<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KLS X DALTON by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb</link>
      <description>PETA, INDERAJA &amp; SIG, </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2016-11-09 03:50:41 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-21 06:10:16 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/png/1f3dc.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Peta Pola Rencana Ruang Kota Makassar 2010-2030</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646876457</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok Pola Rencana Ruang Kota Makassar 2010-2030;</p><p>A.St.Zakiyah Ramadani (1)</p><p>Amirah Khanza Dzakiyah W. (5)</p><p>Audrey Callysta R. Putri (9)</p><p>Fathia Aulia Annisa (16)</p><p>Naura Nafeesya (29)</p><p>Pocut Maharani Meutuah Faisal (31)</p><p><br/></p><p>PETA RENCANA POLA RUANG KOTA MAKASSAR TAHUN 2010–2030</p><p><br/></p><p>A. Komponen Peta</p><p>1. Judul:</p><p>PETA RENCANA POLA RUANG KOTA MAKASSAR TAHUN 2010–2030</p><p>Ditulis dengan huruf kapital.</p><p>Terletak di bagian kanan atas peta.</p><p>Menunjukkan isi peta secara langsung yaitu rencana pola ruang (tata guna lahan) di Kota Makassar.</p><p><br/></p><p>2. Skala:</p><p>Skala: 1 : 75.000</p><p>Artinya 1 cm di peta = 75.000 cm (750 meter) di lapangan.</p><p>Termasuk skala besar, karena menampilkan wilayah kecil dengan detail tinggi.</p><p>Dilengkapi juga skala garis di bawah peta untuk memperkirakan jarak secara visual.</p><p><br/></p><p>3. Garis Tepi:</p><p>Ada, berupa garis tebal di sekeliling peta.</p><p>Berfungsi membatasi area yang ditampilkan agar tampak rapi dan mudah dibaca.</p><p><br/></p><p>4. Garis Lintang dan Garis Bujur:</p><p>Ada di tepi peta, berwarna abu-abu tipis.</p><p>Menunjukkan posisi astronomis Kota Makassar (sekitar 5°05′–5°15′ LS dan 119°24′–119°30′ BT).</p><p>Berguna untuk mengetahui posisi geografis dan perbandingan antarwilayah.</p><p><br/></p><p>5. Orientasi (Petunjuk Arah):</p><p>Simbol panah arah Utara (N) terletak di kanan bawah peta.</p><p>Menunjukkan arah utara sebenarnya agar pembaca tidak salah memahami posisi.</p><p><br/></p><p>6. Simbol (Objek Geografi):</p><p>Menggunakan warna dan huruf sebagai pembeda zona fungsi wilayah.</p><p>Contoh simbol warna:</p><p>1.Coklat muda → permukiman padat</p><p>2.Merah → perdagangan dan jasa</p><p>3.Hijau → kawasan lindung</p><p>4.Biru → perairan dan sungai</p><p>5.Abu-abu → wilayah campuran</p><p>6.Huruf besar (A–M) menandai pembagian zona wilayah.</p><p>Semua simbol dijelaskan di legenda peta di sisi kanan.</p><p><br/></p><p>7. Inset Peta:</p><p>Ada di kanan bawah peta.</p><p>Menunjukkan lokasi Kota Makassar dalam skala lebih kecil di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.</p><p>Membantu mengenali posisi Makassar secara regional.</p><p><br/></p><p>8. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta:</p><p>Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Makassar.</p><p>Tahun: 2010–2030 (Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah).</p><p>Menunjukkan keaslian dan keakuratan data resmi pemerintah.</p><p><br/></p><p>B. Klasifikasi Peta</p><p>1. Berdasarkan Jenis:</p><p>Termasuk peta garis, karena menampilkan batas wilayah dengan simbol warna dan garis.</p><p><br/></p><p>2. Berdasarkan Isi:</p><p>Termasuk peta tematik (khusus), karena berisi informasi mengenai pola ruang dan peruntukan lahan di Kota Makassar.</p><p><br/></p><p>3. Berdasarkan Skala:</p><p>Menggunakan skala besar (1:75.000), sehingga menampilkan detail wilayah kecil secara jelas.</p><p><br/></p><p>4. Berdasarkan Data:</p><p>Termasuk peta data dinamis, karena menggambarkan rencana penggunaan ruang yang dapat berubah sesuai perkembangan kota dan kebijakan pembangunan.</p><p><br/></p><p>5. Berdasarkan Tujuan:</p><p>Termasuk peta perencanaan, karena digunakan untuk perencanaan pembangunan dan pengelolaan tata ruang wilayah.</p><p><br/></p><p>6. Berdasarkan Bentuknya:</p><p>Termasuk peta dua dimensi (peta datar), karena disajikan pada bidang datar tanpa memperlihatkan tinggi rendah permukaan bumi.</p><p><br/></p><p>C. Isi Peta (Dalam Bentuk Poin-Poin)</p><p>Peta ini menggambarkan rencana tata ruang Kota Makassar dengan pembagian zona sebagai berikut:</p><p>1.Zona A (Coklat muda): Kawasan permukiman padat penduduk.</p><p>2.Zona B (Abu-abu muda): Kawasan pengembangan permukiman baru.</p><p>3.Zona C (Kuning muda): Kawasan campuran antara permukiman dan jasa.</p><p>4.Zona D (Merah muda): Kawasan industri dan pelabuhan.</p><p>5.Zona E &amp; F (Merah): Kawasan perdagangan, jasa, dan pusat kota.</p><p>6.Zona G (Ungu tua): Kawasan industri berat.</p><p>7.Zona H (Biru tua): Kawasan pelabuhan dan aktivitas maritim.</p><p>8.Zona I, J, K (Coklat tua): Kawasan wisata pantai dan konservasi alam.</p><p>9.Zona L (Hijau muda): Kawasan pertanian, ruang terbuka hijau, dan pengembangan selatan.</p><p>10.Zona M (Hijau tua): Kawasan lindung, hutan kota, dan sempadan sungai.</p><p><br/></p><p>•Kesimpulan</p><p>Peta Rencana Pola Ruang Kota Makassar Tahun 2010–2030 merupakan peta tematik dinamis yang lengkap, akurat, dan informatif.</p><p>Peta ini menampilkan pembagian fungsi ruang di wilayah Kota Makassar secara rinci untuk mendukung pembangunan yang terarah, tertata, dan berkelanjutan.</p><p>Selain berguna bagi pemerintah, peta ini juga bermanfaat bagi masyarakat dan pelajar dalam memahami tata ruang dan arah pembangunan Kota Makassar.</p><p><br/></p><p>D. Analisis Peta</p><p><br/></p><p>1. Kelengkapan:</p><p>Peta tergolong lengkap, karena mencantumkan semua unsur utama seperti judul, skala, orientasi, legenda, sumber, garis tepi, dan inset.</p><p><br/></p><p>2. Keterbacaan:</p><p>Baik, warna dan simbol jelas serta mudah diinterpretasikan.</p><p><br/></p><p>3. Ketelitian:</p><p>Tinggi, karena menggunakan data resmi dari BAPPEDA dengan skala besar dan detail tinggi.</p><p><br/></p><p>4. Fungsi:</p><p>Menentukan arah pengembangan kota dan tata ruang wilayah.</p><p>Menjadi pedoman perencanaan pembangunan.</p><p>Menunjukkan fungsi lahan: permukiman, industri, pertanian, hutan, dan lindung.</p><p>Membantu pemerintah dan masyarakat menjaga keseimbangan pembangunan dengan kelestarian lingkungan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4610438898/98d0c8634b8c8d7c755fa9ec4878a160/95458fed_7ee0_410e_9e8c_4659b6d20100.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-23 06:26:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646876457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PETA GEOLOGI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646877636</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama anggota :</p><p>Rifdah Fakhirah Rusli (33)</p><p>A.Aurelie Azzafhira Nasrun (7)</p><p>Fitri Ramadani (18)</p><p>Rezky Nur Aenun (32)</p><p>Andi nurfaiqah annisa p. (8)</p><p>Neisha Salma Zhafirah (30)</p><p><br/></p><p>PETA GEOLOGI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN</p><p><br/></p><p>A. Komponen Peta</p><p><br/></p><p>1. Judul:</p><p><br/></p><p>PETA GEOLOGI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN</p><p><br/></p><p>Ditulis dengan huruf kapital dan di cetak tebal</p><p><br/></p><p>Diletakkan di bagian tengah atas peta agar mudah terlihat dan langsung menunjukkan isi peta.