<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perkembangan Peserta Didik by PRISCA AULIA</title>
      <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-09-19 00:36:27 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-11-07 02:22:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f468-1f469-1f467-1f466.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Wawancara</title>
         <author>dedyzain2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778892253</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pengertian</strong> </p><ol><li><p>Menurut&nbsp;<em>KBBI,</em> wawancara&nbsp;adalah&nbsp;tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal</p></li><li><p>Menurut Bungi (2013, 133) wawancara merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan orang yang diwawancara.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:14:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778892253</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Studi kasus </title>
         <author>firdausferdiansyah2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778892439</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pengertian</strong> studi kasus merupakan penelitian tentang suatu kasus yang setiap prosesnya dilakukan secara rinci, tajam, dan mendalam. Kasus di sini bisa berupa individu, kelompok, organisasi, maupun lembaga. Penelitian studi kasus dapat membantu penulis untuk mengidentifikasi masalah utama pada suatu kasus, sehingga peneliti bisa melakukan identifikasi berbagai masalah dan menentukan masalah yang menjadi masalah utama dari suatu kasus.</p><p><br/></p><p>Contoh</p><p>Contoh studi kasus yaitu dari Tony Dwi Susanto (2020) yang berisi:</p><p>Penelitian yang berjudul "Proses Adopsi Video Online: Studi Kasus YouTube di Kalangan Generasi X", akan memperoleh gambaran lengkap bagaimana Generasi X (kelahiran 1960-an) kecanduan menggunakan YouTube, maka si peneliti melakukan pengumpulan data dalam bentuk:</p><p>1. Observasi, dengan menganalisis perilaku pengguna, data berupa kuantitatif, tapi data perilaku bersifat kualitatif</p><p>2. Meminta pengguna YouTube membuat catatan yang dia lakukan dan perasaannya terkait aplikasi YouTube. (Alasan, penyebab, dan faktor lainnya).</p><p>3. Mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan semua partisipan penelitian.</p><p>4. Melakukan wawancara satu per satu dengan partisipan untuk mengetahui lebih lanjut setiap karakter.</p><p>5. Partisipan harus mengisi Questionnaire Survey dengan Skala Likert. Jika data sudah terkumpul, lalu akan dianalisis secara keseluruhan oleh peneliti.</p><p><br/></p><p><strong>Kelebihan</strong> : untuk pengembangan teori yang baru dan pemahaman yang lebih lanjut akan hal hal yang tercantum dalam tori tersebut  pemahaman yang mendalam dan eksplorasi dalam hak konteks yang unik , dukungan untuk penelitian awal dengan mencari lebih banyak topik yang belum dipelajari , konteks nyata dan implementasi secata langsung serta relevansi yang tinggi di kehidupan sehari hari </p><p><br/></p><p><strong>Kekurangan</strong> : waktu dan biaya yang digunakan sangat signifikan dan terus menerus karena pemahaman yang cermat dalam analisis fenomena tertentu , keterbatasan data yang cukup relevan yang mencakup beberapa hal yang dibutuhkan dalam penelitian ini , tingkat kepercayaan yang lebih rendah karena beberapa orang menganggap metode ini ada yang kurang efektif dalam penggunaan nya , </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:14:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778892439</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Non tes</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778908353</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengertian: teknik nontes adalah pengumpulan data dalam penelitian yang tidak melibatkan pengukuran numerik/ perhitungan statistik. Teknik ini didasarkan pada pngamatan dan deskripsi subjek atau objek penelitian.</p><p>Kekurangan: </p><ol><li><p>Subjektivitas: hasil dari teknik non tes dapat dipengaruhi oleh sudut pandang penelitian atau bias pengamat</p></li><li><p>Keterbatasan dalam generalisasi: data yang diperoleh dari teknik non tes sering kali sulit untuk di generalisasi kepopulasi ke lebih besar.</p></li><li><p>Waktu dan biaya: beberapa teknik tidak memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup besar.</p></li></ol><p>Kelebihan:</p><ol><li><p>Mendalam: teknik non tes memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena yang lebih mendalam dan detail</p></li><li><p>Fleksibilitas: teknik ini dapat digunakan dalam berbagai konteks penelitian </p></li><li><p>Berguna untuk penelitian kualitatif: teknik nontes sangat berguna dalam penelitian kualitatif, Diaman fokus utamanya adalah pemahaman mendalam daripada pengukuran kuantitatif.</p></li></ol><p>Contoh teknik non tes: </p><ol><li><p>Wawancara : mengajukan pertanyaan kepada individu atau kelompok untuk memperoleh informasi tentang pengalaman,pandangan,atau pengetahuan mereka.</p></li><li><p>Observasi: mengamati perilaku,kejadian,atau objek penelitian tanpa campur tangan aktif</p></li><li><p>Analisis dokumen: mengumpulkan data dari dokumen tertulis seperti surat kabar,laporan,atau arsip sejarah</p></li><li><p>Studi kasus: menyelidiki secara mendalam satu atau beberapa kasus untuk memahami fenomena yang lebih luas.</p></li><li><p>Survey kualitatif: menggunakan pertanyaan terbuka dalam survey untuk mendapatkan wawasan tentang pendapat atau pengalaman responden.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:24:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778908353</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778931541</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Tes Intelejensi</strong></p><p>Tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan numerik (logika berhitung), figural (penalaran), verbal, dan kemampuan berpikir logis serta analitis seseorang secara simultan. Tujuannya digunakan untuk mengukur kemampuan individu dalam memecahkan suatu masalah, berpikir, dan beradaptasi dengan situasi baru.</p><p><br></p><p>Contohnya</p><ul><li><p>Intellectenz Structural Test (IST) Dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt am Main, Jerman sekitar tahun 1953. Berisi 9 subtes dengan 176  soal. Waktu pemrosesan sekitar 90 menit. Ada instruksi  berbeda untuk setiap tes. Tes Ini harus dilakukan oleh penguji yang berpengalaman melakukan pengujian IST ini. IST merupakan tes yang cukup kompleks dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dapat digunakan untuk mengetahui total IQ berdasarkan subtes.</p></li><li><p>Tes Kecerdasan Budaya (CFIT) Fair  Jenis tes kecerdasan yang kedua adalah tes CFIT. Pertama kali dikembangkan pada tahun 1940 oleh Raymond B. Cattell. Tes ini membutuhkan waktu  lebih sedikit dibandingkan tes IST,  hanya membutuhkan waktu 30 menit. Tes ini dibagi menjadi dua komponen (menurut Cattell), yaitu kecerdasan cair (kecerdasan bawaan) dan kecerdasan terkristalisasi (kecerdasan yang  dipengaruhi oleh lingkungan).</p></li><li><p>Cetakan Progresif Standar (SPM) Dirancang pada tahun 1936 oleh J.C Raven dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1938.</p><p>Berisi 60 pertanyaan dalam 5 rentang (A-E). Digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan pada orang dewasa. Mengungkap unsur-unsur umum yang merupakan kemampuan umum  seseorang. Waktu pelayanan SPM ini sekitar 25 menit.</p></li><li><p>Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS)</p><p>Dikembangkan oleh David Wechsler tahun 1955. Tes ini dikerjakan secara individu untuk usia 16-75 tahun atau lebih. Terdiri atas 2 Sub-Bagian yakni Verbal dan Performance yang dibagi lagi menjadi 11 subtes.</p></li><li><p>Tes Binet</p><p>Pertama kalinya dipublikasikan di Paris tahun 1905. Dikembangkan oleh Alfred Binet. Digunakan untuk mengukurkemampuan mental seseorang.</p></li><li><p>Intelegensi Kolektif Indonesia (TIKI)</p><p>Jenis tes intelegensi selanjutnya adalah Tes TIKI. Hasil kerjasama antara Indonesia dan Belanda. Digunakan untuk melihat standar intelegensi masyarakat Indonesia. Tes ini sendiri telah disesuaikan dengan norma dan kebiasaan orang Indonesia sehingga lebih akurat. Terbagi menjadi 3 tes yakni Dasar, Menengah, dan Tinggi.</p></li><li><p>Wonderlic Personnel Test (WPT)</p><p>Dikembangkan oleh Eldon F. Wonderlic tahun 1937. Dikembangkan dalam 5 jenis format (A-F) yang masing-masing terdiri dari 50 item soal tes dan diujikan selama 12 menit.</p></li></ul><p>Kelebihannya :</p><p>Kelebihan</p><p>&gt; Bisa Memfokuskan Bakat dan Ketertarikan Anak</p><p>Kita tahu bahwa anak-anak adalah pembelajar yang sangat tekun. mereka akan cepat belajar hal baru namun cepat juga melupakannya. Maka dari itu kelebihan tes intelegensi adalah bisa memfokuskan bakat dan ketertarikan mereka.</p><p>&gt;Bisa membantu anak temukan tujuannya</p><p>Tes intelegensi juga bisa membantu anak untuk menemukan passionnya. Sebab tanpa passion maka anak tidak bisa menjadi ahli di satu bidang tertentu. Hal ini menjadi tugas kita sebagai orang tua untuk mengarahkan mereka.</p><p>&gt; Bisa Menjadi Gambaran Karir</p><p>Tes intelegensi juga bisa menjadi gambaran bagi karir mereka kelak di kemudian hari. Meskipun ini tidak bisa menjadi acuan utama tapi setidaknya anda tahu kemana harus mengarahkan mereka serta memfasilitasinya.</p><p><br></p><p>Kekurangan</p><p>Jadi untuk kekurangan dari tes intelegensi ini adalah standarisasi yang dipakai terlalu sederhana untuk bisa memetakan kecerdasan anak. Kita tahu bahwa tes ini juga bikinan manusia sehingga ukurannya tidaklah senantiasa akurat. Itu merupakan satu dari kekurangan tes intelegensi.</p><p>Kekurangan lain adalah tes ini terlalu dijadikan patokan untuk menentukan kecerdasan. Sehingga mereka yang gagal dalam tes ini seringkali disebut minat bakatnya rendah.</p><p><br></p><p><strong>MINAT BAKAT</strong></p><p>Bakat : suatu kemampuan atau keahlian khusus yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir dan dapat dikembangkan melalui latihan dan pembinaan, Bakat dapat berupa kemampuan dalam bidang bahasa, seni, olahraga, atau bidang lainnya</p><p>Minat : kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan, atau kecenderungan jiwa yang dapat memberikan dorongan kepada individu yang menyebabkan individu itu memperhatikan, tertarik, merasa senang dan melakukan perbuatan yang disukai atau diminatin.</p><p>Minat dapat berubah sesuai dengan fase perkembangan dan pertumbuhan seseorang, dan tidak termasuk dalam sifat bawaan manusia, melainkan terbentuk melalui pertumbuhan, kematangan berpikir, proses belajar, dan pengalaman</p><p>Minat erat kaitannya dengan kepribadian, dan selalu mengandung unsur afektif atau perasaan, kognitif.</p><p>Bakat dapat berbeda dengan minat, yang lebih mengacu pada ketertarikan seseorang terhadap suatu hal</p><p>. Namun, bakat dan minat dapat saling mempengaruhi dan membantu seseorang dalam menentukan jalur karir atau pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya</p><p>Kelebihan bakat adalah kemampuan atau potensi yang dimiliki seseorang dalam suatu bidang tertentu. Mengetahui kelebihan bakat yang dimiliki dapat membantu seseorang untuk lebih mengenali dirinya sendiri dengan memahami potensi, kelebihan, serta keterbatasan yang dimilikinya</p><p>Berikut adalah beberapa kelebihan yang dapat dimiliki seseorang berdasarkan bakat yang dimilikinya:</p><p>Kemampuan khusus: Bakat abstrak, bakat mekanik, bakat relasi ruang, dan bakat kecepatan ketelitian klerikal merupakan beberapa contoh kemampuan khusus yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu</p><p>Kreativitas: Bakat seni, bakat musik, dan bakat menulis.</p><p>Kelebihan minat : </p><p>1. Meningkatkan kepercayaan diri</p><p>2. Membantu dalam memilih karir</p><p>3. Meningkatkan kualitas hidup</p><p>4. Meningkatkan produktivitas</p><p>5. Meningkatkan kreativitas</p><p>6. Meningkatkan kemampuan</p><p>7. Meningkatkan kesempatan</p><p>ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kurangnya minat dalam berbagai kegiatan, termasuk belajar. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kurangnya minat:</p><p>Faktor internal: Ini adalah faktor-faktor yang datang dari dalam diri individu, seperti kurangnya motivasi, ketakutan, atau kemampuan yang rendah</p><p>Faktor eksternal: Ini adalah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan, seperti kurangnya sumber daya, kualitas pengajaran yang buruk, atau kurangnya dukungan dari keluarga dan teman</p><p>Kekurangan bakat adalah hal yang umum dialami oleh manusia. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dalam berbagai hal, termasuk dalam intelegensi dan bakat Namun, kelemahan seseorang mungkin sesungguhnya adalah kekuatan terbesarnya Oleh karena itu, penting untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri agar dapat mengasah bakat yang dimiliki dan memanfaatkannya secara maksimal</p><p><br></p><p><strong>TEST</strong></p><p>Asesmen Psikologi adalah proses evaluasi individu yang meliputi tes psikologi dan wawancara untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki individu dalam rangka kebutuhan penilaian potensi psikologis dan pengembangan pegawai. Assesment dalam bimbingan konseling sendiri dibedakan menjadi dua yaitu assesment teknik tes dan assesment non tes. Dalam diskusi kali ini kelompok satu mengambil diskusi yang berkaitan dengan assesment teknik tes. Assesment teknik tes ialah suatu prosedur sistemmatik untuk mengamati tingkah lagu dan memberikan tingkah laku itu menggunakan bantuan skala berangka (numerikal) atau kategori yang tetap. Pengukuran dengan teknik tes dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu :</p><p>a. Tes hasil belajar - assesment autentik</p><p>b. Tes psikologis - kecerdasan, bakat, dan minat vokasional.</p><p>Dalam assesment teknik tes ini terdapat kelebihan dan kekurangan, kelebihannya ialah : </p><p>Mudah disiapkan dan disusun.</p><p>-     Mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun kata dalam bentuk kalimat.</p><p>-     Dapat mengetahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu masalah yang diteskan.</p><p>Kekurangannya ialah : </p><p>-    Penilain hanya berfokus pada aspek kognitif.</p><p>-    Materi dan keterampilan yang sangat terbatas, tidak memerlukan nalar dan keterampilan pemecahan masalah</p><p>-    Tidak menilai dan menerapkan secara langsung dalam dunia nyata untuk menyelesaikannya.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:40:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778931541</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laporan Diri Non Test</title>
