<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kritik mendunia  by RIZKI JUNI SUKOWARDHANI</title>
      <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo</link>
      <description>Dibuat sepenuhnya tanpa penyesalan </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-21 01:45:35 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-04 23:20:12 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>RIZKI</title>
         <author>riskyjuni14</author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2059867800</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi 1 dan 2 memiliki kekurangan ...... kelebihan ......&nbsp;<br>Persamaan mengandung religius</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-22 05:03:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2059867800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Toruń, Poland</title>
         <author>riskyjuni14</author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2337503931</link>
         <description><![CDATA[<div>Rizki religius</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-12 18:21:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2337503931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nowe Miasto, Poland</title>
         <author>riskyjuni14</author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2337505194</link>
         <description><![CDATA[<div>RIzki paikologi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-12 18:22:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2337505194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mrągowo, Polandia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2338344562</link>
         <description><![CDATA[<div>RENDI DAN SALSA&nbsp;<br>PUISI RANTAU DAN RINDU&nbsp;<br>PUISI INI BERTEMA TENTANG......... DAPAT DIBUKTIKAN DARI KATA ......<br>PENGARANG MENGILUSTRASIKAN DIRINYA DALAM KERINDUAN YANG BERBEDA TEMPAT</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-13 08:05:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2338344562</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Beijing, China</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2346978882</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 1<br>Adam Hari Febriyan dan Adila Bunga Azahra<br>Sastra Indonesia<br>Offering E<br>Puisi "Aku dan Sesuap Nasi"<br><br>Puisi yang berjudul Aku dan Sesuap Nasi ini menceritakan tentang ungkapan rasa syukur seseorang terhadap Tuhan meskipun hanya dalam bentuk sesuap nasi.Penulis menggunakan gaya bahasa dan diksi menarik dalam menggambarkan penderitaan sekaligus rasa syukur.&nbsp; Hal tersebut dapat dilihat pada bait awal puisi yang berbunyi “Seribu doa aku panjatkan kepada Maha Pencipta Senantiasa menumpahkan segala kenikmatan kepada umatnya”. Secara keseluruhan puisi ini cukup bagus karena memiliki makna yang cukup dalam. Penggunaan diksi yang tidak biasa seperti merayapkan kaki dan tangan, kefanaan api neraka, dan kenistaan itu menambah daya tarik puisi ini. Sayangnya rima dalam puisi ini terkesan tidak konsisten. Selain itu pemilihan kata "mengimport" dirasa kurang tepat. Mungkin bisa diganti dengan kata "menyalur", "mengalir", "mengirim", atau yang lainnya.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-19 13:12:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2346978882</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Seoul, South Korea</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2347095215</link>
