<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Modul 1.1 Sesi 27 Juni 2024 by Siti Luthfah</title>
      <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8</link>
      <description>Tuliskan Nama_Asal Instansi, lalu jawab 4 pertanyaan reflektif berikut:Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?  Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik?</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-06-27 04:23:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-06-28 08:45:41 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>4 Pertanyaan Reflektif:</title>
         <author>sitiluthfah</author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039393446</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</p></li><li><p>Bagaimana perwujudan <strong>‘menuntun’ </strong>yang saya lihat<strong> </strong>dalam konteks <strong>sosial budaya </strong>di daerah saya?&nbsp;</p></li><li><p>Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan <em>kodrat alam </em>dan <em>kodrat zaman</em>?&nbsp;&nbsp;</p></li><li><p>Apa relevansi pemikiran KHD <em>“Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” </em>dalam peran saya sebagai pendidik?</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 04:33:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039393446</guid>
      </item>
      <item>
         <title>febri mustohar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039617326</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran ki hadjar dewantara. saya menggunakan metode pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa, seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan pembelajaran berbasis masalah serta menggunakan teknologi digital untuk mendukung proses belajar mengajar, tetapi tetap mempertahankan interaksi langsung dan nilai-nilai kearifan lokal.</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam kontek sosial budaya dengan mengintegrasikan cerita rakyat, seni tradisional, bahasa daerah, dan adat istiadat ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran. Misalnya, menggunakan wayang untuk mengajarkan nilai-nilai moral atau menggunakan bahasa daerah dalam beberapa pelajaran untuk menjaga kelestarian budaya.</p></li><li><p>pendidikan indonesia perlu mempertimbangakan kodrat alam dan zaman untuk menciptakan sistem pendidikan yang relevan, berkelanjutan, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, pendidikan Indonesia dapat menciptakan sistem yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan, yang tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual siswa tetapi juga membentuk karakter, nilai-nilai, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan.</p></li><li><p>relevansi pemikiran ki hadjar dewantara (pendidikan yang berhamba pada anak) yaitu fokus pada kebutuhan dan potensi anak. pendidikan yang berhamba pada anak menempatkan kebutuhan, minat, dan potensi unik setiap siswa sebagai prioritas. Pendidik yang menerapkan pendekatan ini akan berusaha memahami karakter, bakat, dan minat masing-masing siswa, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mereka mencapai potensi maksimal.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:55:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039617326</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitrotul Mar&#39;ah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039618860</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Menuntun yang saya lakukan dengan mangajak siswa melestarikan dan menghargai budaya di lingkungan sekitar dengan menanamkan nilai-nilai luhur, contohnya kebiasaan gotong royong,rewang sambatan dll dengan sikap saling menghargai, menghormati dan adanya kerukunan antar tetangga </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:57:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039618860</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anita-SD IT Bustanul Ullum 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039620259</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang merefleksikan pemikiran KHD : Bagaimana pembelajaran di  kelas saya menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi peserta didik. Sejak awal saya mengajar di SD dan suatu saat bertemu kembali dengan anak murid saya yang menyekolahkan ananda nya di sekolah saya danmereka masih sangat inagt dengan saya karena pembelajaran yang pernah saya berikan sangat membekas bagi mereka.</p></li><li><p>Perwujutan menuntun dalam konteks sosial budaya dengan menjadi seorang pendidik yang di gugu dan di tiru untuk memberikan tuntunan yang terbaik bagi peserta didik yang memiliki konsep budaya "Piil Pasenggiri (berperilaku baik, berkata baik, bertanggungjawab, mandiri dan tidak mudahmenyerah</p></li><li><p>Pendidikan memerlukan kodrat alam dan kodrat zaman karena anak anak daoat berkembang sesuai kemampuan diri dan kesukaanmereka sehingga pembelajaran dapat dilakukan dengan senang hati dan menciptakan lingkungan pendidikan yang berarti sehingga dapat di jadikan tuntutnan bagi kehidupan mereka kelak di kemudian hari</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD dan peran saya sebagi peserta didik agar sdiri saya dapat menjadi seorang pendidik yang benar benar menghamba pada anak, tulus ikhlas memberikan pembelajaran, tanpa kenal lelah selalu melakukan yag terbaik untuk memajukan peserta didik terutama pendidikan Indonesia sleanjut nya</p><p>Karena itulah alasan utama saya mengikuti PGP ini agar dapat menjadikan diri saya menajdi seorang pendidik yang lebih baik lagi dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk peserta didik,</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 07:59:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039620259</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Modul 1.1</title>
         <author>saputridewi54</author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039621046</link>
         <description><![CDATA[<p>Saputri Wahyuning Dewi_SMP IT Baitun Nur Punggur.</p><ol><li><p>Melakukan asesmen yang beragam sesuai kemampuan siswa</p></li><li><p>Membimbing siswa agar selalu berkolaborasi dalam memecahkan suatu persoalan (baik dalam ruang kelas maupun tidak)</p></li><li><p>Agar terbentuk pendidikan yang selaras dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek aspek yang baik</p></li><li><p>Memahami kebutuhan setiap peserta didik, menciptakan pembelajaran yang nyaman dan inklusif, peran diri sebagai fasilitator atau pendam;ing</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:00:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039621046</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitrotul Mar&#39;ah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039622048</link>
         <description><![CDATA[<p>2.dalam proses menuntun anak kita sebagai guru perlu memberikan motivasi bahwa setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing -masing ,dan tugas kita sebagai guru adalah menuntun anak agar bisa menggali potensi,minat dan bakat yang ada pada diri anak</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:02:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039622048</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ida trisnawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039624328</link>
         <description><![CDATA[<p>ida trisnawati - SDN 1 Varia Agung. 1. salah satu pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yaitu ketika bergotong royong di sekolah saya ikut bekerja bersama anak-anak , bukan hanya memberi perintah saja. karena guru itu di gugu dan ditiru. 2. dengan cara membiasakan anak mengucapkan salam ketika bertemu dengan guru ataupun dengan teman-temannya. 3.karena alam indonesia yang berbeda maka pendidikannya pun akan berbeda cara dan perubahan zaman yang sangat cepat maka pendidikan menyesuaikan dengan zamannya agar anak-anak indonesia tidak tertinggal. 4. saya sebagai pendidik akan selalu siap melayani anak-anak tanpa pamrih dalam kondisi apapun dan di waktu kapanpun.</p><p><strong>Anonim</strong></p><p>kurang dari semenit</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:05:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039624328</guid>
      </item>
      <item>
