<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Seminar C  by Maimon Herawati</title>
      <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow</link>
      <description>Tiga Jurnal yang Kubaca♥</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-03-10 01:17:38 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-30 15:41:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Between Clicks and Satisfaction: Study on Multi-Phase User Preferences and Satisfaction for Online News Reading</title>
         <author>deandralsabila</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087240822</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Penulis		: Hongyu Lu, Min Zhang, dan Shaoping Ma</li><li>Model		: Pemodelan Pengalaman Pengguna Tingkat Item dan Pemodelan Perilaku Klik</li><li>Hasil		: Klik tidak selalu selaras dengan preferensi pengguna, lebih dari setengah item yang diklik tidak disukai oleh pengguna. Preferensi pengguna untuk item dalam fase yang berbeda berbeda, yang menunjukkan bahwa preferensi tidak tetap tetapi berubah setelah mengklik.</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 01:23:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087240822</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Tingkat Kepuasan Khalayak Generasi Milenial Terhadap Berita Visual Interaktif Storytelling di VIK KOMPAS.COM pada Wilayah Tangerang Kota</title>
         <author>deandralsabila</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087244547</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Penulis		: Aulia, Nabilatul (2021)</li><li>Landasan teori	: Uses and Gratifications yang menganggap khalayak atau audiens sebagai khalayak aktif yang memilih dan menggunakan media berdasarkan kebutuhannya. (Adiandirgantoro, et. Al., 2017, p. 2020).&nbsp;</li><li>Motif atau dimensi: Lima dimensi yang dikembangkan oleh Philip Palmgreen. Dapat dikatakan bahwa tingkat kepuasan khalayak atau audiens dapat dilihat dan diukur pada setiap motif yang terdapat pada aspek pemenuhan kebutuhan informasi (Gratification Sought) dan aspek kepuasan dalam memperoleh informasi (Gratification Obtained). Kemudian, hasil selisih antara Gratification Sought dan Gratification Obtained akan dihitung untuk melihat apakah ada kesenjangan kepuasan (Gratification Discrepancy) dalam mencari dan memperoleh informasi</li><li>Hasil penelitian: Terdapat kepuasan dari pembaca berita visual interaktif storytelling di VIK Kompas.com atau kebutuhan khalayak generasi milenial terpenuhi pada kelima indikator kepuasan, yaitu General Information Seeking (Mencari Informasi Umum), Decisional Utility (Kegunaan Keputusan), Entertainment (Hiburan), Interpersonal Utility (Kegunaan Pribadi), dan Parasocial Interaction (Interaksi Parasosial). Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya kesenjangan kepuasan khalayak generasi milenial dalam membaca berita visual interaktif storytelling di VIK Kompas.com, karena kebutuhan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Artinya media Kompas.com memuaskan khalayaknya dalam mencari dan memperoleh berita visual interaktif storytelling di VIK Kompas.com pada wilayah Tangerang Kota/Raya.&nbsp;<br><br></li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 01:25:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087244547</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Tingkat Kepuasan dalam Membaca Berita Listicle Sains IDN Times pada Generasi Z di Tangerang</title>
