<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PENGUKURAN C-1 by Tiara Intania (111911133075)</title>
      <link>https://padlet.com/tiara9intania/Bookmarks</link>
      <description>TES PROYEKSI 1</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-09-09 05:07:53 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2020-09-28 09:00:06 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f494.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>pengukuran proyeksi</title>
         <author>vinayuliana20</author>
         <link>https://padlet.com/tiara9intania/Bookmarks/wish/743193018</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Sejarah Tes Proyeksi<br><br></li></ol><div>Pada awal abad XX, terdapat kelompok psikiater dan psikolog yang berlatar belakang Psikologi yang berada di Eropa untuk berupaya mengembangkan suatu instrumen yang mampu digunakan sebagai  pengungkapan isi batin yang tidak disadari. Di dalam Psikologi (terutama aliran Freudian dan Jungian) terdapat beberapa kelompok proyeksi sebagai salah satu bentuk mekanisme pertahanan (Muhid, Abdul, Suhadiyanto, Nurhidayat, &amp; Dona, 2015). Dalam mekanisme pertahanan individu tersebut secara tidak sengaja menempatkan isi batin sendiri sebagai objek di luar dirinya dan menghayatinya sebagai karakteristik objek yang berada di luar dirinya (Muhid, Abdul, Suhadiyanto, Nurhidayat, &amp; Dona, 2015). Dari  konsep ini tes proyeksi tersebut  disusun. Hermann Rorschach (1884–1922) adalah seorang psikiater Swiss yang ayahnya adalah seorang guru seni dan yang minatnya termasuk seni serta psikoanalisis. Pada tahun 1913, Rorschach menerbitkan makalah tentang bagaimana analisis karya seni pasien dapat memberikan wawasan tentang kepribadian. Tes bercak tinta Rorschach diterbitkan pada tahun 1921, dan tidak langsung berhasil. Rorschach meninggal karena peritonitis pada tahun berikutnya pada usia 38, tidak menyadari warisan besar yang akan dia tinggalkan. </div><div>Selama 10 tahun (1912‐1922) Herman Rorschach mencoba sejumlah besar gambar‐gambar yang tak berstruktur untuk mengungkapkan isi batin tertekan pada pasien ‐ pasiennya. Dari sejumlah besar gambar‐gambar itu  akhirnya dipilih 10 gambar yang dibakukan, dan perangkat inilah yang kemudian terkenal dengan nama Tes Rorschach (Cohen &amp; Swerdlik, 2018). Setelah itu sejumlah upaya dilakukan untuk mengembangkan tes proyektif yang lain, dan hasilnya antara lain Holtzman Inkbold Technique, Thematic Apperception Test, Tes Rumah Pohon dan Orang, Tes Szondi, dan yang sejenisnya.</div><div><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-14 08:03:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/tiara9intania/Bookmarks/wish/743193018</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
