<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Rakyat Kalimantan by Katrin Oktavia Ramadhani</title>
      <link>https://padlet.com/katrinramadhani/71rlwdbtth4n6uzv</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-12 06:41:05 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-12 09:59:15 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas Pandang Rakyat Kalimantan </title>
         <author>katrinramadhani</author>
         <link>https://padlet.com/katrinramadhani/71rlwdbtth4n6uzv/wish/2292023864</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Kalimantan melawan Belanda dipimpin oleh pangeran Antasari. Ia memimpin pasukan rakyat untuk mengepung benteng Belanda di Martapura dan juga Pangaron.<br>Kemudian, ada juga Kyai Demang Loman dan pengikutnya yang bergerak di sekitar Riam Kiwa dan mengancam benteng Belanda. Sementara di pos Belanda Istana Martapura, Haji Nasrun juga melakukan penyerangan.<br>Pada bulan Agustus 1859, tiga tokoh setempat, Haji Buyasin, Kyai Lang Lang, dan Kyai Demang Loman bersama-sama menyerang benteng Belanda di Tabanio. Sedangkan, pangeran Hidayat tetap mengadakan perlawanan gerilya.<br>Sayang, di tahun 1862 pangeran Hidayat ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Cianjur. Sedangkan Pangeran Antasari diketahui meninggal dunia di tahun yang sama.<br>Selanjutnya, tokoh kepemimpinan dilanjutkan oleh Gusti Matsaid, Pangeran Mas Natawijaya, Tumenggung Surapati, Tumenggung Naro, Penghulu Rasyid, Gusti Matseman, dan Pangeran Perbatasari dengan melakukan perlawanan gerilya.<br>Perlawanan tersebut dilakukan menyebar ke berbagai wilayah guna menyulitkan Belanda. Diketahui, perlawanan itu berlangsung hingga awal abad ke-20 atau tahun 1905.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/S-5FrrzV_3I/AAAAAAAAAb4/N1qnGGNnSn4/s1600/alri-di-tuban+[800x600].jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 09:48:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/katrinramadhani/71rlwdbtth4n6uzv/wish/2292023864</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Rakyat Kalimantan </title>
         <author>katrinramadhani</author>
         <link>https://padlet.com/katrinramadhani/71rlwdbtth4n6uzv/wish/2292028087</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan di Kalimantan penyebabnya sama dengan perlawanan di Jawa yaitu penindasan dan romusa.Dengan tekat yang kuat rakyat Kalimantan melakukan perlawanan yang dipimpin oleh Pang Suma pemimpin suku Dayak dengan strategi gerilya dengan memanfaatkan hutan rimba,rawa,sungai,dan daerah yang sulit di jangkau tentara Jepang.Tapi banyaknya mata-mata Jepang di masyarakat membuat Pang Suma dan pasukan gugur.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://2.bp.blogspot.com/-Lyk2vaWKFgU/VuPAFzhU9zI/AAAAAAAACcc/jWhU-nPmTBoGs946A-swH_VkZUHJHD25w/s1600/Kronologi%2BSejarah%2Bdan%2BLatar%2BBelakang%2BPerlawanan%2BRakyat%2BBatak.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 09:52:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/katrinramadhani/71rlwdbtth4n6uzv/wish/2292028087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya Perlawanan Rakyat Kalimantan </title>
         <author>katrinramadhani</author>
         <link>https://padlet.com/katrinramadhani/71rlwdbtth4n6uzv/wish/2292032586</link>
         <description><![CDATA[<div>Selain Belanda, rakyat Kalimantan juga melakukan perlawanan terhadap Jepang. Hal ini terjadi pada tahun 1940-an di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.<br>Jepang pertama kali mendarat di Kalimantan Barat pada Februari 1942. Sekitar dua tahun kemudian terjadi pembunuhan massal bermula dari informasi yang diterima pihak Jepang bahwa akan muncul perlawanan. Jepang pun mulai melakukan penangkapan pada tokoh-tokoh masyarakat.<br>Mulai Oktober 1943 sampai Juni 1944, Jepang melakukan eksekusi orang-orang yang ditangkap. Puncaknya terjadi pada 28 Juni 1944 yang kemudian dikenal dengan peristiwa Mandor. Mandor adalah sebuah wilayah kecil yang berjarak sekitar 88 kilometer dari Kota Pontianak. Diperkirakan ribuan orang tewas dibantai tentara Jepang dalam periode itu.<br>Di pihak Suku Dayak terjadi juga konflik dengan tentara Jepang. Konflik dan pembantaian, akhirnya pada tahun 1944 orang-orang Dayak di Kalimantan Barat mulai melakukan perlawanan rakyat Kalimantan. Namun sayang, hal itu tidak mengancam kekuasaan Jepang sama sekali<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/qjd9uC4G00msFULcl5T_n2B4gbA=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1056166/original/064340400_1447650316-dayak_1.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 09:56:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/katrinramadhani/71rlwdbtth4n6uzv/wish/2292032586</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir Perlawanan Rakyat Kalimantan </title>
         <author>katrinramadhani</author>
         <link>https://padlet.com/katrinramadhani/71rlwdbtth4n6uzv/wish/2292035549</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp; Gusti Mat Seman, Gusti Acil, Gusti Muhammad Arsyad, dan Antung Durrahman melanjutkan perjuangan di Perang Banjar hingga titik darah penghabisan. Perang Banjar berakhir pada tahun 1905 dengan kemenangan berada di pihak Belanda yang berhasil menghapus Kesultanan Banjar.<br>Pangeran Antasari meninggal pada Oktober 1862 dan menitipkan pesan kepada para pengikutnya untuk terus berjuang hingga titik darah penghabisan. Perang Banjar berakhir pada tahun 1906 yang ditandai dengan kekalahan Pangeran Antasari dan Kesultanan Banjar.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://sejarahlengkap.com/wp-content/uploads/2018/11/Sejarah-Perang-Banjar-1280x720.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 09:59:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/katrinramadhani/71rlwdbtth4n6uzv/wish/2292035549</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