         <author>deandralsabila</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087246980</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Penulis		: Rinesya Putri, Rachel (2020)&nbsp;</li><li>Landasan teori	: Uses and gratification yang berfokus untuk melihat individu mengonsumsi suatu media memiliki alasan tersendiri dan akan mencari yang memuaskan diri mereka sendiri (Griffin, 2012, p.359)</li><li>Model 		: Model teori nilai harapan (expectancy-values theory) yang dirumuskan oleh Philip Palmgreen. Teori ini memberi fokus untuk mengetahui motif yang dimiliki media dalam pemenuhan kepuasan khalayak. Konsep ini mengukur kesenjangan kepuasan dengan Gratification Sought (GS) untuk melihat motif yang dicari khalayak untuk mengonsumsi media sedangkan Gratifications Obtained (GO) untuk melihat kepuasan yang diperoleh setelah khalayak mengonsumsi media (Adiandirgantoro &amp; Mayangsari, 2017).&nbsp;</li><li>Hasil penelitian: Khalayak generasi Z di Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang merasa puas dengan membaca listicle sains IDN Times. Hal tersebut disimpulkan melihat hasil total kesenjangan antara skor mean Gratification Sought lebih kecil dari Gratification Obtained. Skor yang didapatkan dari Gratification Discrepancy adalah 1.29. Hasil yang didapatkan adalah positif, (&gt;0) dengan arti skor kesenjangan menunjukkan kepuasan.</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 01:26:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087246980</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Objektivitas Pemberitaan Kasus Korupsi E-KTP pada Detik.com dan Liputan 6.com: Analisis Isi Kuantitatif</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087299767</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Penulis : Rahmayanti&nbsp;</li><li>Metode: Analisis Isi Kuantitatif</li><li>Teori yang Dipakai: Teori Tanggung Jawab Sosial dan Teori Objektivitas Pemberitaan Westersthal</li><li>Hasil: Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa kedua media tersebut belum memenuhi objektivitas mengenai isu korupsi E-KTP. Kedua media online tersebut masih terlihat mencampurkan fakta dan opini dalam berita.&nbsp;</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://kc.umn.ac.id/5217/" />
         <pubDate>2022-03-10 01:55:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087299767</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Objektivitas Media di Tengah Pandemi Covid-19: Analisis Isi Berita tentang Penerapan New Normal di Indonesia pada Media Tirto.id</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087307884</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Penulis: Riky Rakhmadani&nbsp;</li><li>Metode: Analisis Isi Kuantitatif</li><li>Teori yang Dipakai: Teori Objektivitas Pemberitaan Westerstahl&nbsp;</li><li>Hasil:&nbsp; | Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberitaan yang disajikan oleh Tirto, baik fakta psikologis maupun fakta sosiologis cukup berimbang. Kelengkapan unsur berita 5W+1H juga tinggi. Sedangkan pada aspek imparsialitas, keberimbangan Tirto dalam menampilkan dua sisi cukup rendah, di mana hanya didominasi oleh satu narasumber. Meski demikian, Tirto tetap menjaga netralitas dalam pemberitaan dengan tidak menyudutkan beberapa pihak yang kontra terhadap pemberitaan yang disajikan.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:00:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087307884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kredibilitas Portal Berita Online dalam Pemberitaan Bom Sarinah Tahun 2016 (Analisis Isi Portal Berita Detik.com dan Kompas.com Periode 14 Januari—14 Februari 2016)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087313780</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Penulis: Praptika Handayani dan Anang Hermawan&nbsp;</li><li>Metode: Analisis Isi Kuantitaif</li><li>Teori yang Dipakai: Teori Objektivitas Pemberitaan Media&nbsp;</li><li>Hasil : Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kredibilitas portal berita daring Kompas.com lebih dibandingkan nilai kredibilitas Detik.com. Hal tersebut mengacu pada 6 apsek penelitian, yakni <em>factualness, accuracy, completeness, relevance, balance,</em> dan <em>neutrality</em> yang dimiliki Kompas.com selalu lebih tingi dibandingkan dengan Detik.com.&nbsp;</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://journal.uii.ac.id/jurnal-komunikasi/article/view/9923/7901" />
         <pubDate>2022-03-10 02:03:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087313780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sepakbola dalam Bingkai Pemberitaan Media</title>