         <title>rika dwi ranti. tk negeri pembina yukum jaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039624487</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman terkait proses yang merefleksikan pemikiran ki hadjar dewantara, saya menggunakan metode pembelajaran projek based learning, dimana anak belajar secara berkelompok berdasarkan minat anak</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya adalah tiap hari sabtu sebelum kegiatan main, ibu guru membacakan 1 buku cerita dongeng kepada anak. baik tentang legend maupun cerita lainnya</p></li><li><p>pendidikan perlu mempertimbangkan kodra alam dan zaman karna setiap anak hiduo dizaman yang berbeda, dengan prilaku yang berbeda juga, maka kita sebagai guru sudah seharusnya terus belajar agak tak ketinggalan zaman</p></li><li><p>relevansi pemikiran ki hadjar dewantara pendidikan yang menghamba pada anak dalam peran saya sebagi pendidik, saya harus mampu menuntun anak sesuai kopetensii, saya yg harus mengikuti atau melakukan pendekatan dengan cara yang anak suukai, misal anak suka menyanyi, maka sayamenganlkan angka dengan bernyanyi, anak suka mewarnai maka saya mengenalkan anak anka dnegan cara mewarnai, anak suka fisik motorik, maka saya mengenalkan angka dengan mengajak anak lomba lari</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:05:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039624487</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitrotul Mar&#39;ah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039625073</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan perlu melihat kodrat alam dan kodrat zaman , perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, penggunaan media sosial dan lain lain bisa kita manfaatkan untuk media pembelajaran, di samping itu kita harus mengawasi dan membimbing anak untuk dapat menggunakan teknologi secara bijak,biar tidak kebablasan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:06:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039625073</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Supriyati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039625561</link>
         <description><![CDATA[<p>jawaban </p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait pemikiran KHD adalah dalam pembiasaan disiplin positif. jadi saya membuat papan absensi yang cantik Dan menarik dengan urutan nomor. dengan begitupun tidak ada anak yang terlambat masuk sekolah. saya juga membuat pojok baca  yang menarik, untuk menanamkan cinta membaca/ literasi. </p></li><li><p>Menuntun dalam arti mengajak Dan membimbing ke arah kebaikan, perubahan perilaku yag semula menyimpang menjadi lebih baik lagi, di daerah SAYA sering adanya gotong royong dimana masyarakat saling membantu Dan kerjasama yang dipimpin oleh kepala dusunnya, ada juga Ronda malam yang dipimpin oleh linmas. </p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangakan kodrat alam Dan kodrat zaman karena setiap anak terlahir berbeda, namun dari berbedaan itu tidak menjadi batasan untuk menikmati Pendidikan, contohnya ada program beasiswa, Dan kodrat zaman, dimana Indonesia harus bisa bersaing di Dunia internasional, Maka harus Mengikuti perkembangan Dunia yang semakin modern, namun juga harus mengenalkan dampak positif Dan negatif dari perkembangan teknologi tersebut.</p></li><li><p>Pendidikan berhamba pada anak, menurut SAYA guru harus SELALU ceria, dan menyenangkan, menghormati siswanya, menyayanginya dengan sepenuh hati, sehingga dia Merasa nyaman Dan Merasa sayang. kalau murid sayang Dan cinta serta nyaman terhadap gurunya harapannya murid akan senang dengan Pelajaran yang kita sampaikan, guru juga adalah seorang panutan, seorang figur yang harus diteladani, oleh sebab itu guru harus memiliki perilaku yang positif sehingga anak didik kita mengikuti perilaku positif kita, Terimakasih</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:07:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039625561</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Frety Rusmawaty_SMP IT Bustanul Ulum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039625682</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Membimbing siswa dengan menggunakan pembelajaran saat ini sesuai dengan kodrat zamannya</p></li><li><p>Menuntun erat kaitannya dengan semboyan KHD yaitu, ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani sehingga salah satu wujud menuntun adalah bagaimana kebudayaan daerah dapat dijadikan sebagai salah satu teladan dalam kehidupan sosial siswa tersebut.</p></li><li><p>Anak dapat tumbuh dan berkembang maksimal menjadi manusia yang merdeka sesuai dengan minat dan bakat alamnya, dg tetap memperhatikan perkembangan zaman</p></li><li><p>Sebagai pendidik hendaknya memfasilitasi proses pembelajarandengan memberi kesempatan pada anak untuk mengemukakan pendapat, kemudian memberikan kebebasan membangun pengetahuannya secara mandir.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:07:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039625682</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mei Tri Wahyuni dari TK ABA Sendang Agung</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039626695</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pengalaman saya yaitu dalam proses pembelajaran memahami bahwa setiap anak itu unik. memiliki banyak kemauan dan perbedaan pendapat mengikuti kegiatan yang dilakukan tidak memaksakan kehendak anak. jadi pembelajaran yang saya lakukan bervariatif</p><ol start="2"><li><p>perwujudan dari menuntun yaitu mengarahkan kepada kebiasaan yang baik, dalam kegiatan sosial budaya di daerah saya yaitu gotong royong yang dapat ditindak lakukan di lingkungan sekolah dan dipraktekan oleh anak-anak dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah.</p></li><li><p>perlu memperhatikan kodrat alam karena kodrat alam itu sudah ada dalam diri anak yang memang harus kita rangsang, stimulasi dituntun ke arah yang baik. sementara kodrat zaman kita tidak bisa mencegahnya karena perkembangan dan kemajuan zaman sekarang harus kita ikuti tetapi kita tetap harus memegang teguh etika bangsa.</p></li><li><p>pendidikan yang berhamba pada anak yaitu: melayani,memberi dukungan dalam setiap proses belajar anak memberi semangat dorongan dalam setiap kegiatan yang positif bagi anak</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:08:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039626695</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Johan Kurniawan,S.Pd.  SD Negeri 1 Gunung Sugih Lampung Tengah</title>
         <author>johankurniawan325</author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039627079</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>sebagai guru olahraga saya membuat club renang, Atletik dan Senam karna ingin memfasilitasi Minat dan Bakat Peserta Didik, agar bakat dan minat mereka dapat tersalurkan.</p></li><li><p>Menuntun yang saya lihat di daerah saya seperti menuntun peserta didik dalam Gotong royong, saling membantu dan juga saling mengharga satu sama lain. </p></li><li><p>tanpa mempertimbangkan kodrat alam dan zaman. pendidikan diindonesia tidak akan menemukan kebahagianan yang diharapkan. mengingat alam dan zaman terus berubah dan beraneka ragam</p></li><li><p>saya tidak memaksakan setiap materi yang saya ajarkan kepada peserta didik. saya membuat club karna ingin peserta didik terfasilitasi. setiap akan melakukan pembelajaran saya selalu menanyakan dan meminta pendapat peserta didik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:09:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039627079</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizka Aminy_SMPN 4 Way Pengubuan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039627142</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pengalaman saya Dalam pembelajaran dikelas, guru menuntun siswa memecahkan suatu masalah dari sebuah kasus Penyimpangan Sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Guru mengarahkan kepada siswa apa penyebab dan dampak dari kasus tersebut jika terjadi pada diri kita.. 2) Bekerjasama dengan anak-anak dalam mempersiapkan kegiatan hari-hari besar keagamaan dan hari besar nasional untuk memelihara tradisi daerah, menanamkan nilai-nilai toleransi, luhur budi pekerti kepada siswa 3) Karena zaman selalu mengalami perubahan oleh karena itu pendidikan perlu memperhatikan kesiapan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik untuk dapat beradaptasi sesuai zamannya. 4)Sebagai pendidik guru menghormati, memuliakan siswa sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka, Guru bertanggung jawab membimbing siswa menuju pemahaman diri yang lebih baik serat membanu mengembangkan potensi yang mereka miliki</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:09:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039627142</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SILVI RAFIKA dari SDN 1 LIMAN BENAWI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628047</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya mengajar dikelas sebagai perwujudan dari KHD yaitu mendidik agar siswa aktif dan berani pada saat pembelajaran berlangsung,misalnya pada saat pemberian tugas saya mempersilahkan anak-anak untuk menyampaikan jawaban mereka untuk maju kedepan dan anak -anak berebut untuk maju.</p></li><li><p>Perwujudan menuntu yaitu menuntun anak--anak sesuai dengan minat dan bakatnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Setelah mengetahui minat dan bakat anak guru hanya membimbing dan mengarahkan kehal yang diinginkan sang anak namun tetap dalam batasan yang positif.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena. Sebagai guru tidak boleh memaksa anak tetapi menuntun sesuai kodrat alam dan zaman.Jadi pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai perkembangan zaman,misalnya jaman sekarang ini disebut sebagai jaman modern jadi anak-anak sudah bisa belajar tekhnologi dengan sendirinya namun sebagai guru tetap harus memberi arahan dan batasan yang positif. Agar anak-anak tidak terjerumus ke hal -hal yang negatif.</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba /berpihak pada murid ,yaitu peran saya pendidikan berpusat pada memerdekakan manusia.jadi murid tidak dipaksa untuk menjadi yang guru inginkan tetapi menuntun murid sesuai minat dan bakatnya.