<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>X MOH HATTA by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32</link>
      <description>PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-03-15 03:16:12 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-06 04:09:15 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://imgglb.padletcdn.com/v13/image?t=g_auto&amp;url=https%3A%2F%2Fpadlet.net%2Ficons%2Fpng%2F1f49a.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>GEOGRAFI MASA KINI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529752567</link>
         <description><![CDATA[<p>KEKOMPOK 6</p><p>1.A.Muqshit A. Wahab Tahir</p><p>2.Gracia Ellen F</p><p>3.Fadlan Chantib</p><p>4.Nur Annisa Saskya</p><p>5.Muh Alif Arsya</p><p>6.Chaterine Jeany</p><p><br></p><p>Geografi masa kini adalah&nbsp;<strong><mark>studi tentang bumi dan segala isinya, termasuk bentang alam, lingkungan, dan hubungan manusia dengan lingkungannya, yang memanfaatkan teknologi modern dan pendekatan ilmiah yang luas untuk memahami dan memecahkan masalah global</mark></strong>.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong>Perkembangan Geografi Masa Kini:</strong></p><p><strong>Teknologi Geospasial:</strong></p><ul><li><p>Penggunaan GPS, penginderaan jauh (satelit, drone), dan sistem informasi geografis (SIG) memungkinkan analisis yang lebih detail dan akurat tentang bumi dan lingkungannya.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Pendekatan Interdisipliner:</strong></p><p>Geografi masa kini tidak hanya berfokus pada aspek fisik bumi, tetapi juga pada interaksi manusia dengan lingkungannya, termasuk aspek sosial, ekonomi, dan budaya.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Fokus pada Isu Global:</strong></p><p>Geografi memainkan peran penting dalam memahami dan mengatasi isu-isu global seperti perubahan iklim, bencana alam, urbanisasi, dan pembangunan berkelanjutan.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Penerapan Konsep Geografi:</strong></p><p>Konsep-konsep geografi seperti lokasi, pola, hubungan manusia-lingkungan, dan skala digunakan untuk menganalisis berbagai fenomena dan masalah di dunia.&nbsp;</p></li></ul><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4166455791/7de993d47eab70e2aa207e3c59e4a13f/IMG_20250728_WA0046.jpg" />
         <pubDate>2025-07-28 02:39:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529752567</guid>
      </item>
      <item>
         <title>&quot;KONTRIBUSI ILMUAN MUSLIM DALAM PERKEMBANGAN GEOGRAFI &quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529762174</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok 2:</p><p>-Andi Ainun khalilah m</p><p>-Kayla Zahra Sabri</p><p>-Moch. Abhi Abdi Nagara</p><p>-Muh Dzakwan R</p><p>-Nayla Andini V</p><p>-Ubaidillah Dzaki</p><p><br></p><p><br></p><p>Ilmuwan Muslim memberikan kontribusi besar dalam perkembangan geografi, terutama dalam bidang kartografi (pemetaan), astronomi, dan eksplorasi. Mereka mengembangkan instrumen baru, membuat peta dunia yang lebih akurat, dan memperluas pemahaman tentang bumi dan wilayah-wilayahnya. </p><p><br></p><p>Kontribusi Utama Ilmuwan Muslim dalam Geografi:</p><p><br></p><p>•Perkembangan Kartografi (Pemetaan):</p><p>Al-Khawarizmi: Bersama 70 geografer lainnya, berhasil membuat peta global pertama pada tahun 830 M, dan menulis kitab Surah Al-Ard (Morfologi Bumi) yang mengoreksi karya Ptolemaeus. </p><p><br></p><p>Al-Idrisi: Membuat peta dunia dalam bentuk bola (globe) dari perak, dan menulis buku panduan Kitab Al-Rujari untuk menjelaskan detail bumi. </p><p><br></p><p>•Penggunaan Instrumen:</p><p> Ilmuwan Muslim mengembangkan dan menyempurnakan astrolab, kuadran, gnomon, bola langit, jam matahari, dan kompas untuk keperluan pemetaan dan navigasi. </p><p><br></p><p>•Astronomi dan Geografi:</p><p>Al-Khawarizmi: Sumbangan dalam astronomi, termasuk pembuatan tabel astronomi dan pengukuran garis tengah bumi. </p><p><br></p><p>•Koneksi Astronomi dan Geografi: </p><p>Ilmuwan Muslim menyadari keterkaitan antara astronomi dan geografi, yang mendorong perkembangan pemetaan dan pemahaman tentang bentuk bumi. </p><p><br></p><p>•Eksplorasi dan Penjelajahan:</p><p>Perluasan Pengetahuan: Geografer Muslim memperluas pengetahuan tentang berbagai wilayah, termasuk rute perdagangan, iklim, dan karakteristik wilayah. </p><p><br></p><p>•Penjelajahan Ibn Battuta: </p><p>Penjelajah Muslim seperti Ibnu Battuta menjelajahi berbagai wilayah selama hampir 30 tahun, memberikan informasi berharga tentang berbagai daerah.</p><p> </p><p>•Bio-Geografi:</p><p>Studi tentang Kehidupan: Geografer Muslim mengembangkan studi tentang bio-geografi, yang mempelajari distribusi dan klasifikasi tanaman, hewan, serta evolusi kehidupan. </p><p><br></p><p>•Karya Ensiklopedis:</p><p>Mu'jam Al-Buldan: Karya ensiklopedis tentang geografi yang ditulis oleh Yaqut Ar-Rumi. </p><p><br></p><p>Ahsan al-Taqasim fi Ma'rifat al-Aqalim: Karya Al-Muqaddasi yang berisi deskripsi rinci tentang berbagai wilayah dan kota. </p><p><br></p><p>Kontribusi ilmuwan Muslim dalam geografi tidak hanya terbatas pada pemetaan, tetapi juga mencakup pemahaman tentang berbagai aspek bumi, termasuk iklim, morfologi, proses geologi, dan interaksi manusia dengan lingkungannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4166394721/ee627911d7771852e18ad0970d7a5b8d/3bf40215_ddd0_4515_8796_c5800d58e922.jpeg" />
         <pubDate>2025-07-28 02:52:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529762174</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529763362</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>Nama Anggota <strong>:</strong></p><p><strong>1.</strong> Indah Eka Noviyanti</p><p><strong>2.</strong> Nazwa Wulandari</p><p><strong>3.</strong> Nur Inayah B</p><p><strong>4.</strong> Muh. Dzaky Ramadhan</p><p><strong>5.</strong> Ghysello Fairly Putra Tampang </p><p><br></p><p><strong>Geografi Masa Modern</strong></p><p><br></p><p>Geografi Masa Modern adalah tahap perkembangan ilmu geografi yang dimulai sekitar abad ke-19 hingga sekarang. Pada masa ini, geografi mengalami kemajuan besar, baik dari segi teori maupun metode, karena didukung oleh perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan manusia akan pemahaman ruang yang lebih mendalam.</p><p><br></p><p>Ciri-Ciri Geografi Masa Modern:</p><p>1. Bersifat Ilmiah dan Sistematis:</p><p>Geografi dikaji secara sistematis dengan menggunakan metode ilmiah seperti observasi, eksperimen, pengukuran, dan pemetaan.</p><p>2. Penggunaan Teknologi:</p><p>Menggunakan teknologi canggih seperti GIS (Geographic Information System), remote sensing (penginderaan jauh), dan citra satelit untuk analisis data spasial.</p><p>3. Pendekatan Multidisipliner:</p><p>Geografi terhubung dengan ilmu lain seperti ekonomi, sosiologi, biologi, dan ekologi untuk memahami hubungan antara manusia dan lingkungannya.</p><p>4. Fokus pada Masalah Global dan Regional:</p><p>Seperti perubahan iklim, urbanisasi, bencana alam, degradasi lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.</p><p>5. Pengembangan Teori dan Model:</p><p>Misalnya teori lokasi industri oleh Alfred Weber atau teori pusat-pusat pertumbuhan oleh Walter Christaller.</p><p>Tokoh Penting Geografi Masa Modern:</p><p>Carl Ritter dan Alexander von Humboldt: Peletak dasar geografi modern dengan pendekatan regional dan lingkungan.</p><p>Paul Vidal de la Blache: Tokoh geografi Prancis yang memperkenalkan konsep posibilisme.</p><p>Richard Hartshorne: Mengembangkan geografi sebagai ilmu deskriptif dan analisis wilayah.</p><p>Peran Geografi Masa Modern:</p><p>Merencanakan pembangunan kota dan wilayah.</p><p>Menganalisis potensi sumber daya alam.</p><p>Menyusun kebijakan mitigasi bencana.</p><p>Meneliti perubahan iklim dan dampaknya.</p><p>Menyediakan data untuk pembuatan peta digital dan navigasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4166393689/0b8f802ba9f021bb0cd0d560a17da7de/IMG_20250728_WA0004.jpg" />
         <pubDate>2025-07-28 02:54:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529763362</guid>
      </item>
      <item>
