contoh Penerapan Berpikir Berbasis Hasil Akhir</p><p>Saya, sebagai seorang guru ingin meningkatkan kemampuan berbicara anak-anak di kelas saya dengan tujuan akhir anak-anak sudah mampu berkomunikasi dengan orang di sekitarnya secara jelas dan percaya diri. Maka pengambilan keputusan yang saya ambil adalah saya merancang berbagai aktivitas seperti bercerita, menyanyi, dan drama untuk merangsang anak-anak berbicara. Rancangan tersebut saya integrasikan dengan pembelajaran di kelas. Selain itu, saya  juga senantiasa berusaha menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berekspresi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-13 23:11:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167080506</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syifa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167081805</link>
         <description><![CDATA[<p>Salah satu cara yang bisa saya lakukan untuk memastikan bahwa Keputusan yang sudah saya buat itu tepat adalah pada proses pengambilan Keputusan tersebut saya menerapkan Langkah-langkah pengambilan dan pengujian Keputusan terlebih dahulu. Sehingga keputusan yang saya ambil tidak lagi membuat saya ragu karena sudah melalui pengujian benar atau salah dan didukung fakta-fakta yang relevan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-13 23:13:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167081805</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Agus Mulyana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167374574</link>
         <description><![CDATA[<p>4 paradigma dilemma etika yaitu: individu lawan kelompok (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 03:06:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167374574</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Agus Mulyana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167387902</link>
         <description><![CDATA[<p>Pak Fendi adalah Guru SMK, Pak Fendi ini adalah Guru yang Aktif dan terkenal suka menolong disekolahnya. Beliau sering diminta tolong oleh teman-teman Guru dalam satu yayasan, hal itu terjadi karena Pak Fendi orang yang mudah dalam bergaul. Pada suatu hari ada Guru PAUD bernama Ibu Ida datang ke Pak Fendi, Beliau membutuhkan bantuan Pak Fendi yaitu ingin meminjam uang yang disebabkan adanya suatu kebutuhan yang mendesak dan berjanji akan membayar setelah Honor dari Sekolah Cair. Pak Fendi merasa kasihan dan meminjamkan sejumlah uang yang dibutuhkan oleh Bu Ida. Bu Ida berjanji untuk mengembalikan uang yang dipinjam setelah Honor Bulan Depan cair. </p><p>Akan tetapi setelah Honor cair Bu Ida belum juga mengembalikan tanggungannya kepada Pak Fendi. dikarenakan Pak Fendi juga membutuhkan Uang untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri maka pak Fendi berinisiatif untuk menanyakan kepada Bu Ida kapan pengembalian uang uang dipinjam tesebut akan dilakukan dan Bu Ida berkilah belum sempat menemui pak Fendi karena kesibukan. Bu Ida pun akhirnya meminta Nomor Rekening kepada Pak Fendi untuk Mentransfer uang yang dipinjamnya. Tentu saja Pak Fendi merasa senang karena Bu Ida akan mengembalikan uang yang dipinjamnya namun setelah mengecek M-Bangking belum ada dana yang masuk sampai hari ini. Setelah beberapa hari Pak Fendi bertanya lagi pada Bu Ida via WA kembali tetapi bu Ida berkilah lagi Mau mengembalikan Minggu Depan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 03:15:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167387902</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Agus Mulyana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167393151</link>
         <description><![CDATA[<p>Paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika pak Fendi yakni:</p><p>Rasa keadilan lawan rasa kasihan dimana atas dasar Peduli Pak Fendi membantu rekan sejawat untuk meminjamkan sejumlah uang, namun dalam tenggat waktu yang telah ditentukan, rekan sejawat tersebut tidak mengembalikan uang yang dipinjamnya</p><p>Pak Fendi merasa Kasihan jikalau tidak meminjamkan uang yang dibutuhkan oleh rekan sejawatnya, namun rekan sejawat tersebut tidak berlaku adil terhadap Pak Fendi dengan tidak mengembalikan uang sesuai waktu yang disepakati</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 03:19:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167393151</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nitapuspita04</author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167446769</link>