         <author>fauzan19012</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087365812</link>
         <description><![CDATA[<div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Penulis&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Afdal Makkuraga Putra</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Metode&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Analisis Kualitatif</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Model&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Semiotik sosial, Framing.&nbsp;</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Hasil penelitian&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Pada media Harian Kompas, Kongres Sepakbola Nasional pada saat itu yang seharusnya dimaknai sebagai momen pembahasan atas keterpurukan sepakbola Indonesia justru dimaknai sebagai momen untuk mengganti Ketua Umum PSSI yang sedang menjabat pada saat itu, Nurdin Halid. Media tersebut lebih sibuk memberitakan isu-isu pelengseran Nurdin Halid dari Ketua Umum PSSI dibanding memberitakan esensi kongres tersebut.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:32:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087365812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Framing terhadap Pemberitaan Klub Sepakbola Persebaya</title>
         <author>fauzan19012</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087367422</link>
         <description><![CDATA[<div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Penulis&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : <em>Nasario Wahyu Handoko, Fikry Zahria Emeraldien, Aldi Purnomo</em></div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Metode penelitian&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Analisis Kualitatif</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Model&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Semiotik sosial, Framing.&nbsp;<br><br></div><div>Hasil penelitian&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Pembingkaian berita oleh Jawa Pos dan Harian Surya memiliki perbedaan dalam pemberitaannya. Jawa Pos tidak memperlihatkan keberpihakan dalam pemberitaannya, sementara Surya sudah berusaha menyuguhkan berita yang berimbang meski kurang selaras dan kurang memenuhi kelengkapan unsur berita.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:33:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087367422</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kasus Sepakbola Gajah dalam Bingkai Media</title>
         <author>fauzan19012</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087367995</link>
         <description><![CDATA[<div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Penulis&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : <em>Khrisnanda Satya</em></div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Metode penelitian&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Analisis Kualitatif</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Model&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Teori Agenda-Setting, Framing <em>Robert Entman</em>.&nbsp;</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Hasil penelitian&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Pemberitaan yang dilakukan oleh Tribun Jogja mengarah kepada <em>justice of laws</em>, konten berita disajikan dengan ringan. Namun, dengan isi yang kuat dan koheren dengan isu yang terjadi. Informasi berdasarkan fakta atau apa yang terjadi di lapangan dan mudah dipahami oleh pembaca<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:33:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2087367995</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Youtube Sebagai Ruang Publik Alternatif Bagi Anak Muda</title>
