<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PROSES KEMERDEKAAN INDONESIA by MOHAMMAD JORDAN FESHILAL ANTARIK</title>
      <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia</link>
      <description>Sejarah Indonesia kelas XI</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-03-18 08:18:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-04-15 07:13:03 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f1ee-1f1e9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Pembentukan BPUPKI - 29 April 1945</title>
         <author>2288200041</author>
         <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102787792</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Pada tanggal 7 September 1944 di dalam sidang istimewa ke-85 Teikoku Ginkai (Parlemen Jepang) di Tokyo, Perdana Menteri Koiso (pengganti Perdana Menteri Tojo) mengumumkan tentang pendirian pemerintah Kemaharajaan Jepang, bahwa daerah Hindia Timur (Indonesia) diperkenankan merdeka kelak dikemudian hari. Latar belakang dikeluarkannya pernyataan tersebut, karena semakin terdesaknya angkatan perang Jepang (Marwatidjoened Poesponegoro, 1990:66).&nbsp;<br>&nbsp;BPUPKI (Dokuritsu Zyumbi Tyoosakai) yang dibentuk tanggal 29 April 1945, belum dapat melaksanakan tugasnya karena belum ada pelantikan para anggota secara resmi oleh pemerintah Jepang. Persiapan-persiapan untuk pelaksanaan sidang Badan Penyelidik terus dilakukan. Sebagai tempat persidangan ditetapkan di Gedung Volksraad, yaitu suatu bangunan bergaya klasik Yunani-Romawi yang terletak di Pejambon. Gedung itu sebelumnya dipergunakan untuk sidang-sidang Perwakilan Rakyat di jaman Belanda (Moh. Ridhwan Indra, 1987:41).&nbsp;<br>&nbsp;Permulaan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 dibuka oleh Ketua Badan Penyelidik Dr. Radjiman Wediodiningrat (Ismaun, 1978 : 113).&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1623658296/0ebd91d7a98ef14902912255287c29fe/300px_Sidang_BPUPKI___1.jpg" />
         <pubDate>2022-03-19 06:48:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102787792</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengeboman Jepang oleh Amerika Serikat - Hiroshima 6 Agustus dan Nagasaki 9 Agustus 1945</title>
         <author>2288200041</author>
         <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102792551</link>
         <description><![CDATA[<div>Pengeboman ini dilatarbelakangi keterlibatan Jepang pada perang Dunia II. Perang Pasifik adalah perang dunia II yang berlangsung di Asia. Perang antara Amerika Serikat melawan Kekaisaran Jepang pada 7 Desember 1941 – 14 Agustus 1945 (kalender Amerika Serikat) atau 8 Desember 1941 – 15 Agustus 1945 (kalender Asia).<br>Tanpa peringatan atau deklarasi perang, Jepang membom Pearl Harbor tanggal 7 Agustus 1941. Amerika Serikat sontak kaget dan merasa seperti ditusuk dari belakang karena pada saat bersamaan Jepang sedang mengusahakan diplomasi perdamaian.<br><br></div><div>Tak lama setelah serangan Pearl Harbor, pasukan Jepang menyerang jajahan-jajahan negara Barat di Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda. Perang penaklukan dimulai. Perang Pasifik pun dimulai.<br><br></div><div><br><br>Keputusan Pengeboman Jepang.<br>Setelah perang berkepanjangan dan dilakukan ultimatum beberapa kali oleh Amerika Serikat, Jepang tidak juga menyerah. Alhasil, tepat pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, AS berhasil melancarkan misinya untuk memporak-porandakan Hiroshima dan Nagasaki.</div><div>Rencana tersebut berhasil. Pada bulan Agustus 1945 Jepang menyatakan telah menyerah, dan tepat pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal tempur kelas <em>lowa</em> milik AS, <em>USS Missouri</em>, Jepang menandatangani dokumen kapitulasi yang menandakan berakhirnya Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik.<br><br></div><div><br><br>Kenapa dipilih dua kota ini?<br>Tokyo yang merupakan kota tempat tinggal Kaisar dan ibu kota negara Jepang itu sempat masuk dalam daftar sasaran awal AS untuk menjatuhkan bom atom mereka. Namun, segera dicoret dari daftar mengingat sebagian wilayahnya telah hancur dan terbakar akibat serangan udara kecil yang terjadi di Tokyo bulan April 1942. Di Tokyo, hanya istana Kaisar lah yang masih berdiri tegak.&nbsp;</div><div>AS tidak ingin menjatuhkan bom atom mereka di sana karena beberapa alasan, seperti efek kerusakan yang tidak terlihat begitu menakjubkan, dan mereka sulit untuk memprediksi reaksi rakyat Jepang ketika seorang pria yang dianggap keturunan Dewa Matahari itu meninggal. Bisa jadi, rakyat Jepang justru bangkit dengan semangat yang jauh lebih berkobar.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1623658296/612ccef8cebdc404244ea20d7e1ec818/bom_nagasaki.jpg" />