         <description><![CDATA[<p>Nita Puspita</p><p><strong>4 paradigma dalam pengambilan keputusan</strong> merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk menganalisis dilema etika yang sering muncul saat kita dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Paradigma ini membantu kita untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang sehingga keputusan yang diambil lebih bijaksana dan mempertimbangkan berbagai aspek yang relevan. diantara nya Individu vs. Masyarakat , Keadilan vs. Kasihan , Kebenaran vs. Kesetiaan , Jangka Pendek vs. Jangka Panjang</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 03:58:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167446769</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nitapuspita04</author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167453433</link>
         <description><![CDATA[<p>Nita Puspita </p><p>Contoh penerapan salah satu Pengambil keputusan yaitu <strong>Keadilan vs. Kasihan:</strong></p><ul><li><p><strong>Contoh:</strong> Seorang guru mengetahui bahwa salah satu muridnya sering mencontek dalam ujian. Guru tersebut tahu bahwa murid tersebut berasal dari keluarga kurang mampu dan sangat ingin mendapatkan nilai bagus. Dilema: Apakah guru harus memberikan sanksi kepada murid tersebut sesuai dengan aturan sekolah (keadilan), atau memberikan kesempatan kedua karena memahami kesulitannya (kasihan)?</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 04:05:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167453433</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nitapuspita04</author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167462912</link>
         <description><![CDATA[<p>Nita Puspita </p><p>Beberapa pendekatan lain untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil sudah tepat:</p><p><strong>1. Analisis SWOT:</strong></p><p><strong>2. Matriks Keputusan:</strong></p><p><strong>3. Konsultasi dengan Pakar:</strong></p><p><strong>4. Teknik Keputusan Berkelompok:</strong></p><p><strong>5. Introspeksi dan Evaluasi:</strong></p><p><br/></p><p>atau bisa juga jawaban nya : </p><ul><li><p><strong>Kumpulkan Informasi yang Relevan:</strong> Semakin banyak informasi yang Anda miliki, semakin baik pula keputusan yang dapat Anda ambil.</p></li><li><p><strong>Pertimbangkan Semua Alternatif:</strong> Jangan terpaku pada satu pilihan saja. Bandingkan berbagai opsi yang ada.</p></li><li><p><strong>Identifikasi Risiko:</strong> Setiap keputusan memiliki risiko. Pertimbangkan potensi konsekuensi positif dan negatif dari setiap pilihan.</p></li><li><p><strong>Konsultasikan dengan Orang Lain:</strong> Mendapatkan perspektif dari orang lain dapat membantu Anda melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda.</p></li><li><p><strong>Percayai Insting Anda:</strong> Terkadang, intuisi kita dapat menjadi panduan yang baik. Namun, jangan hanya mengandalkan perasaan semata.</p></li><li><p><strong>Buat Rencana Tindak Lanjut:</strong> Setelah mengambil keputusan, buatlah rencana untuk mengimplementasikannya dan evaluasi hasilnya secara berkala.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 04:14:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167462912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irwan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167604798</link>
         <description><![CDATA[<p>4 Paradigma dalam pengambilan keputusan adalah suatu Pola atau Model yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan sebagai berikut.</p><ol><li><p>Individu Vs Kelompok</p></li><li><p>Rasa Keadilan Vs Rasa Kasihan</p></li><li><p>Kebenaran Vs Kestiaan</p></li><li><p>Jangka Pendek Vs Jangka Panjang</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 05:38:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167604798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irwan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167646222</link>
         <description><![CDATA[<p>Contoh Penerepan satu Prinsip Pengambilan keputusan. (Berbasis Hasil Akhir).</p><p>Disekolah saya suatu hari datang beberapa perwakilan orangtua murid siswa kelas 1. Mereka menyampaikan bahwa guru kelas 1 "galak" selama mengajar di kelas, sering teriak-teriak saat menertibkan siswa. Kemudian orangtua mengeluhkan kurangnya respon di grup whatapp kelas. Diluar itu, guru kelas 1 tersebut memiliki kompetensi akademik yang baik dan metode mengajarnya pun kreatif dan inovatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 06:04:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167646222</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irwan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167676279</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada kasus yang saya alami sebelumnya, situasi dilema etika yang terjadi adalah individu vs kelompok serta prinsip berpikir yang saya lakukan adalah end based thinking, dimana keputusan yang saya ambil yang terbaik untuk kebanyakan orang. Dalam proses pengambilan keputusan dalam situasi dilema etika, saya melakukan 9 langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan. Dengan demikian saya yakin bahwa keputusan yang saya ambil sudah tepat atau sudah yang terbaik yang dilakukan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 06:23:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167676279</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aneng</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167739491</link>
