<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>MORFOLOGI BAHASA INDONESIA by Adelia Keishafira</title>
      <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal</link>
      <description>Nama: Adelia Keishafira
NPM: 202121500487
Kelas: R2E
Tugas Mata Kuliah: Morfologi Bahasa Indonesia 
Dosen Pengaampu: Dewi Indah Susanti M.Pd.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-07-04 10:48:22 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-07-05 12:18:21 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>MORFOLOGI</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236399165</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut M.Ramlan Morfologi adalah bagian ilmu bahasa yang membicarakan&nbsp;atau mempelajari seluk beluk kata serta&nbsp;<br>pengaruh perubahan-perubahan&nbsp;terhadap golongan dan arti kata.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 10:56:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236399165</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Objek Kajian Morfologi:</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236406115</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Satuan Gramatikal</strong><br>Satuan gramatikal adalah unsur-unsur <br>pembentuk bahasa yang memiliki arti <br>baik secara gramatika maupun leksikal. <br>Satuan-satuan gramatikal meliputi: <br>morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, <br>wacana.<br><strong>2. Kata</strong><br>Kata adalah satuan bebas yang terkecil.<br><strong>3. Morfem</strong><br>Satuan gramatik yang paling kecil;<br>satuan gramatik yang tidak mempunyai<br>satuan lain sebagai unsurnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 11:08:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236406115</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis Morfologi: </title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236406935</link>
         <description><![CDATA[<div>1.) MORFOLOGI SINKRONIK<br><br>Morfologi Sinkronik: Menelaah morfem-morfem dalam satu cakupan waktu, baik waktu lalu maupun masa kini.<br>a. Morfem leksikal dan Morfem sintaksis/ bukan leksikal<br>-Morfem leksikal = morfem yang telah<br>memiliki makna dirinya sendiri tanpa<br>berproses dengan morfem lain. Kuda, pergi,<br>lari, dan merah. &gt; juang, henti, gaul.<br>-Morfem morfem bukan leksikal = morfem<br>yang tidak punya makna sendiri. Morfem-<br>morfem afiks<br>b. Morfem bebas dan morfem terikat<br>- Morfem bebas = morfem yang tanpa kehadiran<br>&nbsp;morfem lain dapat muncul dalam tuturan.<br>- Morfem terikat = morfen yang kalau tidak digabung<br>&nbsp;dengan bentuk lain tidak muncul dalam tuturan<br>&nbsp;Afiks. Contoh:<br>&nbsp;Prakatagorial : Juang, henti, gaul<br>- Morfem unik : renta, kerontang<br>, Preposisi dan konjungsi.<br>c. Morfem dasar dan Morfem imbuhan<br>- Morfem dasar =Morfem bebas+morfem terikat<br>- Morfem imbuhan = morfem<br>&nbsp;berimbuhan<br><br>2.) MORFOLOGI DIAKRONIK<br>Morfologi diakronik: menelaah sejarah atau asal-usul kata, dan mempermasalahkan mengapa misalnya pemakaian kata kini berbeda dengan pemakaian kata pada masa lalu.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 11:10:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236406935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bentuk Kata:</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236414178</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Kata dasar</strong><br>Kata dasar diartikan sebagai kata yang belum diberi imbuhan atau kata yang menjadi dasar bagi pembentukan kata yang lebih besar. <br>- Misalnya: makan, minum, jalan.<br><strong>2. Kata turunan</strong><br>Kata turunan adalah kata yang terbentuk sebagai hasil dari proses&nbsp;afiksasi, reduplikasi, atau pemajemukan.&nbsp;<br>- Misalnya: memakan, gemetar, berjalan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 11:26:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236414178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelas Kata</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236415734</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Kelas Terbuka</strong><br>Kelas terbuka adalah kelas yang keanggotaannya dapat bertambah atau berkurang sewaktu-waktu, kata-kata yang termasuk dalam kelas terbuka, yaitu: verba, nomina, dan ajektifa. <br>- Verba : Kata kerja atau yang di sebut dengan verba adalah suatu kata yang berfungsi untuk menjelaskan tentang suatu aktifitas atau suatu<br> perbuatan atau kegiatan yang di lakukan oleh seseorang.