<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS  KLP KLS XII IPS 1 (KE 3) by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6</link>
      <description>PUSAT PERTUMBUHAN</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-08-23 05:18:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-28 15:37:51 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Dartstarget.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Eta Terangkanlah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182256942</link>
         <description><![CDATA[<div>Muhammad Daffa'<br>Muhammad Syahrul<br>Ariq Athallah<br>Andi Dzar Ghiffary<br><br>Teori Sektoral (Sector Theory)&nbsp;<br>&nbsp;Teori sektoral yakni teori yang dikemukakan oleh Hommer Hoyt dari hasil penelitiannya yang dilakukannya pada tahun 1930-an di kota Chicago. Hommer Hoyt berpendapat bahwa unit-unit kegiatan di perkotaan tidak menganut teori konsentris melainkan membentuk unit-unit yang lebih bebas. Ia menambahkan bahwa daerah dengan harga tanah yang mahal pada umumnya terletak di luar kota sedangkan harga tanah yang lebih murah biasanya merupakan jalur-jalur yang bentuknya memanjang dari pusat kota (pusat kegiatan) menuju daerah perbatasan. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar. Struktur kota menurut teori&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/213955615/cb4a85aec06ae3298d4e3bf5f39754f2/city_growth_filosofi_9_638.jpg" />
         <pubDate>2017-08-23 05:26:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182256942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Money Talks</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257012</link>
         <description><![CDATA[<div>MORIS MUNDI<br>MUH. NURHADY<br>MUH. FADHIL<br>ASTALDI GUNAWAN<br>A. BATARI TASYA x<br>EURICO<br><br>Teori Gravitasi kali pertama diperkenalkan dalam disiplin ilmu Fisika oleh Sir Issac Newton (1687). Inti dari teori ini adalah bahwa dua buah benda yang memiliki massa tertentu akan memiliki gaya tarik menarik antara keduanya yang dikenal sebagai gaya gravitasi. Kekuatan gaya tarik menarik ini akan berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda tersebut. Secara matematis, model gravitasi Newton ini dapat diformulasikan sebagai berikut.<br><br>Model gravitasi Newton ini kemudian diterapkan oleh W.J. Reilly (1929), seorang ahli geografi untuk mengukur kekuatan interaksi keruangan antara dua wilayah atau lebih. Berdasarkan hasil penelitiannya, Reilly berpendapat bahwa kekuatan interaksi antara dua wilayah yang berbeda dapat diukur dengan memerhatikan factor jumlah penduduk dan jarak antara kedua wilayah tersebut. Untuk mengukur kekuatan interaksi antarwilayah digunakan formulasi</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/215905896/96f50910fb2782f60c8384cccd37277a/6.jpg" />
         <pubDate>2017-08-23 05:26:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257012</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Edelweis</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257019</link>
         <description><![CDATA[<div>Nurrofifah marzuki<br>Aini pakpahan<br>Nasriani hasrini<br>Andi tenri asniar<br>Asilya jaclien<br><br>MENJELASKAN PUSAT PERTUMBUHAN BERDASARKAN TEORI TEMPAT SENTRAL.&nbsp;<br><br></div><div> Teori tempat sentral dikemukakan oleh Walter Christaller (1933), seorang ahli geografi dari Jerman. Teori ini didasarkan pada lokasi dan pola persebaran permukiman dalam ruang. Dalam suatu ruang kadang ditemukan persebaran pola permukiman desa dan kota yang berbeda ukuran luasnya. Teori pusat pertumbuhan dari Christaller ini diperkuat oleh pendapat August Losch (1945) seorang ahli ekonomi Jerman.<br><br></div><div>Keduanya berkesimpulan, bahwa cara yang baik untuk menyediakan pelayanan berdasarkan aspek keruangan dengan menempatkan aktivitas yang dimaksud pada hierarki permukiman yang luasnya meningkat dan lokasinya ada pada simpul-simpul jaringan heksagonal. Lokasi ini terdapat pada tempat sentral yang memungkinkan partisipasi manusia dengan jumlah maksimum, baik mereka yang terlibat dalam aktivitas pelayanan maupun yang menjadi konsumen dari barang-barang yang dihasilkannya.<br><br></div><div>Tempat-tempat tersebut diasumsikan sebagai titik simpul dari suatu bentuk geometrik berdiagonal yang memiliki pengaruh terhadap daerah di sekitarnya. Hubungan antara suatu tempat sentral dengan tempat sentral yang lain di sekitarnya membentuk jaringan sarang lebah seperti yang kamu lihat pada gambar samping.