<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>LKPD Teks Argumentasi by </title>
      <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98</link>
      <description>Kelas XI TKJ</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-21 20:56:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-22 02:58:58 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/png/1f4bb.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>pdd9z7qdkd</author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3550795854</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4238751321/cc17448249a7cb8fd3e7d713f6e0c9b5/Lembar_Kerja_Peserta_Didik.docx" />
         <pubDate>2025-08-21 21:00:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3550795854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RENGGINANG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551099760</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA ANGGOTA KELOMPOK</p><p>1.DICKY ADITYA</p><p>2.EVAN RAMADANI</p><p>3.ANDIKA PRATAMA</p><p><br/></p><p>Kalimat Fakta:</p><p>1.Produksi makanan membutuhkan sumber</p><p>daya yang sangat besar, termasuk air, energi,</p><p>dan lahan pertanian.</p><p><br/></p><p>2.Dengan mengurangi emisi gas rumah kacadan penghematan sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia</p><p><br/></p><p>3.Dengan memanfaatkan limbah makanan, kita dapat mengurangi pemborosan sumber daya ini dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada.</p><p><br/></p><p>4.Menurut laporan dari food and agrecultureOrganization (FAO), limbah makanan</p><p>bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total</p><p>emisi gas rumah kaca global.</p><p><br/></p><p>5.ketika makanan dibuang dan membusuk diTPA, ia menghasilkan metana, gas rumah</p><p>kaca yang berbahaya daripada</p><p>karbondioksida.</p><p><br/></p><p>6.Limbah makanan yang tidak dikelola dengan</p><p>baik menyebabkan berbagaimasalah</p><p>lingkungan</p><p>baik.gan, seperti peningkatan emisi gas</p><p>rumah kaca dan penumpukan sampah di</p><p>tempat pembuangan akhir(TPA)</p><p><br/></p><p>7.Dengan memanfaatkan limbah makanan,misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan.</p><p><br/></p><p>Kalimat Opini:</p><p><br/></p><p>1.Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat</p><p>perlu bekerja sama untukmengembangkan</p><p>dan menerapkan teknologi serta praktik yang</p><p>efektif dalam pemanfaatan limbah makanan,</p><p>guna mencapai keberlanjutan yang lebih</p><p><br/></p><p>2.Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://3.data">3.data</a> dari FAO menujukkan bahwa sekitar 1.3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global.</p><p><br/></p><p>4.Pemanfaat limbah makanan merupakansolusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan.</p><p><br/></p><p>5.Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan sebagai antisipasi dampak negatif.</p><p><br/></p><p>6.Dengan memanfaatkan limbah makanan,</p><p>misalnya melalui komposting atau produksi biogas,emisi metana dapat dikurangi secara signifikan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 02:25:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551099760</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama kelompok:Korean Pactabel Pancake </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551124100</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama anggota </p><p>Rohman </p><p>Dede </p><p>Ridwan </p><p><br></p><p><br></p><p>-Kalimat fakta</p><p><br></p><p>1.  produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar termasuk air, energi, dan lahan pertanian.</p><p>2. Menurut laporan dari food and agriculture organization dalam (FAO),  limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global </p><p>3. Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang lebih berbahaya daripada karbondioksida </p><p>4. Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1.3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global</p><p><br></p><p><br></p><p>-Kalimat opini</p><p><br></p><p>1. Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pemanfaatan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik </p><p>2. Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghemat sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengolahan lingkungan di Indonesia</p><p>3. Dengan memanfaatkan limbah makanan, Kita dapat mengurangi pemborosan sumber daya ini dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada </p><p>4. Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA)</p><p>5. Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting </p><p>6. Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan </p><p>7. Pemanfaatan limbah makanan merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan </p><p>8. Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan sebagai antisipasi dampak negatif</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 02:41:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551124100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama kelompok: Apem</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551126290</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama anggota kelompok:</p><p>1.Bintang</p><p>2.Gilang</p><p>3.Andika</p><p> </p><p>Kalimat Fakta:</p><p>1. Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian. 🔵</p><p>2. Menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global. 🔵</p><p>3. Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang lebih berbahaya daripada karbon dioksida. 🔵</p><p>4. Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan seperempat dari total produksi makanan dunia. 🔵</p><p>5. Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di TPA. 🔵</p><p><br></p><p>Kalimat Opini:</p><p>6. Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin memprihatinkan, pemanfaatan limbah makanan menjadi sangat penting. 🟡</p><p>7. Pemanfaatan limbah makanan merupakan solusi yang sangat potensial untuk m:engatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan. 🟡</p><p>8. Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan. 🟡</p><p>9. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pemanfaatan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik. 🟡</p><p>10. Dengan memanfaatkan limbah makanan, kita dapat mengurangi pemborosan sumber daya ini dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada. 🟡</p><p>11. Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan sebagai antisipasi terhadap dampak negatif. 🟡</p><p>12. Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia. 🟡</p><p>13. Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan. 🟡 </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 02:43:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551126290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Kelompok: Klepon</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551128610</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama Anggota:</strong></p><ol><li><p><strong>Dwiyanti</strong></p></li><li><p><strong>Detran Rasya Nanda</strong></p></li><li><p><strong>Noval Rizal Rahman</strong></p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Fakta</strong></p><ol><li><p>Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian.</p></li><li><p>Menurut laporan dari <em>Food and Agriculture Organization</em> (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global.</p></li><li><p>Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang berbahaya daripada karbondioksida.</p></li><li><p>Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1.3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global.</p></li><li><p>Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan berbagai dampak lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).</p></li><li><p>Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Opini</strong></p><ol><li><p>Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia.</p></li><li><p>Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pemanfaatan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik.</p></li><li><p>Dengan memanfaatkan limbah makanan, kita dapat mengurangi pemborosan sumber daya ini dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada.</p></li><li><p>Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p></li><li><p>Pemanfaatan limbah makanan merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan.</p></li><li><p>Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan sebagai antisipasi dampak negatif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 02:44:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551128610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>putu ayu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551132576</link>