</p></li><li><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:10:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Titik Kundiati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628293</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pengalaman pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD, saya melakukan pembelajaran di luar kelas pada mata pelajaran BHS Indonesia dengan membawa anak ke pasar tradisional. Anak-anak merasa bahagia sekali bisa belajar banyak tentang pasar.</p><p>2.Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya dalam daerah saya. Karena daerah saya petani , saya bawa anak-anak ke area persawahan dalam pembelajaran IPAS materi tentang kenampakkan alam.</p><p>3.Pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan zaman , karena setiap siswa mempunyai kodrat yang berbeda-beda , kita sebagai pendidik harus memahami setiap kodrat pada diri anak masing-masing dan memberikan pembelajaran sesuai kodrat pada anak. Sedangkan kodrat zaman juga akan mempengaruhi, karena pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.</p><p>4.Relevansi pemikiran KHD " Pendidik yang berhamba pada anak " dalam peran saya sebagai pendidik sangatlah setuju karena dengan kita membahagiakan siswa , maka siswa akan bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan kita pendidik akan merasa bahagia apabila siswa kita bahagia pada diri mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:11:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628293</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitrotul Mar&#39;ah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628314</link>
         <description><![CDATA[<p>Sesuai dengan filosofi KHD peran kita sebagai pendidik adalah sebagai fasilitator dan motivator yang mendukung pengembangan potensi yang ada atau yang di miliki oleh peserta didik ,kita melakukan pembelajaran secara menyeluruh menyenangkan,dan menyesuaikan dengan kondisi dan latar belakang peserta didik dan gaya belajar peserta didik </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:11:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628314</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Donata Risa Merina_CGP A 11_Lamteng</title>
         <author>donarisa</author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628441</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Satu pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD: sekolah memiliki program rutin setiap hari Jumat namanya: Character Education, dimana setiap sesi mengangkat salah satu nilai karakter yang ingin dikembangkan dalam diri anak.</p><p>Kegiatan di kelas tersebut diikuti dengan penerapan aksi nyata di luar kelas yang dalam implementasinya dicatat dalam </p><p>satu jurnal Pendidikan karakter yang tidak hanya melibatkan guru namun juga orang tua.</p><p>2. Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya: adanya program sekolah komunitas dimana sekolah bekerja sama dengan masyarakat untuk mengembangkan program yang mendukung pembelajaran </p><p>dan pembangunan komunitas, misalnya:  komunitas berenang, karate, panahan, musik, tari, panjat dinding, dll.</p><p>3. Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua konsep ini merupakan dasar penting untuk menciptakan sistem pendidikan </p><p>yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.</p><p>4. Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik:</p><p> -Sebagai pendidik, saya diharapkan memahami dan menghargai setiap anak sebagai individu dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan unik. </p><p>- Memberikan ruang pada anak untuk mengekspresikan diri.</p><p>- pendidikan yang berhamba pada anak tidak hanya fokus pada aspek akademis,  tetapi juga pada perkembangan emosional, sosial, dan fisik anak.</p><p>- Sebagai pendidik, saya perlu menjadi pendengar yang baik dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan anak.</p><p>Terima kasih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:11:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628441</guid>
      </item>
      <item>
         <title>tumirah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628817</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD, Menuntun bakat anak sampai anak tersebut mengenali bakatnya sampai mendapatkan hasil yang baik atau memuaskan</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya, yaitu menggunakan dan melestarikan budaya yang ada dan mengaitkan dalam kegiatan positif dalam pembelajaran.</p></li><li><p>pendidikan Perlu mengaitkan kodrat alam dan kodrat zaman agar pendidikan tidak tertinggal dan menciptakan pendidikan yang releven dan berkelanjutan.</p></li><li><p>Relevansi penmikiran KHD pendidikan menghamba pada anak. pendidikan yang berfokus pada kebutuhan anak, minat, bakat, sarana dan prasarana yang di butuhkan anak, serta setrategi pembelajaran yang menyenangkan untuk anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:11:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I PUTU ARIE PERMANA_SD NEGERI 3 FAJAR MATARAM</title>
         <author>ipermana37</author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628946</link>
         <description><![CDATA[<p>Mohon ijin menjawab pertanyaan yang disematkan Pengalaman proses pembelajaran terkait pemikiran Ki Hadjar Dewantara yakni menjadi contoh yang baik di depan peserta didik, berperilaku yang santun, berbicara yang sopan dan mengajarkan etika senyum, salam dan sapa kepada peserta didik kita di sekolah.</p><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah adanya pendampingan kepada anak-anak ketika akan ke sekolah atau keluar rumah diajarkan untuk selalu berpamitan dengan orang tua serta mencium tangan kedua orang tua.</p><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman harus diseimbangkan karena tiap anak ketika telah lahir membawa kodrat nya masing-masing namun dalam menyelenggarakan pendidikannya menjadi manusia yang utuh dan bisa bergabung ke dalam masyarakat disesuaikan dengan kodrat zaman, karena hal ini didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang.</p><p>Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba/berpihak pada anak" yakni pendidikan harusnya berpusat pada peserta didik yakni peserta didik bukan dilihat sebagai objek namun </p><p>dijadikan sebagai subjek. Berikan mereka kesempatan dan fasilitas mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:12:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039628946</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039629012</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman berhamba kepada anak : pemberian tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan peserta didik  atau gaya belajarnya.selanjutnya melakukan doagnostik pribadianak untukmengetahui  keadaan dan kebutuhan peserta didiksebelum mengajar.</p></li><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat pada konteks sosial budaya didaerah saya adalah mendampingi,mendampingi atau mengemong. </p></li><li><p>kodrat alamdan kodrat zaman menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi peserta didik. dasar seorang anak memiliki hubungan saling mempengaruhi  makamerelka kemudian tumbuh sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.maka dalammendidik,pendidik harus mengetahuikodrat alamdan kodrat zamannya agar dapat mendidiksecara maksimal.pendidik juga mengenalkan dan menyesuaikan dan merancang pendidikan sesuai dengan zamannya sehingga pendidikan tersebut bersifat luwes dan dinamis</p></li><li><p>sebagai pendidik saya memandang relevansi pemikiran KHD pendidikan yang berhamba pada murid sebagai komitmen yang untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:12:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039629012</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hardiansyah</title>
         <author>hardiansyah29</author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039629898</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pengalaman proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara, Menuntun anak didik saat berdiskusi agar dapat mandiri dan aktif menyampaikan pendapatnya dengan bahasa yang mereka pahami.</p><ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah sikap tolong menolong, bekerja sama(gotong royong), sikap santun. Sikap tersebut merupakan bagian dari falsafah masyarakat Lampung yaitu piil pesenggiri, beguwai jejamo wawai. </p></li><li><p>Pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman artinya pendidikan yang diberikan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, selain itu pendidikan tidak boleh statis dia harus terus bergerak untuk menjawab tantangan zaman</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD pendidikan menghamba pada murid. Murid bukanlah objek pendidikan, mereka adalah subjek pendidikan. Kita hanya bisa menuntun mereka untuk mandiri, kreatif. Menghamba kepada murid merupakan sebuah analogi, memberikan penghormatan kepada murid merupakan penghargaan pendidik kepada murid sehingga timbul rasa senang pada diri anak yang akan memudahkan anak untuk menyerap pengetahuan yang mereka pelajari</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:13:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039629898</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DWI WINARSIH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039630817</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang mereflleksikan pemikiran ki hajar dewantara.