<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Rukol Modul 3.1 by Fasilitator 00041</title>
      <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl</link>
      <description>Buatlah refleksi Model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change) untuk Paradigma Pengambilan Keputusan! Berikan pula satu contoh peristiwa dilema etika dan 1 peristiwa bujukan moral! Jangan lupa tuliskan identitas. </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-02 14:28:19 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-02 16:08:58 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>4C Tri Ratna</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066345085</link>
         <description><![CDATA[<p>Connection</p><p><br></p><p>Teori-teori pengambilan keputusan yang dipelajari dalam materi modul 3.1 tentunya sangat relevan dengan masalah yang dihadapi guru sehari-hari. Selama ini peran guru mengharuskan mengambil keputusan-keputusan yang kadang menyisakan ganjalan.</p><p><br></p><p>Challenge</p><p><br></p><p>Teori-teori itu menjadikan saya lebih bijak lagi nantinya jika bertemu masalah serupa dengan yang lalu.</p><p><br></p><p>Concept</p><p><br></p><p>Materi mendasar yang membekas adalah bagaimana prinsip dilema etika bekerja.  salah satunya berpikir berbasis hasil akhir, dimana proses apapun itu tidak masalah asal hasil akhirnya baik untuk semua pihak.</p><p><br></p><p>Change</p><p><br></p><p>Saya yakin, jika komitmen seorang guru menerapkan paradigma dan prinsip pengambilan keputusan dengan benar, masalah akan terselesaikan tanpa ada pihak yang dirugikan.  Yang terpenting lagi, pelibatan semua pihak juga diperhatikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:00:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066345085</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Rukol Modul 3.1_Mardiyah W.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066345353</link>
         <description><![CDATA[<p>Connecting : Melalui materi ini, saya mulai memahami bagaimana cara pengambilan keputusan yang baik dan benar melalui 9 langkah pengujian keputusan berdasarkan paradigma yang ada.</p><p><br/></p><p>Challenge : Tantangan yang saya hadapi sejauh ini dalam penerapan materi ini adalah membuat keputusan yang benar-benar tepat dengan tidak meninggalkan kewajiban namun juga memikirkan nilai kasihan/kebaikan.</p><p><br/></p><p>Concept : Konsep penting yang saya pelajari yaitu tentang 4 paradigma etika (berpusat pada murid, kolaborasi, berbasis data, berbasis rasa peduli) ; Dilema etika (individu vs kelompok, rasa keadilan vs rasa kasihan, kebenaran vs kesetiaan, jangka pendek vs jangka panjang); Bujukan moral (konsistensi, universalitas, kemanfaatan, keadilan)</p><p><br/></p><p>Change : perubahan yang ingin saya lakukan setelah ini ialah memanage diri untuk dapat memutuskan suatu permasalahan dengan lebih bijak, menggunakan ilmu yang telah dipelajari, agar keputusan-keputusan yang saya ambil kelak dapat lebih terfokus pada 4 paradigma yang ada.</p><p><br/></p><p>Contoh dilema etika yang pernah saya alami ialah ketika saya sebagai wali kelas harus meng up nilai raport siswa karena terbentur dengan peraturan yang mengharuskan semua siswa harus naik kelas. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:00:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066345353</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Modul 3.1_Dwi Puspa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066345787</link>
         <description><![CDATA[<p>conection : sebagai pemimpin kita harusdapat menguasai tehnik mengontrol emosi agar dapat menjadi pemimpin yang bijaksana dalam mengamnil keputusan</p><p>Challange:saya biasa nya cenderung panik dan berfikir singkat sehingga seringkali keputusan yang saya ambil akan menjadi penyelesalan bagi saya</p><p>concept:pentingnya pengambilan keputusan seorang pemimpin yang berdasarkan 3 unsur yaitu berpihak pada murid,bertanggung jawab serta berdasarkan nilai nilai kebajikan universal</p><p>change:kita perlu mendasarkan keputusan kita pada 3 unsur(berpihak pada murid,nilai 2 kebikan universal dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensinya) serta berpedoman pada 4 paradigma,3 prinsip dan melakukan 9 langkah pengujian </p><p>contoh dilema etika saat ujian ada siswa yang mencontek.dilema muncul antara menugur dengan keras atau memberikan kesempatan kedua</p><p>bujukan moral :Membohongi guru</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:01:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066345787</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Rukol Modul 3.1_Ratna Nurani</title>
