<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>8B - Teks Pidato by Dyah Ayu Putri Utami</title>
      <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-06-04 04:45:19 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-06-11 11:50:34 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Caca Naysila Melati Sukma/08</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479033132</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. </p><p><br></p><p>Salam sejahtera untuk kita semua. Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Yang terhormat Bapak, Ibu, dan teman-teman hadirin sekalian. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas topik mengenai dampak dari penggunaan gawai.</p><p><br></p><p>       Apakah kalian tahu bahwa penggunaan gawai dapat berdampak negatif dalam kesehatan? Penggunaan gawai yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan, seperti gangguan tidur dan stres. Radiasi dari gawai juga dapat menjadi perhatian bagi kesehatan. Selain itu, penggunaan gawai yang tidak bijak dapat menyebabkan gangguan mata dan nyeri leher. Ketergantungan pada gawai juga dapat mengurangi aktivitas fisik dan meningkatkan risiko obesitas. Menurut Siloam Hospitals, jika digunakan secara berlebihan hingga menyebabkan kecanduan gawai yang justru dapat membahayakan kesehatan anak. Hal ini dikarenakan adanya sinar biru di layar gawai yang memberikan efek ketergantungan. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan gawai dengan bijak dan seimbang untuk menjaga kesehatan yang optimal.</p><p>        Penggunaan gawai juga dapat mengganggu kesehatan mental, mengapa demikian? Penggunaan gawai yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, seperti meningkatnya risiko kecemasan dan depresi. Paparan media sosial yang tidak sehat dapat mempengaruhi harga diri dan citra tubuh seseorang. Selain itu, penggunaan gawai yang tidak bijak juga dapat menyebabkan gangguan tidur dan stres. Ketergantungan pada gawai dapat memengaruhi hubungan sosial dan mengurangi interaksi langsung dengan orang lain. Menurut halodoc.com, kecanduan teknologi pada remaja ternyata dapat terjadi karena berbagai alasan, salah satunya adanya riwayat gangguan kesehatan mental yang dapat menyebabkan segala jenis kecanduan termasuk teknologi dan kecanduan internet remaja. Karena itulah, penting bagi kita untuk menggunakan gawai dengan bijak dan seimbang untuk menjaga kesehatan mental.</p><p>        Penggunaan gawai yang berlebihan juga dapat berdampak negatif pada hubungan sosial, seperti mengurangi interaksi langsung dengan orang lain dan meningkatkan keinginan untuk menyendiri. Ketergantungan pada gawai juga dapat menyebabkan kurangnya empati dan komunikasi yang dalam lingkungan sosial. Selain itu, penggunaan gawai yang tidak bijak dapat memengaruhi kualitas waktu bersama keluarga dan teman. Gawai juga dapat menjadi sumber konflik dalam hubungan, terutama jika penggunaannya tidak seimbang. Menurut komposiana.com, dampak positif yang kita dapat adalah kita dapat mencari sesuatu apapun di gadget dengan mudah tanpa harus kemana-mana dengan hanya memainkan gadget, kita juga dapat berjualan di internet karena gadget. Semakin teknologi menjadi canggih kemudahan dalam mengakses apapun di gadget juga semakin mudah. Dampak negatif nya adalah kita yang awalnya sangat akrab bisa menjadi orang yang tidak mengenal karena sibuk memainkan gadget masing-masing. Maka oleh karena itu, penting untuk menggunakan gawai dengan bijak dan seimbang untuk menjaga hubungan sosial yang sehat. Ayo kurangi waktu di dunia maya, tetap ingatlah bahwa kalian sedang berada di kehidupan dunia nyata.</p><p><br></p><p>Terimakasih atas perhatiannya. Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau perilaku. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-04 15:08:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479033132</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479804276</link>
         <description><![CDATA[<p>Judul:  HP dan Kita:  Teman atau Musuh?</p><p><br></p><p> Assalamualaikum wr wb </p><p>Yang terhormat Bapak/Ibu Guru, serta teman-teman yang saya sayangi.</p><p>Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa.</p><p>Karena atas limpahan rahmat serta karunia-Nya, kita semua dapat hadir dan berkumpul bersama-sama di tempat ini dalam kondisi sehat.</p><p> </p><p>Sekarang, hampir semua orang punya HP, kan?  HP memang keren, bisa dipakai untuk banyak hal: main game, lihat video, chatting sama teman, dan masih banyak lagi.  Tapi, hati-hati!  HP juga bisa jadi musuh kita kalau kita nggak hati-hati.</p><p> </p><p>Bayangkan, kita main game terus seharian.  Mata jadi capek, badan pegal-pegal, dan kita jadi males ngapa-ngapain lagi.  Nggak cuma itu,  kalau terlalu sering main HP, kita bisa jadi susah tidur,  stres, dan bahkan sedih terus.  Hubungan kita sama keluarga dan teman juga bisa jadi renggang karena kita lebih asyik main HP.</p><p> </p><p>Selain itu,  terlalu lama lihat layar HP juga nggak baik untuk mata.  Bisa bikin mata minus atau sakit kepala.  Kita juga jadi jarang gerak,  jadinya badan kita nggak sehat.</p><p> </p><p>Jadi, gimana caranya biar HP jadi teman, bukan musuh?  Gampang kok!  Kita cuma perlu pintar-pintar atur waktu.  Jangan main HP terus-terusan.  Istirahat mata dan badan kita juga penting.  Jangan lupa,  luangkan waktu untuk ngobrol langsung sama keluarga dan teman.  Lebih seru, kan?</p><p> </p><p>Pokoknya,  HP itu alat bantu, bukan majikan kita.  Kita yang harus mengendalikannya, bukan HP yang mengendalikan kita.  Ayo!, kita pakai HP dengan bijak! Demikian dari Saya mohon maaf apabila ada kekurangan dari saya, sekian Terima kasih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:00:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479804276</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INEZ ARDELIA P.E/13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479817041</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr. Wb. </p><p><br></p><p>Salam sejahtera bagi kita semua, yang terhormat kepala SMPN 14 Yogyakarta </p><p>yang saya hormati bapak/ibu guru, staff, dan karyawan SMPN 14 Yogyakarta</p><p>dan teman teman yang saya sayangi. </p><p><br></p><p>Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME karena atas karunia nya kita bisa berkumpul disini dengan keadaan sehat tanpa kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan kali ini saya akan membawakan pidato tentang "Krisis sampah di Yogyakarta". </p><p><br></p><p>Permasalahan sampah di Yogyakarta menjadi krisis serius akibat penutupan TPA Piyungan yang sudah melebihi kapasitas, namun fasilitas pengolahan yang tersedia belum mampu menampung seluruhnya. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya turut memperparah keadaan. Pemerintah telah mencoba beberapa solusi seperti pembukaan darurat TPA, pendirian posko siaga, dan desentralisasi pengelolaan sampah. Namun, tanpa partisipasi aktif masyarakat dan penguatan infrastruktur, krisis sampah ini akan sulit diatasi secara berkelanjutan. </p><p><br></p><p>Pada 2024–2025, Yogyakarta menghasilkan sekitar 1.346 ton sampah per hari. Saat libur panjang, volume sampah meningkat tajam hingga 3.400 ton. Penutupan TPA Piyungan memperparah krisis sampah. Program pengurangan sampah di tingkat lokal, seperti di Kalurahan Klitren, mulai menunjukkan hasil positif. Sebagai pelajar kita dapat mengurangi sampah dengan membawa botol minum dan tempat makan sendiri ke sekolah. Juga bisa menggunakan kertas bekas untuk mencatat atau membuat kerajinan. Membiasakan memilah sampah organik dan anorganik di rumah maupun sekolah. Ayo buang sampah pada tempatnya! Lingkungan bersih, hidup sehat. Mulai dari diri sendiri dan jadi contoh bagi yang lain. Bersama kita jaga bumi!</p><p><br></p><p>Demikian lah pidato saya pada kesempatan kali ini bila ada salah kata atau perbuatan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya wassalamualaikum wr. Wb.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:14:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479817041</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ainaya Alfatikha/01</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479817060</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p><p>Salam sejahtera untuk kita semua.</p><p>Yang terhormat Kepala SMP Negeri 14 Yogyakarta, Ibu Tri Hidayati Setyaningsih, S.Pd.,</p><p>Yang saya hormati Bapak/Ibu guru,</p><p>Serta teman-teman yang saya banggakan,</p><p>Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat dan penuh semangat.</p><p>Pada kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan pidato mengenai “Fenomena Tren Velocity.”</p><p>Teman-teman,</p><p>Velocity itu apa, sih? Nah, dalam era digital saat ini, kita tidak asing lagi dengan istilah tren velocity, yang sering kita lihat di aplikasi seperti TikTok, yang memiliki banyak pengguna. Dikutip dari CNBC Indonesia, <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://Tempo.co">Tempo.co</a>, dan RRI Indonesia, TikTok memiliki 157,6 juta pengguna di Indonesia.</p><p>Jadi, apa itu tren velocity?</p><p>Tren velocity adalah teknik pengeditan video yang memanipulasi kecepatan pemutaran, menciptakan efek transisi yang unik dengan memperlambat atau mempercepat bagian-bagian tertentu dalam video.</p><p>Namun, salah satu efek yang muncul dari tren ini adalah perasaan rendah diri. Melihat video dengan efek velocity yang menampilkan kehidupan yang tampak sempurna dapat membuat pengguna merasa tidak cukup baik atau tidak sukses jika kehidupannya tidak sebanding dengan yang ditampilkan orang lain.