<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Minggu Kelima Menjalankan Kebiasaan by Fitry Rahmawaty</title>
      <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0</link>
      <description>Minggu ini anda akan menerapkan Kebiasaan 4. Berpikir Menang-Menang.  Tantangan minggu ini adalah : Tugas 1. Lanjutkan membuat rencana mingguan untuk minggu ini di hari Sabtu.  Gunakan Form Weekly Plan yang disediakan (pada Minggu ke 4).  Jalankan dengan integritas dan lakukan refleksi diri pada hari Sabtu depan.Tugas 2. Renungkan dua hubungan dan interaksi kamu dengan orang-orang di rumah dan dua hubungan di kampus/kantor yang ingin kamu perbaiki atau tingkatkan kepercayaannya.  Bagaimana tingkat kepercayaan (saldo Rekening Bank Emosi) anda di mata mereka saat ini?  Tarikan-tarikan apa saja yang kadang anda lakukan secara sadar atau tidak dan setoran-setoran apa saja yang anda akan upayakan selama dua - tiga minggu ke depan.  Tugas 3. Berusahalah untuk menjalankan setoran-setoran tsb dan menghindari tarikan-tarikan yang sudah anda identifikasi  dengan konsisten dan tulus selama satu atau dua minggu. Tugas 4. Pada akhir minggu ini buatlah refleksi atas pelaksanaan setoran dan hindari tarikan.  Apa hasil yang anda capai?  Apa pembelajaran yang anda dapatkan?.  Klik tanda (+) di kanan bawah dan tuliskan refleksi anda.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-22 02:50:06 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-06-06 01:56:46 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/svg/1f970.svg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Pada akhir minggu ini buatlah refleksi atas pelaksanaan setoran dan hindari tarikan.  Apa hasil yang anda capai?  Apa pembelajaran yang anda dapatkan?</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3556181995</link>
         <description><![CDATA[<p>Minggu ini saya berusaha menerapkan prinsip think win-win terutama dalam hubungan dengan suami dan salah satu murid. Bersama suami, saya mencoba memberi perhatian lebih dengan meluangkan waktu untuk quality time, walaupun kesibukan sehari-hari sering kali menyita energi dan pikiran. Saya berusaha mendengarkan ceritanya dengan sungguh-sungguh, menghargai pendapatnya meskipun berbeda dengan pendapat saya, dan mengungkapkan apresiasi kecil seperti ucapan terima kasih atau pujian. Dari upaya sederhana ini, saya merasakan adanya perubahan yang positif. Hubungan kami terasa lebih hangat, komunikasi lebih terbuka, dan suasana rumah menjadi lebih nyaman. Saya menyadari bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsisten ternyata mampu memperkuat rasa saling percaya dan menjaga keharmonisan.</p><p>Dengan murid, tantangan yang saya hadapi lebih besar karena ada satu murid yang sering mengajukan pertanyaan melalui chat dengan cara yang kadang menyulut emosi saya. Biasanya saya memilih untuk tidak membalas chat tersebut karena takut memberikan respon yang kurang tepat. Namun minggu ini saya mencoba cara baru yaitu tetap membalas dengan singkat, jelas, dan netral agar komunikasi tetap terjaga. Selain itu, ketika pertanyaannya terasa mengganggu, saya berusaha mengarahkan dengan bahasa yang lebih mendidik sehingga ia dapat belajar cara bertanya yang lebih sopan. Hasilnya, murid tersebut mulai menunjukkan perubahan, terlihat lebih berhati-hati dalam mengajukan pertanyaan. Dari pengalaman minggu ini, saya belajar bahwa menghindari tarikan emosi dan menggantinya dengan setoran kecil seperti mendengarkan, memberi apresiasi, atau merespon dengan tenang, ternyata memberikan dampak yang besar. Prinsip think win-win tidak hanya membuat hubungan terasa lebih sehat, tetapi juga menumbuhkan rasa saling menghargai. Saya menyadari bahwa kualitas hubungan tidak selalu ditentukan oleh hal-hal besar, melainkan oleh konsistensi dalam melakukan tindakan-tindakan kecil yang penuh ketulusan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 00:58:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3556181995</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teman-teman...nuliskan refleksinya pakai tanda + warna hijau dibawah yaaa</title>