         <author>dinahanifa2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778936672</link>
         <description><![CDATA[<p>Laporan diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Tujuan utama yaitu untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. Meskipun demikian, hasil penilaian diri dapat digunakan guru sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai. Peran laporan diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke siswa yang didasarkan pada konsep belajar mandiri</p><p><br/></p><p>Contoh :  peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu.</p><p><br/></p><p>Kelebihan laporan diri : </p><p>1) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;</p><p>2) Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka</p><p>melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya:</p><p>3) Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur</p><p><br/></p><p>kekurangan laporan diri :</p><p>1) Subyektivitas: Laporan diri sering kali didasarkan pada persepsi dan penilaian individu secara subyektif, yang dapat mempengaruhi keakuratan dan obyektivitas informasi yang disampaikan.</p><p>2)Potensi bias: Individu cenderung menyajikan diri mereka secara lebih positif daripada kenyataan, sehingga laporan ini dapat dipengaruhi oleh bias yang mempengaruhi pandangan diri.</p><p>3)Batasannya data: Laporan diri sering kali hanya mencakup informasi yang dipilih sendiri oleh individu, sehingga dapat mengabaikan aspek-aspek tertentu yang mungkin relevan dalam konteks tertentu.</p><p>4)Keterbatasan dalam pengukuran: Informasi yang disampaikan dalam laporan diri non-tes tidak selalu dapat diukur secara kuantitatif, sehingga sulit untuk membandingkannya secara obyektif dengan data lain.</p><p>5)Kurangnya validitas: Karena laporan diri tidak selalu dapat dioperasikan secara independen, ada potensi untuk informasi yang tidak akurat atau tidak valid.</p><p>6)Rentan terhadap penipuan: Individu dapat dengan sengaja atau tidak sengaja memberikan informasi yang tidak benar dalam laporan diri mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:44:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778936672</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Wawancara</title>
         <author>dedyzain20_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778936698</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Wawancara dengan Petani Beras di Desa Sukamaju</strong></p><p><strong>Hari Tanggal&nbsp;&nbsp;&nbsp; : </strong>Selasa, 7 November 2023</p><p><strong>Tempat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : </strong>Desa Sukamaju</p><p><strong>Narasumber&nbsp;&nbsp; : </strong>Budi Hartono</p><p><strong>Pewawancara : </strong>Dedy Zain Mochtar Asri</p><p>Dedy: Selamat pagi, Pak Budi. Terima kasih telah bersedia untuk diwawancarai. Apakah Anda bisa memperkenalkan diri singkat?</p><p>Petani Budi: Selamat pagi juga. Saya Budi, petani beras dari desa Sukamaju.</p><p>Dedy: Baik, Pak Budi. Apakah Anda bisa bercerita sedikit tentang pengalaman Anda sebagai petani beras?</p><p>Petani Budi: Tentu. Saya sudah menjadi petani beras selama lebih dari 20 tahun. Awalnya, saya hanya membantu orang tua di sawah, dan kemudian melanjutkan tradisi ini sendiri.</p><p>Dedy: Itu sungguh pengalaman yang berharga. Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi dalam bercocok tanam beras?</p><p>Petani Budi: Salah satu tantangan terbesar adalah cuaca yang tidak menentu. Kadang hujan terlalu deras, kadang panas yang berlebihan. Selain itu, juga masalah dengan hama dan penyakit tanaman yang harus kita atasi.</p><p>Dedy: Saya mengerti. Bagaimana Anda mengelola dan memanfaatkan teknologi dalam bercocok tanam beras?</p><p>Petani Budi: Saya memanfaatkan sistem irigasi modern dan menggunakan teknologi untuk memantau kondisi tanaman. Saya juga mengikuti perkembangan ilmu pertanian dan mencoba menerapkan praktik terbaik.</p><p>Dedy: Bagus. Apakah ada pesan atau saran yang ingin Anda bagikan kepada petani lain atau masyarakat umum tentang pertanian beras?</p><p>Petani Budi: Saya ingin mengatakan kepada petani lain bahwa kita harus selalu terbuka terhadap inovasi dan terus belajar. Pertanian adalah pekerjaan yang membutuhkan dedikasi dan ketekunan. Kita juga perlu menjaga lingkungan sekitar agar tetap sehat dan subur.</p><p>Dedy: Terima kasih banyak, Pak Budi, atas waktu dan pengetahuan berharga yang Anda bagikan. Semoga sukses selalu dalam usaha pertanian Anda.</p><p>Petani Budi: Terima kasih. Semoga pertanian kita semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:44:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778936698</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TIM 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778939846</link>
         <description><![CDATA[<p>Lina Amanah <a rel="noopener noreferrer nofollow">230721600691</a></p><p>Aura Julita Andiansyah <a rel="noopener noreferrer nofollow">230721601513</a></p><p>Hikmal Fahreza Agym Maulana 230721610688</p><p>Akhirul Amalia Sari <a rel="noopener noreferrer nofollow">230721610259</a></p><p>Selfika Taju <a rel="noopener noreferrer nofollow">230731608914</a></p><p>Enista Ayu Fitriyanti <a rel="noopener noreferrer nofollow">230721609813</a></p><p>Diva Shakira Muslikin <a rel="noopener noreferrer nofollow">230721605570</a></p><p>Laily Masrurotun Nisak <a rel="noopener noreferrer nofollow">230721600967</a></p><p>Fanimatul Khoiroh <a rel="noopener noreferrer nofollow">230721604005</a></p><p>Diyana Kamilah 230721609050</p><p><br/></p><p>Pengertian, Contoh, Kekurangan dan kelebihan Teknik tes yang meliputi tes intelegensi, bakat, minat, kepribadian</p><p><br/></p><p><strong>1.)Tes Intelegensi</strong> adalah salah satu kemampuan mental, pikiran, atau intelektual manusia. Inteligensi merupakan merupakan bagian dari proses-proses kognitif pada urutan yang lebih tinggi (high cognition).</p><p><br/></p><p>•Contoh dari tes intelegensi adalah tes IQ (Intelligence Quotient) yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir dan menganalisis seseorang. Tes IQ terdiri dari berbagai jenis soal, seperti soal logika, matematika, dan verbal. Tes intelegensi memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan tes intelegensi</p><p><br/></p><p>•Kelebihan Tes Intelegensi :</p><p>- Bisa membantu menemukan bakat dan ketertarikan anak.</p><p>- Bisa menjadi gambaran karir.</p><p>- Dapat meramalkan prestasi akademik.</p><p>- Dapat digunakan sebagai screening awal untuk melihat kecenderungan berpikir seseorang.</p><p>- Dapat mengungkap intelegensi seseorang dan akan dapat diketahui mengenai taraf intelegensinya.</p><p>- Dapat mengukur beragam area kecerdasan.</p><p>- Dapat diaplikasikan pada rentang usia 2 tahun ke atas.</p><p>- Mengukur secara objektif kemampuan pemahaman dan penalaran seseorang.</p><p>- Reliabilitas dan validitas kuat.</p><p><br/></p><p>•Kekurangan Tes Intelegensi :</p><p>- Standarisasi yang dipakai terlalu sederhana untuk bisa memetakan kecerdasan seseorang.</p><p>- Ukuran tes tidaklah senantiasa akurat karena tes ini juga bikinan manusia.</p><p>- Aspek yang diukur dalam tes yang berbasis teori tertentu terlalu umum.</p><p>- Tidak dapat mengukur kemampuan kreatif.</p><p>- Hanya ada satu skor IQ untuk menunjukkan kompleksitas fungsi kognitif.</p><p>- Terlalu menekankan pada tes verbal dan memori.</p><p>- Biaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis.</p><p><br/></p><p><strong>2.) Tes Bakat</strong> : Tes Bakat mucul dikarenakan adanya ketidakpuasaan pada tes intelegensi yang hanya memunculkan skor tunggal yang disebut IQ.</p><p><br/></p><p>•Contoh dari tes bakat adalah tes psikomotorik yang bertujuan untuk mengungkap bakat seseorang dalam bidang fisik dan motorik. Tes psikomotorik terdiri dari berbagai jenis tes, seperti tes koordinasi, keseimbangan, dan kecepatan.</p><p><br/></p><p>•Kelebihan Tes Bakat:</p><p>- Tes bakat muncul untuk mengurangi kelemahan tes intelegensi yang mengukur kemampuan umum seseorang.</p><p>- Dapat digunakan untuk mendeteksi kemungkinan berhasil atau tidaknya seseorang dalam bidang tertentu.</p><p>- Dapat digunakan untuk menemukan minat dan bakat yang ada dalam diri seseorang.</p><p>- Dapat membantu menemukan bakat dan ketertarikan anak.</p><p>- Dapat membantu menemukan tujuan dan gambaran karir.</p><p><br/></p><p>•Kekurangan Tes Bakat:</p><p>- Tidak dapat mengukur secara objektif kemampuan pemahaman dan penalaran seseorang.</p><p>- Tidak dapat mengukur secara akurat kecerdasan umum seseorang.</p><p>- Tidak dapat mengukur secara akurat kemampuan kreatif.</p><p>- Aspek yang diukur dalam tes bakat terlalu spesifik dan tidak mencakup semua aspek kecerdasan.</p><p>- Tidak ada standar yang jelas dalam penggunaan tes bakat.</p><p>- Tes bakat tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk menentukan keberhasilan seseorang dalam bidang tertentu.</p><p><br/></p><p><strong>3.) Tes minat </strong>adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika bebas memilih. Tiga bidang terapan hasil tes minat antara lain : Konseling Karier, Konseling Pekerjaan, Penjurusan Siswa.</p><p><br/></p><p>•Contoh dari tes minat adalah tes minat bakat yang bertujuan untuk mengetahui minat spesifik dari seseorang. Tes minat bakat terdiri dari berbagai jenis tes, seperti tes minat karir, tes minat akademik, dan tes minat hobi.</p><p><br/></p><p>Tes minat memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan tes minat</p><p><br/></p><p>•Kelebihan Tes Minat:</p><p>- Dapat digunakan untuk menemukan minat dan bakat yang ada dalam diri seseorang.</p><p>- Dapat membantu menemukan tujuan dan gambaran karir.</p><p>- Dapat membantu siswa menentukan bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat mereka.</p><p>- Dapat membantu guru meningkatkan minat siswa.</p><p>- Dapat membantu memelihara minat yang baru muncul.</p><p>- Dapat memberikan informasi tentang minat seseorang melalui kuisioner.</p><p><br/></p><p>•Kekurangan Tes Minat:</p><p>- Tidak dapat mengukur secara objektif kemampuan pemahaman dan penalaran seseorang.</p><p>- Tidak dapat mengukur secara akurat kecerdasan umum seseorang.</p><p>- Tidak dapat mengukur secara akurat kemampuan kreatif.</p><p>- Aspek yang diukur dalam tes minat terlalu spesifik dan tidak mencakup semua aspek kecerdasan.</p><p>- Tidak ada standar yang jelas dalam penggunaan tes minat.</p><p>- Tes minat tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk menentukan keberhasilan seseorang dalam bidang tertentu.</p><p><br/></p><p><strong>4.)Tes Kepribadian</strong>  sering dibatasi sebagai tes yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek kognitif, artinya aspek-aspek yang bukanabilitas dan kepribadian manusia.</p><p><br/></p><p>•Contoh dari tes kepribadian adalah MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) yang bertujuan untuk mengukur karakteristik kepribadian seseorang. Tes MBTI mengukur empat dimensi kepribadian, yaitu ekstrovert/introvert, sensing/intuisi, berfikir/merasa, dan menilai/mempersepsi.</p><p><br/></p><p>•Kelebihan Tes Kepribadian :</p><p>-Tes kepribadian dapat membantu seseorang untuk memahami dirinya sendiri, mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya, serta meningkatkan kualitas hidupnya.</p><p>-Tes kepribadian dapat digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, karir, dan hubungan sosial.</p><p>-Tes kepribadian dapat membantu seseorang untuk memilih karir yang sesuai dengan kepribadiannya.</p><p>-Tes kepribadian dapat membantu seseorang untuk memahami orang lain dan meningkatkan hubungan interpersonal.</p><p><br/></p><p>•Kekurangan Tes Kepribadian :</p><p>-Tes kepribadian tidak selalu akurat dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suasana hati, keadaan fisik, dan pengalaman hidup.</p><p>-Tes kepribadian tidak dapat mengukur semua aspek kepribadian seseorang dan hanya dapat mengukur aspek-aspek tertentu saja.</p><p>-Tes kepribadian tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya alat untuk membuat keputusan penting, seperti memilih pasangan hidup atau memilih karir.</p><p>-Tes kepribadian tidak dapat menggantikan pengalaman hidup dan interaksi sosial dalam membentuk kepribadian seseorang.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:46:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778939846</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelebihan Wawancara:</title>
         <author>kurotulazizah2307316_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778940939</link>