         <title>• Geografi Pada Masa Mutakhir</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529764178</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kelompok</strong> <strong>5:</strong></p><p>-Muh Rafha Qubilah Irfan V</p><p>- Muh. Rafa Alrasyid</p><p>- Rafa Attaulah Faiq</p><p>-Nimeesha Dzakira A.</p><p>-Putri Felicia Marsopa Tangaran</p><p>-Aisyah Najwa Yakin</p><p><br/></p><p> <strong>Geografi pada Masa Mutakhir </strong></p><p><br/></p><p>1. Perkembangan Pendekatan Ilmiah</p><p>Geografi masa mutakhir menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data statistik dan pemodelan spasial. Selain itu, pendekatan kualitatif dan kritis juga berkembang, seperti geografi feminis dan geografi politik.</p><p><br/></p><p>2. Pemanfaatan Teknologi Canggih</p><p>Teknologi seperti Sistem Informasi Geografis (SIG), penginderaan jauh, GPS, dan analisis big data digunakan secara luas untuk memetakan, menganalisis, dan memecahkan masalah keruangan secara akurat dan real-time.</p><p><br/></p><p>3. Sifat Interdisipliner</p><p>Geografi bekerja sama dengan berbagai bidang ilmu lain seperti ekologi, ekonomi, sosiologi, dan ilmu komputer untuk menganalisis hubungan manusia dengan ruang dan lingkungan secara komprehensif.</p><p><br/></p><p>4. Fokus pada Isu Global dan Lokal</p><p>Geografi mempelajari isu-isu penting seperti perubahan iklim, urbanisasi, bencana alam, ketimpangan pembangunan, migrasi, dan konflik sumber daya, baik dalam skala lokal maupun global.</p><p><br/></p><p>5. Peran Strategis dalam Pembangunan</p><p>Geografi berperan penting dalam perencanaan tata ruang, pembangunan wilayah, manajemen lingkungan, mitigasi bencana, serta pengawasan terhadap perubahan sosial dan ekologis.</p><p><br/></p><p>6. Karakter Ilmu yang Dinamis dan Aplikatif</p><p>Geografi masa mutakhir bersifat fleksibel, adaptif, dan langsung diterapkan dalam kehidupan nyata. Ilmu ini membantu merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan zaman melalui analisis spasial dan teknologi modern.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4166393059/c5c53676fc859aaaf2e81f6692989c55/dc2ee8b4_f843_4ab6_95c9_deed3a876a96.jpeg" />
         <pubDate>2025-07-28 02:54:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529764178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529775290</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>GEOGRAFI ABAD PERTENGAHAN</strong></p><p><br></p><p>NAMA ANGGOTA:</p><p>•A.ZHAFIRA MARSYABILA</p><p>•AHMAD BUDIANTANA DZAKI</p><p>•ANDI MUHAMMAD FARHAN RAMADHAN    FP</p><p>•FAKHIRAH AZIZAH</p><p>•NOVITA ANDINI SAYADI</p><p><br></p><p>Geografi pada Abad Pertengahan (abad ke-5 – ke-15 M) merupakan periode penting dalam perkembangan ilmu geografi yang dipengaruhi oleh perpaduan ilmu pengetahuan dari Yunani-Romawi, dunia Islam, dan Eropa Barat. Berikut penjelasan lengkapnya:</p><p>1. Ciri Umum Geografi Abad Pertengahan</p><p>	•	Dominasi pandangan agama: Pengetahuan geografi sering dikaitkan dengan teologi, khususnya di Eropa yang dipengaruhi agama Kristen.</p><p>	•	Terbatasnya eksplorasi: Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, kegiatan eksplorasi berkurang, menyebabkan keterbatasan peta dan pengetahuan geografis di Eropa.</p><p>	•	Warisan Yunani dan Romawi: Pemikiran tokoh-tokoh seperti Ptolemaeus tetap menjadi dasar referensi peta dan ilmu bumi.</p><p>	•	Perkembangan pesat di dunia Islam: Ilmuwan Muslim melanjutkan dan mengembangkan pengetahuan geografi dengan lebih akurat.</p><p>⸻</p><p>2. Perkembangan di Dunia Islam</p><p>	•	Ilmuwan terkenal:</p><p>	•	Al-Idrisi (1099–1165) → membuat peta dunia yang detail untuk Raja Roger II dari Sisilia (Tabula Rogeriana).</p><p>	•	Ibn Battuta (1304–1369) → penjelajah yang mendokumentasikan perjalanan ke Afrika, Timur Tengah, India, hingga Tiongkok.</p><p>	•	Al-Masudi dan Ibnu Khaldun → mengembangkan pengetahuan tentang iklim, penduduk, dan perdagangan.</p><p>	•	Kontribusi:</p><p>	•	Menyusun kitab geografi yang lebih ilmiah dan praktis.</p><p>	•	Memperkenalkan konsep garis lintang dan bujur.</p><p>	•	Mengembangkan navigasi laut dan peta jalur perdagangan.</p><p>⸻</p><p>3. Perkembangan di Eropa Barat</p><p>	•	Peta T-O: Peta yang menggambarkan dunia berbentuk lingkaran dengan benua Asia, Eropa, dan Afrika; lebih simbolis daripada akurat.</p><p>	•	Pandangan geosentris: Bumi dianggap pusat alam semesta sesuai doktrin Gereja.</p><p>	•	Renaissance akhir abad pertengahan: Penjelajahan mulai berkembang kembali menjelang Zaman Penjelajahan (Age of Exploration) abad ke-15.</p><p>⸻</p><p>4. Ciri Peta dan Kartografi</p><p>	•	Peta masih sederhana dan cenderung bersifat religius atau mitologis.</p><p>	•	Di dunia Islam, peta sudah mendekati bentuk modern dengan skala dan orientasi yang lebih akurat.</p><p>	•	Penggunaan kompas mulai dikenal untuk navigasi.</p><p><br></p><p>5. Pengaruh bagi Perkembangan Selanjutnya</p><p>	•	Pengetahuan geografi dari ilmuwan Islam diterjemahkan ke bahasa Latin dan menjadi dasar Revolusi Geografi di Eropa.</p><p>	•	Menjadi fondasi bagi Zaman Penjelajahan dan pemetaan global abad ke-15 dan ke-16.</p><p><br></p><p>• Kesimpulan:</p><p>Geografi Abad Pertengahan merupakan masa transisi di mana Eropa sempat mengalami kemunduran dalam pengetahuan geografis, sementara dunia Islam justru mengalami kemajuan pesat dengan pemetaan dan eksplorasi yang lebih ilmiah. Pengetahuan dari periode ini kemudian memengaruhi kebangkitan ilmu geografi modern.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4166522271/e2e54d86946c4099d83d622207e4f3fa/e771daa0_fcec_46b6_8521_ee64bf9b2897.jpeg" />
         <pubDate>2025-07-28 03:11:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529775290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perkembangan ilmu geografi dimasa klasik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529775838</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4166393316/174d18e85f8bbd1bc0703c98b9d4f005/tugas_kelompok_1_geografi__pdf.pdf" />
         <pubDate>2025-07-28 03:12:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3529775838</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539568210</link>
         <description><![CDATA[<p>andi ainun khalilah m vv</p><p>nayla andini x</p><p>kayla zahra sabri x</p><p>ubaidillah dzaki v</p><p>Muhammad Dzakwaan Ramadhan v</p><p>Moch Abhi Abdi Nagara x</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4210312941/950d0fa7221d158330c26c36157bb09d/Orange_Colorful_Modern_Steps_to_be_Successful_in_Business_Infographic.png" />
         <pubDate>2025-08-11 02:00:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539568210</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KLP 4 ANTROPOSFER</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539568490</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota</p><p>1 indah Eka noviyanti v</p><p>2 nazwa wulandari putri sita vv</p><p>3 Nur Inayah v</p><p>4 Muhammad Dzaky Ramadhan v</p><p>5 Ghysello Fairly Putra Tampang v</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4210312427/68bb7580e8d5467d1941d4ad97b60286/IMG_20250804_WA0010.jpg" />
         <pubDate>2025-08-11 02:01:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539568490</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539569198</link>
         <description><![CDATA[<p>Tentang geografi objek formal</p><p><br></p><p><br></p><p>Kelompok 6</p><p>-Mirza daffa dzakwan reubun </p><p>-Muh Akbar syawal </p><p>-Muhammad Fauzan</p><p>-Nadin aufa atika putri</p><p>-Ardelia widyatna dwinawan </p><p>-Rezki Septiani Rizni </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4210315874/82ca159b03128df62e826885738da753/IMG_20250804_WA0055.jpg" />
         <pubDate>2025-08-11 02:02:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539569198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BIOSFER</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539571979</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok </p><p>1.muqshit</p><p>2.fadlan</p><p>3.nur annisa</p><p>4.gracia ellen f</p><p>5 chaterine</p><p>7.muh alif</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4210344236/f4673c064e7db3dc9fd9a14d0cc0af3a/klp_3_biosfer.pdf" />
         <pubDate>2025-08-11 02:07:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539571979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ATMOSFER</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539573952</link>