</p><p>saya menggunakan metode bermain sambil belajar, belajar sambil bermain dengan menggunakan banyak media yang sesuai dengan tema yang saya pakai pada hari itu yang tentunya saya persiapkan sebelumnya hari di laksanakan pembelajaran.</p><p>2.Membimbing dan menuntun dalam konteks sosial budaya dengan menjadi seorang pendidik yang di gugu dan di tiru yang mampu menciptakan well being dalam kelas saat belajar dalam kelas, di luar kelas maupun saat ada di luar lingkungan kelas saat bertemu di pasar di jalan dan di manapunnberada.</p><p>3.Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman ,karena setiap anak hhidup di zaman dan waktu yang berbeda, dengan prilaku yang berbeda juga, maka kita sebagai guru seharusnya terus belajar agar tidak ketinggalan zaman dan dapat membimbing sesuai kaadaan zaman dan kodrat ahak</p><p>4.Relevansi pemikiran ki hajar dewantara pendidik yang menghamba  pada anakdalam peran saya sebagai pendidik, saya harus mampu menuntun anak sesuai kompetensi  yang di miliki  dan fokus pada kebutuhan anak mampu merkembang dengan setinggi tingginya yaitu well being, dengan memperhatikan ,memahami karakter ,bakat, dan minat anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:14:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039630817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHAMMAD THARIQ AZIZ, S.Pd_SD NEGERI 2 GUNUNG MADU</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039632908</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pengalaman saya tentang proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah ketika dipagi hari bisa membiasakan menerapkan 3 S kepada rakan guru dan siswa pun mengikuti apa yang ia lihat. Senyum, Sapa, Salam, tidak lupa juga terlihat rapih didepan guru, Kuku yang di rawat hingga rambut yang tersisir rapi.</p><p>2. Menuntun menurut saya suatu penggambaran saya sebagai guru dalam memotivasi siswa dalam meraih cita-citanya, memberikan dorongan atau suport</p><p>3. Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas. Memperhitungkan kodrat alam dan kodrat zaman dalam sistem pendidikan di Indonesia sangatlah penting karna keduanya faktor yang memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan individu dan masyarakat</p><p>4. pendidikan yang berpihak pada anak dalam peran saya disini adalah pendidikan dapat menjadi lebih inklusif, mendukung pertumbuhan holistik anak dan mencipktakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. hal ini memberikan dampak positif bagi perkembangan anak secara keseluruhan, baik secara akademis maupun emosional </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:18:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039632908</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mar&#39;atus Sholehah</title>
         <author>maratussolehahspdi</author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039636099</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikirah KHD yaitu: saya diamanahi sebagai pembina rohis, yang saya beri nama ROMANSSA (Rohis SMAN 1 sendang agung) dalam setiap awal tahun saya membuat Progja salah satu programnya adalah mengfasilitasi kebutuhan anak sesuai dengan minat dan bakatnya didalam kegiatan keagamaan, kemudian saya observasi dengan wawancara minat bakat kemudian saya buat dalam tulisan khusus tentang minat bakat mereka (tahfidz, dai, kaligrafi, azan, hadroh dll), menurut saya hal tersebut sudah sejalan dgn pemikiran KHD menuntun anak sesuai kodratnya namun belum saya terapkan secara maksimal. </p><p><br/></p></li><li><p>khususnya didaerah sekolah saya bertugas, terdapat beraneka ragam pemeluk agama seperti islam, katolik dan hindu, dalam upaya bentuk toleransi antar umat beragama dan budaya positif, maka pada bulan ramadhan saat yang muslim mengadakan agenda TRENLAT (pesantren kilat), maka yang non muslimpun difasilitasi untuk pendalaman agama sesuai kepercayaan mereka, kita sediakan guru dan ruang/lokasi untuk mereka jg belajar memperdalam pemahaman agama mereka.                                      </p><p><br/></p></li><li><p>Menurut saya sangat perlu pendidikan diIndonesia mempertimbangkan kodrat alam dan zaman, yang pertama alam indonesia  bagian barat dan timur tentu berbeda , baik secara kodisi cuaca, dataran tinggi rendah, pantai atau persawahan, dan budaya yang berbeda tentu sebagai pendidik kita perlu mempertimbangkan hal tersebut agar anak bejara sesuai dengan kodrat dan potensinya, kemudian diera digitalisasi seperti saat ini pendidik jg harus mampu memaksimalkan kegunaan teknilogi dengan mahir agar pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan.                </p></li><li><p>Seperti yang kita diskusikan tadi dan yang dibahas oleh ibu siti lufhfah tadi pendidik berpihak kepada murid artinya dengan memihak kepada murid, memanusiankan manusia dengan memperhatikan kodrat alam dan zaman mereka memberikan kebebasan dalam belajar dengan kunci tercapainya yaitu ketika mereka mampu berdiri diatas kekuatan sendiri dan dapat mengenali kelebihan serta kekurang diri sendiri. </p></li></ol><p>Terimakasih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:22:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039636099</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Neny Shofiyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039637388</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang mencerminkan pemikiran KHD, menjadi contoh, membimbing baik dalam pembelajaran,pembiasaan ataupun dalam pengembangan diri.</p></li><li><p>Kata menuntun dalam konteks sosial budaya bisa diartikan dengan berbagai aspek di kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam aspek pendidikan, kehidupan spiritual, acara adat di suatu wilayah, kesenian tradisional, dan lain sebagainya. Contoh didaerah lampung Konteks nilai budaya nya, melestarikan menenun tapis, Tari singeh pengunten (Tarian ucapan Selamat datang kepada tamu undangan), kegiatan Manjau Kekok (Acara adat mantu/ngunduh mantu, dengan rangkaian kegiatan ada rebana, makan bubur kekok, acara pantun, dan ditutup dengan acara bujang gadis). yang bisa diajakan disekolah Menenun Taapis dan juga Tari singgeh Pengunten.</p></li><li><p>Mengapa pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Berikut adalah alasan pendidikan anak harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Seorang anak terlahir memiliki kodratnya masing-masing. Kodrat alam sendiri dapat diartikan sebagai lingkungan alam tempat peserta didik berada, baik itu kultur budaya maupun kondisi lainnya. Kodrat alam juga berhubungan dengan karakter dari anak itu sendiri, misalnya sifat bertanggung jawab, rajin, jujur, malas dan lain sebagainya. Sehingga pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dari seorang anak, pendidikan tidak bisa memaksakan menghapus kodrat alam seorang <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="components__StyledLink-sc-il899o-0 cMrVkU _918c86772 enabled" href="https://kumparan.com/topic/anak">anak.</a> Sedangkan Kodrat Zaman itu sendiri dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Mengapa pendidikan harus memperhatikan kodrat zaman Karena keterampilan yang dimiliki  harus dikuasai  dan juga terus berkembang, sehingga pendidikan mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka peserta didik harus bisa mengikuti hal tersebut.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD, yaitu pendidikan yang berpihak pada murid, menuntun dan membinmbing dengan sepenuh hati tanpa mengharap imbalan, untuk mewujudkan pendidikan yang merdeka, Wellbeing (bahagia) dan menjadikan generasi yang memiliki budi pekerti.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:24:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039637388</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ujiyanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039638487</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang merefleksi mencerminkan pemikiran KHD yaitu saat pembelajaran projek kebersihan lingkungan sekolah, anak anak memiliki iniatif, kolaborasi, hasil yang didapatkan anak anak memiliki kesadaran akan lingkungan mereka, tanggung jawab,mandiri, </p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya didaerah saya, kita dapat membawa anak anak untuk mengenal, menghargai kebudayaan yang ada di daerah kita,</p></li><li><p>karena dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman maka pendidkan di indonesia dapat lebih responsif terhadap kebutuhan lokal dan global, serta dapat mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan di masa depan.</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD pendidikan yang menghamba pada anak</p><ul><li><p>pendekatan siswa, pendidik mengutamakan kebutuhan, minat dan potensi anak</p></li><li><p>menghargai potensi individu, setiap anak memiliki potensi yang berbeda, pendidik berusaha mengenali dan mengembangkan potensi siswa</p></li><li><p>pendidik yang humanis, memperlakukan anak dengan kasih sayang dan hormat.</p></li><li><p>pembentukan karakter, pendidk berusaha untuk mengembangkan kaarakter kemandirian, tanggung jawab dan integritas</p></li><li><p>pemberdayaan anak, memberikan ruang pada anak untuk berfikir kritis dan mengambil keputusan, hal dapat menjadikan anak yang mandiri dan percaya diri.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:25:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039638487</guid>