<br>Contoh : duduk, lari, nyanyi.<br>- Nomina: kata benda atau kata nomina adalah suatu kata baik yang sifatnya abstrak maupun konkret merujuk pada bentuk dari suatu benda.<br>Contoh : buku, meja, kursi.<br>- Adjektifa : kata sifat atau ajektifa adalah suatu kata yang digunakan untuk mengungkap sifat atau keadaan suatu objek, baik itu manusia, hewan dan tumbuhan serta barang atau benda.<br>Contoh : kuat, lemah, rajin.<br><br><strong>2. Kelas Tertutup</strong><br>Kelas tertutup yaitu yang termasuk pronomina, adverbial, preposisi,&nbsp;<br>konjungsi, dan artikula, yang jumlahnya sejak dulu tidak pernah bertambah.<br>- Pronomina : kata ganti atau pronominal adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain.<br>Contoh : saya, kita, anda.<br>- Adverbia : kata keterangan<br>Contoh : nanti, lusa, di sini, di situ.<br>- Preposisi : kata depan atau kata preposisi adalah kata yang selalu berada di depan kata benda, kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan.<br>Contoh : di rumah, ke pasar, dari kantor.<br>- Konjungsi : kata hubung atau kata konjungsi adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan dua kata atau dua kalimat contoh : dan, atau, serta.<br>- Artikula : kata sandang ialah jenis kata yang mendampingi kata benda.<br>Contoh : si, sang, para.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 11:30:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236415734</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis-Jenis Morfem</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236417180</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Morfem Bebas dan Morfem Terikat</strong><br>a. Morfem Bebas<br>Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri.<br>Contoh : Citra sedang makan nasi goreng.<br>b. Morfem Terikat<br>Morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu <br>dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. <br>Semua afiks (imbuhan) dalam bahasa Indonesia adalah morfem terikat.<br><strong>2. Morfem Utuh dan Morfem Terbagi</strong><br>a. Morfem Utuh<br>Semua morfem dasar bebas dan <br>sebagian morfem terikat adalah <br>termasuk morfem utuh.<br>Contoh : Terbesar = {Ter-} {besar}.<br>b. Morfem Terbagi<br>Morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah.<br>Contoh : perbuatan = {Per-} {buat} {-an}<br><strong>3. Morfem Segmental dan Suprasegmental</strong><br>a. Morfem Segmental<br>Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental. Semua morfem yang berwujud bunyi adalah morfem segmental.<br>Contoh : morfem {rumah}, dapat dianalisis ke dalam segmen-segmen yang berupa fonem [r,u,m,a,h] fonem-fonem itulah yang tergolong ke dalam <br>morfem segmental.<br>b. Morfem Suprasegmental<br>Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental, seperti tekanan, nada, durasi dan sebagainya. Dalam bahasa Ngbaka di Kongo Utara Benua Afrika setiap verba selalu disetai dengan petunujuk kala (tense).<br>Contoh : <br>Kala kini : à<br>Kala lampau : ā<br>Kala nanti :&nbsp; ǎ<br>makna : menaruh<br><strong>4. Morfem alomorf zero</strong><br>Morfem beralomorf zero atau nol (lambangnya berupa<br>Ø), yaitu morfem yang salah satu alomorfnya tidak <br>berwujud bunyi segmental maupun berupa prosodi <br>(unsur suprasegmental), melainkan berupa “kekosongan”.<br>Contoh :<br>Bentuk tunggal -&gt; <br>I have a book<br>I have a sheep<br>Bentuk jamak -&gt; <br>I have two books<br>I have two sheep<br><strong>5. Morfem Bermakna Leksikal dan Tak Bermakna Leksikal</strong><br>a. Morfem Bermakna Leksikal<br>Morfem bermakna leksikal adalah morfem-morfem yang secara inheren telah&nbsp;memiliki makna pada dirinya sendiri, tanpa perlu berproses terlebih dulu dengan&nbsp;morfem lain. Semua morfem dasar bebas termasuk morfem bermakna leksikal.<br>Contoh : {pulang} dan {pergi}<br>b. Morfem Tak Bermakna Leksikal<br>Morfem tak bermakna leksikal tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya&nbsp;sendiri. Morfem ini baru mempunyai makna dalam gabungannya dengan morfem&nbsp;lain dalam suatu proses morfologi.<br>contoh : {ber-} dan {me-)<br>c. Alomorf dan Morf<br>1. Alomorf<br>Alomorf adalah perwujudan konkret (di dalam penuturan) dari sebuah morfem.&nbsp;Jadi setiap morfem tentu mempunyai almorf, entah satu, dua, atau enam buah.&nbsp;<br>Contoh: me-, mem- men-, meny-, meng-, dan menge-.<br>2. Morf&nbsp;<br>Morf adalah deretan fonem.<br>Contoh : tulis, menulis, penulis, ditulis, tertulis tulis/, /meN/, /pe/, /di/, /ter/</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 11:33:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236417180</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Enam Prinsip Pengenalan Morfem</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236419743</link>