         <description><![CDATA[<p>anggota:</p><ul><li><p>A.ZHAFIRA MARSYABILA</p></li><li><p>AHMAD BUDIANTANA DZAKI</p></li><li><p>ANDI MUH FARHAN FARID PARENRENGI</p></li><li><p>FAKHIRAH AZIZAH</p></li><li><p>NOVITA ANDINI SAYADI</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4210341793/506bac7fff931c5668b0c380ea20bbdc/Maroon_and_Black_Illustrative_Doodle_Research_Mind_Map_Graph.png" />
         <pubDate>2025-08-11 02:10:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539573952</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539604383</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.canva.com/design/DAGvEqIFmeM/6lRX2q7tKNgoB11FmdgTkA/view?utm_content=DAGvEqIFmeM&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h2971785d8d" />
         <pubDate>2025-08-11 02:54:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3539604383</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BUNDARAN GAUL SMA NEGERI 1 MAKASSAR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3572906603</link>
         <description><![CDATA[<p>KELOMPOK 4</p><p>1.GRACIA ELLEN F</p><p>2.FADLAN CHATIB</p><p>3.CATHERINE JEANY</p><p>4.NUR ANNISA SASKY</p><p>5.A.MUQSHIT.A WAHAB TAHIR</p><p><br></p><p>📌 Objek: Bundaran Gaul Smansa Makassar</p><p>1. Lokasi Absolut</p><p>Koordinat geografisnya kurang lebih: 5°08'03.0" LS dan 119°25'36.0" BT.</p><p>2. Lokasi Relatif</p><p>Bundaran Gaul Smansa Makassar terletak di dalam kawasan SMA Negeri 1 Makassar, Jl. Gunung Bawakaraeng No. 51, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.</p><p>BG : Utara: Lapangan, Timur: R. Guru Barat Taman, R, Komite, Selatan : Lapangan</p><p><br></p><p>3. Jarak</p><p>Karena letaknya berada di dalam area sekolah, jarak menuju Bundaran Gaul sangat dekat dan mudah diakses oleh seluruh siswa. Tidak membutuhkan transportasi khusus karena berada di pusat lingkungan sekolah.</p><p>4. Keterjangkauan</p><p>Bundaran Gaul mudah dijangkau dari semua sudut sekolah. Jalur pejalan kaki dan halaman terbuka menghubungkan langsung ke bundaran, sehingga siswa dapat dengan mudah berkumpul di sana.</p><p>5. Pola</p><p>Pola ruang Bundaran Gaul berbentuk lingkaran dengan bangku permanen yang mengelilingi pohon besar di tengahnya. Pola melingkar ini menciptakan suasana interaksi sosial yang erat antar siswa.</p><p>6. Morfologi</p><p>Morfologi Bundaran Gaul ditandai dengan permukaan halaman yang dipaving, meja dan bangku semen berbentuk kayu, serta pepohonan besar yang memberi keteduhan. Hal ini mendukung fungsi bundaran sebagai tempat berkumpul yang nyaman.</p><p>7. Aglomerasi</p><p>Bundaran Gaul menjadi pusat aglomerasi aktivitas siswa, terutama pada jam istirahat. Banyak siswa duduk, berbincang, dan berinteraksi di area ini sehingga tercipta konsentrasi kegiatan sosial di satu titik.</p><p>8. Nilai Kegunaan</p><p>Bundaran Gaul berfungsi sebagai tempat istirahat, diskusi, belajar kelompok, maupun ajang interaksi sosial antar siswa. Selain itu, keberadaannya juga memperindah halaman sekolah dan memberikan ruang terbuka yang nyaman.</p><p>9. Interaksi/Interdependensi</p><p>Bundaran Gaul menimbulkan interaksi antara manusia dan lingkungannya. Siswa memanfaatkan fasilitas ini untuk kegiatan positif, sementara lingkungan fisik (pohon, bangku, area teduh) memberikan kenyamanan dan mendukung suasana belajar di sekolah.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4328798367/53b642b07a8936ee527a0fa5c089f7ff/IMG_20250908_WA0021_1_.jpg" />
         <pubDate>2025-09-08 02:26:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3572906603</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Segitiga</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3572978832</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>Muh.Rafha Qubilah Irfan</p><p>Muh.Rafa Alrasyid</p><p>Rafa Attaulah Faiq</p><p>Putri Felicia</p><p>Nimeesha Dzakira</p><p>Aisyah Najwa</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>1. Lokasi →</p><p>Lokasi relatif -&gt; SMA NEGERI 1 berada di Jl. Gunung Bawakaraeng no.53 Gaddong, Kec.</p><p>Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi</p><p>Selatan 90111</p><p>Bagian Utara terdapat lapangan upacara </p><p>Bagian Barat Terdapat Kelas 11</p><p>Bagian Timur terdapat kantin</p><p><br></p><p>Lokasi absolut -&gt; 5°08'06"S 119°25'08"E</p><p><br></p><p>2. Jarak → jarak dari kelas ke segitiga itu kurang lebih 40-50 Meter</p><p><br></p><p>3. Keterjangkauan → Ruang terbuka ini mudah diakses oleh siswa karena ada jalur masuk dan tidak terhalang.</p><p><br></p><p>4. Morfologi → Sekolah berada di dataran rendah, ada pot tanaman, kursi lingkaran, tiang penyangga bangunan, serta perbedaan lahan keras (paving) dengan tanah taman.</p><p><br></p><p>5. Diferensiasi Areal → Area taman berbeda dengan area kelas atau lorong sekolah, karena fungsinya khusus untuk penghijauan, mempercantik lingkungan, dan tempat istirahat.</p><p><br></p><p>6. Nilai Kegunaan → Area ini bermanfaat sebagai ruang hijau, tempat duduk, mempercantik lingkungan sekolah, dan menjaga kebersihan (ada tempat sampah organik/anorganik).</p><p><br></p><p><strong>7. Interaksi</strong>  → Terjadi interaksi antara siswa dan guru dengan lingkungan fisik (tanaman, kursi, taman), serta interaksi sosial antar siswa saat memanfaatkan ruang bersama.</p><p><br></p><p><strong>8. Keterkaitan Keruangan</strong> → Taman, tempat sampah, kursi, dan ruang terbuka saling terhubung sehingga membentuk kesatuan fungsi.</p><p><br></p><p><strong>9. Pola</strong> → Pola penataan terlihat dari kursi berbentuk lingkaran, pot tanaman yang berjejer, serta blok cat hijau-kuning di pembatas taman.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4328955154/8e80c961df8e99b7e57cac58b815de0a/IMG_4859.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-08 03:00:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3572978832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3 (Masjid Smansa)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3572991715</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota:</p><p>A.ZHAFIRA MARSYABILA </p><p>AHMAD BUDIANTANA DZAKI</p><p>ANDI MUHAMMAD FARHAN RAMADHAN </p><p>FAKHIRAH AZIZAH</p><p>NOVITA ANDINI SAYADI</p><p>R.KHASBY Al</p><p><br></p><p>1. Lokasi</p><p>	•	Lokasi absolut: Masjid berada di SMAN 1 Makassar, tepatnya di jalan gunung bawakaraeng, no,53, Kecamatan bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.</p><p>📍 -5.139589 LS, 119.415650 BT</p><p><br></p><p>	•	Lokasi relatif: Berada di pusat kota, dekat dengan fasilitas pendidikan, perkantoran, dan pemukiman. Lokasi strategis karena mudah dijangkau transportasi umum.</p><p><br></p><p><br></p><p>2. Kondisi Fisik (Geosfer)</p><p>	•	Litosfer: Masjid berdiri di atas dataran rendah perkotaan Makassar dengan kondisi tanah datar dan padat.</p><p>	•	Atmosfer: Iklim tropis, panas-lembap, sehingga arsitektur masjid biasanya memperhatikan sirkulasi udara.</p><p>	•	Hidrosfer: Tidak jauh dari garis pantai Makassar, meski tidak langsung bersinggungan dengan sungai atau laut.</p><p><br></p><p>3. Sosial &amp; Budaya</p><p>	•	Masjid menjadi pusat kegiatan keagamaan warga sekolah (guru, siswa, pegawai) dan masyarakat sekitar.</p><p>	•	Memiliki fungsi sosial sebagai tempat pembinaan akhlak, silaturahmi, dan kegiatan keagamaan.</p><p>	•	Melambangkan identitas religius sekolah negeri tertua di Makassar.</p><p><br></p><p>4. Fungsi &amp; Keterkaitan Ruang</p><p>	•	Fungsi utama: sarana ibadah bagi civitas akademika SMAN 1 Makassar.</p><p>	•	Fungsi tambahan: kegiatan sosial, kajian Islami, pesantren kilat, dan pembelajaran agama.</p><p>	•	Keterkaitan ruang: berhubungan dengan ruang kelas (untuk kegiatan belajar agama), kantin, serta lingkungan sekitar sekolah.</p><p><br></p><p>5. Lingkungan</p><p>	•	Keberadaan masjid ikut memperindah tata ruang sekolah, menciptakan suasana religius, serta menjadi ruang hijau terbuka di bagian tertentu.</p><p>	•	Membentuk interaksi positif antara manusia dengan lingkungan sekitar.</p><p>Berikut adalah lokasi absolut Masjid yang berada di dalam kompleks SMAN 1 Makassar:</p><p>⸻</p><p>Alamat dan Koordinat Geografis</p><p>	•	Alamat lengkap:</p><p>Jalan Gunung Bawakaraeng No. 53, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia  ￼ ￼.</p><p>	•	Koordinat lintang–bujur (geografis):</p><p>5° 8′ 4.92″ S, 119° 25′ 6.60″ E (sekitar −5.1347°, 119.4185°) </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>jarak dari pos satpam ke masjid smansa: 50-70 meter dengan berjalan kaki melewati halaman utama sman1 makassar.</p><p><br></p><p>Detail Alamat lengkap</p><p>Jl. Gunung Bawakaraeng No. 53, Gaddong, Kec. Bontoala, Kota Makassar, Sulsel</p><p><br></p><p>Lintang / Bujur</p><p>−5.1347° (S), 119.4185° (E)</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4328825213/99f05aef6b39cf43ff6c30be5530f682/3BCAC16C_889A_40B3_B1B1_9EFD2E4991AD.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-08 03:06:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3572991715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PARKIRAN  TIMUR </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3573002469</link>