         <author>claraajeng1481</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2088410010</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Penulis:<br>Syahirul Alim, Avicena Farkhan Dharma<br><br>2. Latar Belakang:<br>-&nbsp; Kemajuan teknologi&nbsp;<br>-&nbsp; Ruang publik menurut Habermas (pengertian, latar belakang lahir, kriteria)&nbsp;<br>-&nbsp; Data pengguna internet dan transisi internet menjadi ruang publik (kelebihan)&nbsp;<br>-&nbsp; Konten youtube asumsi.co&nbsp;<br>-&nbsp; Sosial media (data pengguna, perkembangan, keunggulan, karakteristik)&nbsp;<br>-&nbsp; Pengaruh sosial media terhadap kehidupan (sosial media - alat demokrasi: pemilu - opini - partisipasi politik)&nbsp;<br>- Profil asumsi.co<br><br>3. Metode:<br>- Deskriptif kualitatif&nbsp;<br>- Pengumpulan data: hasil rekaman konten, wawancara, dan studi literatur&nbsp;<br>- Riset: 3 bulan dan wawancara: intermiten (teknik pemilihan informan Purposive Sampling/ kriteria tertentu)<br><br></div><div>4. Hasil:<br>- &nbsp; hasil penelitian yang menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi media di kelompok muda sehingga memungkinkan bagi platform media baru, seperti kanal YouTube&nbsp;Asumsi.co hadir sebagai media alternatif yang&nbsp; mampu menyajikan informasi politik hingga hiburan.</div><div>-&nbsp; Temuan kedua lebih memfokuskan pada bagaimana mekanisme&nbsp;kanal YouTube Asumsi.co mampu menciptakan ruang public imajiner bagi kelompok muda sehingga mereka dapat tertarik untuk berpartisipasi dalam isu-isu politik terkini di Indonesia.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/770553094/87ccd928b99293233f57ca08dc8e6fd7/1437_4764_1_PB__1_.pdf" />
         <pubDate>2022-03-10 14:14:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2088410010</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Key Opinion Leaders di Media Sosial dalam Membentuk Opini Khalayak</title>
         <author>claraajeng1481</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2088454022</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Penulis:<br>Jacksen, Eko Harry Susanto, Nigar Pandrianto<br><br>2. Latar Belakang:<br>- Perkembangan aplikasi media sosial di Indonesia (data pengguna, penghasilan perusahaan)</div><div>-&nbsp; Konten UGC (content creator &amp; audiences)&nbsp;<br>-&nbsp; Keterlibatan KOLs dengan Content creator (peran)&nbsp;<br><br>3. Metode:<br>-&nbsp; Deskriptif kualitatif&nbsp;<br>-&nbsp; Pengumpulan data: wawancara, dokumentasi, dan observasi non partisipan&nbsp;<br>-&nbsp; Subjek: pemiliki usaha yang terlibat langsung dalam pembuatan konten&nbsp;<br>-&nbsp; Pengelolaan dan analisis: reduksi data, display data, dan kesimpulan&nbsp;<br>-&nbsp; Keabsahan: triangulasi: membandingkan wawancara, observasi, dan dokumentasi&nbsp;<br><br></div><div>4. Hasil:<br>-&nbsp; Perencanaan untuk pemilihan konten perlu dilakukan sebelum&nbsp; membuat sebuah konten dan tujuan seperti apa yang ingin dicapai dari konten tersebut.&nbsp;<br>-&nbsp; Konten yang diciptakan untuk melakukan promosi dapat memiliki berbagai macam jenis.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/770553094/db246b25c3fec6244dc54ae4d2cc0b09/10170_31944_1_PB.pdf" />
         <pubDate>2022-03-10 14:33:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2088454022</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Berita Kesehatan di Media Masa terhadap Pelayanan Publik</title>
         <author>claraajeng1481</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2088454601</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Penulis:<br>Taufik Wal Hidayat&nbsp;<br><br>2. Latar Belakang:<br>-&nbsp; Media massa (pengertian, kekuatan, peran, UU pers)&nbsp;<br>-&nbsp; Media massa: Harian Analisa (100 hari Analisis Berita Kesehatan di Media Massa terhadap Pelayanan Publik)&nbsp;<br>-&nbsp; Surat kabar: fungsi, nilai berita&nbsp;<br>-&nbsp; Pelayanan publik (pengertian, perkembangan birokrasi, aspek penting, dan keadaan masyarakat saat ini)&nbsp;<br>-&nbsp; Pelayanan publik dalam negara demokrasi (karakteristi)&nbsp;<br><br>3. Metode:<br>-&nbsp; Analisis isi (content analysist)&nbsp;<br>-&nbsp; Lokasi: Media surat kabar Harian Analisa dengan moto "Membangkitakan Partisipan Rakyat dala Pembangunan".