<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Ini tuh gabut ajah🦸🏻 by Ayiiiss/ayunis</title>
      <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman</link>
      <description>Dari semua isi kepala☀️</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-23 21:24:43 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-03 03:28:31 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/2600.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗬𝗔𝗞𝗜𝗡 𝗝𝗜𝗞𝗔 𝗞𝗔𝗠𝗨 𝗜𝗞𝗛𝗟𝗔𝗦 ?
</title>
         <author>Abcdipsilalapoo</author>
         <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063428824</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Gadis dengan pakaian berwarna merah muda itu berjalan menyusuri kerumunan kota dengan wajah yang sendu serta tatapan yang sulit untuk di artikan, siapapun yang melihatnya pasti akan ibah, tapi jangan sampai kalian menunjukkan sikap iba itu di depannya dia membenci itu.<br><br>𝘈𝘬𝘶 𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴 𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘪𝘩?<br><br>Pertanyaan yang sejak tadi terus berputar putar dikepala gadis itu membuatnya sangat ingin melepaskan kepala ini dari badannya, ah tidak karena itu sesuatu yang mustahil dan.....gila.<br><br>Saat ingin melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke sesuatu tempat, matanya menangkap seorang lelaki dengan badan tegap dan sorot mata yang indah, "dia pernah jadi milikku...Iyah pernah" gumamnya pada diri sendiri. senyum miris nampak dari wajah gadis itu, ia melangkahkan kaki untuk pergi dari tempat itu.<br><br>𝘈𝘬𝘶 𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘱𝘦𝘭𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘣𝘢𝘴𝘢𝘩, 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘮𝘣𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶.<br><br>Aku kembali melangkahkan kakiku untuk ketempat tujuanku dari awal.<br><br>----<br><br>𝙆𝙚𝙙𝙖𝙞 𝙠𝙤𝙥𝙞...<br><br>Aroma kopi saat aku menginjakkan kakiku didalam kedai kopi ini membuat dadaku sangat sesak. Sakit ini terus menerus menjelma menjadi ketakutan, sungguh aku ingin ambruk sekarang.<br>Kedai ini tempat aku bertemu dengannya, Iyah lelaki itu. Tempat kita bercerita, berjanji, dan kemudian saling meninggalkan.<br><br>"Permisi kak, ini saya Dian"<br><br>"Loh Dian? Gimana kabarnya"<br><br>"Alhamdulillah sudah baik, mungkin"<br><br>"Saya ngerti kok keadaan kamu sekarang, Jangan sungkan jika ingin berbagi. Ngomong ngomong kenapa kesini? Saya pikir setelah kejadian itu kamu enggan datang kesini"<br><br>𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘫𝘢𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘬𝘪 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘶, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘢𝘮𝘣𝘳𝘶𝘬,<br>𝘈𝘴𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵𝘬𝘢𝘯.&nbsp;<br><br>Perempuan dengan tatapan teduh nya serta pembawaan yang terlihat sangat tenang itu membuat nya tampak dewasa, padahal umurnya hanya terpaut dua tahun dari umurku. Dia adalah pemilik kedai kopi ini, dia juga sangat tau tentang kisah ku bersama orang itu.<br><br>"Kakak sepupuku ingin minum kopi dari kedai ini, tapi dia malas dan akhirnya menyuruhku kemari. Sebagai gantinya dia mau mengerjakan tugas matematika ku yang sangat sulit itu"<br><br>Perempuan didepan ku itu pun tertawa setelah mendengar jawaban ku kenapa kembali datang ke kedai ini.<br><br>Setelah memanggil salah satu barista di kedai itu untuk membuatkan pesananku perempuan itu mengajakku untuk duduk dan bercerita tentang sekolahku, kesehatanku dan kami saling bercanda hingga saat kopi pesanan ku itu datang...<br><br>Sial, aroma kopi itu<br>Iyah kopi ini adalah kopi yang sering aku dan dia pesan saat kemari. Aku merutuki kakak sepupuku didalam hati, kenapa coba aku mau menuruti kemauannya.<br><br>Saat melihat raut wajah gadis didepannya yang tiba tiba menjadi sendu membuat perempuan itu membuka suaranya, ia merasa keheningan yang mulai menginterupsi sebagian area kedai ini.