         <description><![CDATA[<p>angggota:</p><p>1.andi ainun khalilah mallanti</p><p>2.kayla zahra sabri</p><p>3.nayla andini</p><p>4.moch abi abdi nagara</p><p>5.ubaidillah dzaki</p><p><br/></p><p>konsep konsep geografi yang berkaitan</p><p>dengan parkiran timur</p><p><br/></p><p>1.lokasi:</p><p>lokasi absolut = 5°08'06"S 119°25'08"E (Lima derajat, delapan menit, enam detik, Lintang Selatan Seratus sembilan belas derajat, dua puluh lima menit, delapan detik, Bujur Timur)</p><p><br/></p><p>lokasi relatif. = SMA Negeri 1 Makassar, Jl. G. Bawakaraeng No.53, Gaddong, Kec. Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90111</p><p>pos satpam berada di sebelah selatan tempat parkir dan sekitar 1 meter dari tempat parkir tersebut, di sebelah baratnya terdapat taman, disebalah utaranya terdapat kelas</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>jarak: </p><p>jarak absolut= jarak dari kelas ke tempat parkir sejauh 43,02 meter </p><p>jarak relatif= karena hanya 43,02 meter maka waktu diperlukan untuk sampai ke parkiran dengan kecapatan 4km/jam adalah 38 menit tanpa hambatan jika adanya kendala seperti di tegur guru maka waktunya bisa sampai </p></li><li><p>interaksi dan interdepedensi</p><p>konsep geografi interaksi dan interdependensi. Dalam konsep interaksi, parkiran menjadi ruang aktivitas yang mempertemukan siswa, guru, pegawai sekolah, dan orang tua yang datang atau menjemput. Aktivitas keluar-masuk kendaraan menimbulkan hubungan timbal balik antara manusia dengan ruang yang tersedia. Misalnya, jika parkiran tertata dengan baik, maka arus lalu lintas di sekitar sekolah menjadi lancar, tetapi jika parkiran sempit dan tidak teratur, bisa menimbulkan kemacetan dan mengganggu lingkungan sekitar sekolah.</p><p>Sementara itu, dalam konsep interdependensi (saling ketergantungan), parkiran dan sekolah memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Sekolah membutuhkan parkiran untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar, karena tanpa parkiran siswa, guru, dan orang tua akan kesulitan memarkir kendaraan. Sebaliknya, parkiran hanya berfungsi karena adanya sekolah dan aktivitas di dalamnya. Dengan kata lain, keberadaan parkiran meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keteraturan di sekolah, sedangkan sekolah memberi alasan dan fungsi bagi parkiran itu sendiri.</p></li><li><p>•keterjangkauan</p><p>parkiran timur lebih luas dan lebar dan tertata rapih sehingga kendaraan mudah keluar masuk dan paling pertama dilihat atau ditemukan pada saat tiba di smansa</p></li><li><p>Nilai Kegunaan → Parkir timur di smansa memberi manfaat besar sebagai tempat aman untuk kendaraan untuk para siswa dan siswi</p></li><li><p>Morfologi</p><p>→ Bentuk fisik parkiran timur datar dan beraspal, memudahkan kendaraan untuk parkir dengan aman. Tidak ada perbedaan tinggi permukaan yang signifikan, sehingga lebih stabil dan nyaman digunakan.</p></li><li><p>Pola</p><p>→ Susunan kendaraan diatur berjajar teratur dengan marka parkir, menunjukkan pola linier dan teratur sehingga memudahkan pengguna parkir untuk masuk dan keluar.</p></li><li><p> Aglomerasi</p><p>→ Kendaraan siswa terkumpul di satu tempat (parkiran timur). Hal ini menunjukkan adanya pemusatan aktivitas kendaraan di lokasi tertentu agar tidak menyebar sembarangan di sekitar sekolah.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4328941051/22ef231ade593b2f1775cfb51714be01/19468cb0_5e01_4e8f_b430_2197e8dbf835.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-08 03:11:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3573002469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BENTENG BARAT LAUT</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3573014010</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 6</p><p>1 Nazwa Wulandari</p><p>2 Indah Eka Noviyanti</p><p>3 Muhammad Dzakwaan Ramadhan</p><p>4 Muhammad Dzaky Ramadhan</p><p>5 Ghysello Fairly Putra. T</p><p><br></p><p>Objek📌: BENTENG</p><p> </p><ol><li><p>Lokasi absolut adalah letak suatu tempat yang ditunjukkan dengan koordinat geografis yang tepat dan tidak berubah, seperti garis lintang dan bujur, serta dapat juga berupa alamat lengkap, disebut absolut karena posisinya tidak berubah dan bersifat menetap.</p><p>Benteng tersebut  Koordinat geografis nya adalah 5°08`05"S LS 119°25'06"E </p></li><li><p>Lokasi relatif x</p><p>lokasi relatif adalah posisi suatu tempat yang ditentukan oleh keberadaannya atau hubungannya dengan tempat, fitur geografis, atau landmark lain, bukan berdasarkan koordinat yang tepat,disebut relatif karena posisinya selalu bergantung pada tempat lain dan sudut pandang pengamat, sehingga tidak bersifat tetap seperti lokasi absolut (yang menggunakan koordinat tetap seperti garis lintang dan bujur).</p><p>Benteng tersebut berada di dekat Masjid SMAN 1 Makassar, tempat ini menjadi tempat berkumpulnya siswa siswi Smansa</p></li><li><p>Jarak V</p><p>Jarak benteng tersebut dari kelas x moh hatta yaitu 94,35 meter </p></li><li><p>Keterjangkauan V</p><p>Benteng tersebut mudah di jangkau karena tidak begitu jauh dari kelas x moh hatta atau bisa dibilang berada di kawasan sekolah, tempat ini juga sangat muda dijangkau karena tidak memerlukan kendaraan untuk menuju benteng tersebut</p></li><li><p>Pola V</p><p>Pola benteng tersebut berbentuk lingkaran dengan posisi batu bertingkat menyerupai tribun</p></li><li><p>Morfologi X</p><p>Benteng tersebut di kenal dengan bentuknya yang melingkar dan posisi batu bertingkat menyerupai tribun, dengan bentuk yang seperti itu banyak siswa siswi yang beristirahat di benteng tersebut pada saat jam istirahat</p></li><li><p>Aglomerasi X</p><p>Benteng tersebut menjadi tempat siswa siswi bersitirahat,makan, ngobrol bersama teman pada saat jam istirahat</p></li><li><p>Nilai kegunaan V</p><p>Benteng tersebut berfungsi sebagai tempat peristirahatan atau belajar siswa siswi secara outdoor</p></li><li><p>Interaksi -</p><p>Benteng tersebut menjadi tempat interaksi guru, siswa siswi tempat ini juga dimaanfatkan manjadi tempat berkumpul pada saat jam istirahat atau kerja kelompok maupun diskusi.</p></li><li><p>Deferensiasi area V</p><p>Area ini berbeda dengan bagian sekolah lainnya misalnya lapangan atau kelas, karena berfungsi khusus sebagai ruang terbuka untuk berkumpul atau bekerja kelompok</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4328914589/efe86868a9e071e4a7fb79160365048e/IMG_5735.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-08 03:18:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3573014010</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PARKIRAN BARAT SMANSA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3573060047</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok 1</p><p><br></p><ol><li><p>Mirza Daffa dzakwan reubun</p></li><li><p>Muhammad Akbar syawal</p></li><li><p>Muhammad Fauzan</p></li><li><p>Ardelia widyatna dwinawan</p></li><li><p>Nadin Aufa atika putri</p></li><li><p>Rezki Septiani Rizni </p></li></ol><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Lokasi → </p><p> Lokasi absolut </p><p>LB:-5.15°52'50' (menunjukkan posisi di selatan khatulistiwa)</p><p>BT: 119°460'583'(menunjukkan posisi di timur)</p><p><br></p><p>Lokasi relatif </p><p>Terdapat di area parkiran di samping aula di kawasan SMA negri 1 Makassar jalan bawakaraeng no.53 kecamatan bontoala kota makassar provinsi sulawesi Selatan.