</p><p><br/></p><p>2. Skala:</p><p><br/></p><p>Peta ini menggunakan 2 skala, skala angka dan skala garis yang terletak di kiri bawah peta.</p><p><br/></p><p>Skala angkanya 1:75.000:</p><p>Artinya 1 cm di peta mewakili 75.000 cm (750 meter) di lapangan.</p><p><br/></p><p>Dan skala garisnya untuk membantu memperkirakan jarak secara visual.</p><p><br/></p><p>Termasuk skala besar, karena menampilkan wilayah kecil (Kota Makassar) dengan detail tinggi.</p><p><br/></p><p>3. Garis Tepi:</p><p><br/></p><p>Ada, berupa garis tebal di tepi peta. Berfungsi membatasi wilayah yang ditampilkan serta membuat tampilan peta lebih rapi dan jelas.</p><p><br/></p><p>4. Garis Lintang dan Garis Bujur:</p><p><br/></p><p>Terdapat garis lintang dan yang digambarkan dengan garis tipis berwarna biru. Berfungsi menunjukkan posisi astronomis Makassar.</p><p><br/></p><p>Dari peta kita bisa tau wilayah Kota Makassar berada pada kisaran 5°05′-5°15' LS dan 119°24′-119°30′ BT.</p><p><br/></p><p>5. Orientasi (Petunjuk Arah):</p><p><br/></p><p>Ditandai dengan panah arah utara (N), berada di kiri bawah.</p><p><br/></p><p>Berfungsi menunjukkan arah sebenarnya di permukaan bumi (utara-selatan-timur-barat), agar pembaca tidak salah dalam membaca posisi.</p><p><br/></p><p>6. Legenda (Objek Geografi):</p><p><br/></p><p>Legenda pada peta berada di sisi kanan bawah. Berisi tentang keterangan atau penjelasan setiap simbol, warna, garis, atau tanda-tanda lain yang digunakan dalam peta. berfungsi agar pembaca bisa memahami arti setiap simbol</p><p><br/></p><p>Simbol yang digunakan untuk pada peta yaitu simbol warna.</p><p><br/></p><p>Contohnya:</p><p><br/></p><p>-Batuan sedimen: warna coklat muda </p><p>-Batuan beku: warna merah</p><p>-Batuan metamorf: warna ungu</p><p>-Sesar (patahan): garis hitam bergelombang</p><p>-Kontur (ketinggian tanah): garis coklat tipis melingkar</p><p>-Sungai atau aliran air: garis biru</p><p>-Kota/permukiman: simbol titik hitam atau area abu-abu</p><p><br/></p><p>7. Inset Peta:</p><p><br/></p><p>Terdapat inset peta, berupa peta kecil tambahan yang berada di kiri atas dan kanan bawah peta utama.</p><p><br/></p><p>Kiri atas: inset ini berisi peta kecil yang menunjukkan pulau-pulau yang termasuk wilayah kota Makassar</p><p><br/></p><p>Kanan bawah: menunjukkan letak kota Makassar dalam skala yang lebih luas yaitu di wilayah provinsi Sulawesi Selatan</p><p><br/></p><p>8. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta: </p><p><br/></p><p>Sumber pada peta terletak di kanan bawah peta</p><p><br/></p><p>Sumber: Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Indonesia</p><p><br/></p><p>Tahun: 2022</p><p><br/></p><p>Fungsi: menunjukkan keaslian dan keakuratan data peta.</p><p><br/></p><p>B. Klasifikasi Peta</p><p><br/></p><p>1. Berdasarkan jenis:</p><p>Peta gelologi Makassar termasuk peta Garis bukan peta foto</p><p><br/></p><p>2. Berdasarkan isi peta ini termasuk peta Khusus atau Tematik karena hanya satu informasi yaitu keadaan Geologi Kota Makassar</p><p><br/></p><p>3. Berdasarkan skala</p><p>Peta Geologi Kota Makassar termasuk peta khusus karena fokusnya hanya pada satu tema tertentu, yaitu geologi. Yang artinya peta menampilkan informasi seperti jenis batuan dan struktur tanah di wilayah tersebut. </p><p><br/></p><p>4. Jenis Data</p><p><br/></p><p>Peta Geologi Kota Makassar menampilkan data statis, karena menunjukkan kondisi batuan dan struktur bumi yang relatif tetap.</p><p><br/></p><p>C. Isi Peta</p><p><br/></p><p>Secara Geologi Makassar tersusun atas 3 jenis batuan yaitu </p><p>- Batuan basal, merupakan batuan beku yang terbentuk dari pembekuan lava yang keluar ke permukaan bumi, terutama dari letusan gunung berapi.</p><p><br/></p><p>- Bantuan endapan alluvial, merupakan material hasil pengendapan oleh air, khususnya sungai. Biasanya terdiri dari pasir, lanau (lumpur halus), kerikil, atau lempung</p><p><br/></p><p>- Formasi camba, merupan lapisan batuan yang tersusun dari batuan sedimen yaitu batuan yang terbentuk dari hasil pengendapan seperti batu pasir, batu lempung, atau batu gamping</p><p><br/></p><p>D. Analisis Peta </p><p><br/></p><p>Kelengkapan:</p><p>Peta ini tergolong Lengkap, karena mencantumkan semua unsur utama peta (judul, skala, orientasi, legenda, sumber, garis tepi, dan inset).</p><p><br/></p><p>Kelebihan:</p><p>- Warna dan simbol dibedakan jelas sehingga mudah diinterpretasikan.</p><p><br/></p><p>- Menggunakan skala besar (1:75.000) dan data dari lembaga resmi.</p><p><br/></p><p>Kekurangan:</p><p><br/></p><p>Tidak ada penjelasan lengkap mengenai jenis batuan dan ciri fisik batuannya. Misalnya istilah "Batuan Tersier" atau "Alluvial" tidak dijelaskan lebih detail dalam legenda, sehingga orang awam akan sulit memahaminya</p><p><br/></p><p>Fungsi:</p><p><br/></p><p>Dapat digunakan untuk:</p><p><br/></p><p>- Mengetahui jenis batuan di wilayah Makassar.</p><p>- Menentukan daerah rawan longsor, gempa, atau erosi.</p><p>- Perencanaan pembangunan dan tata ruang wilayah. </p><p>- Eksplorasi sumber daya alam (mineral, air tanah, dan bahan tambang).</p><p><br/></p><p>Kesimpulan:</p><p>Peta geologi Kota Makassar lengkap dan informatif, menggambarkan kondisi geologi secara detail dan berguna untuk berbagai bidang ilmu maupun kebijakan pembangunan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4609903081/7736f658d24cbcca1259b8d3c645eb2d/geologi_makassar_1.jpg" />
         <pubDate>2025-10-23 06:26:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646877636</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PETA RUPABUMI INDONESIA LEMBAR 2011-61 BARRU</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646881912</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Anggota Kelompok</p><ol><li><p>Nararya Andira Praditya (28)</p></li><li><p>Azka Ali Rusydi (11)</p></li><li><p>Christo Josua Pasulu (14)</p></li><li><p>Gerar Immanuel Sonda (20)</p></li><li><p>Muhammad Alif Imran (23)</p></li><li><p>Muhammad Rezky Ramadhan</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>A. Komponen Peta Kabupaten Barru</strong></p><p><br/></p><p>Peta Kabupaten Barru memiliki komponen lengkap yang membantu pembaca memahami informasi geografis di wilayah tersebut, antara lain:</p><p><br/></p><p>1. Judul Peta: "Peta Rupabumi Indonesia Lembar 2011-61 Kabupaten Barru."</p><p>2. Legenda:  Menjelaskan simbol-simbol pada peta seperti bangunan, jalan, jembatan, sungai, rel kereta api, batas administrasi, sawah, kebun, rawa, hutan, dll.</p><p>3. Skala Peta: Skala 1 : 50.000, artinya 1 cm di peta = 500 m di lapangan.</p><p>4. Arah Mata Angin: Menunjukkan arah utara sebenarnya, utara magnetik, dan utara grid.</p><p>5. Simbol Peta: Meliputi tanda-tanda konvensional untuk menunjukkan kenampakan seperti gunung, sungai, jalan, dan bangunan.</p><p>6. Warna Peta: Digunakan untuk membedakan kenampakan alam, seperti warna biru untuk perairan, hijau untuk dataran rendah, cokelat untuk pegunungan, dan sebagainya.</p><p>7. Sistem Koordinat: Menggunakan koordinat geografis dan koordinat UTM (Zone 50).