<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Teks Eksplanasi by EVA PUSPITA</title>
      <link>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-05-13 17:45:39 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-07-15 05:57:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>haloo</title>
         <author>2200003052_</author>
         <link>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3449000778</link>
         <description><![CDATA[<p>   1. silakan bentuk 3 kelompok bersama teman teman sekelas</p><ol start="2"><li><p>tentukan struktur dan kaidah kebahasaan pada teks yang tersedia</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-13 18:08:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3449000778</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Demonstrasi Massa</title>
         <author>2200003052_</author>
         <link>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3519563899</link>
         <description><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini demonstrasi kerap terjadi hampir setiap waktu dan terjadi di berbagai tempat. Bahkan, demonstrasi sudah menjadi fenomena yang lumrah di tengah-tengah masyarakat kita. Menanggapi fenomena tersebut, seorang kepala daerah menyatakan bahwa penyebab demonstrasi dan anarkisme tidak lain adalah faktor laparnya masyarakat. Lantas ia mencontohkan rakyat Malaysia dan Brunei yang adem ayem, lantaran kesejahteraan mereka terpenuhi maka demonstrasi di negara-negara itu jarang terjadi.</p><p>Tentu saja komentar tersebut menyulut reaksi para mahasiswa. Mereka memprotes dan meminta sang bupati mencabut kembali pernyataannya. Para mahasiswa tidak terima dan tidak merasa memiliki motif serendah itu. Mereka berpendirian bahwa demonstrasi yang biasa mereka lakukan murni untuk memperjuangkan kebenaran dan melawan kemungkaran yang terjadi di hadapan mereka.</p><p>Demonstrasi massa tidak selalu disebabkan oleh urusan perut, bahkan banyak peristiwa yang sama sekali tidak didasari oleh motif itu. Dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, Abraham Maslow membaginya ke dalam beberapa tingkatan. Kebutuhan yang paling mendasar adalah makan dan minum. Sementara itu, yang paling puncak adalah kebutuhan akan aktualisasi diri.</p><p>Namun demikian, pada umumnya demonstrasi massa justru lebih didasari oleh kebutuhan tingkatan akhir itu. Masyarakat berdemonstrasi karena membutuhkan pengakuan dari pemerintah ataupun pihak-pihak lain agar hak-hak dan eksistensi mereka diakui. Karena merasa dibiarkan, hak-haknya diingkari, bahkan dinistakan, kemudian mereka berusaha untuk menunjukkan jati dirinya dengan cara berdemonstrasi.</p><p>Banyak fakta dapat membuktikannya. Demonstrasi massa pada awal reformasi di negeri ini pada tahun 1997–1998, bukan dilakukan oleh rakyat miskin ataupun orang-orang lapar. Justru hal itu dilakukan oleh warga dari kalangan menengah ke atas, dalam hal ini adalah mahasiswa dan golongan intelektual. Belum lagi jika&nbsp; merujuk pada kasus-kasus yang terjadi di luar negeri. Dalam beragam skala (besar atau kecil), demonstrasi bukan hal aneh lagi bagi negara-negara Eropa. Demonstrasi yang mereka lakukan sudah tentu tidak didorong oleh kondisi perut yang lapar karena mereka pada umumnya dalam kondisi yang sangat makmur.</p><p>Dengan fakta semacam itu, nyatalah bahwa kemiskinan bukanlah penyebab utama untuk terjadinya gelombang demonstrasi. Akan tetapi, fenomena tersebut lebih disebabkan oleh kemampuan berpikir kritis dari warga masyarakat. Mereka tahu akan hak-haknya, mengerti pula bahwa di sekitarnya telah terjadi pelanggaran dan kesewenang-wenangan. Mereka kemudian melakukan protes dan menyampaikan sejumlah tuntutan. Apabila faktor-faktor itu tidak ada di dalam diri mereka, apapun yang terjadi di sekitarnya, mereka akan seperti kerbau dicocok hidung: manggut-manggut dan berkata “ya” pada apapun tindakan dari pimpinannya meskipun menyimpang dan bahkan menzalimi mereka sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-15 03:01:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3519563899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah Kabupaten Bandung</title>