         <description><![CDATA[<div>sofinatun Alfiyah<br>Tamara Khadijah&nbsp;<br>sastra indonesia<br>Offering E<br>Puisi "Rantau"<br>&nbsp;Puisi ini&nbsp; bertema tentang&nbsp;<br>seorang anak yang tengah merantau, atau berjuang di seuatu tempat untuk tujuan tertentu, yang merindukan sosok ibu. Dapat&nbsp; dibuktikan dari kata&nbsp;<br>"Aku yang kini tertatih sendiri</div><div>Meratapi potret kehidupan ku jalani&nbsp;</div><div>Jari lentik mendegap hati&nbsp;</div><div>Rasa sembilu membuat bola mata meneteskan air mata</div><div>Kusadari, aku tidak bisa hidup tanpa ibu"<br>Penulis menggunakan gaya bahasa dan diksi yang menarik dalam menggambarkan betapa rindunya seorang anak tersebut, hal ini dapat dibuktikan dalam bait&nbsp;<br>"Ibu yang selalu berjuang tak pernah mengenal waktu&nbsp;</div><div>Siang, malam, hari berganti ibu tetap tersenyum</div><div>Menghapus segala rintihan lara, hanya untuk membuatku bahagia</div><div>tetapi aku, aku tak kuasa berjuang sendiri&nbsp;</div><div>Aku! Aku hanya bisa terdiam membisu ibu "<br>Secara keseluruhan puisi ini cukup bagus, Bahasa nya juga dapat dimengerti, sehingga siapa pun yang membaca akan mengerti makna yang terdapat dalam puisi ini. Juga penulis memberikan amanat yang sangat bagus untuk pembaca, Yakni agar kita sebagai seorang anak Wajib patuh terhadap ibu, menyanyanginya kapanpun dan bagaimanapun keaadannya.<br><br></div><div><br><br><br></div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-19 14:08:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2347095215</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shibuya, Tokyo, Japan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2347125908</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 2<br>Aida Rahma <br>Alifia Dewi Zulianti<br>Offering E<br>Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia<br>Puisi "Rantau"<br><br>Puisi dengan judul "rantau" menceritakan tentang kegalauan anak rantau yang rindu akan kampung halamannya. Puisi ini menggambarkan kesedihan di tengah hiruk pikuk kota rantaunya, ia kesepian di tengah keramaian. Puisi ini sangat realistis dengan kehidupan mahasiswa yang merantau seringkali rindu rumah dan keluarga, tetapi hanya bisa meratapi nasib. Banyak anak rantau yang kesusahan karena jauh dari orang tua, saat merantau mereka merasakan bagaimana sulitnya bertahan hidup. Dari hal tersebut mereka tersadar bagaimana peliknya kehidupan yang dihadapi orang tuanya, tetapi si anak malah tidak memiliki sungkan dan adab kepada orang tuanya karena suka membentak dan memerintah mereka. Puisi ini dapat dibilang menarik dan bagus, bahasa yang digunakan juga tidak terlalu berat sehingga orang awam yang sebelumnya jarang membaca puisi tetap paham dengan isi puisi tersebut.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-19 14:22:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2347125908</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chernobyl Nuclear Power Plant, Pripyat, Oblast Kiev, Ukraina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2347139505</link>
         <description><![CDATA[<div>Natalie Vivian Ho (210212603208)<br>Nurma Namirudzaki (210212603226)<br>Offering E / Bahasa dan Sastra Indonesia<br>Puisi “Rindu Bersembunyi” <br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Puisi “Rindu Bersembunyi” karya Rizki Juni Sukowardhani akan diulas dengan pendekatan ekspresif. Pendekatan ekspresif sendiri berpusat pada psikologi penulis. Puisi dapat menjadi sarana pengarang untuk mencurahkan perasaannya. Pendekatan ekspresif adalah pendekatan yang mengkaji karya sastra dalam hal psikologi pengarang atau perasaan pengarang yang terdapat pada karya sastra. Alasan puisi ini dikaji dengan teori ekspresif karena puisi tersebut mengisahkan kerinduan pengarang kepada pasangannya dan harapan agar Allah mempertemukan mereka kembali. Bisa dikatakan bahwa puisi ini adalah curahan hati dari pengarang.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Puisi berjudul “Rindu Bersembunyi” merupakan puisi yang bertemakan kerinduan, dapat diketahui dari beberpa kali penulis menyinggung kata ”rindu” pada baris kedua, ketiga, ketujuh, kedelapan, ketujuh belas, kedelapan belas, keduapuluh satu, dan keduapuluh dua.