<br><br></div><div><strong>Menurut Walter Christaller,</strong> suatu tempat sentral mempunyai batas-batas pengaruh yang melingkar dan komplementer terhadap tempat sentral tersebut. Daerah atau wilayah yang komplementer ini adalah daerah yang dilayani oleh tempat sentral. Lingkaran batas yang ada pada kawasan pengaruh tempat-tempat sentral itu disebut batas ambang (threshold level).<br><br></div><div><strong>Konsep dasar dari teori tempat sentral sebagai berikut.<br></strong><br></div><div>1) Population threshold,<br><br></div><div>yaitu jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk melancarkan dan kesinambungan dari unit pelayanan.<br><br></div><div>2) Range (jangkauan),<br><br></div><div>yaitu jarak maksimum yang perlu ditempuh penduduk untuk mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkannya dari tempat pusat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:<br><br></div><ol><li>a) Range selalu lebih besar dibanding daerah tempat population threshold.</li><li>b) Inner limit (batas dalam) adalah batas wilayah yang didiami population threshold.</li><li>c) Outer limit (batas luar) adalah batas wilayah yang mendapatkan pelayanan terbaik, sehingga di luar batas itu penduduk akan mencari atau pergi ke pusat lain.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-08-23 05:26:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HAHA(ㅋㅋ)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257174</link>
         <description><![CDATA[<div>- A. Richlawaty AR<br>- Azarine Nahda A<br>- Diana Novita<br>- Indah Sari Basri<br><br>JELASKAN PUSAT PERTUMBUHAN BERDASARKAN POTENSI WILAYAH DAN DAMPAKNYA<br><br>Jawab :<br>1. Pusat Pertumbuhan Berdasarkan Potensi Wilayah.<br>Setiap wilayah memiliki potensi yang berbeda-beda. Potensi suatu wilayah dapat dilihat dari berbagai aspek, baik aspek fisik maupun sosial budaya yang terdapat di wilayah tersebut. Dalam mengidentifikasi potensi suatu wilayah agar menjadi pusat pertumbuhan dapat dilakukan dengan cara menginventarisir potensi utama yang ada di daerah tersebut. Misalnya, Pulau Bali merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi utama wisata alam dan sosial budaya. Pulau Bali dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan dengan cara memacu perkembangan sektor lainnya, terutama industri cinderamata, perdagangan, transportasi, perhotelan, dan usaha jasa lainnya. Pada akhirnya diharapkan dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan wilayah-wilayah di sekitarnya terutama pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang pada awalnya relatif kurang berkembang.<br><br>2. Dampak dari pusat pertumbuhan.<br>Yaitu, <br>- Tingkat persaingan pencarian lapangan kerja.<br>- Naiknya angka kriminalitas.<br>- Lingkungan yang tidak teratur.<br>- Pola persebaran yang tidak seimbang.<br>- Rendahnya tingkat kesehatan umum.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/212905298/9aa87dae6fc39aabeaf68b42f450001b/1503466347131.jpg" />
         <pubDate>2017-08-23 05:28:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257174</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SEJUTA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257474</link>
         <description><![CDATA[<div>anggota:<br>Hasfirah Alfiah Hamsir<br>Indriana Anindita<br>Isti Meilianti Ayunanda<br>Mia Azhiema<br>Vica Gracelia<br><br>TEORI GRAFIK&nbsp;</div><div><br></div><div>Salah satu faktor yang mendukung kekuatan dan intensitas interaksi antarwilayah adalah kondisi prasarana transportasi yang menghubungkan suatu wilayah dengan wilayah lain di sekitarnya. Jumlah dan kualitas prasarana jalan, baik jalan raya, jalur udara, maupun laut, tentunya sangat memperlancar laju dan pergerakan distribusi manusia, barang, dan jasa antarwilayah. Anda tentu sependapat bahwa antara satu wilayah dan wilayah lain senantiasa dihubungkan oleh jalur-jalur transportasi sehingga membentuk pola jaringan transportasi. Tingkat kompleksitas jaringan yang menghubungkan berbagai wilayah merupakan salah satu indikasi kuatnya arus interaksi.<br><br>2. Penentuan Batas Wilayah Pertumbuhan Berdasarkan</div><div>Potensi Penduduk<br><br></div><div>Indeks potensi penduduk adalah ukuran untuk melihat kekuatan</div><div>potensi aliran pada tiap-tiap lokasi. Indeks Penduduk (PP) juga dapat</div><div>mengukur kemungkinan penduduk di suatu wilayah untuk melakukan</div><div>interaksi dengan wilayah-wilayah lainnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-08-23 05:30:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kijang x Cakar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257986</link>