<br><br>"Kamu belum ikhlas"<br><br>Satu kata yang keluar dari perempuan itu membuat gadis itu tercekat, ia ingin menangis saat itu juga.<br><br>𝘐𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴, 𝘪𝘯𝘪 𝘤𝘢𝘳𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪. 𝘛𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘵𝘪𝘩, 𝘵𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘦𝘵𝘪𝘩. 𝘎𝘶𝘮𝘢𝘮𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪.<br><br>"Jujur ikhlas adalah sesuatu yang sangat Amat mudah di ucapkan tapi begitu sulit untuk dilakukan, aku sangat mencintainya tapi takdir nya bukan aku. Dalam beberapa hal aku ingin menyalahkan takdir"<br><br>Perempuan itu tersenyum...<br><br>"Hay... tersenyumlah<br>Benar kata kamu, Ikhlas adalah kata yang bisa sangat mudah terucap dari orang orang di dunia ini, tapi hanya sedikit orang yang bisa melakukannya. Hanya orang orang special yang bisa mengartikan sekaligus memaknai kata 'ikhlas' , saya pun sangat Amat susah untuk ikhlas dan benar juga kata kamu dalam beberapa hal saya juga ingin menyalahkan takdir"<br><br>"Logika dan hati amat sangat jauh ketika memberikan argumen secara bersamaan perihal ikhlas... penolakan yang akhirnya kamu terima ketika kamu bertanya pada keduanya, tanyakan pada logikamu setelah itu pada hatimu. Jujur, saya tidak bisa menebak isi kepalamu Sekarang begitu juga hatimu dan sebaliknya" ucap perempuan itu dengan tenang.<br><br>"aku ikhlas, ini yang aku yakini sekarang. Iyah aku ikhlas bukan lupa, itu mengapa aku masih mengingat nya sekarang"<br><br>Perempuan itu kembali tersenyum... Mendengar pernyataan ku<br>"Sekarang ucapkan bahwa kamu mengikhlaskan nya"<br><br>"Aku mengikhlaskannya, saat ini, besok, dan saat dimana dia sudah mempunyai rumah baru nantinya, mari sama sama bahagia walau kita tidak bisa bersama sama"<br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-23 21:32:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063428824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>𝘿𝙖𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙖 ; 𝙆𝘼𝙈𝙐 𝙃𝘼𝙍𝙐𝙎 𝙏𝘼𝙐 𝘾𝘼𝙍𝘼 𝙈𝙀𝙉𝙂𝙃𝘼𝙍𝙂𝘼𝙄 𝙍𝘼𝙎𝘼
</title>
         <author>Abcdipsilalapoo</author>
         <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063431377</link>
         <description><![CDATA[<div>Air hujan membasahi bumi dengan derasnya seolah tau ada banyak rasa yang tak bisa disampaikan si pemilik hati dalam diamnya, hujan tolong sembunyikan tangisnya.<br><br>Disana, didepan halte yang sepi seorang gadis duduk dengan tas selempangnya. dia sedang menangis, dadanya naik turun tak beraturan, tangannya meremas ujung bajunya hingga kukunya memutih. hei, siapa saja... Tolong tanyakan dia kenapa?<br><br>Lebih dekat didengar tangisnya amat memilukan, terdengar seperti tangis penyesalan. “Berhentilah menangis? Wajahmu semakin jelek” suara bariton mirik lelaki yang sedang mendekat ke arah gadis itu seolah menginterupsi tangisnya.<br><br>“aku kangen dia Jen” gadis itu berusaha meredakan tangisnya, ia mengusap air matanya kasar.<br>“kenapa?” lelaki itu menatap mata gadis didepannya dengan mata teduhnya<br>Gadis itu tersenyum kecut “aku menyesal jenan”&nbsp;<br>“setelah ditinggalkan baru menyesal?” lelaki itu ikut duduk disebelah gadis itu<br>“jangan datang padaku jika masih membahas itu, datangmu sama sekali nggak membantu” lelaki itu tertawa keras, dia menarik badan gadis itu mendekat kemudian memeluknya<br>“kamu kangen kan di peluk Hanan? Jadi biar aku yang wakilin, nanti malam peluk Hanan lewat doa”<br>“jenan” gadis itu memanggil nama lelaki yang kini dipeluknya.<br>“ada hati yang lupa cara menghargai rasa, lantas tuhan marah dengan mengambil sang pemilik rasa” gadis itu bergumam didalam pelukan yang nyaman.<br>Lelaki itu tersenyum “terus gimana dengan sang pemilik hati?” lelaki itu membalas gumaman gadis itu<br>“mmm sang pemilik hati yah?” gadis itu tersenyum kemudian melanjutkan kalimatnya “ah sang pemilik hati sedang bercerita tentang si pemilik rasa”<br>“dan tentang rasa penyesalannya” lelaki itu ikut melanjutkan kalimat gadis dipelukannya.<br>“JENAAN.....aku sayang hanan” gadis itu kembali menangis<br><br>Sebenarnya tanpa perlu diceritakan, dunia juga tau seberapa sayang kamu pada si manusia kesayangan, pemilik rasa.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-23 21:35:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063431377</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalan jalan sore</title>