         <pubDate>2022-03-19 07:01:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102792551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BPUPKI berganti nama menjadi PPKI - 7 Agustus 1945</title>
         <author>2288200041</author>
         <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102814008</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan Jepang karena dianggap terlalu cepat mewujudkan kehendak Indonesia dan mereka menolak adanya keterlibatan pemimpin pendudukan Jepang dalam persiapan kemerdekaan Indonesia.&nbsp;<br>Pada tanggal itu pula dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan anggota berjumlah 21 orang terdiri dari 12 orang dari Jawa, 3 dari Sumatra, 2 dari Sulawesi, 1 dari Kalimantan, 1 dari Nusa Tenggara, 1 dari Maluku, dan 1 dari Tionghoa. PPKI diketuai Soekarno, wakil ketuanya ialah Mohammad Hatta, dan penasihat Achmad Soebardjo.&nbsp;<br>Keanggotaan bertambah enam orang tanpa sepengetahuan Jepang, yaitu RAA Wiranata Kusumah, Ki Hadjar Dewantara, Kasman singodimedjo, Sayuti Melik, dan Iwa Koesoemasoemantri. Tugas PPKI adalah menyusun rencana kemerdekaan Indonesia yang telah dihasilkan BPUPKI.<br>Sumber: Media Indonesia<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1623658296/a3fd48247e58a10cf5c37aa84e47fd5a/4011291726.jpg" />
         <pubDate>2022-03-19 07:51:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102814008</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemberitaan Jepang Menyerah sampai ke Indonesia - 10 Agustus 1945</title>
         <author>2288200041</author>
         <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102816394</link>
         <description><![CDATA[<h1>Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu.</h1><div>Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1623658296/87f437188d8d60c8d03cc1b8831f8392/jepang_menyerah_tanpa_syarat.webp" />
         <pubDate>2022-03-19 07:56:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102816394</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marsekal Terauchi menjanjikan Kemerdekaan Indonesia di Dalat, Vietnam - 12 Agustus 1945</title>
         <author>2288200041</author>
         <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102839247</link>
         <description><![CDATA[<div>Soekarno, Hatta, dan Radjiman bertemu Marsekal Terauchi di Dallat, Vietnam. Kepada Bung Karno dan kawan-kawan, Terauchi mengakui bahwa pihaknya memang sedang di ujung tanduk dikarenakan leburnya Hiroshima dan Nagasaki, serta rentetan kekalahan di sejumlah front Perang Asia Timur Raya menjadi pertanda kuat bahwa Jepang tak lama lagi bakal takluk. Maka, kata Terauchi, Indonesia harus segera bersiap-siap merdeka, dan itu menjadi tugas Sukarno, Hatta, Radjiman, serta para anggota PPKI untuk mempersiapkannya. “Kapanpun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,” janji Terauchi.<br>Sumber: Tirto.id</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1623658296/77e67cf4a6114ed06b446b4635497c47/terauchi.jpg" />
         <pubDate>2022-03-19 08:46:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102839247</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peristiwa Rengasdengklok - 16 Agustus 1945</title>
         <author>2288200041</author>
         <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102843713</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Peristiwa Rengasdengklok</strong> terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda terkait proklamasi kemerdekaan. Pada saat itu, golongan muda menginginkan Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia karena Jepang telah menyerah pada sekutu.<br>Ada yang menganggap ini sebagai sebuah penculikan, ada pula yang menganggap ini tindakan untuk mengamankan Soekarno-Hatta.<br>Berdasarkan buku Sidik Kertapati <em>Seputar Proklamasi 17 Agustus 1945 </em>Sidik Kertapati&nbsp; menggunakan istilah “pengamanan tokoh nasional”. Menurutnya, Sukarno dan Hatta sengaja dibawa keluar dari Jakarta agar mereka terhindar dari Jepang. Saat itu, pemuda revolusioner sedang merancang Proklamasi Kemerdekaan.<br><br></div><div>Kenapa dibawa ke Rengasdengklok? Karena daerah itu sejak lama sudah menjadi pusat gerakan anti-fasisme Jepang. Di sana, ungkap Kertapati, ada kelompok perlawanan bernama “Sapu Mas”, yang dipimpin oleh seorang perwira PETA, Syudanco Umar Bahsan.&nbsp;<br><br>Ketika pemuda menjemput Sukarno-Hatta di rumah masing-masing, tidak ada unsur pemaksaan atau penghilangan kemerdekaan.</div><div>Hari itu, sekitar pukul 04.00 WIB, Sukarno masih tertidur pulas di kediamannya di Pegangsaan Timur 56 Cikini. Ia didatangi dan dibangunkan oleh Chaerul Saleh.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1623658296/c619dd81cc42507ccc47e47917b260f1/Soekarno_hata_jpg.jpg" />
