<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Postmoderne by Aulianur fauziah</title>
      <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur</link>
      <description>Bagaimana pemahaman kalian tentang karya sastra &quot;ottos mops&quot;? Tulis pemahaman kalian ke dalam padlet berikut</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-05-23 13:49:35 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-05-27 01:44:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f506.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>ottos mops - Erst Jandl</title>
         <author>aulianurfauziah354</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1559579951</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.lyrikline.org/en/poems/ottos-mops-1232" />
         <pubDate>2021-05-25 23:44:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1559579951</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>aulianurfauziah354</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1559613062</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/Ke66tv9DwsA" />
         <pubDate>2021-05-26 00:02:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1559613062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tasya Negara (190241610825)</title>
         <author>tasyanegara10</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1559903507</link>
         <description><![CDATA[<div>Saya berpendapat, bahwa puisi "Ottos Mops" karya Ernst Jandl secara garis besar terlihat lucu. Mungkin dikarenakan ilustrasi yang digunakan adalah tipikal kartun yang banyak disukai anak-anak, puisi ini cenderung memberikan humor. Tetapi menurut saya sendiri, ada beberapa makna (jika dihubungkan dengan era posmodern). Kalimat "Ottos Mops trotzt", yang dalam Bahasa Indonesia berarti "Anjing Mop Otto menentang". Hal ini menurut saya menunjukkan bahwa era posmodern ini mereka ingin memiliki lebih banyak kebebasan, tidak tergantung hanya dengan "majikan".</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 01:59:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1559903507</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Handika Surya Pradana (190241610853)</title>
         <author>handikasurya22</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560105199</link>
         <description><![CDATA[<div>Kebebasan menulis dalam puisi karya Ernst Jandl ini menjadi petunjuk bahwa "Ottos Mops" lahir pada era Postmoderne. Bagi saya pribadi, puisi ini juga sangat unik karena hanya terdiri dari satu vokal saja yaitu "O", dari hal ini pula maka ciri khas yang ada dalam puisi era Postmoderne kembali ditunjukkan yaitu bersifat ritmis. <br><br><strong>(Contoh)</strong><br><em>ottos mops trotzt<br>otto: fort mops fort<br>ottos mops hopst fort<br>otto: soso</em><br>...<br><br>Tidak hanya permainan bahasa tetapi juga isi dari puisi ini begitu unik. Di dalam karya Jandl ini menceritakan hubungan antara manusia dan hewan, hubungan suka-duka hingga pemberontakan (dari si anjing) serta sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 03:31:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560105199</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabilah Nada </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560144739</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi ini menceritakan tentang seorang anjing dan pemiliknya yang selalu memberikan perintah terhadap anjingnya. Mungkin maksud dari puisi ini untuk mengungkapkan makna 'kebebasan' melalui karakter anjing tersebut.&nbsp;<br>Menurut saya puisi ini sangat unik. Ciri khas yang sangat tampak pada puisi ini menurut saya adalah kebebasan menulis dan Sprach-experiment karena gaya bahasa yang digunakan penulis sesuai dengan keinginannya dan kata-kata yang dipilih dalam puisi ini semuanya mengandung vokal 'o'.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 03:55:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560144739</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rount Maulero/190241610819</title>
         <author>rountmaulero09</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560146564</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya puisi "Ottos Mops" karya Ernst Jandl terkesan sangat unik dan ini kali pertama saya mendengarkan puisi yang unik dan sedikit lucu dengan akhiran tiap sajaknya yaitu huruf "o". Penggunaan hewan anjing disini menurut saya bermakna sebagai ungkapan kebebasan yang sangat identik dengan zaman postmodern. Hal ini seperti biasa yang kita lihat, anjing bisa melakukan apapun tanpa ada batasan batasan dari anjing lain. Sehingga pada dasarnya kebebasan inilah yang membuktikan sebuah ikatan antara manusia dan hewan untuk hidup bersama dengan kebebasa. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 03:56:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560146564</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadya Alrin Widya Sandy (190241610833)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560154545</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya puisi yang bejudul "Ottos Mops"karya Ernst Jandl ini memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dari puisi lainnya, yaitu hanya menggunakan satu huruf vokal "O" dan ilustrasi video membuat puisi ini mudah disukai. Puisi ini menceritakan tentang kehidupan seorang lelaki dengan anjingnya, sang anjing selalu&nbsp; menuruti perintah majikannya, tetap suatu hari si anjing berubah, itu yang membuat sang majikan terkejut dan tidak menyangka. Melalui puisi ini, penulis ingin menunjukkan bahwa di era ini semua orang membutuhkan kebebasan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 04:01:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560154545</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putri Nugrahantie </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560221456</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi ottos mops sangatlah unik karena kata-kata yang dipilih hanya berisikan huruf vokal 'O' . Sebelumnya saya tidak pernah menemukan puisi semacam ini. Sepertinya puisi ini juga mengandung humor. Setelah saya cermati lagi,&nbsp; puisi mencoba untuo menggambarkan keinginan rasa 'kebebasan' pada zaman postmodern. Hal tsb dapat saya simpulkan karena puisi ini bercerita mengenai seekor anjing yang selalu menuruti perintah majikannya akan tetapi suatu hari dia berubah.