<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Der Gott der Stadt by Larasati Sofia Taneke</title>
      <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702</link>
      <description>Setelah melihat dan memahami materi yang disajikan, analisislah jiwa jaman puisi  „Der Gott der Stadt&quot; karya Georg Heym.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-29 15:25:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-05-04 04:58:47 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4da.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Gedicht</title>
         <author>larasatisofia690</author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1364569827</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/dLUnQFLdhX8" />
         <pubDate>2021-03-29 15:35:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1364569827</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Materi Tambahan</title>
         <author>larasatisofia690</author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1482643690</link>
         <description><![CDATA[<div>Apabila teman-teman ingin mempelajari lebih dalam mengenai materi, kalian bisa mengakses video dibawah ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/dQ5cIfl0640" />
         <pubDate>2021-05-02 16:01:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1482643690</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Materi Tambahan</title>
         <author>larasatisofia690</author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1482652444</link>
         <description><![CDATA[<div>Apabila teman-teman ingin mempelajari lebih dalam mengenai materi, kalian bisa mengakses video dibawah ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/gPxfeVoNvJM" />
         <pubDate>2021-05-02 16:06:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1482652444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hamdan Khoiru Abdillah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488183923</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi “Der Gott der Stadt” oleh Georg Heym, diterbitkan pada tahun 1910, berhubungan dengan hubungan antara kota-kota yang sedang berkembang, yang merupakan karakteristik Ekspresionisme, dan industrialisasi yang maju dan pergolakan sosial yang diakibatkannya pada awal abad ke-20. Georg Heym menggunakan sarana dan tema puisi Ekspresionis untuk menggambarkan perasaan putus asa di era ini. Kota ini digambarkan sebagai tempat yang ditandai dengan kekerasan dan kehancuran yang tidak dapat dihindari.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:41:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488183923</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alisia Baitul</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488186178</link>
         <description><![CDATA[<div>Isi dari puisi tersebut yang banyak dituliskan mencerminkan masa kelam dimana banyak terjadi kerusakan. Terdapat kata seperti ''dunkel'' yang bisa menjelaskan bahwa saat itu jaman yang gelap.&nbsp; Masalah sosial yang dijelaskan dalam puisi tersebut menggambarkan ciri dari jaman Expressionismus, dimana berlawanan dengan jaman Naturalismus. Dewa dalam puisi hanya menyaksikan kerusakan kota. Bahasa yang di gunakan sangat ekspresif sehingga pembaca dapat membayangkan hal yang terjadi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:43:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488186178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asiyah Wulansari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488190550</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi “Der Gott der Stadt” oleh Georg Heym mengisahkantentang dewa yang kuat, pemarah, dan pemarah bernama Baal, yang menghancurkan seluruh kota dengan kobaran api yang dahsyat. subjek penyair dan penulis berurusan dengan - kekejaman kota besar. dalam penulisannya banyak menggunakan metafora dan neologisme. contohnya kata sifat seperti "schwarz", "großen", dan "dunkle" digunakan untuk menjelaskan situasi yang suram. puisi ini menceritakan era industrialisasi yang digambarkan dengan orang menjadi tidak penting dan industri dan massa rakyat menjadi lebih dan lebih penting."Der Schlote Rauch, die Wolken der Fabrik" penggantian dengan mesin.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:45:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488190550</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putri Rahayu Ningtyas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488192086</link>
         <description><![CDATA[<div><br>&nbsp;Puisi Der Gott Der Stadt oleh Georg Heym ini ditulis antara tahun <a>1910</a> dan <a>1911</a> yang menceritakan tentang sisi gelap kota yang mana merupakan simbol dari 'Gott der Stadt.' Diceritakan dalam puisi ini, Tuhan yang mengawasi kota saat malam hari dari atap sebuah bangunan dan membiarkan kota terbakar hingga matahari terbit.&nbsp; Puisi ini cocok dengan ciri zaman Expressionismus karena menggambarkan kerusakan dan memiliki bahasa yang sangat ekspresif.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:46:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488192086</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jimmy Reynaldi</title>