         <author>ratnanurani88</author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066346055</link>
         <description><![CDATA[<p>Connection: Sebagai seorang guru yang merupakan pemimpin pembelajaran, guru seringkali dihadapkan untuk dapat mengambil keputusan dalam pembelajaran. </p><p><br/></p><p>Challenge: Tantangan yang mungkin muncul adalah saat pengambilan keputusan bisa jadi keputusan tersebut tidak sesuai dengan yang orang inginkan. Dengan kata lain harus siap dengan pro dan kontra</p><p><br/></p><p>Konsep: Pengambilan keputusan harus dengan memperhatikan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. </p><p><br/></p><p>Change: Setelah mempelajari modul ini, saya akan melakukan pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan nilai-nilai kebajikan</p><p><br/></p><p>Contoh dilema etika</p><p>Budi merupakan seorang siswa kelas 6, ia melakukan pelanggaran dengan merusak motor temannya. Orang tua siswa yang dirusak motornya tidak terima dan meminta Budi untuk dikeluarkan. Namun, orang tua Budi meminta agar Budi tidak di keluarkan karena sebentar lagi akan melakukan ujian sekolah.</p><p><br/></p><p>Contoh Kasus bujukan moral</p><p>Setelah adanya acara perpisahan di sekolah, terdapat sisa dana di akhir. Sinta selaku bendahara disarankan oleh temannya untuk memakai uang tersebut untuk makan-makan panitia. Konsekuensinya Sinta harus membuat kwitansi palsu karena dana tersebut tidak dianggarkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:02:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066346055</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi 4C 3.1 Nelia Radika Sari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066346074</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Conection(keterkaitan)</p><p>pada minggu ini saya melakukan kegiatan eksplorasi konsep secara mandiri tentang pengambilan keputusan tentu saja materi ini sangat penting untuk pengambilan keputusan secara baik sehingga akan menghasilkan sebuah keputusan yang sesuai harapan dan tidak merugikan pihak lain.</p><p>2.Challenge(Tantangan)</p><p>Setelah saya mempelajari modul 3.1 tentang cara melakukan pengambilan keputusan ternyata untuk mengambil sebuah keputusan itu kita harus memikirkan banyak hal ada yang disebut dengan paradigma dan prinsip serta 9 langkah yang harus diterapkan dalam proses pengambilan dan pengujian keputusan</p><p>3.Concept(Teori Pengambilan keputusan)</p><p>Dalam modul 3.1 tentang pengambilan keputusan dijelaskan bahwa permasalahan yang terjadi dalam kehidupan kita terbagi menjadi dua yaitu ada yang disebut sebagai dilema etika dan ada yang termasuk bujukan moral dilema etika berkaitan dengan benar lawan benar sedangkan bujukan moral berkaitan dengan benar lawan salah.</p><p>Terdapat tiga prinsip yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yaitu berpikir berbasis hasil akhir berpikir berbasis peraturan berpikir berbasis rasa peduli. Terdapat 4 Paradigma dan 9 langkah pengambilan keputusan.</p><p>4.Change (Perubahan)</p><p>Setelah saya mempelajari modul 3.1 tentang pengambilan keputusan dan langkah-langkahnya tentu saja saya akan mencoba untuk menerapkan semua langkah prinsip dan paradigma dalam pengambilan keputusan sehingga keputusan diambil sesuai dengan harapan dan tidak merugikan pihak lain</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:02:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066346074</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ernawati </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066346202</link>
