<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Lehrwerkanalyse off A by Revalina Pramesti</title>
      <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te</link>
      <description>Kurikulum Merdeka</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-04-03 04:21:28 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-04-17 13:27:46 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f30e.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Aisyah dan Dilla</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2945068193</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Depdiknas (2006b:449), kurikulum adalah seperangkat rencanandan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sementara, bahan ajar merupakan materi, informasi, alat dan teks yang diperlukan oleh pengajar untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Dengan demikian, kurikulum dan bahan ajar memiliki keterkaitan yang erat dalam proses pembelajaran.</p><p>Keterkaitan antara kurikulum dan bahan ajar terjadi dalam beberapa hal:</p><p>1. Relevansi</p><p>Bahan ajar harus relevan dengan tujuan dan isi kurikulum. Ini memastikan bahwa siswa belajar materi yang sesuai dengan standar pembelajaran yang ditetapkan.</p><p>2. Implementasi</p><p>Guru menggunakan bahan ajar sebagai alat untuk mengimplementasikan kurikulum dalam pembelajaran sehari-hari. Bahan ajar harus dirancang sedemikian rupa sehingga mendukung pencapaian tujuan kurikulum.</p><p>3. Kreativitas </p><p>Meskipun kurikulum memberikan kerangka dasar, bahan ajar memungkinkan guru untuk mengembangkan pendekatan yang kreatif dan inovatif dalam mengajar. Ini memungkinkan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.</p><p>4. Evaluasi</p><p>Bahan ajar dapat digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai. Guru dapat menggunakan instrumen evaluasi yang sesuai dengan bahan ajar yang telah digunakan selama pembelajaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-06 04:47:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2945068193</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aisyah dan Dilla</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2945068410</link>
         <description><![CDATA[<p>Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Untuk mata pelajaran Bahasa Jerman, capaian yang ditargetkan di Fase F. Capaian Pembelajaran dalam bahasa Jerman fase F berdasarkan elemen:</p><p>a. Menyimak: Peserta didik dapat memahami informasi umum, selektif, dan atau rinci dari teks lisan sederhana tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p><p>b. Berbicara: Peserta didik dapat memproduksi teks lisan sederhana dalam bentuk dialog atau monolog tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p><p>c. Membaca: Peserta didik dapat memahami informasi umum, selektif, dan atau rinci dari berbagai jenis teks tulis sederhana tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p><p>d. Menulis: Peserta didik dapat menyusun teks tulis sederhana dalam bentuk dialog, formulir isian, email, dan atau teks sederhana lainnya tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-06 04:48:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2945068410</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aisyah dan Dilla</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2945069334</link>
         <description><![CDATA[<p>Kompetensi dalam Capaian Pembelajaran (CP) memiliki hubungan erat dengan pengembangan karakter profil pelajar pancasila. CP membantu mengembangkan karakter profil pelajar pancasila melalui kompetensi dan nilai-nilai yang terintegrasi di dalamnya. Berikut ini hubungan antara kompetensi dalam CP dengan pengembangan karakter profil pelajar pancasila:</p><p>a. CP memperkuat profil pelajar pancasila </p><p>b. CP mengintegrasikan nilai-nilai pancasila</p><p>c. CP mendorong penerapan profil pelajar pancasila dalam kehidupan sehari-hari</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-06 04:53:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2945069334</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sakinah und Syafira</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958241943</link>
         <description><![CDATA[<p>Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Untuk mata pelajaran Bahasa Jerman, capaian yang ditargetkan di Fase F.</p><p>Berikut capaian pembelajaran dalam bahasa Jerman fase F berdasarkan elemennya:</p><p>1. Menyimak (Hӧren) : Peserta didik dapat memahami informasi umum, selektif, dan atau rinci dari teks lisan sederhana tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p><p>2. Berbicara (Sprechen) : Peserta didik dapat memproduksi teks lisan sederhana dalam bentuk dialog atau monolog tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p><p>3. Membaca (Lesen) : Peserta didik dapat memahami informasi umum, selektif, dan atau rinci dari berbagai jenis teks tulis sederhana tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p><p>4. Menulis (Schreiben) : Peserta didik dapat menyusun teks tulis sederhana dalam bentuk dialog, formulir isian, email, dan atau teks sederhana lainnya tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 08:26:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958241943</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sakinah und Syafira </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958242753</link>