         <author>jimmyreynaldi44</author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488192551</link>
         <description><![CDATA[<div>Subjek puisi "Gott der Stadt" karya Georg Heym adalah sisi gelap kota, yang menjadi simbol. Puisi ini menceritakan tentang dewa Baal, yang mengamati kota dari atap blok kota pada malam hari dan membiarkan jalan terbakar saat fajar. Menurut analisis saya, puisi ini termasuk kedalam Expressionismus, karena tidak estetik dan artistik. Selain itu, penggunaan bahasa yang modern dan metafora terlihat pada teks puisi tersebut.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:46:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488192551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488193597</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi "Der Gott der Stadt" oleh Georg Heym tahun 1910 adalah puisi dari era Ekspresionis yang bertemakan kehancuran yang menggambarkan kota besar dengan kebisingan dan keresahan dan kota itu sebagai tempat yang sangat suram, di mana hal yang sama berulang kali terjadi pada hari itu. Puisi tersebut memiliki gaya khas ekspresionisme untuk menggambarkan sikap negatif terhadap kota, menggunakan berbagai majas seperti hiperbola, personifikasi dan metafora. Contohnya yaitu pada kalimat „der schwarze Türme Meer“ untuk menggambarkan perluasan kota yang sangat besar.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:47:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488193597</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rindang Rahma Juninda</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488193622</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi “Der Gott der Stadt” karya Georg Heym menceritakan tentang sebuah kota yang mulai dijelaskan di awal bait dengan kalimat&nbsp; „<em>Auf einem Häuserblocke sitzt er breit“</em> yang berarti sedang duduk di atas blok rumah, merupakan sebuah ciri dari jaman expressionismus. Pada bait selanjutnya juga dituliskan „<em>Die großen Städte knien um ihn her</em>” yang berarti kota-kota besar berlutut disekeklilingnya. Makna yang ada di dalamnya yakni kota besar, yang di mana kota besar ini sering muncul dalam jaman expressionismus yang berkaitan dengan masalah sosial dan urbanisasi serta industrialisasi.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:47:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488193622</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Deva Natasya</title>
         <author>devanatasya1902416</author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488196073</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi “Der Gott der Stadt” karya Georg Heym ini termasuk dalam puisi karakteristik zaman Expressionismus, puisi ini terbagi me jadi 5 bait dan mensubjekan sisi gelap kota yang menunjukan dewa Ball sebagai simbol dewa kota. Sesuai dengan marmale puisi ini sangat dingin, reaksinya mengenai kerusakan dan amarah serta mengarah pada kehancuran jalan dengan api seperti pada bait ke 5 baris ke 3-4 “Ein Meer von Feuer jagt-Durch eine Straße.”</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:49:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488196073</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ade Panca Anugrah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488197917</link>
         <description><![CDATA[<div>Georg Heym membuat puisi berjudul “Der Gott der Stadt” yang memiliki karakteristik Ekspresionisme, industrialisasi yang maju, juga pergolakan sosial yang diakibatkan pada awal abad ke-20 pada tahun 1910. Georg menggunakan tema puisi yang ekspresionis untuk menggambarkan perasaan putus asa pada era ini, dengan kota yang digambarkan sebagai tempat penuh kekerasan dan kehancuran. Saya rasa puisi ini betul berada di zaman Expressionismus.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:50:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488197917</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Leo Lirnada</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488197961</link>
         <description><![CDATA[<div>Der Gott der Stadt dapat dikatakan tergolong kedalam sebuah karya&nbsp; pada masa Ekspresionisme yang isinya merupakan ekspresi/kritik Georg Heym kepada&nbsp; kondisi kota besar(kebisingan,kerusuhan, krtik terhadap peradaban dan kondisi penduduk kota) ini sesuai dengan jiwa jaman expressionismus yang waktu itu sedang terjadi industrialisasi,inflasi dan masalah masalah sosial dan urbanisasi . Bahasa yang digunakan juga ekspresif.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:50:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488197961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fandi Rahmanta Putra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488198324</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi karya Georg Heym berjudul "Der Gott der Stadt" menggambarkan sebuah perasaan putus asa. Kota digambarkan sebagai tempat yang suram dan gelap. Kekerasan serta kehancuran yang terjadi tidak dapat dihindari. Salah satu ciri literatur pada masa itu yang berkaitan dengan karya ini adalah penggunaan bahasa yang modern dan ekspresif.