         <description><![CDATA[<div>Enam Prinsip Pengenalan Morfem<br><br>Prinsip 1<br>Satuan yang
 memiliki struktur
 fonologik dan arti
 atau maknanya
 sama merupakan
 satu morfem.<br>Contoh :<br>Dalam satuan baca
 dalam membaca,<br>dibaca, terbaca,
 membacakan,
 pembaca,
 pembacaan dan
 bacaan merupakan
 satu morfem yaitu
 baca.<br>Prinsip 2<br>Satuan yang walaupun
 struktur fonologiknya
 berbeda, tetapi
 merupakan satu morfem
 apabila mempunyai arti
 yang sama dan
 perbedaan struktur
 fonologiknya dapat
 dijelskan secara
 fonologik.<br> Contoh:<br>Dalam kata membawa,
 mendukung, menyuruh,
 menggali, mengebom
 dan melerai, dan
 perbedaan struktur
 fonologik mem-, men-,
 meny-, meng-, menge-,
 me- adalah satu
 morfem, yaitu alomorf
 dari morfem meN-.<br>Prinsip 3<br>Satuan yang
 mempunyai struktur<br>fonologik yang
 berbeda, sekalipun<br>perbedaannya tidak
 dapat dijelaskan
 secara fonologik
 tetapi masih dianggap
 satu morfem apabila
 mempunyai arti yang<br>sama dan punya
 distribusi
 komplementer.<br>Contoh:<br>Dalam satuan ber- pada
 berjalan, be- pada<br>bekerja, masih dapat
 dijelaskan bahwa itu<br>merupakan satu
 morfem, tetapi berbeda<br>dengan bel- yang hanya
 terdapat dalam satuan
 belajar<br>Prinsip 4<br>Apabila dalam suatu deretan
 struktur berparalel dengan
 suatu kekosongan maka<br>kekosongan tersebut adalah
 morfem zero. Artinya jika
 suatu kalimat, predikat tidak<br>menggunakan awalan meN
 maka kalimat tersebut
 adalah morfem zero.<br>Contoh:<br>a. Ayah membaca koran.<br>b. Ayah melihat gajah.<br>c. Ayah menulis surat.<br>d. Ayah bawa kertas.<br>e. Ayah minum kopi.<br>f. Ayah makan buah.<br>Dapat dijelaskan bahwa pada
 kalimat (a, b, c) predikat
 menggunakan awalan meN<br>(mem-, me-, men-) tetapi
 pada kalimat (d, e, f)
 predikat tidak menggunakan
 awalan meN sehingga pada
 kata dalam ketiga kalimat
 tersebut merupakan suatu
 morfem zero.<br>Prinsip 5<br>Satuan yang mempunyai
 struktur fonologik yang
 sama mungkin
 merupakan satu
 morfem, mungkin juga
 morfem yang berbeda.
 Apabila satuan yang
 mempunyai struktur
 fonologiknya sama itu
 berbeda artinya, tentu
 saja merupakan
 morfem yang berbeda.<br>Contoh:<br>Dalam kata sedang pada
 kalimat ‘Nilainya sedang
 saja’ dengan ‘Husna<br>sedang pergi’.
 Kedua kata sedang itu merupakan morfem yang
 berbeda, karena artinya
 berbeda, sekalipun
 mempunyai strutur
 fonologik yang sama.<br>Prinsip 6<br>Setiap satuan yang
 dapat dipisahkan merupakan
 morfem.<br>Contoh:<br>Dalam kata
 mendudukkan ada
 tiga morfem yaitu
 meN-, duduk, dan
 -kan, dalam kata didudukkan ada
 tiga morfem yaitu
 di-, duduk , dan -
 kan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 11:38:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236419743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hakikat Deretan Morfologik</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236423664</link>
         <description><![CDATA[<div>Deretan morfologik ialah suatu deretan atau daftar
 yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam
 bentuk dan artinya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 11:44:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236423664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Deretan Morfologik</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236424277</link>
         <description><![CDATA[<div>Misalnya, pada kata kejauhan, untuk mengetahui kata tersebut terdiri dari satu morfem atau beberapa morfem, haruslah diperbandingkan dengan kata-kata lain dalam deretan morfologik. Di samping kejauhan, terdapat kata menjauhkan, dijauhkan, terjauh, beerjauhan, menjauhi, dijauhi.<br><br>Jadi deretan morfologiknya sebagai berikut:<br>Kejauhan<br>Menjauhkan<br>Dijauhkan<br>Terjauh<br>Berjauhan<br>Menjauhi<br>Dijauhi<br>________<br>Jauh</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 11:46:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236424277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Morfologi Derivasional dan Morfologi Infleksional</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236427626</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Morfologi Derivasional<br>Afiks yang menghasilkan leksem baru dari leksem dasar.<br>Contoh : Verba ke Nomina = tari--------- penari<br>Verba ke nomina= makan ------------ makanan<br>2. Morfologi Infleksional<br>Afiks yang mampu menghasilkan bentuk- bentuk kata yang baru dari<br>leksem dasarnya.