</p><p>Selain itu, penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk mengikuti tren seperti velocity, dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Ketidakpuasan terhadap diri sendiri akibat perbandingan sosial dapat berkontribusi pada peningkatan gejala gangguan mental tersebut.</p><p>Lalu, apa yang harus kita lakukan agar tidak terpengaruh dengan konten yang bertebaran di media sosial?</p><p>Pertama, kita perlu menyaring konten yang sering kali kita lihat. Konten viral sering kali memengaruhi cara berpikir, sikap, bahkan kebiasaan kita sehari-hari. Tak jarang, tren yang viral membuat seseorang meniru tanpa menyaring terlebih dahulu apakah konten tersebut bermanfaat atau justru merugikan.</p><p>Teman-teman,</p><p>Dalam menghadapi fenomena ini, kita harus menjadi pengguna media sosial yang bijak. Artinya, kita harus mampu memilah dan memilih informasi yang kita tonton maupun sebarkan. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang tidak benar, hoaks, atau bahkan mengandung unsur negatif yang bisa merugikan banyak orang.</p><p>Sebagai penutup, saya ingin mengajak kita semua untuk menjadi generasi yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu menyaring mana yang baik dan bermanfaat. Mari bersama-sama menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.</p><p>Sekian pidato yang dapat saya sampaikan.</p><p>Apabila ada kesalahan kata atau penyampaian yang kurang berkenan, saya mohon maaf.</p><p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:14:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479817060</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabila Aurel Putri Dini/19/8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479817080</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat Ibu Kepala SMP Negeri 14 Yogyakarta, yang saya hormati staf tata usaha serta karyawan SMP Negeri 14 Yogyakarta, dan teman-teman yang saya banggakan. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala karena tenaga melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, tak lupa sholawat serta salam kita sampaikan kepada Nabi Besar Muhammad Sholallahu 'alaihi wa salam dan para sahabatnya, sangat berterimakasih dan bersyukur sekali hari ini di tempat ini saya diberikan kesempatan untuk dapat menyampaikan pidato/bertemu dengan semua yang ada di sini. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas topik mengenai dampak penggunaan gawai</p><p><br></p><p>Apakah kalian tau kalau penggunaan gawai bisa mempunyai dampak negatif? Dampak negatif dari penggunaan gawai bisa membahayakan kesehatan seperti stress dan kecemasan, kecanduan gawai, mata lelah digital, dan  gangguan tidur . Selain membahayakan kesehatan gawai juga mempunyai dampak psikologis penggunaan gawai, ternyata psikologis pengunaan gawai juga mempunyai dampak negatif apa itu dampak negatif dari psikologis?, dampak negatif psikologis yaitu kecanduan gawai, fomo, menurunkan kemampuan  konsentrasi, ganguan tidur dan mood, isolasi sosial, citra diri negatif, selain mempunyai dampak negatif prikologis pengunaan gawai juga mempunyai dampak positif jika digunakan secara sehat yaitu meningkatkan koneksi sosial, akses informasi dan edukasi, meningkatkan kreativitas ekspresi diri, dan sumber dukungan emosional. Ada juga dampak dampak sosial pengunaan gawai, apa saja dampak sosial pengunaan gawai?, ternyata dampak sosial juga mempunyai dampak negatif dan dampak positif apa saja dampaknya. Dampak negatif dari sosial pengunaan gawai adalah menurunnya interaksi sosial langsung, ketergantungan sosial digital, kesalahpahaman dalam komunikasi, cyberbullying, dan pola sosial individualistik. Dampak positif dari sosial pengunaan gawai, memperluas jaringan sosial, mempermudah komunikasi dan kolaborasi, meningkatkan kesadaran sosial, dan mendukung aksi sosial dan kampanye.</p><p><br></p><p>Hadirin yang saya hormati,</p><p>Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan mengenai dampak penggunaan gawai dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga apa yang telah saya sampaikan bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dan seimbang dalam menggunakan gawai. Manfaatkan teknologi sebagai alat bantu, bukan sebagai penguasa hidup kita. Mari kita kembali mengutamakan interaksi nyata, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta menjalin hubungan sosial yang sehat di dunia nyata maupun digital. Terima kasih atas perhatian dan kesempatannya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p>Salam sejahtera bagi kita semua.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:14:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479817080</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pritania Maharani 24</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479817816</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh. </p><p>Yang terhormat Kepala SMPN 14 Yogyakarta Ibu Tri Hidayati Setyaningsih, dan Bapak Ibu Guru Karyawan, Serta teman teman yang saya cintai dan banggakan. </p><p><br></p><p>Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT atas kehadirat, sehingga dapat bertemu di tempat ini. Pada pertemuan kali ini saya ingin menyampaikan terkait dengan Krisis Sampah di Yogyakarta. </p><p><br></p><p>Topik kali ini bertujuan mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam mengurangi, memilah, dan mengelola Sampah dengan bijak. Permasalahan sampah di Kota Yogyakarta telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dengan berbagai tantangan yang memerlukan penanganan serius dan kolaboratif. Fenomena ini menyeluruh mengenai situasi terkini, penyebab utama, serta upaya yang telah dan sedang dilakukan untuk mengatasi krisis ini.</p><p> Situasi Terkini: Darurat Sampah di Yogyakarta</p><p>Kota Yogyakarta menghadapi krisis sampah yang serius, ditandai dengan penumpukan sampah di berbagai lokasi. Penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan sejak Mei 2024 karena kapasitas yang penuh telah memperparah situasi. TPA Piyungan sebelumnya menampung sampah dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman. Penutupan ini menyebabkan sampah menumpuk di jalan-jalan, gang, dan tempat umum, serta munculnya tempat pembuangan sampah ilegal. </p><p><br></p><p>Untuk mengurangi Sampah yang semakin banyak di kota Yogyakarta, sebaiknya kita sebagai pelajar  melakukan dan membiasakan hal hal kecil seperti</p><p>membawa botol dan kotak makan sendiri, membawa tote bag saat berbelanja, dan jangan lupa memilah serta membuang sampah pada tempatnya dan sesuai jenisnya. </p><p><br></p><p>Sekian pidato dari saya, saya tutup jika ada salah kata saya mohon maaf, terimakasih, wassalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:14:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479817816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sabhira Nazla Priya Dewangga/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479818014</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.</p><p><br/></p><p>Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Syalom, Oom Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas karuniaNya kita semua dapat berkumpul di hari yang cerah ini. Yang terhormat Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Guru-guru dan staf sekolah yang saya hormati, serta Teman-teman yang saya banggakan. Izinkan saya menyampaikan pidato dengan topik "Fenomena Trend Velocity". </p><p><br/></p><p>Sebagai Gen Z, tentu saya sudah paham apa itu "Trend Velocity". Karena hampir setiap hari saya melihatnya pada medsos. Trend Velocity banyak digemari sebagai wadah untuk menghibur diri di waktu luang, menambah kreativitas, dan menambah daya tarik pada suatu video. Efek velocity dapat membantu menciptakan keterikatan emosional dengan audiens. Misalnya, jika kalian memperlambat momen yang menunjukkan momen bahagia seperti senyuman.  Namun, di balik popularitasnya, tren ini dapat memberikan dampak terhadap kesehatan mental pengguna. Dikutip dari berbagai sumber, Senin (24/3/2025), Salah satu efek yang muncul adalah perasaan rendah diri. Melihat video dengan efek Velocity yang menampilkan kehidupan yang tampak sempurna dapat membuat pengguna merasa tidak cukup baik atau tidak sukses jika tidak sebanding dengan kehidupan yang ditampilkan orang lain. Karena itu, marilah kita bijak dalam memilih konten pada media sosial. KBRN, Cirebon mengatakan pada Agustus 2024 yang berjudul "Negara dengan audiens TikTok terbesar per Juli 2024, Indonesia menyandang predikat sebagai pengguna TikTok terbanyak. Dalam laporan tersebut, pengguna TikTok di Indonesia saat ini mencapai 157,6 juta pengguna per Juli 2024. Jumlah ini mengalahkan total pengguna TikTok Amerika Serikat sebesar 120,5 juta pengguna. Padahal pada bulan April tahun 2023 lalu jumlah pengguna di Indonesia hanya 113 juta. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan jumlah pengguna TikTok Amerika Serikat saat itu yang mencapai 117 juta. Trend Velocity juga berdampak pada minat literasi pada Gen Z, karena banyak dari kita yang bermalas malasan ketika hendak membaca. Ayo, pilah, dan pilih konten yang bermanfaat, dan menjadi pengguna akun yang bijak dengan membuat konten yang lebih bermanfaat. </p><p><br/></p><p>Demikian pidato saya akhiri, mohon maaf atas segala kekurangan yang ada. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabar</p><p>akatuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:14:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479818014</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TEGAR KAHLA ALFIAN SYAH RASYID</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479829567</link>