         <pubDate>2022-03-19 08:56:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102843713</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Proklamasi Kemerdekaan Indonesia - (...)</title>
         <author>2288200041</author>
         <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102850876</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada malam hari setelah peristiwa Rengasdengklok Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mereka menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No. 1) diiringi oleh Shunkichiro Miyoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno dan Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Teks proklamasi ditulis di ruang makan laksamana Tadashi Maeda.<br>Setelah konsep selesai disepakati, Soekarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia, dan Sayuti menyalin dan mengetik naskah tersebut, menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan Angkatan Laut Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jalan Proklamasi Nomor 1).<br>Pada pagi hari, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Setelah itu, Sang Saka Merah Putih, yang telah dijahit oleh Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil wali kota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1623658296/b60524aac637b56bfc54571138eeb47a/Indonesia_declaration_of_independence_17_August_1945.jpg" />
         <pubDate>2022-03-19 09:10:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102850876</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengesahan UUD 1945 oleh PPKI - 18 Agustus 1945</title>
         <author>2288200041</author>
         <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102852258</link>
         <description><![CDATA[<div>Sehari pasca kemerdekaan, UUD 1945 berhasil disahkan sebagai konstitusi melalui Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI, <em>Dokuritsu Junbi Inkai</em>).</div><div><br></div><div>Dalam sejarahnya, UUD 1945 dirancang sejak 29 Mei 1945 sampai 16 Juni 1945 oleh badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa jepang dikenal dengan <em>Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai </em>yang beranggotakan 21 orang, diketuai Ir. Soekarno dan Drs. Moh, Hatta sebagai wakil ketua dengan 19 orang anggota yang terdiri dari 11 orang wakil dari Jawa, 3 orang dari Sumatra dan masing-masing 1 wakil dari Kalimantan, Maluku, dan Sunda kecil. Badan tersebut (BPUPKI) ditetapkan berdasarkan maklumat gunseikan nomor 23 bersamaan dengan ulang tahun <em>Tenno Heika </em>pada 29 April 1945.<br><br>Keputusan rapat paripurna PPKI sejatinya sangat krusial lantaran Konvensi Montevideo (1933) tandas menyebutkan syarat minimal eligibilitas untuk diakuinya sebuah negara disandarkan pada dua unsur. Pertama, unsur deklaratif, yakni adanya pengakuan dari negara lain, dan kedua, unsur konstitutif, sebagai anasir pokok yang meliputi adanya rakyat, wilayah, dan pemerintahan yang berdaulat.</div><div>Pada 17 Agustus 1945, menurut fakta (<em>ipso facto</em>) kita memang menyatakan merdeka sebagai sebuah negara. Namun terkait pemerintahan yang berdaulat, dan wilayah, secara yuridis (<em>ipso jure</em>) sesungguhnya baru sah ‘dimiliki’ dan ‘diakui’ pada 18 Agustus 1945 melalui rapat paripurna PPKI yang menetapkan Soekarno sebagai presiden dan Mohammad Hatta selaku wakil presiden, juga menetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi Republik Indonesia.<br><br>Sumber: https://vivajusticia.law.ugm.ac.id/2018/02/26/sejarah-undang-undang-dasar-negara-republik-indonesia-tahun-1945-sebagai-konstitusi-di-indonesia/</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1623658296/0dc4e04a2e214d8e929535a58a8864f0/30__Pengesahan_Undang_Undang_Dasar_Negara_Republik_Indonesia.jpg" />
         <pubDate>2022-03-19 09:13:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2102852258</guid>
      </item>
      <item>
         <title>evaluasi</title>
         <author>2288200041</author>
         <link>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2215937478</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet.com/padlets/6i0qfyq28rvytaco" />
         <pubDate>2022-06-09 06:49:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/2288200041/proseskemerdekaanindonesia/wish/2215937478</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
