<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>SEJARAH INDONESIA by 06_ANNA RASHIDA NURFAIZA</title>
      <link>https://padlet.com/annarashida2103/7k0bg9mvnpfad39j</link>
      <description>Kehidupan Politik dan Ekonomi Indonesia Pada Masa Awal Kemerdekaan, Masa Demokrasi Liberal</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-03 02:44:19 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-09-03 04:21:27 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>annarashida2103</author>
         <link>https://padlet.com/annarashida2103/7k0bg9mvnpfad39j/wish/1714350588</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Latar Belakang</strong><br>Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia<em> </em>belum dapat sepenuhnya merasakan kemerdekaan.<br><br><strong>2. Kondisi Kehidupan Indonesia Awal<br>Kemerdekaan</strong><br><br>Secara politik, keadaan Indonesia di awal kemerdekaan <mark>belum mapan, terjadi ketegangan, kekacauan dan berbagai insiden.</mark> Sebab ada pihak asing yang tidak ingin Indonesia merdeka.<br><br>Mengingat ada perubahan<br>dan perkembangan yang terjadi pada masa itu. Ketidakstabilan itu disebabkan oleh faktor faktor sebagai berikut:<br><br><strong>a. Faktor Internal (dari dalam), antara lain:</strong><br>Adanya persaingan antar partai politik yang berbeda ideologi untuk<br>menjadi partai yang paling berpengaruh di Indonesia.<br><br><strong>b. Faktor Eksternal (dari luar), antara lain:</strong><br>Kedatangan Sekutu (Inggris) yang di boncengi NICA (Belanda) yang ingin<br>kembali menjajah Indonesia,menimbulkan pertempuran di berbagai daerah.<br><br><strong>3. Perkembangan Kehidupan Politik Bangsa Indonesia pada Awal Kemerdekaan Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia</strong><br><br>Para pemimpin bangsa Indonesia terus berjuang membenahi tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.<br><br><strong>4. Pembentukan Alat Kelengkapan Negara dan Pemerintahan<br></strong><br>1) Pembentukan Lembaga Kementrian (Departemen)<br>2) Pembentukan Komite Nasional Indonesia dan Daerah<br>3) Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanan Negara<br>4) Pembentukan Lembaga Pemerintahan di Daerah<br><br>Perpindahan Ibu Kota Negara sampai dengan awal tahun 1946, keadaan ibukota negara sudah <mark>semakin kacau, pemerintah terus didesak dan diteror oleh kekuasaan asing.</mark><br><br>Oleh karena itu pemerintah merencanakan untuk memindahkan ibu kota negara ke luar Jakarta. Akhirnya Ibu Kota pindah ke Yogyakarta pada tanggal 14 Januari 1946.<br><br><strong>5. Konflik Indonesia – Belanda hingga Pengakuan Kedaulatan Perjuangan<br>Bangsa Indonesia <br></strong><br>Setelah Proklamasi kemerdekaan dikumandangkan ternyata belum selesai. Bangsa Indonesia harus berhadapan dengan bangsa Belanda yang berusaha untuk kembali ke Wilayah RI.<br><br>Untuk mendapatkan kembali daerah daerah yang diduduki, Bangsa Indonesia <mark>menempuh jalan peperangan dan perundingan.</mark><br><br>Upaya yang dilakukan antara lain melalui:<br>1) Perundingan Linggajati<br>2) Menghadapi Agresi Miter Belanda 1<br>3) Perundingan Renville<br>4) Menghadapi Agresi Militer Belanda II<br>5) Perundingan Room Roijen<br>6) Melaksanakan Konferensi Inter Indonesia sebelum mengikuti KMB<br>7) Mengikuti Konferensi Meja Bundar (KMB)<br><br><strong>6. Berdirinya Republik Indonesia Serikat<br>Republik Indonesia (RIS)</strong><br><br>Republik Serikat Indonesia (RIS) lahir atas hasil konferensi Meja Bundar (KMB) Yang dilaksanakan di Den Haag pada <mark>tanggal 2 November 1949.