<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>EDUCATION | BAHASA by Cimoldingin</title>
      <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg</link>
      <description>Some information about education 📖</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2019-08-23 10:21:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2019-09-06 07:16:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4d3.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Seni Rupa Murni</title>
         <author>Cimoldingin_</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/376781791</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Seni Rupa Murni</strong> ㅡ Seni rupa adalah <mark>sebuah ragam seni yang diletakkan pada media sehingga bisa dinikmati dan juga diraba</mark>.  Secara garis besar, seni rupa ini dibagi ke dalam dua jenis, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Kedua jenis seni ini memiliki perbedaan yang sangat mendasar.<br><br>Seni Rupa Murni adalah seni yang <mark>dikembangkan untuk dinikmati keindahannya</mark>. Seni Rupa Murni<strong> </strong>mengutamakan <mark>sifat estetikanya</mark> dibandingkan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh adalah lukisan, kaligrafi, dan patung. Berbeda dengan Seni Rupa Terapan, Seni Rupa Murni tidak untuk dimanfaatkan sebagai alat bantu lain.<br><br>Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan bisa dibedakan berdasarkan fungsinya. Seni Rupa Murni <mark>hanya dinilai keindahannya</mark>, sedangkan Seni Rupa Terapan <mark>dinilai keindahannya juga bisa digunakan.<br><br></mark>Fungsi Seni Rupa Murni diantaranya;<br><br><strong>1. Untuk Memperindah Sebuah Media.</strong><br>--&gt; Jenis seni rupa ini diterapkan untuk <mark>memperindah sebuah media yang awalnya terlihat biasa saja menjadi luar biasa</mark>. Contoh sederhananya ketika sebuah kertas putih yang polos dan tampak tidak menarik diberikan gambar di atasnya. Gambar ini tentu akan memperindah kertas polos tadi.<br><br><strong>2. Menyalurkan Kreatifitas Seniman.</strong><br>--&gt; Fungsi dari seni rupa ini yang berikutnya adalah untuk <mark>menyalurkan kreatifitas seorang seniman</mark>. Manusia memiliki kreatifitas yang tidak terbatas. Salah satu cara yang baik untuk menyalurkan kreatifitas tersebut yaitu melalui seni rupa yang menuangkan keindahan.<br><br><strong>3. Menyampaikan Sebuah Pesan Penting.</strong> <br>--&gt; Jenis seni rupa ini memang tidak sama seperti seni rupa terapan yang bisa digunakan, akan tetapi jenis seni yang satu ini bisa digunakan untuk <mark>menyampaikan pesan penting</mark>. Pesan penting di sini adalah pesan yang ingin disampaikan oleh seniman melalui lukisan atau guratan yang dibuatnya. Pesan ini terkadang bisa langsung terbaca dan terkadang hanya tersirat.<br><br></div><div>Itulah fungsi dari seni rupa yang bersifat murni yang perlu anda ketahui. Setelah mengetahui fungsinya, sekarang saatnya anda mengetahui ragam seni rupa ini. Di bawah ini informasi seputar ragam seni rupa murni tersebut.<br><br><strong>RAGAM SENI RUPA MURNI<br><br></strong>Ada banyak ragam seni rupa jenis ini di dunia. Ragam seni rupa ini dibedakan berdasarkan bentuk dan medianya. Di bawah ini ada 10 ragam seni rupa yang bersifat murni yang bisa anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini 10 ragam seni rupa tersebut:<br><br><strong>1. LUKISAN<br></strong>  Ragam  yang pertama dan paling mudah untuk ditemui adalah lukisan. Lukisan adalah sebuah gambar yang dibuat pada sebuah media yang biasanya berupa kanvas. Saat ini lukisan tidak hanya sekedar dibuat di atas kanvas bahkan lukisan juga dibuat di atas media dinding. Ada banyak lukisan terkenal di dunia, salah satunya adalah lukisan monalisa.<br><br><strong>2. PATUNG<br></strong>  Jika anda mencari karya seni rupa dengan  nilai murni yang berbentuk 3 dimensi, maka salah satunya adalah patung. Patung dibuat hanya untuk dipajang. Hal inilah yang membuat patung digolongkan ke seni rupa yang hanya menampakkan keindahan.<br><br></div><div>Ada banyak media yang bisa dijadikan patung seperti batu dan kayu. Tidak jarang sebuah patung dijadikan simbol penting seperti patung Liberty di Amerika.