<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Food Loss and Waste  by Winona Evangeline</title>
      <link>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-04-14 01:41:26 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-14 14:55:15 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Food Loss </title>
         <author>winonaevangeline</author>
         <link>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1414633537</link>
         <description><![CDATA[<div>- Food loss adalah sampah makanan yang berasal dari bahan pangan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, atau makanan yang masih mentah tetapi sudah tidak bisa diolah menjadi makanan dan akhirnya dibuang.&nbsp;<br>- Food loss menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan makanan untuk memasak. Di Indonesia sendiri kasus food loss sudah banyak terjadi, salah satunya yang terjadi di daerah Banyuwangi dimana para petani membuang buah naga yang masih segar ke sungai.&nbsp;<br>- Penyebab Food Loss:&nbsp;<br>1. Proses pra-panen yang tidak menghasilkan mutu yang diinginkan pasar.&nbsp;<br>2. Permasalahan dalam penyimpanan, penanganan, pengemasan sehingga produsen memutuskan untuk membuang bahan pangan.&nbsp;<br>3. Kurangnya permintaan konsumen di pasar.&nbsp;<br>4. Terlalu lama di gudang dan lama kelamaan menjadi basi, berjamur, dan berbau busuk.&nbsp;<br>- Sebaiknya sebagai konsumen, kita harus membuat rencana yang lebih baik lagi sebelum kita ingin membeli bahan makanan agar bahan makanan yang kita beli dapat digunakan sesuai kebutuhan kita dan tidak dibuang begitu saja.&nbsp;<br><br>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 01:48:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1414633537</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Food  Waste </title>
         <author>winonaevangeline</author>
         <link>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427715596</link>
         <description><![CDATA[<div>- Food waste adalah makanan yang sudah siap dikonsumsi oleh manusia tetapi dibuang begitu saja dan akhirnya menumpuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).&nbsp; &nbsp;<br>- Food waste yang terus-menerus menumpuk di TPA akan menghasilkan gas metana dan karbondioksida, tetapi kedua hal tersebut tidak baik untuk bumi karena gas-gas tersebut akan terbawa ke atmosfer dan berpotensi merusak lapisan ozon. Tetapi salah satu fungsi lapisan ozon adalah untuk menjaga kestabilan suhu di bumi, jika kestabilan suhu terganggu maka terjadilah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di bumi.&nbsp;<br>- Penyebab food waste:&nbsp;<br>1. Tidak menghabiskan makanan.&nbsp;<br>2. Makan tidak sesuai dengan porsi makanan kita.&nbsp;<br>3. Membeli atau memasak makanan yang tidak kita sukai.&nbsp;<br>- Untuk mengurangi jumlah food loss dan food waste, kita bisa melakukan salah satu cara yang paling mudah untuk dilakukan adalah mindful (memberikan perhatian secara disengaja, artinya kita menyengajakan diri kita untuk memberikan perhatian pada sesuatu) dalam konsumsi makanan dan dengan menghabiskan makanan yang kita makan. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-17 04:14:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427715596</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>winonaevangeline</author>
         <link>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427729447</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/perbedaan-food-loss-dan-food-waste/" />
         <pubDate>2021-04-17 04:34:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427729447</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Food Loss dan Food Waste </title>
         <author>winonaevangeline</author>
         <link>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427729886</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari infografik tersebut, terlihat bahwa Indonesia merupakan pelaku food waste dan food loss terbesar kedua di dunia setelah negara Arab Saudi. Tetapi di Indonesia sendiri kasus kelaparan masih terjadi dimana-mana. 300 kg bahan pangan dan makanan yang terbuang tersebut dapat mengatasi masalah kelaparan di Indonesia apabila didistribusikan dengan benar. Food loss tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang, di negara maju angka food loss ini juga cukup tinggi meskipun tidak sebesar yang terjadi di negara berkembang. Food loss yang terjadi di negara berkembang dikarenakan tingginya tingkat produksi pangan di negara berkembang tetapi tidak diimbangi dengan teknologi yang memadai sehingga sebelum sampai ke tangan konsumen pangan tersebut ada yang rusak dalam prosesnya maupun tidak sesuai dengan mutu yang diinginkan pasar. Sedangkan menurut FAO, food waste mengacu kepada makanan atau produk makanan alternatif yang masih aman dan masih bergizi untuk dikonsumsi tetapi oleh manusia dibuang tanpa alasan atau makanan tersebut telah mendekati masa kadaluarsanya.&nbsp;<br>Sumber: https://gifood.id/2019/03/10/food-loss-and-food-waste-bedanya-apa-ya/</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085759409/ee50d11ba836d3b8d35116481165e73c/image.png" />