<br>Contoh :<br>Verba Verba Verba Verba<br>Cuci Mencuci Dicuci Tercuci</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 11:52:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236427626</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perbedaan Kata Dasar, Dasar Kata, dan Hierarki Kata</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236433294</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:04:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236433294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bentuk Asal</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236433866</link>
         <description><![CDATA[<div>Bentuk asal yaitu atuan yang paling kecil yang menjadi asal sesuatu kata kompleks.<br>Misal: kata berpakaian terbentuk dari bentuk asal pakai, mendapat afiks –an menjadi pakaian, kemudian mendapat afiks ber- menjadi berpakaian.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:05:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236433866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bentuk Dasar</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236434230</link>
         <description><![CDATA[<div>Bentuk dasar yaitu satuan, baik tunggal maupun
 kompleks, yang menjadi
 dasar bentukan bagi
 satuan yang lebih besar.<br>Misal: kata berpakaian,
 terbentuk dari bentuk
 dasar pakaian dengan
 afiks ber-, selanjutnya kata
 pakaian terbentuk dari bentuk dasar pakai dengan
 afiks –an.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:06:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236434230</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hierarki Kata</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236434870</link>
         <description><![CDATA[<div>Hierarki kata yaitu susunan,
 pembentukan, tingkatan atau
 penjenjangan kata. Jika kita
 membahas tentang hierarki kata,
 maka pada prinsipnya kita berbicara mengenai unsur langsung yang
 membentuk sebuah kata
 (Tarigan,1985:23)</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1727130263/d4c72ad685f9cdcf8b795a708c17cb52/WhatsApp_Image_2022_07_04_at_19_00_57.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-04 12:07:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236434870</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Afiksasi</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236444809</link>
         <description><![CDATA[<div>Afiksasi merupakan unsur yang ditempelkan dalam pembentukan kata dan dalam linguistik<br>&nbsp;afiksasi bukan merupakan pokok kata melainkan<br>&nbsp;pembentukan pokok kata yang baru. Sehingga<br>&nbsp;para ahli bahasa merumuskan bahwa, afiks<br>&nbsp;merupakan bentuk terikat yang dapat ditambahkan pada awal, akhir maupun tengah kata(Richards, 1992).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:24:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236444809</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis Afiksasi</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236445836</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Prefiksasi</strong> (penambahan imbuhan pada awal kata dasar) Prefiks dalam Bahasa Indonesia, yaitu : ber-, meN, per, pe-, ke, ter-, di-, ter-, se-. <br>Contoh: Ber- + Lanjut = Berlanjut.<br><strong>2. Infiksasi</strong> (penambahan imbuhan pada tengah dari kata dasar) <br>Contoh :( -er, -el, -em ) Jari + er = Jemari<br><strong>3. Sufiksasi</strong> (penambahan imbuhan pada akhir dari sebuah kata yang merupakan bentuk dasar) Sufiks dalam Bahasa Indonesia, yaitu : -kan, -an, -i, -nya, -man, -wati, -wan, -nda, -anda. <br>Contoh : Sastra + -wan = Sastrawan<br><strong>4. Konfiksas</strong>i (penambahan imbuhan yang terdiri dari dua bagian yang ditelatakkan pada bagian awal dan akhir dari kata dasar) Konfiks dalam Bahasa Indonesia, yaitu : Per-an, Ke-an, Ber-an.&nbsp;<br>Contoh : Ber-an + Datang = Berdatangan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:26:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236445836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Afiksasi Pembentuk Verba</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236452061</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Verba berprefiks ber-<br>a. Mempunyai atau ada. Komponen makna (+benda),(+umum),(+milik) dan