         <author>Abcdipsilalapoo</author>
         <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063432471</link>
         <description><![CDATA[<div>Selesai berjalan jalan, kedua remaja ini memutuskan untuk menyambut malam dan menikmati senja di pinggir pantai.&nbsp;<br>Saat tiba dipantai, mereka disambut oleh banyak sekali orang yang juga ingin ikut menikmati senja bersama.<br><br>"Ramai banget kak" Zahwa kaget karena dia pikir ngga akan seramai ini<br><br>"Yah, namanya juga tempat umum. Lagian, siapa sih yang gak suka sama senja?" Haikal menjawab kebingungan zahwa dengan mata dan senyuman yang tidak lepas sejak tadi saat tiba dipantai.<br><br>"Aku nggak suka" jawab zahwa sembari menatap Haikal serius, yang di tatap malah terkekeh.<br><br>"Kenapa nggak suka?" Haikal membalas tatapan Zahwa dengan ekspresi penasaran.<br><br>"Kepo" jawab Zahwa sinis dan langsung meninggalkan Haikal berdiri sendiri dengan pertanyaan yang masih menggantung.<br><br>Zahwa berlari agak jauh dari keramaian untuk mencari tempat yang nyaman dan aman serta pas untuk menikmati senja. Haikal sangat menyukai senja, dia harus memiliki tempat yang memudahkan dia menikmati senjanya hari ini, Zahwa pastikan itu.<br><br>Haikal melihat Zahwa yang sudah duduk tenang dengan memeluk kedua lututnya tengah menatap langit dengan tenang. Yah... akhirnya Haikal menemukan anak itu, setelah mengitari tempat ini dari tadi, dasar.<br><br>Haikal ikut duduk disebelah Zahwa dan mengikuti arah pandang Zahwa saat ini, langit yang sebentar lagi berwarna jingga serta laut yang begitu tenang adalah pemandangan paling indah saat ini.<br><br>"Senja...datang, hilang, dan berulang" gumam zahwa pelan, dia memejamkan matanya menikmati angin sore yang menerpa lembut wajahnya, mengirup wangi yang pantai yang membuat rasa rindu, entah rasa rindu pada siapa.<br><br>Haikal tersenyum mendengar gumaman pelan Zahwa "Hanya senja yang tau cara berpamitan dengan indah" Haikal membalas pernyataan Zahwa, bagaimanapun dia harus membela senjanya.<br><br>Zahwa terkekeh "Heran, Seneng banget jadi pihak yang ditinggal kak" yah kekehan tadi berubah menjadi tawa yang lumayan keras, untung saja mereka jauh dari kerumunan orang, bisa bisa nanti zahwa di katain ngga waras.<br><br>Haikal ikut tertawa mendengar ucapan Zahwa, ada ada ajah jalan pikiran orang disampingnya ini. Mereka berbincang bincang dan tertawa bersama selagi menunggu senja datang.<br><br>piringan matahari secara keseluruhan telah hilang, Haikal melihat bagaimana matahari terbenam dan senja yang menunjukkan dirinya dengan sangat indah. Haikal tersenyum dan terus fokus menikmatinya serta terus memuji betapa indahnya ciptaan Tuhan itu.<br><br>Berbeda dengan orang disebelahnya yang kelihatan sangat bosan<br>"Hoaaam" Zahwa menguap dengan lebarnya<br>"Zahwa, coba lihat itu sebentar saja" Haikal mencoba agar zahwa ikut menikmati senja bersamanya, sekalian biar kantuknya hilang.<br>"Iyah kak, iya" zahwa mangarahkan pandangannya ke depan dimana senja itu terlihat. indah, memang benar senja itu indah, tapi... Ah sudahlah kalian pasti tidak akan mengerti.<br><br>Tiba tiba sebuah ide terlintas dikepalanya. Zahwa mengarahkan badannya dan pandangannya ke arah orang disampingnya, Zahwa menatap orang itu dengan sangat intens.<br>"Zahwa, Ngapain natap kakak kayak gitu?" Yang ditatap akhirnya sadar<br>"Kakak lebih indah daripada senjanya" zahwa terkekeh mendengar ucapannya sendiri, gombalan macam apa itu tadi pikirnya. Yang di gombal hanya terkekeh, yah seperti biasa Sangat menyebalkan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-23 21:36:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063432471</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nggakpapa halu dulu ntar bener, amiin 🦹‍♀️</title>