         <description><![CDATA[<p>Hubungan antara Kompetensi Pedagogik (CP) dengan Pengembangan Karakter Profil Pelajar Pancasila (PKP) bisa sangat erat, karena keduanya berfokus pada aspek penting dalam pendidikan. Hubungan antara CP dan PKP dapat terjadi dalam beberapa cara:</p><p>1. Perencanaan Pembelajaran: Guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik mampu merencanakan pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan materi akademis, tetapi juga memperkuat karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.</p><p>2. Metode Pengajaran: Penggunaan metode pengajaran yang interaktif, kolaboratif, dan reflektif dapat membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Guru yang memiliki CP yang kuat dapat memilih metode yang sesuai untuk mencapai tujuan ini.</p><p>3. Evaluasi: Proses evaluasi bukan hanya tentang mengukur pemahaman akademis siswa, tetapi juga tentang melihat perkembangan karakter mereka. Guru dengan CP yang baik akan mampu mengevaluasi aspek-aspek karakter siswa secara holistik.</p><p>4. Pemodelan Perilaku: Guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai contoh dan panutan bagi siswa. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik akan mampu memodelkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam interaksi sehari-hari dengan siswa.</p><p>Dengan demikian, CP dan PKP saling melengkapi dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistik dan berkelanjutan bagi siswa, membantu mereka tumbuh tidak hanya secara akademis, tetapi juga sebagai individu yang berakhlak baik dan bertanggung jawab.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 08:27:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958242753</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sakinah und Syafira</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958243569</link>
         <description><![CDATA[<p>Keterkaitan kurikulum dengan bahan ajar menurut kami sangatlah erat. Karena menurut J. Lloyd Trump dan Delmas F Miller (1973) definisi kurikulum adalah semua hal yang mampu mempengaruhi proses pembelajaran, termasuk metode mengajar, cara evaluasi murid, program studi, bimbingan dan penyuluhan, supervisi, administrasi, serta hal-hal struktural terkait waktu, jumlah ruangan, dan kemungkinan siswa dalam memilih mata pelajaran. Sedangkan bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan (Widodo dan Jasmadi (Lestari, 2013)). Maka dari itu, seorang pendidik mengimplementasikan kurikulum dalam mengajar menggunakan bahan ajar yang isinya, strukturnya, dan fokus yang diajarkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Selain itu, evaluasi efektivitas kurikulum juga sering melibatkan analisis bahan ajar yang digunakan. Jadi menurut kami, keterkaitan antara kurikulum dan bahan ajar sangatlah erat karena sudah pasti berhubungan satu sama lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 08:28:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958243569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Najla dan Rara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958249414</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Dikti, (2015: 1) Capaian Pembelajaran atau CP adalah suatu ungkapan tujuan pendidikan. Menjelaskan apa saja yang perlu peserta didik ketahui, pahami, dan kerjakan setelah menyelesaikan proses belajar mengajar di satuan pendidikan. Terdapat 2 bentuk Capaian Pembelajaran bahasa Jerman fase F, yaitu elemen dalam setiap fase dan capaian untuk setiap elemen. Sebagai berikut:</p><ul><li><p>Menyimak (Hören) : Peserta didik dapat memahami informasi umum, selektif, dan atau rinci dari teks lisan sederhana tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p></li></ul><ul><li><p>Berbicara (Sprechen) : Peserta didik dapat memproduksi teks lisan sederhana dalam bentuk dialog atau monolog tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p></li></ul><ul><li><p>Membaca (Lesen) : Peserta didik dapat memahami informasi umum, selektif, dan atau rinci dari berbagai jenis teks tulis sederhana tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar. </p></li></ul><ul><li><p>Menulis (Schreiben) : Peserta didik dapat menyusun teks tulis sederhana dalam bentuk dialog, formulir isian, email, dan atau teks sederhana lainnya tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 08:33:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958249414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Najla dan Rara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958253080</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan, bahan ajar adalah materi atau konten yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Keterkaitan antara kurikulum dan bahan ajar terletak pada fakta bahwa kurikulum menentukan materi apa yang harus diajarkan kepada peserta didik, maka bahan ajar perlu disesuaikan dengan kurikulum&nbsp;yang&nbsp;berlaku untuk mencapai tujuan pendidikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 08:35:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958253080</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Najla dan Rara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958265959</link>