 (+bagian)<br>Contoh : berayah, bermesin<br>b.Memakai atau mengenakan. Komponen makna (+pakaian) atau (+perhiasan)<br>Contoh : berkebaya, berkalung<br>c.Mengendarai atau naik. Komponen makna (+kendaraan)<br>Contoh : bersepeda, berkuda<br>d.Berisi atau mengandung. Komponen makna (+benda), (+dalaman) atau (+kandungan)<br>Contoh : berair, berkuman<br><br>2. Verba berkonfiks dan berklofiks ber-an<br>a. Banyak serta tidak teratur. Komponen makna (+tindakan),(+sasaran ) dan
 (+gerak)<br>Contoh : berhamburan, berlarian<br>b. Saling atau berbalasan. Komponen makna (+tindakan),(-sasaran)dan (+gerak)<br>Contoh : bermusuhan, bertangisan<br>c. Saling berada di. Komponen makna (+benda), (+letak), dan (+tempat)<br>Contoh : bersebelahan, berhadapan<br><br>3. Verba bersufiks –kan<br>a. Jadikan. Komponen makna (+keadaan ) atau (+sifat khas)<br>Contoh : putuskan, damaikan, satukan<br>b. Lakukan untuk orang lain. Komponen makna (+tindakan) dan atau
 (+sasaran)<br>Contoh : ambilkan, bawakan<br>c. Bawa masuk ke. Komponen makna (+ruang)<br>Contoh : asramakan, rumahkan<br><br>4. Verba bersufiks -i ialah verba transitif<br>a. Berulang kali. Komponen makna (+tindakan) dan (+sasaran)<br>Contoh : pukuli, lempari<br>b. Tempat. Komponen makna (+tempat)<br>Contoh : lewati, lompati<br>c. Merasa sesuatu. Komponen Makna (+sikap batin) dan (+emosi)<br>Contoh : kasihi, hormati<br>d. Memberi atau membubuhi. Komponen makna (+bahan berian)<br>Contoh : garami, nasihati</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:36:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236452061</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Afiksasi Pembentuk Nomina</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236453753</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Nomina berprefiks ke-<br>Nomina berprefiks ke– sejauh data yang ada hanyalah ada tiga buah
 kata, yaitu ketua, kekasih dan kehendak dengan makna gramatikal
 ‘yang dituai’, ‘yang dikasihi’ dan ‘yang dikehendaki’.<br>2. Nomina berkonfiks ke-an<br>• Hal atau tentang. Komponen makna (+bendaan) dan (+objek bicara)<br>Contoh : kehutanan, kebersamaan<br>• Tempat atau wilayah. Komponen makna (+bendaan), (+wilayah), dan
 (+jabatan)<br>Contoh : kelurahan, kerajaan<br><br>3. Nomina Berprefiks pe– yang mengikuti Kaidah Persengauan.
 Prefiks pe- yang mengikuti kaidah persengauan dapat<br>berbentuk pe-, pem-, pen-, peng-, peny-, dan penge-
 . persengauan sama dengan persengauan pada prefiks me-.<br>a. Nomina berprefiks pe- memiliki makna gramatikal
 ‘yang(dasar)’ apabila dibentuk dari dasar melalui verba yang
 sama dengan dasar itu.<br>Contoh: Pendatang (dari verba datang dalam kalimat “mereka
 datang dari luar kota”).<br>b. Nomina berprefiks pe- memiliki makna gramatikal
 ‘yang me-(dasar)’ apabila bentuk dari dasar melalui verba
 berprefiks me- yang dibentuk dari dasar itu.<br>Contoh: Pelatih (dari dasar latih melalui verba melatih).<br><br>4. Nomina berkonfiks per-an yang dibentuk dari dasar melalui verba ber-
 bentuknya mengikuti perubahan bentuk prefiks ber-, sehingga menjadi
 bentuk per-an, pe-an, pel-an.<br>a.Bentuk atau alomorf per-an digunakan apabila diturunkan dari dasar
 memulai verba berbentuk ber-.<br>Contoh : perdagangan, pergaulan<br>b. Bentuk atau alomorf pe-an digunakan apabila diturunkan dari dasar
 melalui verba berbentuk be-.<br>Contoh : pekerjaan, peternakan<br>c. Bentuk atau alomorf pel-an hanya digunakan satu-satunya pada
 dasar ajar melalui verba belajar, sehingga menjadi pelajaran. Hanya makna
 gramatikalnya bukan ‘hal / proses belajar’. Melainkan ‘ bahan belajar’.<br><br>5. Nomina bersufiks-an yang dibentuk melalui prefiks me-
 inflektif<br>a. Hasil me- (dasar)’ apabila hubungan antara verba me-
 inflektif yang dibentuk dari dasar itu dengan objeknya me- menyatakan ‘hasil’<br>Contoh : tulisan, masakan<br>b. ‘Yang di- (dasar)’ apabila hubungan antara verba me-
 inflektif yang dibentuk dari dasar itu dengan objeknya
 menyatakan ‘sasaran’<br>Contoh : makanan, bacaan dan tahanan.<br>c. ‘Alat (me-)’. Komponen makna (+ alat)<br>Contoh : saringan, kukusan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:39:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236453753</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Afiksasi Pembentuk Adjektiva</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236454841</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Dasar Adjektiva Berprefiks pe -<br>Makna gramatikal<br>a. ‘Yang memiliki sifat (dasar)’. Komponen makna (+sikap
 batin)’.<br>Contoh : pemalu, penakut, pemarah<br>b. ’Yang menjadikan (dasar)’. Komponen makna(+keadaan 