         <description><![CDATA[<p><em>1.Connection (Koneksi):Koneksi ini membantu guru dalam menyadari bagaimana keputusan yang dibuat dapat mempengaruhi siswa secara individu maupun kelompok.</em></p><p><em>2.Challenge (Tantangan): tantangannya ketika ketika harus menyeimbangkan antara kebutuhan individu siswa dan standar akademik yang harus ditegakkan. </em></p><p><em>3. Concept (Konsep):Konsep ini terdapat konsep seperti keadilan, empati, dan tanggung jawab profesional membantu saya dalam membuat keputusan yang etis dan sesuai dengan peran saya sebagai pendidik.</em></p><p><em>4.Change (Perubahan):Keputusan yang dibuat oleh guru sering kali membawa perubahan, baik bagi siswa yang terlibat maupun bagi lingkungan kelas secara keseluruhan. dan ini akan saya terapkan</em></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:02:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066346202</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rahmadi Utoyo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347244</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi Model 4C</p><p>Connection: Materi ini mengingatkan saya pada sosok pemimpin yang pernah saya kagumi. Saya menyadari bahwa gaya kepemimpinan yang inspiratif sangat berpengaruh dalam memotivasi tim.</p><p>Challenge: Konsep "inteligensi emosional" cukup sulit saya pahami awalnya. Saya merasa masih perlu banyak latihan untuk menguasai keterampilan ini.</p><p>Concept: Konsep utama yang saya pahami adalah pentingnya visi, komunikasi yang efektif, dan empati dalam kepemimpinan.</p><p>Change: Setelah mempelajari modul ini, saya menjadi lebih sadar akan pentingnya mengembangkan kemampuan kepemimpinan diri sendiri. Saya juga lebih memperhatikan gaya kepemimpinan orang lain dan mencoba untuk menerapkan hal-hal positif yang saya pelajari.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:04:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347244</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Rukol Modul 3.1_Tri Yuliani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347467</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Connection</strong></p><p>Setelah mengikuti rukol modul 3.1, saya menjadi lebih paham tentang keterampilan &nbsp;seorang pemimpin dalam mengambil keputusan khususnya pada kasus-kasus bujukan moral maupun dilema etika. Keputusan yang diambil seorang pemimpin pembelajaran sangat menentukan &nbsp;arah dan tujuan suatu sekolah serta menunjukkan integritas, yang pada akhirnya berpengaruh kepada mutu pendidikan yang diperoleh murid.</p><p><strong>Challenge</strong></p><p>Setelah melaksanakan Rukol Modul 3.1 ini saya meyakini dan sangat setuju bahwa guru penggerak diharapkan memahami nilai-nilai kebajikan dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin pembelajaran. Sebelum mempelajari modul 3.1 ini saya dalam mengambil keputusan hanya berdasarkan pemikiran saya atau saran dari rekan sejawat saja.</p><p><strong>Concept</strong></p><p>Dalam modul 3.1 ini terdapat materi diantaranya : kasus dilema etika harus mampu dianalisis berdasarkan 4 paradigma yaitu Individu lawan masyarakat, keadilan lawan kesetiaan, peraturan lawan rasa kasihan dan jangka pendek lawan jangka Panjang. berdasarkan 3 prinsip yaitu berfikir berbasis hasil akhir, berfikir berbasis peraturan dan berfikir &nbsp;berbasis rasa peduli,. Lalu yang terakhir melalui 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan.</p><p><strong>Change</strong></p><p>Perubahan dalam diri saya yang ingin saya lakukan setelah mendapatkan materi ini adalah saya akan berusaha untuk memperbaiki diri terutama tentang kepribadian saya agar dapat menjadi pemimpin pembelajaran dengan bekal 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian dalam pengambilan keputusan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:04:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347467</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ernawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347469</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Contoh Peristiwa Dilema Etika bagi Guru:</em></p><p>Seorang guru mengetahui bahwa salah satu siswa di kelasnya menyontek selama ujian. Siswa tersebut adalah seorang yang umumnya berperilaku baik, dan ini adalah pertama kalinya ia melakukan hal tersebut karena tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi demi mendapatkan beasiswa. Guru harus memutuskan apakah akan melaporkan tindakan menyontek ini kepada pihak sekolah, yang mungkin akan membatalkan beasiswa, atau memberikan kesempatan kedua kepada siswa dengan konsekuensi yang lebih ringan.</p><p><br/></p><p><em>Contoh Peristiwa Bujukan Moral bagi Guru:</em></p><p>Seorang guru mencoba mendorong siswanya untuk lebih aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Guru tersebut menggunakan bujukan moral dengan menjelaskan manfaat jangka panjang dari keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, seperti pengembangan keterampilan sosial dan kepemimpinan, serta bagaimana hal ini dapat membantu siswa di masa depan, misalnya dalam proses penerimaan perguruan tinggi atau pekerjaan. Guru tersebut mungkin menekankan pentingnya mengambil kesempatan ini sekarang untuk meningkatkan potensi mereka di kemudian hari.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:04:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>contoh dilema etika tri ratna</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347524</link>