         <description><![CDATA[<p>nama anggota kelompok:</p><p>olivia Apriliani </p><p>sindy Ayudia </p><p>Lisda Yulianingsih </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>KALIMAT FAKTA:</p><p>1.Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia</p><p>2.Pemanfaatan limbah makanan merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan</p><p>3.Menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global</p><p>4.Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian</p><p>5.Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang berbahaya daripada karbondioksida</p><p>6.Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1.3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>KALIMAT OPINI:</p><p>1.Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pemanfaatan limbah makanan,</p><p>guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik</p><p>2.Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan sebagai antisipasi dampak negatif.</p><p>3.Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagaimasalah lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir TPA</p><p>4.Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting</p><p>5.Dengan memanfaatkan limbah makanan,misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara</p><p>signifikan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 02:47:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551132576</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ayam geprek</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551139099</link>
         <description><![CDATA[<p>nama anggota </p><p>1 Selvi</p><p>2 Ajeng</p><p>3 Novita</p><p> </p><p>Kalimat Fakta:</p><p>1. limbah makanan dapat menarik hama dan menyebabkan penyebaran penyakit.</p><p>2. pembuangan limbah makanan yang tidak tepat menyebabkan pencemaran lingkungan.</p><p>3.limbah makanan dapat diolah menjadi kompos untuk tanaman.</p><p>4.membuang limbah makanan yang berlebihan dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca.</p><p>5.pengelolaan limbah makanan yang baik dapat mengurangi jumlah sampah di tempat pembuangan akhir </p><p><br/></p><p>Kalimat opini:</p><p>1.mengelola limbah makanan dengan baik adalah tanggung jawab kita semua untuk menjaga kebersihan lingkungan.</p><p>2.limbah makanan yang berceceran di tempat umum sangat menjijikan dan tidak seharusnya terjadi.</p><p>3.pemerintahan harus lebih serius menangani Masalah limbah makanan di Indonesia </p><p>4.mengurangi limbah makanan adalah langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan planet ini.</p><p>5.masyrakat perlu diedukasi tentang pentingnya ngelola limbah makanan dengan benar </p><ol><li><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 02:51:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551139099</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama kelompok: Kue ali</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551146750</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama anggota kelompok:</p><ol><li><p>Alya Clara</p></li><li><p>Anggun bthree savira</p></li><li><p>Devia putri lestari</p></li></ol><p><br></p><p>Kalimat fakta : </p><ol><li><p>Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian.</p></li><li><p>Menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global.</p></li><li><p>Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca, dan karbondioksida.</p></li><li><p>Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).</p></li><li><p>Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global.</p></li></ol><p><br></p><p>Kalimat opini :</p><ol><li><p>Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pemanfaatan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik.</p></li><li><p>Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia.</p></li><li><p>Dengan memanfaatkan limbah makanan, kita dapat mengurangi pemborosan sumber daya ini dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada. </p></li><li><p>Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p></li><li><p>Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui kompos atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan.</p></li><li><p>Pemanfaatan limbah makanan merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan.</p></li><li><p>Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui kompos atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan. </p></li><li><p>Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan sebagai antisipasi dampak negatif. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 02:57:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551146750</guid>
      </item>
      <item>
         <title>combro</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551149556</link>
         <description><![CDATA[<p>nama anggota :</p><ol><li><p>nia rahmah.d</p></li><li><p>khaira lidiana</p></li><li><p>mila nuraeni</p></li><li><p>maesyaroh</p></li></ol><p><br></p><p>kalimat fakta:</p><p>1. Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian.</p><p><br></p><p>2. Menurut laporan dari Food &amp; Agriculture Organization (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global.</p><p><br></p><p>3.Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang berbahaya daripada karbondioksida.</p><p><br></p><p>4. Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).</p><p><br></p><p>5. Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global.</p><p><br></p><p>6. Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting</p><p><br></p><p>7. Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Kalimat Opini</p><p>1. Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia.</p><p><br></p><p><br></p><p>2. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pemanfaatan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik. </p><p><br></p><p>3. Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p><p><br></p><p>4. Dengan memanfaatkan limbah makanan, kita dapat mengurangi pemborosan sumber daya dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada.</p><p><br></p><p>5. Pemanfaatan limbah makanan merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan. </p><p><br></p><p>6.Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara, pemanfaatan sebagai antisipasi dampak negatif. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-22 02:58:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/6dla5dh89t7phh98/wish/3551149556</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