         <author>2200003052_</author>
         <link>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3519565260</link>
         <description><![CDATA[<p>Awal pemerintahan Kabupaten Bandung dimulai sejak Piagam Sultan Agung Mataram pada tanggal 20 April 1641. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bandung.</p><p>Sebelum mencapai bentuk pemerintahan sekarang, Kabupaten Bandung mengalami perkembangan kekuasaan dari zaman ke zaman. Pada masa Kerajaan Pajajaran berkuasa, sekitar akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16, di Tatar Periangan belum ada bentuk kabupaten, hanya terdiri atas beberapa keprabuan. Istilah keprabuan diambil dari kata prabu yang berarti ‘leluhur’ atau ‘raja muda’.</p><p>Pada tahun 1575 yang berkuasa di daerah Pajajaran adalah pemerintahan Islam. Dilanjutkan pemerintahan Mataram (1621–1677) dan pemerintahan Belanda. Saat Mataram berkuasa itulah, nama keprabuan diubah menjadi kabupaten.</p><p>Berdasarkan piagam itu, Sultan Agung diangkat Tumenggung Wiraangunangun sebagai Bupati Bandung. Ketika itu, pemerintahan Kabupaten Bandung berpusat di daerah Krapyak atau Bojongasih. Tepatnya di tepi Sungai Cikapundung, dekat muaranya, yaitu Sungai Citarum. Nama Krapyak kemudian berganti menjadi Citeureup. Nama itu hingga kini tetap abadi menjadi salah satu nama desa di Dayeuhkolot.</p><p>Pada masa Bupati Wiranatakusumah II (1794-1829) Ibu Kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Krapyak (Dayeuhkolot) ke pinggir Sungai Cikapundung atau Alun-alun Bandung sekarang. Pemindahan tersebut berdasarkan perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda,”Deandels”. Peristiwa itu terjadi pada 25 Mei 1810. Alasan pemindahan tersebut akan memberikan prospek baik terhadap perkembangan wilayah itu. Pada saat itu Deandels yang mendapat julukan “Mas Galak” tengah membuat jalan dari Anyer ke Panarukan. Kebetulan jalur tersebut melewati Tatar Priangan atau Kota Bandung pada saat sekarang ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-15 03:02:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3519565260</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Virus Corona</title>
         <author>2200003052_</author>
         <link>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3519566423</link>
         <description><![CDATA[<p>Virus Corona atau COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan pandemi yang pertama kali ditemukan di daerah kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019 lalu. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan menyebar ke berbagai wilayah. Virus Corona sendiri sudah masuk ke Indonesia pada awal bulan Maret 2020 dan hingga kini masih terus menyebar.</p><p>Virus Corona adalah bentuk kumpulan virus yang mampu menginfeksi sistem pernafasan manusia. Kemudian virus ini akan terus menginfeksi jika imun tubuh lemah dapat berujung pada kematian. Awalnya virus Corona diduga ditularkan dari hewan liar yang dimakan oleh manusia, seperti kelelawar dan ular.</p><p>Namun belum ada bukti yang kuat untuk dugaan tersebut. Karena penyebarannya yang sangat cepat dan luas, virus Corona telah ditetapkan sebagai pandemi global hingga saat ini. Dan menyebabkan banyak kerugian bagi semua pihak.</p><p>Rajin-rajinlah mencuci tangan dan mengenakan masker ketika ke luar rumah untuk mencegah penyebaran virus ini. Kita semua berharap agar virus ini menghilang secepatnya dan kondisi kembali seperti sedia kala.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-15 03:03:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3519566423</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3519809064</link>
         <description><![CDATA[<p>Kresna, fadoli</p><p>Virus Corona atau COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan pandemi yang pertama kali ditemukan di daerah kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019..."</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-15 05:57:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2200003052_/8y6pd2c6tpykyx1e/wish/3519809064</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
