<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Langit Tak Bertuan by Gavin</title>
      <link>https://padlet.com/gavincentgln/LangitTakBertuan</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-04-01 13:49:01 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-04-01 17:14:25 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>gavincentgln</author>
         <link>https://padlet.com/gavincentgln/LangitTakBertuan/wish/3391174343</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>Langit tak pernah bersuara, namun ia senantiasa menjadi saksi bagi rindu yang tak menemukan jalan pulangnya. Biarkan ia bercerita, tentang aku, yang berdiri di bawah cakrawala yang sama, tetapi tak lagi melihat warna yang dulu menjadikannya indah. </p><p><br></p><p>Aku tak pandai mengurai rampai-prosa ramai-ramai terkait rindu yang mengendap selepas kepergian. Namun yang harus kamu tahu, sejak saat itu, senja tak lagi merona, bintang-bintang meredup dalam kesunyian, langit yang dulu penuh cahaya kini terasa hampa, bagaikan langit yang kehilangan bintangnya. Aku terus berjalan, tapi arah tak lagi memiliki tuju. Segalanya tetap bergerak, namun aku tertinggal di persimpangan, menatap langit yang diam-diam masih menyimpan namamu.</p><p><br></p><p>Bersamamu, aku mengerti bahwa cinta bukan sekadar janji-janji yang terucap, melainkan kehadiran yang menjelma langit tempat aku bernaung. Kita pernah melangkah dalam pijakan yang sama, menyusun kisah dalam warna fajar yang indah, menampung gerimis dan mentari dalam genggaman yang sama. Aku, dengan segala ketidaktahuanku, membiarkanmu berlalu, padahal langit pun tahu, tak ada tempat lain yang ingin kutempati selain di bawah langit yang masih menyebut namamu.</p><p><br></p><p>Setelah aku menatapmu kembali, aku sadar bahwa rasa ini tak pernah pudar, justru mungkin semakin dalam, semakin tak terbantahkan. Setelah aku menatapmu kembali, aku sadar bahwa hanya kamu keajaiban yang mampu menyapu segala kelabu di cakrawala jiwaku, menyalakan kembali riuh harapan yang sempat redup. Binar di matamu kembali luluhkan hatiku, menyibak tirai sepi yang pernah menutup harapan. Kamu adalah bintang yang selalu bersinar, dan aku bagai langit yang menunggu sinar indahmu kembali menghiasinya, memberi arti pada setiap detik yang tersisa.</p><p><br></p><p>Maka, jika hatimu masih memberi ruang, sudikah kau izinkan aku kembali? Sudikah kau kembali mengisi langit sunyi ini dengan cahayamu? Bolehkah aku genggam kembali tanganmu? Bolehkah izinkan aku untuk menjagamu kembali sekali lagi?</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3526172578/955924cf71a5812de1aa093fd7fbf682/ab8b7780bd8613a9e68e67b193ce32e9.jpg" />
         <pubDate>2025-04-01 14:41:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gavincentgln/LangitTakBertuan/wish/3391174343</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
