<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Syarat-Syarat Pemilihan Media Pembelajaran yang Tepat by Laili Trisnasari</title>
      <link>https://padlet.com/lailitrisnasari19/8b85r08yw6ofkkca</link>
      <description>Dosen Pengampu Mata Kuliah Media Pembelajaran dan TIK: Dr. Reni Nur Eriyani, M.Pd </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-09-16 03:44:53 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-09-17 01:43:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4da.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Syarat-Syarat Pemilihan Media dalam Proses Pembelajaran</title>
         <author>lailitrisnasari19</author>
         <link>https://padlet.com/lailitrisnasari19/8b85r08yw6ofkkca/wish/2706579929</link>
         <description><![CDATA[<div>Media pembelajaran memang komponen yang penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran, terlebih lagi pada era digital. Menurut Arsyad (2013) menjelaskan bahwa kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media pembelajaran merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan.&nbsp;<br><br>Pemilihan media pembelajaran menjadi pekerjaan lanjutan bagi guru (mata pelajaran maupun kelas) yang ingin menerapkan media dalam proses belajar mengajar. Menurut Ramli (2012), setidaknya ada beberapa kriteria yang bisa menjadi pedoman dalam memilih media pembelajaran, di antaranya yaitu:&nbsp;<br><br>1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik Hal ini penting dilakukan oleh guru saat memikirkan media pembelajaran yang tepat, ialah melakukan analisis kebutuhan dan karakteristik. Analisis kebutuhan dan karakteristik dalam hal ini berpusat pada kebutuhan siswa dalam proses belajar mengajar. Tugas utama guru ialah memenuhi kebutuhan unik setiap siswa (Smaldino, Lawther, dan Russel, 2012). Hal ini dilakukan salah satu alasannya adalah pada materi yang sulit dipahami oleh siswa, guru dapat memanfaatkan media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam memahami materi (Irfan et al., 2019). Sehingga harus dilakukan analisis kebutuhan dan memetakan karakteristik media yang tepat. Dalam hal ini pun bahwa Sudana dan Ahmad Rivai (2011) telah mengklasifikasikan beberapa media pembelajaran, antara lain dilihat dari: sifatnya, kemampuan jangkauannya media, dan cara atau teknik pemakaiannya.<br><br>2. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran Media pembelajaran dipilih atas dasar mencapai tujuan-tujuan pembelajaran (Arief S. Sadiman, 2020). Dalam proses belajar mengajar, tujuan instruksional merupakan faktor yang sangat penting. Model instrusional akan menuntut agar tujuan-tujuan tersebut dirumuskan secara jelas dan tegas dalam bentuk respon dan capaian pelajaran siswa. Sanjaya (2013) mengungkapkan bahwa tujuan merupakan komponen terpenting dalam pembelajaran. Tujuan ini merupakan pernyataan yang menunjukkan perilaku yang harus dapat dilakukan siswa setelah ia mengikuti proses instruksional tertentu. Keberhasilan pencapaian tujuan merupakan indikator keberhasilan pendidik merancang dan memproses media pembelajaran.&nbsp;<br><br>3. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran (Naskah Media) Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran melalui media rancangan yang merupakan penjabaran dari pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik supaya materi pembelajaran itu dapat disampaikan melalui media, maka materi tersebut perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar yang disebut naskah program media (Nurrita, 2018).&nbsp;<br><br>4. Keterampilan dan kemampuan Guru Menggunakan Media Keterampilan dan kemampuan menjadi kunci suksesnya komponen perangkat pembelajaran, yakni media pembelajaran. Akan tetapi syarat utamanya adalah guru mampu untuk menggunakan media pada proses belajar mengajar. Fakta untuk hal ini, masalah yang terjadi biasanya kurang pengetahuan dan masih terbatas dari segi waktu dan keterampilan untuk membuat media pembelajaran (Rahim, Suherman, &amp; Murtiani, 2019). Setelah dilakukan penelitian, misalkan penelitian Angraini (2017) yang menggambarkan bahwa guru telah mampu menggunakan media pembelajaran dengan klasifikasi media grafis.