      </item>
      <item>
         <title>prasetiyo wati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039638492</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya saat menuntun anak didik setiap pagi menyambut degan senyum bahagia dan menyapanya.</p></li><li><p>dengan cara mengenalkan budaya yang baik dan membiasakan seperti menyapa setiap bertemu dan baca berdoa sebelum beraktifitas.</p></li><li><p>karena setiap anak didik itu bermacam-macam kodratnya jadi tidak bisa di samakan ini di lakukan agar anak didik dapat mencapai keselamtan dan bahagia</p></li><li><p>saya sebagai pendidik harus siap dengan keadaan apapun dengan karakter anak didik yang berbeda</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:25:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039638492</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pujiyati dari SDN 1 Badransari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039639843</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya mengembangkan pendidikan karakter selama pembelajaran, saya mencoba menghadirkan kerja sama, toleransi, sopan santun.</p><p>Sebagai contoh saya selalu menekankan kepada anak untuk berkata yang baik terhadap teman, kemudian melaksanakan 5S ( Senyum , Salam, Sapa, Sopan, Santun ) setiap bertemu dengan guru dan salim terhadap guru dengan mencium tangan guru bukan hanya menempelkan dipipi ataupun di kening.</p><p>Tidak saling mengolok-olok teman dan intinya mengenai menanaman karakter yang ebih dulu saya tekankan. Karena bagi saya orang berakhlak mulia itu pasti berilmu, namu orang berilmu belum tentu berkahlak mulia.</p></li><li><p>Menuntun menurut saya membimbing, mendampingi, menghantarkan anak pada potensinya yang terbaik.</p><p>Dalam hal ini saya mengambil contoh pada sekolah saya, sebelum melakukan prosses pembelajaran ada pembiasaan yakni literasi.</p><p>Literasi dalam hal ini sekolah kami memaknainy adengan membaca 15 menit. Seperti membaca Juz Amma, atau juga membaca buku-buku bacaan lainnya.</p><p>Diharpakan, dengan adanya literasi ini selain anak bisa membaca nyaring atau membaca cepat juga dapat memaknai serta memahami apa itu yang dibacanya. Serta bisa dan mampu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat zaman dan kodrat alam yakni seorang anak itu bukan lagi kertas putih namun sudah memiliki kekuatan kodratnya masing-masing. jadi kita sebagai seorang guru harus bisa menebalkan kodrat-kodrat yang sudah ada pada anak tersebut menjadi manusia yang utuh, selamat dan bahagia sesuai alam dan zaman anak itu sendiri</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD " berhampa pada anak yakni pendidikan yang berpusat pada anak. guru dan murid mampu berkolaborasi dengan baik menggali dan mengembangkan potensi murid yang lebih baik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:27:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039639843</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eka Handayani  SDN 3 Cimarias</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039642125</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu saya menerapkan pembiasaan 5 S ( Senyum, salam, sapa, sopan, santun) serta melibatkan anak dalam proses pembelajaran.</p></li><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu :</p><p> pembimbingan menuju kebaikan, upaya untuk membimbing bukan hanya sekedar memberi arahan, tetapi juga mengarahkan individu menuju kesadaran dan tanggung jawab sosial yang lebih besar. menerapkan pendidikan yang berkarakter karena ini juga terkait dengan karakter, mental dan moral, seperti kita memberi contoh yang baik dan mengajarkan nilai - nilai seperti sopan santun, menghargai sesama, serta mengikuti aturan yang ada. Serta menghormati Nilai-nilai  budaya yang ada di lingkungan seperti unggah ungguh, kita tidak boleh melanggar norma yang telah ada secara turun - temurun.</p></li><li><p> pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kodrat alam mengacu pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada diri individu masing-masing, maka dalam pendidikan kita harus memahami dan menghormati kodrat alam setiap anak. kodrat zaman berkaitan dengan perkembangan zaman maka pendidikan yang dilakukan harus sesuai dengan zamannya tidak boleh disesuaikan pada zaman disaat kita dilahirkan.</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD tentang pendidikan yang berhamba pada anak dalam peran saya sebagai pendidik  adalah menuntun segala kodrat alam dan kodrat zaman yang ada pada anak-anak/ peserta didik agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:30:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039642125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mena nurjanah SD n1 Tempuran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039648613</link>
         <description><![CDATA[<p>Izin memberikan tanggapan, dalam proses pembelajaran kita sebagai pendidik hendaknya melihat kebutuhan peserta didik dengan mengaitkan sosio kultural yg ada du daerah sekitar. Dengan memperhatikan apa yg di minati siswa dan disesuaikan dengan kurikulum yg berlaku. Pembelajaran yg diberikan kepada siswa harus berpusat pada siswa kita sebagai pendidik sebagai fasilitator dan penuntun didalam memberikan pengetahuan kepada siswa. Yg pada kodratnya setiap siswa itu memiliki jiwa yg baik. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:38:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039648613</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AFRIANA_SMP PGRI 1 Bandar Surabaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039649195</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah:</p><ul><li><p>Mengembangkan pendidikan berkarakter. Dalam pembelajaran saya akan membangun kerjasama, memperkuat toleransi, dan sopan santun kepada sesama manusia serta melatih anak untuk bertanggung jawab.</p></li><li><p>Mendorong kreativitas anak, saya akan mencoba mengarahkan anak untuk mengenal potensi yang dimilikinya dengan memberikan waktumereka bereksplorasi dan membuat inovasi.</p><ol start="2"><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah: </p><ul><li><p>Menuntun anak untuk menghargai dan melastarikan budaya dan nilai - nilai luhur yang ada. </p></li><li><p>Menuntun peserta didik untuk mengenal perkembangan zaman, seperti teknologi yang sudah terdapat di sekolah.</p></li><li><p>Menuntun anak untuk mengembankan potensi diri, seperti bakar, minat, kemampuan dan kreativitas. </p><ol start="3"><li><p>Pendidikan harus mempertimbangkan kodrat kodrat alam dan kodrat zaman karena anak - anak itu mempunyai karakter dan penikiran sendiri sehingga guru tidak bisa memaksakan kehendak terhadap anak.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD pendidikan berpihak pada anak yaitu saya akan membuat pengelompokan belajar sesuai dengan karakter anak.</p></li></ol></li></ul></li></ol></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:39:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039649195</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GALIH ARIYADI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039651363</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran KHD, dimana ketika pada pelajaran IPS saya di jadwalkan di jam terakhir atau di jam siang mayoritas siswa pasti sudah dalam keadaan letih, capek jadi salah satu cara saya dan bersesuaian dengan pemikiran KHD saya selalu menawarkan ke anak mau belajarnya dimana apakah didalam atau diluar kelas&nbsp; atau yang sesuai dengan keadaan kelas dengan pedekatan memilih metode mengajar yang sesuai dengan keadaan anak tanpa memaksakan apa yang seperti saya inginkan, dimana semua itu bertujuan merefleksikan pemikiran KHD sehingga pembelajaran itu berpusat kepada anak..</p></li><li><p>Menuntun bisa diartikan sebagai upaya membimbing seseorang menuju perilaku yang baik dan positif. Ini mengarahkan siswa agar memperbaiki perilaku hidupnya, dalam konteks karakter, serta menghormati nilai-nilai sosial budaya, memastikan siswa tidak melanggar norma yang telah ada secara turun-temurun. Sehingga diharapkan akan membantu siswa memahami memperkuat norma atau aturan dan melestarikan nilai-nilai budaya yang ada.</p><p>Contoh menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah, membiasakan anak-anak untuk memulai dan mengakhiri kegiatan dengan doa, bersikap sopan, menerapkan prinsip 3S (senyum, salam, sapa) dalam keseharian, menghargai teman, serta menjaga serta mencintai lingkungan sekitar.</p></li><li><p>Kodrat zaman dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Pendidikan harus memperhatikan kodrat zaman karena dunia yang terus mengalami perkembang dengan konsekuensi keterampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka peserta didik harus bisa mengikuti hal tersebut.</p></li><li><p>Pemikiran KHD menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada peserta didik. Ini berarti memahami kebutuhan dan minat anak, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.</p><p>Dengan memahami pemikiran KHD, saya dapat mengarahkan pendidikan dengan lebih bijaksana, memperhatikan kebutuhan dan potensi anak, serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:41:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039651363</guid>
