<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Operasi Trikora by Neibraska Hudaibiya Hudan</title>
      <link>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq</link>
      <description>1. M.Abidilah Wirentian Venmar
2. Neibraska Hudaibiya Hudan
3. Nauzhira Sabrina Setiawan 
4. Umi Hanafsiyah
5.Muhammed Alvin Rafsanjani</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-09-03 06:50:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-06-10 13:04:52 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>abidvenmar</author>
         <link>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/724113667</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketika <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> memproklamasikan kemerdekaannya pada <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/17_Agustus">17 Agustus</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a>, Indonesia mengklaim seluruh wilayah <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hindia_Belanda">Hindia Belanda</a>, termasuk <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Irian_Barat">wilayah barat</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pulau_Papua">Pulau Papua</a>. Namun, pihak <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Provinsi">provinsi</a> Kerajaan Belanda. Pemerintah Belanda kemudian memulai persiapan untuk menjadikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya pada tahun <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1970-an">1970-an</a>. Namun pemerintah Indonesia menentang hal ini dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda. Hal ini kemudian dibicarakan dalam beberapa pertemuan dan dalam berbagai forum internasional. Dalam <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Meja_Bundar">Konferensi Meja Bundar</a> tahun <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1949">1949</a>, Belanda dan Indonesia tidak berhasil mencapai keputusan mengenai Irian Barat, tetapi setuju bahwa hal ini akan dibicarakan kembali dalam jangka waktu 1 tahun.<br>Pada bulan Desember <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1950">1950</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perserikatan_Bangsa-Bangsa">PBB</a> memutuskan bahwa Irian Barat memiliki hak merdeka sesuai dengan pasal 73e <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Piagam_PBB">Piagam PBB</a>. Karena Indonesia mengklaim Irian Barat sebagai daerahnya, Belanda mengundang Indonesia ke <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mahkamah_Internasional">Mahkamah Internasional</a> untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi Indonesia menolak. Setelah Indonesia beberapa kali menyerang Irian Barat, Belanda mempercepat program pendidikan di Irian Barat untuk persiapan kemerdekaan. Hasilnya antara lain adalah sebuah akademi angkatan laut yang berdiri pada <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1956">1956</a> dan tentara Papua pada <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1957">1957</a>. Sebagai kelanjutan, pada <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/17_Agustus">17 Agustus</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1956">1956</a> Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibu kota di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soasiu">Soasiu</a> yang berada di Pulau <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tidore">Tidore</a>, dengan gubernur pertamanya, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Zainal_Abidin_Syah">Zainal Abidin Syah</a> yang dilantik pada tanggal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/23_September">23 September</a> 1956.<br>Pada tanggal <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/6_Maret">6 Maret</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1959">1959</a>, harian <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/New_York_Times"><em>New York Times</em></a> melaporkan penemuan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a> oleh pemerintah Belanda di dekat <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Laut_Arafura">laut Arafura</a>. Pada tahun <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1960">1960</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Freeport_Sulphur">Freeport Sulphur</a> menandatangani perjanjian dengan Perserikatan Perusahaan Borneo Timur untuk mendirikan tambang <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tembaga">tembaga</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Timika">Timika</a>, tetapi tidak menyebut kandungan emas ataupun tembaga.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-07 04:13:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/724113667</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>abidvenmar</author>