         <description><![CDATA[<p>a. Wawancara dapat memberikan keterangan keadaan pribadi hal ini tergantung pada hubungan baik antara pewawancara dengan objek.</p><p><br/></p><p>b. Wawancara dapat dilaksanakan untuk setiap umur dan mudah dalam pelaksaannya.</p><p><br/></p><p>c. Wawancara dapat dilaksanakan serempak dengan observasi data tentang keadaan individu lebih banyak diperoleh dan lebih tepat dibandingkan dengan observasi dan angket.</p><p><br/></p><p>d. Wawancara dapat menimbulkan hubungan yang baik antara si pewawancara dengan objek.</p><p><br/></p><p>Kekurangan Wawancara:</p><p><br/></p><p>a. Keberhasilan wawancara dapat dipengaruhi oleh kesediaan, kemampuan individu yang diwawancarai.</p><p><br/></p><p>b. Adakalanya wawancara yang berlarut-larut tanpa arah, sehingga data kurang dapat memenuhi apa yang diharapkan.</p><p><br/></p><p>c. Jika jumlah peserta didik cukup banyak, maka proses wawancara banyak menggunakan waktu, tenaga dan biaya.</p><p><br/></p><p>d. Adanya pengaruh subjektif dari pewawancara dapat mempengaruhi hasil wawancara.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:47:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778940939</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>adindhadella2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778941313</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>pengertian observasi non-test</strong></p><p>Observasi non-tes adalah suatu proses observasi dan pencatatan secara sistematis, logistik, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi sebenarnya maupun buatan untuk mencapai tujuan tertentu.</p><p>Observasi merupakan teknik yang sederhana dan tidak menuntut keahlian yang luar biasa untuk dapat melakukannya. </p><p>Observasi dilakukan oleh pengamat dengan melibatkan dirinya dalam kegiatan yang sedang dilakukan/dialami orang lain, namun orang lain tersebut tidak mengetahui bahwa ia/mereka sedang  di observasi.</p><p><br></p><p><strong>contoh observasi non-test</strong></p><p>Berikut adalah beberapa contoh observasi non tes yang dapat digunakan dalam penilaian:</p><p>1. Observasi partisipatif: pengamat terlibat langsung dalam kegiatan yang diamati.</p><p>2. Observasi insidental: pengamat tidak sengaja menemukan kejadian yang diamati.</p><p>3. Observasi sistematis: pengamat mengamati kejadian dengan tujuan tertentu dan menggunakan alat bantu seperti daftar cek atau lembar observasi.</p><p>4. Wawancara: pengamat melakukan tanya jawab dengan objek penelitian.</p><p>5. Pengamatan: pengamat mengamati perilaku objek penelitian tanpa interaksi langsung.</p><p>6. Portofolio: pengamat menilai kinerja objek penelitian berdasarkan kumpulan karya atau dokumen yang dihasilkan.</p><p><br></p><p><strong>kelebihan observasi non-test</strong></p><p>Kelebihan observasi non-partisipasi</p><p>1. Perilaku individu yang diamati benar-benar muncul sesuai faktor yang ditentukan sebelumnya</p><p>2. Pengamat lebih fokus dalam melakukan pengamatan</p><p>3. Pengamat tidak perlu memakai bahasa verbal sebagai alat perolehan data</p><p>4. Pengamat dapat memperoleh data, gejala, maupun kejadian yang sebenarnya dan secara langsung.</p><p>5. Tidak terikat dengan laporan pribadi</p><p>6. Observasi merupakan alat untuk mengamati berbagai macam fenomena</p><p><br></p><p><strong>Kekurangan observasi</strong></p><p>1. Keterbatasan subjektivitas : Observasi non-tes dapat dipengaruhi oleh sudut pandang dan interpretasi subjektif pengamat, yang dapat menghasilkan data yang tidak akurat atau tidak representatif.</p><p>2. keterbatasan dalam pengendalian variabel: observasi non-test sulit untuk mengendalikan faktor-faktor luar yang mungkin mempengaruhi data yang dikumpulkan, seperti lingkungan atau situasi yang tidak terduga. </p><p>3. keterbatasan dalam mengamati perilaku pribadi: observasi non-test tidak dapat mengamati secara langsung tingkah laku pribadi individu, terutama jika individu tersebut menyadari bahwa mereka sedang di observasi.</p><p>4. keterbatasan dalam ukuran aspek kognitif: observasi non-tes cenderung lebih cocok untuk mengamati aspek afektif dan psikomotor, sementara pengukuran aspek kognitif mungkin lebih baik dilakukan dengan adanya test. </p><p>5. keterbatasan dalam mengamati skala besar: observasi non-tes mungkin tidak efisien atau praktis untuk digunakan dalam pengamatan yang melibatkan jumlah peserta yang besar atau situasi yang kompleks.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:47:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778941313</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Observasi</title>
         <author>ernikhabibatul2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778945400</link>
         <description><![CDATA[<p>• Teknik observasi merupakan salah satu teknik merekam data tingkah laku individu </p><p>melalui proses pengamatan oleh orang lain baik langsung dan/atau tidak langsung dalam </p><p>suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran. </p><p><br/></p><p>• Manfaat observasi :</p><p>(a) diperoleh data perilaku spontan </p><p>secara natural, </p><p>(b) diketahui intensitas perilaku secara detail, dan </p><p>(c) diketahui penyebab </p><p>munculnya perilaku. </p><p><br/></p><p>•Kelebihan Observasi antara lain:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Observasi&nbsp;dapat&nbsp;memperoleh&nbsp;data sebagai aspek&nbsp;tingkah&nbsp;laku&nbsp;anak</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Dalam&nbsp;observasi&nbsp;memungkinkan&nbsp;pencatatan&nbsp;yang&nbsp;serempak&nbsp;dengan&nbsp;terjadinya&nbsp;suatugejala&nbsp;atau&nbsp;kejadian&nbsp;yang penting</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Observasi&nbsp;dapat&nbsp;dilakukan&nbsp;untuk&nbsp;melengkapi&nbsp;dan&nbsp;mencek&nbsp;data&nbsp;yang&nbsp;diperoleh&nbsp;dari teknik&nbsp;lain, misalnya&nbsp;wawancara&nbsp;atau angket</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Observer&nbsp;tidak&nbsp;perlu&nbsp;mengunakan&nbsp;bahasa&nbsp;untuk&nbsp;berkomunikasi&nbsp;dengan&nbsp;objek&nbsp;yangdiamati,&nbsp;kalaupun&nbsp;menggunakan,&nbsp;maka&nbsp;hanya&nbsp;sebentar&nbsp;dan&nbsp;tidak&nbsp;langsung&nbsp;memegang&nbsp;peran.</p><p><br/></p><p>• Kelemahan Observasi, antara&nbsp;lain:</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Observer&nbsp;tidak dapat mengungkapkan kehidupan pribadi seseorag yang sangatdirahasiakan. Apabila seseorang yang diamati sengaja merahasiakan kehidupannyamaka tidak dapat diketahui dengan observasi. Misalnya mengamati anak yangmenyayi, dia kelihatan gembira, lincah. Tetapi belum tentu hatinya gembira, dan&nbsp;bahagia. Mungkin sebaliknya, dia sedih dan duka tetapi dirahasiakan.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Apabila si objek yang diobservasikan mengetahui kalau sedang diobservasi maka tidak&nbsp;mustahil tingkah lakunya dibuat-buat, agar observer merasa senang.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Observer&nbsp;banyak tergantung kepada faktor-faktor yang tidak dapat dapat dikontrol sebelumya</p><p><br/></p><p>•Contoh observasi non-tes:</p><p>1. Pengamatan Lingkungan</p><p>2. Wawancara</p><p>3. Pengamatan Partisipatif</p><p>4. Analisis Arsip atau Dokumen</p><p>5. Pengamatan Eksperimental</p><p>6. Pengamatan Keadaan Kesehatan Pasien</p><p>7. Pengamatan Perilaku Anak di Kelas</p><p><br/></p><p>• Instrumen Observasi </p><p>   • Daftar Cek </p><p>– Daftar pengamatan, observer tinggal mencek yang cocok </p><p>dan tidak cocok </p><p>   • Catatan Anekdot </p><p>– Tipe Deskriptif : tanpa komentar </p><p>– Tipe Interpretatif : + tl konseli </p><p>– Tipe evaluatif : untuk evaluasi perkembangan konseli </p><p>   • Skala Penilaian </p><p>– Pencatatan gejala menurut tingkatannya berdasar skala </p><p>yang telah disusun sebelumnya </p><p>   • Alat-alat mekanik </p><p>– Menggunakan alat-alat mekanis – cctv, camera video, dll</p><p><br/></p><p>Observasi non-tes dapat menjadi metode yang sangat efektif untuk mengumpulkan data kualitatif dan mendapatkan wawasan yang mendalam tentang suatu fenomena tanpa menggunakan instrumen tes atau pengujian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:50:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778945400</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelebihan dan kekurangan observasi</title>
         <author>nurziyadatul2307316_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778945718</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 8 </p><p>1.Muhammad Rojihan Ulumuddin</p><p>NIM : 230731606183</p><p>2. Adinda Dwi Puspakencana</p><p>Nim: 230721604940</p><p>3. Dwi Rani Rosawati</p><p>NIM : 230721603807</p><p>4. DERANI SHERLY PUTRI VIOLITA</p><p>NIM : 230721608043</p><p>5. Nur Ziyadatul Fildza</p><p>NIM : 230731605792</p><p>6. Cindy Mariska</p><p>NIM : 230721600947</p><p>7. Endah Tri Handayani</p><p>NIM : 230731606177</p><p>8. M Aqeel Saleh Hibatullah</p><p>NIM: 230731605404</p><p>9. Achmad Renal Wahyono</p><p>NIM:Kelompok 8 </p><p>1.Muhammad Rojihan Ulumuddin</p><p>NIM : 230731606183</p><p>2. Adinda Dwi Puspakencana</p><p>Nim: 230721604940</p><p>3. Dwi Rani Rosawati</p><p>NIM : 230721603807</p><p>4. DERANI SHERLY PUTRI VIOLITA</p><p>NIM : 230721608043</p><p>5. Nur Ziyadatul Fildza</p><p>NIM : 230731605792</p><p>6. Cindy Mariska</p><p>NIM : 230721600947</p><p>7. Endah Tri Handayani</p><p>NIM : 230731606177</p><p>8. M Aqeel Saleh Hibatullah</p><p>NIM: 230731605404</p><p>9. Achmad Renal Wahyono</p><p>NIM: 230731600978</p><p>10. Irfan Maulana</p><p>NIM: 230721600470</p><p><br/></p><p>Kelebihan dan Kekurangan Observasi Partisipan</p><p>metode observasi partisipan.</p><p><br/></p><p>Kelebihan Observasi Partisipan</p><p>1.Observasi partisipan memungkinkan Anda menghasilkan data kualitatif yang kaya dan beragam. Hal itu sangat berguna ketika berupaya mengembangkan pemahaman mendalam tentang konteks atau pengalaman sosial tertentu.</p><p>2.Dengan melibatkan diri dalam kelompok, Anda bisa mendapatkan perspektif orang dalam yang tak tertandingi mengenai keyakinan, nilai, dan praktik kelompok.</p><p>3.Observasi partisipatif adalah metode penelitian fleksibel yang dapat diadaptasi agar sesuai dengan berbagai pertanyaan penelitian dan konteks.</p><p>4.Metrik seperti tingkat partisipasi dalam kelompok, lamanya periode observasi, dan jenis data yang dikumpulkan semuanya dapat disesuaikan berdasarkan tujuan dan jangka waktu penelitian.</p><p>5.Observasi partisipatif sering kali digunakan bersamaan dengan metode penelitian lain, seperti wawancara atau survei, untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang fenomena yang diteliti.</p><p>6.Triangulasi ini dapat membantu meningkatkan reliabilitas dan validitas temuan penelitian, karena observasi partisipan tidak terlalu kuat sebagai metode yang berdiri sendiri.</p><p><br/></p><p>Kekurangan Observasi Partisipan</p><p><br/></p><p>1.Seperti banyak penelitian observasional, observasi partisipan mempunyai risiko tinggi terhadap banyak bias penelitian, terutama di pihak peneliti.</p><p>2.Lantaran observasi partisipan melibatkan peneliti yang membenamkan diri dalam kelompok yang diteliti, terdapat risiko bahwa bias mereka sendiri dapat memengaruhi data yang mereka kumpulkan, sehingga menyebabkan bias pengamat.</p><p>3.Begitu pula dengan kehadiran peneliti dalam kelompok yang diteliti berpotensi memengaruhi perilaku partisipan. Hal ini dapat menyebabkan data tidak akurat atau bias jika partisipan mengubah perilaku mereka sebagai respons terhadap kehadiran peneliti, sehingga menimbulkan efek Hawthorne atau bias keinginan sosial.</p><p>4.Observasi partisipan bisa sangat mahal, memakan waktu, dan menantang untuk dilakukan.</p><p>5.Sering kali diperlukan waktu yang lama untuk membangun kepercayaan dan mengumpulkan data yang memadai, dan data biasanya dikumpulkan secara intensif dan tatap muka.</p><p>6.Beberapa pengamatan partisipan membutuhkan waktu beberapa generasi untuk diselesaikan, sehingga menyulitkan pelaksanaan penelitian dengan waktu dan sumber daya yang terbatas.</p><p>7.Observasi partisipan dapat menimbulkan kekhawatiran etis, sehingga memerlukan pertimbangan etis yang terukur dari pihak peneliti sehubungan dengan persetujuan, privasi, dan kerahasiaan.</p><p>8.Peneliti harus berhati-hati dalam melindungi privasi dan otonomi partisipan dan memastikan bahwa mereka tidak berada dalam risiko yang tidak semestinya akibat penelitian tersebut.</p><p><br/></p><p>Kelebihan observasi non-partisipasi</p><p><br/></p><p>1.Perilaku individu yang diamati benar-benar muncul sesuai faktor yang ditentukan sebelumnya</p><p>2.Pengamat lebih fokus dalam melakukan pengamatan</p><p>3 Pengamat tidak perlu memakai bahasa verbal sebagai alat perolehan data</p><p>4.Pengamat dapat memperoleh data, gejala, maupun kejadian yang sebenarnya dan secara langsung.</p><p><br/></p><p>Kelemahan observasi non-partisipasi </p><p><br/></p><p>1.Tidak bisa mengamati pribadi dan tingkah laku pribadi individu Individu dapat terpengaruh oleh hal atau situasi lain yang menyebabkan perilaku yang sedang diamati tidak muncul sesuai faktor tertentu. </p><p><br/></p><p>Kelebihan Metode Eksperimen</p><p>yaitu:</p><p>1. Membuat siswa percaya atas kesimpulan yang sesuai dengan hasil eksperimennya. Mereka dapat membuat kesimpulan sendiri, namun maknanya sama dengan yang sebenarnya.</p><p>2. Membina siswa untuk membuat terobosan baru dengan penemuan dari eksperimennya dan menjadi manfaat bagi sesama. Karena metode pembelajaran ini menyenangkan, tak menutup kemungkinan siswa melakukan percobaan atau eksperimennya sendiri di rumah, tanpa harus diberi tugas terlebih dahulu.</p><p>3. Hasil dari percobaan siswa dapat dimanfaatkan untuk sekolah dan masyarakat.</p><p>4. Melatih ketelitian dan keuletan siswa ketika melakukan eksperimen.</p><p><br/></p><p>Kekurangan Metode Eksperimen</p><p> </p><p>1. Metode ini lebih sesuai dengan pelajaran berdasar ilmu sains dan teknologi.</p><p>2. Memerlukan fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan terkadang harganya cukup mahal. Meski begitu, Anda bisa mensiasatinya dengan mencari bahan yang mudah didapatkan dan murah.</p><p>3. Menguji kesabaran guru dan siswa.</p><p>4. Eksperimen tidak selalu menghasilkan hasil yang diharapkan. Bisa jadi ada faktor-faktor tertentu di luar jangkauan kemampuan yang tidak sesuai. Meski begitu, hal ini bisa disiasati dengan melakukan eksperimen lagi hingga berhasil.</p><p><br/></p><p>Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Non Eksperimen</p><p><br/></p><p>1. Kelebihan penelitian non eksperimen</p><p>Bisa menggunakan populasi yang besar</p><p>Menjangkau lokasi terpencil dengan menggunakan surat, email, atau telepon.</p><p>Sampel yang besar memberi hasil signifikan secara statistik</p><p>2.Pertanyaan standar membuat pengukuran lebih tepat</p><p>3.Memiliki kemampuan tinggi dalam mengeliminasi subjektivitas peneliti</p><p><br/></p><p> Kekurangan penelitian non eksperimen</p><p><br/></p><p>1.Standarisasi metodologi memaksa peneliti merancang pertanyaan umum sehingga menghapus keunikan tiap responden.</p><p>Peneliti harus memastikan bahwa sejumlah besar sampel memberikan respon.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:50:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778945718</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laporan Diri Non Test</title>
         <author>noviafairuz2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778946266</link>