         <author>Abcdipsilalapoo</author>
         <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063436615</link>
         <description><![CDATA[<div>“emang seru kalo liburannya sekarang, nggak nunggu weekend gitu? ”<br>“aku pikir serunya mah sekarang, karena bukan weekend berarti tempat wisatanya gak terlalu rame kan? biar romantis gitu”<br>Lelaki didepannya malah menoyor kepala perempuan yang lebih muda didepannya itu.<br>“ih, kok kepala aku ditoyor sih?”<br>“biar gak pinter pinter amat, yudah ayok pergi”<br><br>Mereka berdua memutuskan untuk pergi kepantai pada hari Rabu ini, sehari setelah pemberitahuan libur di sekolah ayiiiiis, dia berencana untuk mengajak kakak kelasnya itu jalan jalan berdua, kalo weekend mah bnyak orang ntar gak bisa pelukan hehehe.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1599558822/ae17fe9335f40b3083c512525fddde2c/padlet_image_picker_file_7d91f225_f3bf_4bd3_9404_df723e7ce3a1.jpg" />
         <pubDate>2022-02-23 21:40:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063436615</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dari kakak di Twitter, lupa deh siapa, but I totally agree</title>
         <author>Abcdipsilalapoo</author>
         <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063441649</link>
         <description><![CDATA[<div>tapi bener deh love yourself first before you let anyone in. biar kmu ngga menyenderkan ekspektasi cinta n' afirmasi buat diri kmu ke orang lain. biar kalo orangnya pergi, you still have you. karna kmu jalanin seumur hidup kmu ya sama kmu sendiri, kan?<br><br>yes you can love someone THAT much but you will never lose yourself in the process. no one is worthy enough to lose yourself.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-23 21:44:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063441649</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Au random, fisika jleg😒👺</title>
         <author>Abcdipsilalapoo</author>
         <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063445793</link>
         <description><![CDATA[<div>Okey, kesialan ini dimulai dari si abim bocah freak yang ninggalin Zahwa sendirian di Pertamina yang masih make seragam sekolah mana mukanya yang kucel abis, asli deh kek bocil SD yang sering main layangan dulu sebelum pulang.<br><br>"Abim lo sialan" teriak zahwa prustasi sambil nendang nendang angin padahal udah banyak orang yang liatin tingkah priknya itu sambil bisik bisik gak jelas<br><br>"Eh, bentar...bentar" zahwa memicingkan matanya melihat seorang yang dia kenal.<br><br>"hai Zahwa, Ngapain disini?" Zahwa terlonjak kaget, pasalnya dia kaget tiba tiba orang yang dia liat jauh tadi udah ada didepannya ajah.<br><br>"Buset ganteng banget" yah sudah pasti ini suara Zahwa dari relung hati yang hati paling dalam, jadi aman gak bakalan kedengeran sama orang didepannya, bisa bahaya kalau di ucapkan secara lisan terus face to face, mau di taro dimana wajah zahwa?! Yah emng mau di taro dimana lagi?!<br><br>"eh kak Hanan, ini si abim bocah freak itu malah ninggalin saya disini, katanya dia lupa kalo ada boncengan" orang didepannya tertawa... Hanan, kakak kelas Zahwa yang udah lulus tahun kemarin sekaligus crush Zahwa dari awal mpls.<br>"Ada ada ajah kalian, Zahwa mau ikut saya nggak? Ke cafe depan sana?" Tawar Hanan, tentu saja Zahwa kaget sekaligus senang, yah tapi kesenangannya gak berlangsung lama karena setelah ini dia harus menelan kenyataan pahit, sabar yah Zahwa.<br><br>-----<br><br>Tring...<br>Lamunan Zahwa terhenti ketika notif di hp nya berbunyi keras<br>"Tugas makalah, tugas matematika trigonometri blum Lo kumpul, cepatan besok harus udah selesai dan Harus nilai sempurna"<br>Zahwa membanting hp nya diatas seprei dengan kesal setelah membaca pesan dari ketua kelasnya itu.<br>"Yatuhan mau jadi nikah Ama Mark Lee ajh" ucap HALU Zahwa.