<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>X MIPA/ IIS by ilma chairani</title>
      <link>https://padlet.com/ranidoang577/89jq9yixc5670si2</link>
      <description>Konsep Ilmu Ekonomi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-07 12:07:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-02 05:45:59 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>X MIPA/ IIS</title>
         <author>ranidoang577</author>
         <link>https://padlet.com/ranidoang577/89jq9yixc5670si2/wish/1721714633</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Prinsip, Tindakan, dan Motif Ekonomi<br></strong><br></div><div>Seperti yang telah dibahas sebelumnya, konsep dasar ilmu ekonomi tidak terlepas dari prinsip, tindakan, dan motif ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Penjelasan mengenai ketiga aspek tersebut adalah sebagai berikut:</div><div><br></div><div><strong>Prinsip Ekonomi</strong></div><div><br></div><div>Dalam prinsip ekonomi, manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan berusaha mencapai hasil sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil mungkin. Prinsip ekonomi juga menunjukkan suatu cara bertindak untuk mencapai hasil tertentu dengan mengeluarkan biaya seminimal mungkin.</div><div><br></div><div><strong>Tindakan Ekonomi</strong></div><div><br></div><div>Tindakan ekonomi diartikan sebagai upaya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan berlandaskan prinsip ekonomi. Upaya ini juga dilakukan untuk dapat mengatasi rasa kurang makmur atau keinginan menjadi makmur. Contoh tindakan ekonomi berlandaskan prinsip ekonomi yaitu ibu rumah tangga yang membeli beras di pasar tradisional karena harganya lebih murah dibandingkan di supermarket.</div><div><br></div><div>Biasanya, seseorang yang melakukan tindakan dengan prinsip ekonomi akan mengutamakan kebutuhan yang bersifat penting dan mendesak. Kegiatan ekonomi yang mereka lakukan selalu dengan pertimbangan yang matang, serta memikirkan keuntungan dan kerugian secara rinci.</div><div><br></div><div><strong>Motif Ekonomi</strong></div><div><br></div><div>Motif ekonomi merupakan hal-hal yang menjadi penyebab masyarakat melakukan tindakan ekonomi. Contoh motif-motif ekonomi yang ada dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:</div><div><br></div><div>Keinginan menjadi makmur.</div><div>Memperoleh penghargaan.</div><div>Motif sosial ingin menolong sesama.</div><div>Menaikkan status sosial.</div><div>Motif untuk bertahan hidup dan diterima di lingkungan masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://1.bp.blogspot.com/-GQHDUGcbdr0/WTdzr51ynGI/AAAAAAAAANU/18DxpIDftbEMzcQZ8sdFnueRdiaNQ8tVgCLcB/s1600/Ilmu%2BEkonomi.jpg" />
         <pubDate>2021-09-07 12:40:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ranidoang577/89jq9yixc5670si2/wish/1721714633</guid>
      </item>
      <item>
         <title>X MIPA/ IIS</title>
         <author>ranidoang577</author>
         <link>https://padlet.com/ranidoang577/89jq9yixc5670si2/wish/1722063173</link>
         <description><![CDATA[<div>Masalah Ekonomi<br><br></div><div>Pada umumnya masyarakat pasti punya kebutuhan yang beraneka ragam mulai dari kebutuhan pribadi sampai kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan tersier. Kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhan sangat terbatas, inilah pokok permasalahan dalam ekonomi, di mana kesenjangan antara harapan dan kenyataan, ada kesenjangan antara kebutuhan dengan alat pemuas kebutuhan.<br><br></div><div>Pokok masalah ekonomi:<br><br></div><div>a. Menurut aliran klasik<br><br></div><div>Pokok masalah ekonomi menurut aliran klasik ialah produksi (kegiatan manusia untuk menghasilkan barang atau jasa), distribusi (kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen), dan konsumsi (kegiatan manusia mengurangi nilai guna suatu produk yaitu barang atau jasa).<br><br></div><div>b. Menurut aliran modern<br><br></div><div>Pokok masalah ekonomi menurut aliran modern adalah <em>what</em> (apa),<em> how</em> (bagaimana), dan<em> for whom</em> ( untuk siapa). <em>What</em> (apa) berarti barang dan jasa apa yang akan diproduksi dan dalam jumlah berapa.<br><br></div><div>Untuk menentukan produksi maka harus mengerti barang yang dibutuhkan masyarakat, maka diperlukan memperhitungkan sumber daya alam dan sumber daya manusia. How (bagaimana) berarti membahas proses barang tersebut dibuat dan bagaimana mengkombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya alam yang ada dalam produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu menggabungkan.<br><br></div><div><em>For whom</em> (untuk siapa barang diproduksi) berarti barang yang akan diproduksi itu untuk siapa atau lapisan masyarakat yang mana yang akan menikmati barang dan jasa yang diberikan dan bagaimana agar barang dan jasa itu sampai ke tangan konsumen.<br><br></div><div>5. Metodologi Ilmu Ekonomi<br><br></div><div>Pada umumnya, metode ilmu ekonomi dalam menganalisis masalah perekonomian dimulai dari observasi objek permasalahan, menentukan hubungan permasalahan dengan teori ekonomi yang terkait, menentukan hipotesis, mengidentifikasi permasalahan melalui pertanyaan, menentukan variabel yang akan dikaji, serta menentukan asumsi-asumsi dan model yang digunakan untuk mendapatkan solusi.