         <description><![CDATA[<p>Asesmen non-tes laporan diri adalah metode asesmen di mana individu memberikan penilaian atau informasi tentang diri mereka sendiri, baik dalam bentuk tertulis atau lisan, tentang pengetahuan, keterampilan, pengalaman, atau sikap mereka. Ini memungkinkan individu untuk berbagi pandangan subjektif tentang diri mereka sendiri.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Contoh asesmen non-tes laporan diri:</p><p>1. Survei Kepuasan Pelanggan: Sebuah perusahaan meminta pelanggan untuk mengisi survei online di mana mereka memberikan laporan diri tentang pengalaman mereka dengan produk atau layanan perusahaan.</p><p><br/></p><p>2. Penilaian Diri Siswa: Seorang guru meminta siswa untuk menilai diri mereka sendiri dalam hal keterampilan belajar, kehadiran, atau kemajuan mereka dalam sebuah mata pelajaran.</p><p><br/></p><p>3. Evaluasi Kinerja Karyawan: Seorang atasan meminta karyawan untuk mengisi formulir penilaian diri untuk mengevaluasi kinerja mereka sendiri dan memberikan pandangan tentang pencapaian target kerja.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kelebihan Teknik Asesmen Laporan Diri :</p><p>1. Meningkatkan kesadaran diri: Dalam teknik laporan diri, individu diminta untuk mengevaluasi dirinya sendiri. Hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran diri dan membantu individu untuk terus memperbaiki diri.</p><p><br/></p><p>2. Meningkatkan kepercayaan diri: Dalam teknik laporan diri, individu diminta untuk mengevaluasi kelebihan dirinya. Hal ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan membantu individu untuk lebih percaya diri saat menghadapi situasi tertentu</p><p><br/></p><p>3. Meningkatkan kualitas jawaban: Dalam teknik laporan diri, individu diminta untuk mengevaluasi dirinya sendiri. Hal ini dapat membantu individu memberikan jawaban yang lebih spesifik dan relevan saat ditanya tentang kelebihan diri.</p><p><br/></p><p>4. Menghindari kesalahan: Dalam teknik laporan diri, individu diminta untuk mengevaluasi dirinya sendiri secara objektif. Hal ini dapat membantu menghindari kesalahan umum seperti tidak memiliki kesadaran atas kemampuan diri atau terlalu rendah hati saat menjawab pertanyaan tentang kelebihan diri.</p><p><br/></p><p>5. Meningkatkan pemahaman diri: Dalam teknik laporan diri, individu diminta untuk mengevaluasi dirinya sendiri. Hal ini dapat membantu meningkatkan pemahaman diri dan membantu individu untuk lebih memahami kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kekurangan Teknik Asesmen  Laporan Diri :</p><p>1. Keterbatasan objektivitas : Asesmen laporan diri cenderung lebih subjektif karena bergantung pada persepsi siswa tentang kemampuan mereka. Hal ini dapat menghasilkan penilaian yang tidak akurat atau terlalu positif.</p><p><br/></p><p>2.Keterbatasan validitas : Asesmen laporan diri mungkin tidak selalu dapat mengukur kemampuan siswa secara akurat karena siswa dapat memberikan jawaban yang tidak benar atau tidak jujur.</p><p><br/></p><p>3.Keterbatasan reliabilitas : Asesmen laporan diri mungkin kurang dapat diandalkan karena hasilnya dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suasana hati siswa atau pengalaman sebelumnya.</p><p><br/></p><p>4.Keterbatasan waktu : Asesmen laporan diri membutuhkan waktu yang cukup untuk dikerjakan, terutama jika siswa harus memberikan jawaban yang panjang dan terperinci.</p><p><br/></p><p>5.Keterbatasan kemampuan siswa : Asesmen laporan diri mungkin tidak cocok untuk siswa yang memiliki keterbatasan dalam mengekspresikan diri secara tertulis atau memiliki kesulitan dalam memahami instruksi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:50:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778946266</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6. 1 Auldy Ade&#39;tyo Pratama (230721604050) 2. Ayuni Mellinda Sari (230721601246) 3. Cantik Kartika Widyastutik (230721603891) 4. Dwi Rizki Nabila (230721610077) 5. Fiddini Auqis Salamah (230721607943) 6. Maudy Putri Arimbi (230721602280)  7. Michael Ekiseviola (230721601778)8. Najwa Afziansa Al Innova (230731605158)• Tidak Hadir (sakit)9. Fawaz Muhammad Hafidz (230721604768)10. Mazida Na&#39;imatus Tsania (230721608127)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778947329</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p> Laporan Diri </p><p>Laporan diri atau self-report adalah jenis metode penelitian atau pengumpulan data di mana individu secara sukarela memberikan informasi tentang diri mereka sendiri. Ini bisa berupa jawaban mereka terhadap pertanyaan dalam bentuk kuesioner, wawancara, atau catatan tertulis.</p><p>Contoh laporan diri adalah:</p><p>- Skala Minat Belajar: skala yang digunakan untuk mengukur tingkat minat belajar seseorang terhadap suatu mata pelajaran atau bidang ilmu. Contoh itemnya adalah: "Saya senang belajar matematika" dengan pilihan jawaban sangat setuju, setuju, tidak tahu, tidak setuju, atau sangat tidak setuju.</p><p>- Inventori Kepribadian: inventori yang digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik kepribadian seseorang, seperti ekstrovert, introvert, stabil, labil, dan lain-lain. Contoh itemnya adalah: "Saya suka bergaul dengan banyak orang" dengan pilihan jawaban ya atau tidak.</p><p>- Skala Nilai: skala yang digunakan untuk mengetahui nilai-nilai yang dipegang oleh seseorang, seperti religius, sosial, estetis, intelektual, dan lain-lain. Contoh itemnya adalah: "Saya menghormati orang yang berbeda agama dengan saya" dengan pilihan jawaban sangat penting, penting, kurang penting, atau tidak penting.</p><p>Kelebihan laporan diri adalah:</p><p>- Mudah dan cepat untuk disusun dan diadministrasikan.</p><p>- Dapat mengungkap aspek-aspek yang sulit diamati secara langsung, seperti perasaan, pikiran, atau nilai.</p><p>- Dapat mencakup banyak responden dalam waktu yang relatif singkat.</p><p>- Dapat memberikan data yang kaya dan mendalam tentang diri seseorang.</p><p>Kekurangan laporan diri adalah:</p><p>- Rentan terhadap bias atau kesalahan, seperti kecenderungan sosial, kejujuran, konsistensi, atau ingatan responden.</p><p>- Memerlukan kerjasama dan kesadaran responden untuk memberikan jawaban yang benar dan jujur.</p><p>- Memerlukan interpretasi yang hati-hati dan kritis dari peneliti atau pemberi tes.</p><p>- Memerlukan validasi atau uji coba untuk menjamin kualitas dan reliabilitasnya.</p><p>Studi kasus teknik non tes laporan diri adalah:</p><p>- Penelitian tentang minat dan motivasi belajar siswa SMA di Kota Malang menggunakan skala minat dan motivasi belajar yang disusun oleh peneliti. Peneliti mendistribusikan skala tersebut kepada 100 siswa SMA yang dipilih secara acak dari berbagai sekolah di Kota Malang. Peneliti kemudian menganalisis data skala tersebut dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui profil minat dan motivasi belajar siswa SMA di Kota Malang, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.</p><p> - WAWANCARA-</p><p>• Pengertian wawancara </p><p>Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara berkomuniksi melalui tatap muka yang disengaja, terencana, dan sistematis antara  pewawancara dan individu yang diwawancarai. </p><p>Wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan fakta, kepercayaan, perasaan, keinginan dan sebagainya yang diperlukan untuk memenuhi tujuan penelitian.</p><p>• Kelebihan Wawancara </p><p>   1. Pertanyaan – pertanyaan yang kurang jelas bisa diperjelas oleh pewawancara sehingga individu yang diwawancarai lebih memahami apa maksud pertanyaan yang diajukan </p><p>   2. Bahasa yang digunakan dapat disesuaikan dengan bahasa yang digunakan atau kemampuan individu (yang diwancarai) menangkap pertanyaan </p><p>   3. Dengan melalui komunikasi langsung (tatap muka), diharapkan dapat menimbulkan suasana keakraban yang baik sehingga dapat mengoptimalkan hasil wawancara.  </p><p>   4. Mendapatkan informasi yang lebih mendalam</p><p>   5. Dapat diketahui langsung jenis subjek yang diwawancarai dan reaksi subjek terhadap pertanyaan yang dikemukakan</p><p>• Kelemahan Wawancara </p><p>   1. Wawancara membutuhkan waktu lama dan lebih banyak tenaga</p><p>   2. Membutuhkan keahlian yang memadai untuk melakukan wawancara, sehingga memerlukan pendidikan dan latihan khusus dalam waktu tertentu untuk menjadi pewawancara yang baik.</p><p>   3. Hasil wawancara akan terjadi bias bila terbentuk prasangka atau stereotip, sehingga hasilnya menjadi tidak objektif</p><p>   4. Kesulitan dalam menghubungi subjek dan kesulitan menetapkan waktu yang sesuai untuk mengadakan wawancara sering menghambat penggunaan teknik ini.</p><p>   5. Masalah tersebut akan bertambah sulit apabila jumlah populasi atau subjek penelitian besar.</p><p>• Contoh Wawancara :</p><p>   1. Wawancara menurut responden </p><p>Bila ditinjau dari sisi responden, wawancara </p><p>dibedakan atas wawancara langsung dan wawancara </p><p>tidak langsung. Wawancara langsung merupakan wawancara yang dilakukan kepada individu yang ingin kita kumpulkan datanya. Sedangkan wawancara tidak langsung dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang seorang individu melalui individu lain yang memiliki informasi yang </p><p>dibutuhkan.</p><p> </p><p>   2. Wawancara menurut situasi</p><p>Wawancara dapat dilakukan pada berbagai situasi, berdasarkan situasi saat proses berlangsung, wawancara dapat dibedkan menjadi wawancara </p><p>formal dan informal. wawancara formal dilakukan </p><p>pada ruang yang telah di siapkan, pola hubungan </p><p>resmi/formal. Misal antara konselor dengan peserta didik di ruangan BK. Sedangkan wawancara informal dilakukan tidak di tempat khusus, pola hubungan </p><p>santai/tidak resmi. Misal wawancara antara konselor dengan peserta didik di halaman sekolah</p><p>- OBSERVASI - </p><p>• Pengertian Teknik Observasi :</p><p>Teknik observasi adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati suatu objek atau fenomena tanpa mengganggu atau mengubah keadaan objek tersebut. Tujuan dari observasi adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang objek yang diamati. </p><p>• Kelebihan Teknik Observasi</p><p>   1. Objektivitas : Teknik observasi memungkinkan pengamat untuk memperoleh data secara langsung. Dalam observasi, pengamat hanya melihat apa yang terjadi tanpa mempengaruhi atau mengubahnya, sehingga data yang didapat objektif</p><p>   2. Keterandalan : Observasi juga memberikan data yang konsisten dan keterandalan yang lebih tinggi. Pengamat dapat membuat catatan terperinci tentang apa yang diamati, sehingga data dari pengamatan dapat diandalkan.</p><p>   3. Validitas : Teknik observasi memiliki tingkat validitas yang lebih baik dalam mengumpulkan data. Hal ini disebabkan karena pengamat dapat memperhatikan secara langsung detail yang relevan dengan topik penelitian.</p><p>   4. Fleksibilitas : Teknik observasi dapat diadaptasi untuk berbagai jenis penelitian. Ini dapat dilakukan dalam pengaturan yang berbeda seperti laboratorium atau lingkungan alami.</p><p>• Kekurangan Teknik Observasi </p><p>   1. Subyektivitas : Meskipun pengamat mencoba untuk tetap objektif dalam pengamatan, namun ada kemungkinan bahwa interpretasi data bisa menjadi subjektif.</p><p>   2. Obervator bias : Dalam pengamatan, individu yang melakukan pengamatan bisa terganggu oleh pengalaman pribadi, pandangan, atau prasangka terhadap subjek. Hal ini dapat menyebabkan pengamatan yang tidak akurat atau tidak tepat.</p><p>   3. Keacauan alami : Kegiatan yang diamati dapat dipersepsikan sebagai bising atau sulit dicatat. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pengamatan dan pengumpulan data yang tidak akurat.</p><p>   4. Partisipasi : Dalam observasi partisipatif, pengamat secara aktif terlibat dalam kegiatan orang yang diamati. Seiring pengamat terlibat lebih dalam dalam kegiatan, kebergantungan pada interpretasi subjektif dapat meningkat dan akurasi juga menjadi kurang akurat.</p><p>• Contoh Teknik Observasi :</p><p>   1. Observasi Partisipan : Peneliti terlibat secara aktif dalam situasi yang diamati. Contoh: Seorang etnografer yang tinggal bersama komunitas untuk memahami budaya mereka</p><p>   2. Observasi Non-partisipan : Peneliti hanya mengamati tanpa ikut terlibat dalam situasi yang diamati. Contoh: Seorang peneliti yang diam-diam mengamati perilaku pelanggan di sebuah restoran</p><p>   3. Observasi Partisipatif : Peneliti terlibat secara aktif dalam situasi yang diamati, tetapi juga berinteraksi dengan subjek yang diamati. Contoh: Seorang peneliti yang bermain bersama anak-anak dalam studi tentang bermain anak-anak</p><p>   4. Observasi Naturalistik : Pengamatan dilakukan dalam lingkungan alami objek yang diamati tanpa adanya pengaruh buatan. Contoh: Mengamati burung di hutan tanpa mengganggu mereka</p><p>   5. Observasi Laboratorium : Pengamatan dilakukan dalam lingkungan terkontrol, seperti laboratorium, untuk mengisolasi faktor-faktor tertentu. Contoh: Mengamati reaksi tikus laboratorium terhadap jenis makanan tertentu dalam situasi terkontrol</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:51:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778947329</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wawancara </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778947920</link>
         <description><![CDATA[<p>Wawancara adalah suatu teknik evaluasi yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu kepada responden. Teknik ini dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung, terstruktur atau tidak terstruktur, dan dapat dilakukan secara tatap muka atau melalui telepon atau media lainnya. Wawancara digunakan untuk menggali fakta, kepercayaan, perasaan, keinginan, dan informasi lainnya yang relevan.</p><p><br/></p><p>•Contoh</p><p><br/></p><p>Contoh penggunaan wawancara dalam evaluasi adalah evaluasi kinerja karyawan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu kepada karyawan, evaluasi kepuasan pelanggan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu kepada pelanggan, dan evaluasi program pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu kepada siswa atau peserta didik.</p><p><br/></p><p>•Kelebihan Wawancara</p><p><br/></p><p>Kelebihan dari metode wawancara adalah dapat memberikan data yang mendalam dan detail, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai objek yang diteliti. Selain itu, teknik wawancara juga dapat memberikan kesempatan kepada responden untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jawaban yang diberikan.</p><p><br/></p><p>•Kekurangan wawancara</p><p><br/></p><p>Kekurangan dari metode wawancara adalah metode ini memerlukan waktu yang cukup lama dan mahal, terutama jika dilakukan secara tatap muka. Selain itu, teknik wawancara juga dapat dipengaruhi oleh faktor subjektivitas dari pewawancara, sehingga dapat mempengaruhi hasil evaluasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:51:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778947920</guid>
      </item>
      <item>
         <title>OBSERVASI</title>
         <author>cindymariska2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778957049</link>