         <description><![CDATA[<p>Bunga adalah siswa kelas X.2. Dia mendapat tugas kelompok dari guru fisika untuk membuat laporan hasil pengukuran.  Ketika pengumpulan laporan,ada salah satu anggota kelompok yang namanya tidak ditulis oleh Bunga dengan alasan dia tidak bekerja.  Sedangkan laporan ini menjadi salah satu syarat mengikuti ulangan harian.  Gurunya bertanya alasan anak tersebut tidak bekerja karena sedang pergi keluar kota. Apa yang harus dilakukan guru?</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:04:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347524</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi modul 3.1 Paradigma pengambilan keputusan_Lisnawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347676</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>&nbsp;</p><p>1. Connection</p><p>Pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan peran saya sebagai calon guru penggerak adalah sebagai calon guru penggerak tentunya sangat penting untuk dapat memahami dan menguasai keterampilan pengambilan keputusan tersebut di mana Nantinya saya mampu untuk menghasilkan keputusan yang berbasis nilai-nilai kebajikan berpihak pada murid dan dapat dipertanggungjawabkan</p><p>&nbsp;</p><p>2. Challenge</p><p>Materi yang berbeda dari praktek saya dalam mengajar selama ini salah satunya adalah 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.</p><p>Sebelum saya mempelajari modul 3.1 ini tentang pengambilan keputusan selama ini saya tidak pernah menyelesaikan masalah dalam proses pengujian benar atau salah dan pengujian dengan paradigma benar lawan benar.</p><p><br/></p><p>3. Concept</p><p>Menurut saya yang penting dari modul 3.1 ini yang akan terus saya lakukan setelah pendidikan calon guru penggerak angkatan 10 ini adalah tahap pengambilan dan pengujian keputusan di mana Sebagai seorang pemimpin pembelajaran calon guru pengerahan harus memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang tepat dan oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan atau belum. Konsep utama yang menurut saya penting yaitu adanya 9 tahapan pengambilan dan pengujian keputusan tersebut .</p><p>Selain itu juga hal penting lainnya adalah bahwa dalam mengambil keputusan harus berdasar pada tiga unsur seperti berpihak pada murid berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil.</p><p>Dan sebagai seorang calon guru penggerak yang akan dihadapkan pada berbagai kasus juga nantinya harus dapat memahami perbedaan antara Dilema etika dan bujukan moral .</p><p>&nbsp;</p><p>4. Change</p><p>Dampak atau perubahan yang saya rasakan setelah mempelajari modul ini adalah saya menjadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan keputusan yang diambil melalui 9 tahapan pengambilan dan pengujian keputusan membuat saya merasa lebih yakin dengan keputusan yang dihasilkan sehingga dengan melakukan tahapan yang tepat akan meminimalisir dampak negatif atau kesalahan dalam pengambilan keputusan .</p><p>Saya juga merasa mendapatkan wawasan yang berharga sebagai individu Terutama ketika dihadapkan pada proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan Dilema etika maupun bujukan moral.</p><p>&nbsp;</p><p>Salah satu contoh peristiwa bujukan moral yaitu seorang siswa mungkin tergoda untuk menyontek saat ujian karena takut gagal atau ingin mendapatkan nilai yang bagus dan tekanan dari teman sebaya maupun orang tua untuk mendapatkan nilai yang tinggi dapat mendorong atau memicu siswa tersebut untuk melakukan kecurangan dengan menyontek saat ujian sekolah berlangsung</p><p>Salah satu contoh Dilema etika yang mana Dilema etika tersebut merupakan sebuah pilihan yang sama-sama tidak menyenangkan dan sulit untuk diputuskan</p><p>&nbsp;contohnya saat guru mengetahui siswa menyontek Dilema muncul antara menegur siswa tersebut atau memberikan kesempatan kedua untuk mengerjakan soal tanpa harus menyontek</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:05:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066347676</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066350752</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Refleksi_iis dahlia.