&nbsp;<br>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 04:41:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560221456</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diajeng Wuri Aryati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560227224</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya "Ottos Mops" karya Ernst Jandl memberikan kesan yang sangat menarik dan unik. Terdapat Sprachexperiment berupa penggunaan vokal "O" di setiap baitnya. Tidak ada huruf vokal lain selain "O", hal ini menjadikan karya sastra tersebut terlihat unik.&nbsp;Selain itu, isi dari karya ini mengungkapkan adanya penolakan dan perlawanan dari seekor anjing yang tergambar pada bait "Ottos Mops trozt". Anjing tersebut mencari sebuah kebebasan dari perintah-perintah majikannya. Kebebasan sendiri merupakan ciri khas dari karya sastra pada era Postmoderne.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 04:44:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560227224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rindang Faricha Putri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560292915</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi yang berjudul Ottos Mops karya Erst Jandl merupakan sebuah puisi yang unik. Dengan gaya bahasa yang hanya mengandung vokal "o" membuat puisi ini terlihat menarik dan lucu. Ottos Mops menceritakan tentang seekor anjing dengan majikannya. Anjing dalam puisi tersebut digambarkan sebagai bentuk kebebasan. Hal tersebut sangat mencerminkan zaman posmodern yang penuh dengan kebebasan dan terlepas dari segala keterikatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 05:16:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560292915</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Farelia Shava Kamila / 190241610816</title>
         <author>fareliashava</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560364578</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, puisi „Ottos Mops” karya Ernst Jandl ini sangat lucu dan unik. Mengapa? Sebab, hanya kata-kata berhuruf vokal 'O' yang dipilih dalam penulisan puisi ini. Saya belum pernah menemukan puisi semacam ini. Terlihat pula bahwa puisi ini mengandung sedikit humor. Dari segi isi yang ingin disampaikan, penulis berusaha menunjukkan keinginan untuk memperoleh kebebasan pada zaman Postmodern. Menurut saya, puisi ini bercerita mengenai seekor anjing yang selalu menaati perintah majikannya, namun suatu saat dia telah memberontak atau berubah. Hal ini juga menggambarkan betapa erat hubungan antara manusia dengan hewan, karena sama-sama ciptaan Tuhan:)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 05:51:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560364578</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dia Erwina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560412697</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi Ottos Mops karya Erst Jandl adalah sebuah puisi yang memiliki keunikan tersendiri. Yang membuat puisi ini unik adalah penggunaan kata yang tidak terlepas dari huruf vocal 'o'. Puisi ini bercerita tentang seekor anjing dan majikannya. Di dalamnya diceritakan tentang perubahan anjing itu yang awalnya selalu patuh dengan majikannya yang kemudian berubah. Sehingga dari puisi ini menunjukan tentang sebuah kebebasan yang menjadi ciri khas dari zaman Postmodern.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 06:14:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560412697</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Idi Pangesti - 190241610840</title>
         <author>idipangesti</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560422987</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi "Otto Mops" karya Ernst Jandl menurut saya adalah puisi yang sangat unik, karena dalam satu puisi hanya mengandung huruf vokal "o". Terlihat bahwa puisi ini tidak terikat aturan. Hal ini menandakan salah satu ciri dari zaman Postmodern, yaitu kebebasan. Tidak hanya gaya bahasa yang digunakan, isi dari puisi ini juga mengandung unsur kebebasan. Puisi ini bercerita tentang seekor anjing dan majikannya, dimana anjing ini selalu mendapatkan perintah dari majikannya. Namun suatu saat, anjing ini berubah dan mulai memberontak. Saya rasa, anjing ini ingin bebas dari perintah majikannya, sehingga anjing disini juga menggambarkan kebebasan.&nbsp;</div>]]></description>
         <pubDate>2021-05-26 06:19:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560422987</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caecelia Sherina </title>
         <author>sherinadgp</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560506228</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi ini menggambarkan situasi antara manusia dan hewan. Secara keseluruhan puisi ini mengandung humor yang penuh kasih sayang dan terjalin komunikasi dengan memberikan perintah-perintah agar anjingnya bisa segera melakukan sesuai keinginan majikannya (Otto). Akan tetapi di sisi lain, si anjing merasa tidak nyaman ketika terus mengikuti perintah tersebut. Yang diinginkan si anjing, bisa merasakan nikmatnya kebebasan.&nbsp;<br><br>Puisi ini terdiri dari 14 baris dan 3 bait. Selain ditulis huruf vokal "o" sebagai bentuk susunan kalimatnya, terdapat hal yang unik pula dengan dibubuhkan tanda baca titik dua pada baris-baris tertentu. Hal itu menandakan sebagai tuturan langsung. Sementara itu, dalam puisi tersebut tidak terdapat tanda baca koma maupun tanda baca titik sehingga tidak akan menghalangi aktivitas pembaca dan jauh lebih memberikan kemudahan saat membacanya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 06:57:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560506228</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Catherine Maghfirah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560619237</link>