         <description><![CDATA[<p>TEKNIK NON TES</p><p>1. Observasi</p><p>Pengertian : pengamatan atau observasi secara umum adalah kegiatan terhadap suatu proses atau suatu objek dengan tujuan untuk merasakan dan kemudian memahami pengetahuan tentang suatu fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang diketahui, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk melanjutkan penelitian.</p><p><br/></p><p>Macam-macam observasi :</p><p>-Observasi</p><p>partisipatif adalah observasi dimana observer ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh</p><p>objek yang diamatinya. Sedangkan observasi nonpartisipatif,</p><p>observer tidak mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan.</p><p>Contoh : observasi non-partisipasi adalah observasi dalam proses belajar mengajar dan aktivitas siswa di lingkungan sekolah, serta pengamatan individu melalui CCTV.</p><p><br/></p><p>- Eksperimen &amp; Non-Eksperimen.</p><p>Penelitian Eksperimen</p><p>penelitian eksperimen merupakan penelitian sistematis, logis, dan teliti di dalam melakukan kontrol terhadap kondisi.</p><p>(Riyanto, 1996).</p><p>Contoh : Pengaruh Media Pembelajaran Film Dokumenter Terhadap Hasil Belajar Siswa ABK di Kelas 3 SD ..... Tahun Ajaran 2021 / 2022.</p><p>Penelitian Non-eksperimen</p><p>Penelitian non-eksperimen merupakan penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah ciri (variabel) subjek penelitian menurut keadaan apa adanya, tanpa ada manipulasi (intervensi) peneliti.</p><p>(Brotowidjojo, 2009)</p><p>Contoh : penelitian cross sectional, penelitian korelasi, dan penelitian observasional.</p><p><br/></p><p>-Observasi sistematis. Yaitu observasi yang dilakukan lengkap dengan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori dan masalah yang hendak diobservasi. Observasi non-sistematis merupakan observasi yang dilakukan tanpa rencana terstruktur sehingga observer dapat menangkap apa saja yang diamati.</p><p>Contoh observasi sistematis misalnya guru yang sedang mngamati anak-anak menanam bunga.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 01:58:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778957049</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tim 10</title>
         <author>adindhadella2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778960291</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Adindha della oktavia (230721603518)</p><p>2. Kurotul Azizah (230731605209)</p><p>3. Irene Aprilia Kristanti (230721603507)</p><p>4. Dedy Zain Mochtar Asri</p><p>(230721601262)</p><p>5. Dina Hanifa (230721609657)</p><p>6. Fidhinia Nur Annisa (230721609711)</p><p>7. Jody Dharmawan (230721607560)</p><p>8. Firdaus Ferdiansyah (230721604559)</p><p>9. Asbath Danu (230721604617)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:00:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778960291</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Studi Kasus</title>
         <author>carissavania2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778960394</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengertian studi kampus menurut para ahli:</p><p>1. Robert K Yin</p><p>proses pencarian pengetahuan untuk menyelidiki dan memeriksa fenomena yang terjadi di dalam kehidupan nyata. Ia menjelaskan bahwa studi kasus dapat digunakan ketika fenomena dan kehidupan nyata memiliki batas yang samar atau kabur. Namun studi kasus juga harus memiliki berbagai sumber untuk dijadikan alat pencarian bukti dan informasi. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi maka penelitian tersebut tidak dapat menggunakan studi kasus.</p><p>2. Polit dan Hungler</p><p>fokus untuk menentukan dinamika terkait pertanyaan mengapa individu berpikir dan bertindak, serta mengembangkan dirinya. </p><p>3. Susilo Rahardjo dan Gudnanto</p><p>studi kasus merupakan metode untuk mengetahui dan memahami seseorang dengan menggunakan praktek inklusif dan menyeluruh atau komprehensif. </p><p>4. Bimo Walgito</p><p>studi kasus adalah metode yang ditujukan untuk menyelidiki dan mempelajari peristiwa dan fenomena terkait individu (objek penelitian). </p><p>5. Winston M. Tellis</p><p>metode penelitian yang memiliki unit analisis yang lebih mengacu pada tindakan individu atau lembaga dibandingkan dengan diri individu maupun lembaga itu sendiri. Dimana tudi kasus lebih berfokus pada tindakan atau perilaku yang dihasilkan oleh subjek. </p><p>6. Bodgan dan Biklen</p><p>sebagai tes yang rinci dan detail dari suatu topik, penyimpanan dokumen dan dari suatu peristiwa tertentu.</p><p><br></p><p>Pengertian studi kampus secara umum adalah proses penyelidikan secara terperinci dan mendalam serta detail terhadap segala peristiwa yang terjadi.</p><p><br></p><p>Contoh studi kasus:</p><p>1. Studi kasus tentang permasalahan anak pemalu yang berada di suatu kelas. </p><p>2. Studi kasus masalah belajar anak di suatu sekolah. </p><p>3. Studi kasus masalah perilaku agresif pada anak. </p><p>4. Studi kasus tentang anak yang memiliki perilaku sosial negatif di suatu sekolah.</p><p><br></p><p>Kelebihan studi kasus:</p><p>1. Pengembangan teori, studi kasus dapat membantu mengembangkan atau menguji teori baru dalam konteks spesifik.</p><p>2. Pemahaman yang mendalam, studi kasus memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. Poin ini cocok untuk eksplorasi dalam konteks yang kompleks dan unik.</p><p>3. Dukungan untuk penelitian awal, studi kasus bermanfaat pada tahap awal penelitian saat mencari tahu lebih banyak tentang topik yang belum banyak dipelajari.</p><p>4. Pemahaman konteks kompleks, memungkinkan analisis faktor-faktor kontekstual I yang memengaruhi fenomena yang diteliti. Ini membantu dalam memahami nuansa yang mungkin terlewatkan dalam penelitian yang lebih luas.</p><p>5. Konteks nyata penelitian, studi kasus dilakukan dalam konteks nyata sehingga hasil penelitian dapat memiliki aplikasi langsung dan relevansi yang tinggi bagi dunia nyata.</p><p><br></p><p>Kekurangan studi kasus: </p><p>1. Waktu dan sumber daya, jenis penelitian ini sering kali membutuhkan waktu dan sumber daya yang signifikan untuk pengumpulan data yang cermat dan analisis mendalam.</p><p>2. Keterbatasan data, ketersediaan data yang relevan dan cukup dapat menjadi tantangan dalam penelitian studi kasus.</p><p>3. Subjektivitas, kekurangan lain dari penelitian yaitu rentan terhadap subjektivitas peneliti dalam pengumpulan dan interpretasi data.</p><p>4. Keterbatasan generalisasi hasil penelitian, studi kasus sulit untuk digeneralisasi ke populasi yang lebih besar karena fokus pada satu konteks khusus.</p><p>5. Tingkat kepercayaan penelitian, memungkinkan memiliki tingkat kepercayaan yang lebih rendah daripada metode penelitian kuantitatif yang lebih besar. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:00:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778960394</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>muhammadrojihan2307316_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778962727</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Otobiografi</em></strong> </p><p>adalah cerita atau narasi tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri. Dalam otobiografi, seseorang menceritakan pengalaman-pengalaman pribadi, peristiwa-peristiwa penting, dan pemikiran-pemikiran mereka sepanjang hidup mereka. Ini adalah bentuk sastra yang dapat memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan dan pandangan dunia penulisnya.</p><p><strong><em>Contoh</em></strong><em> karya otobiografi dapat mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti:</em></p><p>•Otobiografi Pribadi: Ini adalah jenis otobiografi yang menceritakan seluruh perjalanan hidup seseorang, mulai dari masa kecil hingga saat ini. Contoh terkenalnya adalah "The Diary of a Young Girl" oleh Anne Frank.</p><p>•Otobiografi Karier: Fokus utamanya adalah pada pengalaman dan pencapaian seseorang dalam karir atau bidang tertentu. Misalnya, otobiografi seorang tokoh bisnis, politikus, atau selebriti.</p><p>Otobiografi Sosial: Otobiografi ini menyoroti pengalaman sosial dan politik seseorang, termasuk perjuangan mereka dalam pergerakan sosial atau politik. Contohnya adalah otobiografi Nelson Mandela, "Perjalanan Panjang Menuju Kebebasan."</p><p>•Otobiografi Inspirasi: Jenis otobiografi ini ditulis untuk menginspirasi pembaca dengan menceritakan perjuangan dan prestasi seseorang dalam mengatasi rintangan dan mencapai tujuan hidup mereka.</p><p>•Otobiografi Tematis: Fokus pada tema tertentu dalam kehidupan seseorang, seperti cinta, perjalanan, atau petualangan. Buku "Eat, Pray, Love" oleh Elizabeth Gilbert adalah contoh otobiografi tematis.</p><p>•Otobiografi dalam Bentuk Memoar: Memoar adalah catatan pribadi yang menceritakan peristiwa-peristiwa dalam hidup seseorang. Memoar sering kali tidak mencakup seluruh kehidupan, tetapi lebih banyak tekanan pada pengalaman tertentu atau periode waktu tertentu.</p><p>Pilihan jenis otobiografi tergantung pada cerita dan pesan yang ingin dijelaskan oleh penulisnya.</p><p><strong><em>Kelebihan Otobiografi</em></strong><em>:</em></p><p>1. Kepintaran Penulis: Otobiografi memungkinkan penulis untuk berbicara tentang pengalaman hidupnya dengan keintiman dan rincian yang tidak dapat diakses oleh penulis lain. Ini memberikan wawasan mendalam tentang pemikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi penulis.</p><p>2. Inspirasi: Otobiografi sering menjadi sumber inspirasi bagi pembaca. Kisah-kisah keberhasilan, kegagalan, dan perjuangan penulis dapat memberikan motivasi bagi orang lain yang menghadapi situasi serupa.</p><p>3. Rekam Sejarah Pribadi: Otobiografi dapat berperan sebagai rekam sejarah pribadi yang berharga. Mereka membantu menjaga catatan tentang peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi selama hidup penulis.</p><p>4.Refleksi Diri:</p><p> Proses penulisan otobiografi seringkali melibatkan refleksi diri dan introspeksi. Ini dapat membantu Anda mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan dan pilihan Anda sendiri.</p><p>5.Penyembuhan: </p><p>Bagi sebagian orang, menulis tentang pengalaman traumatis atau sulit dapat menjadi cara untuk menyembuhkan dan menemukan penyelesaian. Ini memungkinkan Anda memproses dan memahami peristiwa masa lalu.</p><p><strong><em>Kekurangan Otobiografi:</em></strong></p><p>1. Bias Subyektif: Otobiografi cenderung penuh dengan perspektif subyektif penulis, dan mungkin tidak selalu mencerminkan kebenaran objektif. Penulis dapat mengubah fakta atau mengubah cerita untuk memperindah atau membenarkan tindakan mereka.</p><p>2. Tidak Representatif: Otobiografi hanya mencakup satu sudut pandang, yaitu sudut pandang penulis. Ini dapat menyebabkan kehilangan konteks dan informasi penting tentang orang lain yang terlibat dalam cerita.</p><p>3. Terlalu Pribadi: Beberapa otobiografi bisa terlalu pribadi dan mungkin kurang menarik bagi pembaca yang tidak memiliki minat khusus dalam kehidupan penulis. </p><p>4.Memakan Waktu: </p><p>Menulis otobiografi adalah komitmen waktu yang signifikan. Hal ini memerlukan perencanaan, penelitian, dan revisi yang cermat, yang mungkin menuntut banyak hal.</p><p>Dampak Emosional: Mengingat kembali peristiwa yang menyakitkan atau traumatis dapat membebani secara emosional. Menulis tentang pengalaman seperti itu mungkin akan mengobarkan kembali emosi yang sulit.</p><p>Kesimpulannya, otobiografi memiliki kelebihan dalam memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan penulis dan dapat menginspirasi pembaca, tetapi juga memiliki kekurangan dalam hal bias subyektif dan ketidakmewakilan keseluruhan gambaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:02:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778962727</guid>
      </item>
      <item>
         <title>STUDI KASUS</title>
         <author>cindymariska2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778964234</link>
         <description><![CDATA[<p>STUDI KASUS</p><p>•Pengertian dari studi kasus yaitu investigasi intensif terhadap perilaku dan pengalaman seseorang, keluarga, kelompok, atau organisasi saat ini dan di masa lalu. Studi kasus biasanya digunakan dalam penelitian sosial, pendidikan, klinis, dan bisnis. Desain penelitian studi kasus kerap melibatkan metode kualitatif, tetapi terkadang juga menggunakan metode kuantitatif</p><p>•Contohnya, misalnya dalam bidang pendidikan, sebuah penelitian tentang penggunaan teknologi dalam pengajaran matematika di sekolah menengah. Dalam hal ini, peneliti akan menganalisis bagaimana penggunaan perangkat lunak matematika interaktif memengaruhi keterlibatan siswa, pemahaman materi, dan kinerja akademis mereka. Melalui pengamatan, wawancara, dan analisis data, studi kasus ini dapat memberikan wawasan tentang efektivitas penggunaan teknologi dalam konteks pendidikan </p><p>•Kelebihan dan Kekurangan</p><p>Kelebihan dari studi kasus termasuk kedalaman analisis, memungkinkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti, serta kemampuan untuk menggali informasi kualitatif yang penting. Namun, kekurangannya adalah kurangnya generalisasi, karena fokus pada satu kasus tunggal, sulit untuk menganggap hasilnya mewakili populasi secara umum. Selain itu, bisa memakan waktu lama dan mahal dalam pengumpulan data serta analisis yang mendetail.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:03:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778964234</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Self Report </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778966515</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pengertian</strong>:</p><p>Self-report adalah salah satu bentuk tes kepribadian dimana responden memberikan informasi tentang dirinya sendiri dengan cara menjawab sejumlah pertanyaan, menuliskan pada catatan pribadi atau melaporkan berbagai pemikiran, dan atau perilaku.</p><p><br/></p><p>Self Report (Laporan diri) </p><p><strong>Kelebihan, antara lain</strong>: </p><p>1.	Dapat diberikan pada sejumlah orang dalam satu sesi pengambilan data </p><p>2.	Pengumpulan data lebih cepat dan efisien. </p><p><strong>Kekurangan, antara lain:</strong>  </p><p>1.	Dalam pengadministrasian data perlu dilengkapi instrumen/pedoman, seperti wawancara, angket/kuesioner, dan otobiografi. </p><p>2.	Peneliti yang tidak bertemu langsung dengan responden mengakibatkan data kurang valid. </p><p>3.	Responden bisa jujur atau bohong berlaku untuk semua pengukuran bergantung bagaimana metode statistik yang digunakan peneliti. </p><p>4.	Responden tidak paham tentang pertanyaan atau cara pengisian dan penyampaiannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2208041966/d4bf3e6fad0ae9d4f188611ce808b89c/Screenshot_2023_11_07_08_31_02_77_c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf7062.jpg" />