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pada puisi ini, penulis menempatkan diri sebagai seseorang yang merindukan kekasihnya yang sedang berada di kota yang berbeda, dapat dibuktikan pada baris kelima belas dan keenam belas sebagai berikut:<br>	“Jarak antara Kota Perak dan Solo”<br>	“Memberikan takdir kekasih terpisah jauh”<br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Penulis juga memperlihatkan dirinya sedang berharap kepada Tuhan agar segera dipertemukan kembali dengan kekasihnya, hal ini dapat dilihat pada baris terakhir sebagai berikut:<br>“Semoga kerinduanku ini abadi sampai allah mempertemukan kembali”</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-19 14:29:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2347139505</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2347164276</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Nama/Nim:<br>Havis Azilia Ni'mah / 210212603217</div><div>Hikmah Tsabita Aunillah / 210212603248<br><br></div><div>Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia</div><div>Offering E<br><br></div><div><strong>Puisi Rindu Bersembunyi dan Rantau<br></strong><br></div><div>Kami meninjau dengan perbandingan antara puisi Rindu Bersembunyi dengan puisi Rantau, keduanya memiliki persamaan yaitu berisi tentang kerinduan. Aspek yang kami analisis adalah sebagai berikut.<br><br></div><ol><li><strong>Judul</strong></li></ol><div>Hal yang pertama kali dilihat dari puisi adalah, judul. Judul puisi Rindu Bersembunyi dan Rantau keduanya cukup menarik,&nbsp; judul pertama telah menggunakan majas personifikasi yang seakan-akan rindu itu bertindak sebagaimana manusia bertindak. Namun, secara gamblang dilihat dari judul saja orang akan mudah menebak isi cerita akan membahas tentang kerinduan. Judul Rantau juga menarik, tetapi ada suatu dorongan, apakah isi cerita membahas tentang kegiatan di perantauan, pengalaman dan lainnya.&nbsp;<br><br></div><div><strong>2. Jumlah kata tiap baris</strong></div><div>Ada teori mengatakan bahwa bait puisi itu bebas,tetapi ada kaidah tentang derap nafas. Derap nafas adalah satu tarikan nafas untuk membaca satu baris puisi. Banyak tidaknya suatu kata dalam satu puisi juga berpengaruh pada tingkat kepadatan puisi. Puisi yang berjudul " Rindu Bersembunyi " memiliki jumlah kata yang banyak dalam setiap barisnya. Ada satu kalimat yang seharusnya dijadikan dalam satu baris, namun berhubung kalimat nya sangat panjang maka dijadikan dua baris. Dan pemenggalan kata nya pun kurang tepat. Kutipan puisi sebagai berikut.Baris 17 "Kini kerinduan akan tetap tersembunyi dalam tempat" Baris 18 " Yang sunyi hingga tidak ada satu dua insan yang mampu menghapus kerinduan ini". Dari kutipan diatas terlihat antara baris ke 17 dan 18 terdapat pemenggalan kalimat yang agak kurang tepat, karena dia baris ke 17 di akhiri kata "tempat" dan baris 18 di awali dengan kata "yang". Mungkin akan lebih baik jika baris ke 17 di akhiri dengan "tempat yang sunyi" dan baris ke 18 bisa diawali dengan " Hingga tak ada". Tidak semua orang bisa membaca puisi ini dengan derap nafas yang baik, karena setiap orang memiliki kemampuan menahan nafas yang berbeda. Di bandingkan dengan puisi yang berjudul "Rantau", puisi ini memiliki jumlah kata yang tidak banyak dalam setiap barisnya. Ada satu baris yang di isi dengan empat kata, kutipan puisi " jari lentik mendekap hati". Hal itu menyebabkan ringkas dan mudah di baca dengan satu tarikan derap nafas.<br><br>3. <strong>Diksi dan Majas</strong></div><div>Diksi atau pemilihan kata pada Rindu bersembunyi tampak menggunakan kosakata yang tak biasa, seperti mengilustrasikan, anomali, ilusiku. Majas yang digunakan&nbsp; adalah majas hiperbola seperti, “bersembunyi seribu tahun lamanya” seakan-akan sebuah kerinduan akan tetap ada, meskipun manusia yang memiliki kerinduan umur hidupnya tak sampai seribu tahun. Sedangkan diksi pada puisi Rantau , pemilihan kata yang berima misalnya pada “Kusadari, aku tidak bisa hidup tanpa ibu” dengan "jauh dari lubuk hati, aku merasa berbeda dengan ibu" pada larik awak diakhiri dengan vokal i&nbsp; pada kata 'kusadari' dan 'hati'. Kemudian