      </item>
      <item>
         <title> Purwanti </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039654688</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> Pengalaman saya mulai memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih kegiatan yang akan dilaksanakan .</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Menuntun segala kodrat pada anak, anak dikenalkan dengan budaya yang ada disekitar dengan cara pengenalan baju adat, rumah adat serta tari.</p></li><li><p>Kita perlu mengikuti kodrat alam dan kodrat zaman agar kita dapat membentuk pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak</p></li><li><p> Sebagai pendidik adalah hal yang sangat penting harus selalu menuntun dengan tidak memaksa yaitu memerdekakan anak sesuai minat bakat kita berikan kebebasan yangbsepenuhnya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 08:45:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039654688</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DEWI PUJI LESTARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039668609</link>
         <description><![CDATA[<p>( Dewi Puji Lestari SMPN 2 Seputih Agung )</p><ol><li><p>Suatu pengalaman yang mencerminkan pemikiran KHD yang sudah saya lakukan disekolah adalah pembiasaan setiap pagi untuk berjabat tangan dengan murid didepan gerbang sekolah dengan memberikan senyum dan sapa kepada murid seperti contoh ( sudah sarapankah nak pagi ini? semangat belajar untuk hari ini... dll. pembiasaan untuk merapikan baju dan berdoa serta ice breaking sebelum memulai pembelajaran.</p></li><li><p>dalam konteks menuntun didalam sosial budaya menurut saya adalah mengarahkan, memberikan contoh yang baik dari kita terlebih dahulu baru kepada murid untuk dapat mencapai apa yang diharapkan. dalam budaya yang ada dilingkungan tempat saya tinggal ada kegiatan bersama jamaah Al-Barzanji didalamnya banyak kegiatan, dalam hal ini saya mengarahkan anak-anak remaja untuk belajar agar mereka dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh kegembiraan tanpa adanya keterikatan dan paksaan.</p></li><li><p>pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, KHD adalah bapak pendidikan indonesia yang sudah dapat menerawang kemajuan era pendidikan dimasa mendatang dengan mempertimbangkan kebutuhan anak itu sendiri. tuntunan untuk mempertimbangkan kodrat alam adalah agar anak tersebut dapat menyesuaikan lingkungan dimana tempatnya dia berada dan pendidikan mempertimbangkan kodrat zaman adalah seorang guru dapat membekali anak atau murid dengan berbagai skil kemampuan mereka masing-masing sesuai dengan kepribadian dan potensi yang dimilikinya sehingga anak/murid dapat hidup dan berkarya sesuai dengan perkembangan zaman.</p></li><li><p>pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, KHD adalah bapak pendidikan indonesia yang sudah dapat menerawang kemajuan era pendidikan dimasa mendatang dengan mempertimbangkan kebutuhan anak itu sendiri. tuntunan untuk mempertimbangkan kodrat alam adalah agar anak tersebut dapat menyesuaikan lingkungan dimana tempatnya dia berada dan pendidikan mempertimbangkan kodrat zaman adalah seorang guru dapat membekali anak atau murid dengan berbagai skil kemampuan mereka masing-masing sesuai dengan kepribadian dan potensi yang dimilikinya sehingga anak/murid dapat hidup dan berkarya sesuai dengan perkembangan zaman.</p></li><li><p>pendidikan yang menghamba kepada anak, seorang guru atau kita sebagai pendidik harus dapat mengetahui kebutuhan yang anak inginkan, selalu ada untuk anak atau murid disaat murid membutuhkan apa yang menjadi harapannya, harus selalu berpihak kepada murid sesuai kondisi dan kaidah yang ada. kita harus lebih banyak memberikan ruang dan waktu kepada murid untuk mengeksplorasi potensi dan minat mereka, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal kemampuan yang mereka miliki. dalam hal ini ibaratnya murid bukanlah kertas kosongan, namun sudah nampak samar-samarnya, nah tugas kita sebagai seorang guru adalah mampu menebalkan laku dan menuntun murid sesuai dengan apa yang dikehendakinya sesuai dengan bakat yang dimilikinya.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:02:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039668609</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SUSI NURYATI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039671853</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>membimbing anak dengan memberi kebebasan pada mereka untuk memilih kegiatan apa yang mereka sukai. </p></li><li><p>menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah membimbing anak bersikap sopan,santun, melatih anak agar bisa melakukan perubahan secara konkrit misalnya melalui pembiasaan yang di lakukan setiap pagi di sekolah yaitu menerapkan 5S (salam,senyum,sapa,sopan,santun)</p></li><li><p>agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal menjadi manusia yang merdeka sesuai dengan perkembangan zaman namun tetap mengedepankan kearifan budaya loal</p></li><li><p>sebagai seorang pendidik saya menjadikan peserta didik sebagai subyek dalam pembelajaran dan saya memfasilitasi mereka dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk mengemukakan pendapat tanpa paksaan. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:06:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039671853</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ayu Nurjanah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039675153</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Didalam proses pembelajaran saya berusaha membiasakan diri untuk hadir tepat waktu dan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung saya menerapkan tepuk budaya lampung agar mereka belajar untuk menghargai budaya daerah setempat, selaim itu saya juga membina kegiatan ekstrakurikuler tari agar siswi yang memiliki minat seni tari dapat terbimbing</p><p><br></p><p>2. Dalam konteks menuntun menurut kultur sosial setempat. Saya berusaha menerapkan sikap toleransi kepada anak-anak terutama dipembelajaran seni budaya tidak semua berminat dengan seni,&nbsp; misalnya saya berusaha mengajak siswa siswi untuk tidak saling mengejek ketika hasil gambar yang coba dibuat temannya kurang maksimal.</p><p><br></p><p>3. Kodrat alam dan zaman sangat perlu dipertimbangkan dalam merencanakam pembelajaran karena setiap anak memiliki karakter maupun minat yg berbeda .. kita tidak bisa memaksakan pembelajaran yang dama setiap tahunnya.</p><p><br></p><p>4. Pendidikan yang tidak memaksa anak. Memberikan kebebasan dan kesempatan untuk mengexplore diri dengan tuntunan yang tepat agar mereka dapat mencapai tujuan pembelajarannya</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:10:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039675153</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eka Agustina </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039685506</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pemikiran KHD terkait proses pembelajaran yakni terkait pembelajaran yang terjadi diembaga melalui pembiasaan terhadap anak tentang penerapan 5s yakni senyum, sapa, salam, sopan dan santun</p></li><li><p>Hal yg mewujudkan menuntun dalam konteks sosial yakni berdasarkan filosofi KHD menuntun adalah membimbing anak untuk menanamkan penanaman karakter tentang Budi pekerti melalui perayaan-perayaan hari besar agama yang ada dilingkungan anak.</p></li><li><p>Pendidikan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman yakni mempertimbangkan keterampilan yang dimiliki anak sesuai dengan karakter dari anak itu sendiri yang berkesinambungan untuk menumbuhkan keterampilan mereka</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada anak yakni pendidik itu mendidik dengan sepenuh hati dan seikhlas ikhasnya sehingga tubuh perasaan senang dan bahagia </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:25:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039685506</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhmad Khoiri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039686708</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pengalaman saya mengajar terkait pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah ketika ada orang tua siswa yang terkena musibah saya mengajak anak-anak untuk menyumbang seikhlasnya yang mana dari tindakan tersebut secara tidak langsung telah mencerminkan pemikiran KHD yaitu salah satunya adalah Gotong Royang.Kenapa dikatakan gotong royong karena disitu ada kegiatan bersama -sama yang dilakukan oleh siswa untuk meringankan beban kawannya.selain itu tindakan ini juga mengandung nilai Religius.</p><p>2.Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial bidaya didaerah saya adalah Bergotong Royong, Memiliki Rasa persaudaraan Yang kuat, dan menghargai keberagaman adat sekitar.</p><p>3.Karena Diindonesia memiliki berbagai macam kebudayaan dan memiliki berbagai macam adat- istiadat yang disesuaikan dengan perkembangan zaman pada saat ini.