         <description><![CDATA[<p>𝘼ssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p><br></p><p>Yang terhormat Kepala SMPN 14 Yogyakarta</p><p>Yang kami hormati Bapak/Ibu Guru dan karyawan SMPN 14 Yogyakarta, serta </p><p>Teman - teman saya yang banggakan</p><p><br></p><p>𝙋uji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa </p><p>atas limpahan rejekinya dan kesehatan nya dari Tuhan yang maha Esa, kita telah berjumpa  di pagi hari ini  dengan keadaan sehat walafiat yang di berikan oleh Tuhan yang Maha Esa </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p> </p><p>Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya untuk menyampaikan pidato singkat mengenai fenomena tren velocity yang tengah melanda berbagai aspek kehidupan kita.  Velocity, atau kecepatan, bukan sekadar angka pada speedometer, melainkan sebuah kekuatan pendorong yang membentuk lanskap dunia modern kita.</p><p> </p><p>Kita hidup di era yang ditandai dengan percepatan perubahan yang luar biasa.  Informasi menyebar dengan kecepatan kilat, teknologi berkembang dengan pesat, dan siklus hidup produk semakin singkat.  Ini adalah dampak nyata dari tren velocity.  Dalam dunia bisnis, velocity diukur dari kecepatan inovasi, kecepatan peluncuran produk baru, dan kecepatan adaptasi terhadap perubahan pasar.  Perusahaan yang mampu bergerak cepat dan tanggap akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.</p><p> </p><p>Namun, velocity juga menghadirkan tantangan.  Kecepatan yang berlebihan dapat mengakibatkan kesalahan, kurangnya perencanaan yang matang, dan bahkan hilangnya kualitas.  Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengelola velocity dengan bijak.  Kita perlu menyeimbangkan kecepatan dengan ketepatan, inovasi dengan kualitas, dan efisiensi dengan keberlanjutan.</p><p> </p><p>Di Yogyakarta, kota budaya dan pendidikan, kita dapat melihat tren velocity dalam berbagai sektor.  Perkembangan teknologi informasi, pertumbuhan ekonomi digital, dan peningkatan jumlah startup merupakan contoh nyata dari percepatan perubahan yang terjadi.  Namun, kita juga perlu memastikan bahwa perkembangan ini berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan lingkungan.</p><p> </p><p>Sebagai penutup, marilah kita menyadari pentingnya velocity dalam kehidupan kita, tetapi juga bijak dalam mengelola dan memanfaatkannya.  Semoga kita semua mampu beradaptasi dan memanfaatkan tren velocity untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.</p><p> </p><p>Sekian pidato dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.</p><p> </p><p>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p> </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:22:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479829567</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ASHAFA TANIA RAMADHANI/05</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479829798</link>
         <description><![CDATA[<p>Maraknya Penggunaan Gawai</p><p><br></p><p>Selamat pagi semuanya</p><p>Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, Shalom, Om swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan. Kepada yang terhormat ibu kepala sekolah, bapak ibu guru dan staf, serta teman teman yang saya banggakan. Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat dan Nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang maraknya penggunaan gawai. Tujuan saya dari berpidato kali ini untuk mengajak para audiens agar mengerti bahwa penggunaan gawai dapat berdampak negatif terhadap kehidupan sehari hari. Menurut teman teman, gawai itu membahayakan kehidupan kita tidak sih? Yap betul, gawai yang bisa bermanfaat, tetapi juga bisa membahayakan kehidupan kita, bahkan sejumlah anak mengalami "gangguan jiwa" akibat kecanduan gawai. Selain menjadi alat komunikasi dan sumber informasi, gawai juga bisa menjadi pintu masuk bagi kita untuk mengakses media sosial dan fitur lainnya secara daring yang belum sesuai untuk usianya. Kecanduan gadget atau disebut juga sebagai gadget addiction merupakan kondisi seseorang mengalami ketergantungan yang berlebihan terhadap penggunaan gadget, seperti smartphone, tablet, laptop, dan perangkat elektronik lainnya. Fenomena anak-anak yang kecanduan gawai setidaknya semakin terlihat dalam lima tahun terakhir. "Anak  kecanduan  gawai  menjadi  tantangan  serius, hanya  saja tidak semua orang tua mengetahui bahwa anaknya terindikasi kecanduan gawai," ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, Minggu (22/7/2018), di Jakarta. Berdasarkan data BPS, jumlah pengguna gadget untuk anak usia dini di Indonesia sebanyak 33,44%, dengan rincian 25,5% pengguna anak berusia 0-4 tahun dan 52,76% anak berusia 5-6 tahun. Hal ini tidak menutup kemungkinan dapat memicu kecanduan gadget pada anak. Menurut survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia, lebih dari 71,3% anak usia sekolah memiliki gadget dan memainkannya dalam porsi yang cukup lama dalam sehari serta sebanyak 79% responden anak boleh memainkan gadget selain untuk belajar. Mari kita bersama mencegah agar tidak kecanduan gawai dengan cara: membatasi pemakaian, cari kegiatan lain yang positif dan tidak melibatkan handphone atau perangkat lainnya, dan jadikan gawai sebagai alat bantu bukan pusat perhatian. Harapan saya para audiens dapat memahami dampak kecanduan gawai dan tidak termasuk ke dalam orang yang kecanduan gawai. Sekian pidato singkat dari saya bila ada kesalahan kata saya mohon maaf, waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:23:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479829798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karenza Putri Naura 14 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479833326</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh</em></p><p><br></p><p>Salam sejahtera bagi kita semua.</p><p>Yang terhormat Ibu Kepala SMP Negeri 14 Yogyakarta Ibu Trihidayati Setianingsih S.Pd, yang saya hormati staf tata usaha serta karyawan SMP Negeri 14 Yogyakarta, dan teman-teman kelas 7, 8, dan 9 yang saya sayangi.</p><p><br></p><p>Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah karena atas karunia-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini dengan keadaan sehat walafiat. Saya berdiri di sini akan menyampaikan pidato singkat dengan topik "Dampak Kecanduan Gawai". Tujuan saya menyampaikan pidato tersebut untuk mengajak kalian semua untuk mengurangi waktu saat menggunakan gawai.</p><p><br></p><p>Kalian tau gak sih, dampak kecanduan gawai? Yuk, kita simak pidato ini bersama-sama.</p><p>Kecanduan gadget atau disebut juga sebagai gadget addiction merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketergantungan yang berlebihan terhadap penggunaan gadget, seperti smartphone, tablet, laptop, dan perangkat elektronik lainnya.  Berdasarkan data BPS , jumlah pengguna gadget untuk anak usia dini di Indonesia sebanyak 33,44%, dengan rincian 25,5% pengguna anak berusia 0-4 tahun dan 52,76% anak berusia 5-6 tahun. Hal ini tidak menutup kemungkinan dapat memicu kecanduan gadget pada anak. Kecanduan gadget pada anak menjadi fenomena yang semakin terpengaruh di era digital ini. Menurut survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia, lebih dari 71,3% anak usia sekolah memiliki gadget dan memainkannya dalam porsi yang cukup lama dalam sehari serta sebanyak 79% responden anak boleh memainkan gadget selain untuk belajar. Jika kita kecanduan menggunakan gawai, dapat menimbulkan dampak negatif. Apa saja sih dampaknya? Kecanduan gawai dapat berdampak ada kesehatan, psikologis, dan juga sosial. Pada dampak fisik, dapat menimbulkan masalah penglihatan, gangguan, obesitas, dll. Pada dampak psikologis, dapat menimbulkan depresi, kecemasan, dll. Sedangkan pada dampak sosial, dapat menimbulkan isolasi sosial, komunikasi buruk, hubungan buruk, dll. Mari kita mengurangi waktu penggunaan gawai, agar tidak ada hal-hal buruk yang terjadi pada kita.</p><p><br></p><p>Sekian pidato dari saya, jika ada kekurangan mohon maaf.</p><p><br></p><p><em>Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh </em></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:26:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479833326</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALIVIA ERTA CANTIKA / 04</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479834321</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, shalom, om swastiatu, salam kebajikan, yang terhormat kepada ibu Trihidayati Setyaningsih, S. Pd., bapak ibu guru dan staf tata usaha serta teman teman yang saya sayangi. </p><p><br/></p><p>Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah karena atas karunia nya kita dapat berkumpul di tempat ini.</p><p>Hari ini, kita akan membahas tentang klitih yang sering terjadi di kalangan remaja. Klitih bukan sekadar tindakan kriminal, tapi juga mencerminkan kurangnya kesadaran pentingnya keamanan keselamatan diri sendiri dan orang lain.</p><p><br/></p><p>Klitih sering dipicu oleh rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan, atau bahkan untuk mencari pengakuan di kalangan teman. Namun, dampaknya bisa sangat bahaya, baik bagi pelaku maupun korban. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap masalah ini.