&nbsp;<br><br>5. Tersedianya waktu untuk menggunakannya Medianya sesuai dengan perencanaan dan metode pembelajaran yang digunakan (Oktari, 2017). Hal ini sesuai dengan beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi guru pada penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengolah media dan ketersediaan media dengan sub bahasan.&nbsp;<br><br>6. Sesuai dengan taraf berpikir siswa Pemilihan media juga harus melihat karakteristik siswa (Cahyani, 2019), dalam hal ini ialah gaya belajar dan tingkat perkembangan kemampuan berpikir siswa.&nbsp;<br><br>7. Mengadakan tes dan revisi Evaluasi media pembelajaran ialah suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk menentukan nilai dari media yang digunakan dalam proses belajar mengajar (Nurrita, 2018). Hal ini ialah output efektivitas penggunaan media pembelajaran. Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan.&nbsp;<br><br>Sumber Materi:</div><pre>https://www.researchgate.net/publication/369384151_KRITERIA_PEMILIHAN_MEDIA_PEMBELAJARAN</pre>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2141451701/7d15e6bca97041883469736737893f77/download__1_.jpeg" />
         <pubDate>2023-09-16 04:18:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lailitrisnasari19/8b85r08yw6ofkkca/wish/2706579929</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Memilih Media Pembelajaran yang Tepat</title>
         <author>lailitrisnasari19</author>
         <link>https://padlet.com/lailitrisnasari19/8b85r08yw6ofkkca/wish/2706606049</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br><strong><br>1. Mampu dan Terampil Menggunakan<br></strong>Apapun media yang dipilih. guru harus mampu menggunakan media tersebut. Nilai dan manfaat media pembelajaran sangat ditentukan oleh bagaimana keterampilan guru menggunakan media pembelajaran tersebut. Keterampilan penggunaan media pembelajaran ini juga nantinya dapat diturunkan kepada siswa sehingga siswa juga mampu terampil menggunakan media pembelajaran yang dipilih.<strong><br>2. Sesuai Dengan Tujuan</strong></div><div>Media pembelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan instruksional di mana akan lebih baik jika mengacu setidaknya dua dari tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini bertujuan agar media pembelajaran sesuai dengan arahan dan tidak melenceng dari tujuan. Media pembelajaran juga bukan hanya mampu mempengaruhi aspek intelegensi siswa, namun juga aspek lain yaitu sikap dan perbuatan. Tidak semua materi dapat disajikan secara gamblang melalui media pembelajaran, terkadang harus disajikan dalam konsep atau simbol atau sesuatu yang lebih umum baru kemudian disertakan penjelasan. Ini memerlukan proses dan keterampilan khusus dari siswa untuk memahami hingga menganalisis materi yang disajikan. Media pembelajaran yang dipilih hendaknya mampu diselaraskan menurut kemampuan dan kebutuhan siswa dalam mendalami isi materi.<br><strong>3. Tujuan yang akan dicapai.</strong><br>Media pembelajaran membantu para pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan para siswanya. Mempermudah para pendidik untuk menyampaikan materi atau pelajaran yang akan disampaikan pada proses mengajar. Pendidik juga harus memperhatikan media seperti apa yang digunakan untuk mengajar agar para peserta didik paham mengenai pelajaran yang disampaikan oleh pendidik.<br><br>Menurut Pantsula (2002) menyarankan delapan kriteria pemilihan media pembelajaran, khususnya media yang digunakan dalam konteks internasional dengan menggunakan teknologi modern. Untuk mempermudah mengingatnya, kedelapan kriteria tersebut disingkat dengan akronim <strong>CASCOIME Cost, Accessibility, Social-political suitability, Cultural friendliness Openness, Interactivity, Motivational value, Effectiveness.