</mark><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; <br>Pada saat itu Republik Indonesia Serikat (RIS) terbagi kedalam 7 negara bagian dan 9 satuan kenegaraan yang kemudian memisahkan masing-masing kekuasaan daerah. Republik Indonesia Serikat (RIS) yang berbentuk negara federal memecah belah persatuan bangsa.<br><br>Pembentukan negara-negara bagian yang disebut sebagai negara-negara boneka <mark>sebenarnya hanyalah siasat Belanda untuk menghancurkan kembali Republik<br>Indonesia</mark>, namun negara-negara boneka yang pada awalnya dibentuk untuk melemahkan kekuatan Republik Indonesia justru berbalik arah dan menginginkan Republik Indonesia Serikat (RIS) kembali ke NKRI.<br><br><strong>7. Pembubaran RIS dan Kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)</strong><br><br>Pada Januari 1950 munculah gagasan untuk pembubaran RIS dan hal<br>tersebut disikapi positif oleh negara-negara bagian termasuk Republik<br>Indonesia Serikat (RIS). Sayangnya untuk kembali ke NKRI tidak semudah<br>membalikan telapak tangan, pemerintahan RIS beserta parlemen-parlemen yang ada didalamnya <mark>tidak memiliki hak dan wewenang</mark> untuk membubarkanya.<br><br><strong>8. Perkembangan Kehidupan Ekonomi Bangsa Indonesia pada Awal Kemerdekaan</strong><br><br>Keadaan ekonomi Indonesia pada akhir kekuasaan Jepang dan pada<br>awal berdirinya Republik Indonesia sangat kacau dan sulit. Latar belakang<br>keadaan yang kacau tersebut disebabkan karena :<br><br></div><div>-Indonesia pada saat merdeka belum memiliki pemerintahan yang<br>baik. Belum ada pejabat khusus.<br>-Sebagai negara baru Indonesia belum mempunyai pola dan cara untuk<br>mengatur ekonomi keuangan yang mantap.<br>-Kondisi keamanan dalam negeri sendiri tidak stabil akibat sering<br>terjadinya pergantian kabinet.<br><br><strong>9. Perkembangan Kehidupan Politik dan Ekonomi Bangsa Indonesia Pada Masa Demokrasi Liberal</strong><br><br>Ketika pemerintahan Republik Indonesia Serikat dibubarkan pada Agustus 1950, RI kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada era Demokrasi Liberal yang berlangsung dari 1950-1959 ada 7 kabinet yang memegang pemerintahan, sehingga hampir <mark>setiap tahun terjadi pergantian kabinet.</mark> Pada era ini juga, Indonesia menjalankan pemilihan umum pertama.<br><br><strong>10. Sistem Pemerintahan Pada Masa Demokrasi Liberal Indonesia</strong><br><br>Sampai dengan tahun 1950an telah menjalankan dua sistem pemerintahan yang berbeda, yaitu sistem presidensial dan sistem parlementer.<br><br><strong>11. Perkembangan Kehidupan Ekonomi Bangsa Indonesia pada Awal Kemerdekaan</strong><br><br>Pemikiran Ekonomi Nasional<br>Pemikiran ekonomi pada 1950an pada umumnya merupakan upaya mengembangkan struktur perekonomian kolonial menjadi perekonomian<br>nasional.<br><br>Program yang dibuat antara lain:<br>Mencadangkan impor barang-barang tertentu bagi kelompok bisnis pribumi,<br>serta membuka kesempatan bagi para pedagang pribumi membangun<br>basis modal di bawah perlindungan pemerintah. Selain tujuan tersebut, juga<br>untuk menumbuhkan kaum pengusaha pribumi agar mampu bersaing.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-03 02:46:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/annarashida2103/7k0bg9mvnpfad39j/wish/1714350588</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