         <description><![CDATA[<div>M. Faiz Fachrulrazi Poerwita&nbsp;<br>Tegar Israel<br>Muh. Farhan Hamid<br>Sandy heles<br>Danil Belfrit<br><br>&nbsp;Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory)<br>Perroux pada tahun 1955 mengemukakan tentang Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory). Dalam teori ini dinyatakan bahwa pembangunan kota atau wilayah di mana pun bukan merupakan suatu proses yang terjadi secara serentak, tetapi mucul di tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda-beda. Tempat-tempat atau kawasan yang menjadi pusat pembangunan tersebut dinamakan pusat-pusat atau kutub-kutub pertumbuhan. Dari kutub-kutub tersebut selanjutnya proses pembangunan akan menyebar ke wilayah-wilayah lain di sekitarnya atau ke pusat-pusat yang lebih rendah.<br><br>Setelah Perang Dunia Kedua (PD II) banyak negara-negara yang terlibat perang mengalami kemunduran ekonomi. Untuk membangun kembali negara dikembangkan konsep pembangunan wilayah atau kota yang disebut spread &amp; trickling down (penjalaran dan penetesan) serta backwash and polarization. Konsep tersebut berasal dari pengembangan industri untuk<br>Eureka meningkatkan pendapatan nasional kasar (Gross National Product = GNP). Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan investasi pada satu kota tertentu yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan aktivitas kota. Dengan demikian akan semakin lebih banyak lagi penduduk yang terlibat dan pada akhirnya semakin banyak barang dan jasa yang dibutuhkan. Namun demikian, konsep ini kurang menunjukkan keberhasilan yang berarti. Karena cukup banyak kasus justru hanya menguntungkan kota Kota yang tadinya diharapkan memberikan pengaruh kuat pada pedesaan untuk ikut berkembang bersama, kenyataannya sering merugikan pedesaan. Pada kenyataannya, yang terjadi adalah peningkatan arus urbanisasi dari dari desa ke kota dan memindahkan kemiskinan dari desa ke kota.</div><div>;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-08-23 05:35:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182257986</guid>
      </item>
      <item>
         <title>UNTITLE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182258062</link>
         <description><![CDATA[<div>CHERY VIOLA<br>GAVRILA KEZIA<br>PRISILIA IMANUELA<br>STEVANI JUNE<br>TRIZCKA KIMBERLY<br><br><strong>Penentuan Batas Wilayah Pertumbuhan Berdasarkan</strong></div><div><strong>Teori Titik Henti</strong></div><div>Teori titik henti (<em>The Breaking Theory</em>) merupakan suatu cara untuk</div><div>memperkirakan lokai garis batas yang memisahkan pusat-pusat perdagangan</div><div>dari dua buah kota yang berbeda ukurannya.<br><br>Teori titik henti merupakan modifikasi dari teori gravitasi <strong>W. J Reilly.</strong> Teori ini dapat digunakan untuk memberikan gambaran mengenai pola interaksi antara 2 wilayah dan dapat memprakirakan penempatan lokasi suatu industri atau pusat pelayanan. Teori ini dapat digunakan jika memenuhi beberapa syarat yaitu:</div><div>1. keadaan ekonomi penduduk relatif sama</div><div>2. topografi wilayah datar</div><div>3. sarana prasarana transportasi memadai</div><div>4. daya beli masyarakat sama</div><div><br>Untuk mengetahui penempatan lokasi pelayanan tersebut, digunakan rumus dibawah ini<br><br><a href="https://1.bp.blogspot.com/-JZfSs4898Jc/UaKoxVMhHxI/AAAAAAAACd8/sVJGWWQkZ7s/s1600/h9.jpg"><figure class="attachment attachment-preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:129,&quot;url&quot;:&quot;https://1.bp.blogspot.com/-JZfSs4898Jc/UaKoxVMhHxI/AAAAAAAACd8/sVJGWWQkZ7s/s1600/h9.jpg&quot;,&quot;width&quot;:252}" data-trix-content-type="image"><img src="https://1.bp.blogspot.com/-JZfSs4898Jc/UaKoxVMhHxI/AAAAAAAACd8/sVJGWWQkZ7s/s1600/h9.jpg" width="252" height="129"><figcaption class="caption"></figcaption></figure></a><br>Keterangan:<br>DAB = jarak titik henti (dari wilayah penduduk terkecil)<br>dAB = jarak wilayah A dan B<br>PA = jumlah penduduk kota terbesar<br>PB = jumlah penduduk kota terkecil</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-08-23 05:36:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182258062</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182258272</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-08-23 05:39:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/182258272</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/663738519</link>