         <author>permataonline</author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3556628710</link>
         <description><![CDATA[<p>Bukan di kolom komentar punya temannya 😍</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/1088425728/4739978e1f1aabf59adc45bcf5d340b7/Screenshot_2025_08_27_12_52_45_682_com_android_chrome.jpg" />
         <pubDate>2025-08-27 05:52:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3556628710</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3556677090</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada tantangan pekan ini saya melakukan setoran dan hindari tarikan kepada orang rumah yaitu suami, saat membuat weekly planner sangat memudahkan saya untuk menjalani hari-hari, namun dari weekly planner juga saya memahami dimana waktu saya banyak tersita, yaitu di tempat kerja, sehingga tidak menutup kemungkinan saat pulang kerja badan capek pikiran sudah terforsir namun saat pasangan tidak memahami kondisi kita maka otomatis kita akan mudah tersulut emosinya. namun pekan ini saya mencoba semampu saya untuk menerapkan tantangan kebiasaan ke 4 ini dengan sadar. Alhamdulillah saya jadi lebih rileks dan tidak memperburuk suasana, suami saya juga menjadi lebih cair, namun apa yang menjadi uneg-uneg saya, saya sampaikan ke suami dengan begitu suami saya lebih memahami saya dan suasana rumah tidak terlalu tegang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 06:29:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3556677090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Evika</title>
         <author>evikatriayunita</author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3556679162</link>
         <description><![CDATA[<p>Pekan ini saya mencoba untuk menerapkan think win-win dengan murid saya yang banyak janji untuk mengumpulkan tugas, pada hari saat presentasi. Tugas siswa tersebut masih kurang dapat dipercaya pengerjaannya karena beberapa kosa kata tidak dapat mengartikannya.</p><p>Saat saya tanya arti, siswa tersebut mencoba menjawab tapi salah dan artinya jauh dari yang sebenarnya, lalu mencoba lagi dan lagi sampai akhirnya menyampaikan kalau lupa artinya. Dari sini saya sebenarnya sudah mengetahui kalau siswa ini pasti menggunakan AI untuk pengerjaannya,padahal saya melarangnya. Tapi saya masih mencoba mendengarnya untuk menjawab pertanyaan saya dan saya masih tersenyum saat siswa menjawab salah.</p><p>Ketika saya ngejudge siswa di awal bahwa dia menggunakan AI sebenarnya bisa aja namun saya rasa itu kurang adil dan akan menciptakan hubungan yang kurang nyaman anatara saya dengan murid, saya ingin mendengar alasannya terlebih dahulu. Ketika mendengar alasan jujurnya saya mencoba mengatur emosi saya dan mengingatkannya.</p><p>Pada dasarnya mencoba untuk mandiri secara emosional itu sangat penting. Karena akan menciptakan suasana yang lebih nyaman.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 06:31:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3556679162</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3563017047</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dua Hubungan di Rumah:</p><p>Hubungan dengan Orang Tua (Ibu): Tingkat kepercayaan saat ini: Cukup baik, namun kadang menurun karena saya sering terlihat sibuk dan jarang berbicara dari hati ke hati. Tarikan yang sering terjadi: Merespons dengan singkat atau kurang perhatian saat diajak bicara. Setoran yang akan saya upayakan: Luangkan waktu minimal 10 menit setiap hari untuk ngobrol dengan fokus (tanpa HP).</p><p>Hubungan dengan Adik: Tingkat kepercayaan saat ini: Kurang terbuka. Ia sering enggan bercerita. Tarikan: Mungkin saya cenderung menggurui saat dia cerita, tidak benar-benar mendengarkan atau multitasking saat dia bicara. Setoran yang akan saya lakukan: Praktikkan mendengar empatik saat dia berbicara, ajak melakukan kegiatan bersama (misalnya nonton atau makan di luar), beri dukungan ketika dia sedang frustrasi, tanpa langsung memberi solusi.