</p><p>8. Inset Peta: Peta kecil di dalam peta utama yang menunjukkan posisi Kabupaten Barru dalam konteks wilayah Sulawesi Selatan.</p><p>9. Garis Tepi : Berfungsi sebagai batas luar peta untuk membingkai dan memperjelas area yang ditampilkan.</p><p>10. Sumber: Menunjukkan asal data yang digunakan dalam pembuatan peta sebagai bentuk pertanggungjawaban dan keakuratan informasi.</p><p>11. Tahun Pembuatan: Menunjukkan waktu peta tersebut dibuat agar pengguna mengetahui tingkat kebaruan data yang disajikan.</p><p><br/></p><p><strong>B. Klasifikasi Peta Kabupaten Barru</strong></p><p><br/></p><p>Berdasarkan isinya, peta Kabupaten Barru termasuk jenis peta umum (ikhtisar) karena menampilkan berbagai unsur kenampakan alam dan buatan manusia secara umum. Peta ini juga termasuk peta garis, karena disajikan dalam bentuk simbol, garis, dan warna yang menggambarkan kenampakan di permukaan bumi.</p><p><br/></p><p><strong>C. Isi Peta Kabupaten Barru</strong></p><p><br/></p><p>Isi dari peta Kabupaten Barru meliputi berbagai unsur geografi dan buatan manusia, di antaranya:</p><p><br/></p><p>1. Kenampakan Alam: Garis kontur, tebing, sungai, danau, rawa, air terjun, pantai, dan perbukitan.</p><p>2. Kenampakan Buatan: Jalan raya, jembatan, rel kereta api, dermaga, tangki bahan bakar, dan bangunan pemerintah.</p><p>3. Penggunaan Lahan: Sawah, kebun, hutan, ladang, penggaraman, dan tambak.</p><p>4. Batas Wilayah: Batas kabupaten, batas kecamatan, dan batas provinsi.</p><p>5. Informasi Tambahan: Titik kontrol (geodesi, astronomi, sipat datar), pusat listrik, menara suar, dan sumur bahan bakar.</p><p>6. Keterangan Administratif: Nama-nama kecamatan di Kabupaten Barru.</p><p><br/></p><p><strong>D. Analisis Peta Kabupaten Barru</strong></p><p><br/></p><p>Berdasarkan isi dan komponennya, dapat disimpulkan bahwa:</p><p><br/></p><p><strong>Kelengkapan Kerja</strong></p><p><br/></p><p>Peta ini sudah memenuhi unsur-unsur utama peta, yaitu:</p><p><br/></p><p>1. Judul peta</p><p>2. Skala peta</p><p>3. Arah mata angin</p><p>4. Legenda</p><p>5. Sumber dan tahun pembuatan</p><p>6. Koordinat geografis dan UTM</p><p>7. Proyeksi peta</p><p>8. Warna dan simbol</p><p>9. Tepi peta</p><p>10. Keterangan tambahan</p><p><br/></p><p><strong>Kelebihan Peta Kabupaten Barru</strong></p><p><br/></p><p>1. Detail tinggi: Skala besar (1:50.000) memungkinkan pembaca melihat kenampakan dengan jelas dan akurat.</p><p>2. Lengkap: Dilengkapi legenda, simbol, kontur, dan koordinat.</p><p>3. Sumber resmi: Diterbitkan oleh BAKOSURTANAL, lembaga pemetaan nasional.</p><p>4. Bermanfaat luas: Dapat digunakan untuk pendidikan, survei lapangan, navigasi, dan perencanaan wilayah.</p><p>5. Akurat secara spasial: Menggunakan sistem koordinat UTM dan proyeksi yang sesuai dengan wilayah Indonesia.</p><p><br/></p><p> <strong>Kekurangan Peta Kabupaten Barru</strong></p><p><br/></p><p>1. Data lama: Peta dibuat dari foto udara tahun 1981–1982 dan disunting 1989, jadi beberapa kondisi lapangan saat ini sudah berubah.</p><p>2. Distorsi kecil: Karena proyeksi bidang datar, tetap ada sedikit penyimpangan bentuk dan jarak.</p><p>3. Kurang informasi tematik: Peta ini bersifat umum, jadi tidak menunjukkan data khusus seperti kepadatan penduduk atau potensi ekonomi.</p><p>4. Tidak menampilkan batas administrasi terbaru: Karena batas wilayah bisa berubah setelah pemekaran daerah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4610444247/f82b57f98cf878000a4ba8108be1ef1d/IMG_20251009_WA0023_1_.jpg" />
         <pubDate>2025-10-23 06:30:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646881912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PETA SUMATERA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646882430</link>
         <description><![CDATA[<p>KELOMPOK 6</p><p>ANGGOTA:</p><p>• Akhdaan Nahara</p><p>• M. Gibran Pratama</p><p>• Gavin Arga Ramadhan</p><p>• Bima Raka Saputra</p><p>• Devan Putra Hardi</p><p>• A. Ahmad Fargani</p><p><br/></p><p>A. Komponen Peta</p><p>1.	Judul Peta</p><p>Tidak ada. Sebaiknya dicantumkan agar pembaca langsung mengetahui isi peta, jadi kami menyarankan judul peta tersebut adalah PETA PULAU SUMATERA.</p><p><br/></p><p>2.	Legenda</p><p>Terletak di pojok kanan atas.</p><p>Berisi keterangan yang menjelaskan arti dari simbol-simbol di peta, seperti:</p><p>•	Ibukota provinsi dan kabupaten kota</p><p>•	Jalur kereta api</p><p>•	Jalan raya</p><p>•	Sungai</p><p>•	Batas provinsi dan batas negara</p><p>•	Warna ketinggian wilayah</p><p><br/></p><p>3.	Skala Peta</p><p>Skala angka: 1 : 6.000.000</p><p>Artinya, 1 cm di peta mewakili 60 km di permukaan bumi dan peta ini adalah peta skala geografis dan peta ini termasuk peta garis karena</p><p><br/></p><p>4.	Orientasi / Arah Mata Angin</p><p>Terletak di kiri bawah, dengan simbol panah yang menunjukkan arah Utara (U).</p><p><br/></p><p>5.	Simbol Peta</p><p>Menggunakan titik untuk kota, garis untuk jalan dan rel kereta api, serta simbol lain untuk gunung, sungai, dan batas wilayah.</p><p><br/></p><p>6.	Simbol Warna Peta</p><p>Menunjukkan perbedaan ketinggian wilayah:</p><p>•	Hijau : daerah rendah</p><p>•	Kuning : daerah sedang</p><p>•	Coklat/merah : daerah tinggi</p><p>•	Putih : daerah sangat tinggi (pegunungan)</p><p><br/></p><p>7.	Inset Peta</p><p><br/></p><p>Peta kecil di pojok kiri bawah yang menampilkan Pulau Bangka dan Belitung, sebagai bagian dari Provinsi Sumatera Selatan.</p><p><br/></p><p>8.  garis lintang bujur</p><p><br/></p><p>Garis lintang menentukan posisi utara–selatan,</p><p>sedangkan garis bujur menentukan posisi timur–barat di permukaan bumi, dan garis lintang bujur yang menunjukkan kordinat. </p><p>9.Lettering dalam peta adalah penulisan huruf atau angka pada peta untuk menjelaskan nama tempat, gunung, laut dan keterangan lainnya.</p><p>Contoh:</p><p>•Laut Indonesia yang dicetak miring</p><p>•PROPINSI SUMATERA BARAT yang dicetak tebal</p><p>⸻</p><p>A). Jenis peta </p><p>ini termasuk peta garis karena peta ini menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis dan luasan</p><p><br/></p><p>B). berdasarkan isinya</p><p>Peta Pulau Sumatera termasuk peta umum karena menunjukkan kenampakan permukaan bumi secara umum, seperti batas provinsi, gunung, sungai, dan kota, tanpa fokus pada satu tema tertentu. Peta ini digunakan untuk memberi gambaran umum tentang letak dan bentuk wilayah Pulau Sumatera.</p><p><br/></p><p>C). berdasarkan skala</p><p>peta ini termasuk peta skala kecil karena</p><p>Skala 1 : 6.000.000 termasuk skala geografis karena menunjukkan wilayah yang luas tetapi detailnya sedikit.</p><p>D). berdasarkan bentuk</p><p>peta ini termasuk peta 2 dimensi karena</p><p>Peta tersebut digambar di bidang datar, hanya menampilkan panjang dan lebar, tanpa bentuk tinggi permukaan bumi seperti pada peta 3D atau peta digital.</p><p><br/></p><p>E). Jenis Data</p><p>Peta ini termasuk peta statis karena menggambarkan kondisi tetap pada waktu tertentu, bukan perubahan yang berlangsung secara terus menerus</p><p>⸻</p><p>F. Analisis Peta</p><p>•	Pulau Sumatra memiliki rangkaian Pegunungan Bukit Barisan yang membentang dari utara ke selatan.