&nbsp;<br>-&nbsp; Jadwal: 100 hari (setelah pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Medan periode 2010-2015, 27 Juli - 3 November 2010)&nbsp;<br>-&nbsp; Teknik pengumpulan data: dokumentasi, observasi, dan studi pustaka&nbsp;<br>-&nbsp; Teknik penelitian: analisis isis untuk melihat isi komunikasi yang nyata secara objektif, sistematis, dan kuantitatif.&nbsp;<br>- Metode pengukuran isi pesan/ prosedur operasional konsep:</div><ul><li>Konstruksi A: isi pesan - informasi, keluhan, kritikan, dan sasaran</li><li>Konstruksi B: efek pemberitaan - penyampaian dukungan, tanggapan, dan kebijakan</li><li>Konstruksi C: arah isi pemberitaan pelayanan berdasarkan Laswell - (+), (-), dan (o)</li></ul><div><br></div><div>4. Hasil:<br>- Isi pesan:</div><ul><li>Informasi:&nbsp;<br>Kategori informasi termasuk kata-kata, kalimat-kalimat atau pernyataan-pernyataan yang mengungkapkan informasi secara umum dan penjelasan tentang kesehatan, kinerja aparatur dan lembaga yang menangani kesehatan masyarakat.&nbsp;</li><li>Keluhan: Kategori keluhan termasuk kata-kata, kalimat-kalimat yang terungkap mulai dari ketidaknyaman masyarakat, kesusahan dan masalah buruknya pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada kinerja dinas terkait dan Sumber Daya Manusia di dalam lingkungan Satuan&nbsp; Kerja&nbsp; Pimpinan Daerah&nbsp; (SKPD) di lingkungan Pemko Medan dan lembaga DPRD.&nbsp;</li><li>Kritikan: Kategori ini termasuk kecaman, protes dan pernyataan atau pendapat tentang buruknya kinerja pelayanan kesehatan yang dinilai oleh&nbsp; masyarakat, lembaga swasta dan DPRD Medan, DPRD Sumut. Kritakan ini juga termasuk ketidaknyamanan dan ketidakpuasan yang diterapkan.&nbsp;</li><li>Saran: Kategori ini merupakan ide-ide, pikiran-pikiran yang dilontarkan dalam isi berita yang disampaikan lembaga pemerintah dan swasta serta masyarakat.&nbsp;</li></ul><div>- Isi pemberitaan:</div><ul><li>Dukungan: Dukungan merupakan respon positif yang dipaparkan dalam isi berita&nbsp; kesehatan baik dalam bentuk pernyataan, termasuk puijian, dorongan yang datang dari masyarakat, lembaga-lembaga tertentu dan dinas&nbsp; terkait yang menangani permasalahan kesehatan masyarakat. &nbsp;</li><li>Tanggapan: Tanggapan merupakan respon positif dan negatif yang terlihat dari&nbsp; pesan berita yang disajikan. Tanggapan ini dilihat dari masyarakat, lembaga-lembaga tertentu dan dinas terkait di lingkungan Pemko Medan.&nbsp; &nbsp;</li><li>Kebijakan: Kebijakan merupakan sesuatu solusi yang diambil dan diterapkan Pemko Medan setelah mendapat tanggapan atas permasalahan kesehatan yang diperoleh dari pemberitaan yang disajikan surat kabar&nbsp;<br>Harian Analisa.</li></ul><div>- Arah Pemberitaan:</div><ul><li>(+): Jika isi pemberitaan bersifat mendukung, menyetujui, atau menganjurkan terhadap pendapat, persoalan atau kecenderungan tertentu.&nbsp;</li><li>(-): Jika isi pemberitaan bersifat menentang, tidak sepakat atau menolak terhadap kebijakan yang diambil, pendapat atau kecenderungan tertentu.&nbsp;</li><li>(o): Jika isi pemberitaan sama sekali tidak terdapat indikasi tentang favorable atau unfavorable<br><br></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/770553094/3e82ab433e098a79e1287ebe82881d08/208_529_1_PB.pdf" />
         <pubDate>2022-03-10 14:33:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2088454601</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Media framing of childhood obesity: a content analysis of UK newspapers from 1996 to 2014</title>
         <author>irmaluthfiya</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2091358044</link>