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:50:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488198324</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizky Anugerah Lestari </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488198812</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi "Der Gott der Stadt" karya Georg Heym kesustraan jerman pada zaman Expressionismus yang saya lihat bercerita tentang masalah sosial yang menggambarkan suasana di negaranya, Vom Abend glänzt der rote Bauch dem Baal,Die großen Städte knien um ihn her. Ciri karya nyaa juga mengexpresikan keadaan sosial dgn bahasa kiasan der Glutqualm braustUnd frisst sie auf, bis spät der Morgen tagt..</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:50:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488198812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sharen Annida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488200740</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi Der Gott der Stadt karya Georg Heym ini adalah puisi yang mencerminkan zaman Expressionalismus. Puisi ini menceritakan tentang Dewa Baal sebagai simbol dewa kota. Dewa Baal mengamati dari atas atap bagaimana seisi kota hancur. Merkmale dari zaman Expressionalismus sangat terlihat dari majas yang ditulis dalam puisi ini. Misal warna merah berarti neraka serta warna hitam yang berarti kehancuran. Puisi ini ditulis antara tahun 1910-1911. Kehancuran di sini mungkin sesuai dengan urbanisasi yang terjadi di zaman Expressionalismus yang dimana banyak masyarakat yang bunuh diri, serta berbagai kejahatan lainnya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:52:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488200740</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sultan Faiza Zahran Mp</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488200951</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi Der Gott der Stadt menggambarkan tentang kehancuran dan menggunakan bahasa yang menggambarkan banyak sekali ekspresi dan menggambar suasana kota yang sepi, hancur serta atmosfer yang gelap serta tidak nyaman.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:52:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488200951</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bayu Yulio</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488201609</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi "der Gott der Stadt'' karya Georg Heym merupakan sebuah karya yang diciptakan pada periode Expressionismus.&nbsp; Menurut saya, puisi ini menceritakan suatu hal yg kacau, ketakutan, atau hal2 negatif yg mengancam, seperti pada potongan "Der dunkle Abend wird in Nacht betäub". Puisi ini ditulis dengan banyak metafora dan dengan gaya bahasa yang ekspresif yang sesuai dengan periode Expressionismus.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:52:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488201609</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kaffana </title>
         <author>kaffanaaudina183</author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488201988</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi bejudul "Der Gott der Stadt" oleh Georg Heym, menceritakan tentang kehancuran sebuah kota. Kata kata dalam puisi memiliki makna yang suram dan negatif. dan hal tersebut merupakan ciri khas saastra dari zaman ekspresionis yaitu kematia, kerusakan, dan kemunduran. Kata kata dalam puisi ini juga banyak menggunakan berbgai macam majas, salah satunya adalah "Die Stürme flattern, die wie Geier schauen".</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:52:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488201988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Talitha Istiazah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488203070</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi ekspresionis "Der Gott der Stadt" oleh Georg Heym, berkisah tentang dewa pemarah bernama Baal, yang menjadikan penduduk kota sebagai subjeknya. Karya tersebut menunjukan ciri pada zaman Expressionismus&nbsp; karena puisi ini sangat ekspresif .</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-05-04 04:53:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488203070</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alivia Pratama Eka Suci</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488211085</link>
         <description><![CDATA[<div>Puisi yang berjudul "Der Gott der Stadt" karya Georg Heym menceritakan tentang dewa pemarah bernama Baal yang digambarkan menggunakan bahasa yang sangat ekspresif,sesuai dengan karakteristik zaman Expressionismus.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-05-04 04:58:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/larasatisofia690/72zsjwwuhuefnf89702/wish/1488211085</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