</p><p><br/></p><p>Marilah kita jadikan kesempatan ini untuk saling mengingatkan dan mendukung satu sama lain dalam membuat pilihan yang lebih baik. Dengan kesadaran dan kerja sama, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai.</p><p><br/></p><p>demikian pidato yang saya sampaikan semoga bisa bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan, terimakasih wasallamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:27:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479834321</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pandan Wangi Sugiharto 23</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479837122</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p><p><br></p><p>Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah, Ibu Trihidayati Setyaningsih, S.Pd.</p><p>Yang saya hormati Bapak ibu guru dan karyawan dan teman-teman yang saya banggakan,</p><p><br></p><p>Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya kita semua bisa berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat.</p><p><br></p><p>Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan pidato tentang “Klitih di Yogyakarta dan Dampaknya bagi Kita Semua.”</p><p><br></p><p>Teman-teman yang saya sayangi,</p><p>Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, kota yang damai, dan tempat yang menyenangkan untuk belajar. Tapi akhir-akhir ini, Yogyakarta mulai dikenal dengan hal yang menakutkan, yaitu klitih.</p><p><br></p><p>Apa itu klitih?</p><p>Awalnya, kata klitih berasal dari bahasa Jawa yang artinya hanya jalan-jalan atau cari angin di luar rumah. Tapi sekarang, klitih berubah arti menjadi tindakan kekerasan di jalan yang biasanya dilakukan oleh anak-anak muda, bahkan oleh pelajar SMP dan SMA. Klitih sering terjadi di malam hari. Korbannya bisa siapa saja, bahkan orang yang tidak kenal dengan pelaku. Hal ini membuat orang-orang merasa tidak aman, takut untuk keluar rumah, apalagi di malam hari.</p><p><br></p><p>Menurut data dari Polda DIY, pada tahun 2021, ada 58 kasus klitih di Yogyakarta. Mayoritas pelakunya adalah pelajar. Artinya, anak-anak seusia kita pun bisa terlibat kalau tidak hati-hati dalam bergaul.</p><p><br></p><p>Salah satu contoh nyata adalah kasus di Jalan Kaliurang, Sleman, di mana sekelompok anak-anak muda menyerang seseorang hanya karena tersinggung disalip di jalan. Mereka membawa senjata tajam dan bahkan ada yang sedang terpengaruh alkohol. Padahal, korban tidak punya masalah apapun dengan mereka. Kejadian ini sangat menyedihkan. Karena hanya karena emosi sesaat, masa depan mereka rusak, dan orang lain jadi korban.</p><p><br></p><p>Hadirin yang saya hormati,</p><p>Sebagai pelajar SMP, kita memang masih muda. Tapi bukan berarti kita tidak bisa membuat perubahan. Justru kita harus jadi generasi yang baik, pintar, dan berani berkata “tidak” pada kekerasan.</p><p><br></p><p>Mari kita hindari pergaulan yang negatif, jangan mudah terprovokasi, dan tidak mengikuti hal yang tidak baik hanya karena ingin dianggap keren. Menjadi anak baik dan sopan itu jauh lebih keren! Kalau kita melihat teman yang mulai bertingkah aneh atau suka kekerasan, ajak bicara dengan baik, atau laporkan kepada guru atau orang dewasa yang bisa membantu.</p><p><br></p><p>Klitih bukan budaya. Klitih bukan kebanggaan. Klitih adalah bahaya yang bisa merusak hidup kita dan orang lain. Mari kita jaga nama baik kota kita, Yogyakarta, dan jaga juga nama baik sekolah kita.</p><p><br></p><p>Sekian pidato dari saya. Semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal buruk dan bisa menjadi pelajar yang membanggakan keluarga, sekolah, dan bangsa.</p><p><br></p><p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:29:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479837122</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sheva As Syura/30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479839092</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. </p><p><br></p><p>Salam sejahtera bagi kita semua. Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Yang saya hormati Bapak, Ibu, dan teman-teman sekalian. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas topik dampak kecanduan gawai.</p><p><br></p><p>Apakah kalian tau dampak kesehatan penggunaan gawai,baik bagi kesehatan fisik maupun kesehatan mental dampak fisiknya yaitu bisa juga gangguan mata, gangguan tidur, obesitas, gangguan postur tubuh, dan bahkan cidera pada tangan. Dan dampak pada mental yaitu bisa berupa kecanduan, depresi, cemas, penurunan prestasi akademik, dan gangguan sosialisasi.</p><p>Lalu yang setelahnya saya akan menyampaikan dampak psikologis penggunaan gawai yaitu, Penggunaan gawai yang berlebihan dapat berdampak negatif pada psikologis seseorang, seperti kecemasan, depresi, kesulitan berkonsentrasi, dan masalah dalam hubungan sosial. Ketergantungan pada gawai juga dapat menyebabkan perasaan kesepian dan kesulitan untuk mengatur emosi, serta memicu gangguan mental seperti ADHD.</p><p>Dan yang terakhir adalah dampak sosial penggunaan gawai yaitu, Penggunaan gawai secara berlebihan dapat memiliki dampak sosial negatif seperti isolasi sosial, komunikasi yang buruk, dan perubahan perilaku sosial. Pengguna gawai juga dapat mengalami kesulitan dalam berinteraksi langsung dengan orang lain dan kesulitan untuk membangun keterampilan sosial yang sehat.</p><p><br></p><p>Faktanya secara fisik kecanduan gawai dapat menyebabkan gangguan tidur, penglihatan,dan resiko kegemukan karena kurangnya aktif bergerak. Data menunjukkan bahwa penggunaan gawai di Indonesia sangat tinggi, terutama di berbagai kalangan anak-anak. Pada tahun 2020, jumlah gawai melebihi jumlah penduduk, dengan sekitar 79,5% pengguna berasal dari kategori anak-anak. Penggunaan gawai di berbagai kalangan anak usia dini juga meningkat, dengan 38,92% anak menggunakan gawai di tahun 2023. </p><p><br></p><p>Terimakasih saya ucapkan, mohon maaf bila ada salah kata dan pengucapan.Wasssalamuaalaikum warohmatullah hiwabarokatu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:30:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479839092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ATTAILAH A. RASYID (06-8B)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479840711</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Yang terhormat Kepala Sekolah ibu Tri Hidayati Setya Ningsih, yang saya hormati Bapak dan Ibu Guru serta staff karyawan SMPN 14 Yogyakarta, dan yang saya banggakan teman-teman sekalian, izinkan saya untuk menyampaikan pidato saya tentang dampak penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, kita bisa berkumpul di sini untuk membahas tentang hal ini.</p><p><br></p><p>Kita semua tahu bahwa gawai sudah menjadi bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari. Tapi, tahukah kita bahwa penggunaan gawai yang berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan, mental, dan hubungan sosial kita? Menurut National Sleep Foundation, 75% remaja di dunia mengalami gangguan tidur karena penggunaan gawai sebelum tidur. Selain itu, kecanduan gawai juga bisa bikin kita kurang gerak dan obesitas.</p><p><br></p><p>Penggunaan gawai yang berlebihan juga bisa berdampak negatif pada kesehatan mental kita. Menurut Royal Society for Public Health, 59% remaja di Inggris merasa bahwa media sosial memiliki dampak negatif pada kesehatan mental mereka. Paparan media sosial yang tidak sehat bisa mempengaruhi harga diri dan citra tubuh kita.</p><p><br></p><p>Dampak sosial juga tidak kalah pentingnya. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa bikin kita kurang interaksi dengan orang lain dan lebih suka menyendiri. Menurut Pew Research Center, 60% orang dewasa di Amerika Serikat merasa bahwa penggunaan gawai yang berlebihan dapat merusak hubungan sosial.</p><p><br></p><p>Jadi, mari kita gunakan gawai dengan bijak dan seimbang untuk menjaga kesehatan, mental, dan hubungan sosial yang sehat. Ayo, kurangi waktu di dunia maya dan nikmati kehidupan dunia nyata! Mari kita jadikan gawai sebagai alat untuk membantu kita, bukan sebagai penguasa kehidupan kita.</p><p><br></p><p>Terima kasih atas perhatiannya, dan semoga kita semua bisa menjadi lebih bijak dalam menggunakan gawai. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:32:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479840711</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Trend Velocity</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479848686</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p><p>Salam sejahtera bagi kita semua,</p><p>Yang terhormat Kepala SMPN 14 Yogyakarta Ibu Tri Hidayati Setya Ningsih, yang saya hormati bapak/ibu guru beserta staf karyawan, dan yang saya banggakan teman temanku semuanya. </p><p><br></p><p>Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal afiat.</p><p><br></p><p>Hadirin yang saya hormati,</p><p>Hari ini saya ingin berbicara tentang sebuah konsep yang semakin relevan dalam dunia modern kita yaitu Trend Velocity.</p><p><br></p><p>Apa itu trend velocity? velocity adalah teknik pengeditan video yang memanipulasi kecepatan pemutaran, mempercepat atau memperlambat bagian-bagian tertentu dalam video.</p><p><br></p><p>Teknik ini sangat populer di kalangan, konten kreator Tiktok karena mampu memberikan efek dramatis atau emosional dalam sebuah tayangan. Contohnya, dalam adegan aksi yang diperlambat, penonton bisa merasakan ketegangan yang lebih kuat. Sebaliknya, percepatan bisa digunakan untuk menunjukkan perjalanan waktu atau aktivitas yang padat dalam durasi singkat.