         <pubDate>2023-11-07 02:04:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778966515</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>deranisherly2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778968893</link>
         <description><![CDATA[<p>*PENGERTIAN ANGKET</p><p>Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angket merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kelebihan angket</p><p>1. Tidak memerlukan kehadiran peneliti</p><p>2. Dapat dibagikan secara serentak kepada responden.</p><p>3. Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatan masing-masing dan menurut waktu senggang responden.</p><p>4. Dapat dibuat anonim, sehingga responden bebas, jujur, dan tidak malu-malu menjawab.</p><p>5. Dapat dibuat terstandar, sehingga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.</p><p><br/></p><p>Kekurangan angket</p><p>1. Responden seting tidak teliti dalam menjawab, sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak dijawab.</p><p>2. Sering sukar diberi validitas.</p><p>3. Walaupun dibuat anonim, kadang responden dengan sengaja memberikan jawaban yang tidak jujur atau tidak betul.</p><p>4. Sering kali angket tidak dikembalikan, terutama jika dikirim melalui pos.</p><p>5. Pilihan jawaban mungkin tidak mencakup apa yang terkandung dalam hati responden.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2208042580/a4ffdda0f3e17cafb666d5bbad186b5c/Screenshot_2023_11_07_08_28_05_55_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12.jpg" />
         <pubDate>2023-11-07 02:06:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778968893</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 91. Annisa Anna Firdausi (230721600645)2. Erni Khabibatul L (230721601921)3. Fabieo Pratama 2307216006504. Novia Fairuz Dzakiyyah (230721606374)5. Karista Pramesti Murti Hapsari (230721601285)6. Carissa Vania (230721606508)7. Muhammad Kevin Apriliantino(230721610027)8. Lativa Desriani Putri(230721603873)9. Falih Ahmad Sulaiman (230721609863)10. Izuddin(230731607808)</title>
         <author>annisaanna2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778973149</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:09:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778973149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author>intanpratiwi2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778973658</link>
         <description><![CDATA[<p>• Tes Intelegensi</p><ol><li><p>Pengertian</p><p>Tes Intelegensi ialah tes yang mengungkapkan intelegensi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan umum seseorang untuk memperkirakan apakah suatu pendidikan atau pelatihan tertentu dapat diberikan kepadanya. Nilai tes intelegensi seringkali dikaitkan dengan umur dan menghasilkan IQ untuk mengetahui bagaimana kedudukan relative orang yang bersangkutan dengan kelompok orang sebayanya.</p></li><li><p>Contoh</p><p>Sampai saat ini sudah banyak tes inteligensi yang disusun oleh para ahli baik tes intelegensi untuk anak-anak maupun orang dewasa, tes inteligensi yang disajikan secara individual maupun secara kelompok, tes verbal dan tes performansi, dan tes inteligensi untuk orang cacat khusus misalnya tuna rungu dan tuna netra. Beberapa bentuk tes inteligeni antara lain ;</p></li></ol><p>•	Tes inteligensi untuk anak-anak (tes Binet, WISC, WPPSI, CPM, </p><p>CFIT skala 1 &amp; 2, dan TIKI dasar).</p><p>•	Tes inteligensi untuk remaja - dewasa (TIKI menengah, TIKI </p><p>tinggi, WAIS, SPM, APM, CFIT skala 3).</p><p>•	Tes inteligensi untuk tuna rungu (SON)</p><ol start="3"><li><p>Kelebihan</p></li></ol><p>•	Dapat membantu individu fokus pada bakat dan minat mereka</p><p>•	Dapat membantu individu menemukan tujuan mereka</p><p>•	Dapat memberikan penyaringan awal untuk melihat kecenderungan berpikir individu</p><p>•	Dapat memberikan gambaran tentang jalur karir potensial individu</p><ol start="4"><li><p>Kekurangan</p></li></ol><p>•	Tes kecerdasan mungkin menggunakan standarisasi yang terlalu sederhana untuk memetakan kecerdasan anak</p><p>•	Tes kecerdasan dibuat oleh manusia, sehingga akurasinya tidak selalu terjamin</p><p>•	Tes kecerdasan mungkin bukan satu-satunya ukuran kecerdasan</p><p>•	Jenis kecerdasan yang berbeda mungkin tidak ditangkap oleh tes kecerdasan tradisional</p><p><br/></p><p>• Tes Bakat</p><ol><li><p>Pengertian</p><p>Tes bakat adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan potensial individu dalam melakukan aktivitas-aktivitas tertentu. Tes bakat mengidentifikasikan bakat atau potensi yang dimiliki individu. Menyediakan informasi untuk membantu individu membuat keputusan pendidikan dan karir atau pilihan lain diantara alternatif-alternatif yang ada.</p></li><li><p>Contoh</p><p>Saat ini, telah tersedia beberapa macam tes bakat seperti tes DAT (Differential Aptitude Tests), GATB ( General Aptitude Test Battrey), FACT (Flanagan Aptitude Clasification) dan lain-lain.</p><ul><li><p>Tes DAT ( Tes Bakat Diferensial).Tes DAT memiliki 7 sub tes, yaitu sebagai berikut; penalaran verbal, kemampuan numerik, alasan abstraku, hbungan luar angkasa, penalaran mekanis, kecepatan klerikal dan acurary, penggunaan bahasa (Bagian I : Ejaan &amp; Bagian II : Kalimat)</p></li></ul><ul><li><p>Tes GATB (Battrey Tes Bakat Umum).Bakat (aptitude) yang diungkap tes GATB adalah sebagai berikut: Bakat G: Kecerdasan, Bakat V : Bakat Verbal, Bakat N : Kesesuaian Numerik, Bakat S : Spasial, Aptitude P : Bentuk persepsi, Aptitude Q : Persepsi klerikal, Bakat K : Koordinat motorik, Bakat F : Ketangkasan jari, Aptitude M : Ketangkasan manual.</p></li><li><p>Tes FAKTA (Klasifikasi Flanagan Aptitude).Tes FACT terbagi menjadi 14 subtesyaitu sebagai berikut; inspeksi, pengkodean, penyimpanan, ketepatan, perakitan, timbangan, koordinasi, penghakiman dan pemahaman, aritmatikq, pola, komponen, tabel, mekanika, ekspresi.</p><p><br/></p><p>Tes lain yang biasa digunakan untuk tes Bakat adalah tes-tes Intelegensi seperti tes IST, Tes TIKI, tes TKD.</p><p><br/></p><p>Sebenarnya masih banyak tes bakat lainnya tetapi tidak terlalu familiar seperti Academic Promise Tests (APT), Flanagan Industrial Tests (FIT), Guilford-Zimmerman Aptitude Survey atau Nonreading Aptitude Test Battery (NATB) dan lain-lain.</p></li></ul></li><li><p>Kelebihan</p><p>1. Tes bakat dibuat dalam seri multiple bakat yang merupakan sejumlah tes yang dipakai untuk mengukur berbagai macam bakat seseorang, tidak hanya satu bakat. </p><p>2. Mengetahui potensi diri seseorang. </p><p>3. Dengan mengetahui bakat atau potensi yang dimiliki, setiap anak akan lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.</p><p>3. Dapat membantu merencanakan dan membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan maupun pekerjaan. </p><p>4. Memberikan prediksi bagi tingkat keberhasilan individu di masa yang akan datang dalam suatu keadaan atau pekerjaan tertentu.</p><p>5. Memahami cara mengembangkan bakat atau potensi diri</p></li><li><p>Kekurangan</p><p>1. Tes bakat tidak memperhatikan ciri-ciri kepribadian. Beberapa profil pekerjaan yang menuntut kepribadian yang diinginkan, dan melakukan tes bakat saja tidaklah cukup.</p><p>2. Kelemahan lain dari tes bakat adalah penyebab utama kecemasan di kalangan individu. Mulai dari persiapan ujian hingga penyelesaian ujian dalam waktu yang ditentukan dapat meningkatkan tingkat kecemasan para kandidat yang mengikuti ujian.</p><p>3. Tes bakat tidak bertanggung jawab untuk mengajarkan keterampilan khusus domain kandidat.</p><p>4. Tes bakat tidak fokus pada kandidat soft skill. Demikian pula, perekrut harus melakukan tes wawancara yang menghabiskan waktu dan uang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:09:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778973658</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>intanpratiwi2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778973810</link>
         <description><![CDATA[<p>• Tes Minat</p><ol><li><p>Pengertian:</p><p>Minat merupakan faktor dari dalam individu yang menunjuk pada typical performance. Dalam konteks pekerjaan, tampilan ini mengacu pada senang atau tidak senangnya individu pada suatu bidang pekerjaan. Seseorang akan menjadi berhasil apabila dirinya memiliki kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi terhadap suatu pekerjaan yang diembannya.</p><p>Tes minat merupakan suatu alat ukur yang dirancang untuk mangukur dan manganalisis minat seseorang.</p></li><li><p>Contoh</p><p>Contoh tes minat yang biasa digunakan:</p></li></ol><p>1. Tes Minat Karier:</p><p>A.Katalog Kepribadian Strong (Strong Interest Inventory): Tes ini digunakan untuk membantu individu memahami minat karier mereka dan mengidentifikasi pekerjaan yang sesuai dengan minat mereka.</p><p>B.Tes Minat Holland (Holland Codes): Menggunakan model RIASEC (Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional) untuk mengidentifikasi tipe minat karier seseorang.</p><p>2. Tes Minat Pendidikan:</p><p>A.Tes Preferensi Belajar VARK: Tes ini membantu individu mengidentifikasi cara mereka belajar terbaik (visual, auditory, reading/writing, kinesthetic) untuk meningkatkan efektivitas belajar mereka.</p><p>B. Tes Minat Pendidikan Tinggi: Digunakan oleh siswa untuk mengevaluasi minat mereka dalam berbagai jurusan dan membantu mereka memilih program studi yang sesuai.</p><p>3. Tes Minat Hobi:</p><p>A.Tes Minat Seni: Mengidentifikasi minat individu dalam seni visual, musik, atau pertunjukan.</p><p>B.Tes Minat Olahraga: Membantu individu menentukan jenis olahraga atau aktivitas fisik yang sesuai dengan minat mereka.</p><ol start="3"><li><p>Kelebihan</p><p>Kelebihan tes minat menurut John Holland yaitu:</p><p>Tes ini arahnya sudah jelas yaitu yang terfokus pada mengukur minat seseorang. Dengan alat tes ini, dapat diketahui karakteristik yang dimiliki oleh individu. Menunjuk pada taraf inteligensi yang memungkinkan tingkat pendidikan sekolah tertentu. Pandangan Holland sangat relevan bagi bimbingan karier dan konseling karier di institusi pendidikan untuk jenjang pendidikan menengah dan masa awal pendidikan tinggi.</p></li><li><p>Kelemahan</p><p>Dalam mengerjakan tes, memungkinkan terjadinya facking dan bisa terjadi bias dalam menjawabnya. Terdapat batasan usia dalam mengerjakan tes. Karena banyaknya jumlah tes yang dikerjakan, maka dapat menyebabkan testee malas dalam mengerjakannya. Dalam teori ini adalah kurang ditinjau proses perkembangan yang melandasi keenam tipe kepribadian dan tidak menunjukan fase-fase tertentu dalam proses perkembangan itu serta akumulasi rentang umur.</p></li></ol><p><br></p><p>• Tes Kepribadian</p><ol><li><p>Pengertian</p><p>Tes kepribadian merupakan tes berupa kuesioner atau instrumen standar lainnya yang didesain untuk mengungkapkan sifat-sifat, aspek-aspek, karakter maupun ciri-ciri kepribadian seseorang. Tes kepribadian bukan tes untuk menjawab pertanyaan mana yang benar dan mana yang salah. Jawaban tes peserta digunakan sebagai analisis untuk menghasilkan respon yang konon merupakan kepribadian dari peserta.</p></li><li><p>Contoh teknis tes kepribadian. </p><p>— Tes MBTI (Myer Briggs Type Indicator).</p><p>MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian dari Carl Gustav Jung. MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan (dikotomis). Berikut empat skala kecenderungan MBTI:</p><p>• Extrovert (E) vs. Introvert (I). Dimensi EI melihat orientasi energi kita ke dalam atau ke luar. Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka dunia luar. Mereka suka bergaul, menyenangi interaksi sosial, beraktifitas dengan orang lain, serta berfokus pada dunia luar dan action oriented. Sebaliknya, tipe introvert adalah mereka yang suka dunia dalam (diri sendiri). Mereka senang menyendiri, merenung, membaca, menulis dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang.  Mereka mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus.</p><p>• Sensing (S) vs. Intuition (N). Dimensi SN melihat bagaimana individu memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya. Mereka menggunakan pedoman pengalaman dan data konkrit serta memilih cara-cara yang sudah terbukti.</p><p>• Thinking (T) vs. Feeling (F). Dimensi ketiga melihat bagaimana orang mengambil keputusan.</p><p>• Sensing (S) vs. Intuition (N). Dimensi SN melihat bagaimana individu memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya.</p><p>— Tes wartegg</p><p>Tes Wartegg adalah tes kepribadian yang bertujuan untuk memperoleh insight struktur kepribadian seseorang yang dinyatakan dalam berbagai fungsi dasar kepribadian. </p><p>— EPPS (Edward Personal Preference Schedule).</p><p>EPPS ditujukan untuk mengungkap kecenderungan-kecen­derungan aatau kebutuhan-kebutuhan (needs) khusus yang dimiliki seseorang. EPPS ini merupakan tes kepribadian yang bersifat self-report inventory atau personality inventory. Semula tes ini disusun untuk kepentingan clinical psychology dan counseling. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan.</p></li><li><p>Kelebihan</p><p>Kelebihan Objektif dan Proyektif1</p><ul><li><p>Myers-Briggs Type Indicator, bisa mengukur kecocokkan cara berpikir dan bekerja seseorang dengan pekerjaan tertentu.</p></li><li><p>Big Five Factor of Personality Model, mampu memprediksi kecenderungan perilaku &amp; cara berpikir berdasarkan 5 faktor trait kepribadian.</p></li><li><p>Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI-2), mampu menggambarkan secara detail aspek kepribadian yang ingin diuji.</p></li><li><p>DISC(Dominant-Inspiring-Supportive-Cautious), bisa memprediksi gaya bekerja seseorang dengan lebih sistematis.</p></li><li><p>Lumina Spark, kemampuan dapat mengukur kepribadian dalam 3 keadaan: sehari-hari, tertekan, dan tersembunyi.</p></li><li><p>Test Inkblot Rorschach, mampu menggambarkan cara individu melihat dunia dan keinginan tersembunyi yang mungkin tidak disadari</p></li><li><p>Koch's BAUM Test (Tes Menggambar Pohon), cukup baik dalam mendiagnosa psikopatologi dan kepribadian bawah sadar.</p></li><li><p>Tes Asosiasi Implisit (Implicit Association Test), mampu memprediksi preferensi seseorang terkait hal dan pilihan (prejudis) dalam hidup.</p></li><li><p>Tes Apersepsi Tematik (Thematic Apperception Test), menganalisa proyeksi berdasarkan gambaran yang lebih konkret, tidak abstrak.</p></li></ul></li><li><p>Kekurangan</p><p>Kelemahan tes kepribadian:</p><p>a. Terjadinya pemalsuan jawabanb</p><p>b. Testee memberikan respon dalam cara yang menurutnya dikehendaki oleh masyarakat.</p><p>c. Subjek memberikan respon menurut kebiasaannya.</p><p>d. Subjek memberikan respon yang ekstrim.</p><p>e. Kemungkinan adanya pemalsuan respon.</p><p>f. Obyektivitas yang kurang memadahi.</p><p>g. Tidak adanya norma yang mantap.</p><p>h. Reliabilitas yang rendah.</p><p>i. Validitas yang kurang shahih.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:09:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778973810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 9</title>