</p><p>•	Wilayah barat (warna merah/coklat) menunjukkan dataran tinggi dan pegunungan.</p><p>•	Wilayah timur (warna hijau) merupakan dataran rendah dan rawa-rawa.</p><p>•	Peta ini juga menampilkan batas provinsi, nama kota besar, dan jalur transportasi utama seperti jalan raya dan rel kereta. </p><p>⸻</p><p>G. Kritik / Kekurangan Peta</p><p>1.) Judul peta tidak ada, sehingga setelah kita menyimak secara seksama kami menyarankan nama peta ini adalah PETA PULAU SUMATERA.</p><p>2.) karena peta ini adalah skala kecil,maka tampilan atau visual peta ini kurang detail dikarenakan sangat kecil sehingga susah untuk dibandingkan dengan peta lain secara spesifik detail-detailnya.</p><p>3.)tidak ada tahun pembuatan peta</p><p>4.)tidak ada sumber peta yang tercantum</p><p>5.tidak ada keterangan proyeksi peta</p><p><br/></p><p>H. KELEBIHAN</p><p>1.kelebihan:</p><p>peta ini cukup lengkap</p><p>(menampilkan relief sungai gunung jalan batas prov dan kota) di lengkapi legenda, skala, inset, serta warna yg memudahkan memahami ketinggian</p><p>Kesimpulan:Peta ini walau komponennya tidak lengkap, namun cukup mudah untuk dipahami oleh orang awam karena tidak penempatan dan keterangannya tidak berantakan dan cukup rapi</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4610419921/466bb0119c7d26bda5e106008e3a71ee/SUMATERA.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-23 06:30:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646882430</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peta Administrasi Provinsi Sulawesi Selatan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646882608</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p>Kelompok 4</p><p>Anggota Kelompok:</p><p>Aydin Mahardika Arganta (10)</p><p>Fatihatul Jannah (17)</p><p>Muh. Attar Alfariz (24)</p><p>Nadya Arestya C. (27)</p><p>Risky Putri Langit (34)</p><p>Ulya Aqilah Z. Sijaya (36)</p></blockquote><p><br/></p><p><strong>A. Komponen Peta</strong></p><p>	1.	Judul:</p><p>PETA ADMINISTRASI PROVINSI SULAWESI SELATAN</p><p><br/></p><p>	2.	Skala: Skala 1:1.300.000</p><p>Artinya, 1 cm di peta mewakili 1.300.000 cm (13 km) di lapangan. Termasuk skala geografis, karena menampilkan wilayah luas dengan detail yang lebih umum.</p><p>Dilengkapi juga skala garis untuk memperkirakan jarak secara visual.</p><p><br/></p><p>	3.	Garis Tepi:</p><p>Ada, berupa garis tebal yang mengelilingi peta.</p><p>Fungsinya membatasi area peta, membuat tampilannya rapi, dan memisahkan isi peta dari keterangan tambahan.</p><p><br/></p><p>	4.	Garis Lintang dan Garis Bujur:</p><p>Ada, digambarkan dengan garis tipis berwarna biru.</p><p>Berfungsi menunjukkan posisi astronomis Provinsi Sulawesi Selatan.</p><p><br/></p><p>Contoh: wilayah ini berada pada kisaran 2°–8° Lintang Selatan dan 118°–121° Bujur Timur. Garis ini membantu menentukan letak wilayah dan arah secara geografis.</p><p><br/></p><p>	5.	Orientasi (Petunjuk Arah):</p><p>Ditandai dengan panah arah utara (N) yang terletak di bagian kanan atas peta.</p><p>Fungsinya menunjukkan arah sebenarnya (utara, selatan, timur, barat) agar pembaca tidak salah dalam memahami posisi wilayah.</p><p><br/></p><p>	6.	Simbol (Objek Geografi):</p><p>Digunakan untuk menggambarkan unsur-unsur administrasi dan kenampakan wilayah.</p><p><br/></p><p>Contohnya:</p><p>•	Batas provinsi: garis merah tebal</p><p>•	Batas kabupaten/kota: garis hitam tipis</p><p>•	Ibukota provinsi: simbol bintang merah (Makassar)</p><p>•	Ibukota kabupaten/kota: titik hitam</p><p>•	Laut dan kedalaman laut: gradasi warna biru</p><p>•	Jalan utama: garis hitam panjang</p><p><br/></p><p>Semua simbol dijelaskan dalam legenda peta di sisi kanan bawah.</p><p><br/></p><p>	7.	Inset Peta:</p><p>Ada, berupa peta kecil tambahan di sudut kanan bawah. Fungsinya menunjukkan lokasi Provinsi Sulawesi Selatan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p><p><br/></p><p>	8.	Sumber dan Tahun Pembuatan Peta:</p><p>•	Sumber: Badan Informasi Geospasial (BIG), Peta RBI, dan data Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan.</p><p>•	Tahun: 2020.</p><p><br/></p><p>Fungsinya menunjukkan keaslian dan keakuratan data peta. Peta yang baik harus mencantumkan sumber dan tahun pembuatannya.</p><p><br/></p><p><strong>B. Jenis Peta</strong></p><p>Peta Administrasi Provinsi Sulawesi Selatan termasuk peta khusus (peta tematik), karena menampilkan informasi khusus tentang batas wilayah administrasi seperti provinsi, kabupaten, dan kota.</p><p><br/></p><p>Peta administrasi berfungsi untuk memperlihatkan pembagian wilayah pemerintahan serta lokasi ibu kota daerah. Peta ini tidak menampilkan seluruh unsur geografi (seperti relief, iklim, atau jenis tanah), tetapi hanya fokus pada tema administrasi pemerintahan.</p><p><br/></p><p><strong>C. Jenis Data</strong></p><p>Peta Administrasi Provinsi Sulawesi Selatan menampilkan data statis, karena batas wilayah administrasi bersifat tetap dan tidak berubah dalam jangka waktu pendek.</p><p><br/></p><p><strong>D. Analisis Peta</strong></p><p><em>Kelengkapan:</em></p><p>Lengkap, karena mencantumkan semua unsur utama peta seperti judul, skala, orientasi, legenda, sumber, garis tepi, dan inset.</p><p><br/></p><p><em>Keterbacaan:</em></p><p>Baik, karena warna tiap kabupaten/kota berbeda sehingga mudah dibedakan. Simbol dan tulisan jelas, tidak saling menutupi.</p><p><br/></p><p><em>Ketelitian:</em></p><p>Tinggi, karena menggunakan data resmi dari Badan Informasi Geospasial dan Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan.</p><p><br/></p><p><em>Fungsi:</em></p><p>Peta ini dapat digunakan untuk:</p><p>•	Mengetahui pembagian wilayah pemerintahan di Sulawesi Selatan.</p><p>•	Menentukan letak kabupaten/kota beserta ibu kotanya.</p><p>•	Bahan perencanaan pembangunan daerah.</p><p>•	Bahan pembelajaran geografi dan administrasi wilayah.</p><p><br/></p><p><strong>Penilaian Peta Berdasarkan Syarat-syarat Peta yang Baik</strong></p><p><br/></p><p><em>Tidak Membingungkan</em></p><p>→ Secara umum peta mudah dibaca karena memiliki legenda, skala, dan batas wilayah yang jelas.</p><p>❗Namun, warna beberapa kabupaten terlihat mirip, sehingga bisa sedikit membingungkan saat membedakan batas antarwilayah.</p><p>‘ Cukup baik</p><p><br/></p><p><em>Mudah Dipahami</em></p><p>→ Terdapat legenda lengkap, nama daerah jelas, dan susunan peta mengikuti bentuk geografis sebenarnya.</p><p>‘ Sangat baik</p><p><br/></p><p><em>Bersih dan Rapi</em></p><p>→ Tata letak peta, tulisan, dan warna disusun dengan rapi tanpa terlalu banyak elemen yang mengganggu.</p><p>‘ Baik</p><p><br/></p><p><em>Teliti dan Sesuai dengan Tujuan</em></p><p>→ Data sumber jelas (BIG, BPS, dan instansi resmi), skala dan koordinat lengkap. Peta memang dibuat untuk tujuan administratif.</p><p>‘ Sangat baik</p><p><br/></p><p><em>Memberikan Gambaran yang Sebenarny</em>a</p><p>→ Bentuk wilayah sesuai dengan kondisi geografis Sulawesi Selatan, lengkap dengan batas provinsi dan kedalaman laut.</p><p>‘ Sangat baik</p><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan Akhir</strong></p><p>Peta administrasi Provinsi Sulawesi Selatan sudah memenuhi hampir semua syarat peta yang baik: mudah dipahami, teliti, dan memberikan gambaran nyata wilayah.</p><p><br/></p><p>Kekurangan kecilnya hanya pada warna antar kabupaten yang agak mirip, sehingga sedikit mengurangi kejelasan visual.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4610457444/e2b506126ecad0d3a54f2dd8930508da/IMG_20251023_WA0107.jpg" />