</p><p>Pintu gerbang 2 berada di sisi selatan</p><p>Pintu masuk ke sekolah berada di sisi Utara</p><p>Taman berada di sisi timur</p><p>Tempat sampah berada di sisi barat</p><p><br></p><p><br></p><p>Jarak → Motor-motor diparkir berdekatan, ada juga jarak antara parkiran dengan gedung dan jalan. Jarak dari kelas ke parkiran itu sekitar 47 m</p><p><br></p><p>Keterjangkauan → parkiran mudah di akses oleh pengendara motor karena berada di area terbuka, dekat dengan pintu masuk, serta memiliki jalan beraspal sebagai penghubung </p><p><br></p><p>Morfologi → Bentuk fisik lahan yang dimanfaatkan sebagai lahan parkir.</p><p><br></p><p>Aglomerasi → terlihat adanya pengelompokan kendaraan bermotor di satu lokasi parkir yang sama karena kebetulan bersama</p><p><br></p><p>Nilai Kegunaan → Parkiran bermanfaat untuk menampung kendaraan pengunjung/pengguna gedung.</p><p><br></p><p>Interaksi/Interdependensi → terdapat Hubungan manusia dengan lingkungannya, manusia butuh lahan parkir, lahan dimodifikasi agar bisa menampung kendaraan.</p><p><br></p><p>Diferensiasi Areal → Parkiran berbeda fungsi dengan bangunan, pepohonan, maupun jalan raya.</p><p><br></p><p>Keterkaitan Keruangan → Parkiran terhubung dengan gedung, jalan masuk, dan ruang terbuka hijau.</p><p><br></p><p>Pola → pola parkiran terlihat berjajar memanjang mengikuti bentuk lahan di samping gedung.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4328989823/5730a99fa5f20e19d6d62ba1a2e0fc77/IMG_20250908_WA0040.jpg" />
         <pubDate>2025-09-08 03:46:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3573060047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>memberikan prinsip, aspek, cabang ilmu,pendekatan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584549261</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>andi ainun khalilah mallanyi</p></li><li><p>kayla zahra sabri </p></li><li><p>nayla andini</p></li><li><p>moch abhi abdi nagara</p></li><li><p>ubaidillah dzaki</p></li></ol><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.detik.com/bali/berita/d-8111638/banjir-terparah-di-bali-jalan-lumpuh-bangunan-roboh-korban-jiwa-berjatuhan/amp">https://www.detik.com/bali/berita/d-8111638/banjir-terparah-di-bali-jalan-lumpuh-bangunan-roboh-korban-jiwa-berjatuhan/amp</a></p><p><br></p><p>ASPEK GEOGRAFI </p><p><br></p><ol><li><p>fisik<br></p><ul><li><p>Curah hujan ekstrem yang menjadi pemicu banjir.</p></li><li><p>Luapan sungai dan sistem drainase yang tidak mampu menampung air.</p></li><li><p>Topografi wilayah (kemungkinan elevasi, kemiringan, aliran air) yang mempengaruhi pola limpasan dan pengendapan. (Walau tidak disebutkan secara spesifik, biasanya aspek ini selalu ikut terlibat)</p></li></ul><p><br></p><p><br></p><p>PRINSIP GEOGEAFI </p><p><br></p></li></ol><p>konsep interelasi</p><p><br></p><p>Banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tapi juga karena ulah manusia. Beberapa penyebab banjir akibat aktivitas manusia yaitu:</p><p>	•	Membuang sampah sembarangan → sampah menumpuk di sungai atau selokan sehingga aliran air tersumbat.</p><p>	•	Penebangan hutan (deforestasi) → berkurangnya pepohonan membuat tanah tidak bisa menyerap air dengan baik, sehingga air hujan mengalir langsung ke permukaan.</p><p>	•	Alih fungsi lahan → daerah resapan air (sawah, hutan, rawa) diubah menjadi permukiman, industri, atau jalan aspal yang tidak menyerap air.</p><p>	•	Pembangunan di bantaran sungai → mempersempit aliran sungai sehingga air mudah meluap.</p><p>	•	Drainase buruk → saluran air tidak terawat atau tidak sesuai kapasitas, menyebabkan genangan saat hujan deras.</p><p>	•	Eksploitasi air tanah berlebihan → menyebabkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) sehingga daerah makin mudah tergenang banjir.</p><p><br></p><p>timbak baliknya:</p><p>Dampak banjir bagi manusia bisa dirasakan di banyak aspek kehidupan. Berikut dampak utamanya:</p><p>	•	Kesehatan → menimbulkan penyakit menular (diare, leptospirosis, ISPA, penyakit kulit), serta trauma psikologis.</p><p>	•	Ekonomi → merusak rumah, kendaraan, lahan pertanian, usaha, hingga infrastruktur; menyebabkan kerugian besar.</p><p>	•	Sosial → memaksa masyarakat mengungsi, kehilangan tempat tinggal, serta menurunkan kualitas hidup.</p><p>	•	Transportasi &amp; aktivitas → jalan terputus, sekolah dan pekerjaan terganggu.</p><p>	•	Lingkungan → pencemaran air, rusaknya ekosistem, serta menurunnya kualitas tanah dan sumber daya alam.</p><p>Singkatnya, banjir merugikan manusia secara fisik, sosial, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. </p><p><br></p><p>CABANG ILMU GEOGRAFI</p><p><br></p><p>klimatologi </p><p><br></p><p>ilmu yang mempelajari tentang iklim dan faktor pembentuk nya serta pengklasifikasian dalam suatu kelompok iklim</p><p><br></p><p>Peristiwa banjir sangat erat hubungannya dengan klimatologi, karena cabang geografi ini mempelajari iklim dan cuaca yang menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir.</p><p>Hubungannya yaitu:</p><p>	•	Curah hujan → klimatologi meneliti pola hujan (intensitas, durasi, dan distribusinya). Hujan deras yang terus-menerus bisa menyebabkan banjir.</p><p>	•	Perubahan iklim → peningkatan suhu global memicu cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang tidak menentu dan memperbesar risiko banjir.</p><p>	•	Siklus hidrologi → klimatologi mengkaji penguapan, kondensasi, dan presipitasi yang menentukan jumlah air hujan turun ke bumi.</p><p>	•	Fenomena iklim global/regional → El Niño dan La Niña berpengaruh pada curah hujan di Indonesia, yang bisa menimbulkan banjir di musim tertentu.</p><p><br></p><p>PENDEKATAN</p><p><br></p><p>analisis keruangan</p><p><br></p><p>•	Terjadi hujan ekstrem, curah hujan dalam 24 jam mencapai ~385 mm di beberapa titik.  ￼</p><p>	•	Fenomena atmosfer seperti gelombang ekuator Rossby dan Kelvin turut memicu hujan lebat.  ￼</p><p>	•	Dampak meliputi banyak wilayah di Bali: Denpasar paling parah (81 titik banjir), Gianyar, Badung, Tabanan, Karangasem, Jembrana, Klungkung.  ￼</p><p>	•	Penyebab yang diperparah oleh faktor manusia: alih fungsi lahan hijau ke bangunan, drainase tersumbat akibat sampah, pengelolaan ruang kota yang kurang memperhatikan mitigasi banjir.  ￼</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.detik.com/bali/berita/d-8111638/banjir-terparah-di-bali-jalan-lumpuh-bangunan-roboh-korban-jiwa-berjatuhan/amp" />
         <pubDate>2025-09-15 03:09:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584549261</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DEMONSTRASI DI FLY OVER MAKASSAR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584593608</link>
         <description><![CDATA[<p>1.gracia ellen f</p><p>2.fadlan chatib</p><p>3.nur annisa sasky</p><p>4.A.Muqshit A wahab tahir</p><p>5.chaterine jeany</p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.detik.com/sulsel/makassar/d-8090654/mahasiswa-demo-di-flyover-makassar-jalan-pettarani-urip-sumoharjo-ditutup">https://www.detik.com/sulsel/makassar/d-8090654/mahasiswa-demo-di-flyover-makassar-jalan-pettarani-urip-sumoharjo-ditutup</a></p><p><br></p><p>Prinsip Geografi</p><p><br></p><p>Prinsip-geografi adalah unsur atau kaidah dasar yang digunakan untuk memahami fenomena geografi. Dari kasus ini, prinsip yang bisa diidentifikasi:</p><p><br></p><p>1. Persebaran (Distribusi)</p><p><br></p><p>Persebaran massa demonstran di satu ruas jalan tertentu (Flyover Makassar, Pettarani → Urip Sumoharjo).</p><p><br></p><p>Persebaran arus lalu lintas yang terdampak akibat penutupan jalan.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>2. Interelasi (Hubungan antar-fenomena ruang)</p><p><br></p><p>Hubungan antara aksi manusia (unjuk rasa/demonstrasi) dengan kondisi ruang kota (jalan, flyover, lalu lintas).</p><p><br></p><p>Hubungan antara kebijakan pengamanan atau respons aparat keamanan dengan mobilitas warga.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>3. Deskripsi ruang wilayah</p><p><br></p><p>Menggambarkan lokasi demo, kondisi jalan, area flyover, bagaimana arus lalu lintas berubah, titik-blokade.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>4. Skala &amp; Lokasi</p><p><br></p><p>Tingkat kota/perkotaan Makassar.</p><p><br></p><p>Lokasi spesifik (Flyover Makassar, Jalan Pettarani ke Urip Sumoharjo).</p><p><br></p><p><br></p><p>Aspek Geografi</p><p><br></p><p>Aspek-geografi berarti berbagai dimensi yang dilibatkan dalam fenomena, biasanya fisik dan sosial, kadang budaya, ekonomi, politik. Dari kasus ini:</p><p><br></p><p>1. Aspek sosial</p><p><br></p><p>Mobilisasi mahasiswa dan organisasi masyarakat.