         <author>carissavania2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778975212</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Annisa Anna Firdausi (230721600645)</p><p>2. Erni Khabibatul L (230721601921)</p><p>3. Fabieo Pratama 230721600650</p><p>4. Novia Fairuz Dzakiyyah (230721606374)</p><p>5. Karista Pramesti Murti Hapsari (230721601285)</p><p>6. Carissa Vania (230721606508)</p><p>7. Muhammad Kevin Apriliantino</p><p>(230721610027)</p><p>8. Lativa Desriani Putri</p><p>(230721603873)</p><p>9. Falih Ahmad Sulaiman </p><p>(230721609863)</p><p>10. Izuddin</p><p>(230731607808)</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:10:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778975212</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author>intanpratiwi2307216_</author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778975689</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>FATIMAH NURSA'DIYAH (230721600751)</p></li></ol><ol start="2"><li><p>MIA CHAIRINA (230721606623)</p></li></ol><ol start="3"><li><p>INTAN PRATIWI (230721603733)</p></li></ol><ol start="4"><li><p>LAILY INTAN NURAINI (230721605632)</p></li></ol><ol start="5"><li><p>CELIA DEVA SYAHARANI (230721609641)</p></li></ol><ol start="6"><li><p>M. FATHUR RAHMAN DANUARTA (230731607570)</p></li></ol><ol start="7"><li><p>RIFKI RIVALDI (230721609558)</p></li></ol><ol start="8"><li><p>ANANDA ZAKI KURNIAWAN (230721604002)</p></li></ol><ol start="9"><li><p>JENI ROHMAN (230721604911)</p></li></ol><ol start="10"><li><p>DWI MAULIDYA AGUSTINA (230731606009)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:11:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778975689</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Studi Kasus</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778978093</link>
         <description><![CDATA[<p>- STUDI KASUS - </p><p>• Pengertian Studi Kasus</p><p>Menurut Depdikbud (1997: 2) menjelaskan bahwa “studi kasus adalah suatu studi atau analisa yang komprehensif dengan menggunakan berbagai teknik, bahan dan alat mengenai gejala atau ciri-ciri karakteristik berbagai jenis masalah atau tingkah laku menyimpang baik individu maupun kelompok”.</p><p>Menurut Wibowo (1984: 79) menjelaskan bahwa “studi kasus adalah suatu teknik untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seseorang secara mendalam dengan tujuan untuk mencapai penyesuaian diri yang lebih baik”.</p><p>Berdasarkan kedua pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa studi kasus adalah suatu teknik yang mempelajari keadaan seseorang secara detail dan mendalam, baik fisik maupun psikisnya. Selanjutnya dapat meningkatkan perkembangan dan upaya untuk membantu individu, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan baik dengan lingkungannya.Studi kasus merupakan teknik mengadakan persiapan konseling yang memakai ciri-ciri yaitu mengumpulkan data yang lengkap, bersifat rahasia, terus menerus secara ilmiah, dan data diperoleh dari beberapa pihak. </p><p>• Kelebihan Studi Kasus</p><p>&nbsp;&nbsp; 1. Konteks yang mendalam : Studi kasus ini memungkinkan peneliti untuk dapat memahami konteks secara mendalam dan kompleks. Metode Ini dapat menghasilkan wawasan yang kaya dan mendetail. Metode ini juga relevan untuk semua pihak yang terlibat dalam proses pengambilan data karena dapat menstimulasi minat, partisipasi, dan pertumbuhan pengetahuan.</p><p>&nbsp;&nbsp; 2. Keterlibatan subjek : Studi kasus ini dapat melibatkan partisipasi aktif subjek penelitian dan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pengalaman individu atau organisasi.</p><p>&nbsp;&nbsp; 3. Fleksibilitas : Teknik studi kasus ini dapat digunakan dalam berbagai bidang. Teknik ini juga dapat dilakukan dari jarak jauh, tanpa harus hadir di lokasi atau fasilitas tertentu dengan menggunakan berbagai metodologi penelitian yang berbeda, seperti wawancara, observasi, kuesioner, riwayat kasus, dan tugas eksperimental.</p><p>• Kekurangan Studi Kasus</p><p>&nbsp;&nbsp; 1. Generalisasi yang terbatas : Hasil dari metode studi kasus mungkin sulit untuk dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih besar karena metode ini lebih fokus pada kasus tertentu.</p><p>&nbsp;&nbsp; 2. Subjektivitas : Analisis dalam studi kasus dapat dipengaruhi oleh subjektivitas peneliti dan interpretasi mereka. Metode ini juga bergantung pada kompetensi dan kepribadian observer, hal ini dapat mempengaruhi validitas dan reliabilitas data yang diambil.</p><p>&nbsp;&nbsp; 3. Waktu dan biaya : metode studi kasus ini seringkali memerlukan biaya, waktu, dan sumber daya yang sangat signifikan untuk dilakukan, terutama jika data yang dikumpulkan dari berbagai macam sumber.</p><p>• Contoh Studi Kasus</p><p>Contoh studi kasus yaitu dari Tony Dwi Susanto (2020) yang berisi : Penelitian yang berjudul "Proses Adopsi Video Online: Studi Kasus YouTube di Kalangan Generasi X", akan memperoleh gambaran lengkap bagaimana Generasi X (kelahiran 1960-an) kecanduan menggunakan YouTube, maka si peneliti melakukan pengumpulan data dalam bentuk:</p><p>1. Observasi, dengan menganalisis perilaku pengguna, data berupa kuantitatif, tapi data perilaku bersifat kualitatif</p><p>2. Meminta pengguna YouTube membuat catatan yang dia lakukan dan perasaannya terkait aplikasi YouTube&nbsp; (Alasan, penyebab, dan faktor lainnya)</p><p>3. Mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan semua partisipan penelitian</p><p>4. Melakukan wawancara satu per satu dengan partisipan untuk mengetahui lebih lanjut setiap karakter</p><p>5. Partisipan harus mengisi Questionnaire Survey dengan Skala Likert. Jika data sudah terkumpul, lalu akan dianalisis secara keseluruhan oleh peneliti</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:12:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778978093</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tes intelegensi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778984354</link>
         <description><![CDATA[<p>• Tes Intelegensi: </p><p><br/></p><p>Inteligensi adalah salah satu kemampuan mental, pikiran, atau intelektual manusia. Inteligensi merupakan merupakan bagian dari proses-proses kognitif pada urutan yang lebih tinggi (high cognition)</p><p><br/></p><p>Beberapa kelebihan tes intelegensi, antara lain :</p><p>1. Bisa Memfokuskan Bakat dan Ketertarikan Anak</p><p>Kita tahu bahwa anak-anak adalah pembelajar yang sangat tekun. mereka akan cepat belajar hal baru namun cepat juga melupakannya. Maka dari itu kelebihan tes intelegensi adalah bisa memfokuskan bakat dan ketertarikan mereka. Kita sebagai orang tua memfasilitasi mereka ketika kita sudah tahu di mana bakat dan kecenderungan mereka. </p><p>2. Bisa membantu anak menemukan tujuannya</p><p>Tes intelegensi juga bisa membantu anak untuk menemukan passionnya. Sebab tanpa passion maka anak tidak bisa menjadi ahli di satu bidang tertentu. Hal ini menjadi tugas kita sebagai orang tua untuk mengarahkan mereka. </p><p>3. Bisa Menjadi Gambaran Karir</p><p>Tes intelegensi juga bisa menjadi gambaran bagi karir mereka kelak di kemudian hari. Meskipun ini tidak bisa menjadi acuan utama tapi setidaknya anda tahu kemana harus mengarahkan mereka serta memfasilitasinya.</p><p>4. Memberikan gambaran umum mengenai kemampuan kognitif</p><p>Tes kecerdasan dapat memberikan gambaran umum mengenai kemampuan kognitif seseorang, meliputi pemecahan masalah, berpikir logis dan analitis, serta keterampilan dasar seperti kemampuan verbal, numerik, dan figural.</p><p>5. Membantu individu memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik</p><p>Tes kecerdasan dapat membantu individu memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri dan kemampuan kognitif mereka</p><p><br/></p><p>Kekurangan tes intelegensi</p><p>1. Standarisasi yang dipakai terlalu sederhana.</p><p>Standarisasi yang dipakai terlalu sederhana untuk bisa memetakan kecerdasan anak. Kita tahu bahwa tes ini juga buatan manusia sehingga ukurannya tidaklah senantiasa akurat. Itu merupakan satu dari kekurangan tes intelegensi. </p><p>2. Terlalu dijadikan patokan.</p><p>Tes intelegensi terlalu dijadikan patokan untuk menentukan kecerdasan sehingga mereka yang gagal dalam tes ini seringkali disebut minat bakatnya rendah.</p><p>3. Adanya keterbatasan dalam meramalkan keberhasilan karir pekerjaan.</p><p>4. Keterbatasan kemampuan untuk meramalkan keterampilan non akademis.</p><p>5. Bukan pengukur kemampuan yang tetap, sering tidak valid untuk di gunakan pada kelompok minoritas.Kekurangan tes intelegensi  1. Standarisasi yang dipakai terlalu sederhana. Standarisasi yang dipakai terlalu sederhana untuk bisa memetakan kecerdasan anak. Kita tahu bahwa tes ini juga buatan manusia sehingga ukurannya tidaklah senantiasa akurat. Itu merupakan satu dari kekurangan tes intelegensi.   2. Terlalu dijadikan patokan. Tes intelegensi terlalu dijadikan patokan untuk menentukan kecerdasan sehingga mereka yang gagal dalam tes ini seringkali disebut minat bakatnya rendah.  3. Adanya keterbatasan dalam meramalkan keberhasilan karir pekerjaan.  4. Keterbatasan kemampuan untuk meramalkan keterampilan non akademis.  5. Bukan pengukur kemampuan yang tetap, sering tidak valid untuk di gunakan pada kelompok minoritas.</p><p>Tes Intelegensi Umum</p><p>Materi yang diujikan pada TIU mencakup hal-hal berikut.</p><p>1. Kemampuan verbal</p><p>a. Analogi, b. Silogisme, c.Analitis</p><p>2. Kemampuan numerik</p><p>a.Berhitung, b.Deret angka, c. Perbandingan.  kuantitatif, d. Soal cerita</p><p>3. Kemampuan figural</p><p>a.Analogi,</p><p>b.Ketidaksamaan, c.Serial</p><p>Contoh soal</p><p>1. Kaleidoskop = ….</p><p>A. seragam</p><p>B. berwarna-warni</p><p>C. fleksibel</p><p>D. ringkasan</p><p>E. koleksi</p><p>Pembahasan:</p><p>Menurut KBBI, kaleidoskop adalah aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat. Oleh karena itu, persamaan kata kaleidoskop adalah ringkasan.</p><p>2. Toko : …. = …. : Ikan</p><p>A. barang – akuarium</p><p>B. pelayan – makanan</p><p>C. barang – umpan</p><p>D. mewah – anak</p><p>E. uang – pasir</p><p>Pembahasan:</p><p>Soal di atas menekankan pada kemampuan berbahasa atau verbal.</p><p>3. 5, 6, 8, …, …, 20, 26</p><p>A. 12, 15</p><p>B. 10, 13</p><p>C. 9, 13</p><p>D. 11, 15 </p><p>E. 9, 14</p><p>Pembahasan:</p><p>Pola bilangan di atas merupakan hasil penjumlahan bilangan sebelumnya dengan bilangan asli secara berurutan.</p><p>Jadi, deret yang rumpang berisi bilangan 11 dan 15.</p><p>Jawaban: D</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:16:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778984354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tes minat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778985356</link>
         <description><![CDATA[<p>• Tes Minat: minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika bebas memilih. Tiga bidang terapan hasil tes minat antara lain: 1) Konseling Karier 2) Konseling Pekerjaan, 3) Penjurusan Siswa</p><p>Kelebihan atau manfaat tes minat secara umum yaitu sebagai berikut.</p><p>1) Dengan tes minat, dapat mengetahui minat yang sesuai dengan bakat pribadi.</p><p>2) Dengan tes minat, dapat diketahui kelebihan dan kekurangan dalam diri.</p><p>3) Dapat mengetahui minat dan potensi pribadi secara lebih terarah.</p><p>Jika tes minat dilakukan secara online,maka akan memiliki kelebihan atau keunggulan tersendiri, yaitu sebagai berikut.</p><p>1)Mudah dan simple.</p><p>2)Hasil bisa diketahui dengan lebih cepat.</p><p>3)Lebih akurat.</p><p>4)Dapat dilakukan dimana dan kapan saja.</p><p>Kekurangan tes minat</p><p>1. Seseorang hanya fokus pada kategori minat yang menjadi hasil dari tes tanpa memikirkan hal-hal apa saja yang bisa mereka lakukan di luar hasil tes tersebut </p><p>2. Minat seseorang berubah-ubah dan tersebut bisa membuat seseorang menjadi jenuh saat terlanjur mengikuti hasil tes minat dan berusaha masuk di dalamnya lebih jauh</p><p>3. Tingkatan dalam suatu bidang yang diminati berbeda-beda setiap tingkatan yang dijalani, dan beberapa orang hanya minat pada langkah awal pada suatu bidang, dan terdapat seseorang yang mungkin tidak memiliki minat pada langkah-langkah selanjutnya pada suatu bidang atau bahkan belum tentu bisa menjalaninya </p><p>4. Seseorang menjadi terobsesi dengan hasil tes minat dan terus menerus mengidentifikasi diri mereka  sebagai apa yang terdapat dalam hasil tes, dan mungkin membuat seseorang tidak menjadi diri sendiri</p><p>5. Hasil dari tes minat yang diperoleh mungkin tidak begitu akurat karena seseorang yang mengikuti tes terkadang merasa memiliki minat seperti idola mereka</p><p>Contoh tes minat</p><p>1.Self-Directed Search (SDS) Assesmen tes minat siswa SMA yang akan melanjutkan studi ke peguruan tinggi</p><p>2.Interest Blank (RMIB)</p><p>Siswa smp yang diberi Assesment untuk mengisi tes terhadap suka atau tidak sukanya pembelajaran daring</p><p>3.Tes minat ketika ingin mencari keahlian dalam suatu pekerjaan• Tes Minat: minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika bebas memilih. Tiga bidang terapan hasil tes minat antara lain: 1) Konseling Karier 2) Konseling Pekerjaan, 3) Penjurusan Siswa  Kelebihan atau manfaat tes minat secara umum yaitu sebagai berikut.  1) Dengan tes minat, dapat mengetahui minat yang sesuai dengan bakat pribadi.  2) Dengan tes minat, dapat diketahui kelebihan dan kekurangan dalam diri.  3) Dapat mengetahui minat dan potensi pribadi secara lebih terarah.  Jika tes minat dilakukan secara online,maka akan memiliki kelebihan atau keunggulan tersendiri, yaitu sebagai berikut.  1)Mudah dan simple.  2)Hasil bisa diketahui dengan lebih cepat.  3)Lebih akurat.  4)Dapat dilakukan dimana dan kapan saja.  Kekurangan tes minat  1. Seseorang hanya fokus pada kategori minat yang menjadi hasil dari tes tanpa memikirkan hal-hal apa saja yang bisa mereka lakukan di luar hasil tes tersebut   2. Minat seseorang berubah-ubah dan tersebut bisa membuat seseorang menjadi jenuh saat terlanjur mengikuti hasil tes minat dan berusaha masuk di dalamnya lebih jauh  3. Tingkatan dalam suatu bidang yang diminati berbeda-beda setiap tingkatan yang dijalani, dan beberapa orang hanya minat pada langkah awal pada suatu bidang, dan terdapat seseorang yang mungkin tidak memiliki minat pada langkah-langkah selanjutnya pada suatu bidang atau bahkan belum tentu bisa menjalaninya   4. Seseorang menjadi terobsesi dengan hasil tes minat dan terus menerus mengidentifikasi diri mereka  sebagai apa yang terdapat dalam hasil tes, dan mungkin membuat seseorang tidak menjadi diri sendiri  5. Hasil dari tes minat yang diperoleh mungkin tidak begitu akurat karena seseorang yang mengikuti tes terkadang merasa memiliki minat seperti idola mereka Contoh tes minat 1.Self-Directed Search (SDS) Assesmen tes minat siswa SMA yang akan melanjutkan studi ke peguruan tinggi 2.Interest Blank (RMIB) Siswa smp yang diberi Assesment untuk mengisi tes terhadap suka atau tidak sukanya pembelajaran daring 3.Tes minat ketika ingin mencari keahlian dalam suatu pekerjaan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:16:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778985356</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengertian Tes</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778986451</link>