         <link>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/724115941</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/704460514/de167e75aff549e17193ed04f9c48781/Trikora_a.png" />
         <pubDate>2020-09-07 04:14:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/724115941</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>abidvenmar</author>
         <link>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/724119009</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/704460514/dba901361e059e293ca5c3e173ab2819/95267068.jpg" />
         <pubDate>2020-09-07 04:17:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/724119009</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kkhudan</author>
         <link>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/733742970</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/704657021/d4973ef9ce67a01009d770946712aa88/images.jpeg" />
         <pubDate>2020-09-10 03:25:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/733742970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelebihan dan Kekurangan Sumber Sejarah (Lisan, Tulis, Benda dan Fosil)</title>
         <author>nauzhirasabrina</author>
         <link>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/753748729</link>
         <description><![CDATA[<div>A. LISAN<br>Kelebihan : <br>1. pengumpulan data dalam sejarah lisan dilakukan dengan komunikasi dua<br>arah sehingga<br>memungkinkan sejarawan<br>dapat menanyakan<br>langsung bagian yang<br>kurang jelas kepada<br>narasumber.<br>2. penulisan sejarah menjadi<br>lebih demokratis karena<br>memungkinkan sejarawan<br>untuk menggali informasi<br>dari semua golongan<br>masyarakat.<br>3. melengkapi kekurangan<br>data atau informasi yang<br>belum termuat dalam<br>dokumen. <br>Kekurangan :<br>1. terbatasnya daya ingat<br>seorang pelaku atau saksi<br>sejarah terhadap suatu<br>peristiwa.<br>2. subjektivitas dalam<br>penulisan sejarah sangat<br>tinggi.<br>B. TULIS<br>Kelebihan :<br>lebih mudah dipahami dan dapat dibaca apabila dibutuhkan<br>Kekurangan :<br>tidak diceritakan secara sebenarnya oleh narasumber sehingga terjadi perdebatan.<br>C. BENDA <br>Kelebihan : <br>1. sumber sejarah akurat dan dapat dibuktikan. <br>2. sumber sejarah dapat diperkenalkan kepada semua orang.<br>3. objek nyata dan dapat dipercaya<br>Kekurangan : <br>1. tidak bisa bertahan lama.<br>2. rentan pencurian maka harus betul-betul dijaga dan dilindungi <br>3. tidak dapat digantikan jika rusak maupun hilang.<br>D. FOSIL : <br>Kelebihan :<br>1. melalui fosil bisa memahami sejarah lapisan batuan di Bumi<br>2. bisa dipajang semenarik mungkin untuk menarik minat masyarakat datang ke museum</div><div>Kekurangan : <br>1. penggalian memakan waktu lama dan biaya besar<br>2. bisa hancur jika tidak hati hati<br><br></div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-17 01:47:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/753748729</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kkhudan</author>
         <link>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/754845082</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Aksi Kapal Selam di Papua dan Sabotase yang Gagal<br><br>Tiga kapal selam terlibat operasi penyusupan dalam rangka merebut Irian Barat. Hampir tertangkap patroli militer Belanda.<br><br>GAGAL dengan diplomasi, Sukarno menempuh aksi militer untuk merebut Irian Barat (Papua) dari Belanda. Pada 19 Desember 1961, dia mengumumkan Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) yang memuat perintah: gagalkan pembentukan negara boneka Papua, kibarkan Merah Putih di sana, dan mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Indonesia. Pelaksana operasi itu adalah Komando Mandala Pembebasan Irian Barat, komando tempur lintas angkatan, di bawah pimpinan Mayjen Soeharto.<br><br>Untuk mengetahui medan dan kekuatan lawan, Komando Mandala menggelar operasi penyusupan. Salah satunya Operasi Tjakra II pada 15-26 Agustus 1962. Untuk operasi ini, Angkatan Laut mengerahkan tiga kapal selam (Nagarangsang, Trisula, Tjandrasa) yang berasal dari kelas “Whiskey”. Kapal selam ini dibeli dari Uni Soviet dan tiba di Surabaya pada pengujung 1959, sebagai bagian dari pembangunan kekuatan laut pertama yang dirintis trio KSAL Soebijakto-Jos Sudarso-Ali Sadikin. Indonesia memilih Soviet karena upaya pendekatan ke Amerika Serikat gagal. Meski punya banyak tipe kapal selam, Soviet hanya mau menjual kapal selam kelas W kepada negara-negara sahabatnya. <br><br>Dalam Operasi Tjakra II, ketiga kapal selam itu punya titik pendaratan berbeda-beda meski masih di Teluk Tanah Merah, Papua. Lantaran itulah kapal selam Trisula berangkat paling awal karena mendapat titik pendaratan terjauh. Setelah menerima perintah dari Komandan Kesatuan Kapal Selam-15 Kolonel RP Poernomo pada 15 Agustus 1962, Mayor (Laut) Teddy Asikin Nataatmadja menggerakkan kapal selam yang dipimpinnya, RI Trisula (402), menuju Teluk Tanah Merah, Papua. Keberangkatan Trisula menandai dimulainya Operasi Tjakra II, yang membawa tim DPC (Datesemen Pasukan Chusus) RPKAD (Resimen Pasukan Khusus Angkatan Darat) dan tim ilmuwan .