repetisi atau pengulangan pada akhir larik memuat rima yang senada, kebanyakan akhir larik diakhiri dengan rima bervokal seperti "Di sudut keramaian kota" akhir larik berima /a/ dan "Di anatara suara klaskosn yang terngiang di telinga"akhir larik juga berima /a/ pada kata 'telinga'. Majas yang&nbsp; digunakan kebanyakan adalah majas repetisi atau majas pengulangan. Terbukti pada banyaknya penggunaan kata ibu, kemudian pengulangan kata 'maafkan' pada larik "Maafkan aku yang selama ii melupakan segala perjuanganmu, maafkan aku selalu memerintah dan membentak , maafkan aku selalu berkata buruk".<br><br>4. Isi dan Amanat&nbsp;</div><div>Amanat merupakan hal penting yang ada dalam puisi. Pembuat puisi harus bisa menyampaikan pesan/ makna mengenai puisi yang di ciptakan melalui bait-bait Indah yang ditulis. Puisi pertama yang berjudul "Rindu Bersembunyi" memiliki makna yang tersirat di dalamnya, yaitu kerinduan seseorang kepada kekasihnya atau orang yang ia sayangi, Penulis mengungkapkan bahwa di dalam kisah tersebut seseorang ingin menyampaikan rindunya namun hanya bisa mengutarakan melalai tulisan-tulisan Indah yang di tuangkan dalam bait puisi. kisah seseorang yang berharap kepada Allah agar dipertemukan kembali. Puisi ini mengandung pesan bahwasanya tidak semua rindu harus terbalaskan dengan pertemuan,Namun dengan berserah diri kepada Allah suatu saat pasti akan diberikan jalan. Di bandingkan dengan puisi yang kedua berjudul "Rantau" puisi ini memang memiliki kesamaan yaitu mengangkat kisah tentang kerinduan namun ada perbedaan diantara ke duanya. Puisi ini menceritakan tentang kerinduan anak rantau kepada seorang ibunya. Dan kesadaran bahwa hidup tidak akan bisa tanpa ibu, sebuah penyesalan yang dirasakan karena pernah menyakiti hati ibu. Di dalam puisi ini terdapat kata dalam baris yang memiliki nilai pesan yang sangat tinggi yaitu pada kutipan " surga di telapak kaki ibu". Penulis ingin mengungkapkan bahwa ibu adalah orang yang patut kita hormati,sayangi dan kasihi karena surga ada di telapak kaki ibu. Sebuah larangan besar jika kita menyakiti hati ibu,karena pada dasarnya Ridho Allah adalah Ridho ibu,sudah seharusnya sebagai seorang anak harus berbakti kepada ibunya.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-19 14:41:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2347164276</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Denpasar, Kota Denpasar, Bali</title>
         <author>wandaagustin2102126</author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348065196</link>
         <description><![CDATA[<div>Tarisa Della Amanda (210212603215)<br>Wanda Agustin&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(210212603258)<br>Bahasa dan Sastra Indonesia<br>Offering E<br><br>Ulasan Puisi Aku dan Sesuap Nasi<br><br>Puisi Aku dan Sesuap Nasi merupakan puisi yang diciptakan oleh Ibu Rizki Juni S pada tahun 2018. Puisi ini mengisahkan keterpurukan yang dimiliki oleh tokoh "Aku" karena ujian hidup yang sedang dihadapi. Hal ini dibuktikan dalam baris berikut :&nbsp;<br><br>Membuat aku melelehkan cucuran keringat&nbsp;<br>Sebagai tanda aku sedang berada dalam ujian alam<br>Ya !! Aku adalah orang pertama yang merasakan kenistaan ini<br>Hanya sesuap nasi yang kutemukan disamping tempatku berteduh<br><br>Pemilihan diksi yang tepat membuat kenestapaan yang dimiliki puisi ini dapat tersampaikan pada pembaca. Penggunaan rima juga sesuai, dapat dilihat pada akhir bunyi di tiap baris puisi tersebut. Akan tetapi, beberapa penulisan kata terdapat sedikit kesalahan, seperti penulisan "kronologi" menjadi "kronolgi" dan lain sebagainya. Hal ini dapat ditinjau dari baris berikut :<br><br>mengimport segala energi ke dalam organ ubuh&nbsp;<br>dan kembali memikirkan masih banyak kronolgi kehidupan yang harus dijalani.<br><br>Selebihnya, puisi telah ditulis dan maknanya tersampaikan dengan baik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 00:58:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348065196</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ponorogo, Jawa Timur</title>