         <description><![CDATA[<div>Hasil analisis saya terhadap karya Ernst Jandl berupa puisi berjudul “Ottos Maps” terdengar sangat unik karena memiliki ritme yang sama membuatnya berbeda dari kebanyakan puisi jerman lainnya. Terdapat perumpamaan dengan menggunakan hewan sebagai bentuk sesuai dengan ciri khas era pada saat itu yaitu postmodern. Simbol ini menggambarkan bahwa tidak ada keterbatasan dalam melakukan segala hal. Oleh karena itu puisi ini berupa cerminan atas jaman postmodern bahwa semuanya dapat berhubungan satu sama lain secara bebas tanpa ada hambatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 07:49:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560619237</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Susmitha Nurzaini (190241610849)</title>
         <author>susmithanurzaini</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560705304</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah saya menganalisis karya sastra Ernst Jandl yang berjudul <strong><em>"Otto Mops"</em></strong>, bisa dibilang puisi ini sangat unik dan identik dengan karakteristik zaman Postmodern, yaitu bentuk yang bebas dengan penggunaan metafiksi serta narasi yang tidak dapat ditebak.<br> <br> Menurut saya puisi ini termasuk genre humor, dimana penulis hanya ingin mengungkapkan ekspresi saat memanggil anjingnya yang bernama "Otto" dengan selipan humor. Hal ini semakin membuat pendengar semakin tertarik dengan gaya bahasa ringan.<br> <br> <strong><em>ottos mops klopft<br>&nbsp;otto: komm mops komm</em></strong><br>&nbsp;<br> Terlihat pada kedua lirik diatas, kata "komm" berarti datang untuk memanggil anjingnya tersebut.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 08:33:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560705304</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Inneke Putri Maharani 190241610805</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560710005</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, puisi yang berjudul Ottos Mops oleh Erst Jandi ini merupakan puisi yang memiliki keunikan tersendiri, karena gaya bahasanya yang hanya mengandung vokal “o”. Penulis menyampaikan dalam puisi tentang keinginan dalam memperoleh kebebasan  Hal ini sama seperti dalam gambarannya yaitu seekor anjing yang awalnya adalah penurut pada majikan, namun pada akhirnya anjing itu pun memberontak.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 08:35:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560710005</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fatimah Azzahra Sekar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560711502</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi ottos mops karya ernts jandl ini terdiri dari klausa utama yang sederhana dan terdapat dua hingga empat kata yang hanya berisi vokal yang sama yaitu ‘o’.&nbsp; Pusi ini menceritakan tentang seekor anjing dan juga majikannya. Seekor anjing yang selalu patuh kepada majikannya ini suatu hari berubah menjadi memberontak dan tidak mematuhi perintah majikannya lagi. Seekor anjing ini ingin merasakan kebebasan dan terlepas dari majikannya. Hal ini sangat berhubungan dan menggambarkan ciri khas dari zaman era Postmoderne ini yaitu sebuah “kebebasan”.&nbsp;</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 08:36:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560711502</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Baiq Tsania Avi (190241610806)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560777141</link>
         <description><![CDATA[<div><em>ottos mops trotzt<br>otto fort mops fort<br>ottos mops hopst fort<br>otto soso<br>....<br>....<br><br></em>Dari kutipan tersebut, nampak bahwa puisi Otto Mops karya Ernst Jandl ini memiliki rima yang unik dan menarik. Keunikannya membuat saya seperti sedang mendengar sebuah puisi lelucon. Namun sebenarnya, puisi ini menggambarkan bahwasanya antara manusia dan hewan bisa memiliki hubungan yang sangat "spesial".<br>Dalam puisi ini, Jandl juga menyiratkan tentang suatu kebebasan dan pemberontakan (sesuai ciri dari era Postmodern). Dimana hewan tidak selamanya menurut akan perintah manusia, namun ia juga memiliki hak untuk hidup sesuai keinginannya.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-05-26 09:11:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560777141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Akbar Erwinsyah Muhammad</title>
         <author>nurakbar1902416</author>
         <link>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560852816</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi ini menurut saya sangatlah unik dan menarik. Penggunaan huruf dalam puisi ini kebanyakan menggunakan huruf "o". Dalam puii ini penulis ingin menyampaikan bahwa kebebasan adalah hak semua orang. Dala penggambaran di puisi ini penulis menggambarkan dengan hewan dan juga manusia yang mana anjing tersebut selalu mendapatkan perintah dari majikannya dan menginginkan kebebasan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-26 09:58:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/aulianurfauziah354/Postmoderne_literatur/wish/1560852816</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