</p><p>4.Sebagai pendidik, saya bertanggung Sebagai Pendidik saya memiliki kewajiban membimbing dan menuntun siswa untuk menjadi lebih baik dan mengembangkan potensi- potensi siswa .</p><p>      Pada pemikira KHD menekankan bahwa pendidikan pendidikan berpusat pada anak untuk berkembang sesuai potensinya.</p><p>     Saya sebagai pendidik tidak hanya mengajar namun saya juga fasilitator, sebagai pemberi motivasi.dan mengarahkan siswa.saya juga harus selalui menghargai anaksebagai mahluk ciptaan allah yang sempurna.</p><p>    Saya sebagai pendidik harus menghormati dan memuliakan anak -anak karena dengan sentuhan -sentuhan hati yang lembut maka anak akan terketuk hatinya untuk menerapkan apa yang kita contohkan dalam kehidupan sehari- hari baik disekolah, dirumah, maupun dilingkungan masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:27:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039686708</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ERNA YUNITA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039708121</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman yang merefleksikan pemikiran KHD adalah pembelajaran yang menyenangkan, berpusat pada murid, pembelajaran yang membuat mereka bahagia. Sesekali saya melakukan pembelajaran di luar kelas dengan lingkungan sebagai sumber belajarnya.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya adalah sesuai dengan pandangan hidup masyarakat lampung yaitu “Piil paseggiri” yaitu pantang mundur, tidak mau kalah dalam sikap, tindak dan prilaku yang baik, menjadi tauladan bagi siswa.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam karena kita tinggal di Indonesia maka harus menjunjung tinggi nilai nilai budaya bangsa Indonesia, jika ada budaya asing yang masuk maka kita harus pandai-pandai menyaring mana yang sesuai dengan budaya bangsa dan tidak bertentangan dengan budaya bangsa kita bisa kita serap dengan baik. Kodrat zaman: pembelajaran harus diseuaikan dengan zaman saat ini, pendidikan harus berpusat pada murid, menggunakan teknologi abad XXI.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Peran saya pendidikan menghamba pada murid : saya harus menjadi tauladan baik sikap maupun prilaku, murid sebagai pusat pembelajaran, saya harus ikhlas mendidik siswa. Semoga dengan mengikuti PGP Angkatan 11 ini saya bisa berproses menjadi lebih baik lagi, aamiin.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:59:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039708121</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Chasanah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039712444</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman Saya terkait proses pembelajaran yang&nbsp; merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) adalah dengan memberikan kebebasan kepada murid untuk belajar berdasarkan pengalamannya sendiri sehingga murid dapat belajar secara aktif dan sesuai kodratnya. Saya berusaha menuntun murid,&nbsp; memberikan teladan atau contoh&nbsp; yang baik sehingga terbentuk murid yang berkarakter dan berbudi pekerti yang baik, serta memberikan dorongan dan arahan.agar murid dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun dalam dalam konteks social budaya di daerah Saya adalah dengan menjadi seorang guru yang digugu dan ditiru yang senantiasa menuntun dan memberikan tuntunan yang terbaik kepada&nbsp; murid dengan menjunjung nilai –nilai Budaya Lampung Piil Pesenggiri yakni Juluk Adok (berkata/memanggil yang baik), Nemui Nyimah (saling menghormati dan peduli sesama), Nengah Nyappur (hidup membaur dan membangun persahabatan), serta Sakai Sambayan (saling tolong-menolong dan bergotong- royong).</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena Indonesia terdiri dari berbagai Suku, budaya, bentang alam dan kondisi cuaca yang berbeda, namun dengan perbedaan itu tidak menjadi batasan untuk menikmati pendidikan. Begitu pula dengan kodrat zaman, bahwa semakin hari kita semakin dituntut untuk mengikuti digitalisasi dan perkembangan zaman. &nbsp;maka sebagai pendidik kita harus mempertimbangkan kodrat alam anak didik kita. Memastikan bahwa mereka mendapatkan pendidikan sesuai dengan kodratnya sehingga tercapai cita-cita “Mencerdaskan kehidupan bangsa”.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi Pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik yaitu memberikan pendidikan dan pengajaran yang berpihak pada anak didik, tidak memaksakan pembelajaran sesuai dengan kemauan saya. Memandang murid bukan sebagai objek pendidikan, melainkan subjek yang harus kita tuntun untuk mandiri, aktif, kreatif dan bernalar kritis serta menemukan dan membangun diri sesuai dengan minat, bakat dan kompetensi yang dimiliki.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:06:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039712444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rini Setiyawati    SDIT Bustanul&#39;Ulum Terbanggi Besar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039728723</link>
         <description><![CDATA[<p>1.pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan KHD:<br>saya menggunakan pembelajaran aktif menyenangkan seperti diskusi kelompok atau bermain tebak kata yang berkaitan dengan pembelajaran membuat anak menjadi aktif dan berpikir untuk menjawab sekaligus merasa bahagia <br></p><p>2. Perwujudan "Menuntun" menurut saya mendampingi dan membimbing semua kodrat yang ada dalam diri anak agar mencapai potensi terbaiknya. memberikan kesempatan dalam minat bakat sesuai yang dimiliki anak.</p><p><br></p><p>3. Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena ketrampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya.</p><p><br>4.Seorang guru harus mampu menghormati dan menghargai murid sehingga mereka merasa babagia</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:32:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039728723</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Indah Lestari</title>
         <author>dwindah095</author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039735874</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pengalaman saya yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara terjadi saat saya mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris dikelas. Dalam proses KBM ini, saya berusaha menerapkan prinsip "ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" (di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan). Saya berusaha menjadi contoh yang baik, menjadi figur yang dapat mereka contoh, terlibat aktif dalam setiap aktivitas belajar mereka, dan memberikan dorongan serta motivasi agar mereka mandiri dalam belajar. Dengan ini, peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga mengembangkan sikap dan keterampilan yang mereka dibutuhkan.</p><p>2. Perwujudan "Menuntun" dalam Konteks Sosial Budaya di Daerah Saya yaitu dengan menjadi sosok guru yang dapat membimbing dan dapat memberikan contoh yang baik dalam melestarikan budaya kita kepada seluruh peserta didik. Contoh simpel yaitu meminta peserta didik untuk mengenakan pakaian daerah mereka saat upacara memperingati hari Pendidikan Nasional, dll.</p><p>3. Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena keduanya memengaruhi kehidupan sehari-hari dari peserta didik. Kodrat alam mengacu pada lingkungan fisik dan sosial di sekitar mereka, sedangkan kodrat zaman mengacu pada perkembangan ilmu teknologi dan dinamika sosial yang terjadi. Dengan mempertimbangkan kedua aspek ini, pendidikan dapat menjadi lebih relevan dan kontekstual, membantu siswa memahami dan mengatasi tantangan yang ada di sekitarnya, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan yang dinamis dan keberlanjutan.</p><p>4. Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang "pendidikan yang berhamba pada anak" sangat relevan dalam peran saya sebagai pendidik. Ini berarti pendidikan harus berpusat pada kebutuhan, minat, dan potensi anak. Sebagai pendidik, saya perlu mengenal setiap peserta didik secara individu, memahami setiap kekuatan dan kelemahan mereka, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan mereka. Dengan pendekatan ini, saya tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membantu peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan potensi unik mereka, dan dapat membentuk karakter yang kuat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:45:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039735874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AGUSTINA  SUSI ARININGSIH, S.Pd dari SMA NEGERI 1 BANGUNREJO </title>