         <author>ratihpurwaningsih</author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348187486</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok :<br>Putri Maretha Andhani (210212603209)<br>Ratih Purwaningsih (210212603242)<br>OFF D / Bahasa dan Sastra Indonesia<br>Judul puisi: Rindu Bersembunyi<br><br>Komentar:<br>Puisi ini menceritakan tentang&nbsp;rasa rindu kepada kekasihnya yang telah lama tidak bertemu karena terhalang jarak. Rasa rindu itu membuatnya terbayang-bayang wajah kekasihnya yang rupawan. Ia juga berharap kekasihnya memberi kabar lewat pesan. Puisi berjudul Rindu Bersembunyi ini dirangkai dengan tulisan yang apik, menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami. Perasaan yang tertulis pada puisi dengan mudah dirasakan oleh pembaca. Namun, terdapat beberapa kesalahan penulisan dalam puisi ini. Di antaranya, penulisan ‘dikeheningan’ yang seharusnya dipisah, yaitu menjadi ‘di keheningan’. Kata ‘telefon’ yang seharusnya ditulis ‘telepon’. Kata ‘allah’ yang seharusnya ditulis ‘Allah’. Di samping kesalahan tersebut, secara keseluruhan puisi sudah cukup baik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 02:23:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348187486</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Myungdong, Distrik Jung, Seoul, Korea Selatan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348190955</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Kelompok<br>Megan Inez Ayu Sabrina (210212603264)<br>Mochamad Prima Prayoga ( 210212603201 )<br><br>OFFERING E<br><br>JURUSAN SASTRA INDONESIA<br>PRODI S1 BAHASA INDONESIA<br><br>Dari puisi karya ibu Risky terdapat kesamaan dan gaya kebahasaan yang menjelaskan pada satu pihak saja yaitu ibu. Ketika pada puisi rantau dijelaskan bahwa sosok yang dirindukan dan sangat menjadi motivasi bagi ibu Rizky sendiri ialah ibunya. Keluh kesah berbagai masalah apapun ingin sekali diceritakan padanya. Jika puisi yang berjudul kasihmu ibu lebih ke arah kasih sayang tiada tara. Kita sebagai manusia tidak akan bisa membalas budi atas perlakuan ibu ke diri kita, sehingga perlu adanya kerendahan diri agar bisa kembali kepangkuan ibu. Selain itu puisi yang di tulis oleh ibu Rizky ini menggunakan kaidah penulisan puisi modern yang bebas menentukan rima (a), (i), (u), (e), (o). Inilah kebebasan dalam puisi baru yang tidak terikat dengan aturan apapun dibandingkan puisi lama.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 02:26:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348190955</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lapindo mud disaster, Lumpur Lapindo, Jatirejo, Sidoarjo Regency, East Java</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348196154</link>
         <description><![CDATA[<div>Dinda dan Diva<br>Puisi Rantau bertema tentang kerinduan pada Ibu dan kampung halaman ketika pengarang sedang merantau. Hal ini dibuktikan dengan baris ke enam yang berbunyi "Kini aku tidak tahu sedang apa dia di sana?" dari baris tersebut, pengarang memberitahu pembaca kalau pengarang tidak tahu apa yang sedang Ibunya lakukan saat jauh darinya. Puisi ini juga mengilustrasikan tentang kerinduan dan permohonan maaf karena masih belum bisa menjadi anak yang berbakti kepada Ibunya. Dari segi tata bahasa, puisi Rantau ini masih memiliki banyak kesalahan penulisan kata, seperti "diambang" yang harusnya dipisah, lalu "disana" juga seharusnya dipisah. Kemudian pada penulisan "allah" juga seharusnya menggunakan huruf kapital menjadi "Allah".</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 02:30:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348196154</guid>
      </item>
      <item>