</strong></p><p><br/></p><p>1.<em>Connecting : Melalui materi ini, saya mulai memahami bagaimana cara pengambilan keputusan yang baik dan benar melalui 9 langkah pengujian keputusan berdasarkan paradigma yang ada.</em></p><p><em>2.Challenge : Tantangan yang saya hadapi sejauh ini dalam penerapan materi ini adalah membuat keputusan yang benar-benar tepat dengan tidak meninggalkan kewajiban namun juga memikirkan nilai kasihan/kebaikan.</em></p><p><em>3.Concept : Konsep penting yang saya pelajari yaitu tentang 4 paradigma etika (berpusat pada murid, kolaborasi, berbasis data, berbasis rasa peduli) ; Dilema etika (individu vs kelompok, rasa keadilan vs rasa kasihan, kebenaran vs kesetiaan, jangka pendek vs jangka panjang); Bujukan moral (konsistensi, universalitas, kemanfaatan, keadilan)</em></p><blockquote><p>4.Change : perubahan yang ingin saya lakukan setelah ini ialah memanage diri untuk dapat memutuskan suatu permasalahan dengan lebih bijak, menggunakan ilmu yang telah dipelajari, agar keputusan-keputusan yang saya ambil kelak dapat lebih terfokus pada 4 paradigma yang ada.</p></blockquote><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:10:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066350752</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi RukolModul 3.1 Agus Saparudin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066355272</link>
         <description><![CDATA[<p>-connection:Keterkaitan materi dalam modul 3.1 ini dengan peran saya sebagai guru penggerak yakni melalui materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran saya semakin memahami dalam teknik dalam mengambil keputusan saat kita menghadapi permasalahan,</p><p>-Challenge: dalam mengambil keputusan dilkukan dalam beberapa tahapan dengan menggunakan Paradigma dan prinsip etika supaya dapat terarah dan mampu mendapatkan keputusan terbaik.</p><p>-concept: dalam mengambil keputusan ada 4 konsep penting yaitu : berpusat pada murid, kolaborasi, berbasis data, berbasis rasa peduli.</p><p>-change: perubahan yang ingin saya terapkan setelah mendapat materi ini adalah berusaha berfikir positif dan menerapkan prinsip-prinsip yang sudah saya pelajari ketika mengambil keputusan sehingga diharapkan mendapatkan keputusan yang terbaik.</p><p>-contoh dilema etika: ketika pelaksanaan ujian masih ditemukan anak yang melihat buku ketika mengerjakan.</p><p>-contoh bujukan moral: ketika pengisian nilai raport yang harus mengatrol nilai anak sesuai dengan KKM.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:21:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066355272</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Peristiwa Dilema Etika dan Bujukan Moral_Tri Yuliani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066356342</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Dilema Etika </strong></p><p>Seorang guru ingin membantu siswa yang memiliki karakter baik untuk naik kelas, padahal nilainya jauh di bawah KKM.</p><p><br/></p><p><strong>Bujukan Moral</strong> </p><p>Siswa yang mencuri barang milik teman karena menginginkannya atau karena merasa tidak mampu membelinya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:23:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066356342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Rukol Modul 3.1 - Heriyanto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066356793</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Connection</em>: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak?</strong></p><p>Materi yang disampaikan dalam modul ini sangat berkaitan dengan peran saya sebagai calon guru penggerak dimana dalam menjalankan tugas-tugas yang saya emban tentunya akan selalu dihadapkan dengan kasus-kasus atau situasi dilema etika dan juga bujukan moral. Dengan mempelajari konsep-konsep yang dijabarkan dalam modul 3.1 ini, saya dapat memahami bagaimana mengidentifikasi suatu kasus termasuk dilema etika atau bujukan moral, dan kemudian mengikuti langkah-langkah dalam pengujian dan pengambilan suatu keputusan.