         <description><![CDATA[<p>Ari Mardiya Faiza </p><p>Agus Salam</p><p>Achmad Watsiq Arsyada Awlia</p><p>Ernandhea Tariza Muti</p><p>Jihan Farras Fadillah</p><p>Fadia Eka Saputri</p><p>Muchammad Helmy Adyansyah</p><p>Muchammad Rayyan Ardyansyah</p><p>Nabila Aulia </p><p><br/></p><p>Pengertian Tes</p><p>Tes merupakan suatu alat atau metode pengumpulan data untuk mengetahui kemampuan individu atau kelompok individu dalam menyelesaikan sesuatu atau memperlihatkan ketrampilan tertentu, dalam memperlihatkan hasil belajar, atau dalam menggunakan kemampuan psikologis untuk memecahkan suatu persoalan.</p><p><br/></p><p><strong>Pengelompokan Teknik Tes Secara Umum:</strong></p><ol><li><p>Tes Intelegensi : Inteligensi adalah salah satu kemampuan mental, pikiran, atau intelektual manusia. Inteligensi merupakan merupakan bagian dari proses-proses kognitif pada urutan yang lebih tinggi (high cognition)</p></li><li><p>Tes Bakat : Tes Bakat mucul dikarenakan adanya ketidakpuasaan pada tes intelegensi yang hanya memunculkan skor tunggal yang disebut IQ</p></li><li><p>Tes Minat : minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika bebas memilih. Tiga bidang terapan hasil tes minat antara lain: 1) Konseling Karier 2) Konseling Pekerjaan, 3) Penjurusan Siswa</p></li><li><p>Tes Kepribadian: Tes kepribadian sering dibatasi sebagai tes yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek kognitif, artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan kepribadian manusia</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Kelebihan Tes:</strong></p><ol><li><p>Intelegensi</p><p>kelebihan teknik tes intelegensi</p><ol><li><p>Bisa Memfokuskan Bakat dan Ketertarikan Anak</p><p>Kita tahu bahwa anak-anak adalah pembelajar yang sangat tekun. mereka akan cepat belajar hal baru namun cepat juga melupakannya. Maka dari itu kelebihan tes intelegensi adalah bisa memfokuskan bakat dan ketertarikan mereka.</p><p>Caranya adalah kita sebagai orang tua memfasilitasi mereka ketika kita sudah tahu di mana bakat dan kecenderungan mereka. Sebab bakat ini kalau tidak lekas untuk difollow up maka bisa tergantikan oleh ketertarikan lain yang itu belum tentu menjadi bakat mereka.</p></li><li><p>Bisa membantu anak temukan tujuannya</p><p>Tes intelegensi juga bisa membantu anak untuk menemukan passionnya. Sebab tanpa passion maka anak tidak bisa menjadi ahli di satu bidang tertentu. Hal ini menjadi tugas kita sebagai orang tua untuk mengarahkan mereka. Namun syaratnya adalah mereka harus cukup umur untuk mengikuti tes agar kepribadian dan mental mereka terbentuk terlebih dahulu.</p></li><li><p>Bisa Menjadi Gambaran Karir </p><p>Tes intelegensi juga bisa menjadi gambaran bagi karir mereka kelak di kemudian hari. Meskipun ini tidak bisa menjadi acuan utama tapi setidaknya anda tahu kemana harus mengarahkan mereka serta memfasilitasinya.</p><p>Anak memang suka berkhayal jadi tidak mungkin kita memfasilitasi semua khayalannya. Akan lebih baik apabila kita mengarahkan pada satu atau dua bakat kemudian dikembangkan secara lebih intensif.</p></li></ol></li><li><p>Bakat </p><p> Tes bakat secara akurat bisa memprediksi potensi sukses. Tes bakat juga relatif akurat dalam hal memahami kekuatan dan kelemahan. seseorang. Tes bakat juga bisa memungkinkan para kandidat untuk mengenali jenis-jenis kemampuan yang dibutuhkan dalam suatu posisi - Dengan begitu mereka bisa merasa apakah mereka orang yang tepat untuk posisi tersebut.</p></li><li><p>Minat</p><p>Membantu menentukan mengambil jurusan kuliah, mengenal diri sendiri lebih dalam, memotivasi berbuat lebih maksimal, mencegah anak mengalami kesulitan belajar.</p></li><li><p>Kepribadian </p><p>1. Bisa mengukur kecocokkan cara berpikir dan bekerja seseorang dengan pekerjaan tertentu.</p><p>2. Mampu memprediksi kecenderungan perilaku &amp; cara berpikir berdasarkan 5 faktor trait kepribadian.</p><p>3. Bisa memprediksi gaya bekerja seseorang dengan lebih sistematis.</p></li></ol><p><strong>Kekurangan Tes:</strong></p><ol><li><p> Intelegensi:</p><ol><li><p> Standarisasi yang terlalu sederhana: Tes intelegensi menggunakan standar yang terlalu sederhana untuk memetakan kecerdasan anak. Tes ini dibuat oleh manusia sehingga ukurannya tidak selalu akurat.</p></li><li><p>Tidak mengukur intelektual praktis, kreativitas, rasa ingin tahu, atau kesiapan emosional: Tes intelegensi hanya mengukur aspek-aspek tertentu dari kecerdasan, seperti kemampuan verbal, numerik, dan spasial. Tes ini tidak mengukur aspek-aspek lain dari kecerdasan, seperti kreativitas, rasa ingin tahu, atau kesiapan emosional.</p></li><li><p>Tidak menjamin kesuksesan: Hasil tes intelegensi tidak menjamin kesuksesan seseorang. Kecerdasan hanya salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan, dan faktor lain seperti kerja keras, ketekunan, dan lingkungan juga berperan penting.</p></li><li><p>Tidak mengukur kecerdasan secara menyeluruh: Tes intelegensi hanya mengukur kecerdasan dalam beberapa aspek tertentu, sehingga tidak memberikan gambaran yang menyeluruh tentang kecerdasan seseorang.</p></li><li><p> Tidak cocok untuk semua orang: Tes intelegensi tidak cocok untuk semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan belajar atau kecacatan fisik. Tes ini juga tidak cocok untuk mengukur kecerdasan pada anak-anak yang masih terlalu muda.</p></li></ol></li><li><p>Bakat</p><p>1. Tes bakat tidak memperhatikan ciri-ciri kepribadian. Beberapa profil pekerjaan menuntut kepribadian yang diinginkan, dan melakukan tes bakat saja tidaklah cukup.</p><p>2. Kelemahan lain dari tes bakat adalah penyebab utama kecemasan di kalangan individu. Mulai dari persiapan ujian hingga penyelesaian ujian dalam waktu yang ditentukan dapat meningkatkan tingkat kecemasan para kandidat yang mengikuti ujian.</p><p>3. Tes bakat tidak bertanggung jawab untuk mengevaluasi keterampilan khusus domain kandidat.</p><p>4. Tes bakat tidak fokus pada soft skill kandidat. Demikian pula, perekrut harus melakukan tes wawancara yang menghabiskan waktu dan uang.</p></li><li><p>Minat</p><p>1. Tes minat dan bakat hanya mengukur sampel perilaku yang ditunjukkan atau sampel butir tes.</p><p>2. Standardisasi tes tergantung pada keadaan sampel standardisasi. Dengan demikian perkembangan budaya dan kemajuan teknologi akan mempengaruhi validitas tes.</p><p>3. Realibilitas tes jarang mempunyai koefisien reliabilitas sama dengan satu, hal ini berarti testing lebih satu kali pada individu tidak akan menunjukkan hasil yang sama persis.</p><p>4. Dengan pengukuran minat dan bakat bukan berarti telah memahami kondisi psikologi seseorang secara komprehensif. Untuk tujuan diagnosis dan prediksi, akan lebih akurat jika dilakukan pengukuran aspek untuk secara komprehensif.</p></li><li><p>Minat </p><p>1. Tes kepribadian tidak selalu akurat dan dapat menghasilkan kesalahan dalam penilaian kepribadian seseorang.</p><p>2. Tes kepribadian tidak dapat mengukur perubahan kepribadian seseorang dari waktu ke waktu.</p><p>3. Tes kepribadian dapat dipengaruhi oleh faktor luar seperti suasana hati, kelelahan, dan stres.</p><p>4. Tes kepribadian tidak dapat mengukur faktor-faktor seperti motivcontoh teknik tes intelegensi, bakat dan minat</p><p>5. Tes kepribadian dapat menjadi subjektif karena hasilnya tergantung pada interpretasi orang yang melakukan tes.</p><p><br/></p><p><strong>Berikut adalah contoh teknik tes intelegensi, bakat, dan minat</strong>:</p><p>1. Tes Intelegensi</p><p>Tes intelegensi bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan individu yang merupakan potensi dasar keberhasilan pendidikan. Tes intelegensi dapat digunakan baik tes secara individual maupun tes secara klasikal (massal). Beberapa contoh tes intelegensi adalah tes IST, Tes TIKI, tes TKD[3][5].</p><p>2. Tes Bakat</p><p>Tes bakat bertujuan untuk mengukur kecenderungan kemampuan atau bakat khusus pada seseorang. Tes bakat dapat digunakan untuk keperluan tes minat bakat untuk keperluan konseling, penjurusan, pemilihan program studi dan vokasional (peminatan). Beberapa contoh tes bakat adalah Tes DAT (Differential Aptitude Tests), Tes GATB (General Aptitude Test Battrey), dan Test FACT (Flanagan Aptitude Clasification) [3][4].</p><p>3. Tes Minat</p><p>Tes minat bertujuan untuk mengetahui minat seseorang terhadap suatu bidang tertentu. Tes minat dapat digunakan untuk keperluan tes minat bakat untuk keperluan konseling, penjurusan, pemilihan program studi dan vokasional (peminatan). Beberapa contoh tes minat adalah tes minat bakat[1][2][3].</p><p>Dalam praktiknya, tes intelegensi, bakat, dan minat sering digunakan bersamaan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kemampuan dan minat seseorang.asi, nilai, dan tujuan hidup seseorang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:17:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778986451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tes bakat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778987956</link>
         <description><![CDATA[<p>• Tes Bakat: Tes Bakat mucul dikarenakan adanya ketidakpuasaan pada tes intelegensi yang hanya memunculkan skor tunggal yang disebut IQ</p><p><br/></p><p>Kelebihan tes bakat :</p><p><br/></p><p>1. Membantu menentukan mengambil jurusan kuliah</p><p><br/></p><p>2. Memahami cara mengembangkan bakat (mengembangkan potensi)</p><p><br/></p><p>3. Mengenal diri sendiri lebih dalam (understanding self)</p><p><br/></p><p>4. Memotivasi Untuk Berbuat Lebih Maksimal</p><p><br/></p><p>5. Mencegah anak mengalami kesulitan belajarKelebihan bakat : 1. Membantu menentukan mengambil jurusan kuliah 2. Memahami cara mengembangkan bakat (mengembangkan potensi) 3. Mengenal diri sendiri lebih dalam (understanding self) 4. Memotivasi Untuk Berbuat Lebih Maksimal 5. Mencegah anak mengalami kesulitan belajar</p><p><br/></p><p>6. Tes bakat muncul mengurangi kelemahan tes kecerdasan yang  mengukur kemampuan umumseseorang.</p><p><br/></p><p>7. Tes bakat dapat digunakan untuk mendeteksi </p><p><br/></p><p> berhasil atau tidaknya seseorang dalam bidang tertentu.</p><p><br/></p><p>8. Tes bakat dibuat dalam sebanyak sekali bakat kamu yang merupakan sejumlah tes yang dipakai untuk mengukur berbagai macam bakat seseorang, tidak hanya satu bakat saja.</p><p><br/></p><p>9. Mengetahui sedini mungkin bakat-bakat yang dimiliki seseorang.</p><p><br/></p><p>10. Membantu merencanakan dan membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan maupun pekerjaan.</p><p><br/></p><p>11. Mendiagnosis masalah belajar yang dialami seseorang</p><p><br/></p><p>Kekurangan tes bakat :</p><p><br/></p><p>1.Tes bakat tidak memperhatikan ciri-ciri kepribadian. Beberapa profil pekerjaan yang menuntut kepribadian yang diinginkan, dan melakukan tes bakat saja tidaklah cukup.</p><p><br/></p><p>Kelemahan lain dari tes bakat adalah penyebab utama kecemasan di kalangan individu. Mulai dari persiapan ujian hingga penyelesaian ujian dalam waktu yang ditentukan dapat meningkatkan tingkat kecemasan para kandidat yang mengikuti ujian.</p><p><br/></p><p>2.Tes bakat tidak bertanggung jawab untuk mengajarkan keterampilan khusus domain kandidat.</p><p><br/></p><p>3.Tes bakat tidak fokus pada kandidat soft skill. Demikian pula, perekrut harus melakukan tes wawancara yang menghabiskan waktu dan uang.</p><p><br/></p><p>contoh tes bakat :</p><p><br/></p><p>1.Tes DAT (Tes Bakat Diferensial) Tes ini berisi 7 materi tes, mengungkap 7 aspek bakat berhitung, penalaran, ruang bidang, tes mekanik, cepat teliti, penalaran verbal &amp; tes bahasa. Tes DAT memiliki 7 sub tes. </p><p><br/></p><p>2.Tes GATB (General Aptitude Test Battrey) Tes ini membantu memahami bakat dan kelemahan seseorang. </p><p><br/></p><p>3.Tes bakat skolastik Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif dan intelegensi peserta ujian secara umum.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:18:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778987956</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TIM 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778994104</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Adinda Putri Aryanti/230721601417</p><p>2. M.Yudha Andriansyah/230721608095</p><p>3. Mella Eska Nurrisqi H./230721605052</p><p>4. Dinda Lufi Novitasari/230721600465</p><p>5. Ebilio Bayu Pangestu/230731606033</p><p>6. Febrian Adam /230721610180</p><p>7. Istianatul Fajariyah / 230721601133</p><p>8. Alif Amelia Baitullah / 230721604770</p><p>9.Lelis Rahmadini/230721601572</p><p>10. Andika Priatama/2307216009801</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-07 02:22:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/priscaaulia2001116/7imqpkylz40g2n2z/wish/2778994104</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