         <title>San Francisco, CA, USA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348203033</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 8<br>Ivana Nur Choirun Nisaa&nbsp;<br>M. Amar Al Gozi<br>Offering E<br>Bahasa dan Sastra Indonesia&nbsp;<br>Puisi "Rindu Bersembunyi" dan "Rantau"<br><br>Puisi Rindu Bersembunyi ini menceritakan tentang kerinduan yang dalam kepada sang kekasih, sedangkan puisi Rantau menceritakan tentang seorang anak yang sedang merantau dan mengalami kerinduan terhadap sang ibu, serta kesedihannya terhadap kesepian di dalam rantaunya. Rindu yang menggenang semua rasa yang tak bisa terungkap, menitihkan semua perasaan yang&nbsp; tak hilang. Kedua puisi tersebut mengandung makna yang sama yaitu sama-sama ia mengalami rindu kepada seseorang. Penggunaan kata diksi dalam pusii tersebut sudah sesuai dan sudah bagus. mudah dipahami dan dicermati.&nbsp;<br><br>Namun dalam puisi Rantau menurut kami judul dengan beberapa bait isi puisi tepat dengan temanya. Puisi memilki kesamaan dengan puisi Rindu pula keduanya mengangkat kerinduan seseorang kepada seseorang. Namun dalam puisi Rantau lebih merujuk kepada kerinduan kepada kampung halaman dan juga rindunya kepada sosok ibunda tercinta. Dalam puisi rantau ini lebih menggunakan penggunaan bahasa yang mudah pahami dan pesan yang disampaikan pula juga ada yang menggunakan konotatif dan denotatif. Dari yang konotatif bisa diketahui pada kutipan "Seribu maaf, aku hanyalah anak selalu menggores luka dihtimu<br>" yang bisa diketahui isi pesanya yaitu sang anak yang meminta maaf karena pernah berbuat salah kepada ibunya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://wallsdesk.com/wp-content/uploads/2016/12/Golden-Gate-Bridge-Computer-Wallpaper.jpeg" />
         <pubDate>2022-10-20 02:35:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348203033</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zimbabwe - Dubai - United Arab Emirates</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348209376</link>
         <description><![CDATA[<div>Salsabilla Amanda dan Sherilda Azzahra<br>Dalm puisi berjudul 'April Beristiqomah' secara keseluruhan amat mudah dipahami. Namun, ada beberapa diksi yang terasa kurang tepat. Contohnya : penggunaan diksi di sekujur organ tubuh terasa ganjal. Mungkin bisa diganti dengan diksi yang lain seperti di sekujur anggota tubuh agar tidak terasa ganjal. Contoh lainnya : penggunaan diksi sholat wajib dan fardlu menjadi pemborosan kata. Karena kata wajib dan fardlu hal yang sama.&nbsp;<br><br>Pada puisi 'Rantau' terdapat beberapa kata yang tidak sesuai dengan tata kepenulisan bahasa Indonesia yang benar dan terdapat kesalahan penulisan.<br>1. Diambang, seharusnya di ambang<br>2. Disana, seharusnya di sana<br>3. Memerintah, seharusnya memerintah<br>4. Dihtimu, seharusnya di hatimu<br>5. Tulisan allah, seharusnya Allah<br>6. Ijinkan, seharusnya izinkan<br>Pada puisi 'Rantau'e dituliskan dengan penggunaan bahasa yang umum dan dapat dipahami dengan jelas. Pada suatu puisi sering ditemukan makna yang bersifat konotatif sebagai pembangun dan memperindah sebuah puisi, tetapi dalam puisi ini makna-makna yang dituliskan bersifat denotatif dan langsung merujuk pada makna sebenarnya. <br>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 02:39:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348209376</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Raja Ampat, Papua Barat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348211825</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA KELOMPOK:&nbsp;</div><div>MUHAMMAD YUSUF NURROHMAN (210212603230)</div><div>NADIATUS SHOLEHAH (210212603219)<br>OFFERING: E<br>JURUSAN: SASTRA INDONESIA<br>PRODI: S1 BAHASA DAN SASTRA INDONESIA&nbsp;<br><br>Puisi "Rindu Bersembunyi" dan Puisi "Rantau" sama² bermakna tentang kerinduan seseorang. Kedua puisi ini sama-sama menggunakan sudut pandang orang pertama. Akan tetapi perbedaannya terdapat pada objek kerinduannya. Puisi "Rindu Bersembunyi" makna rindu dimaksudkan untuk kekasih yang sedang berada