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dua Hubungan di Sekolah:</p><p>Hubungan dengan Salah Satu Rekan Sejawat: Tingkat kepercayaan saat ini: Netral ke salah satu rekan sejawat seperti agak renggang karena jarang berinteraksi dan jarang seruangan. Tarikan: Tidak menyapa atau sekadar basa-basi saat bertemu. Setoran: Aktif menyapa dan membuka obrolan ringan, tawarkan bantuan jika terlihat mereka kewalahan.</p><p>Hubungan dengan Salah Satu Siswa (khususnya satu siswa yang pernah saya tegur keras): Tingkat kepercayaan saat ini: Kurang, siswa menjadi lebih tertutup dan menjaga jarak. Tarikan: Pernah menegur dengan nada tinggi karena menganggap apa yang dilakukan sudah sangat melewati batas. Setoran: Menyapa secara pribadi dan mengajak bicara dalam suasana santai, memberikan perhatian positif saat dia menunjukkan perubahan.</p><p>Refleksi Saya di Akhir Minggu (Pelaksanaan Setoran dan Hindari Tarikan): Selama dua minggu terakhir, saya berusaha konsisten menjalankan setoran-setoran tersebut. Awalnya tidak mudah karena saya harus melawan kebiasaan lama, seperti multitasking saat mendengar atau bersikap pasif dalam komunikasi. Namun, saya mulai melihat perubahan: Dengan Ibu, hubungan jadi lebih hangat. Obrolan harian sederhana membuat saya dan beliau lebih saling memahami kondisi kesibukan masing-masing. Dengan Adik, dia mulai lebih sering bercerita, bahkan tentang hal-hal pribadi yang sebelumnya dia simpan sendiri. Dengan Rekan Sejawat, mulai mencair sedikit demi sedikit. Dengan Siswa, setelah beberapa kali saya ajak bicara pribadi dengan empati, dia mulai merespons lebih terbuka dan terlihat lebih nyaman dan percaya dengan saya lagi.</p><p>Pembelajaran yang Saya Dapatkan: Saya belajar bahwa setoran kecil tapi konsisten lebih bermakna daripada satu tindakan besar tapi jarang. Kepercayaan dibangun dari kesadaran untuk hadir secara utuh dalam hubungan, dan dari keinginan tulus untuk memperbaiki, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Menghindari tarikan ternyata butuh kesadaran penuh dan niat yang kuat. Tapi hasilnya sangat terasa: suasana hubungan menjadi lebih ringan, komunikasi lebih jujur, dan saya sendiri merasa lebih damai menjalani peran, baik di rumah maupun di tempat kerja.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 07:37:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3563017047</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3580390498</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada kegiatan screening kesehatan, seorang siswa saya menolak keras ketika diminta menjalani cek darah. Rasa traumanya membuat ia sangat agresif, hampir menangis, bahkan berkata akan pingsan jika dipaksa. Sebagai wali kelas, saya mencoba memberi alternatif agar ia tetap ikut screening tanpa tes darah, tetapi ia tetap menolak. Saya pun menghubungi orang tua untuk mengomunikasikan kondisi ini. Awalnya orang tua menghendaki agar anak tetap dipaksa, namun saya menjelaskan keadaan sebenarnya. Akhirnya, disepakati solusi: siswa tetap menjalani screening, tetapi di luar jam sekolah bersama orang tua.</p><p>Pengalaman ini menunjukkan bahwa memaksakan kehendak hanya akan “menguras saldo rekening emosi” antara guru, siswa, dan orang tua. Jika saya memaksa, rasa percaya dan kenyamanan siswa bisa hilang. Namun, dengan pendekatan <em>Win-Win</em> dan komunikasi terbuka, saya justru menabung “saldo rekening emosi” melalui sikap empati, mendengar dengan tulus, dan mencari solusi yang tidak merugikan siapa pun. Dengan begitu, hubungan saya dengan siswa tetap terjaga baik, orang tua merasa dihargai, dan program sekolah tetap terlaksana</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 14:32:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/96w7sq98plf53ed0/wish/3580390498</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