</p><p><br></p><p>Sebagai pelajar dan generasi digital, mari kita manfaatkan trend velocity ini bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk mengedukasi, menginspirasi, dan membagikan pesan positif kepada dunia.</p><p><br></p><p>Demikian yang dapat saya sampaikan.</p><p>Semoga apa yang saya paparkan hari ini dapat memberikan pemahaman baru dan mendorong kita semua untuk terus belajar dan berkreasi.</p><p><br></p><p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p>Terima kasih.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:38:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479848686</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dw Putra P.N / 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479849078</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum wr wb<br>Salam sejahtera untuk kita semua.<br>Yang terhormati  Ibu Tri Hidayati Setianingsih selaku  kepala SMPN 14 Yogyakarta yang saya hormati  Bapak/Ibu Guru, beserta staf karyawan,dan yang saya banggakan teman-teman ku semua.llA</p><p>Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME.<br>Pada kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan pidato singkat tentang dampak negatif penggunaan gawai, terutama bagi kita sebagai generasi muda.<br>Gawai atau gadget membawa banyak manfaat. Dengan gawai, kita bisa mengakses informasi, belajar, berkomunikasi, bahkan berkreasi. Namun, jika digunakan secara berlebihan dan tidak bijak, gawai justru bisa membawa dampak negatif yang serius.<br>Pertama, penggunaan gawai yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan fisik, seperti gangguan mata, postur tubuh membungkuk, hingga kurang tidur. Kedua, secara psikologis, kita bisa menjadi kecanduan, mudah cemas, bahkan merasa kesepian meskipun berada di tengah keramaian.<br>Yang lebih memprihatinkan adalah dampaknya terhadap prestasi dan kehidupan sosial. Banyak pelajar yang jadi malas belajar, tidak fokus di kelas, dan lebih memilih bermain game atau media sosial daripada bersosialisasi secara langsung.<br>Teman-teman sekalian,<br>Gawai memang alat bantu, tapi jangan sampai kita diperbudak oleh teknologi. Bijaklah dalam menggunakannya. Atur waktu dengan baik antara belajar, beristirahat, dan menggunakan gawai. Gunakan teknologi untuk hal yang positif, bukan merusak diri sendiri.<br>Sekian pidato dari saya.Mari kita memanfaatkan penggunaan gawai dengan bijak.Semoga kita semua bisa menjadi pengguna gawai yang cerdas dan bertanggung jawab.<br>Demikian pidato dari saya mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan wabilahitoufik walidayah wasallamualaikum Wr.Wb<br><br><br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:39:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479849078</guid>
      </item>
      <item>
         <title>OKAN BAGUS PRATAMA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479857690</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p> Yang saya hormati kepala sekolah SMP 14 ygyakarta ibu TRi HIDAYATI Setia Ningsih serta karyawan karyawan</p><p><br></p><p>Atas puji tuhan yang maha ESA kita bisa berkumpul  di sekolahan dengan sehat walafiyat</p><p> </p><p>Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang perlu kita renungkan bersama, yaitu mengenai fenomena klitih yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat Yogyakarta.  Klitih, tindakan kekerasan yang dilakukan secara berkelompok dan kerap terjadi di malam hari, telah mencoreng citra kota budaya kita yang dikenal dengan keindahan dan ketentramannya.  Kejadian ini bukan hanya sekadar tindakan kriminal biasa, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap keamanan dan ketertiban umum, serta merusak tatanan sosial masyarakat.</p><p> </p><p>Korban klitih, baik yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka, adalah saudara-saudara kita.  Mereka adalah anak-anak muda yang seharusnya menikmati masa depan cerah, bukan menjadi korban kekerasan yang tak beralasan.  Di balik setiap angka statistik, terdapat duka mendalam yang dialami keluarga dan kerabat korban.  Kita semua, sebagai warga Yogyakarta, memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah dan memberantas aksi klitih ini.</p><p> </p><p>Penyebab klitih merupakan masalah kompleks yang membutuhkan analisis mendalam.  Faktor-faktor seperti kurangnya pengawasan orangtua, pergaulan yang tidak sehat, hingga pengaruh media sosial yang negatif, semuanya dapat menjadi pemicu terjadinya aksi kekerasan ini.  Namun, bukan berarti kita lantas menyerah pada keadaan.  Kita harus berani menghadapi akar permasalahan ini dengan solusi yang komprehensif dan terintegrasi.</p><p> </p><p>Peran pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangatlah penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan klitih.  Peningkatan patroli keamanan, penegakan hukum yang tegas, serta program pembinaan dan pendidikan karakter bagi generasi muda, merupakan langkah-langkah yang perlu dilakukan secara bersama-sama.  Selain itu, peran media dalam memberikan informasi yang bertanggung jawab dan tidak sensasional juga sangat krusial.</p><p> </p><p>Marilah kita bersama-sama membangun Yogyakarta yang aman, damai, dan tentram.  Mari kita wujudkan kota budaya ini sebagai tempat yang nyaman bagi seluruh warganya, tanpa rasa takut dan khawatir akan ancaman kekerasan.  Mari kita jadikan kejadian klitih ini sebagai momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas kita dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekitar.</p><p> </p><p>Sekian pidato dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.</p><p> </p><p>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:45:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479857690</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laura poetri khairunissa 15/8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479860487</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu</p><p><br></p><p> salam sejahtera untuk kita semua puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang saya banggakan Bapak Ibu dan teman-teman sekalian Pada kesempatan kali ini saya akan membahas topik tentang fenomena trend velocity</p><p><br></p><p>Pasti disini teman teman sudah tau apa itu velocity siapa sih yang tidak tau? saya perjelas lagi apa itu velocity. Velocity adalah sebuah aturan tiktok yang mendunia di kalangan anak remaja kebanyakannya tetapi lansia juga bisa membuat trend velocity ini. Bentuk dari velocity ini adalah vidio yang di dalam nya sedang berjoget dan di edit dengan slowmo yang putus putus. Dampak velocity ini bisa membuat kecanduan ingin terus membuat velocity di dunia asli pun bisa selalu berjoget velocity.</p><p>Masih banyak lagi konten yang lebih baik dan berdampak positif di kehidupan kita, kita bisa memilih dan menyaring konten yang bagus atau buruk.</p><p>Dilihat dari tiktok hampir semua pengguna tiktok membuat trend velocity ini tidak hanya di post di tiktok saja tapi di instagram snapchat dan media sosial lain nya.</p><p><br></p><p>begitulah penjelasan saya terhadap fenomena trend velocity, bapak, ibu, dan teman teman apakah ingin bertanya bagaimana jara memilah konten yang baik untuk kita membuat konten, teman teman bisa memberitahukan hal ini kepada lain nya agar tetap membuat konten yang positif.</p><p>demikian yang saya sampai kan mohon maaf bila ada salah kata yang tidak mengenakan di hati saya mohon maaf assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:47:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479860487</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AKCSA BABY ANUGRAH/02/8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479863967</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p><br></p><p>Yang terhormat kepala SMPN 14 YOGYAKARTA,</p><p>Yang saya hormati bapak ibu guru dan karyawan SMPN 14 YOGYAKARTA, </p><p>dan teman teman saya saya banggakan.</p><p><br></p><p>Puji syukur kehadirat Tuhan YME atas limpahan rezekinya dan kesehatan nya dari Tuhan YME.</p><p> </p><p>Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang perlu kita renungkan bersama, yaitu mengenai fenomena klitih yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat Yogyakarta.  Klitih, tindakan kekerasan yang dilakukan secara berkelompok dan kerap terjadi di malam hari, telah mencoreng citra kota budaya kita yang dikenal dengan keindahan dan ketentramannya.  Kejadian ini bukan hanya sekadar tindakan kriminal biasa, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap keamanan dan ketertiban umum, serta merusak tatanan sosial masyarakat.</p><p> </p><p>Korban klitih, baik yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka, adalah saudara-saudara kita.  Mereka adalah anak-anak muda yang seharusnya menikmati masa depan cerah, bukan menjadi korban kekerasan yang tak beralasan.  Di balik setiap angka statistik, terdapat duka mendalam yang dialami keluarga dan kerabat korban.  Kita semua, sebagai warga Yogyakarta, memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah dan memberantas aksi klitih ini.</p><p> </p><p>Penyebab klitih merupakan masalah kompleks yang membutuhkan analisis mendalam.  Faktor-faktor seperti kurangnya pengawasan orangtua, pergaulan yang tidak sehat, hingga pengaruh media sosial yang negatif, semuanya dapat menjadi pemicu terjadinya aksi kekerasan ini.  Namun, bukan berarti kita lantas menyerah pada keadaan.  Kita harus berani menghadapi akar permasalahan ini dengan solusi yang komprehensif dan terintegrasi.