jauh, antara kota Perak dan Solo. Kemudian, jika pada puisi "Rantau" makna rindu dimaksudkan untuk ibu dan dalam puisi itu menceritakan bagaimana perjuangan seorang ibu yang jasanya tak akan bisa kita ganti. Namun, pada puisi "Rantau" terdapat satu larik puisi yang berbunyi<br><br></div><blockquote>Sebuah firman allah bersabda “surga ditelapak kaki ibu”</blockquote><div><br>pada hakekatnya, perkataan Allah merupakan firman, dan perkataan Rasul merupakan Sabda. Jadi akan lebih tepat jika menggunakan firman Allah saja karena 'sabda' diperuntukkan perkataan Rasul. Tetapi, di sisi lain, unsur imaji dalam puisi ini kuat sehingga pembaca dapat membayangkan dan merasakan juga apa yang ada dalam larik dan bait puisi tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 02:41:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348211825</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arab Saudi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348233342</link>
         <description><![CDATA[<div>Dede Dwi Pratiwi (210212603207)<br>Devina Indah Cahyani (210212603210)<br>Jurusan Sastra Indonesia<br>Offering E<br><br>Puisi "Rindu Bersembunyi" dan "Rantau" karya Rizki Juni Sukowardhani<br><br>Kedua puisi ini sama-sama berbicara tentang kepiluan hati yang mungkin dialami&nbsp; oleh penulis. Puisi "Rindu Bersembunyi" menceritakan tentang kerinduan penulis pada sosok kekasihnya. Dimana disini mereka dipisahkan oleh dua kota yaitu kota Perak dan Solo. Lalu puisi "Rantau" juga menceritakan kerinduan sang anak kepada ibunya, dibuktikan dengan larik Terbayang desahan pelukan ketika rindu melanda Kini aku tidak tau sedang apa dia disana ?. Kedua puisi ini juga menggunakan diksi yang sederhana sehingga mudah pembaca untuk memahami makna puisi tersebut, tertulis dengan sangat indah dan rapi.<br>Selain isi atau makna puisinya sama, kedua puisi ini juga sama-sama menggunakan majas repetisi atau majas pengulangan. Dibuktikan dengan:<br>a. Dalam puisi "Rindu Bersembunyi"<br>&nbsp;pengulangan "kata" di larik pertama<br>Pengulangan kata "kerinduanku" di larik tujuh dan delapan<br>Pengulangan kata "berbunyi" di larik 12 dan 13<br>Pengulangan kata "mengharap kekasih" di larik 12 dan 13<br>Pengulangan kata "kenangan" dan kata " mimpi" serta kata "hanyalah" di larik 20<br>b. Dalam puisi "Rantau"<br>Pengulangan kata "ibu" di larik 11,12,13 dan 14<br>Pengulangan kata "aku" di larik 16,17,18,19,20, dan 21, 25, 26, serta 28.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 02:56:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348233342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Banyuwangi, Banyuwangi Regency, East Java</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348262717</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 03:16:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348262717</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Banyuwangi, Banyuwangi Regency, East Java</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348262718</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 03:16:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348262718</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Banyuwangi, Banyuwangi Regency, East Java</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348283147</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Rendy Rifqi Marcelino<br>NIM: 210212603255<br>OFF: E<br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Gaya tidak dapat dipisahkan hubungannya dengan pemakaian atau penggunaan bahasa dalam karya sastra. Gaya memang dihubungkan&nbsp; dengan pemakaian atau penggunaan bahasa dalam karya sastra ini adalah hakikat stilistika.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Gaya bahasa merupakan wujud pikiran dan perasaan pengarang dalam karyanya, sedangkan keindahan timbul dari pikiran yang dalam dan muri, dari pikiran yang luas dan mengetahui batas-batas melahirkannya pada waktu menulis.