         <description><![CDATA[Model gravitasi Newton ini kemudian diterapkan oleh W.J. Reilly (1929), seorang ahli geografi untuk meng]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-28 01:28:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/663738519</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/669636241</link>
         <description><![CDATA[<div>Materi model gravitasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-08-05 00:43:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/669636241</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/671071296</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/215905896/96f50910fb2782f60c8384cccd37277a/6.jpg" />
         <pubDate>2020-08-06 07:07:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/671071296</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/674596706</link>
         <description><![CDATA[Bagaimana cara menentukan Batas pusat pertumbuhan di suatu wilayah berdasarkan rujukan teori sbb:]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-08-10 17:40:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/674596706</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/701663240</link>
         <description><![CDATA[transportasi. Tingkat kompleksitas jaringan yang menghubungkan berbagai wilayah merupakan salah satu indikasi kuatnya arus interaksi.

2. Penentuan Batas Wilayah Pertumbuhan Berdasarkan
Potensi Penduduk

Indeks potensi penduduk adalah ukuran untuk melihat kekuatan
potensi aliran pada tiap-tiap lokasi. Indeks Penduduk (PP) juga dapat
mengukur kemungkinan penduduk di suatu wilayah untuk melakukan
interaksi dengan wilayah-wilayah lainnya.
Kijang x Cakar
Kijang x Cakar
M. Faiz Fachrulrazi Poerwita 
Tegar Israel
Muh. Farhan Hamid
Sandy heles
Danil Belfrit

 Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory)
Perroux pada tahun 1955 mengemukakan tentang Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory). Dalam teori ini dinyatakan bahwa pembangunan kota atau wilayah di mana pun bukan merupakan suatu proses yang terjadi secara serentak, tetapi mucul di tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda-beda. Tempat-tempat atau kawasan yang menjadi pusat pembangunan tersebut dinamakan pusat-pusat atau kutub-kutub pertumbuhan. Dari kutub-kutub tersebut selanjutnya proses pembangunan akan menyebar ke wilayah-wilayah lain di sekitarnya atau ke pusat-pusat yang lebih rendah.

Setelah Perang Dunia Kedua (PD II) banyak negara-negara yang terlibat perang mengalami kemunduran ekonomi. Untuk membangun kembali negara dikembangkan konsep pembangunan wilayah atau kota yang disebut spread &amp; trickling down (penjalaran dan penetesan) serta backwash and polarization. Konsep tersebut berasal dari pengembangan industri untuk
Eureka meningkatkan pendapatan nasional kasar (Gross National Product = GNP). Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan investasi pada satu kota tertentu yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan aktivitas kota. Dengan demikian akan semakin lebih banyak lagi penduduk yang terlibat dan pada akhirnya semakin banyak barang dan jasa yang dibutuhkan. Namun demikian, konsep ini kurang menunjukkan keberhasilan yang berarti. Karena cukup banyak kasus justru hanya menguntungkan kota Kota yang tadinya diharapkan memberikan pengaruh kuat pada pedesaan untuk ikut berkembang bersama, kenyataannya sering merugikan pedesaan. Pada kenyataannya, yang terjadi adalah peningkatan arus urbanisasi dari dari desa ke kota dan memindahkan kemiskinan dari desa ke kota.
;
UNTITLE
UNTITLE
CHERY VIOLA
GAVRILA KEZIA
PRISILIA IMANUELA
STEVANI JUNE
TRIZCKA KIMBERLY

Penentuan Batas Wilayah Pertumbuhan Berdasarkan
Teori Titik Henti
Teori titik henti (The Breaking Theory) merupakan suatu cara untuk
memperkirakan lokai garis batas yang memisahkan pusat-pusat perdagangan
dari dua buah kota yang berbeda ukurannya.

]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-08-27 02:35:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/7c096h4wppm6/wish/701663240</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