</p><p> </p><p>Peran pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangatlah penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan klitih.  Peningkatan patroli keamanan, penegakan hukum yang tegas, serta program pembinaan dan pendidikan karakter bagi generasi muda, merupakan langkah-langkah yang perlu dilakukan secara bersama-sama.  Selain itu, peran media dalam memberikan informasi yang bertanggung jawab dan tidak sensasional juga sangat krusial.</p><p><br></p><p>Menurut keterangan sosiolog kriminal Universitas Gadjah Mada Drs. Soeprapto yang dilansir Katadata, istilah klitih sebenarnya berasal dari bahasa Jawa klitah-klitih yang artinya “kegiatan mengisi waktu luang”, seperti kegiatan menjahit, membaca, dan sebagainya.</p><p><br></p><p>Namun, belakangan klitih mendapat konotasi negatif karena istilah ini kerap digunakan sekelompok remaja di DIY saat melakukan aksi kekerasan di jalanan.</p><p><br></p><p>Menurut keterangan Polda DIY yang dilansir Harian Jogja, jumlah kasus dan pelaku klitih di DIY mengalami peningkatan selama periode 2020-2021.</p><p><br></p><p>Pada 2020, Polda DIY mencatat ada 52 kasus klitih dengan 91 pelaku diproses hukum. Kemudian sepanjang 2021 jumlahnya meningkat menjadi 58 kasus dengan 102 pelaku diproses hukum.</p><p><br></p><p>Polda DIY menyebut sebagian besar atau 80 orang pelaku klitih pada 2021 berstatus pelajar. Sementara sisanya berstatus pengangguran.</p><p><br></p><p>Setelah kasus klitih yang terjadi pada Minggu (3/4), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono IX meminta kepolisian agar menangkap dan memproses hukum para pelaku klitih tanpa pandang umur, meskipun pelakunya masih tergolong remaja atau anak-anak.</p><p> </p><p>Marilah kita bersama-sama membangun Yogyakarta yang aman, damai, dan tentram.  Mari kita wujudkan kota budaya ini sebagai tempat yang nyaman bagi seluruh warganya, tanpa rasa takut dan khawatir akan ancaman kekerasan.  Mari kita jadikan Yogyakarta Anti klitih.</p><p> </p><p>Sekian pidato dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.</p><p> </p><p>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:49:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479863967</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuanita Khoirunisa putri /34/ 8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479869257</link>
         <description><![CDATA[<p>Fenomena trend Velocity</p><p> </p><p>Assalamualaikum wr.w</p><p><br></p><p>Yang terhormat Bapak Kepala SMP Negeri 14 Yogyakarta, yang saya hormati Bapak Ibu guru dan karyawan SMP Negeri 14 Yogyakarta, dan teman-teman semua yang saya cintai. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul pada siang hari ini dengan keadaan sehat. </p><p><br></p><p><br></p><p>Hari ini, kita menyaksikan fenomena menarik di kalangan anak muda, yaitu trend Velocity. Bagi yang belum tahu, Velocity adalah gerakan yang mendorong anak muda untuk mengejar kecepatan dan efisiensi dalam segala aspek kehidupan. Namun, saya ingin mempertanyakan, apakah kecepatan dan efisiensi ini benar-benar membawa kita ke arah yang lebih baik?</p><p><br></p><p>Pertama-tama, mari kita lihat bagaimana Velocity mempengaruhi cara kita hidup. Dengan adanya media sosial dan teknologi yang canggih, kita dapat melakukan banyak hal dengan cepat dan efisien. Namun, apakah kita benar-benar memiliki waktu untuk menikmati prosesnya? Apakah kita tidak terlalu fokus pada hasil akhir sehingga kita lupa untuk menikmati perjalanan?</p><p><br></p><p>Kedua, Velocity juga dapat mempengaruhi kesehatan mental kita. Dengan tekanan untuk selalu produktif dan efisien, kita dapat merasa stres dan kelelahan. Apakah kita tidak lupa bahwa istirahat dan relaksasi juga penting untuk kesehatan mental kita?</p><p><br></p><p>Ketiga, Velocity dapat membuat kita kehilangan nilai-nilai yang sebenarnya penting dalam hidup. Kita terlalu fokus pada kecepatan dan efisiensi sehingga kita lupa untuk menikmati hubungan dengan orang lain, menghargai keindahan alam, dan mengembangkan kreativitas kita.</p><p><br></p><p>Jadi, saya ajak Anda semua untuk mempertanyakan fenomena trend Velocity ini. Mari kita evaluasi kembali apa yang sebenarnya penting dalam hidup kita.Salah satu tren yang sedang naik daun adalah 'Velocity', diambil dari CNN Indonesia, Mari kita prioritaskan kualitas daripada kuantitas, dan mari kita nikmati prosesnya, bukan hanya hasilnya.</p><p><br></p><p>Jangan salah, saya tidak menolak kemajuan teknologi atau efisiensi. Namun, saya ingin kita semua untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan mengelola waktu kita. Mari kita temukan keseimbangan antara kecepatan dan kehati-hatian, antara efisiensi dan kreativitas.</p><p><br></p><p>Saya rasa cukup sekian pidato yang dapat saya sampaikan, semoga kita semua dapat menjadi pembelajaran baru tentang trend Velocity. Terimakasih atas perhatian yang hadirin berikan, apabila ada salah kata ataupun hal-hal kurang berkenan saya mohon maaf.</p><p><br></p><p>Wassalamualaikum wr.wb</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:53:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479869257</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Harini Sri Rahayu/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479875394</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum W. Wb. Yang terhormat Kepala SMPN 14 Yogyakarta, Salam sejahtera bagi kita semua. </p><p><br/></p><p>Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa memberikan rahmatnya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul dengan keadaan sehat pada hari ini. </p><p><br/></p><p>Pada kesempatan kali ini saya akan membahas topik pidato tentang Dampak Kecanduan Gawai. Teman-teman tahu atau tidak, bahwa Kecanduan HP/gawai akan berdampak buruk pada kesehatan, psikologi, dan sosial kita. Karena banyak sekali anak-anak atau orang dewasa yang mengalami gangguan tidur, gangguan penglihatan, depresi, cemas, dan gangguan interaksi sosial. Cara pencegahan agar tidak kecanduan gawai membatasi penggunaan gawai, memperbanyak aktivitas di luar rumah, dan hindari bermain gawai saat bersama orang lain.</p><p><br/></p><p>Demikian pidato saya ini, maaf jika ada kesalahan dan kekurangan yang saya sampaikan terima kasih atas perhatiannya wassalamu'alaikum W. Wb.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 04:57:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479875394</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Fathi Fadhlullah/18/8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479879379</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>KRISIS SAMPAH DI YOGYAKARTA</p><p><br></p><p>Assalamu'alaikum Wr.Wb. Yang terhormat ibu Tri Hidayati Stya Ningsih, selaku kepala SMP Negeri 14 Yogyakarta, yang saya hormati pula BPk/Ibu guru dan kariawan dan teman-teman yang saya banggakan. Marilah kita panjatkan Puji dan Syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia nya, kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang Krisis Sampah di Yogyakarta. </p><p><br></p><p>Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sedikit informasi tentang mengenai sampah. Sampah di bedakan menjadi dua&nbsp; yaitu sampah organik dan sampah anorganik tanpa kita ketahui kapasitas sampah di kota ini meningkat di mana mana terutama sampah anorganik karena sampah anorganik adalah salah satu sampah yang susah di urai di bandingkan sampah organik. Banyak sekali kita menjumpai sampah sampah di tepi jalan, lingkungan masyakat, sungai, bahkan di sekolah. Jadi kita sebagai pelajar kita harus memanfaatkan sampah dengan bijak dengan cara memanfaatkan sampah sebagai kerajinan. TPA Piyungan yang selam ini menjadi tempat pembuangan akhir&nbsp; utama bagi kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul di tutup permanen pada 1 Mei 2024 karen telah melebihi kapasitas. Akibat penutupan TPA Piyungan, terjadi penumpukan sampah di berbagai titik di kota Yogyakarta. Pada Juni 2024 tercatat lebih dari 5.000 ton sampah menumpuk di kota ini. Maka kita sebagai pelajar yang bertanggung jawab mari kita membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan di kota ini bersih dan nyaman.</p><p><br></p><p>Terimakasih telah mendengarkan pidato saya&nbsp; semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada salah kata mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamualaikum Wr. Wb</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 05:00:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479879379</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadhyla Kirana Djati Maulana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479880697</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Kamba, fenomena yang terjadi ini tidak hanya bisa diserahkan kepada aparat kepolisian, namun juga semua pihak, termasuk orangtua dan sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.Asalamualaikum wr.wb </p><p>Salam sejahtera bagi kita semua, yang saya hormati Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru serta staf tata usaha dan teman-teman yang saya banggakan. Hari ini, saya ingin menyampaikan pidato yang  singkat tentang Imbas klitih di Yogyakarta. Tujuan pidato ini adalah agar masyarakat yogyakarta termotivasi untuk mendukung stop klitih di Yogyakarta dan edukasi. Kondisi klitih ini sangat mengkhawatirkan warga. Menurut Kamba, fenomena yang terjadi ini tidak hanya bisa diserahkan kepada aparat kepolisian, namun juga semua pihak, termasuk orangtua dan sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.Hal ini ditegaskan Kamba, perlu dilakukan agar aksi klitih dapat diminimalisir. Menurut catatan JPW yang diolah dari berbagai sumber, pada tahun 2024 ini, terdapat setidaknya ada dua puluh kasus kejahatan jalanan atau klitih terjadi."Artinya, hampir setiap bulan selama tahun 2024 ini aksi klitih terjadi, jika dibandingkan pada tahun 2023 setidaknya ada 12 kasus klitih, sementara di tahun 2024 ini ada peningkatan yang cukup signifikan yakni setidaknya ada 20 kasus klitih. Meskipun ada beberapa kasus yang diduga klitih dibantah oleh pihak kepolisian yang menyebutkan bukan kasus klitih," kata Kamba, Kamis (26/12/2024).</p><p>Dampak negatif klitih ini juga dapat menimbulkan trauma, luka parah, hingga kematian pada para korban. Selain itu, klitih dapat merusak moral generasi penerus dan mengganggu ketertiban.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 05:00:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479880697</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Sifa Feriska/21</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479881177</link>