&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pada puisi tyang berjudul Rindu Bersembunyi karya ibu Rizky Juni Sukowardhani terdapat gaya bahasa yang membuat puisi semakin berwarna. Yang pertama adalah majas personifikasi. Majas personifikasi adalah memberikan atribut pada manusia dan hewan, sebuah objek dan sebuah ide. Pada kutipan puisi "Mengilustrasikan irama detak kerinduanku kepadamu". Pada kutipan ini penulis seolah-olah menyamakan detak kerinduan dengan detak jantung. Pada kutipan kedua adalah "Kerimduanku adalah kerinduan yang bersembunyi seribu tahun lamanya." Ini merupakan majas personifikasi sekaligus majas hiperbola. Karena kerinduan tidak mungkin bersembunyi, dan yang kedua adalah meskipun rindu berupa manusia tidak mungkin bersembunyi seribu tahun lamamanya.&nbsp;<br>       Secara garis besar penulisan mudah dipahami dan baik. Namun masih terdapat kesalahan dalam penulisan kata yang pertama adalah "kerimduanku" dan "allah". Pada dua kata itu perlu diubah menjadi kata yang benar yaitu "Kerinduanku" dan "Allah"<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 03:32:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348283147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Toronto, ON, Canada</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348410805</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:&nbsp;<br>1. Azkiya Hamidah Ruhyanudin (210212603257)&nbsp;<br>2. Berliana Dewi Shintya Putri (210212603249)&nbsp;<br>Bahasa dan Sastra Indonesia (Off E)&nbsp;<br><br>Puisi yang dianalisis atau dinilai: Kasih Ibu&nbsp;<br><br>Puisi ini menggambarkan tentang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, namun puisi ini disampaikan menggunakan sudut pandang anak, yang secara tidak langsung mengungkapakan rasa terima kasih seorang anak kepada ibunya. Puisi ini mudah dipahami karena menggunakan gaya bahasa yang sederhana, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Puisi ini juga menceritakan tentang perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anaknya yang tentunya penuh dengan rintangan. Puisi ini bagus untuk menyadarkan pembaca seberapa berjasanya pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 05:24:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348410805</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Blitar, Kota Blitar, Jawa Timur</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348436692</link>
         <description><![CDATA[<div>Fauziah Najwa Safira (210212603204) <br>Galuh Berliant (210212603256) <br>Offering E / Bahasa dan Sastra Indonesia<br><br>Komentar Puisi 'Kasihmu Ibu' <br>Karya: Rizki Juni Sukowardhani<br><br>Dalam puisi 'Kasihmu Ibu' sudah menggunakan majas-majas yang menarik, tetapi entah mengapa terasa bosan ketika membacanya. Mungkin karena pemilihan temanya yang mengangkat tentang kisah dan kasih ibu dan itu hal yang umum, hal yang sudah sangat sering diangkat. Puisi ini ditulis dengan rangkaian cerita yang itu-itu saja, bahkan konteks ibu sudah menjadi sangat umum dan awam. Karena sudah sangat umum, menurut kami cukup sulit untuk mengemas puisi tema ibu dengan cukup menarik dikarenakan sudah menjadi <em>klise</em> tersendiri dalam ranah kepenulisan puisi. Selain hal di atas, ada beberapa poin yang kami sukai dari puisi 'Kasihmu Ibu', puisi ini lugas, tak berbelit-belit sehingga mudah dipahami, diksi yang digunakan cenderung ke diksi umum, sehingga tak perlu bagi pembaca mengecek KBBI untuk mengetahui maksud dari penggalan kata dalam puisi ini, dan puisi ini padat, sehingga puisi ini ringan untuk dibaca, tidak berputar-putar dan tidak menyebabkan penyimpulan makna yang berbelit-belit. amanata dan pesan dalam puisi ini juga mudah untuk ditangkap dan dipahami</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-20 05:49:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/riskyjuni14/94v2ecak1oirj0eo/wish/2348436692</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