</p><p><br></p><p>Tuntutan yang mungkin bersifat sosial/politik (ketidakadilan).</p><p><br></p><p>Dampak sosial bagi warga: gangguan aktivitas, mobilitas, akses ke tempat kerja atau layanan publik</p><p><br></p><p>2.Aspek fisik/ruang</p><p><br></p><p>Infrastruktur jalan/flyover.</p><p><br></p><p>Ruang publik (jalan kota) digunakan sebagai arena demo.</p><p><br></p><p>Dampak fisik: penutupan jalan, pembakaran ban → potensi kerusakan, polusi asap, gangguan arus udara.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>3. Aspek ekonomi</p><p><br></p><p>Kemacetan → kerugian waktu &amp; bahan bakar.</p><p><br></p><p>Usaha lokal atau transportasi publik terganggu.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Cabang Ilmu Geografi yang:</p><p><br></p><p>Beberapa cabang geografi yang bisa digunakan untuk menganalisis atau memahami fenomena ini:</p><p><br></p><p>1. Geografi Urban / Geografi Kota</p><p><br></p><p>Karena isu Lalu lintas, lahan kota, mobilitas, penggunaan ruang kota.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>2. Geografi Sosial</p><p><br></p><p>Studi tentang interaksi manusia, perilaku sosial, pergerakan kelompok masyarakat, konflik ruang.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>3. Geografi Politik</p><p><br></p><p>Aspek kekuasaan, regulasi, kebijakan publik dalam penggunaan ruang, kontrol situasi demonstrasi.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>4. Geografi Transportasi / Mobilitas</p><p><br></p><p>Bagaimana infrastruktur jalan, arus kendaraan, dampak penutupan jalan mempengaruhi mobilitas.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>5. Geografi Lingkungan</p><p><br></p><p>Dampak polusi asap, kebakaran ban, dan konsekuensi lingkungan serta kesehatan.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Pendekatan Geografi yang Sesuai</p><p><br></p><p>Dari pendekatan utama geografi (keruangan, ekologi, kompleks wilayah), berikut yang paling cocok dipakai dan bagaimana penerapannya:</p><p><br></p><p>1. Pendekatan Keruangan</p><p><br></p><p>Menganalisis lokasi ruang kota di mana demonstrasi terjadi: seberapa strategis – misalnya di flyover, titik penghubung penting.</p><p><br></p><p>Melihat sebaran lalu lintas: ruas mana yang terdampak, pola jam sibuk, alternatif jalur.</p><p><br></p><p>Memeriksa aksesibilitas ruas jalan, keterkaitan antar jalan dan penggunaan ruang di sekitarnya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>2. Pendekatan Ekologi</p><p><br></p><p>Mengkaji interaksi antara manusia &amp; lingkungan di kota: dampak asap dari pembakaran ban, gangguan udara; efek kesehatan.</p><p><br></p><p>Memperhatikan bagaimana masyarakat &amp; pengunjung memiliki adaptasi (misal menghindari area, ganti rute) dan bagaimana lingkungan fisik merespon (kebersihan udara, kerusakan infrastruktur jalan akibat demo).</p><p><br></p><p>Menilai mitigasi potensial agar demonstrasi bisa berjalan aman tanpa merusak lingkungan fisik maupun kualitas hidup warga sekitar.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>3. Pendekatan Kompleks Wilayah</p><p><br></p><p>(gabungan kedua pendekatan di atas plus aspek lain): menggabungkan keruangan, ekologi, sosial, politik &amp; ekonomi supaya solusi maksimal: misalnya perencanaan ruang kota yang menyediakan ruang publik yang aman untuk demonstrasi, regulasi untuk mencegah kerusakan, sistem transportasi alternatif, pengaturan pengamanan supaya tidak berdampak terlalu besar pada lalu lintas dan lingkungan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4370917794/9d091e6d96c628958b48112ad56cd4b9/aksi_demonstrasi_di_kawasan_flyover_jalan_urip_sumoharjo_makassar_1756714011446_169.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-15 03:34:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584593608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GEMPA MAJENE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584605451</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA KELOMPOK </p><p>1.Mirza Daffa dzakwan reubun</p><p>2.Muhammad Akbar syawal </p><p>3.Muhammad Fauzan</p><p>4.Ardelia widyatna dwinawan</p><p>5.Nadin Aufa atika putri</p><p>6.Rezki Septiani Rizni </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>⟩ Link peristiwa/kejadian:</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://share.google/JCbnZJaV3cEWOgb57">https://share.google/JCbnZJaV3cEWOgb57</a></p><p><br></p><p>⟩ Peristiwa :</p><p>Gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, pada 14 Januari 2021 (Magnitudo ~5,9) diikuti gempa utama tanggal 15 Januari 2021 (Magnitudo ~6,2).  </p><p>Ada kerusakan infrastruktur, rumah-rumah ambruk, likuefaksi (tanah menjadi cair/semburan pasir), gerakan tanah (longsor dan rekahan tanah) di beberapa lokasi.  </p><p><br></p><p>⟩ Prinsip Geografi yang Terkait</p><p>Beberapa prinsip geografi yang bisa dikaitkan dengan peristiwa gempa Majene:</p><p>	</p><p>1. Prinsip Interelasi V</p><p>Kejadian gempa tidak berdiri sendiri — ada keterkaitan antara struktur geologi (sesar aktif seperti Sesar Naik Mamuju-Majene), jenis batuan, kondisi tanah (endapan aluvial, pantai, kemiringan lereng), kedalaman gempa, dan kerusakan yang terjadi.  </p><p>	</p><p>2. Prinsip Korologi?</p><p>Pengaruh gempa berbeda berdasarkan lokasi (jarak ke episenter, jenis morfologi, jenis tanah). Beberapa wilayah yang tanahnya lunak atau aluvial lebih parah terkena likuefaksi dan kerusakan.  </p><p>	</p><p> 3. Prinsip persebaran </p><p>Persebaran dampak gempa (kerusakan, likuefaksi, gerakan tanah) tidak merata, tergantung jauh-dekat dari pusat gempa, topografi dan struktur tanah.  </p><p>	</p><p>4. Prinsip Deskripsi</p><p>Penjelasan detail tentang lokasi episenter, kedalaman gempa, jenis sesar, morfologi wilayah, sifat tanah, jenis kerusakan ‒ semuanya bagian dari prinsip deskripsi.  </p><p><br></p><p>⟩ Aspek Geografi dalam Berita Tersebut</p><p>Aspek geografi yang muncul dalam berita:</p><p><br></p><p>•Fisik : jenis batuan, bentuk lahan (lereng, dataran pantai, aluvial), kondisi tanah, permukaan tanah yang lunak.</p><p>	</p><p>•Manusia &amp; Sosial: dampak pada bangunan, korban jiwa, pengungsian, kerugian ekonomi, keperluan pembangunan yang aman. </p><p><br></p><p>⟩ Ilmu yang Mempelajari Peristiwa Itu</p><p>Beberapa disiplin ilmu yang relevan:</p><p>	</p><p>•Geologi (khususnya seismologi) → untuk memahami gempa, mekanisme sesar, kedalaman dan jenis gempa.</p><p>	</p><p>•Geoteknik / Geologi Teknik → untuk studi tanah, likuefaksi, kestabilan lereng.</p><p>	</p><p>•Geomorfologi → bentuk lahan, jenis bentukan alam, morfologi permukaan.</p><p>	</p><p>•Meteorologi &amp; Klimatologi, bila ada hubungan dengan cuaca yg memperparah longsor.</p><p>	</p><p>•Manajemen bencana / Ilmu kebencanaan → mitigasi, peringatan dini, tanggap darurat.</p><p>	</p><p>•Perencanaan wilayah / Tata ruang → untuk menentukan area pemukiman dan infrastruktur sesuai risiko.</p><p><br></p><p>⟩ Pendekatan Geografi untuk Memecahkan Masalah dari Berita Itu</p><p>Beberapa pendekatan geografis yang bisa dipakai:</p><p>	</p><p>1. Pendekatan Spasial / Keruangan</p><p>	•Pemetaan zona risiko berdasarkan sebaran sesar, jenis tanah, kedalaman hiposenter.</p><p>	•Pemetaan peta rawan likuefaksi, gerakan tanah, dan area yang terdampak.</p><p>	•Analisis jarak dari episenter dan distribusi intensitas guncangan.</p><p>	</p><p>2.Pendekatan Ekologi / Lingkungan</p><p>	•Melihat interaksi manusia-lingkungan: bagaimana pemanfaatan lahan (pemukiman, industri) memperparah kerentanan.</p><p>	•Studi bagaimana vegetasi, tutupan tanah mempengaruhi stabilitas lereng.</p><p>	</p><p>3.Pendekatan Kewilayahan / Regional</p><p>	•Melihat Majene dalam konteks regional Sulawesi Barat: komunikasi infrastruktur, rute evakuasi, dampak ke kota-kota sekitarnya.</p><p>	•Integrasi kebijakan wilayah antar kabupaten/kota terkait mitigasi bencana.