 fisk)<br>Contoh : pembersih, pemutih, pengering<br><br>2. Dasar Ajektiva Berkonfiks ke-an<br>Makna gramatikal
 Konfiks ke-an pada dasar adjektiva akan memberi makna 
gramatikal ‘agak (dasar)’ bila adjektiva itu memiliki komponen 
 makna (+warna).<br>Contoh : kehitaman, ‘agak hitam’, kemerahan, ‘agak merah’.<br><br>3. Dasar adjektif berklofiks me-kan<br>Makna gramatikal<br>Menyebabkan jadi (dasar) apabila bentuk dasarnya memiliki komponen
 makna (+ sikap batin)<br>Contoh : memalukan, ‘menyebabkan malu’, mengecewakan, 
‘menyebabkan kecewa’.<br><br>4. Dasar adjektva berklofiks me – i<br>Makna gramatikal
 Merasa (dasar) apabila bentuk dasarnya memiliki kompenen makna&nbsp;<br>(+rasa batin)<br>Contoh : mencintai, ‘merasa cinta pada’, mengagumi, ‘merasa kagum 
pada’</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:41:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236454841</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Morfofonemik</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236463387</link>
         <description><![CDATA[<div>Morfofonemik atau biasa yang disebut Morfofonologi adalah
 ilmu yang menelaah morfofonem (atau biasa juga disingkat
 menjadi morfonem).
 Morfofonemik mempelajari perubahan-perubahan fonem yang 
 timbul akibat pertemuan morfem dengan morfem lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:55:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236463387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Proses Perubahan Fonem</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236463882</link>
         <description><![CDATA[<div>a. Fonem /N/ pada morfem meN- dan peN- berubah menjadi fonem/m/kalau dasar kata (bentuk dasar) yang mengikutinya berawal dengan fonem /p, b, f/.<br>b. Fonem /N/ pada meN- dan peN- berubah menjadi fonem /n/ apabila bentuk dasar (dasar kata) yang mengikutinya berawal dengan fonem /t, d, s/. Fonem /s/ khusus bagi beberapa bentuk dasar yang berasal dari bahasa asing yang masih mempertahankan keasingannya.<br>c. Fonem /N/ pada morfem meN- dan peN- berubah menjadi /ň/ apabila bentuk dasar (dasar kata) yang mengikutinya berawal dengan fonem /c, j, s, š/.<br>d. Fonem /N/ pada meN- dan peN- berubah menjadi /η/ apabila bentuk dasar (dasar kata) yang mengikutinya berfonem awal/g, h, k, x, dan vokal/.<br>e. Selain perubahan fonem /N/, juga ada perubahan fonem /r/ pada morfem ber- dan morfem per-, yaitu berubah menjadi fonem /l/ sebagai akibat pertemuan morfem tersebut dengan bentuk dasar (dasar kata) yang berupa morfem ajar. Dalam bahasa Indonesia perubahan fonem /r/ ini tidak produktif. Contoh: ber- + ajar → belajar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:56:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236463882</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Proses Penambahan Fonem</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236464912</link>
         <description><![CDATA[<div>Proses penambahan fonem terjadi akibat pertemuan meN- dan peN- dengan bentuk dasar yang bersuku satu. Fonem tambahannya adalah /”/ sehingga meN- berubah menjadi menge- dan peN- menjadi penge-.&nbsp; Contoh: meN- + lus → mengelus, peN- + bom → mengebom.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:57:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236464912</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Proses Penghilangan Fonem</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236466098</link>
         <description><![CDATA[<div>a. Proses hilangnya fonem /N/ akan terjadi apabila morfem-morfem meN- dan peN- bertemu atau bergabung dengan bentuk dasar (dasar kata) yang berfonem awal /l, r, y, w, dan nasal/.<br>Contoh: meN- + lupakan → melupakan<br>b. Proses hilangnya fonem /r/ pada morfem ber-, per-, dan ter- akibat pertemuan morfem-morfem itu dengan bentuk dasar yang berawal dengan fonem /r/ dan bentuk dasar yang suku pertamanya berakhir dengan/∂r/.<br>Contoh: ber- + rencana → berencana<br>c. Proses hilangnya fonem-fonem /k, p, t, s/ akibat pertemuan antara morfem meN- dan morfem peN- dengan bentuk dasar yang berawal dengan fonem-fonem /k, p, t, s/.<br>Contoh: meN- + kosong → mengosongkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 12:59:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236466098</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hakikat Reduplikasi</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236520538</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut Alwi ( 2003 ) Reduplikasi atau perulangan adalah proses pengulangan kata atau unsur kata.