</p><p><br></p><p><strong><em>Challenge</em>: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini?</strong></p><p>Beberapa<strong> </strong>ide atau pendapatan dari rekan-rekan CGP  sangat sejalan dengan hasil suatu keputuan yang telah saya buat. Namun, ada kalanya ada beberapa langkah-langkah yang diambil oleh kepala sekolah saya dalam mengambil sebuah keputusan dilakukan di luar teori dari yang saya peroleh pada materi di Modul 3.1 ini. Misalnya adanya pertimbangan-pertimbangan faktor lingkungan, alam, dan lainnya dan juga improvisasi sesuai dengan situasi yang terjadi pada saat kasusnya tersebut muncul.</p><p><br></p><p><strong><em>Concept</em>: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?</strong></p><p>Konsep-konsep yang sangat penting untuk diterapkan selama menjadi calon guru penggerak dan bahkan setelah menjadi guru penggerak yaitu 4 (empat) paradigma dilema etika yang meliputi </p><p>1. individu lawan kelompok (<em>individual vs community</em>),</p><p>2. rasa keadilan lawan rasa kasihan (<em>justice vs mercy</em>),</p><p>3. kebenaran lawan kesetiaan (<em>truth vs loyalty</em>), </p><p>4. jangka pendek lawan jangka panjang (<em>short term vs long term</em>); </p><p><br></p><p>Dan pastinya konsep 9 (sembilan) langkah pengujian dan pengambilan keputusan yang meliputi mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi, pengujian benar atau salah (uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan), pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, investigasi opsi trilema, membuat keputusan, dan melihat kembali keputusan dan refleksi.</p><p><br></p><p><strong><em>Change</em>: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi?</strong></p><p>Perubahan yang ingin saya lakukan setelah mendapatkan materi pembelajaran modul 3.1 adalah menerapkan konsep-konsep yang saya pelajari ketika saya dihadapkan dengan kasus-kasus dilema etika. Yang saya lakukan pertama adalah mengidentifikasi kasus yang terjadi (berbasis data) dan kemudian melakukan analisis berdasarkan langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan. Disamping itu, dalam pengambilan keputusan saya akan selalu memandang nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin pembelajaran sehingga keputusan yang saya ambil nantinya dapat dipertanggungjawabkan dan pastinya berpihak kepada pada peserta didik. Dan melakukan pendekatan <em>win - win solution</em>, pendekatan penyelesaian masalah yang menguntungkan dan memuaskan semua pihak yang bertujuan untuk memperbaiki masalah dan bukan untuk menyalahkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:23:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066356793</guid>
      </item>
      <item>
         <title>rerleksi Rukol 3.1 marlina </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066363472</link>
         <description><![CDATA[<p>[22.33, 2/8/2024] Marlina: Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak?</p><p>Materi yang disampaikan dalam modul ini sangat berkaitan dengan peran saya sebagai calon guru penggerak dimana dalam menjalankan tugas-tugas yang saya emban tentunya akan selalu dihadapkan dengan kasus- kasus atau situasi dilema etika dan juga bujukan moral. Dengan mempelajari konsep- konsep yang dijabarkan dalam modul 3.1 ini, saya dapat memahami bagaimana</p><p>[22.34, 2/8/2024] Marlina: memahami bagaimana mengidentifikasi suatu kasus termasuk dilema etika atau bujukan moral, dan kemudian mengikuti langkah-langkah dalam pengujian dan pengambilan suatu keputusan.</p><p>Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini? Beberapa ide atau pendapatan dari rekan-rekan CGP sangat sejalan dengan hasil suatu keputuan yang telah saya buat. Namun, ada kalanya ada beberapa langkah-langkah yang diambil oleh kepala sekolah saya dalam mengambil sebuah keputusan dilakukan di luar teori dari yang saya peroleh pada materi di Modul 3.1 ini. Misalnya adanya pertimbangan-pertimbangan</p><p>[22.35, 2/8/2024] Marlina: faktor lingkungan, alam, dan lainnya dan juga improvisasi sesuai dengan situasi yang terjadi pada saat kasusnya tersebut muncul.</p><p>Concept: Ceritakan konsep- konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?