         <description><![CDATA[<div>Penulis: Amy Nimegeer, Chris Patterson, Shona Hilton<br>Metode: Analisis isi kuantitatif<br><br>Hasil penelitian:<br>1. Quantitative content analysis of 757 articles about childhood obesity obtained from six daily and five Sunday newspapers. Articles were coded manually for definitions, drivers and potential solutions. Data were analysed statistically, including analysis of time trends and variations by political alignment of source.</div><div><br>2. The frequency of articles grew from a low of two in 1996 to a peak of 82 in 2008, before declining to 40 in 2010. Individual-level drivers (59.8%) and solutions (36.5%) were mentioned more frequently than societal-level drivers (28.3%) and solutions (28.3%) across the sample, but societal solutions were mentioned more frequently during the final 8 years, coinciding with a marked decline in yearly frequency of articles.</div><div><br>3. Increased focus on societal solutions aligns with public health goals, but coincided with a reduction in the issue’s salience in the media. Those advocating public policy solutions to childhood obesity may benefit from seeking to raise the issue’s media profile while continuing to promote structural conceptualisations of childhood obesity.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://bmjopen.bmj.com/content/bmjopen/9/4/e025646.full.pdf" />
         <pubDate>2022-03-12 04:14:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2091358044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pembingkaian Golput dalam Pemberitaan Online Menjelang Pilpres 2019: Analisis Isi Kuantitatif Terhadap Kompas.com dan Kumparan</title>
         <author>irmaluthfiya</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2091359426</link>
         <description><![CDATA[<div>Penulis: Ayub Dwi Anggoro<br>Metode: Analisis isi kuantitatif<br><br>Hasil penelitian:<br>1. Jumlah berita di Kompas.com dengan judul golput pada Maret 2019 berjumlah 32 berita sedangkan di Kumparan berjumlah 21 berita. Total ada 53 berita.</div><div><br>2. Dari penelitian ini, sentimen Kompas.com dan Kumparan ketika memberitakan golput pada periode Maret 2019 didominasi oleh pemberitaan yang netral.</div><div><br>3. Dalam pemberitaan mengenai golput menjelang pilpres 2019, asumsi bagaimana isu golput didiskreditkan oleh media ternyata tidak terbukti, karena kompas.com dan kumparan membingkai isu golput dengan setara. Proses pembentukan pembingkaian dilihat dari proposisi pemberitaan, pernyataan dan nasal narasumber yang digunakan dalam pemberitaan, didapatkan hasil perhitungan dominasi skor yang netral.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://kc.umn.ac.id/11740/" />
         <pubDate>2022-03-12 04:17:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2091359426</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Objektivitas Berita Bias Gender Dalam Media Oneline (Analisis Isi Kuantitatif Objektivitas Berita Kecelakaan Novi Amilia dalam Portal Berita Detik.com Periode 11 Oktober – 11 November 2012)</title>
         <author>irmaluthfiya</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2091360147</link>
         <description><![CDATA[<div>Penulis: Rosa De Lima Rima Christofiana<br>Metode: Analisis isi kuantitatif<br><br>Hasil penelitian:<br>1. Sebuah peristiwa menjelang akhir tahun 2012 lalu mengejutkan masyarakat Indonesia dan menyangkut soal perempuan. Seorang pengemudi perempuan menjadi tersangka dalam tabrakan yang membuat tujuh orang terluka. Tak seperti peristiwa kecelakaan pada umumnya, berita tersebut menjadi heboh ketika ada hal lain yang menarik perhatian dan diulas terus menerus oleh media. Novi Amilia, si pengemudi mobil, ternyata dalam keadaan mabuk dan hanya menggunakan pakaian dalam saat mengendarai mobilnya.<br><br></div><div>2. Rentang waktu berita yang akan diteliti adalah selama satu bulan, yaitu 11 Oktober hingga 11 November 2011. Jika dibandingkan dengan media online lainnya, Detik.com lah yang paling banyak memberitakan soal kasus kecelakaan Novi Amilia, yakni 104 berita.<br><br></div><div>3. Media online Detik.com secara umum tidak menerapkan prinsip objektivitas dalam pemberitaan terkait kecelakaan Novi Amilia. Hal tersebut dibuktikan melalui 11 sub unit analisis yang telah ditetapkan oleh peneliti tidak satupun yang memenuhi syarat objektivitas. Kesebelas sub unit analisis tersebut yakni faktualitas, akurasi, kelengkapan unsur 5W + 1H, keterkaitan narasumber dengan berita, nilai berita, non sensational, non evaluative, stereotype, fetisisme seksual, cover both side, dan even handed evaluation</div><div>Sifat berita online yang mengedepankan kecepatan dalam menyampaikan informasi memang terbukti masih memiliki kekurangan dalam hal kedalaman berita. Media Detik.com sendiri untuk kelengkapan unsur 5W + 1H masih minim, karena terdapat 64,4% berita yang tidak memiliki kelengkapan unsur 5W + 1H. Fakta bahwa saat kecelakaan terjadi Novi Amilia hanya mengenakan pakaian dalam terus digunakan oleh Detik.com sebagai alat yang dapat menarik perhatian pembaca (71,2%).&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://e-journal.uajy.ac.id/4714/" />