<br><br>Zahwa kemudian mengambil ponsel yang dia banting ke seprei tadi, mengetik pesan untuk sahabat freaknya. Yah setidaknya dia mau mencurahkan isi kekesalan dan ketidakadilan ini padanya, meskipun pada akhirnya ngga guna juga karena Zahwa malah makin kesal dengan balasan sahabatnya itu.<br><br>"menurut ilmu fisika, tekanan berbanding lurus dengan gaya. jadi, klo lo merasa hidup lo banyak tekanan, yah karna lo kebanyakan gaya"&nbsp;<br><br>----<br>Disebrang sana, Abim meringis ketika dia gagal mengirim pesan kepada Zahwa setelah ketikan gak ada adabnya tadi, Yah Zahwa memblokir kontak abim, abim hanya pasrah apa yang akan terjadi padanya besok. bedewe aniwey baswey, Zahwa ikut ekskul tinju Loh Bim hehehe😁✌️.<br><br>Yah abim melupakan fakta itu, kita lihat sajah gimana nasih abim besok<br>Abim: TBL TBL TBL, TAKUT BAAANGET LOCH...</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1599558822/b152e4367f3465cb4e661c00feac90ad/padlet_image_picker_file_869fdf74_a2cd_4401_b482_1b016d03aa76.jpg" />
         <pubDate>2022-02-23 21:48:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063445793</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahahahah ini alay banget tapi suka</title>
         <author>Abcdipsilalapoo</author>
         <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063450492</link>
         <description><![CDATA[<div>Duduk, kembali membuka beberapa lembaran tentang saya yang masih mengharapkan hadirmu ditengah malam nan kelam. Dalam sunyi dalam diam saya mengharapkan sebuah padika perihal seperti apa harsa yang bisa saya dapatkan setelah mengetahui bahwa tuan telah mengusap Surai puan selain saya. Dalam debar ada rasa yang selalu didengar tapi tak pernah kunjung menemui titik dasar, padahal sudah beberapa kali saya bersabar atas rasa yang selalu dikejar.<br><br>Mengapa tuan membuat saya berharap banyak perihal menggenggam ? , sekarang saya mendapatkan nelangsa yang teramat dalam. Percayalah saya menangis dalam diam ditemani dingin malam yang teramat mencekam<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-23 21:53:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063450492</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rencana perbaikan diri dari Abang brainly🦹‍♀️🤼‍♀️</title>
         <author>Abcdipsilalapoo</author>
         <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063471319</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Apresiasi Orang Lain&nbsp;<br>2. Hargai Orang Lain&nbsp;<br>3. Jangan Jadi Pesimis<br>4. Dengarkan Orang Lain Secukupnya<br>5. Usaha Bukan Cuma Bicara<br>6. Hadapi Masalah<br>7. Manfaatkan Waktu<br>8. Jangan Menyerah<br>9. Lihat Kekurangan dan Kelebihan Diri<br>10. Hibur Diri Sendiri<br>11. Keluar dari Zona Sendiri<br>12. Lihat Lingkungan&nbsp;<br>13. Terima Kesempatan<br>14. Perdalam Iman<br>15. Tentukan Arahnya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-23 22:13:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063471319</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Capek.</title>
         <author>Abcdipsilalapoo</author>
         <link>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063477952</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebenarnya tau gaksih definisi capek itu apa? Yah iya klo tau pasti ngerti, gak semua capek itu karena habis ngangkat beban atau lari keliling lapangan baru boleh di katain capek. Tekanan dimana mana, mikir ini mikir itu juga capek, jadi pliss stop saying "ih perasaan kamu dari tadi duduk duduk aja deh kok bisa ngeluh capek banget? aku ajah yg nge lakuin perkejaan ini itu masih semangat nih" ini tuh bukan capek yg kalo kamu bawa istirahat tidur tuh selesai, ini tuh capek yang kalo gak nangis, gak ngeluh dulu, gak bakalan hilang capeknya. Maybe, You can say this is tired which involves mental.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-23 22:20:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Abcdipsilalapoo/wanttobehuman/wish/2063477952</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