         <description><![CDATA[<p>yang dimaksudkan dengan 4 paradigma dalam pengambilan keputusan adalah: individu lawan kelompok ( individual vs community); rasa keadilan lawan rasa kasihan ( justice vs mercy); kebenaran lawan kesetiaan ( truth vs loyality); dan jangka pendek lawan janngka panjang ( short term vs long term)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 06:56:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167739491</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aneng</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167794259</link>
         <description><![CDATA[<p>Contoh penerapan berpikir berbasis peraturan.</p><p>Pada akhir semester genap setiap akan di bagi rapot selalu diadakan rapat pleno kenaikan kelas, pada waktu itu dari Bk dan beberapa guru mengajukan 2 nama siswa kelas X dan XI untuk tidak naik kelas, hal ini dikarenakan catatan perilaku anak-anak tersebut tidak baik dan banyak pelanggaran aturan sekolah yang dilakukan. Terjadi perbedaan pendapat antara guru yang setuju dan yang tidak setuju siswa tersebut untuk tidak naik. diantaranya yang tidak setuju menyatakan bahwa anak-anak harus diberi kesempatan untuk memperbaiki dan bisa naik kelas, pendapat lain menyatakan bahwa kesalahan yang dilakukan dua anak tersebut sudah banyak diantaranya merokok, pembulian, kehadiran banyak yang alfa dan terakhir tawuran dengan sekolah lain. Keputusan yang kemudian diambil oleh kepala sekolah bahwa kedua anak tersebut naik kelas namun melanjutkan di sekolah lain ( naik usir)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:31:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167794259</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asep Sobarna</title>
         <author>asepsobarna67</author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167798900</link>
         <description><![CDATA[<p>4 Paradigma dalm pengambilan sebuah keputusan adalah sebuah pola yang terjadi pada dilema etika yaitu</p><p>;</p><ul><li><p>Individu lawan kelompok (individual vs community) </p></li><li><p>Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) </p></li><li><p>Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)</p></li><li><p>Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:34:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167798900</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Enung Mulyati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167800002</link>
         <description><![CDATA[<p>4 paradigma dalam pengambilan keputusan merupakan sebuah strategi terstruktur yang membantu kita memahami dan menyelesaikan situasi di mana kita dihadapkan pada dilema etika. Dilema ini seringkali muncul ketika nilai-nilai seperti keadilan, kasih sayang, kejujuran, dan kesetiaan saling bertentangan. Keempat paradigma ini memberikan sudut pandang yang berbeda dalam menghadapi situasi tersebut, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana, bertanggung jawab, dan membawa kebaikan bagi semua pihak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:35:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167800002</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aneng</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167800811</link>
         <description><![CDATA[<p>untuk memastikan bahwa itu adalah keputusan yanng tepat yang diambil sekolah yaitu ada beberapa pertimbangan:</p><ol><li><p>menegakkan peratran sekolah yang sudah disepakati bahwa setiap pelanggaran ada konsekuensinya dan apabila pelanggaran berat itu dikembalikan kepada orang tua</p></li><li><p>telah dilakukan home visit oleh walikelas dan BK serta mengundang orang tua anak tersebut ke sekolah pada saat setiap pelanggaran aturan dilakukan anak tersebut agar dilakukan pembinaan bersama oleh sekolah dan orang tua, jadi sekolah telah melakukan usaha sebelumnya u tuk memperbaiki karakter anak</p></li><li><p>dengan keputusan naik usir jadi win win solusi bagi anak dan sekolah dimana anak bisa melanjutkan ke tingkat selanjutnya dan sekolah menerapkan aturan sehingga menjadi pembelajaran bagi siswa yang lain untuk berfikir ulang kalau melakukan pelanggaran aturan sekolah</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:36:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167800811</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yulia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167805555</link>