         <description><![CDATA[<p>Kompetensi Kurikulum Merdeka (CP) erat kaitannya dengan pengembangan karakter pada profil siswa Pancasila.Sebab, CP dirancang tidak hanya untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan, namun juga untuk memantapkan karakternya yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Melalui penerapan CP secara konsisten dan berkesinambungan, akan membina generasi muda Indonesia yang berkarakter Pancasila: beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, dan mandiri, sehingga mampu melahirkan generasi pemikir kritis dan pikiran kreatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 08:47:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958265959</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marhalisa Ramadhani dan Miftachul Ni&#39;mah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958546949</link>
         <description><![CDATA[<p>Kurikulum adalah kerangka kerja yang mendefinisikan tujuan pembelajaran, materi yang akan diajarkan, metode pengajaran, dan evaluasi yang akan dilakukan. Sementara bahan ajar adalah sumber daya yang digunakan oleh guru untuk mengimplementasikan kurikulum tersebut. Beberapa hubungan antara kurikulum dan bahan ajar yakni </p><p>- Kurikulum menjadi panduan materi yang harus diajarkan kepada siswa. Disini, bahan ajar yang disiapkan oleh guru harus sesuai dengan materi yang telah ditentukan dalam kurikulum.</p><p>- Kurikulum menentukan metode pengajaran yang akan digunakan. Yang mana bahan ajar harus dirancang dengan mempertimbangkan metode pengajaran yang telah ditentukan dalam kurikulum, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi, atau pembelajaran berbasis komputer.</p><p>- Kurikulum menentukan bagaimana siswa akan dievaluasi. Bahan ajar harus mencakup aktivitas dan tugas yang dirancang untuk memenuhi kriteria evaluasi yang telah ditentukan dalam kurikulum.</p><p>- Kurikulum seringkali mencakup tujuan pengembangan keterampilan siswa. Selanjutnya, bahan ajar akan dirancang untuk mendukung pengembangan keterampilan ini, seperti keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, atau keterampilan teknis.</p><p>- Dalam era digital saat ini, kurikulum seringkali mencakup kebutuhan untuk bahan ajar yang dapat diakses secara online. Bahan ajar harus disediakan dalam format yang mudah diakses dan digunakan oleh siswa, memungkinkan mereka untuk belajar kapan saja dan di mana saja.</p><p><br/></p><p>Dapat disimpulkan bahwa kurikulum dan bahan ajar saling terkait erat dalam proses pendidikan. Kurikulum menentukan tujuan dan metode pembelajaran, sementara bahan ajar adalah alat yang digunakan untuk mengimplementasikan kurikulum tersebut. Kedua elemen ini bekerja sama untuk memastikan bahwa siswa mendapatkan pendidikan yang efektif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 12:51:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958546949</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marhalisa Ramadhani dan Miftachul Ni&#39;mah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958548523</link>
         <description><![CDATA[<p>Capaian Pembelajaran (CP) dalam Bahasa Jerman fase F mencakup kemampuan berbahasa Jerman setara tingkat A1 - A2, menurut standar Gemeinsame Europӓische Referenzrahmen für Sprachen (GER, eng. CEFR). Yang mana mencakup kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tulis dalam situasi rutinitas sehari-hari, serta kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan kemampuan kognitif dan kemampuan linguistik melalui aktivitas mengamati, menganalisis, menginterpretasi, mengelaborasi, menerapkan pengetahuan budaya, memecahkan masalah tentang topik yang dibicarakan, serta menyimpulkan dan mempresentasikan topik secara lisan dan tulis.</p><p><br/></p><p>Dari penjelasan singkat di atas, CP dalam Bahasa Jerman fase F berdasarkan elemennya adalah sebagai berikut ini:</p><p><br/></p><p>1. Sprechen: Peserta didik mampu memproduksi teks sederhana dalam bentuk dialog ataupun monolog, mengenai kehidupan sehari-hari dan lingkungan di sekitar.</p><p><br/></p><p>2. Screiben: Peserta didik dapat menyusun teks tulis sederhana dalam bentuk dialog, Email, formulir, atau teks sederhana lainnya perihal kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p><p><br/></p><p>3. Hören: Peserta didik mampu memahami informasi umum yang telah di berikan secara selektif, dan terperinci dari teks lisan sederhana tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p><p><br/></p><p>4. Lesen: Peserta didik dapat memahami informasi umum, selektif dan terperinci dari berbagai jenis teks lisan dalam bentuk, email, cerita, dialog atau monolog tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 12:53:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958548523</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marhalisa Ramadhani dan Miftachul Ni&#39;mah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958597397</link>
         <description><![CDATA[<p>Capaian Pembelajaran yang sesuai untuk pengembangan dan penguatan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila adalah Capaian pembelajaran yang digunakan di Sekolah. Yang mana hal itu merupakan hal utama dalam suatu kurikulum dan kriteria suatu capaian pembelajaran yang baik yang dikembangkan oleh satuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. CP sendiri merupakan hasil peleburan kompetensi inti dan kompetensi dasar. Hasil peleburan ini menjadi satu kesatuan penjabaran kemampuan yang diharapkan dapat dikuasai anak di akhir pembelajaran. Tidak lagi terpisah antara komponen sikap, pengetahuan dan keterampilan. CP akan menjadi acuan deskripsi keberhasilan anak dalam mempelajari sesuatu hal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-17 13:27:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pramestirevalina11/8hn7kbfzcaa2k2te/wish/2958597397</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