<br><br><strong>3. RELIEF<br></strong>  Relief adalah guratan-guratan yang berbentuk gambar atau simbol tertentuk. Jenis seni rupa murni ini paling mudah ditemui pada candi. Contoh relief yang bisa anda temui adalah relief yang ada pada candi Borobudur. Relief ini juga bisa berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi.<br><br><strong>4. SENI FOTOGRAFI<br></strong>  Pada dasarnya, seni fotografi juga termasuk ke dalam seni murni. Seni rupa murni yang satu ini merupakan seni rupa yang sangat modern. Untuk menghasilkan seni rupa yang satu ini anda membutuhkan sebuah kamera. Saat ini jenis seni rupa seperti ini sangat populer.<br><br><strong>5. SENI GRAFIS<br></strong>  Jika anda pernah melihat logo atau sablonan pada baju maka anda sudah melihat seni rupa. Logo dan sablonan baju ini merupakan seni grafis. Seni grafis ini sendiri banyak jenisnya tergantung dari teknik pembuatannya.<br><br><strong>6. TOPENG<br></strong>  Sebenarnya topeng bisa digolongkan ke dalam seni rupa yang murni dan juga seni rupa yang terapan. Jika sebuah topeng hanya dipajang, maka topeng tersebut adalah sebuah seni rupa yang murni. Namun jika topeng tersebut tidak hanya dipajang namun juga digunakan maka topeng itu termasuk dalam seni rupa terapan.<br><br><strong>7. KALIGRAFI<br></strong>  Seni rupa  yang satu ini berasal dari daerah arab. Kaligrafi adalah tulisan arab indah  yang memiliki bentuk unik. Di Indonesia penggunaan kaligrafi ini sangat banyak ditemukan di masjid-mesjid. Kaligrafi adalah sesuatu yang sangat menarik untuk dilihat.<br><br><strong>8. UKIRAN</strong><br>  Ukiran juga termasuk ke dalam seni rupa yang bersifat murni. Di Indonesia sendiri ada banyak jenis ukiran. Setiap daerah bahkan memiliki corak ukiran yang berbeda-beda. Ukiran ini biasanya dipajang di tempat-tempat tertentu. Seniman membuat sebuah ukiran menggunakan media kayu yang bertekstur lembut.<br><br><strong>9. MOZAIK<br>  </strong>Mozaik ini adalah sebuah seni menempelkan pecahan-pecahan benda seperti kain, kaca, keramik atau apapun menjadi satu. Dalam hal ini seniman akan membuat sebuah karya baru dari serpihan atau pecahan sesuatu sehingga menjadi bentuk yang indah. Pada umumnya mozaik ini akan ditempelkan di dinding.<br><strong><br>10. KERAJINAN DARI KERAMIK<br></strong>  Ragam seni rupa jenis ini yang terakhir adalah kerajinan dari keramik. Kerajinan keramik ini biasanya dibuat dari beragam bahan baku seperti tanah liat. Fungsinya yang hanya sebagai pajangan membuat keramik dijadikan hanya sebatas seni rupa murni saja.  Bentuk dari keramik ini beraneka ragam, ada yang berbentuk tumbuhan, hewan bahkan benda-benda yang ada di alam.<br><br><em>Credit:</em><br>•https://www.romadecade.org/seni-rupa-murni/#!<br>•Htttp://wikipedia.com</div>]]></description>
         <enclosure url="https://moondoggiesmusic.com/wp-content/uploads/2019/02/Aliran-Seni-Lukis-Naturalistik.jpg" />
         <pubDate>2019-08-23 21:45:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/376781791</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Seni Rupa Terapan</title>
         <author>Cimoldingin_</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/376786349</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Seni Rupa Terapan </strong>ㅡ Seni Rupa Terapan adalah seni rupa yang menitikberatkan <mark>bukan hanya pada keindahan</mark> sebuah karya <mark>namun juga pada fungsi</mark> dari karya itu sendiri. Oleh karena itu, sebuah karya seni rupa terapan merupakan karya yang multifungsi.<br><br>Seni ini memiliki sejarah yang cukup panjang dalam menemani kehidupan manusia. Bahkan para ilmuan membuktikan bahwa sejak zaman prasejarah manusia sudah mampu membuat sebuah seni rupa terapan. Meskipun pada waktu itu karya seni rupa terapan yang diciptakan masih sangat sederhana.<br><br></div><div>Fakta tersebut membuktikan bahwa manusia tidak bisa terlepas dari seni ini. Tentu saja hal ini dikarenakan seni ini memiliki fungsi yang sangat vital bagi manusia. Fungsi vital ini yang membuat manusia terus berinovasi dan mengembangkan seni ini.<br><br>Fungsi Seni Rupa Terapan diantaranya;<br><br><strong>1. Fungsi Berdasarkan Pemenuhan Praktis<br></strong>--&gt; Berdasarkan konsep pemenuhan praktis, seni ini memiliki fungsi sebagai <mark>pelengkap keindahan</mark> pada sebuah benda. Dalam hal ini fungsi atau kegunaan benda tersebut lebih penting daripada keindahannya.