         <pubDate>2022-03-12 04:19:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2091360147</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fathurachman007</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2092970599</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Konvergensi Konten Audio di Media Online (Studi Kasus Podcast Detik.com)</strong> <br><br>- Penulis: Irwan Nugroho, Irwansyah <br>- Tahun: 2021<br>- Latar Belakang: Penelitian ini fokus membahas mengenai kemunculan podcast pada media Detik.com yang berkaitannya dengan era konvergensi media. <br>- Metode: <strong>Penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif.</strong>&nbsp;<br>- Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast dikembangkan Detik.com untuk memperluas variasi konten, medium distribusi konten, serta menciptakan pengalaman baru untuk para jurnalis dalam bercerita (storytelling).<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-14 02:49:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2092970599</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fathurachman007</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2092973919</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pemanfaatan Media Sosial Tiktok Sebagai Media Promosi Industri Kuliner Di Yogyakarta Pada Masa Pandemi Covid-19</strong> <br><br>- Penulis: Chriswardana Bayu Dewa dan Lina Ayu Safitri <br>- Tahun: 2021<br>- Latar Belakang: Penelitian ini membahas untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadikan Tiktok sebagai media promosi yang efektif pada masa pandemi Covid-19 <br>- Metode: <strong>Penelitian kualitatif dengan pendekan kontruktivis. </strong>Objek penelitiannya adalah pemanfaatan media sosial Tik tok sebagai media promosi yang dilakukan oleh&nbsp; Javafoodie dalam mendukung industri kuliner Yogyakarta. Nama pengguna akun tik tok adalah @javafoodie.&nbsp;<br>- Hasil:&nbsp;<strong>Hasil dari pembahasan pada riset ini memperlihatkan bahwa media tiktok mampu mengangkat promosi penjualan secara efektif</strong>. Pertama, tiktok memiliki banyak user. Kedua, Tiktok mampu digunakan dan mudah digunakan oleh semua orang. Ketiga, aplikasi tiktok banyak dimiliki oleh gnereasi Y dan Z. Keempat, Banyak influencer yang mendukung promosi&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-14 02:51:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2092973919</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fathurachman007</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2092975965</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kebijakan Penggunaan Media Online Website Kompas TV Dan Youtube Untuk Menyalurkan Konten “Eksklusif Digital” Kompas TV</strong>&nbsp;<br><br>- Penulis: Finna Prima Handayani dan Ika Merdekawati&nbsp;<br>- Tahun: 2021<br>- Latar Belakang: Penelitian ini membahas mengenai gambaran tentang media Kompas TV yang membuat sebuah tayangan digital berbasis internet, yaitu “Eksklusif Digital” yang memanfaatkan kanal website kompas.tv dan YouTube untuk menyalurkan kontennya.&nbsp;<br>- Metode:&nbsp;<strong>Penelitian Kualitatif ini menggunakan metode</strong> <strong>Studi Kasus Intrinsik Robert E. Stake </strong>dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, studi dokumen, dan studi pustaka&nbsp;<br>- Hasil: Hasil pembahasan penelitian diperlihatkan bahwa khalayak yang saat ini cenderung lebih sering mengakses internet, dibandingkan media massa konvensional, membuat kesempatan website kompas.tv untuk dikenal khalayak luas kemungkinannya besar.