<br><br></div><div>a. Melakukan observasi dan memilih teori<br><br></div><div>Observasi dan teori juga memiliki hubungan dalam bidang ekonomi. Contoh: seorang ekonom yang tinggal di negara lain di luar Indonesia mengalami kenaikan harga barang dengan cepat tergerak untuk mengadakan observasi terhadap fenomena tersebut. Ekonom tersebut bisa menggunakan teori inflasi.<br><br></div><div>Teori ini bisa saja menyimpulkan bahwa inflasi yang tinggi ini terjadi karena pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Untuk memastikan teori ini maka ekonom tersebut mengumpulkan data kenaikan harga dan jumlah uang yang beredar dari beberapa negara berbeda.<br><br></div><div>Apabila jumlah uang yang dicetak tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga maka ekonom tersebut akan meragukan kesesuain teori inflasi untuk menjelaskan keadaan yang ditelitinya. Apabila fakta tersebut memiliki korelasi yang kuat terhadap kenaikan harga, ekonom tersebut akan semakin yakin terhadap kebenaran teori inflasi.<br><br></div><div>b. Mengidentifikasi permasalahan serta menentukan variabel dan hipotesis<br><br></div><div>Metodologi selanjutnya adalah mengidentifikasi masalah dalam bentuk pertanyaan. Pertanyaan yang akan ditanyakan kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek yang akan dianalisis harus tepat sehingga permasalahan dapat teridentifikasi dengan jelas.<br><br></div><div>Lalu variabel yang sesuai dapat ditetapkan dalam menentukan hipotesis atau jawaban sementara atas permasalahan yang terjadi, ilmu ekonomi menggunakan asumsi ceteris paribus. Istilah asumsi ceteris paribus sering kali digunakan dalam menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai asumsi ekonomi.<br><br></div><div>Menurut pengertian ceteris paribus, fokus perhatiannya hanya pada variabel tertentu. Sedangkan variabel lain itu tidak mempengaruhi analisis yang sedang dilaksanakan. Setelah hipotesis didapatkan, kemudian dilakukan uji hipotesis dengan berfokus pada variabel yang diteliti. Pada saat yang sama, faktor lain adalah yang diasumsikan juga diperhatikan dalam uji coba tersebut.<br><br></div><div>c. Menggunakan asumsi dan model<br><br></div><div>Keterbatasan yang biasa dihadapi oleh ilmu ekonomi antara lain:<br>1) Objek penyelidikan ilmu ekonomi tidak dapat dilokalisasi.<br>2) Dalam ilmu ekonomi, manusia adalah subjek dan objek penyelidikan. Oleh sebab itu kesimpulan dan generalisasi yang dihasilkan tidak dapat bersifat mutlak.<br>3) Ilmu ekonomi tidak mempunyai laboratorium untuk melakukan eksperimen ekonomi.<br><br></div><div>Beberapa ekonom memikirkan teori, menghimpun data, kemudian menganalisis data untuk membuktikan teori tersebut. Untuk mengambil suatu kesimpulan, biasanya para ekonom menggunakan metode asumsi model.<br><br></div><div>Para Ekonom membuat asumsi untuk menyederhanakan suatu problem yang rumit agar lebih mudah. Untuk mengkaji pengaruh perdagangan internasional, contohnya dapat mengasumsikan hanya terdapat dua negara yang memproduksi dua jenis barang di dunia.<br><br></div><div>Padahal dunia sebenarnya terdiri atas ratusan negara, setiap negara menghasilkan berbagai jenis barang berbeda. Dengan memahami perdagangan internasional dalam asumsi dua negara dan dua jenis barang, maka akan lebih mudah memahami perdagangan internasional.<br><br></div><div>6. Manfaat Ilmu Ekonomi<br><br></div><div>Setiap orang perlu menguasai atau mempelajari ilmu ekonomi karena setiap orang bisa saja menghadapi kelangkaan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Beberapa manfaat mempelajari ilmu ekonomi di antaranya:<br><br></div><div>a. Mengajarkan cara berpikir yang dapat digunakan setiap hari ketika perlu mengambil keputusan<br><br></div><div>Cara berpikir yang dimaksud adalah tiga konsep fundamental dalam ilmu ekonomi yaitu biaya oportunitas, marginalitas, dan pasar efisien. Biaya oportunitas adalah alternatif terbaik yang dikorbankan atau dihentikan ketika mengambil suatu keputusan.<br><br></div><div>Marginalitas adalah proses menganalisis biaya atau manfaat tambahan yang timbul dari suatu keputusan. Dan pasar efisien adalah suatu pasar di mana kesempatan memperoleh laba terhapus hamper dengan seketika karena sebagian orang mencari peluang laba yang sama sehingga hanya sedikit peluang tersisa.<br><br></div><div>b. Untuk memahami masyarakat dengan lebih baik<br><br></div><div>Dengan belajar ilmu ekonomi maka dapat mencari jawaban atas beberapa pertanyaan seperti mengapa orang memutuskan untuk belanja, membangun gedung, membeli transportasi atau membuatnya, membangun pabrik, dan lain-lain.<br><br></div><div>c. Untuk memahami persoalan-persoalan global<br><br></div><div>Pemahaman yang baik mengenai ilmu ekonomi sangat penting dalam membantu seseorang memahami masalah-masalah di dunia. Contoh saja peperangan di negara lain. Perang di Irak dan serangan Venezuela pada tahun 2003 membuat pasar minyak dunia mengalami gejolak yang berdampak pada naiknya biaya energi di seluruh dunia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-07 14:36:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ranidoang577/89jq9yixc5670si2/wish/1722063173</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