<br><br></div><div>Contohnya, ada sebuah tas memiliki banyak hiasan. Pada dasarnya yang terpenting dari tas tersebut adalah fungsinya untuk membawa barang bukan hiasannya. Namun tas tersebut rasanya tetap kurang enak dipandang dan digunakan tanpa hiasan yang diberikan.<br><br><strong>2. Fungsi Berdasarkan Pemenuhan Estetis<br></strong>--&gt; Fungsi berdasarkan pemenuhan estetis ini kebalikan dari fungsi secara praktis. Dalam fungsi ini sebuah karya seni rupa terapan <mark>lebih mengedepankan nilai keindahan</mark> daripada nilai gunanya. Sehingga sebuah benda digunakan karena keindahannya dan jika tidak digunakan juga tidak ada masalah yang didapatkan.<br><br></div><div>Kita bisa mengambil contoh dari sebuah perhiasan. Perhiasan adalah sebuah karya yang memiliki seni keindahan sekaligus kegunaan. Namun tetap saja yang diutamakan adalah nilai keindahannya atau estetisnya. Dalam hal ini perhiasan tersebut telah berfungsi sebagai karya seni rupa pemenuhan estetis.<br><br></div><div>Setelah mengetahui fungsinya, sebaiknya anda juga mengetahui contoh-contoh dari karya seni ini. Ada banyak sekali contoh seni rupa terapan yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan terkadang kita tidak sadar jika benda-benda tersebut masuk dalam sebuah karya seni rupa terapan.<br><br><strong>CONTOH SENI RUPA TERAPAN<br></strong>Tidak mungkin manusia hidup tanpa bersentuhan dengan seni ini. Ada banyak sekali contoh seni rupa terapan dalam kehidupan kita sehari-hari. Anda harus mengetahuinya agar bisa lebih bisa mengapresiasi sebuah karya seni. Berikut ini beberapa contoh-contohnya:<br><br><strong>1. PAKAIAN<br></strong>  Contoh seni rupa terapan yang paling dekat dengan kita adalah pakaian. Saat ini pakaian bukan lagi hanya sekedar alat untuk kebutuhan sandang. Ada banyak model pakaian, mulai dari bentuknya hingga gambar yang menghiasi pakaian. Semua yang dibuat untuk menghiasi pakaian dan mempercantik modelnya bisa disebut karya seni rupa terapan.<br><br><strong>2. PERALATAN RUMAH TANGGA<br>  </strong>Peralatan rumah tangga juga bisa disebut sebagai seni rupa terapan. Contoh peralatan rumah tangga yang juga sebagai seni ini adalah seperti kursi, meja dan tempat tidur. Semua peralatan itu memiliki fungsi namun juga diperindah dengan seni untuk mempercantik rumah. Peralatan tersebut dihias dan ditata sesuai keinginan yang punya rumah.<strong><br><br>3. ARSITEKTUR BANGUNAN<br>  </strong>Bangunan-bangunan yang anda lihat dan tempati juga merupakan contoh seni ini. Arsitektur yang ada pada bangunan tersebut merupakan seni keindahan yang sangat terlihat. Ada banyak bangunan terkenal di dunia yang arsitekturnya membuat decak kagum.<br><strong><br>4. POSTER<br>  </strong>Poster juga termasuk salah satu contoh dari seni rupa terapan. Meskipun bentuk poster hampir sama seperti lukisan berupa gambar dua dimensi namun poster bukan seni rupa murni yang hanya dinikmati keindahannya. Poster juga memiliki tujuan yaitu untuk mengajak atau menghimbau masyarakat luas. Tujuannya ini yang membuat poster menjadi seni rupa terapan.<strong><br><br>5. ALAT TRANSPORTASI<br>  </strong>Di dunia ini ada banyak alat transportasi yang bukan hanya sekedar digunakan untuk mengangkut penumpangnya namun juga kaya seni. Contohnya seperti mobil-mobil mewah yang dirancang dengan nilai estetika yang tinggi. Dalam hal ini mobil tersebut adalah sebuah seni rupa terapan tiga dimensi.<strong><br><br>6. PERHIASAN<br>  </strong>Sebagaimana telah disebutkan pada bagian atas, perhiasan juga termasuk ke dalam seni ini. Contoh seni rupa terapan yang satu ini mengedepankan nilai keindahannya daripada kegunaannya. Bahkan tidak jarang sebuah perhiasan hanya dijadikan pajangan. Contoh perhiasan ini seperti berlian, emas dan banyak lainnya.<strong><br><br>7. SENJATA TRADISIONAL<br>  </strong>Saat ini senjata tradisional juga masih banyak digunakan. Senjata tradisional juga memiliki nilai seni keindahan tersendiri. Contohnya seperti keris yang diukir sedemikian rupa hingga membuatnya menjadi indah. Senjata tradisional ini juga telah memiliki seni sejak zaman dahulu.<br><strong><br>8. BARANG ELEKTRONIK<br></strong>  Barang-barang elektronik juga merupakan contoh seni ini. Contoh mudahnya saja adalah handphone atau HP. HP saat ini dirancang dengan beragam desain yang indah. Desain ini adalah bagian dari seni keindahan. Bahkan tidak jarang desain indah inilah yang membuat harga HP tersebut menjadi lebih mahal.<br><br><em>Credit:<br></em>•https://www.romadecade.org/seni-rupa-terapan/#!</div>]]></description>