         <pubDate>2021-04-17 04:34:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427729886</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketahanan Pangan </title>
         <author>winonaevangeline</author>
         <link>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427740395</link>
         <description><![CDATA[<div>- Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan eknomi. Berbagai masalah sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional. Bagi Indonesia, pangan sering diidentikkan dengan beras karena jenis pangan ini merupakan makanan pokok utama. Nilai strategis beras juga disebabkan karena beras adalah makanan pokok paling penting, industri perberasan memiliki pengaruh yang besar dalam bidang ekonomi (dalam hal penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan dan dinamika ekonomi perdesaan, sebagai wage good), lingkungan (menjaga tata guna air dan kebersihan udara) dan sosial politik (sebagai perekat bangsa, mewujudkan ketertiban dan keamanan). Beras juga merupakan sumber utama pemenuhan gizi yang meliputi kalori, protein, lemak dan vitamin. Dengan pertimbangan pentingnya beras, pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan terutama yang bersumber dari peningkatan produksi dalam negeri. Pertimbangan tersebut menjadi semakin penting bagi Indonesia karena jumlah penduduknya semakin besar dengan sebaran populasi yang luas dan cakupan geografis yang tersebar. Untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya, Indonesia memerlukan ketersediaan pangan dalam jumlah mencukupi dan tersebar, yang memenuhi kecukupan konsumsi maupun stok nasional yang cukup sesuai persyaratan operasional logistik yang luas dan tersebar. Indonesia harus menjaga ketahanan pangannya.&nbsp;<br>- Pengertian ketahanan pangan menurut UU No.18/2012 adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.&nbsp;<br>- UU Pangan bukan hanya berbicara tentang ketahanan pangan, tetapi juga memperjelas dan memperkuat pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan (food soveregnity) dengan kemandirian pangan (food resilience) serta keamanan pangan (food safety). </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-17 04:49:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427740395</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>winonaevangeline</author>
         <link>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427776406</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="http://www.bulog.co.id/beraspangan/ketahanan-pangan/" />
         <pubDate>2021-04-17 05:44:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1427776406</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketahanan Pangan Pada Masa Pandemi Covid-19 </title>
         <author>winonaevangeline</author>
         <link>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1429087618</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid-19 ini membuat banyak usaha terganggu dalam kegiatan perekonomiannya termasuk sektor pertanian. Covid-19 ini juga berdampak pada ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mengantisipasi dampak tersebut Kementerian Pertanian memperkenalkan Gerakan Ketahanan Pangan (GKP), di saat pandemi seperti ini gerakan tersebut harus didukung oleh banyak pihak khususnya petani dan penyuluh sebagai ujung tombak dan penggerak sektor pertanian. Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian juga merumuskan metode 4 cara bertindak untuk mencapai ketahanan pangan, yang pertama peningkatan kapasitas produksi. Kedua diversifikasi pangan lokal, kementerian pertanian akan mengembangkan diversifikasi pangan lokal berbasis kearifan lokal yang berfokus pada satu komoditas utama. Ketiga, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan dengan cara penguatan cadangan beras pemerintah provinsi (CBPP) dan penguatan cadangan beras pemerintah kabupaten/kota (CBPK). Keempat, pengembangan pertanian modern, dengan cara melalui pengembangan smart farming kemudian pengembangan dan pemanfaatan screen house untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam, selain itu bisa juga dengan cara pengembangan korporasi petani atau pengembangan food estate untuk peningkatan produksi pangan utama (beras/jagung).&nbsp;<br>Sumber: http://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/covid-19/program-kegiatan/367-gerakan-ketahanan-pangan-pada-masa-pandemi-covid-19</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-18 03:41:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/winonaevangeline/73yrazkax3x7ixv4/wish/1429087618</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
