<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pembangun Komunitas yang Menyenangkan by angel ingelia Defretes</title>
      <link>https://padlet.com/angeldefretes85/8qm1vwcp0gwi29ed</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-07-29 23:52:53 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-07-30 00:32:30 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4147793747/78a2f552d80983a92ddbaf08ecab4105/padlet_crane_logo.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Pr Sejarah ibu Srikandi </title>
         <author>angeldefretes85</author>
         <link>https://padlet.com/angeldefretes85/8qm1vwcp0gwi29ed/wish/3531451618</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama:Amarilis ingelia DE FRETES </p><p><br/></p><ol><li><p>Merkantilisme adalah sistem ekonomi dan kebijakan nasionalis yang berkembang di Eropa antara abad ke-16 hingga ke-18.merkantilisme menekankan pentingnya akumulasi kekayaan, terutama logam mulia seperti emas dan perak, untuk meningkatkan kekuatan dan kemakmuran suatu negara. Negara-negara yang menganut merkantilisme berusaha mencapai hal ini dengan cara memaksimalkan ekspor dan membatasi impor melalui tarif dan kebijakan protektif lainnya. Merkantilisme, sebagai sebuah sistem ekonomi, memiliki dampak yang signifikan pada sejarah Eropa dan dunia. Munculnya merkantilisme berkaitan erat dengan masa Renaisans dan kolonialisme, serta menjadi dasar bagi persaingan ekonomi dan politik antar negara Eropa pada masanya.</p></li><li><p>Kolonialisme dalam sejarah adalah praktik penguasaan suatu negara (kolonial) atas wilayah atau bangsa lain (koloni) dengan tujuan untuk memperluas kekuasaan, ekonomi, dan pengaruh negara tersebut. Ini melibatkan dominasi, penaklukan, dan eksploitasi sumber daya alam dan manusia di wilayah jajahan. Kolonialisme adalah sebuah fenomena sejarah yang kompleks dengan dampak yang signifikan. Memahami konsep kolonialisme penting untuk memahami sejarah dunia dan berbagai isu global saat ini. </p></li><li><p>Imperialisme dalam sejarah adalah kebijakan atau praktik perluasan kekuasaan dan pengaruh suatu negara (biasanya negara yang lebih kuat) atas negara lain atau wilayah lain, seringkali dengan cara paksaan atau dominasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. imperialisme adalah sebuah sistem atau kebijakan yang melibatkan dominasi dan penguasaan suatu negara terhadap negara lain, dengan tujuan untuk memperluas kekuasaan dan kepentingan negara.</p></li><li><p>Kapitalisme dalam sejarah adalah sistem ekonomi di mana alat-alat produksi seperti modal, tanah, dan pabrik dimiliki oleh individu atau perusahaan swasta, bukan oleh negara. Sistem ini didorong oleh prinsip keuntungan, persaingan pasar bebas, dan minimnya intervensi pemerintah. Kapitalisme berkembang seiring waktu, dengan berbagai bentuk dan evolusi yang dipengaruhi oleh faktor sosial, politik, dan ekonomi. Tokoh penting </p><p>•Karl Marx: Filsuf dan ekonom Jerman yang mengkritik kapitalisme dan mengembangkan teori tentang kelas sosial. </p><p>•Adam Smith: Filsuf dan ekonom Skotlandia yang dianggap sebagai "bapak ekonomi kapitalis </p><p>•Max Weber: Sosiolog Jerman yang mengaitkan kapitalisme dengan etika Protestan. </p></li><li><p>Sosialisme dalam sejarah adalah sebuah ideologi dan gerakan politik yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih egaliter, dengan penekanan pada kepemilikan bersama atau kontrol sosial atas alat-alat produksi, serta distribusi kekayaan yang lebih adil. Secara historis, sosialisme muncul sebagai reaksi terhadap ketidaksetaraan dan eksploitasi yang dianggap sebagai dampak dari sistem kapitalisme. sosialisme dalam sejarah merupakan sebuah ideologi yang terus berkembang dan memiliki berbagai interpretasi, namun memiliki tujuan utama untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara. </p></li><li><p>Fasisme adalah ideologi politik otoriter yang muncul pada abad ke-20, yang ditandai dengan nasionalisme ekstrem, militerisme, dan penolakan terhadap demokrasi liberal. Fasisme menempatkan negara di atas individu, memuja kekuatan militer, dan seringkali menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Dampak fasisme:</p><p>•Perang Dunia II:</p><p>Fasisme menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan pecahnya Perang Dunia II, yang mengakibatkan kehancuran dan penderitaan yang luar biasa. </p><p>•Pelanggaran HAM:</p><p>Rezim fasis dikenal karena pelanggaran hak asasi manusia yang serius, termasuk pembunuhan massal, pemenjaraan tanpa pengadilan, dan penyiksaan. </p><p>•Kerusakan Ekonomi:</p><p>Fasisme seringkali menyebabkan kerusakan ekonomi akibat kebijakan ekonomi yang tidak rasional dan militerisme yang berlebihan. Fasisme muncul sebagai reaksi terhadap krisis politik, sosial, dan ekonomi yang melanda Eropa setelah Perang Dunia I. Gerakan ini menarik dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang merasa terpinggirkan oleh sistem demokrasi liberal dan mereka yang merindukan kejayaan masa lalu. Fasisme kemudian menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia, baik dalam bentuk gerakan politik maupun ideologi yang memengaruhi kebijakan pemerintah. fasisme sebagai ideologi dan gerakan politik mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II, dampak dan pengaruhnya terhadap sejarah tetap terasa hingga saat ini. Studi tentang fasisme dan gerakan anti-fasisme penting untuk memahami akar penyebab konflik dan kekerasan dalam sejarah dan untuk mencegah terulangnya kembali fenomena serupa di masa depan. </p></li><li><p>Komunisme dalam sejarah adalah sebuah ideologi politik dan ekonomi yang bertujuan menciptakan masyarakat tanpa kelas dan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi. Akar ideologi ini berawal dari pemikiran tokoh seperti Karl Marx dan Friedrich Engels yang mengkritik kapitalisme dan mengusulkan sistem sosial yang lebih egaliter. Dalam sejarah, komunisme telah mewujud dalam berbagai bentuk gerakan politik dan negara, terutama di abad ke-20.</p><p>•Tujuan Utama:</p><p>Menciptakan masyarakat tanpa kelas di mana alat-alat produksi dimiliki secara kolektif dan hasil produksi didistribusikan secara merata. </p><p>•Perkembangan Sejarah:</p><p>Ideologi komunisme berkembang dan diimplementasikan dalam berbagai bentuk gerakan revolusioner dan negara, seperti Uni Soviet dan Tiongkok. </p><p>•Kritik:</p><p>Komunisme juga mendapatkan kritik terkait penerapan praktisnya, seperti isu kurangnya kebebasan individu, efisiensi ekonomi, dan pelanggaran hak asasi manusia di negara-negara komunis. </p></li><li><p>Liberalisme dalam sejarah adalah sebuah ideologi yang menekankan kebebasan individu sebagai nilai utama, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial-budaya. Paham ini muncul pada abad ke-18 dan ke-19, terutama di Eropa, sebagai reaksi terhadap sistem pemerintahan absolut dan feodalisme, serta menekankan hak-hak dasar individu, pemerintahan terbatas, dan pasar bebas. </p><p>•Perkembangan dan pengaruh:</p><p>Ide-ide liberalisme menyebar luas dan memengaruhi perkembangan berbagai sistem politik dan ekonomi di dunia, termasuk munculnya demokrasi liberal dan kapitalisme. </p></li><li><p>Nasionalisme dalam sejarah adalah paham yang menekankan rasa cinta dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara, yang seringkali muncul sebagai reaksi terhadap penjajahan atau penindasan. Dalam konteks sejarah, nasionalisme mendorong terbentuknya negara-bangsa yang merdeka dan berdaulat, serta menjadi dasar bagi pergerakan kemerdekaan di berbagai negara, termasuk Indonesia.</p></li><li><p>demokrasi mengacu pada sistem pemerintahan di mana kekuasaan politik berada di tangan rakyat, baik secara langsung maupun melalui perwakilan yang dipilih. Secara etimologis, demokrasi berasal dari bahasa Yunani "demos" (rakyat) dan "kratos" (kekuasaan atau pemerintahan), yang secara harfiah berarti pemerintahan oleh rakyat. Sejarah demokrasi mencakup perkembangan konsep ini dari masa Yunani Kuno, melalui berbagai transformasi dan fase, hingga menjadi sistem pemerintahan yang diadopsi oleh banyak negara di dunia saat ini. Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang terus berkembang dan memiliki nilai-nilai universal yang dijunjung tinggi oleh banyak negara di dunia. demokrasi telah mengalami berbagai transformasi dan tantangan, namun tetap menjadi pilihan sistem pemerintahan yang menekankan pada kedaulatan rakyat, perlindungan hak asasi manusia, dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. </p></li><li><p>Pan-Islamisme adalah sebuah ideologi atau gerakan politik yang bertujuan untuk menyatukan umat Muslim di seluruh dunia di bawah satu pemerintahan atau khilafah, serta memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan negara-negara Barat. Gerakan ini muncul sebagai respon terhadap tantangan kolonialisme dan imperialisme Barat yang menimpa negara-negara Muslim pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. </p><p>•Tujuan Utama:</p><p>Menyatukan umat Islam, membangun kembali kejayaan peradaban Islam, dan melawan penjajahan. </p><p>•Dampak di Indonesia:</p><p>Gerakan Pan-Islamisme mempengaruhi munculnya organisasi-organisasi dan partai politik Islam di Indonesia, seperti Sarekat Islam, yang berjuang melawan penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan. </p><p>•Tokoh Penting:</p><p>Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha dikenal sebagai tokoh utama yang menggagas dan menyebarkan ide Pan-Islamisme. </p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-07-30 00:32:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/angeldefretes85/8qm1vwcp0gwi29ed/wish/3531451618</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