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 03:41:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584605451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GEMPA DAN TSUNAMI PALU 2018</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584609829</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok:</p><ol><li><p>Nazwa wulandari putri</p></li><li><p>Indah eka noviyanti</p></li><li><p>Nur inayah b</p></li><li><p>Ghysello fairly</p></li><li><p>Muh dzakwan ramadhan</p></li><li><p>Muh dzaki ramadhan</p></li><li><p>R.Khazby al istnaini</p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.kompas.com/tren/read/2024/09/28/173000565/kilas-balik-28-september-6-tahun-lalu-tsunami-meluluhlantakkan-palu-dan?amp=1&amp;page=2&amp;_gl=1*ib4syi*_ga*WE5pRGFhS1B2WXdDcktIa2lDTkVieVpKUzNFUHJiTkxIVl9seGJlcVBMc1lwMEhrM1ZCVVctZWNLQl9nYzZjYw..*_ga_77DJNQ0227*MTc1NzkwNTI5Mi4xLjEuMTc1NzkwNTI5Mi4wLjAuMA..#google_vignette">https://www.kompas.com/tren/read/2024/09/28/173000565/kilas-balik-28-september-6-tahun-lalu-tsunami-meluluhlantakkan-palu-dan?amp=1&amp;page=2&amp;_gl=1*ib4syi*_ga*WE5pRGFhS1B2WXdDcktIa2lDTkVieVpKUzNFUHJiTkxIVl9seGJlcVBMc1lwMEhrM1ZCVVctZWNLQl9nYzZjYw..*_ga_77DJNQ0227*MTc1NzkwNTI5Mi4xLjEuMTc1NzkwNTI5Mi4wLjAuMA..#google_vignette</a></p><p><br></p></li></ol><p>📌Prinsip geografi yang terkait dengan peristiwa tersebut yaitu:</p><ol><li><p>Prinsip interelasi: Menghubungkan hubungan antara gempa, tsunami, likuifaksi, kondisi geologi (Sesar Palu-Koro), dan dampaknya terhadap permukiman &amp; ekonomi.</p></li><li><p>prinsip korologi: Korologi memadukan semua unsur (lokasi, geologi, topografi, pemukiman) dalam satu </p><p>ruang. Palu adalah daerah patahan aktif, berbentuk teluk sempit, dan memiliki permukiman padat di tepi laut → kombinasi faktor inilah yang menjelaskan kenapa dampaknya besar.</p></li><li><p>Prinsip deskripsi: Bencana perlu dijelaskan runtut waktu gempa, mekanisme tsunami, tinggi gelombang, jumlah korban, hingga proses pemulihan. Tanpa deskripsi, orang sulit memahami kejadian.</p></li><li><p>Prinsip lokasi: Mengetahui posisi Palu secara spasial, letak geologisnya di dekat patahan / pertemuan lempeng tektonik. Misalnya Palu berada di daerah rawan gempa karena pergeseran lempeng.</p><p><br></p><p>📌Aspek yang terkait yaitu:</p><ol><li><p>Aspek Fisik: Bencana ini terutama dipicu oleh faktor alam: pergeseran sesar, bentuk Teluk Palu, gelombang tsunami, dan likuifaksi tanah. Tanpa menganalisis aspek fisik, penyebab utamanya tidak akan jelas.</p></li><li><p>Aspek sosial: -Dampak bencana sangat dipengaruhi oleh kondisi masyarakat: lokasi permukiman, kepadatan penduduk, sistem peringatan dini, kesiapsiagaan, serta dampak psikologis dan ekonomi. Analisis sosial menjelaskan kerugian dan cara pemulihan.</p><p><br></p></li></ol><p>📌cabang ilmu yang terkait:</p><p>1. Geomorfologi:-</p><p>Untuk melihat bentuk permukaan bumi yang memengaruhi bencana: teluk yang sempit memperkuat gelombang, tanah di Petobo/Balaroa yang mudah mengalami likuifaksi.</p><p>2. Geoglogi: -Gempa dipicu oleh patahan (Sesar Palu–Koro). Memahami struktur kerak bumi penting agar tahu sumber gempa dan potensi gempa ulang.</p><p>3. Oseanografi</p><p>Tsunami adalah gelombang laut raksasa. Untuk mempelajari tinggi, kecepatan, dan arah gelombang di Teluk Palu, cabang ini sangat diperlukan</p><p><br></p><p>📌pendekatan geografi:</p><ol><li><p>Keruangan</p><p>Bencana selalu memiliki lokasi spesifik. Dengan keruangan, kita bisa memetakan pusat gempa, arah tsunami, daerah likuifaksi, dan kerusakan infrastruktur.</p></li><li><p>Ekologi</p><p>Menghubungkan hubungan manusia–lingkungan: bagaimana pembangunan di pesisir, reklamasi, atau kepadatan penduduk memengaruhi tingkat kerugian; serta bagaimana bencana mengubah ekosistem dan kehidupan sosial.</p></li><li><p>kompleks Wilayah</p><p>Bencana Palu tidak hanya berdampak di Palu saja, tetapi juga Donggala, Sigi, bahkan logistik nasional. Pendekatan ini membantu menganalisis hubungan antarwilayah dalam tanggap darurat dan rehabilitasi.</p></li></ol><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4370871721/a9b3377b29b13139c72bef1d5f1bdacf/8165ae56_7974_4894_bc6d_afff72893c3c.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-15 03:44:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584609829</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 5 | Kerusuhan 18 Mei 1998</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584615835</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Rafha Qubilah Irfan</p></li><li><p>Rafa Attaulah</p></li><li><p>Nimeesha Dzakira</p></li><li><p>Putri Felicia</p></li><li><p>Aisyah Najwa</p></li></ul><p><br></p><p><em>Kerusuhan 18 Mei 1998</em></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerusuhan_Mei_1998">https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerusuhan_Mei_1998</a></p><p><em>Prinsip Geografi</em></p><p>1. <strong>Distribusi (Persebaran spasial)</strong></p><p>   * Kerusuhan terjadi di beberapa kota: Medan, Jakarta, Surakarta, dan insiden‐insiden kecil di Bali serta di wilayah lain Indonesia. </p><p>   * Titik konsentrasi terbesar: Jakarta, Medan, Surakarta. </p><p>2. <strong>Lokasi (Location)</strong></p><p>   * Lokasi penting: pusat kota, kawasan perdagangan/toko milik etnis Tionghoa, universitas seperti Universitas Trisakti di Jakarta. </p><p>   * Kedekatan dengan pusat pemerintahan dan infrastruktur keamanan juga berperan. (Implisit dalam deskripsi kehadiran militer, polisi, dan respon keamanan) </p><p>3. <strong>Interelasi (Hubungan antara faktor‐manusia dan lingkungan sosial)</strong></p><p>   * Faktor ekonomi: krisis moneter Asia 1997 → pengangguran, kekurangan pangan. </p><p>   * Faktor politik: ketidakpuasan terhadap pemerintahan Orde Baru, otoritarianisme, dugaan kecurangan pemilu legislatif 1997. </p><p>   * Faktor sosial/etnis: masyarakat Tionghoa sebagai sasaran diskriminasi dan kerusuhan. </p><p>4. <strong>Korologi / Wilayah (Area / region)</strong></p><p>   * Perbedaan dampak wilayah: kota besar vs wilayah kecil, bagaimana kota seperti Surakarta merasakan efeknya berbeda dibandingkan Jakarta. ([Wikipedia][1])</p><p>   * Kerusuhan sebagai fenomena yang tidak merata tetapi lebih berat di area pusat keramaian/perdagangan. </p><p><br></p><p><em>•Aspek Geografi</em></p><p><br></p><p>Aspek Fisik</p><p>Kerusuhan banyak terjadi di kota-kota besar: Jakarta, Medan, dan Surakarta, dengan intensitas paling parah di Jakarta.</p><p>Lokasi fisik yang terdampak umumnya pusat kota, pusat perdagangan, pertokoan, kampus, dan pemukiman padat, sehingga memudahkan massa untuk berkumpul dan melakukan penyerangan.</p><p>Kondisi ruang kota (jalan utama, terminal, pasar, dan pusat perbelanjaan) membuat kerusuhan cepat menyebar karena akses jalan yang terbuka.</p><p>Bangunan fisik banyak yang terbakar, terutama toko dan pusat pertokoan milik etnis Tionghoa.</p><p>Ada kerusakan lingkungan fisik perkotaan seperti gedung, pasar, dan sarana transportasi akibat pembakaran serta penjarahan.</p><p>Aspek Sosial</p><p>Kerusuhan dipicu oleh ketidakpuasan sosial dan politik terhadap Orde Baru yang berkuasa lebih dari 30 tahun.</p><p>Etnis Tionghoa menjadi sasaran kekerasan, penjarahan, dan diskriminasi, sehingga menimbulkan trauma sosial yang mendalam.</p><p>Mahasiswa melakukan demonstrasi besar, seperti di Universitas Trisakti, yang berujung penembakan mahasiswa dan memperburuk keadaan.</p><p>Krisis ekonomi 1997–1998 menyebabkan harga kebutuhan pokok naik, pengangguran meningkat, dan memperbesar ketegangan sosial.</p><p>Terjadi pelanggaran HAM berupa kekerasan, pemerkosaan, pembunuhan, dan pengungsian ribuan warga Tionghoa keluar negeri.</p><p>Dari sisi sosial-politik, kerusuhan ini mempercepat jatuhnya Presiden Soeharto dan beralihnya Indonesia ke Era Reformasi.</p><p><em>Cabang Ilmu Geografi</em></p><p>* <strong>Geografi manusia (Human Geography)</strong> — mempelajari etnisitas, konflik sosial, diskriminasi, faktor manusia sebagai penyebab dan korban kerusuhan.</p><p>* <strong>Geografi politik</strong> — bagaimana kekuasaan, struktur pemerintahan, kebijakan (hukum/pemilu/orientasi politik) berperan.</p><p>* <strong>Geografi ekonomi</strong> — krisis moneter, dampak ekonomi (kerugian properti, usaha milik Tionghoa), pengangguran.</p><p>* <strong>Geografi keruangan (Spatial Geography)</strong> — lokasi kerusuhan, distribusi spasial kerusuhan, pola kota, pusat‐pusat perdagangan, pemukiman.</p><p>* <strong>Geografi budaya</strong> bisa juga dipakai, karena elemen identitas, etnisitas, nilai sosial muncul (misalnya diskriminasi terhadap Tionghoa).</p><p>---</p><p> <em>Pendekatan Geografi</em></p><p>1. <strong>Pendekatan Spasial / Keruangan</strong></p><p>   Menggunakan peta persebaran kerusuhan di kota‐kota; melihat lokasi-lokasi utama; bagaimana lokasi menentukan tingkat kerusakan dan korban.</p><p>2. <strong>Pendekatan Temporal / Sejarah</strong></p><p>   Melihat urutan waktu: dari krisis moneter → demonstrasi mahasiswa → kerusuhan → jatuhnya Orde Baru → era Reformasi. Waktu penting untuk memahami sebab dan akibat. ([Wikipedia][1])</p><p>3. <strong>Pendekatan Analisis Faktor Manusia dan Lingkungan Sosial</strong></p><p>   Fokus pada peran etnisitas, struktur sosial, ekonomi, politik, bagaimana hubungan antar kelompok, diskriminasi, dan respons aparat.</p><p>4. <strong>Pendekatan Investigatif / Pengusutan (Keadilan/ HAM)</strong></p><p>   Melihat aspek pengusutan korban, laporan Tim Gabungan Pencari Fakta, tantangan hukum terkait keberadaan bukti, respons pemerintah dan publik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 03:48:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584615835</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 3 (GEMPA DAN TSUNAMI ACEH)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584618548</link>
