<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Kesultanan Gowa by Hanum Mahya Amara</title>
      <link>https://padlet.com/hanumamara52/7e4urt9wary34lar</link>
      <description>Kesultanan Gowa-Tallo merupakan salah satu kesultanan terbesar di kawasan Indonesia Timur pada sekitar abad 16 - 17 Masehi.Dalam buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (1981) karya M.C Ricklefs, disebutkan bahwa Kesultanan Gowa-Tallo memiliki kekuatan militer yang harus diperhatikan lebih daripada musuh-musuh VOC lain di Maluku Selatan.Selain itu, Gowa-Tallo memiliki kekuatan ekonomi perdagangan yang sangat kuat. Kesultanan ini memiliki pelabuhan perdagangan internasional yang berada di Somba Opu (pesisir Sulawesi Selatan).Kawasan Somba Opu dijadikan pula sebagai pusat pemerintahan Gowa-Tallo serta kawasan yang menampung pedagang internasional.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-20 14:23:25 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-02 17:30:20 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Latar Belakang Perlawanan Kesultanan Gowa </title>
         <author>hanumamara52</author>
         <link>https://padlet.com/hanumamara52/7e4urt9wary34lar/wish/2305089914</link>
         <description><![CDATA[<div>latar belakang terjadinya perlawanan Gowa atau Makassar adalah VOC menginginkan hak monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur dan VOC melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang akan berlabuh di Somba Opu. Untuk menghadapi tindakan VOC yang semena-mena, Sultan Hasanudin memperkuat pasukan dengan memerintahkan kerajaan bawahan di Nusa Tenggara untuk mengirimkan prajuritnya. Sedangkan di lain sisi, VOC menggunakan politik Devide et Impera dengan meminta bantuan Arung Palaka dari Kesultanan Bone. Arung Palaka menerima permintaan dari VOC dengan alasan ingin membalas kekalahannya atas Gowa-Tallo dan merebut kembali kemerdekaan Bone.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 14:31:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanumamara52/7e4urt9wary34lar/wish/2305089914</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perlawanan Kesultanan Gowa</title>
         <author>hanumamara52</author>
         <link>https://padlet.com/hanumamara52/7e4urt9wary34lar/wish/2305105595</link>
         <description><![CDATA[<div>VOC dibawah JC Speelman membawa sekitar 1900 prajurit dan 21 armada kapal perang. Ditambah lagi pasukan dari Bone dibawah pimpinan Arung Palaka.Pertempuran berlangsung sengit selama 4 bulan dan Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya yang intinya berisi :<br>•VOC diperbolehkan memonopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur<br>••Semua orang asing diusir dari Gowa-Tallo, kecuali VOC<br>•Gowa-Tallo mengganti biaya kerugian perang<br>••Beberapa wilayah kekuasaan Gowa-Tallo diserahkan kepada VOC.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 14:39:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanumamara52/7e4urt9wary34lar/wish/2305105595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir Perlawanan</title>
         <author>hanumamara52</author>
         <link>https://padlet.com/hanumamara52/7e4urt9wary34lar/wish/2305108779</link>
         <description><![CDATA[<div>Sultan Hasanudin pada awal 1668 membatalkan perjanjian Bongaya yang sangat merugikan Gowa-Tallo. Pada 1669, Arung Palaka menyerang benteng Somba Opu dengan kekuatan sekitar 7.000-8.000 pasukan.Kemudian, Arung Palaka dapat menaklukan benteng Somba Opu dan Sultan Hasanudin beserta pasukannya melarikan diri hingga meninggal pada tahun 1670.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 14:41:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanumamara52/7e4urt9wary34lar/wish/2305108779</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