&nbsp;<br><br></div><div>Menurut peneliti bahwa pemilihan kanal website kompas.tv dan YouTubesebagai medium penyaluran konten “Eksklusif Digital” sudah tepat. Pertama, di lihat dari sisi website kompas.tv, tujuan menyalurkan konten “Eksklusif Digital” yaitu ingin memperkenalkan website kompas.tv kepada khalayak.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-14 02:53:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2092975965</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Analisis Framing Pemberitaan Bom Sarinah Di Kompas.com dan Merdeka.com</title>
         <author>ginaragemi10</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2098467714</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Penulis:&nbsp; Kumala Citra Somara Sinaga&nbsp;</li><li>Metode: Analisis Framing Model Zhongdang Pan dan Koscki</li><li>Teori: Paradigma Konstruksionis</li><li>Hasil: Menggunakan perangkat struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, peneliti menemukan bahwa Kompas.com lebih menonjolkan sisi humanis dan tidak <em>cover both side, </em>hanya mengundang pihak kepolisian sebagai narasumber, sedangkan media Merdeka.com mengundang lebih banyak narasumber yang berada di sekitar kejadian, baik itu masyarakat sekitar maupun kepala BNPT.&nbsp;</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://media.neliti.com/media/publications/116185-ID-analisis-framing-pemberitaan-bom-sarinah.pdf" />
         <pubDate>2022-03-16 17:01:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2098467714</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Analisis Framing Pemberitaan Kasus Kekerasan pada Orientasi Pengenalan Kampus </title>
         <author>ginaragemi10</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2098473821</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Penulis: Eriyanto Dwi Mutiara</li><li>Metode: Analisis Framing Model Robert M. Entman menggunakan paradigma konstruktivis</li><li>Hasil: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana kasus OSPEK dibingkai dalam pemberitaan media Liputan6.com dan Detik.com menggunakan perangkat <em>define problem, diagnose causes, make moral judgement, </em>dan <em>treatment recommendation</em>. Dalam pemberitaan, terdapat pembeda pada pemberitaan di dua portal berita itu adalah pada Liputan6.com, narasumber yang dipilih berdasarkan sumber yang kredibel sedangan pada Detik.com lebih mengedepankan pihak yang berkuasa, yaitu pihak kampus. Namun keduanya menggunakan kata yang serupa pada judul berita serta kedua portal berita tersebut membingkai OSPEK sebagai tindakan yang negatif dan perlu dihindari.&nbsp;</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="http://jurnal.unsyiah.ac.id/JKG/article/view/16594/13207" />
         <pubDate>2022-03-16 17:04:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2098473821</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Analisis Framing Berita Model Robert Entman Terkait Citra Prabowo Subianto di Republika.co.id</title>
         <author>ginaragemi10</author>
         <link>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2098487186</link>
         <description><![CDATA[<div>Penulis: Launa<br>Metode: Analisis Framing Model Robert M. Entman dengan Paradigma Konstruksi Sosial dengan Pendekatan Deskriptif-Interpretatif <br>Hasil: Pembingkaian dilakukan dengan menggunakan 4 perangkat yaitu <em>define problem, diagnose causes, make moral judgement, </em>dan <em>treatment recommendation. </em>Pada portal berita Republika.co.id, Prabowo Subianto (PS) dibingkai memiliki citra diri dan citra kepimimpinan yang positif karena dari sisi intelektual, PS dikonstruksi sebagai sosok yang cerdas, berinterritas, visioner, tegas, nasionalis, dan peka.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-16 17:12:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maimonh/87r6euhby65jhqow/wish/2098487186</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