         <description><![CDATA[<p>Topik: Krisis Sampah di Yogyakarta</p><p><br></p><p>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p><br></p><p>Salam sejahtera bagi kita semua</p><p>Yang terhormat kepala SMPN 14 Yogyakarta, yang kami hormati Bapak/Ibu guru dan karyawan SMPN 14 Yogyakarta, serta teman-teman yang saya banggakan. </p><p><br></p><p>Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. </p><p><br></p><p>Hari ini, saya ingin mengajak untuk merenungkan masalah yang sangat dekat dengan kehidupan kita: krisis sampah di Yogyakarta. </p><p><br></p><p>Apakah teman-teman tahu saat ini Yogyakarta menghasilkan berapa ton sampah setiap harinya? Saat ini Yogyakarta menghasilkan lebih dari 1.200 ton sampah setiap hari, bahkan TPA Piyungan yang menjadi tempat utama pembuangan sampah kita, sudah melebihi kapasitas. Kita juga sering melihat sendiri, banyak orang membuang sampah sembarangan di jalan, selokan, bahkan di lingkungan sekolah. </p><p><br></p><p>Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pelajar untuk mengurangi sampah? </p><p><br></p><p>Pertama, kita bisa mengurangi sampah dengan membawa botol minum dan bekal sendiri. </p><p>Kedua, memilah sampah, sampah organik bisa dijadikan kompos sedangkan anorganik bisa didaur ulang. </p><p>Ketiga, biasakan membuang sampah pada tempatnya. </p><p><br></p><p>Kita memang hanya pelajar, tapi jika setiap pelajar di Yogyakarta melakukan hal kecil ini setiap hari, dampaknya akan sangat besar. Lingkungan sekolah bersih, kota jadi lebih sehat, dan masa depan kita pun lebih cerah.</p><p><br></p><p>Mari kita mulai dari diri sendiri. Mulai hari ini, mari kita jadi pelajar yang peduli lingkungan!</p><p><br></p><p>Terimakasih atas perhatian teman-teman semua, mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyampaian saya. </p><p><br></p><p>Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 05:01:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479881177</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafi Akbar Pratama/25</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479881281</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.</p><p><br></p><p>Salam sejahtera untuk kita semua.Yang terhormat ibu kepala sekolah,Ibu Trihidayati Setyaningsih S.Pd. Dan yang saya hormati bapak ibu guru dan staff karyawan SMPN 14 Yogyakarta dan teman teman yang saya banggakan.</p><p><br></p><p>Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk berbicara tentang suatu topik di era digital saat ini, yaitu dampak negatif penggunaan gawai. Seiring dengan perkembangan teknologi, gawai seperti smartphone, tablet, dan komputer menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Namun, meskipun kemudahan yang ditawarkan oleh gawai tidak dapat dipungkiri, ada banyak dampak negatif yang perlu kita cermati.</p><p><br></p><p> Salah satu dampak paling mencolok adalah gangguan terhadap kesehatan fisik. Banyak dari kita menghabiskan berjam-jam menatap layar gawai tanpa henti. Hal ini dapat menyebabkan masalah penglihatan dan ketegangan otot. Selain itu, postur tubuh yang buruk akibat duduk terlalu lama sambil menggunakan gawai juga dapat menyebabkan masalah pada tulang belakang.</p><p><br></p><p> Penggunaan gawai yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental. Banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan perasaan kesepian. Saat kita terus-menerus membandingkan diri kita dengan orang lain di dunia maya, kita bisa merasa tidak cukup baik atau rendah diri. Hal ini sangat berbahaya terutama bagi generasi muda yang masih dalam proses mencari jati diri.</p><p><br></p><p> Penggunaan gawai dapat mengganggu interaksi sosial langsung. . Ini dapat merusak hubungan iersonal dan membuat kita kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dalam situasi nyata.</p><p><br></p><p> Ada pula risiko keamanan data pribadi. Dalam era digital ini, data pribadi kita sering kali rentan terhadap pencurian dan penyalahgunaan. Banyak aplikasi meminta izin untuk mengakses informasi pribadi kita, dan jika tidak hati-hati, kita bisa menjadi korbannya.</p><p><br></p><p>Mari kita ingat bahwa gawai adalah alat yang dirancang untuk mempermudah hidup kita, tetapi kita harus bijak dalam penggunaannya. Mari kita batasi waktu penggunaan gawai dan prioritaskan.</p><p>Demikian pidato yang dapat saya sampaikan.</p><p><br></p><p>Demikianlah pidato yang telah saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian teman-teman sekalian. Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 05:01:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479881281</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Miracle Mahabbat Kami/Tujuh Belas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479882388</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalammualikum wr. wb. </p><p><br/></p><p>Salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat kepada Kepala Sekolah, Bapak Ibu guru dan Staf SMPN 14 YK. Serta teman-teman yang saya banggakan</p><p><br/></p><p>Puji syukur kehadiran Tuhan yang maha esa atas limpahan rahmat dan nikmatnya sehingga kita dapat bertemu di tempat ini dalam keadaan sehat walalfiat.</p><p><br/></p><p>Pada kesempatan hari ini, saya akan memberi pidato tentang Krisis sampah Di Yogyakarta. Saat ini, kota Yogyakarta yang sedang menghadapi krisis sampah yang serius.  Setiap harinya, kota kita menghasilkan lebih dari 1.346 ton sampah.  Apalagi saat libur Lebaran, jumlahnya bisa bertambah hingga  1000 lebih perhari karena lonjakan wisatawan.  TPA Piyungan yang jadi tempat pembuangan utama sudah beberapa kali ditutup karena tidak mampu menampung sampah lagi. Akibatnya, banyak sampah menumpuk di jalanan, sungai, bahkan di depan rumah warga. Ini tentu sangat mengganggu kebersihan dan bisa menimbulkan penyakit. </p><p><br/></p><p>Apa yang bisa kita lakukan?</p><p>kita bisa membuang sampah pada tempatnya, sehingga tidak berhamburan kemana-mana.</p><p>Kurangi penggunaan sampah plastik yang satu kali pakai. Contohnya bisa menggunakan tas belanja sendiri yang berbahan kain dan bisa di pakai berulang-ulang kali, tempat makan serta tempat minum sendiri.</p><p>Yang terakhir, dapat memilah sampah dengan organik dan anorganik agar mudah di olah atau di daur ulang.</p><p>Itulah cara yang bisa kita lakukan bersama-sama.Mari kita jaga keistimewaannya, tapi juga lewat kesadaran menjaga lingkungan. Jangan tunggu pemerintah bertindak, jangan tunggu orang lain , mandiri lah dalam mengolah sampah masing-masing.</p><p><br/></p><p>Sekian Pidato dari saya. Mohon maaf jika ada salah kata yang saya berikan. Terimakasih.</p><p><br/></p><p>Wassalammualikum Warahmahtullahi Wabarokatu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 05:01:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479882388</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RISKI HIDAYAT/26/8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479886276</link>
         <description><![CDATA[<p>*Judul:* Dampak Begadang</p><p><br></p><p>asamualaikum. wr,wb yang terhormat ibu kepala sekolah bu Trihidayati Setyaningsih yang saya hormati bapak ibu guru dan staf karyawan SMPN14 Yogyakarta dan temen teman yang saya banggakan </p><p><br></p><p>Begadang, sebuah kegiatan yang mungkin sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Namun, tahukah kita bahwa begadang dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan dan kualitas hidup kita? Banyak dari kita yang mungkin berpikir bahwa begadang tidak memiliki dampak besar, tetapi kenyataannya begadang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan sosial.</p><p><br></p><p>*Dampak begadang* dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental kita. Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan peningkatan stres. Bahkan, begadang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Tidak hanya itu, begadang juga dapat memengaruhi penampilan kita, seperti kulit yang kusam, mata yang lelah, </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Mari kita sadari bahwa begadang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada mental dan sosial kita. Kurang tidur dapat menyebabkan iritasi, kecemasan, dan depresi. Bahkan, begadang dapat memengaruhi hubungan kita dengan orang lain dan menurunkan produktivitas kita. Kita mungkin menjadi lebih mudah marah, lebih sulit berkonsentrasi, dan lebih sulit membuat keputusan.</p><p><br></p><p>Tapi, ada solusi!