         <description><![CDATA[<p>Pola pikir yang dapat membantu menentukan langkah dalam menghadapi masalah untuk mengambil putusan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:39:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167805555</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yulia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167814250</link>
         <description><![CDATA[<p>Contonya Berpikir Berbasis Rasa Peduli : Memberi kesempatan kepada murid untuk mengikuti study tour dengan mencicil biayanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:45:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167814250</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Enung Mulyati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167815690</link>
         <description><![CDATA[<p>Contoh penerapan pengambilan keputusan dengan prinsip "Berpikir Berbasis Rasa Peduli" (Care-Based Thinking) di sekolah:</p><p><br/></p><p><strong>Guru Menangani Siswa yang Kesulitan Belajar. </strong></p><p>Ketika seorang siswa mengalami kesulitan dalam pelajaran, guru yang menerapkan prinsip ini tidak hanya fokus pada nilai akademis, tetapi juga berusaha memahami akar permasalahan yang dihadapi siswa tersebut. Mungkin siswa tersebut sedang mengalami masalah pribadi atau kesulitan belajar tertentu yang membutuhkan perhatian khusus.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:46:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167815690</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asep Sobarna</title>
         <author>asepsobarna67</author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167818570</link>
         <description><![CDATA[<p>Contoh penerapan dengan prinsip Uji Panutan/Idola berhubungan dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking), yaitu seorang guru yang memberikan nilai akhir dengan berbagai petimbangan bukan hanya dari segi akdemik tetapi ada pertimbangan dari segi sikap.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:49:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167818570</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yulia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167819527</link>
         <description><![CDATA[<p>Dengan melakukan langkah-langkah dalam pengambilan dan pengujian keputusan, menelaah sebab dan akibatnya, jika perlu dengan mempertimbangkannya secara musyawarah bersama pihak yang berkepentingan, serta ada respon yang baik dari putusan yang diambil.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:49:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167819527</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ahmad </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167820972</link>
         <description><![CDATA[<p>4 Paradigma &nbsp;pengambilan Keputusan yaitu acuan atau gambaran kita untuk melihat suatu kajadian dilema yang di lihat dari beberapa &nbsp;kejadian &nbsp;sehingga dari sebuah kejadian itu kita bisa menyimpulkan situasi yang terjadi dan kita bisa menggambil sebuah &nbsp;Keputusan yang tepat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:50:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167820972</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asep Sobarna</title>
         <author>asepsobarna67</author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167821467</link>
         <description><![CDATA[<p>Keputusan yang diambil sudah sesuai atau tidak yaitu dengan memperhatikan 9 langkah menentu pengambilan sebuah keputusan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:51:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167821467</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ulfah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167824325</link>
         <description><![CDATA[<p>4 PARADIGMA dalam pengambilan keputusan adalah acuan yang bisa kita gunakan dalam memahami dan menjadi patokan dalam membuat suatu keputusan ketika dalam kondisi dilema etika.</p><p>4 paradigma ini diantaranya:</p><ol><li><p>individu vs kelompok</p></li><li><p>rasa keadilan vs rasa kasihan</p></li><li><p>kebenaran vs kesetiaan</p></li><li><p>jangka pendek vs jangka panjang</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:53:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167824325</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahmad</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167825669</link>
         <description><![CDATA[<p>Contoh Penerapan dari salah satu prinsip berpikir berbasis rasa pedulu : &nbsp;seorang guru peduli kepada siswa yang kurang dalam pembelajaran dan prilakunya tidak baik. Selalu memberikan arahan kepada siswanya agar berusaha dan selalu berbuat baik kepada sesamanya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:54:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167825669</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahmad</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167826205</link>