         <author>agustinaariningsih58</author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039735929</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan pemahaman saya tentang pemikiran KHD, salah satu contoh pengalaman belajar yang merefleksikan pemikirannya adalah <strong>pembelajaran yang berpusat pada murid</strong>. Dalam sebuah proyek sains di kelas, saya diberi kebebasan untuk memilih topik penelitian yang saya minati. Saya memilih untuk mempelajari tentang efek perubahan iklim pada ekosistem laut. Proses belajar ini sejalan dengan filosofi KHD tentang <strong>kemerdekaan belajar</strong>, di mana murid didorong untuk mengambil inisiatif dan menjelajahi minat mereka sendiri.</p><p>Selain itu, guru saya memfasilitasi diskusi kelas yang terbuka dan inklusif, di mana semua murid didorong untuk berbagi ide dan pemikiran mereka. Hal ini mencerminkan konsep <strong>keterbukaan</strong> dan <strong>kemerdekaan mengemukakan pendapat</strong> yang ditekankan oleh KHD.</p><p>Secara keseluruhan, pengalaman belajar ini membantu saya untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis, yang merupakan beberapa nilai inti dari pendidikan KHD.</p><p>Perwujudan 'Menuntun' dalam Konteks Sosial Budaya di Daerah Saya</p><p>Salah satu contoh perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah <strong>tradisi gotong royong</strong>. Gotong royong adalah kegiatan bersama yang dilakukan oleh masyarakat untuk menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama. Semangat gotong royong mencerminkan nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan saling membantu, yang sejalan dengan konsep 'menuntun' KHD.</p><p>Dalam konteks pendidikan, 'menuntun' dapat diwujudkan dengan <strong>membantu murid untuk mencapai potensi terbaik mereka</strong>. Guru tidak hanya memberikan pengetahuan dan materi pembelajaran, tetapi juga membimbing murid dalam proses belajar, memberikan dukungan dan motivasi, serta membantu mereka untuk mengatasi kesulitan.</p><p>Alasan Pendidikan Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kodrat Alam dan Kodrat Zaman</p><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal ini merupakan faktor penting dalam proses belajar dan perkembangan murid. <strong>Kodrat alam</strong> mengacu pada potensi bawaan yang dimiliki oleh setiap murid, seperti bakat, minat, dan kemampuan fisik. <strong>Kodrat zaman</strong> mengacu pada kondisi dan tuntutan masyarakat di masa sekarang dan masa depan.</p><p>Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, pendidikan dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan individu murid dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.</p><p>Sebagai contoh, jika murid memiliki bakat di bidang seni, maka pendidikan perlu menyediakan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan bakat tersebut. Di sisi lain, jika murid hidup di era digital, maka pendidikan perlu membekali mereka dengan keterampilan teknologi yang dibutuhkan untuk bersaing di era tersebut.</p><p>Relevansi Pemikiran KHD "Pendidikan yang Berhamba (Berpihak) pada Anak" dalam Peran Saya sebagai Pendidik</p><p>Pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" sangat relevan dalam peran saya sebagai pendidik. Hal ini berarti bahwa saya harus selalu <strong>menempatkan kepentingan terbaik murid sebagai prioritas utama</strong>.</p><p>Saya perlu memahami karakteristik individu murid, potensi mereka, dan kebutuhan belajar mereka. Saya juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, di mana semua murid merasa dihargai dan dihormati.</p><p>Berikut adalah beberapa contoh penerapan pemikiran KHD dalam peran saya sebagai pendidik:</p><ul><li><p><strong>Membuat pembelajaran yang berpusat pada murid:</strong> Saya dapat melibatkan murid dalam proses perencanaan pembelajaran, memberikan mereka pilihan dalam belajar, dan mendorong mereka untuk mengambil inisiatif.</p></li><li><p><strong>Menggunakan berbagai metode pembelajaran:</strong> Saya dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar yang berbeda, seperti pembelajaran aktif, pembelajaran kooperatif, dan pembelajaran berbasis proyek.</p></li><li><p><strong>Memberikan umpan balik yang konstruktif:</strong> Saya dapat memberikan umpan balik yang jelas dan konstruktif kepada murid untuk membantu mereka belajar dan berkembang.</p></li><li><p><strong>Membangun hubungan yang positif dengan murid:</strong> Saya dapat membangun hubungan yang positif dengan murid berdasarkan rasa saling percaya dan saling menghormati.</p></li></ul><p>Dengan menerapkan pemikiran KHD dalam peran saya sebagai pendidik, saya dapat membantu murid untuk mencapai potensi terbaik mereka dan menjadi individu yang sukses dan berkontribusi pada masyarakat.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:45:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039735929</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ewo Priyo Susanto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039742370</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait dengan pemikiran KHD</p><p>KHD mempunyai pemikiran bahwa seorang pendidik harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, dalam implementasinya dalam proses pembelajaran saya menggunakan beberapa media yang sesuai dengan gaya belajar siswa, sebagai contoh ketika saya mengajarkan teks naratif, saya memberikan media atau bahan ajar kepada siswa berupa gambar menarik dan bacaan untuk siswa dengan gaya belajar visual, video untuk siswa dengan gaya belajar auditori, dan mencocokan gambar dengan cerita bagi siswa dengan gaya belajar kinestetik. Terkait dengan kodrat zaman saya menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran seperti mengajak anak untuk mencari informasi lewat internet, memberikan quiz berbasis game seperti Kahoot, Quizizz dan Bamboozle.</p></li><li><p>Menuntun mempunyai arti bahwa kita memberi kebebasan terhadap anak untuk melakukan hal yang sesuai deng kodratnya, tetapi kita harus menunutunnya kejalan yang seharusnya apabila mereka berada dijalan yang salah atau memberikan arahan kepada siswa yang tidak paham tentang apa yang harus ia lakukan. Dalam konteks sosial budaya, didaerah saya mengenal sakai sambayan atau bergotong royong. Dalam hal ini saya membimbing dan menuntun anak untuk dapat menjiwai dan melestarikan budaya ini salah satunya dengan menerapkan program 5R/ Bersih-bersih gotong royong sekolah setiap minggunya.</p></li><li><p>Karena kodrat alam berkaitan dengan karakter anak, misalnya anak mempunyai karakter yang berbeda-beda, tentunya perlakukan yang kita berikan juga harus berbeda, tidak bisa disamaratakan. Sementara kodrat zaman dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu keterampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang mempunyai kemampuan sesuai dengan zamannya.</p></li><li><p>Relevansi dengan saya sebagai pendidik saya bertanggung jawab untuk membimbing siswa menuju pemahaman yang lebih baik, serta membantu mereka dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki. Saya juga harus memastikan bahwa pendidikan yang saya berikan tidak hanya pada transfer pengetahuan saja tetapi juga memberdayakan siswa untuk menjadi Individu yang mandiri dan kritis.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:56:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039742370</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SULISTIA BUDI RAHAYU SDN 1 TEMPURAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039743971</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya Dalam pembelajaran dikelas, guru menuntun siswa memecahkan suatu masalah dari sebuah kasus Penyimpangan Sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Guru mengarahkan kepada siswa apa penyebab dan dampak dari kasus tersebut jika terjadi pada diri kita.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dlaam konteks sosial adalah sikap tolong menolong, bekerja sama, gotong royong, dan juga sikap santun. Dalam masyarakat lampung juga dikenal dengan beguwai jejamo wawai.</p></li><li><p>Setiap anak didik itu bermacam-macam kodrat alamnya, jadi tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lain maka dr itu harusnya adil dan bijaksana agar siswa siswi tersebut dapat mencapai puncak kebahagiaan.</p></li><li><p>Sebagai pendidik kita harus selalu siap dengan apapun karakter siswa yang akan kita jumpai dan harus menuntun sesuai kodrat alamnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:58:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3039743971</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ADLY YANA FITRI (SMP Negeri 4 Langsa_CGP Angkatan 11)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3040662042</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman Saya terkait pembelajaran yang terkait dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, yaitu tetap memberikan motivasi, dorongan, untuk peserta didik kita sehingga meraka tetap trus berinovasi, memiliki pemikiran yang kritis dan inovatif, tapi tetap mengedepankan adap, agar peserta didik kita tetap memiliki pemikiran yang positif dimanapun mereka berada</p></li><li><p>Perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah, dengan tetap mengedepankan kearifan lokal daerah sendiri, agar peserta didik tidak lupa dengan adat istiadat yang ada di daerah mereka, walaupun perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, diataranya : Pengajaran yang menggunakan lingkungan alam sebagai ruang kelas terbuka (kodrat alam), sedangkan kodrat zaman Pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses belajar mengajar.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak":  memahami bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbedadan memberikan metode pembelajaran<strong> </strong>yang sesuai dengan gaya belajar anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 08:45:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitiluthfah/87xdwm1zmxqi3po8/wish/3040662042</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