         <pubDate>2025-10-23 06:30:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646882608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3 PETA POLEWALI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646886085</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok : </p><ul><li><p>A.M. Aulia Rafi Aslam Arief (02)</p></li><li><p>Almirah Athalia Triyana Manampiring (04)</p></li><li><p>Azzahra Kirana Irvan (12)</p></li><li><p>Jordan Ali Liemeisa (21)</p></li><li><p>Muhammad Baso Syawal Gaffar (25)</p></li><li><p>Sintong Rezky Pratama Yusman (35)</p></li></ul><p><br/></p><p>A. KOMPONEN PETA</p><p>1. Judul </p><p>"Peta Rupabumi Indonesia – Lembar 2012–52 POLEWALI"</p><p>Menunjukkan nama daerah dan jenis peta. "Lembar 2012–52" menunjukkan nomor dan posisi peta dalam seri nasional.</p><p><br/></p><p>2. Skala </p><p>• Skala Numerik 1 : 50.000</p><p>Artinya 1 cm di peta sama dengan 500 meter di lapangan.</p><p><br/></p><p>• Skala Garis (Skala Grafik)</p><p>Gambar batang skala untuk memperkirakan jarak langsung di peta.</p><p><br/></p><p>3. Legenda (Keterangan Peta)</p><p>Menjelaskan simbol-simbol yang digunakan, seperti: </p><ul><li><p>Jalan raya, jalan kecil</p></li><li><p>Sungai, rawa, danau</p></li><li><p>Gunung, bukit</p></li><li><p>Batas administrasi</p></li><li><p>Permukiman, sawah, kebun, hutan, dll.</p></li></ul><p><br/></p><p>4. Simbol </p><p>Simbol peta adalah tanda atau gambar kecil yang mewakili objek sebenarnya di permukaan bumi.</p><p><br/></p><p>5. Garis Astronomis</p><p>Garis Lintang dan Garis Bujur (Koordinat Geografis), digunakan untuk menentukan posisi suatu tempat secara geografis.</p><p><br/></p><p>6. Petunjuk Arah (Mata Angin / Utara Peta)</p><p>Tanda panah menunjukkan arah utara (biasanya di bagian bawah kiri peta).</p><p><br/></p><p>7. Inset Peta (Peta Kecil di Sudut)</p><p>Menunjukkan lokasi Polewali di dalam wilayah Sulawesi Barat atau Indonesia.</p><p><br/></p><p>8. Warna</p><p>Menunjukkan ketinggian permukaan tanah dengan garis kontur dan warna.</p><p><br/></p><p>9. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta</p><p>Tercantum "Badan Informasi Geospasial (BIG)" dan tahun penerbitan peta. </p><p><br/></p><p>10. Inset Peta (Peta Kecil di Sudut)</p><p>Menunjukkan lokasi Polewali di dalam wilayah Sulawesi Barat atau Indonesia.</p><p><br/></p><p>B. KLASIFIKASI PETA </p><p>1. Berdasarkan jenis </p><p>Jadi, Berdasarkan Jenisnya peta Polewali ini termasuk jenis peta garis karena menggunakan simbol dan warna konvensional </p><p><br/></p><p>2. Berdasarkan Isinya </p><p>Peta polewali termasuk peta umum (rupa bumi/topografi) karena memuat unsur fisik dan sosial di dalamnya sekaligus untuk menggambarkan permukaan bumi secara menyeluruh dan detail.</p><p><br/></p><p>3. Berdasarkan Skala</p><p>Peta polewali termasuk peta skala besar karena skala 1:5.000 sampai 1:50.000 termasuk peta skala besar, dan peta ini menggunakan 1:50.000 yang masuk kategori peta skala besar. Cirinya: Menunjukkan wilayah sempit dengan detail tinggi.</p><p><br/></p><p>C. ANALISIS PETA </p><p>Peta ini tergolong lengkap mulai dari komponen judul, tahun terbit, legenda dan lain" dan peta ini termasuk ke jenis peta topografi dan peta skala besar. Peta ini juga mudah dipahami dan mudah di baca. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4610464667/534e57570303e685bd18b9bb876d5d14/2012_52_Polewali.jpg" />
         <pubDate>2025-10-23 06:32:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3646886085</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur-unsur Interpretasi Citra Penginderaan Jauh </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3669473262</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 3 :</p><ul><li><p>Muhammad Baso Syawal Gaffar</p></li><li><p>Azzura Kirana Irvan</p></li><li><p>Jordan Ali Liemeisa</p></li><li><p>Akhdaan Nahara </p></li><li><p>Christo Josua Pasulu</p></li></ul><p><br/></p><p><strong> Penjelasan :</strong></p><p><br/></p><ol><li><p><strong>Rona dan warna</strong><em>.</em> Rona merupakan ukuran kegelapan atau kecerahan dari suatu obyek, sedangkan warna adalah wujud yang tampak oleh mata.</p></li><li><p><strong>Tekstur</strong>. Tekstur merupakan frekuensi perubahan rona pada citra. Tekstur obyek terdiri dari tekstur kasar, sedang dan halus</p></li><li><p><strong>Bentuk</strong><em>.</em> Bentuk merupakan suatu konfigurasi atau kerangka pada obyek.</p></li><li><p><strong>Ukuran</strong><em>.</em> Ukuran merupakan keterangan dari ciri suatu obyek mengenai panjang, tinggi, luas atau volume.</p></li><li><p><strong>Pola</strong><em>.</em> Pola merupakan susunan keruangan yang menjadi penanda bagi suatu obyek.</p></li><li><p><strong>Bayangan</strong><em>.</em> Bayangan merupakan tanda pengenalan onyek yang dipengaruhi oleh arah datangnya sinar matahari, selain itu bayangan juga dapat menutupi obyek.</p></li><li><p><strong><em>Situs</em></strong><em>.</em>Situs merupakan lokasi atau tempat suatu obyek.</p></li><li><p><strong>Asosiasi</strong><em>.</em> Asosiasi merupakan hubungan atau keterlibatan suatu obyek terhadap obyek lainnya.</p></li><li><p><strong>Konvergensi bukti. </strong>Konvergensi bukti merupakan kumpulan bukti - bukti yang mengarah pada kebenaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-06 06:05:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3669473262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author>2y2288tn9n</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3669482092</link>
         <description><![CDATA[<p>Tahap-tahap dalam melakukan interpretasi citra pengindaraan jauh bersama contohnya.</p><p><br/></p><p><strong>1. Deteksi (Detection)</strong></p><p><strong>Artinya:</strong> Mengenali ada tidaknya objek di citra.</p><p><strong>Contoh:</strong> Melihat bahwa ada area berwarna hijau yang menunjukkan adanya vegetasi.</p><p><br/></p><p><strong>2. Klasifikasi (Classification)</strong></p><p>Artinya: Mengelompokkan objek sesuai jenisnya.</p><p>Contoh: Mengelompokkan objek menjadi sawah, hutan, permukiman, dan sungai.</p><p><br/></p><p><strong>3. Analisis (Analysis)</strong></p><p><strong>Artinya:</strong> Mengamati ciri-ciri objek berdasarkan warna, bentuk, ukuran, pola, bayangan, tekstur, dan lokasi.</p><p><strong>Contoh:</strong> Mengetahui bahwa hutan itu adalah <strong>hutan lebat</strong> karena warnanya hijau tua dan teksturnya kasar.</p><p><br/></p><p><strong>4. Penarikan Kesimpulan (Deduction)</strong></p><p><strong>Artinya:</strong> Menyimpulkan hasil interpretasi sesuai tujuan penelitian.</p><p><strong>Contoh: Menyimpulkan bahwa daerah tersebut didominasi oleh hutan lebat dan sedikit permukiman.