         <description><![CDATA[<p>Memastikan sebuah Keputusan sudah tepat atau sudah terbaik yang dilakukan yaitu saya memastikan Keputusan sudah tepat Ketika &nbsp;saya Ketika mengambil suatu Keputusan itu sudah di pikirkan secara matang dan Keputusan itu &nbsp;terlebih dahulu di kaji dari berbagai aspek&nbsp; apakah akan merugikan kita atau memberikan jalan keluar , apakah sudah sesuai dengan nilai nilai yang diyakini &nbsp;dengan pertimbangan itu saya kain Keputusan saya sudah menjadi Keputusan yang terbaik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:54:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167826205</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ulfah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167830809</link>
         <description><![CDATA[<p>contoh penerapan salah satu prinsip berpikir berbasis rasa peduli:</p><p>saya sebagai seorang guru ingin melihat muridnya yang belum mengenal alfabet dan angka menjadi bisa dan tahu. saya peduli akan masa depan anak itu.untuk itu usaha yang harus saya lakukan agar anak tersebut bisa, saya harus membimbing dan memotivasi anak tersebut agar lebih semangat lagi belajarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 07:58:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167830809</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ulfah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167836602</link>
         <description><![CDATA[<p>memastikan bahwa keputusan itu sudah tepat yaitu dengan cara menerapkan langkah-langkah pengambilan keputusan terlebih dahulu,supaya keputusan  yang saya ambil tidak diragukan lagi karena sudah melalui pengujian dan didukung oleh fakta-fakta yang ada</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 08:03:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167836602</guid>
      </item>
      <item>
         <title>novi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167868344</link>
         <description><![CDATA[<p>pengambilan keputusan adalah proses membuat pilihan dari sejumlah alternatif untuk mencapai hasil yang di inginkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 08:27:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167868344</guid>
      </item>
      <item>
         <title>novi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167873355</link>
         <description><![CDATA[<p>contoh sebagai guru mengambil keputusan untuk memberikan siswa memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan keinginan. hal ini agar dalam proses mengajar siswa dapat santai menerima materi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 08:31:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3167873355</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Enung Mulyati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3168034903</link>
         <description><![CDATA[<p>Untuk memastikan bahwa keputusan kita sudah tepat adalah sebuah proses yang terus berlangsung. Tidak ada rumus pasti untuk mendapatkan jawaban yang benar. Yang terpenting adalah kita berusaha untuk membuat keputusan yang terbaik berdasarkan informasi yang kita miliki dan nilai-nilai yang kita yakini.</p><p>Berikut ini ada beberapa indikator yang dapat membantu kita menilai sejauh mana keputusan yang kita ambil sudah tepat:</p><ol><li><p><strong>Sesuai dengan Tujuan:</strong> Apakah keputusan tersebut membawa kita lebih dekat ke tujuan yang ingin dicapai? Jika ya, maka kemungkinan besar keputusan tersebut sudah tepat. </p></li><li><p><strong>Berbasis Data dan Fakta:</strong> Keputusan yang baik biasanya didukung oleh data dan fakta yang relevan. Semakin banyak informasi yang kita miliki, semakin baik pula kualitas keputusan yang kita ambil.</p></li><li><p><strong>Mengakomodasi Semua Pihak:</strong> Jika keputusan tersebut mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terlibat, maka kemungkinan besar akan lebih mudah diterima dan diimplementasikan.</p></li><li><p><strong>Meminimalkan Risiko:</strong> Keputusan yang baik adalah keputusan yang mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi. Semakin kecil risiko yang dihadapi, semakin baik pula keputusan tersebut. </p></li><li><p><strong>Sejalan dengan Nilai-nilai yang Diyakini:</strong> Keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai yang kita yakini akan membuat kita merasa lebih puas dan tenang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-14 10:26:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aituti151/9atcmle90akhdxtt/wish/3168034903</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