         <description><![CDATA[<p>kelompok 3 </p><p>A. Zhafira marsyabila </p><p>Ahmad budiantana dzaki</p><p>Andi Muhammad farhan ramadhan </p><p>Fakhirah azizah </p><p>Ario nur Hafizhuddin</p><p>Novita andini sayadi</p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://media.neliti.com/media/publications/195596-ID-geografi-bencana-gempa-dan-gelombang-tsu.pdf">https://media.neliti.com/media/publications/195596-ID-geografi-bencana-gempa-dan-gelombang-tsu.pdf</a></p><p><br></p><p>“Geografi Bencana Gempa dan Gelombang Tsunami di aceh”. </p><p><br></p><p>Prinsip Geografi Terkait Cerita Aceh beberapa prinsip geografi yang bisa diterapkan pada peristiwa tsunami Aceh:</p><p>	1.	Interelasi</p><p>Dokumen menjelaskan bagaimana gempa laut dalam → terjadi pergeseran lempeng → memicu gelombang tsunami → berinteraksi dengan lingkungan pesisir dan penduduk. Prinsip ini muncul dalam hubungan sebab-akibat antar unsur alam dan manusia.  ￼</p><p>	2.	Distribusi</p><p>Ada pembahasan tentang penyebaran wilayah terdampak gempa dan tsunami; tidak hanya Aceh sebagai titik pusat, tetapi efeknya merambat ke berbagai daerah di pesisir serta wilayah laut.  ￼</p><p>	3.	Deskripsi</p><p>Dokumen menggambarkan secara detail karakteristik fisik gempa, gelombang, dan kondisi masyarakat serta lingkungan sebelum dan sesudah tsunami.  ￼</p><p>	4.	Korologi (korelasi ruang-waktu)</p><p>Membahas bagaimana lokasi (pesisir), kedalaman gempa, serta waktu peristiwa berkontribusi pada besarnya dampak tsunami. Ruang-waktu terkait dengan intensitas, waktu gelombang sampai ke daratan, dan pola kerusakan.  ￼</p><p>⸻</p><p>Aspek Geografi Terkait Cerita Aceh </p><p>	•	Aspek fisik / lingkungan</p><p>• Gempa bumi bawah laut — lokasi, magnitudo, kedalaman.  ￼</p><p>• Gelombang tsunami: tinggi gelombang, kecepatan, durasi, dan bagaimana gelombang tersebut mencapai pesisir.  ￼</p><p>• Bentuk muka pantai, topografi pesisir yang mempengaruhi sejauh mana gelombang bisa masuk ke daratan.  ￼</p><p>	•	Aspek manusia / sosial</p><p>• Kerusakan pada pemukiman dan infrastruktur.  ￼</p><p>• Korban jiwa dan hilangnya sumber penghidupan.  ￼</p><p>• Respon masyarakat terhadap bencana, termasuk kesiapsiagaan, evakuasi, dan adaptasi pasca bencana.  ￼</p><p>	•	Aspek ekonomi</p><p>• Dampak terhadap aset fisik (rumah, bangunan umum, jalan), pengeluaran untuk pemulihan.  ￼</p><p>• Gangguan pada mata pencaharian (nelayan, petani) karena kerusakan lingkungan laut dan pantai.  ￼</p><p>	•	Aspek ruang</p><p>• Pemanfaatan ruang pesisir dan bagaimana lokasi hunian serta struktur bangunan mempengaruhi tingkat kerusakan.  ￼</p><p><br></p><p><br></p><p>Cabang Ilmu Geografi terkait Cerita Aceh dari Link</p><p>Dari materi, cabang-cabang geografi yang dipakai atau terkait adalah:</p><p>	1.	Geografi fisik — mempelajari fenomena alam seperti gempa, gelombang laut, topografi, geomorfologi pantai.</p><p>	2.	Geografi manusia — melihat dampak terhadap masyarakat, pemukiman, perilaku manusia dalam menghadapi bencana.</p><p>	</p><p>Pendekatan Terkait Cerita Aceh dari Link</p><p>Dari dokumen tersebut, pendekatan-pendekatan yang terlihat meliputi:</p><p>	•	Pendekatan keruangan (spasial)</p><p>Melihat dimana gempa terjadi, jalur gelombang tsunami, wilayah daratan yang terdampak, dan bagaimana kondisi ruang mempengaruhi besarnya kerusakan.</p><p>	•	Pendekatan ekologi / lingkungan</p><p>Bagaimana hubungan antara kondisi fisik laut dan pantai dengan kehidupan manusia; bagaimana keseimbangan lingkungan terganggu; adaptasi lingkungan pasca tsunami.</p><p>	•	Pendekatan sistem</p><p>Menelaah sistem alam (lempeng tektonik, laut, gelombang) dan sistem manusia (pemukiman, infrastruktur, sistem peringatan) dan bagaimana kedua sistem itu saling mempengaruhi.</p><p>	•	Pendekatan historis / temporal</p><p>Melihat urutan waktu — gempa → tsunami → dampak → pemulihan; juga membandingkan sebelum dan sesudah bencana untuk memahami perubahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4371052702/6aec35d6441929374fecd9b366634976/e53d4587_221e_413d_8f0a_76979735bf97.jpeg" />
         <pubDate>2025-09-15 03:50:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3584618548</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PETA GEOLOGI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN •KELOMPOK 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3619211647</link>
         <description><![CDATA[<p>ANGGOTA:</p><p>A.Zhafira Marsyabila </p><p>Novita Andini Sayadi</p><p>Fakhirah Azizah</p><p>Ahmad Budiantana Dzaki</p><p>Ario Nur Hafizhuddin</p><p>Andi Muh.Farhan Ramadhan</p><p><br/></p><p>"PETA GEOLOGI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN"</p><p><br/></p><p>-KOMPONEN PETA</p><p><br/></p><p>- judul peta: PETA GEOLOGI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN</p><p>- ⁠Legenda: Menjelaskan simbol jalan,sungai,batas wilayah,dan jenis formasi geologi</p><p>- ⁠Skala: 1 : 75.000</p><p>- ⁠Sumber data: Data dari Bakosurtanal,Peta geologi wilayah makassar,Dll.</p><p>- ⁠Tahun Pembuatan: 2010 (tertera pada sumber data)</p><p>- ⁠Sistem Koordinat: Peta pulau-pulau Kota makassar Dibagian kiri atas</p><p>- ⁠Garis Lintang &amp; Bujur: Ada (ditampilkan dalam satuan derajat)</p><p><br/></p><p>1. JENIS PETA </p><p>- Aspek </p><p>- ⁠Jenis: Peta geologi</p><p>- ⁠Isi: Informasi mengenai kondisi geologi wilayah geologi wilayah kota makassar</p><p>- ⁠Data: -Formasi geologi (Batuan tersier dan Kuarter)</p><p>    - Unsur - unsur geologis seperti sesar, formasi batuan, dan jenis tanah</p><p>    - Informasi topografi dasar (evelasi dan relief)</p><p>- Bentuk: Peta tematik (karena fokus pada tema geologi,bukan umum)</p><p><br/></p><p>3. Analisis Komponen Peta</p><p><strong>Judul Peta</strong></p><p>   * Menunjukkan bahwa fokus utama peta ini adalah geologi wilayah Kota Makassar</p><p><br/></p><p>4. Legenda</p><p>   * Sangat penting karena menjelaskan arti warna dan simbol seperti:</p><p>     * Hijau muda: Aluvium (kuarter)</p><p>     * Kuning: Endapan rawa</p><p>     * Hijau tua: Formasi Tonasa</p><p>     * Ungu: Batuan Terobosan</p><p>     * Garis patahan (sesar): Garis hitam bergigi</p><p>5. Skala</p><p>   * Skala 1:75.000 artinya 1 cm di peta = 750 m di lapangan, cukup detail untuk analisis wilayah kota.</p><p>6. Inset Peta (Peta Pulau-Pulau)</p><p>   * Memberi informasi tambahan tentang pulau-pulau yang termasuk wilayah Kota Makassar seperti Pulau Samalona, Kayangan, dan lainnya.</p><p>7. Sistem Koordinat dan Grid</p><p>   * Memudahkan pengguna untuk membaca posisi geografis secara akurat, penting untuk penggunaan ilmiah dan teknis.</p><p>8. Sumber Data dan Tahun</p><p>   * Kredibilitas peta ditunjukkan dengan mencantumkan sumber data (Bakosurtanal, Peta Geologi Makassar, dll.)</p><p>9. Garis Batas Wilayah</p><p>   * Menjelaskan batas Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa, Takalar, dan Maros.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4506496544/d4e5d08a7bc3af3a8615e7c544c50cfd/1be4ef17_d9f7_4941_bced_28fcb33f2c63.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-06 02:56:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7db9z4qrox32/wish/3619211647</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