         <enclosure url="http://duniaq.com/success/wp-content/uploads/2015/08/Keramik.jpg" />
         <pubDate>2019-08-23 22:44:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/376786349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laporan Pengamatan</title>
         <author>Cimoldingin_</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/376789084</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Laporan Pengamatan</strong> ㅡ Pengamatan adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan <mark>secara sengaja dan terencana</mark> dengan maksud <mark>untuk mendapatkan  informasi</mark> atas apa yang menjadi destinasi dalam pengamatan.<br><br>Laporan Pengamatan adalah laporan atau tulisan yang <mark>dibuat sebagai hasil pengamatan terhadap objek pengataman tertentu</mark>, seperti sebuah tempat atau suatu proses pekerjaan.<br><br>Laporan pengamatan terhadap sebuah tempat, misalnya, laporan pengamatan kantor kepala sekolah,ruang tunggu sekolah, lapangan sekolah, dll.<br>Sedangkan laporan pengamatan terhadap suatu proses pekerjaan misalnya laporan pengamatan cara membuat kopi,dll.<br><br><strong>STRUKTUR TEKS LAPORAN PENGAMATAN<br><br></strong>1. Disusun dengan struktur teks pernyataan umum atau klasifikasi yang diikuti dengan aspek yang di laporan.</div><div><br>2. Pernyataan umum di tulis di awal paragraf. Pada tahap penyataan umum yang dimaksudkan adalah suatu kata pembuka atau pengantar tentang apa yang akan di laporkan.</div><div><br><strong>CIRI - CIRI LAPORAN TEKS PENGAMATAN ATAU OBSERVASI<br><br></strong>1. Laporan yang ditulis <mark>bersifat fakta</mark></div><div>2. Laporan <mark>bersifat objektif</mark></div><div>3. Laporan hasil <mark>harus ditulis lengkap dan sempurna</mark></div><div>4. <mark>Tidak memasukan</mark> unsur-unsur menyimpang atau moral yang tidak baik, seperti propaganda, pemihakan, atau penuduhaan dan atau pransangka buruk.</div><div>5. Laporan <mark>disajikan secara menarik pembaca</mark>, baik dalam hal tata bahasa atau pemilihan kata (diksi) yang jelas, isinya yang berbobot yang penting, dan susunan teksnya harus logis.</div><div><br><strong>LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT TEKS LAPORAN HASIL PENGAMATAN<br><br></strong>Setelah anda simak ciri- ciri teks laporan pengamatan, barangkali masih tidak sedikit teman-teman yang belum tau teknik atau langkah-langkah menciptakan teks laporan. teks laporan hasil pengamatan dibentuk dengan rapih, logis, dan unik pembaca. Berikut tahapan – tahapan menyusun teks hasil pengamatan.<br><br>1. <mark>Menentukan judul teks laporan pengamatan berdasarkan objek yang ingin diamati</mark>. Penentuan judul biasanya didasarkan atas ketertarikan penulis akan suatu masalah yang melatarbelakanginya.</div><div>2. <mark>Membuat kerangka</mark> laporan pengamatan.</div><div>3. <mark>Membuat kalimat pembuka</mark> laporan pengamatan.</div><div>4. <mark>Mengembangkan ide-ide</mark> yang ada di dalam kerangka yang sudah di buat. Pengembangan kerangka karangan harus sejalan dengan tujuan.</div><div>5. <mark>Menyusun isi</mark> sebuah laporan dengan gagasan pokok, dan saran yang disertai alasan mengenai teks laporan.</div><div>5. <mark>Membuat kalimat penutup</mark>, Kalimat penutup berupa kesimpulan yang diambil dari pengamatan.