</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-06 06:11:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3669482092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Interpretasu Citra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680704729</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kelompok 3</strong></p><ul><li><p>Muhammad Baso Syawal</p></li><li><p>Azzura Kirana Irvan</p></li><li><p>Jordan Ali Liemeisa</p></li><li><p>Almirah Athalia T. M.</p></li><li><p>Akhdaan Nahara</p></li><li><p>Christo Joshua P.</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Objek 1</strong></p><ul><li><p>Warna : Hijau Gelap</p></li><li><p>Rona : Sedikit Gelap</p></li><li><p>Bentuk : Setengah Lingkaran</p></li><li><p>Tekstur : Halus</p></li><li><p>Bayangan : Tidak Ada</p></li><li><p>Pola : Tidak Teratur</p></li><li><p>Ukuran : Besar</p></li><li><p>Situs : Air</p></li><li><p>Asosiasi : Jalan, Pohon</p></li><li><p>Konvergensi : Danau</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Objek 2 </strong></p><ul><li><p>Warna : Campuran Coklat &amp; Hijau</p></li><li><p>Rona : Cerah</p></li><li><p>Bentuk : Setengah Lingkaran</p></li><li><p>Tekstur : Halus</p></li><li><p>Bayangan : Tidak Ada</p></li><li><p>Pola : Teratur</p></li><li><p>Ukuran : Besar</p></li><li><p>Situs : Gawang</p></li><li><p>Asosiasi : Pathway,Pohon</p></li><li><p>Konvergensi : Lapangan</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Objek 3</strong></p><ul><li><p>Warna : Biru Muda </p></li><li><p>Rona : Cerag </p></li><li><p>Bentuk : Persegi panjang </p></li><li><p>Tekstur : Halus </p></li><li><p>Bayangan : Tidak ada </p></li><li><p>Pola : Teratur</p></li><li><p>Ukuran : Lumayan besar </p></li><li><p>Situs : Garis Kolam</p></li><li><p>Asosiasi : Tribun</p></li><li><p>Konvergensi : Kolam Renang</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Objek 4</strong></p><ul><li><p>Warna : Coklat Muda</p></li><li><p>Rona : cerah</p></li><li><p>Bentuk : ZigZag</p></li><li><p>Tekstur : Halus</p></li><li><p>Bayangan : Tidak Ada</p></li><li><p>Pola : Tidak Teratur</p></li><li><p>Ukuran : Kecil</p></li><li><p>Situs : Kendaraan</p></li><li><p>Asosiasi : Danau, Pohon, Rumah</p></li><li><p>Konvergensi : Jalanan</p></li></ul><p><br></p><p><strong>Objek 5</strong></p><ul><li><p>Warna : Biru</p></li><li><p>Rona : Cerah</p></li><li><p>Bentuk : Persegi</p></li><li><p>Tekstur : Kasar</p></li><li><p>Bayangan : Ada</p></li><li><p>Pola : Teratur</p></li><li><p>Ukuran : Sedang</p></li><li><p>Situs : Atap</p></li><li><p>Asosiasi : Pohon, Jalan, Pemukiman</p></li><li><p>Konvergensi : Bangunan</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4734637593/8df5b7effde78c424fad45dcbc74fe40/325A5E39_F354_4E7A_A1F7_CED977821BEB.jpeg" />
         <pubDate>2025-11-13 06:54:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680704729</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INTERPRETASI CITRA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680715486</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>ANGGOTA KELOMPOK :</strong></p><ol><li><p>A. St. Zakiyah Ramadhani</p></li><li><p>Amirah Khansa Dzakiyah W.</p></li><li><p>Audrey Callysta R. Putri</p></li><li><p>Fathia Aulia Annisa</p></li><li><p>Naura Nafeesya</p></li><li><p>Pocut Maharani Meutuah F.</p></li></ol><p><br></p><ol><li><p><strong>BENTUK</strong></p><p>1. Bentuk lingkaran/oval besar </p><p>2. Bentuk tidak beraturan (organik) </p><p>3. Bentuk persegi dan persegi panjang </p><p>4. Bentuk garis melengkung dan lurus.</p><p>5. Bentuk bulat kecil</p><p><br></p></li><li><p><strong>UKURAN</strong></p><p>1. Ukuran : besar</p><p>2. Ukuran : besar</p><p>3. Ukuran : sedang</p><p>4. Ukuran : kecil</p><p>5. Ukuran : sedang</p><p><br></p></li><li><p><strong>RONA DAN WARNA</strong></p><p>1. warna : hijau agak kehitaman, rona : gelap</p><p>2. warna : hijau muda, rona : terang</p><p>3. warna : biru muda, rona : terang</p><p>4. warna : coklat, rona : terang</p><p>5. warna : biru, rona : terang</p><p><br></p></li><li><p><strong>TEKSTUR</strong></p><p>1. Memiliki tekstur halus</p><p>2. Memiliki tekstur halus</p><p>3. Memiliki tekstur halus</p><p>4. Memiliki tekstur halus</p><p>5. Memiliki tekstur halus</p><p><br></p></li><li><p><strong>BAYANGAN</strong></p><p>1. bayangan : tidak ada</p><p>2. bayangan : tidak ada</p><p>3. bayangan : samar"</p><p>4. bayangan : tidak ada</p><p>5. bayangan : samar"</p><p><br></p></li><li><p><strong>POLA</strong></p><p>1. pola : tidak beraturan</p><p>2. pola : teratur</p><p>3. pola : teratur</p><p>4. pola : tidak beraturan</p><p>5. pola : tidak beraturan</p><p><br></p></li><li><p><strong>SITUS</strong></p><p>1. situs : berada di daerah cekungan yang menampung air, biasanya dikelilingi vegetasi atau tanggul</p><p>2. ⁠situs : dataran tinggi kecil di dekat danau, mungkin digunakan untuk masyarakat </p><p>3. ⁠situs: daerah dekat tribun </p><p>4. ⁠situs: berada di tepi danau, berfungsi sebagai jalur akses</p><p>5. situs:  ⁠dataran rendah di dekat permukiman</p><p><br></p></li><li><p><strong>ASOSIASI</strong></p><p>1.daerah resapan air</p><p>2.lapangan atau ruang terbuka hijau </p><p>3.berbentuk persegi berwarna biru cerah</p><p>4.permukiman, bangunan, fasilitas umum, keterhubungan antar objek</p><p>5.kumpulan bangunan berukuran sedang</p><p><br></p></li><li><p><strong>KOVERGENSI</strong></p><p>1. sungai</p><p>2. lapangan sepak bola</p><p>3. kolam renang</p><p>4. jalanan </p><p>5. pemukiman warga</p><p><br></p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4734736385/0ef216f7babafe15f81768ffe0e5af41/IMG_20251113_WA0030.jpg" />
         <pubDate>2025-11-13 07:03:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680715486</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680716104</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4734751510/e304231761d9ed7b71c012ee44764ed3/TMLR.jpg" />
         <pubDate>2025-11-13 07:04:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680716104</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Interprestasi Citra</title>
         <author>2y2288tn9n</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680719744</link>
         <description><![CDATA[<p><br>Kelompok 4</p><p>Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Ulya Aqilah Z. Sijaya</p></li><li><p>Fatihatul Jannah</p></li><li><p>Nadya Arestya C.</p></li><li><p>Resky Putri Langit</p></li><li><p>Aydin Mahardika Arganta</p></li><li><p>Muh. Attar Alfariz</p></li></ol><p><br></p><p>Interprestasi Citra</p><p>1. Stadion Andi Mattalatta Mattoanging (Pusat Citra) 🏟️</p><p>- Warna: Hijau terang (lapangan rumput terawat), merah kecoklatan (lintasan lari/tanah), dan putih/abu-abu (struktur bangunan tribun).</p><p>- Rona: Terang dan seragam di bagian lapangan dan struktur tribun.</p><p>- Bentuk: Elips/Oval yang jelas dan terstruktur, dengan bangunan tribun berbentuk persegi panjang yang besar di sisi-sisi lapangan.</p><p>- Ukuran: Sangat besar, mendominasi pusat citra.</p><p>- Tekstur: Halus di bagian lapangan rumput, sedang di bagian lintasan dan tribun.</p><p>- Bayangan: Jelas terlihat dan memanjang dari struktur tribun yang tinggi, mengindikasikan bangunan masih berdiri kokoh.</p><p>- Pola: Sangat teratur dan simetris (pola fasilitas olahraga).</p><p>- Situs: Berada di tengah-tengah kawasan pemukiman yang padat.