 Reduplikasi juga merupakan proses penurunan kata dengan perulangan utuh maupun sebagian. Contohnya
 adalah " anjing-anjing ", " lelaki ", " sayur-mayur " dan sebagainya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:18:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236520538</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis-Jenis Reduplikasi</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236524656</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:24:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236524656</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Kata Ulang Dwipurwa</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236525348</link>
         <description><![CDATA[<div>Kata Ulang Sebagian (Dwipurwa)<br>Proses reduplikasi pada kata ulang jenis ini hanya terjadi pada sebagian unsur kata saja.
 Pengulangan terjadi hanya di bagian suku awal kata atau dapat juga ditambah akhiran. Contoh
 pengulangan pada suku awal kata dasar antara lain: tetangga, lelaki, sesam</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:25:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236525348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Kata Ulang Utuh (Dwilingga)</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236525999</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada kata ulang utuh, proses reduplikasi terjadi pada seluruh bentuk kata. Bentuk kata yang dimaksud di sini
 adalah kata dasar ataupun kata berimbuhan. Contoh kata ulang utuh diantaranya : anak-anak, jenis-jenis, ibu-
 ibu, bapak-bapak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:26:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236525999</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Kata Ulang Berubah Bunyi (Dwilingga Salin Suara)</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236526509</link>
         <description><![CDATA[<div>Perubahan suara menjadi ciri khas pada kata ulang jenis ini. Reduplikasi pada jenis kata ulang ini terjadi pada&nbsp;<br>&nbsp;seluruh bentuk dasar kata. Contohnya: sayur- mayur, bolak-balik, lauk-pauk, gerak-gerik, teka-teki, serba-serbi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:27:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236526509</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Trilingga</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236527241</link>
         <description><![CDATA[<div>Trilingga yaitu pengulangan morfem asal sampai dua kali, dalam bahasa jawa, misalnya : dag-dig-
 dug (gemetar), bas-bis-bus (bicara bohong) dan dar-der-dor (bunyi letupan).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:28:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236527241</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5. Kata Ulang Berimbuhan</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236528023</link>
         <description><![CDATA[<div>Proses reduplikasi terjadi pada kata dasar dan sekaligus mendapat imbuhan. Contohnya: bersalam-salaman, tukar-menukar, rumah-rumahan, anak- anakan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:29:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236528023</guid>
      </item>
      <item>
         <title>6. Kata Ulang Semu</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236528725</link>
         <description><![CDATA[<div>Kata ulang ini sebenarnya adalah kata dasar. Akan tetapi jika dilihat dari struktur katanya terlihat seperti kata 
ulang utuh. Contoh: kupu-kupu, empek- empek, ubur-ubur, ubun-ubun, cumi-cumi, pura-pura.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:30:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236528725</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ciri-Ciri Proses Reduplikasi</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236530418</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Menimbulkan makna gramatis<br>2. Terdiri lebih dari satu morfem<br>3. Selalu memiliki bentuk dasar<br>4. Pengulangan pada umunya tidak mengubah golongan kata ulang berkelas kata benda, bentuk dasarnyapun berkelas kata benda. Begitu juga berkelas kata kerja, bentuk dasarnya juga berkelas kata kerja.<br>5. Bentuk dasar kata ulang selalu ada dalam pakaian Bahasa. Maksud dalam pemakaiaan Bahasa adalah dapat di pakai dalam konteks kalimat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:32:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236530418</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Proses Pemajemukan (Komposisi)</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236534180</link>
         <description><![CDATA[<div>Komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun
 bentuk berimbuhan) untuk mewadahi suatu konsep yang belum tertampung dalam sebuah kata (Chaer,2008:209).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:38:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236534180</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ciri- Ciri Komposisi</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236535173</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Memiliki makna dan fungsi baru yang tidak persis sama dan fungsi masing-masing unsur.<br>2. Unsur-unsur nya tidak dapat dipisahkan baik secara morfologis maupun secara sintaksis<br>Contoh :<br>Kambing + Hitam = Kambing hitam<br>Rumah + Sakit = Rumah sakit<br>Kaki + Tangan = Kaki tangan<br>Orang + Tua = Orang tua<br>Kepala + Batu = Kepala batu</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:39:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236535173</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis-Jenis Komposisi</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236535988</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:41:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236535988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Komposisi Nominal</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236536694</link>