</div><div><br><strong>HAL YANG BUTUH DIHIMPUN TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGERJAKAN PENGAMATAN</strong><br><br>a. Hal yang diamati</div><div>b. Waktu pengamatan</div><div>c. Tempat pengamatan</div><div>d. Tujuan pengamatan</div><div>e. Hasil pengamatan</div><div>f. Kesimpulan</div><div><br><strong>CONTOH LAPORAN PENGAMATAN<br><br></strong>Hal Yang Diamati: Tumbuhan di lingkungan halaman sekolah<br>Waktu Pengamatan: Jum,at, 23 Maret 2017<br>Tempat Pengamatan: SDN 01 Kota Bogor<br><br></div><div>Tujuan Pengamatan: Untuk Mengetahui ciri khusus tanaman mawar<br><br></div><div>Hasil Pengamatan:<br>Hasil pengamatan tanaman mawar yang ada di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut:<br>Ciri-ciri daun:<br><br></div><ul><li>Daun berwarna hijau tua</li><li>Bentuk daun menyirip</li><li>Anak daun berbentuk lonjong</li></ul><div>Ciri-ciri bunga:<br><br></div><ul><li>berwarna merah, merah muda, dan putih</li><li>mempunyai kelopak, mahkota, putik dan benang sari</li></ul><div>Ciri-ciri batang:<br><br></div><ul><li>Batang berkayu, tegak dan bercabang</li><li>Seluruh batang tanaman mawar dipenuhi dengan duri.</li></ul><div>Kesimpulan:<br>Bunga mawar adalah jenis tanaman yang berbatang keras dan berkayu. Tanaman mawar penuh dengan duri, namun memiliki bunga yang berwarna indah. Merah, putih dan merah muda adalah beberapa jenis tanaman bunga mawar.<br><br></div><div><br><em>Credit:<br></em>•https://www.jatikom.com/2018/11/pengertian-dan-contoh-laporan.html</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-08-23 23:26:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/376789084</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karakteristik Zaman Batu</title>
         <author>Cimoldingin_</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/377430873</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>A. PALEOLITHIKUM (Zaman Batu Tua)<br></strong>Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.<br>Contoh alat-alat tsb adalah :</div><ol><li><mark>Kapak Genggam</mark>, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong).</li><li><mark>Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa</mark> yaitu alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi.</li><li><mark>Flakes</mark>, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan</li></ol><div>Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi kebudayaan pacitan dan kebudayaan ngandong.<br><br><strong><em>a. Kebudayaan Pacitan</em></strong><br>Pada tahun 1935, von Koenigswald menemukan alat batu dan kapak genggam <mark>di daerah Pacitan</mark>. Kapak genggam itu berbentuk kapak tetapi tidak bertangkai. Kapak ini masih dikerjakan dengan sangat kasar dan belum dihaluskan. Para ahli menyebutkan bahwa kapak itu adalah <mark>kapak penetak</mark>. Selain di Pacitan alat-alat banyak ditemukan di Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatera Utara)</div><div><strong><em>b. Kebudayaan Ngandong</em></strong><br>Para ahli berhasil menemukan alat-alat dari tulang, flakes, alat penusuk dari tanduk rusa dan ujung tombak bergigi di daerah Ngandong dan Sidoarjo. Selain itu di dekat Sangiran ditemukan alat sangat kecil dari betuan yang amat indah. Alat ini dinamakan Serbih Pilah, dan banyak ditemukan di Cabbenge (Sulawesi Selatan) yang terbuat dari batu-batu indah seperti kalsedon. Kebudayaan Ngandong juga didukung oleh penemuan lukisan pada dinding goa seperti lukisan tapak tangan berwarna merah dan babi hutan ditemukan di Goa Leang Pattae (Sulawesi Selatan)<br><br><strong>B. MESOLITHIKUM (Zaman Batu Tengah)<br></strong>Ciri zaman Mesolithikum :</div><ol><li>Alat-alat pada zaman ini <mark>hampir sama</mark> dengan zaman Palaeolithikum.</li><li>Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut <mark>“kjoken modinger”</mark> (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah).</li></ol><div><strong>Alat-alat zaman Mesolithikum :</strong></div><ol><li>Kapak genggam (peble)</li><li>Kapak pendek (hache Courte)</li><li>Pipisan (batu-batu penggiling)</li><li>Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah</li><li>Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores</li></ol><div><strong>KEBUDAYAAN</strong></div><ol><li><strong>Kjokkenmoddinger (Sampah Dapur)</strong></li></ol><div>Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari <mark>bahasa Denmark</mark> yaitu <em>kjokken</em> artinya <mark>dapur</mark> dan <em>modding</em> artinya <mark>sampah</mark> jadi Kjokkenmoddinger <mark>arti sebenarnya adalah sampah dapur.