</p><p>- Asosiasi: Berasosiasi dengan fasilitas olahraga aktif dan kegiatan publik/massal.</p><p>- Konvergensi: Bentuk elips simetris, warna hijau terang, dan bayangan tribun yang jelas mengkonfirmasi identifikasi sebagai Stadion yang Berfungsi.</p><p><br></p><p>2. Gedung (Mengacu pada sebelah Tribun Stadion) 🏗️</p><p>- Warna: Merah kecoklatan atau merah bata (warna atap) dan terlihat sedikit warna putih/abu-abu (dinding atau struktur bangunan).</p><p>- Rona: Terang.</p><p>- Bentuk: Persegi</p><p>- Ukuran: Sedang</p><p>- Tekstur: Rada kasar (atap bangunan).</p><p>- Bayangan: Sangat jelas menunjukkan tinggi bangunan.</p><p>- Pola: Teratur dan Simetris</p><p>- Situs: Berada di sebelah Stadion (Area Datar)</p><p>- Asosiasi: Bagunan Bangunan sedang beratap merah sering diasumsikan sebagai sekolah, masjid, aula atau gedung lain</p><p>- Konvergensi: Mendukung interpretasi Bahwa bangunan ini adalah fasilitas publik</p><p><br></p><p>3. Gelora Andi Mattalatta Kolam Renang 🏊</p><p>- Warna: Kemungkinan Biru atau putih/biru kehijauan (warna air atau atap kolam renang).</p><p>- Rona: Cenderung Terang (kontras dengan bangunan dan vegetasi).</p><p>- Bentuk: Diperkirakan persegi panjang yang terstruktur.</p><p>- Ukuran: Diperkirakan sedang (lebih kecil dari rumah/blok pemukiman, lebih besar dari rumah individu).</p><p>- Tekstur: Diperkirakan Halus (permukaan air).</p><p>- Bayangan: Kemungkinan ada bayangan dari struktur penutup atau dinding.</p><p>- Pola: Terstruktur dan geometris (fasilitas buatan).</p><p>- Situs: Diperkirakan berdekatan atau di kompleks fasilitas olahraga yang sama dengan Stadion.</p><p>- Asosiasi: Berasosiasi dengan fasilitas olahraga air.</p><p>- Konvergensi: Bentuk persegi panjang yang halus dan warna biru/terang yang kontras di kompleks olahraga mengindikasikannya sebagai kolam renang.</p><p><br></p><p>4. Jalan DR. Ratulangi 🛣️</p><p>- Warna: Abu-abu terang atau putih (perkerasan jalan).</p><p>- Rona: Sangat terang (kontras dengan vegetasi dan atap gelap).</p><p>- Bentuk: Memanjang dan linier (garis lurus/melengkung).</p><p>- Ukuran: Panjang dan relatif lebar (jalan protokol).</p><p>- Tekstur: Halus (permukaan rata).</p><p>- Bayangan: Harusnya tidak ada, kecuali dari objek di tepinya.</p><p>- Pola: Pola linier yang terstruktur, membatasi dan memotong blok pemukiman.</p><p>- Situs: Menghubungkan berbagai kawasan, dikelilingi oleh bangunan.</p><p>- Asosiasi: Berasosiasi dengan infrastruktur transportasi utama.</p><p>- Konvergensi: Bentuk linier yang lebar dan sangat terang, memotong pola pemukiman, mengindikasikannya sebagai jalan utama.</p><p><br></p><p>5. Pemukiman 🏘️</p><p>- Warna: Campuran antara abu-abu/putih/merah (atap) dan hijau (pepohonan/halaman).</p><p>- Rona: Bervariasi (terang hingga gelap).</p><p>- Bentuk: Kumpulan dari banyak bentuk segi empat kecil yang rapat.</p><p>- Ukuran: Area yang luas, terdiri dari unit-unit kecil.</p><p>- Tekstur: Kasar (kerapatan dan variasi bangunan serta pepohonan).</p><p>- Bayangan: Terdapat banyak bayangan kecil, menunjukkan banyak struktur vertikal yang rendah.</p><p>- Pola: Rapat dan Tidak Teratur (pola pemukiman padat).</p><p>- Situs: Mengelilingi Stadion sebagai pusatnya.</p><p>- Asosiasi: Berasosiasi dengan fungsi hunian dan kepadatan penduduk.</p><p>- Konvergensi: Kumpulan objek kecil berbentuk segi empat yang rapat dengan warna campuran, mengindikasikan kawasan hunian padat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-11-13 07:07:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680719744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Interpretasi Citra</title>
         <author>neishasalma09</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680727081</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kelompok 2</strong></p><p>Rifdah Fakhirah Rusli (33)</p><p>A.Aurelie Azzafhira Nasrun (7)</p><p>Fitri Ramadani (18)</p><p>Rezky Nur Aenun (32)</p><p>Andi nurfaiqah annisa p. (8)</p><p>Neisha Salma Zhafirah (30)</p><p><br></p><p><strong>Titik 1</strong></p><p>- Warna: Hijau tua</p><p>- Rona: Agak gelap</p><p>- Tekstur: Halus</p><p>- Bayangan: Tidak ada</p><p>- Ukuran: Besar</p><p>- Pola: Tidak teratur</p><p>- Bentuk: Bergelombang </p><p>- Situs: Dekat sawah</p><p>- Asosiasi: Dekat dengan jembatan, pemukiman dan sawah.</p><p>- Konvergensi: Sungai/muara</p><p><br></p><p><strong>Titik 2</strong></p><p>- Warna: Hijau kecoklatan</p><p>- Rona: Gelap</p><p>- Tekstur: Halus</p><p>- Bayangan: Tidak ada</p><p>- Ukuran: sedang</p><p>- Pola: Teratur</p><p>- Bentuk: Persegi atau persegi panjang</p><p>- Situs: Dekat sungai</p><p>- Asosiasi: Dekat dengan bangunan industri, dan sungai</p><p>- Konvergensi: Sawah</p><p><br></p><p><strong>Titik 3</strong></p><p>- Warna : Putih</p><p>- Rona : Terang</p><p>- Bentuk : Persegi panjang tidak beraturan</p><p>- Ukuran : Besar</p><p>- Tekstur : Halus </p><p>- Bayangan : tTidak ada</p><p>- Pola : Cukup teratur</p><p>- Situs : Dekat sawah</p><p>- Asos : Jalanan besar </p><p>- Konvergensi : Pabrik</p><p><br></p><p><strong>Titik 4</strong></p><p>- Warna: Abu-abu kecoklatan </p><p>- Rona: Terang</p><p>- Tekstur: Halus</p><p>- Bayangan: Tidak ada</p><p>- Ukuran: Kecil</p><p>- Pola: Teratur</p><p>- Bentuk: Panjang</p><p>- Situsnya: Dekat sungai</p><p>- Asosiasi: Menjadi penghubung antar pemukiman dan sawah</p><p>- Konvergensi: Jembatan</p><p><br></p><p><strong>Titik 5</strong></p><p>- Warna: Abu-abu</p><p>- Rona: Terang</p><p>- Tekstur: Halus</p><p>- Bayangan: Tidak ada</p><p>- Ukuran: Sedang</p><p>- Pola: Tidak teratur (melengkung dan bercabang)</p><p>- Bentuk: Panjang</p><p>- Situs: Dekat pemukiman</p><p>- Asosiasi: Menjadi penghubung antara jembatan dan beberapa jalanan besar</p><p>- Konvergensi: Jalanan besar (flyover)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4298174230/8e7ebd6a87f6aeee9602fd2d5bf707da/IMG_20251113_WA0055.jpg" />
         <pubDate>2025-11-13 07:13:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680727081</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680728649</link>
         <description><![CDATA[<p>KLP 6</p><p>• Devan Putra Hardi</p><p>• Bima Raka Saputra</p><p>• Gavin Arga Ramadhan</p><p>• M. Gibran Ibnu Pratama</p><p>• Andi Ahmad Fargani</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4734807287/028659b6e28ee25b08aa3eb7a779868a/NO.png" />