* Kita dapat melakukan beberapa hal untuk mengurangi dampak begadang. Kita dapat mengatur jadwal tidur, membuat rutinitas sebelum tidur, menghindari kafein dan elektronik sebelum tidur, dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita dapat meningkatkan kualitas tidur kita dan mengurangi dampak begadang.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Dampak begadang adalah bahaya yang mengintai di malam hari. Mari kita sadari dan berusaha untuk mengurangi dampak begadang dengan mengatur jadwal tidur dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas hidup kita dan menjadi lebih sehat dan produktif. Jangan biarkan begadang menguasai hidup kita, mari kita mulai mengubah kebiasaan kita untuk hidup yang lebih sehat.</p><p><br></p><p>sekian dan terimakasih mohon maaf nek ada salah kata saya akhiri wasalamualaikum wr,wb</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 05:04:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479886276</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizky Ananda Saputra/27/8B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479889843</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p><br></p><p>Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru dan karyawan, serta teman-teman  SMP N 14 Yogyakarta yang saya banggakan,</p><p><br></p><p>Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita semua bisa berkumpul di sini hari ini dalam keadaan sehat.</p><p><br></p><p>Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan pidato tentang "Krisis Sampah di Yogyakarta". Sebagai salah satu kota yang indah dan bersejarah, Yogyakarta memiliki tantangan besar dalam mengelola sampah. Jumlah sampah yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, sementara kapasitas pengelolaan sampah yang ada seringkali tidak sebanding dengan jumlah sampah yang dihasilkan.</p><p><br></p><p>Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, pada tahun 2022, jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Yogyakarta mencapai 1.234 ton per hari. Namun, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada hanya mampu menampung sekitar 800 ton per hari. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah di beberapa titik di kota Yogyakarta, yang tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat.</p><p><br></p><p>Krisis sampah di Yogyakarta juga berdampak pada lingkungan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada, pencemaran air di Sungai Code dan Sungai Winongo disebabkan oleh limbah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Pencemaran air ini dapat berdampak pada kesehatan masyarakat yang menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari.</p><p><br></p><p>Oleh karena itu, kita semua perlu peduli dan berperan aktif dalam mengatasi masalah krisis sampah di Yogyakarta. Saya berani mengatakan bahwa jika kita semua tidak peduli, maka kota kita akan menjadi tempat yang tidak layak untuk dihuni. Bayangkan jika kita semua hidup di lingkungan yang penuh dengan sampah, tidakkah itu akan berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup kita?</p><p><br></p><p>Maka dari itu, saya mengajak teman-teman semua untuk menjadi bagian dari solusi. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah organik dan non-organik, dan mengikuti program-program pengelolaan sampah yang ada di komunitas atau sekolah. Dengan kerja sama dan kesadaran kita semua, saya yakin kita dapat mengatasi krisis sampah di Yogyakarta dan menjadikan kota kita lebih bersih, sehat, dan indah.</p><p><br></p><p>Jangan biarkan kota kita menjadi tempat yang penuh dengan sampah! Mari kita bertindak sekarang juga! Kita dapat membuat perbedaan dengan melakukan hal-hal kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, dan membuang sampah pada tempatnya.</p><p><br></p><p>Terima kasih atas perhatiannya, dan semoga kita semua dapat berperan aktif dalam mengatasi masalah krisis sampah di Yogyakarta.</p><p><br></p><p>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 05:06:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479889843</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Silvalay Disca Auragita(31) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479899001</link>
         <description><![CDATA[<p>Asalamualaikum warohmatulohi wabarokatu. </p><p><br></p><p>Yang terhormat kepala sekolah Ibu Trihidayati Setianingsih, S. Pd. </p><p>Yang saya hormati bapak/ibu guru berserta setaf tata usaha, dan yang saya cintai teman teman sekalian. </p><p><br></p><p>Pada hari ini, kita bisa berkumpul di lapangan basket SMP Negeri 14 Yogyakarta ini untuk membahas tentang isu yang sangat penting dan relavan dengan kehidupan sehari-hati kita, yaitu tentang sampah.Sampah adalah masalh yang dihadapi oleh  warga di sekita Yogyakarta dan yang lain . </p><p><br></p><p>Di sekitar kita , kita sering melihat sampah yang berserakan di pinggir jalan, di sungai, dan di selokan. Ini tidak hanya membuat lingkungan di sekitar yogyakarta menjadi kotor ,bau yang tidak sedap dan bisa juga membahayakan kesehatan kita. </p><p><br></p><p>Sampah dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti polusi udara dan air, penyebaran penyakit, dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, kita harus mengambil tindakan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.</p><p><br></p><p>Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah, seperti:</p><ul><li><p> Mengurangi penggunaan plastik dan produk sekali pakai</p></li><li><p>Menggunakan tas belanja yang dapat digunakan kembali</p></li><li><p> Mengompos sampah organik</p></li><li><p> Mendaur ulang sampah yang dapat didaur ulang</p></li></ul><p>Kita juga dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dengan:</p><ul><li><p>Mengikuti program pengelolaan sampah di sekolah</p></li><li><p> Mengikuti kampanye kesadaran lingkungan</p></li><li><p> Mengajak teman-teman dan keluarga untuk mengurangi sampah</p></li></ul><p>Saya berharap kita semua dapat bekerja sama untuk mengurangi sampah dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutaan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-05 05:12:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3479899001</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aya Delaokta Jihan.N.H./07</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3483388167</link>
         <description><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb,  </p><p><br/></p><p>   Marilah kita sampaikan rasa puji dan syukur kehadirat Allah Swt. Tuhan Semesta Alam yang senantiasa memberikan hidayah dan nikmat-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul dalam ruangan ini dalam keadaan sehat walafiat. Hadirin yang saya hormati,Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk menyampaikan pidato yang saya buat.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>   Penggunaan  gawai  pada  anak  dan  remaja  yang  lebih  dari  3  jam  dalam  sehari  dapat menyebabkan mereka rentan pada kecanduan gawai. Kecanduan gim pada gawai saat ini mendapat   perhatian   dunia.   Organisasi   Kesehatan   Dunia   (WHO)   belum   lama   ini mengeluarkan International Classification of Disease (ICD) edisi ke-11 yang menyebutkan kecanduan main gim sebagai gangguan kesehatan jiwa, yang masuk sebagai gangguan permainan atau gaming disorder.</p><p><br/></p><p>  Satu hal, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menyebut bahwa 39,71 persen anak usia dini di Indonesia telah menggunakan telepon seluler, sementara 35,57 persen lainnya sudah mengakses internet. Apabila dirinci per kelompok usianya, maka terdapat 5,88 persen anak di bawah usia  yang sudah menggunakan telepon genggam/gawai dan 4,33 persen anak di bawah usia tahun yang mengakses internet pada 2024 kemudian pada tahun 2025 angka persenan terus meningkat.</p><p>   </p><p>   Efek pada organ yang sering kita alami yaitu seperti mata lelah, kualitas penglihatan memudar, dan ketegangan pada mata. Selain itu, mata bisa terasa gatal dan panas.</p><p>Sakit leher karena terlalu lama menatap layar gadget.</p><p>Terjadi kecelakaan karena menurunnya daya konsentrasi akibat membagi perhatian dengan gadget.</p><p>Selain itu juga terdapat efek pada psikologis kita. Masalah utama dalam hal ini dikaitkan dengan menurunnya kualitas tidur. Salah satunya adalah mengalami insomnia akibat menggunakan ponsel sebelum tidur.</p><p><br/></p><p>  Berikut ini sejumlah kiat agar kita semua  dapat memaksimalkan kegunaan internet sekaligus meminimalkan potensi dampak negatifnya dengan beberapa cara diantaranya yaitu </p><p>Membatasi waktu berinternet,</p><p>Mengetahui cara internet yang aman,</p><p>Menjaga data pribadi anak di internet,</p><p> berperilaku baik dan sopan saat berselancar di media,Memanfaatkan fitur perlindungan teknologi,</p><p>Memastikan perangkat yang digunakan  telah menggunakan piranti lunak dan program antivirus terbaru, dengan pengaturan privasi diaktifkan.</p><p><br/></p><p>   Oleh karena itu, marilah kurangi penggunaan gawai yang berlebihan. Saya harap dengan sedikit  pidato yang saya sampaikan kali ini dapat membantu para hadirin yang ada agar dapat  menggunakan gawai dengan bijak.Demikian pidato saya, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih atas perhatiannya, </p><p>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-09 10:45:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dyahayuputriutami98/6i59z6bbka5vu93z/wish/3483388167</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