</mark> Dalam kenyataan Kjokkenmoddinger adalah <mark>timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput</mark> yang <mark>mencapai ketinggian ± 7 meter</mark> dan <mark>sudah membatu atau menjadi fosil</mark>. Kjokkenmoddinger ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera yakni antara <mark>Langsa dan Medan</mark>. Dari bekas-bekas penemuan tersebut menunjukkan bahwa manusia purba yang hidup pada zaman ini sudah menetap. Tahun 1925 Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya banyak menemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan chopper (kapak genggam Palaeolithikum).<br><br>     <strong>2. Pebble (kapak genggam Sumatera = Sumateralith)</strong></div><div>Tahun 1925, Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya menemukan kapak genggam. Kapak genggam yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan pebble/kapak genggam Sumatra (Sumatralith) sesuai dengan lokasi penemuannya yaitu dipulau Sumatra. Bahan-bahan untuk membuat kapak tersebut <mark>berasal batu kali yang dipecah-pecah</mark>.<br><br></div><div>    <strong>3. Hachecourt (kapak pendek)</strong><br>Selain pebble yang diketemukan dalam bukit kerang, juga ditemukan sejenis kapak tetapi <mark>bentuknya pendek (setengah lingkaran)</mark> yang disebut dengan hachecourt/kapak pendek.</div><div><br>    <strong>4. Pipisan</strong></div><div>Selain kapak-kapak yang ditemukan dalam bukit kerang, juga ditemukan pipisan (batu-batu penggiling beserta landasannya). Batu pipisan selain dipergunakan <mark>untuk menggiling makanan</mark> juga dipergunakan <mark>untuk menghaluskan cat merah</mark>. Bahan cat merah berasal dari tanah merah. <em>Cat merah</em> diperkirakan digunakan <mark>untuk keperluan religius dan untuk ilmu sihir</mark>.<br><br><strong>C. NEOLITHIKUM (Zaman Batu Muda)<br></strong>Ada dikatakan bahwa neolithikum itu adalah suatu revolusi yang sangat besar dalam peradaban manusia. Perubahan besar ini ditandai dengan berubahnya peradaban penghidupan food-gathering menjadi foodproducing. Pada saat orang sudah mengenal bercocok tanam dan berternak. Pertanian yang mereka selenggarakan mula-mula bersifat primitif dan hanya dilakukan di tanah-tanah kering saja. Pohon-pohon dari beberapa bagian hutan di kelupak kulitnya dan kemudian dibakar. Tanah-tanah yang baru dibuka untuk pertanian semacam itu untuk beberapa kali berturut-turut ditanami dan sesudah itu ditinggalkan.<br>Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.<br>Contoh alat tersebut :</div><ol><li><mark>Kapak Persegi</mark>, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan</li><li><mark>Kapak Bahu</mark>, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa</li><li><mark>Kapak Lonjong</mark>, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak</li><li><mark>Perhiasan</mark> ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jawa</li><li><mark>Pakaian</mark> (dari kulit kayu)</li><li><mark>Tembikar</mark> (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)</li></ol><div><br><strong>D. MEGALITHIKUM (Zaman Batu Besar)</strong><br>Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :</div><ol><li><em>Menhir</em>, adalah tugu batu yang didirikan sebagai<mark> tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek moyang</mark></li><li><em>Dolmen</em>, adalah <mark>meja batu</mark>, merupakan <mark>tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang</mark>, Adapun yang digunakan <mark>untuk kuburan</mark></li><li><em>Sarchopagus atau keranda</em>, bentuknya <mark>seperti lesung yang mempunyai tutup</mark></li><li><em>Kubur batu/peti mati</em> yang <mark>terbuat dari batu besar</mark> yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain</li><li><em>Punden berundak-undak</em>, <mark>bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat.</mark></li></ol><div>Cara manusia purba mengumpulkan makanan bagi mereka sendiri :<br><br><strong>FOOD GATHERING</strong><br>Ciri zaman ini adalah :</div><ol><li>Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan</li><li>Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap</li><li>Tempat tinggalnya di gua-gua</li></ol><div>Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar,<br>tulang dan tanduk rusa. Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan zaman batu tengah (Mesolithikum).