<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Rakyat Kalimantan by Wahib Rizkiyanto</title>
      <link>https://padlet.com/wahibrizkiyanto/6oi98xyfca1ifoft</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-20 06:41:27 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-20 06:43:40 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas Pandang tentang Perlawanan Rakyat Kalimantan </title>
         <author>wahibrizkiyanto</author>
         <link>https://padlet.com/wahibrizkiyanto/6oi98xyfca1ifoft/wish/2304367314</link>
         <description><![CDATA[<div>Sekilas pandang Kesultanan kalimantan<br>Pada 1942, Jepang berhasil merebut Kalimantan dari Belanda tanpa perlawanan berarti.<br>Masa penjajahan Jepang merupakan salah satu periode terkelam dalam sejarah Indonesia, sehingga memicu perlawanan dari rakyat.<br>Di Kalimantan, perlawanan terhadap Jepang dilakukan secara besar-besaran di Kalimantan Barat dan Selatan.<br>Gerakan perlawanan ini dipicu oleh berbagai sebab, tetapi umumnya karena tindakan Jepang yang sewenang-wenang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1813668283/de11722e3b5090000ced52c7db031d05/61f14ff132eb4.jpg" />
         <pubDate>2022-09-20 06:42:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wahibrizkiyanto/6oi98xyfca1ifoft/wish/2304367314</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Perlawanan Rakyat Kalimantan </title>
         <author>wahibrizkiyanto</author>
         <link>https://padlet.com/wahibrizkiyanto/6oi98xyfca1ifoft/wish/2304368200</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Penyebab perlawanan rakyat Kalimantan terhadap Jepang sangat kompleks. Pasukan Jepang pertama kali mendarat di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 19 Desember 1941.<br>Setelah berhasil mengusir Belanda tanpa mendapat perlawanan berarti, Jepang pun mudah menguasai kota-kota pedalaman seperti Putussibau dan Sanggau, hingga kota besar seperti Banjarmasin.<br>Kedatangan Jepang segera menyebabkan kondisi perekonomian menjadi macet hingga menimbulkan bencana kelaparan yang merajalela.<br>Selain itu, pada awal pendudukan Jepang di Kalimantan Barat, ada dua buah perusahaan yang masuk, yaitu Nomura (pertambangan) dan Sumitomo (perkayuan).<br>Untuk menjalankan kedua perusahaan itu, Jepang mempekerjakan sekitar 80.000 rakyat dengan sistem kerja paksa (romusha). Hal inilah yang kemudian memicu perlawanan.<br>Tekad perlawanan di Kalimantan Barat semakin besar saat kebijakan sewenang-wenang Jepang ditambah dengan disiplin keras yang diterapkan pemerintahan militernya.<br>Pasalnya, rakyat Kalimantan Barat dipaksa membungkuk untuk menghormati tentara Jepang. Apabila menolak, mereka akan diberi kekerasan fisik.<br>Tindakan yang dilakukan Jepang ini tidak dapat ditoleransi lagi karena dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kehormatan diri rakyat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 06:42:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wahibrizkiyanto/6oi98xyfca1ifoft/wish/2304368200</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Proses Jalannya Perlawanan Rakyat Kalimantan </title>
         <author>wahibrizkiyanto</author>
         <link>https://padlet.com/wahibrizkiyanto/6oi98xyfca1ifoft/wish/2304368781</link>
         <description><![CDATA[<div>Jalannya perlawanan<br>Tidak tahan dengan kekejaman Jepang, pada akhir 1944, orang-orang Dayak mulai melancarkan serangan.<br>Meski berhasil membunuh beberapa orang Jepang, perlawanan mereka belum memberikan hasil yang berarti.<br>Bahkan perlawanan rakyat dibalas oleh Jepang dengan akibat-akibat yang sangat buruk.<br>Pada awal 1945, orang-orang Dayak di daerah hulu Kapuas di pedalaman Kalimantan Barat bangkit melawan Jepang.<br>Pasukan Jepang yang sibuk menghadapi pendaratan pasukan Sekutu pun menjadi kelabakan.<br>Bahkan kegarangan orang Dayak dalam bertempur membuat banyak prajurit Jepang melarikan diri ke hilir.<br>Hal itu membuat orang-orang Dayak semakin berani memasuki Pontianak dengan membawa senjata tajam, termasuk senapan, tombak, parang, dan sumpit.Salah satu tokoh perlawanan rakyat Kalimantan terhadap Jepang adalah Pang Suma, yang mulai melancarkan aksinya pada pertengahan Februari 1945.<br>Hingga 13 Mei 1945, kondisi di Kalimantan Barat kian memburuk, terutama setelah kedatangan mandor perusahaan kayu Jepang, Osaki.<br>Selain kejam, Osaki memaksa ingin menikahi gadis Dayak. Apabila niatnya itu ditolak, ia mengancam akan membunuh ayah gadis itu.<br>Pada akhirnya, Pang Suma memenggal Osaki dan membakar satu perusahaan ekspedisi yang dikelola komandan Kempeitai Kaisu Nagatani di Meliau.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 06:43:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wahibrizkiyanto/6oi98xyfca1ifoft/wish/2304368781</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir dari Perlawanan Rakyat Kalimantan </title>
         <author>wahibrizkiyanto</author>
         <link>https://padlet.com/wahibrizkiyanto/6oi98xyfca1ifoft/wish/2304369492</link>
         <description><![CDATA[<div>Akhir perlawanan<br>Akhir Perang Banjar<br>Pangeran Antasari meninggal pada Oktober 1862 dan menitipkan pesan kepada para pengikutnya untuk terus berjuang hingga titik darah penghabisan. Perang Banjar berakhir pada tahun 1906 yang ditandai dengan kekalahan Pangeran Antasari dan Kesultanan Banjar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 06:43:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/wahibrizkiyanto/6oi98xyfca1ifoft/wish/2304369492</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