</strong></div><div>1. Cost (Biaya)</div><div>Dosen harus mempertimbangkan pemilihan media perkuliahan berdasarkan nilai-nilai umum (<em>altruistic</em>), bukan hanya kepentingan dosen sendiri, khususnya pertimbangan dalam pemilihan media, yaitu :</div><div>a. Biaya tetap, seperti biaya pengadaan alat dan biaya administrasi.</div><div>b. Biaya variabel, seperti biaya layanan mahasiswa dan biaya pengiriman materi.</div><div>c. Biaya materi perkuliahan, seperti biaya perencanaan dan produksi.</div><div>2. Accessibility (Keterjangkauan)</div><div>Prinsip keterjangkauan media pembelajaran meliputi tiga aspek, yaitu ketersediaan (<em>availability</em>) kenyamanan (<em>convenience</em>), dan kemudahan (<em>user-friendliness</em>). Aspek ketersediaan perlu mempertimbangkan apakah dosen dan mahasiswa mampu membeli alat dan infrastrukturnya. Aspek kenyamanan perlu mempertimbangkan apakah media tersebut memungkinkan mahasiswa belajar kapan saja dan dimana saja. Aspek kemudahan perlu mempertimbangkan apakah media yang akan digunakan mengikuti standar secara umum, sehingga setiap orang dapat menggunakannya dengan mudah.</div><div>3. Social-Political Suitability (Kesesuaian sosial dan politik)</div><div>Media pembelajaran yang dipilih dosen hendaknya sesuai dengan norma sosial dan peraturan yang berlaku di wilayahnya. Pemilihan jenis media dan materi perkuliahan hendaknya dihindarkan dari masalah suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).</div><div>4. Cultural friendliness (Ramah Budaya)</div><div>Media pembelajaran yang akan dipilih dosen hendaknya tidak bertentangan dengan budaya dan cara belajar masyarakat pada umumnya. Budaya belajar yang ada di suatu negara memungkinkan berbeda dengan budaya belajar di negara lain. Maka dari itu, pemahaman aspek budaya pembelajar menjadi pertimbangan tersendiri dalam memilih suatu media pembelajaran.</div><div>5. Openness (Keterbukaan)</div><div>Media pembelajaran yang baik harus mampu membangun kolaborasi dan mengakomodasi perbedaan cara pembelajaran. Media harus mampu menciptakan suasana kerjasama antara dosen dan mahasiswa, serta mahasiswa dengan mahasiswa lainnya dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan media juga mendorong dosen untuk menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.</div><div>6. Interactivity (Interaktif)</div><div>Media yang dipilih dosen hendaknya mampu membangun interaksi antara dosen, mahasiswa, dan lingkungan.</div><div>7. Motivational value (Memotivasi)</div><div>Media pembelajaran yang baik harus mampu menumbuhkan motivasi kepada mahasiswa untuk belajar lebih giat dan lebih baik. Contoh-contoh yang diberikan pada media pembelajaran hendaknya sesuatu yang menginspirasi mahasiswa untuk berbuat lebih baik, khususnya pada mata kuliah yang sedang dipelajarinya.</div><div>8. Effectiveness (Efektif)</div><div>Media pembelajaran yang dipilih dosen hendaknya mampu mengarahkan mahasiswa pada pencapaian tujuan pembelajaran dan pemerolehan cara belajar yang baru. Maka, sebelum memilih dan menyusun media pembelajaran yang akan dicapai oleh mata kuliah tersebut.</div><div><br><br>Sumber Materi&nbsp;</div><pre>Arsyad, Azhar. 2013. <em>Media Pembelajaran</em>. Jakarta: Rajawali Press.</pre><div><br></div><pre>https://lpm.amikompurwokerto.ac.id/karakteristik-dan-pemilihan-media-pembelajaran/</pre><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2141451701/3bab1f71f0664a842a30e079d6f30fa8/pexels_photo_5905709.webp" />
         <pubDate>2023-09-16 06:00:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/lailitrisnasari19/8b85r08yw6ofkkca/wish/2706606049</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
