<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan kesultanan gowa. by Syiva Ardila Puryani Putri</title>
      <link>https://padlet.com/oa181027/7r19bd8xv2qt8hhh</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-06 23:49:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-30 12:54:25 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas pandang kesultanan gowa. </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/7r19bd8xv2qt8hhh/wish/2285465380</link>
         <description><![CDATA[<div>Kerajaan Gowa Tallo merupakan kerajaan bercorak Islam terbesar di Sulawesi Selatan. Kerajaan Gowa Tallo berdiri sekitar abad ke-16. Kerajaan Gowa Tallo dikenal juga dengan Kerajaan Makassar.<br>Kerajaan Gowa-Tallo adalah kerajaan gabungan dari Kerajaan Gowa serta Kerajaan Tallo yang dimiliki oleh dua bersaudara. Pada pemerintahan Raja Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi Khallona, kedua kerajaan ini dipersatukan.<br><br>Gowa dan Tallo bersatu atas dasar kesepakatan, sehingga rakyatnya tidak memihak siapapun namun memiliki dua raja yang masing-masing punya wilayah kekuasaan.<br>Kerajaan Gowa Tallo mencapai puncak kejayaannya saat berada di bawah pimpinan Sultan Hasanuddin pada 1653-1669. Raja Gowa ke-16 yang juga bergelar pahlawan nasional ini berhasil memajukan pendidikan dan kebudayaan Gowa Tallo.<br><br>Sosok Sultan Hasanuddin yang berjuluk Ayam Jantan dari Timur ini dikenal tidak mudah terpengaruh oleh asing. Dia juga menentang keras kehadiran VOC saat menguasai sebagian kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 23:55:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/7r19bd8xv2qt8hhh/wish/2285465380</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang perlawanan </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/7r19bd8xv2qt8hhh/wish/2285467800</link>
         <description><![CDATA[<div>Kejayaan Gowa-Tallo ketika berada dibawah pemerintahan Sultan Hasanuddin (1653-1669 M) membuat posisi VOC di kawasan Indonesia Timur menjadi terancam. Latar belakang perlawanan Gowa-Tallo terhadap VOC, yaitu VOC menginginkan hak monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur serta VOC melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang akan berlabuh di Somba Opu.</div><div>Untuk menghadapi tindakan VOC yang semena-mena, Sultan Hasanudin memperkuat pasukan dengan memerintahkan kerajaan bawahan di Nusa Tenggara untuk mengirimkan prajuritnya. Sedangkan di sisi lain, VOC menggunakan politik <em>devide et Impera</em> dengan meminta bantuan Arung Palaka dari Kesultanan Bone. Arung Palaka menerima permintaan dari VOC dengan alasan ingin membalas kekalahannya atas Gowa-Tallo dan merebut kembali kemerdekaan Bone.</div><div>Dengan demikian, latar belakang&nbsp; terjadinya perlawanan Gowa atau Makassar adalah VOC menginginkan hak monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur dan VOC melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang akan berlabuh di Somba Opu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 23:58:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/7r19bd8xv2qt8hhh/wish/2285467800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya perlawanan </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/7r19bd8xv2qt8hhh/wish/2285469869</link>
         <description><![CDATA[<div>VOC dibawah JC Speelman membawa sekitar 1900 prajurit dan 21 armada kapal perang. Ditambah lagi pasukan dari Bone dibawah pimpinan Arung Palaka.</div><div>Pertempuran berlangsung sengit selama 4 bulan dan Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya yang intinya berisi :</div><ul><li>VOC diperbolehkan memonopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur</li><li>Semua orang asing diusir dari Gowa-Tallo, kecuali VOC</li><li>Gowa-Tallo mengganti biaya kerugian perang</li><li>Beberapa wilayah kekuasaan Gowa-Tallo diserahkan kepada VOC</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 00:00:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/7r19bd8xv2qt8hhh/wish/2285469869</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir perlawanan </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/7r19bd8xv2qt8hhh/wish/2285473533</link>
         <description><![CDATA[<div>Sultan Hasanudin pada awal 1668 membatalkan perjanjian Bongaya yang sangat merugikan Gowa-Tallo. Pada 1669, Arung Palaka menyerang benteng Somba Opu dengan kekuatan sekitar 7.000-8.000 pasukan.</div><div>Arung Palaka dapat menaklukan benteng Somba Opu dan Sultan Hasanudin beserta pasukannya melarikan diri hingga meninggal pada tahun 1670</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 00:04:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/7r19bd8xv2qt8hhh/wish/2285473533</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