<br><br></div><div><strong>FOOD PRODUCING</strong><br>Ciri zaman ini adalah :</div><ol><li>Telah mulai menetap</li><li>Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal</li><li>Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma</li><li>Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat</li><li>Alat-alat terbuat dari kayu,tanduk,tulang, bambu,tanah liat dan batu</li><li>Alat-alatnya sudah diupam/diasah</li></ol><div>Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar).<br>Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan <em>Arkeologi</em>. <em>Arkeologi</em> adalah <mark>ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui benda-benda artefak</mark>. Dari hasil penelitian para ahli arkeologi, maka tabir kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia dapat diketahui.<br><br>Sumber:</div><div>•<a href="http://sanznuya.blogspot.co.id/2010/10/ciri-ciri-zaman-batu-prasejarah.html%C2%A0">http://sanznuya.blogspot.co.id/2010/10/ciri-ciri-zaman-batu-prasejarah.html </a><a href="http://muhammadfahrizal16.blogspot.co.id/2015/01/zaman-batu-%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0%C2%A0">http://muhammadfahrizal16.blogspot.co.id/2015/01/zaman-bat</a>u-paleolitikummesolitikummegal.html<br><br>•https://dapul.wordpress.com/2016/02/02/karakteristik-zaman-batu/</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-08-27 11:49:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/377430873</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ghinaainun_n</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378570562</link>
         <description><![CDATA[<div>92</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-08-30 07:30:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378570562</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378570948</link>
         <description><![CDATA[<div>Adi Tio 90</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-08-30 07:31:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378570948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIFA</title>
         <author>RifatulHidayah</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378571217</link>
         <description><![CDATA[<div>85</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-08-30 07:33:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378571217</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIFA</title>
         <author>RifatulHidayah</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378571221</link>
         <description><![CDATA[<div>85</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-08-30 07:33:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378571221</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nidaanbarn</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378618252</link>
         <description><![CDATA[<div>Nida : 95</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-08-30 12:34:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378618252</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Oca</title>
         <author>Caca_xpm</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378683225</link>
         <description><![CDATA[<div>99</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-08-30 15:18:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/378683225</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/380767383</link>
         <description><![CDATA[<div>Mujadillah 90</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-06 06:54:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/380767383</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewi</title>
         <author>rchm_dewimaharani</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/380768320</link>
         <description><![CDATA[<div>95</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-06 06:58:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/380768320</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iren</title>
         <author>oktaviairen33</author>
         <link>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/380769491</link>
         <description><![CDATA[<div>93</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-06 07:03:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Cimoldingin_/8gtr5u429sbg/wish/380769491</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