</p><p>Konsep-konsep yang sangat penting untuk diterapkan selama menjadi calon guru penggerak dan bahkan setelah menjadi guru penggerak yaitu 4 (empat) paradigma dilema etika yang meliputi</p><p>Penda</p><p>←</p><p>1. individu lawan kelompok (individual vs community),</p><p>2. rasa keadilan lawan rasa</p><p>kasihan (justice vs mercy),</p><p>3. kebenaran lawan kesetiaan</p><p>[22.35, 2/8/2024] Marlina: (truth vs loyalty),</p><p>X</p><p>4. jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term);</p><p>Dan pastinya konsep 9 (sembilan) langkah pengujian dan pengambilan keputusan yang meliputi mengenali nilai- nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi, pengujian benar atau salah (uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan), pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, investigasi opsi trilema, membuat keputusan, dan melihat kembali keputusan dan refleksi.</p><p>[22.36, 2/8/2024] Marlina: Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi? Perubahan yang ingin saya lakukan setelah mendapatkan materi pembelajaran modul 3.1 adalah menerapkan konsep- konsep yang saya pelajari ketika saya dihadapkan dengan kasus-kasus dilema etika. Yang saya lakukan pertama adalah mengidentifikasi kasus yang terjadi (berbasis data) dan kemudian melakukan analisis berdasarkan langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan. Disamping itu, dalam pengambilan keputusan saya akan selalu memandang nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin pembelajaran sehingga keputusan yang saya ambil nantinya dapat dipertanggungjawabkan dan pastinya berpihak kepada</p><p>[22.37, 2/8/2024] Marlina: dipertanggungjawabkan dan pastinya berpihak kepada pada peserta didik. Dan melakukan pendekatan win - win solution, pendekatan penyelesaian masalah yang menguntungkan dan memuaskan semua pihak yang bertujuan untuk memperbaiki masalah dan bukan untuk menyalahkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:38:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066363472</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Rukol Modul 3.1  Oleh Zakaria,S.Pd.i.,M.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066363848</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Connection (Keterkaitan )</em></strong></p><p>ada minggu ini saya melakukan kegiatan eksplorasi konsep secara mandiri tentang pengambilan keputusan tentu saja materi ini sangat penting untuk mengetahui apalagi Sebagai pemimpin pembelajaran guru harus memiliki kemampuan untuk pengambilan keputusan secara baik sehingga akan menghasilkan sebuah keputusan yang sesuai harapan dan tidak merugikan pihak lain</p><p><strong><em>Change (Perubahan)</em></strong></p><p>Setelah saya mempelajari modul 3.1 tentang pengambilan keputusan dan langkah-langkahnya tentu saja saya akan mencoba untuk menerapkan semua langkah prinsip dan paradigma dalam pengambilan keputusan sehingga keputusan diambil sesuai dengan harapan dan tidak merugikan pihak lain</p><p><strong><em>Challenge ( Tantangan)</em></strong></p><p>Setelah saya mempelajari modul 3.1 tentang cara melakukan pengambilan keputusan ternyata untuk mengambil sebuah keputusan itu kita harus memikirkan banyak hal ada yang disebut dengan paradigma dan prinsip serta 9 langkah yang harus diterapkan dalam proses pengambilan dan pengujian keputusan</p><p><strong><em>Concept (Teori Pengambilan Keputusan)</em></strong></p><p>Dalam modul 3.1 tentang pengambilan keputusan dijelaskan bahwa permasalahan yang terjadi dalam kehidupan kita terbagi menjadi dua yaitu ada yang disebut sebagai dilema etika dan ada yang termasuk bujukan moral dilema etika berkaitan dengan benar lawan benar sedangkan bujukan moral berkaitan dengan benar lawan salah Terdapat tiga prinsip yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yaitu berpikir berbasis hasil akhir berpikir berbasis peraturan berpikir berbasis rasa peduli</p><p> <strong><em>Contoh Kasus</em></strong></p><p><strong>Menyontek Saat Ujian</strong></p><p>Seorang siswa mungkin tergoda untuk menyontek saat ujian karena takut gagal atau ingin mendapatkan nilai yang bagus. Tekanan dari teman sebaya atau orang tua untuk mendapatkan nilai tinggi dapat mendorong siswa untuk melakukan kecurangan.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-02 15:39:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bgplampungfasil00041/77ipai11iaybxnkl/wish/3066363848</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