         <pubDate>2025-11-13 07:15:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680728649</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680733233</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 5</p><p>Nama Anggota Kelompok</p><p>1. Nararya Andira Praditya</p><p>2. Gerar Immanuel Sonda </p><p>3. Azka Ali Rusydi</p><p>4. Sintong Rezky Pratama Y.</p><p>5. A.M Aulia Raffi </p><p>6. Mohammad Alif Imran</p><p>Bagian 1</p><p>1. Warna = Biru Tua</p><p>2. Rona = Agak Gelap</p><p>3. Bentuk = Tidak beraturan (Memanjang/Berbelok)</p><p>4. ukuran = Besar</p><p>5. tekstur = halus</p><p>6. bayangan = tidak ada</p><p>7. pola = alami mengikuti kontur alam</p><p>8. situs = jembatan pembatas</p><p>9. Asosiasi = berdekatan dengan lahan industri dan jalan utama</p><p>10. Konvergensi = sungai</p><p>1. Warna	hijau gelap</p><p>2. Rona	Cerah</p><p>3. Bentuk	Persegi panjang / teratur</p><p>4. Ukuran	Sedang hingga besar</p><p>5. Tekstur	Agak kasar (terdapat perbedaan rona kecil)</p><p>6. Bayangan	Tidak ada </p><p>7. Pola	Teratur (barisan bangunan dan lahan)</p><p>8. Situs	Di tepi sungai dan dekat jalan tol</p><p>9. Asosiasi	Berkaitan dengan kawasan industri atau gudang</p><p>10. Konvergensi	Menunjukkan sawah</p><p>Bagian 3</p><p>1. Warna	Putih keabu-abuan</p><p>2. Rona	Sangat cerah</p><p>3. Bentuk	Persegi panjang dan memanjang</p><p>4. Ukuran	Besar</p><p>5. Tekstur	Halus (permukaan atap datar)</p><p>6. Bayangan	Terlihat bayangan ke satu sisi (menunjukkan tinggi bangunan)</p><p>7. Pola	Teratur sejajar</p><p>8. Situs	Di dataran rendah dekat tol</p><p>9. Asosiasi	Berdekatan dengan lahan industri dan jalan utama</p><p>10. Konvergensi pabrik besar</p><p>Bagian 4</p><p>1. Warna	abu abu</p><p>2. Rona	Cerah (refleksi tinggi dari permukaan beton)</p><p>3. Bentuk	Memanjang, melengkung, dan bercabang</p><p>4. Ukuran	Lebar dan panjang</p><p>5. Tekstur	Halus (permukaan rata)</p><p>6. Bayangan	Ada sedikit bayangan di sisi bawah (menandakan jalan layang)</p><p>7. Pola	Teratur, linear, mengikuti arah lalu lintas</p><p>8. Situs	Di area tinggi (jalan layang), melintasi sungai dan lahan industri</p><p>9. Asosiasi	Berhubungan dengan transportasi utama dan kawasan perkotaan</p><p>10. Konvergensi jembatan</p><p>Bagian 5</p><p>1. Warna	abu abu</p><p>2. Rona	Cerah (karena beton memantulkan cahaya tinggi)</p><p>3. Bentuk	Memanjang lurus</p><p>4. Ukuran	Lebar dan panjang (jalan utama bertingkat)</p><p>5. Tekstur	Halus (permukaan rata dan keras)</p><p>6. Bayangan	tidak ada</p><p>7. Pola	Linear dan sejajar dengan jalan di bawahnya</p><p>8. Situs	Di kawasan padat perkotaan</p><p>9. Asosiasi	Berkaitan dengan transportasi utama, jalan arteri, dan simpang tol</p><p>10. Konvergensi	Jalan tol</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4734861849/e57e5e40c439430f52c7ff2a246a11ca/IMG_20251113_WA0017.jpg" />
         <pubDate>2025-11-13 07:18:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680733233</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Interprestasi Citra</title>
         <author>2y2288tn9n</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680733248</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 4</p><p>Anggota Kelompok:</p><ol><li><p>Ulya Aqilah Z. Sijaya</p></li><li><p>Fatihatul Jannah</p></li><li><p>Nadya Arestya C.</p></li><li><p>Resky Putri Langit</p></li><li><p>Aydin Mahardika Arganta</p></li><li><p>Muh. Attar Alfariz</p></li></ol><p><br></p><p>Interprestasi Citra</p><p>1. Stadion Andi Mattalatta Mattoanging (Pusat Citra) 🏟️</p><p>- Warna: Hijau terang (lapangan rumput terawat), merah kecoklatan (lintasan lari/tanah), dan putih/abu-abu (struktur bangunan tribun).</p><p>- Rona: Terang dan seragam di bagian lapangan dan struktur tribun.</p><p>- Bentuk: Elips/Oval yang jelas dan terstruktur, dengan bangunan tribun berbentuk persegi panjang yang besar di sisi-sisi lapangan.</p><p>- Ukuran: Sangat besar, mendominasi pusat citra.</p><p>- Tekstur: Halus di bagian lapangan rumput, sedang di bagian lintasan dan tribun.</p><p>- Bayangan: Jelas terlihat dan memanjang dari struktur tribun yang tinggi, mengindikasikan bangunan masih berdiri kokoh.</p><p>- Pola: Sangat teratur dan simetris (pola fasilitas olahraga).</p><p>- Situs: Berada di tengah-tengah kawasan pemukiman yang padat.</p><p>- Asosiasi: Berasosiasi dengan fasilitas olahraga aktif dan kegiatan publik/massal.</p><p>- Konvergensi: Bentuk elips simetris, warna hijau terang, dan bayangan tribun yang jelas mengkonfirmasi identifikasi sebagai Stadion yang Berfungsi.</p><p><br></p><p>2. Gedung (Mengacu pada sebelah Tribun Stadion) 🏗️</p><p>- Warna: Merah kecoklatan atau merah bata (warna atap) dan terlihat sedikit warna putih/abu-abu (dinding atau struktur bangunan).</p><p>- Rona: Terang.</p><p>- Bentuk: Persegi</p><p>- Ukuran: Sedang</p><p>- Tekstur: Rada kasar (atap bangunan).</p><p>- Bayangan: Sangat jelas menunjukkan tinggi bangunan.</p><p>- Pola: Teratur dan Simetris</p><p>- Situs: Berada di sebelah Stadion (Area Datar)</p><p>- Asosiasi: Bagunan Bangunan sedang beratap merah sering diasumsikan sebagai sekolah, masjid, aula atau gedung lain</p><p>- Konvergensi: Mendukung interpretasi Bahwa bangunan ini adalah fasilitas publik</p><p><br></p><p>3. Gelora Andi Mattalatta Kolam Renang 🏊</p><p>- Warna: Kemungkinan Biru atau putih/biru kehijauan (warna air atau atap kolam renang).</p><p>- Rona: Cenderung Terang (kontras dengan bangunan dan vegetasi).</p><p>- Bentuk: Diperkirakan persegi panjang yang terstruktur.</p><p>- Ukuran: Diperkirakan sedang (lebih kecil dari rumah/blok pemukiman, lebih besar dari rumah individu).</p><p>- Tekstur: Diperkirakan Halus (permukaan air).</p><p>- Bayangan: Kemungkinan ada bayangan dari struktur penutup atau dinding.</p><p>- Pola: Terstruktur dan geometris (fasilitas buatan).</p><p>- Situs: Diperkirakan berdekatan atau di kompleks fasilitas olahraga yang sama dengan Stadion.</p><p>- Asosiasi: Berasosiasi dengan fasilitas olahraga air.</p><p>- Konvergensi: Bentuk persegi panjang yang halus dan warna biru/terang yang kontras di kompleks olahraga mengindikasikannya sebagai kolam renang.</p><p><br></p><p>4. Jalan DR. Ratulangi 🛣️</p><p>- Warna: Abu-abu terang atau putih (perkerasan jalan).</p><p>- Rona: Sangat terang (kontras dengan vegetasi dan atap gelap).</p><p>- Bentuk: Memanjang dan linier (garis lurus/melengkung).</p><p>- Ukuran: Panjang dan relatif lebar (jalan protokol).</p><p>- Tekstur: Halus (permukaan rata).</p><p>- Bayangan: Harusnya tidak ada, kecuali dari objek di tepinya.</p><p>- Pola: Pola linier yang terstruktur, membatasi dan memotong blok pemukiman.</p><p>- Situs: Menghubungkan berbagai kawasan, dikelilingi oleh bangunan.</p><p>- Asosiasi: Berasosiasi dengan infrastruktur transportasi utama.</p><p>- Konvergensi: Bentuk linier yang lebar dan sangat terang, memotong pola pemukiman, mengindikasikannya sebagai jalan utama.</p><p><br></p><p>5. Pemukiman 🏘️</p><p>- Warna: Campuran antara abu-abu/putih/merah (atap) dan hijau (pepohonan/halaman).</p><p>- Rona: Bervariasi (terang hingga gelap).</p><p>- Bentuk: Kumpulan dari banyak bentuk segi empat kecil yang rapat.</p><p>- Ukuran: Area yang luas, terdiri dari unit-unit kecil.</p><p>- Tekstur: Kasar (kerapatan dan variasi bangunan serta pepohonan).</p><p>- Bayangan: Terdapat banyak bayangan kecil, menunjukkan banyak struktur vertikal yang rendah.</p><p>- Pola: Rapat dan Tidak Teratur (pola pemukiman padat).</p><p>- Situs: Mengelilingi Stadion sebagai pusatnya.</p><p>- Asosiasi: Berasosiasi dengan fungsi hunian dan kepadatan penduduk.</p><p>- Konvergensi: Kumpulan objek kecil berbentuk segi empat yang rapat dengan warna campuran, mengindikasikan kawasan hunian padat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4610296292/17e7453e2ca7c9a8e4296ad862f7a10d/e9fd4925_8019_40b6_8d7c_bc7fb0187a0d.jpeg" />
         <pubDate>2025-11-13 07:18:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/94dd8fexsxnb/wish/3680733248</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