         <description><![CDATA[<div>Komposisi Nominal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina (Chaer,2008:216). Misalnya komposisi kakek nenek dan baju baru pada kedua kalimat berikut :<br>- kakek nenek pergi berlebaran<br>- mereka memakai baju baru<br>Sebagai pengisi fungsi subjek komposisi kakek nenek berkategori nomina; dan sebagai pengisi fungsi
 objek komposisi baju baru juga berkategori nomina.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:42:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236536694</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2.  Komposisi Verbal</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236537639</link>
         <description><![CDATA[<div>Komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori&nbsp;verbal (Chaer,2008:225).<br>Komposisi verbal dapat dibentuk dari dasar:<br>Pembentukan Komposisi verbal dan Contoh<br>1. Verba + verba. Contoh menyanyi menari, duduk termenung, makan minum;<br>2. Verba + nomina. Contoh gigit jari, membanting tulang, lompat galah;<br>3. Verba + adjektifa. Contoh lompat tinggi, lari cepat, terbaring gelisah;<br>4. Adverbia + verba. Contoh sudah makan, belum ketemu, masih tidur.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:44:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236537639</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Komposisi Ajektival</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236538447</link>
         <description><![CDATA[<div>Komposisi ajektival adalah komposisi yang pada satuan kalusa,&nbsp;berkatagori ajektiva , Komposisi adjektiva dapat dibentuk dari dasar (Chaer 2008:231) :<br>Pembentukan Komposisi Adjektiva dan Contoh:<br>1. Adjektiva + adjektiva. Contoh tua muda, besar kecil, putih abu-abu<br>2. Adjektiva + nomina. Contoh merah darah, keras hati, biru laut<br>3. Adjektiva + verba. Contoh takut pulang, malu bertanya, berani
 pulang<br>4. Adverbia + adjektiva. Contoh tidak takut, agak malu, sangat
 menyenangkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:45:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236538447</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Proses Pemendekan (Abreviasi)</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236540098</link>
         <description><![CDATA[<div>Abreviasi adalah proses pemengalan satu atau beberapa leksem atau kombinasi leksem sehingga terjadilah bentuk baru yang berstatus kata. Istilah lain untuk abreviasi adalah pemendekan, sedangkan hasil prosesnya disebut kependekan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:48:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236540098</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kaidah Pemendekan Kata</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236542206</link>
         <description><![CDATA[<div>Singkatan dan akronim adalah kependekan dari kata atau gabungan
 kata. Perbedaan antara singkatan dan akronim adalah bentuk
 singkatan dilafalkan huruf per huruf, sedangkan akronim dilafalkan
 sebagai suku kata.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:51:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236542206</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis-Jenis Abreviasi</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236542906</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:52:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236542906</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Singkatan</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236543712</link>
         <description><![CDATA[<div>Singkatan yaitu salah satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf maupun yang tidak.<br>Misalnya: FSUI (Fakultas Sastra Universitas Indonesia), KKN (Kuliah Kerja Nyata), DPR (Dewan Perwakilan Rakyat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:54:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236543712</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Penggalan</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236544264</link>
         <description><![CDATA[<div>Penggalan yaitu proses pemendekan yang mengekalkan salah satu bagian dari
 leksem, seperti Prof (Profesor), Kol (Kolonel), Pak (Bapak).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:55:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236544264</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Akronim</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236545087</link>
         <description><![CDATA[<div>Akronim yaitu proses pemendekan yang menggabungkan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata yang sedikit banyak memenuhi kaidah fonotaktik bahasa Indonesia seperti SIM (Surat Izin Mengemudi),
 IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan), LAN (Lembaga Administrasi Negara).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:56:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236545087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4.  Kontraksi</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236545752</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Kontarksi yaitu proses pemendekan yang meringkaskan leksem
 dasar atau gabungan leksem seperti takkan (tidak akan), rudal (peluru Kendal), sendratari (seni drama tari).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:57:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236545752</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5. Lambang huruf</title>
         <author>adeliakeishafira8</author>
         <link>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236546189</link>
         <description><![CDATA[<div>Lambang huruf yaitu proses pemendekan yang menghasilkan satu
 huruf atau lebih yang menggambarkan dasar kuantitas, satuan atau
 unsur, seperti cm (centimeter), kg (kilo gram), Au (Aurum).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-04 14:58:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adeliakeishafira8/887zy6q5jdp56gal/wish/2236546189</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