<br>“Tim pasukan khusus yang naik kapal selam RI Trisula dan RI Nagarangsang nantinya bertugas melakukan sabotase pada pertahanan Belanda di sekitar kota Hollandia atau sekitar lapangan terbang Sentani,” tulis Atmadji Sumarkidjo dalam Mission Accomplished: Misi Pendaratan Khusus oleh Kapal Selam RI Tjandrasa. Sementara itu, tim ilmuwan menyiapkan masyarakat untuk ikut andil dalam sebuah pemerintahan sementara di sekitar ibukota pascapenyerbuan dan pendudukan Biak yang telah diagendakan.<br><br>Dari pangkalan Teluk Kupa-kupa, Halmahera, Trisula bergerak ke timur pada haluan 070 derajat. Rute agak ke utara itu diambil untuk menghindari deteksi pesawat-pesawat Neptune Belanda yang berpangkalan di Biak.<br><br>Lettu Dolf Latumahina, komandan tim DPC-2 RPKAD, dan ke-14 anak buahnya ada di dalam Trisula. Mereka merupakan tim khusus dari banyak tim khusus yang dibentuk RPKAD menjelang kampanye pembebasan Irian Barat. Dari sekian banyak DPC, mereka punya spesialisasi masing-masing. DPC-2 mendapat pelatihan langsung dari Mayor Benny Moerdani, dan mendapat spesialisasi penyusupan dari kapal selam.<br><br>Selama pelayaran itu, kecuali Dolf yang ditempatkan di ruang perwira, anggota pasukan DPC-2 tinggal di ruang torpedo. Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu dengan bermain gaple dan bersenda gurau dengan awak kapal selam.<br><br>Saat berada di utara Hollandia, kapal itu lalu berbelok ke selatan. Trisula sudah berada di dekat garis pantai saat senja. Sekira tiga mil dari pantai, Trisula mulai muncul dari kedalaman laut. Para prajurit mulai tegang. Setelah pintu kedap air di haluan dibuka, dua perahu karet dikeluarkan dan dipompa, lalu mengangkut pasukan DPC-2 ke pantai yang berjarak 300 meter.<br><br>Begitu sampai, mereka langsung bercakap-cakap dengan penduduk setempat. Namun tak berlangsung lama. Awak Trisula melihat cahaya kelap-kelip datang dari arah daratan. Komandan Trisula, Asikin, memerintahkan pasukan DPC-2 segera kembali ke kapal selam. Selagi mereka berdiskusi tentang cahaya itu, dua pesawat Neptune Belanda datang dan mengelilingi posisi mereka.<br><br>Setelah pasukan DPC-2 masuk, Trisula segera menyelam cepat hingga ke kedalaman 150 meter. Dari dalam laut terlihat ternyata bukan hanya pesawat Belanda saja yang mengejar mereka, tapi juga sebuah kapal destroyer Angkatan Laut Belanda. Trisula menyelam lagi, hingga kedalaman 180 meter. Sekira dua jam kemudian, destroyer itu berada di atas permukaan, dimana Trisula bersembunyi. Destroyer itu terus berputar-putar di atas posisi Trisula.<br><br>“Awak kapal selam dapat mendengar dengan telinga telanjang suara gauk (sirene) destroyer yang ada di atasnya di mana destroyer Belanda itu (seolah-olah) ingin menyatakan bahwa dia mampu mendeteksi posisi kapal selam tersebut,” tulis Sumarkidjo.<br><br>Trisula sendiri mempertahankan kedalamannya dan terus bergerak ke utara. Setelah mencapai posisi 2oLU, kapal selam itu berbelok ke barat dan akhirnya sampai ke pangkalan semula. Meski selamat, banyak awak Trisula kecewa lantaran begitu berlabuh mereka baru tahu bahwa ada perintah cease fire (gencatan senjata).<br><br>Setelah Trikora berakhir, Trisula dan kapal selam-kapal selam lain ikut dalam berbagai operasi militer yang muncul kemudian. Pada masa pemerintahan Soeharto, yang lebih memperhatikan pembangunan militer pada Angkatan Darat, kapal tersebut kurang mendapat perhatian sebelum akhirnya pensiun.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-09-17 12:23:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/754845082</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kkhudan</author>
         <link>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/754850085</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/704657021/d52d42884a4853acb36e12646308a68b/760KapalSelamTrisula.jpg" />
         <pubDate>2020-09-17 12:24:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kkhudan/7ar56znr8ixxbioq/wish/754850085</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
